JADI TIFOSI DI MONZA MEMANG BEDA! SHELL HELIX ULTIMATE EXPERIENCE (YouTube Video)
Yeah. [musik] Halo semuanya, selamat datang channel Fit Rairi. Let's go to Ital. Saya bersama tiga pemenang dari double Shell Helix Ultimate Experience. Ada Mas Imam dari Banten, ada Mas Aten dari Lampung, ada Mbak Isna dari Cilegon. Cilegon. Kita barengan mau nonton F1 di sirkuit It Monza Italia. The Temple of Speed. Let's go. Let's go. Nah, gimana sih caranya mereka bisa menang? Jadi, mereka itu beli Oli Shell di bengkel e rekanan dari Shell atau di SPBU Shell. Kemudian mereka registrasi dan diundi, mereka menang. Dan tadi ngobrol-ngobrol mereka belum pernah semuanya ada yang ke Eropa, termasuk juga Itali pastinya. Jadi, e saya enggak akan cuman ajak mereka nonton F1. Tapi e karena kita datangnya itu pagi, besok saya mau ajak mereka ke satu tempat yang spesial. Sekarang kita terbang dulu, yuk. Selamat datang di Italia. Halo. Nah, ini karena ee balapnya ini baru latihan hari ini. Iya. Baru besok kita ke sirkuit. Hari ini saya mau ajak Anda semua kita ke markas besarnya Ferrari dulu. Siap. Iya. Kita ke museum Ferrari. Kita lihat itu dekat sama pabrik Ferrari-nya. Wih, mantap. Mantap. Ya, kita ke sana dulu ya. Siap. Oke, let's go. Kita sekarang ini mendarat di Milan. Kita akan ke Marelo dulu. Wah, cuacanya enak. Belum dingin banget. Sejuk. Tapi mungkin 20 kecil lah nih. 20 21. E, segar banget udaranya. Kita udah sampai di Maranelo, kota kelahiran eh Ferrari ya, karena di sini ada pabriknya Ferrari di sini. Selamat datang di Kota Maranelo semuanya. Dan tapi itu tadi kita lihat ada pabrik Ferrari tuh. Itu nanti kita ke sana karena di sana ada museum Ferrarinnya juga. Tapi sebelumnya kita makan dulu sekarang. Langsung aja hari pertama kita makannya di restoran Asia dulu karena eh biar ini perutnya itu pelan-pelan membiasakannya dengan ee makanan Eropa. Nah, sambil kita nunggu makanannya, kita kenalan yuk sama tiga orang pemenang yang bisa nonton F1 di Monza secara gratis. Yang pertama ini ada Mas Imam. Halo, Mas Imam. Eh, sehari-hari kegiatannya apa, Mas Imam? Kegiatannya bantuin orang tua sih. Bisnis orang tua. Bisnis orang tua di bidang di bidang dekorasi. Di bidang dekorasi. Oh, dekorasi apa nih? Wedding. Wedding. Oh, dekorasi wedding dari Serang ya. Dari Serang. Iya. Ini pertama kali ke Italia? Pertama kali ke Ital. Pertama kali ke Eropa. Heeh. Ke Eropa. Kalau ke luar negeri? Belum pernah, Pak. Ini pertama kali juga. Wah. Oke, kalau gitu mantap. Enjoy. Masih sekalinya ke Eropa sama Om Pitra Heri. Wih. Oke, kita luar biasa. Oke, enjoy. E di depan saya nih ada Bu Isna. Bu Isna asalnya dari mana? Bu Isna dari Cilegon, Pak. Dari Cilegon. Nih profesinya sebagai dosen, kan? Betul. Dosen. Dos. Dosen. Dosen mata pelajaran apa, Bu? Mata kuliah Kalkulus. Biasanya sih. Oh, Kalkulus. Kalkulus tuh ini matematik ilmu hitung matematika yang lumayan ribet tuh. Dulu saya di kuliah tuh sampai empat kali kalkulus tuh. 1 2 3 [tertawa] 4 kalkulus 1 2 3 4. Ini ee pertama kali ke ini pertama kali ke Eropa i sebelumnya ke luar negeri pernah ke ke yang dekat-dekat aja sih. Oh dekat-dekat aja. Ini yang paling jauh ya? Sejauh ini yang paling jauh. Ini yang paling jauh. [tertawa] E satu lagi ada Pak Aten. Pak Aten nih dari Lampung. Lampung. Kegiatannya sehari-hari apa, Pak Aten? Sehari-hari di desa. Oh, di desa. Desa apa, Pak? Desa Cimanuk. Desa Cimanuk. Ini pertama kalinya juga, Pak, ke Eropa. Iya. Perdana. Perdana. Ke Eropa, ke Italia. Perdana. Perdana. [tertawa] Oke. Nah, nanti saya akan terus nemenin ee rekan-rekan bertiga ini buat kita ngelihat F1. Dan ini spesial banget karena kita nonton F1, kita jadi pendukung tim Ferrari di markasnya Ferrari ini. Dan ini sirkuitnya tuh legendar sirkuit Monza. Orang-orang bilang Temple of Speed dan ini sirkuit sudah lama sekali berada dan sudah dari tahun menyelenggarakan F1. Jadi ee nanti kita bisa lihat semua seru-seruannya sama nanti saya juga pengin tahu gimana caranya bisa menang undian. Saya kayaknya belum pernah menang undian de itu. Gitu kita makan dulu. [musik] Alhamdulillah makan sudah selesai makan Jepang. Sushi sasimi. Sekarang kita langsung ke markasnya Ferrari. Hah, kita udah sampai di eh seberangnya pabrik Ferrari ini. Ferrari Museum atau disebutnya sebagai Museo Ferrari Maranelo. Museum Ferrari ini dari tahun 90 ya, artinya udah 35 tahun dia ada di sini. Dan ini juga baru pertama kalinya saya ke sini. Wah, langsung disambut sama mobil paling baru mereka. Ini adalah Ferrari Dodi Cicilindri 6500 cc tanpa turbo, MA 12 silinder 830 HP. Dan di seberangnya ada Ferrari 275 GTB 4. Ini V12 juga. 3300 cc, 300 HP. Ini mobil tahun '66. Kayak gini dulu rangkanya. Wah, F40. Nah, tahu Ferrari F80 yang paling baru ini ada rangkanya. Kita bisa lihat rangkanya. Jadi kondisi mobil seperti ini carbon fiber semua rangkanya F80. Wah, banyak banget produk-produk spesial ya. Produk-produk one off. produk-produk yang benar-benar sangat jarang di museum ini. Nah, kita juga ada Mas Bobi nih, videografer, fotografer yang kita bawa dari Jakarta supaya momen-momen menarik bagi tiga pemenang ini tidak terlewatkan. Selalu selalu diabadikan. Ah, ini dia tempat mobil-mobil Formula 1 juara dari Ferrari. Dan ini adalah mobil juara dari Ferrari yang dipakai oleh Niki Lauda kira-kira 50 tahun yang lalu. Dan livrary ini akan dipakai di Monza tahun ini sebagai tribute untuk Niki Lauda yang eh baru-baru ini meninggal dunia. Nah, ini mobilnya Nik Laudda livery Ferrari. Kita akan lihat library yang seperti ini. Nah, lihat ini mobil-mobil A1 mereka memang selalu berpartner dengan Shell. Bahkan bukan cuman mobil balapnya, Shell itu satu-satunya pelumas yang dipakai oleh Ferrari baik yang di jalan raya maupun yang di sirkuit. Nah, ini adalah replika dari kantornya Enzo Ferrari. pendirinya Ferrari. Jadi ini dia zaman dulu seperti ini meja kerjanya. Mobil Shell Eco Maraton juga dipamerin di museum Ferrari ya. Karena Shell dan Ferrari itu udah partnership 75 tahun gitu ya. Udah kayak saudara sendiri. Jadi ini bukan Ferrari, ini mobil Shell Ecomaraton. Ferrari 365 GTB4 Dayitona Competition Zion. Inilah yang moncong depannya jadi inspirasi buat Ferrari Dodi Cicilindri. Nah, ini dia li Ferrari tahun ini. Walaupun ini pakai replika 2024, tapi dibikin livery-nya 2025 khusus untuk di Monza. Merah dove sama putih dove. Ini SF24 tapi nanti besok yang kita lihat akan seperti ini livery-nya. Nah, ini di belakang saya ini ada simulator F1 Ferrari. Nah, tapi sekarang kita udah harus jalan karena ini akan ada sesi saya akan nyetir satu buah Ferrari di Maranelo keliling-keliling jalanan sini. Tapi saya cuma bisa ngajak satu. Siapa yang mau? Aku. Semuanya mau. Karena seatnya cuman satu. Karena cuman saya yang boleh nyetir. Habis itu nanti di sebelahnya bisa. Karena cuman bisa satu. Ada kuis kecil-kecilan ya kuisnya. Dengerin baik-baik. Tahun ini F1 itu merayakan ulang tahunnya yang ke-75. Artinya F1 pertama kali tahun berapa? 1950. Yes. [tertawa] Aku baru mau ngitung dia bisa nyetir dia udah tahu dulu cuman cuman buat Mas Aten sama Mbak Isna. Jangan khawatir, akan ada sesi simulator buat Mbak Isna dan Mas Saten. Oke, kita langsung ke mobil. Yang simulator silakan enjoyak tahu soalnya dia enggak pakai itu. Oke, itu dia mobil kita Ferrari California TE 3.900 cc turbo 560 horsepow. Dan kita akan naik bertiga. Oke, kita akan jalan-jalan [musik] naik Ferrari California Team. Driving a Ferrari Maranelo. Oh my God. [tertawa] Nyetir Ferrari saya udah sering tapi nyetir Ferrari di depan pabriknya Ferrari nih. Pabrik Ferrari di depan kita nih. Tuh di situ pabriknya Ferrari. Gimana, Pak? Oh, mantap. So, first [musik] second. Slow, slow. Keep distance. Slow, slow. Push down. Gimana Masam? Gila, Omis gila mantap. Jadi Ferrari California ini adalah entry level-nya Ferrari ya pada saat keluar. Ini California T. Jadi dia pakai turbo dia eh dari 2014 sampai 2017 dan sekarang udah enggak ada lagi Ferrari California digantikan dengan sekarang itu namanya Portovino dan sekarang eh Amalvi sekarang yang paling baru versi atup terbukanya dari Roma. Tapi tetap aja ya walaupun ini entry level Ferrari tetap kencang ya Pak Imam ya. Kencang dan suaranya lengkingannya ya. Ya udah mendung nih kita beruntung banget enggak sampai hujan. Ada perasaan beda gitu. Naik Ferrari di kota kelahirannya Ferrari selalu edicting [musik] dengar suara pindah gigi shift down-nya tuh ya. buat ukuran Ferrari ini sih bukan Ferrari yang paling kencang ya mungkin salah satu yang paling pelan kalau dibandingin yang sekarang tapi tak pus oke kita [musik] sebenarnya enggak cuman California ya ada ada Ferrari ee yang lain juga yang lebih kencang tapi California nya ini udah cukuplah buat ngerasain kita sensasi nyetir Ferrari di apa di Go go go stop right right no worry oh don't worry no stop just for to sit oke that way nobody's coming. Okay, you just look at the right. Yeah, we go left. You go left. Here stop. Stay more on the left. Stay more on the left side. Left is ok. Life is okay. Go. Y. Oke. Kita jalan-jalan naik Ferrari di depan pabriknya Ferrari. [tertawa] Seru. Sekarang kita lihat simulatornya. Gimana, Mas Imam? Mantap, Om. Mantap. Jarang-jarang loh. Eh, ini satu-satunya pemenang Shell Helix Ultimate Experience yang dapat kesempatan naik Ferrari di kota kelahirannya Ferrari. Pertama kali naik Ferrari juga. Pertama kali naik Ferrari. Terus saya pertama kali langsung sama Om Pitra Herry. Kencang enggak mobilnya? Buset dong. Paling kencang saya pernah pernah ini pernah naik mobil paling kencang gitu. Paling kencang sekarang. [tertawa] Oke, sekarang kita samperin teman-teman kita yang di simulator, habis itu kita langsung ke Kota Milan. Mantap, Om. Ternyata yang simulator udah selesai. Jadi kita langsung naik bu kita langsung ke Milan. Bapak, Ibu jalan ke negara manapun. Maranelo. Iya, udah jam .30 kita di area Duomo. Ini di tengah kotanya Milan. Di sini ada ee gereja Katolik yang megah. Ini jalan-jalan sambil nunggu makan malam. Nah, di sini dibilangin kalau pakai tas turut taruh depan. Di sini area keramik copet. Itu dia alasannya kenapa tasnya di depan. Nah, ini kita jalan-jalan dulu nih. Kita mau lihat namanya Duomo Milan. Oh, itu yang kayak I itu gereja Katolik. Katolik itu pertama kali dibangun tahun 1300-an. Baru selesai itu hampir 600 tahun pembangunannya. Baru tahun '5 selesai. Dan ini gede banget bisa sampai 40.000 jemaah katanya bisa. Tapi masih dipakai masih. Oke, sekarang kita makan malam dulu. Walaupun masih terang, tapi ini udah jam 6.00 lewat. Kita akan ajak para winners makan malam di area Duo Momilan. Oke, alhamdulillah makan sudah selesai. Sekarang kita tinggal ke hotel istirahat dan besok saya bersama tiga pemenang double shell Helix Experience akan pertama kalinya menjadi pendukung keras Ferrari alias Tifosi di The Temple of Speed sirkuitnya Ferrari Monza. Let's Oke, hari ini hari kualifikasi. Pertama kalinya saya akan nonton Evan di Monza. pertama kalinya akan jadi tivosi di sirkuit Monza. Sampai di Monza. Selamat datang di Monza. Selamat datang ni Monza. Ini rumahnya Ferrari ya. Dan ini sirkuit yang tua sekali dari tahun 22 udah 103 tahun artinya dan menyelenggarakan sejak tahun 50 di sini. Dan di sini kita enggak salah kostum, kita jadi tivosi di sini. Nah, sekarang kita nontonnya juga bukan di tribun, tapi kita akan nonton di tempat yang namanya Tower Hospitality. Jadi, lihat itu ada tower. Kita bisa nonton dari atas persis di depan Start Finish. Dan di sini tenda ini ada tempat kita buat makan dan minuman free flow. Jadi nonton di tempat yang cukup spesial bagi para pemenang ini. Nanti kita di sini bisa makan, minum. Kalau kita mau nonton, kita nanti naik tower yang atas itu. Khusus buat kita tuh tower spesial banget. Sekarang kita lihat apa yang ada di tower ini yang bisa kita naikin. Wah, persis di mainstrep-nya Wah, ini dia tribun utamanya. Nah, kita bisa nonton dari sini. Wah, enak banget. Luar biasa. Kita literally di atas TRKnya langsung. Nah, di sini tempat nonton kita. Jadi, kita bisa lihat ini, Bu. Tuh, langsung ini kita enggak panas-panasan, ya, Pak, ya. Iya, enggak panas-panasan. Asik. [tertawa] Wah, keren banget ini. Aku mimpi apa ya saya aja, saya aja baru sekali nonton di tempat biasanya di situ atau di situ. Tapi ini benar-benar di atas TRK. Itu tergantung harga tiket kali ya. Iya. Jadi kalau yang itu buat penonton biasa. Nah, di situ itu e tim-tim F1 tuh semua di situ. Oh, iya tim. Heeh. Nah, ini enggak semua sirkuit itu punya tempat di atas trek seperti ini. Tower tower gini ya. Oh iya kita di atas. Nah udah. Oke. Jadi sirkuit Monza nih salah satu yang paling legendaris udah 100 tahun lebih. Terus e menyeleng menyelenggarakan F1 tuh dari tahun 50 dan ini adalah home-nya Ferrari. Benar-benar hometown-nya Ferrari. Di sini kita bisa nonton dari atas TRK makanan minuman free flow di bawah. Mantap. [tertawa] Enjoy. Enjoy. Nanti kita main-main ke fan zone juga ya. Kita lihat fan zone-nya. F zone sebelah mana, Om? Sebelah situ. Heeh. Uh, di sana banyak tivosi tuh. Kita nonton di sini enak enggak? Enggak terlalu crowed. Gimana rasanya nonton Evan langsung? Bang pokoknya. Waduh, mantap. Luar biasa. Oke, sekarang kita akan lihat mobil F1 lagi lewat depan kita. Buat mereka ini pertama kalinya mereka lihat mobil F1 lewat di depannya. Nah, ini dia nih Ferrari. Mobilnya kecepatannya gimana? Mantap. Kayak angin, Om. Enggak kelihatan. terjangkau kayak kilat cas aja. Aduh, kecepatannya ikut naik apa? Pengin ikut naik, Pak. Ikut naik. Kencang banget ya. Kencang banget itu. Mereka pas lewat depan kita tuh di atas 300 km/h. W rasanya kayak apa itu ya? Terus enak ya nonton di sini ya? Enak. Enak. Kalau normal nonton di situ ramai-ramai, di sini lebih ini ya eksklusif ya. Lebih eksklusif, lebih spesial kita. Spesial bisa naik ke situ juga kalau mau buat ngelihat lebih ini lebih enak. Bayangin mereka belum pernah ke Eropa, belum pernah nonton F1, tiba-tiba mereka bisa datang ke sini gratis, dapat pelayanan yang terbaik, dapat tempat nonton yang spesial. Kalau Anda mau masih ada kesempatannya untuk bisa nonton Evan gratis lagi bareng saya, bareng Shell Helix, tunggu sampai akhir video saya akan beritahukan caranya. Nah, sekarang kita kenalan lagi sama pemenang dari Double Shell Helix Experience dan bertanya ke mereka gimana caranya mereka bisa sampai menang. Halo, perkenalkan nama saya Imam Hidayatullah asal Banten, Serang. Ee saya bisa ke sini ee berkat sel helik. Jadi, gimana? Beli di mana waktu itu, Mas? ee waktu itu beli di Eva Jaya Motor di posisi di daerah Walantaka. Buat Buat mobil apa? Buat mobil HRV 2016. Mobil sendiri. Mobil sendiri. Kebetulan mobil itu hoki sekali, Om. Kenapa tuh hokinya? Malamnya saya beli dari Bekasi, besoknya saya ganti oli, besoknya lagi dapat telepon dari undian dari sel, dari pihak S bahwa saya jadi pemenangnya. Jadi baru sehari mobilnya? Baru sehari. Makanya sejarah mobil, udah beberapa kali ganti mobil, mungkin mobil itu yang enggak akan saya jual. Waktu pertama kali dikasih tahu menang, percaya apa enggak percaya? Enggak percaya. Cuman dari pihak sale e meyakinkan saya bahwa memang di situ semua dari semua pihak ada banyak di situ. PC ada biaya dikeluarin enggak buat ini? Sama sekali. Nol nol. Hai, perkenalkan nama saya Isnain Mahuda. Eh, saya adalah seorang dosen statistika di Universitas E Sultan Ageng Titayasa Banten. Eh, saya tinggal di Cilegon dan saya bisa ada di sini tuh berkat ee selalnya itu saya beli oli memang sudah e jadwalnya untuk ganti oli gitu ya. Mobil apa? Ee mobil yang biasa saya pakai sehari-hari sih, Pak. AGI aja buat kampus gitu. Eh, kemudian saya ke e bengkel namanya bengkel Ferrari Auselindo itu ada di Ciceri Serang. Jadi waktu itu tanggal 22 Juni itu saya ingat banget. Heeh. Ee saya ganti oli ee kebetulan memang sama suami saya sih karena yang ngerti oli itu kan biasanya meang laki-laki. E tapi karena itu mobil yang biasa saya pakai dan itu tanggung jawab saya untuk ganti oli, jadi pengin ganti oli. Jadi undiannya nama Mbak Is? Undiannya atas nama saya gitu. Suami saya waktu itu yang saya foto gitu. Nah, terus diumumin pas diumumin mana? Pas diumumin itu kebetulan saya lagi ada di rumah siang hari itu lagi sama anak saya kebetulan lagi kuliah juga lagi libur. Ee awalnya ee ditelepon dulu katanya dari selu e menginfokan gitu kan kalau dapat undian itu terus diminta untuk video call. Nah, ya udah saya buru-buru tuh kan video call biar rapi dulu kelihatannya gitu kan. ketika di video call, pas di video call e itu memang di situ ramai e kondisinya lagi ramai katanya itu dari Kementerian Sosial dan sebagainya gitu ya. Terus ya diumumkan bahwa eh Isnain Mahuda terpilih sebagai pemenang eh double sell Helix Experience katanya gitu. Nah memang sih saya saya memang masih ingat banget waktu itu sayaang yang ngisi gitu ya Pak Fornya. Jadi antara ini beneran enggak gitu kan khawatirnya cuman tipu-tipu gitu kan. Tapi memang ramai sih di situ, banyak yang kumpul di situ gitu kan. Terus ya udah kan ditanya ee ganti olinya oli apa gitu kan. Nah saya lupa juga tuh olinya oli apa karena yang ngerti oli kan suami saya gitu. Heeh. Ingatnya sel dan ee kemasannya yang warna biru gitu dan saya baru tahu sekarang itu HX7 katanya gitu ya. H7 atau HX7 gitu. HX7 gitu ya. Udah kan. Tapi pas setelah dikonfirmasi ee tapi fotonya kok laki-laki. Sedangkan yang di video call saya isneni Mauda atas nama perempuan gitu kan. Ya udah saya ceritain itu suami saya sampai dikonfirmasi ulang benar enggak itu suaminya. Khawatir bukan kan? Ada suaminya enggak. Suami saya lagi kerja ee kebetulan di rumah ada foto ee jadi coba dilihat dulu foto di ee apa di rumah gitu kan. Benar enggak itu suami saya pas dicocokin oh iya ternyata sama gitu. [tertawa] Terus untuk perjalanan ini ada biaya yang dikeluarin enggak? M enggak di yang diminta oleh si enggak ada sama sekali? Enggak ada sama sekali. Kalau untuk pasport itu memang kebetulan banget saya tuh baru perpanjang. Oh, kebetulan emang ada rencana buat jalan-jalan tapi nanti akhir tahun kayak gitu. Tapi pengurusan visa, tiket, nonton segala macam enggak ada biaya sama sekali ya? Sama sekali. Pokoknya Shell tuh ngebantu banget terus e kayak enggak tanggung-tanggung gitu ngasih hadiahnya tuh benar-benar wah di luar ekspektasi gitu. Hotelnya oke banget. Makannya terjamin, semuanya terjamin. Perjalanannya sampai nontonnya keren banget. Pokoknya saya bikin status tuh teman-teman langsung pada hah kok bisa gitu gimana caranya gitu kan. Apalagi kan yang biasa menang kan cowok ya laki-laki gitu kan. Karena cewek kan rata-rata enggak terlalu peduli sama oli Alhamdulillah sudah rezekinya mungkin kali ya. Terima kasih. Asalamualaikum. Selamat siang. Eh, nama saya Muhammad Aten. Saya berasal dari Lampung eh Sumatera. Ya, waktu itu pengalaman saya ini bisa tour ke Itali ee karena dari Oli. Nah, beli di mana? Pengalaman saya itu pas pertama beli Olisel itu di daerah Bekasi. Oh, buat mobil? Buat mobil Luxio yang ada di rumah saya. Terus waktu diumumin menang, waktu itu saya ditelepon via telepon WA. Eh, saya juga kaget waktu itu saya baru ngisi sel sekali langsung jadi pemenang gitu. Artinya e isi sel itu karena emang ngejer hadiahnya apa emang karena olinya bagus dari emang pakai sel? Ya, kalau sel itu saya akui olinya paling bagus. Karena tadinya kan saya oli lain, saya pindah ke sel ee kepuasan saya. Iya. Dan terus begitu diumumin menang ee wih bahagia banget. Artinya kan saya belum pernah ke Eropa. Nah, ini dapat kesempatan ke Eropa luar biasa. Senang banget gitu. Ada enggak percaya enggak waktu diumumin? Ya enggak percaya. Saya pertama ditelepon via WA kan ee ah ini penipuan kata saya kan. Nah, dari pihak saya itu sendiri, Pak, ini bisa video call enggak, Pak? E begitu video call kan. Oh, ini, Pak, disaksikan oleh dari pihak kementerian dan pihak-pihak agensi lain, Pak, bahwa Bapak benar sebagai pemenang dari Sel helik Indonesia untuk tur ke Itali untuk nonton F1 katanya. Dan ada biaya yang dikeluarin enggak buat perjalanan ini? Tidak ada speser pun yang kita keluarkan. Itu semua ditanggung oleh PT Selia. Jadi saya sarankan buat rekan-rekan siapapun dapat bakal kesempatan untuk e tur keliling Eropa karena ini terbuka isinya enggak enggak ada apa ya manipulasi-manipulasinya. Ini fair fair. Saya pun tidak nyangka artinya coba aja kita semua beralih ke Holy siapa tahu e rekan-rekan juga beruntung bisa tour seperti saya ke Kalaupun enggak menang juga dapat oli terbaik ya. Iya. Kalaupun enggak menang juga sel itu emang oli terbaik gitu kan. Oke. Nah, itu dia tiga pemenang tadi dan masih ada sekali lagi tahun ini double cell helix experience. Kita akan ke Abu Dhabi. Caranya nanti saya beritahukan supaya Anda bisa ngikutin jejak tiga rekan Anda semua ini yang benar-benar nonton F1 gratis, enggak ada biaya sama sekali. Ya, saya saksi dan dengan tempat yang spesial. Iya. Luar biasa. Sekarang kita tes dulu seberapa dalam pengetahuan tentang F1 dari pemenang Double Shell Helix Experience. Paken, siap. Di F1 huruf F itu singkatan dari apa? Virelli. [tertawa] Salah. Ferrari. Ferrari. Di logonya Ferrari itu ada binatang. Itu binatang apa? Kuda jantan. Kuda. Oke. Benar. Kalau di F1 kalau misalnya kita udah finish tuh ada bendera dikibarin. Benderanya warna apa? Benderanya warna merah. Eh, salah. Ada satu sirkuit di F1 namanya Silverstone. Itu dari negara mana? Silverstone dari Prancis. Eh, salah. [tertawa] Sirkuit mana yang disebut sebagai Temple of Speed? Monja. Iya, betul. Oke, berikutnya di F1. F-nya itu singkatan dari apa? Apa hewan yang ada di dalam logo Ferrari? Kuda. Betul. di F1, bendera apa yang dikibarkan ketika balapan itu finish? Bendera hitam putih. Benar sekali. Kemudian namanya Checkerflek. Kemudian eh Silverstone itu sirkuit di negara mana? Silverstone enggak tahu. Enggak tahu. Oke, satu lagi. Sirkuit mana yang disebut sebagai The Temple of Speed? Sirkuit eh apa sih? Monaja eh [tertawa] apa sih, Om? Lupa saya. Ayo. Sirkuit apa? sekarang ini loh. Iya. Apa? [tertawa] Bingung gua. Iya. Apa? Aduh. Iya. Apa ya? Eh, Monaja. Monaja. Salah. [tertawa] Oke. Mbak Isna. Mbak Isna dalam F1 F itu singkatan dari apa? Formula. Betul sekali. Apa hewan yang ada di dalam logo Ferrari? Ee apa itu kemarin? Eh, ya ini kan iya kuda. Kuda. Benar. Dalam F1 kalau mobil udah finish itu dikibarin bendera, benderanya warna apa? Hitam putih. Betul. Silverstone itu sirkuit F1 di negara mana? British. British Inggris. Iya, betul. Inggris. Sirkuit mana yang disebut sebagai The Temple of Speed? Monza dong. Wah, ini benar semua [tertawa] ya. Itu dia hasil kuiznya. Jadi memang double sell experience ini enggak hanya untuk orang yang ngerti F1, bahkan yang awam tentang F1 pun bisa punya kesempatan yang sama. Wah, mereka foto-foto. Lihat lagi Ferrari di sini enggak ada parkir spesial. Parkir normal aja kayak mobil lain. Benar-benar kayak pesta rakyat ya di sini. Dan sirkuitnya tuh emang di tengah-tengah hutan. Jadi banyak pohon-pohon dan ya berbeda dengan fans banyak olahraga lainnya di sini walaupun rumahnya Ferrari dan sebagian besar orang itu pakai bajunya Ferrari tapi orang yang pakai baju tim lain juga sama-sama bersahabat. Di sini enggak ada pertikaian antara fans tuh di sini enggak ada. Bahkan ada satu pasangan, dia bisa satunya pakai Ferrari, yang satunya pakai tim lain. Kita udah sampai di hospitality lagi dan kita makan dulu sambil nunggu kualifikasi dan enaknya kita bisa langsung nonton ke trek di sana atau kita juga bisa ngelihat TV di sini. Jadi, e enak banget nih tempatnya. Setiap kali Ferrari lewat itu Tifosi pada heboh semuanya. Enggak salah nih pakai baju Ferrari itu para winners benar-benar senang banget nikmatin nonton dari atas tower benar-benar di atas TRKnya. Dengerin suaranya. Jadi habis sesi kualifikasi itu ada F1 Historic Demonstration demonstrasi mobil-mobil legendaris F1 yang mungkin udah tua di running lagi suaranya merdu banget. V12 kalau enggak salah tadi yang lewat itu melengking dan rasanya tuh mobil jadi lebih kencang padahal tapi lebih lambat sebenarnya. Nah, kalau yang itu E V8 dari era sebelumnya lagi. Tapi yang tadi V12 tuh kalau enggak salah itu melengking banget. Kesannya tuh lebih kencang. Tapi sebenarnya enggak kencengan Evan sekarang. Cuman Evan zaman dulu lebih berisik dulu kalau kita nonton tuh pakai ear plug. Tapi kalau sekarang gak perlu pakai ear plug lagi. Ternyata kalau di Monza ada ini demonstrasi F1 F1 legendaris. Di sirkuit lain saya belum nemuin yang kayak gini. Hari ini udah selesai Ferrari lima besar dua-duanya keempat dan kelima. Besok ini balapannya mestinya seru ya karena Monza ini banyak trek lurusnya di RS bisa kepakai cukup efektif buat susul-menyusul. Sekarang kita cari makan malam dulu. Tapi Pak Aten, gimana rasanya nonton F1 pertama kali? Apanya yang paling berkesan? Yang paling berkesan itu suaranya dan kecepatannya. Ya Allah, luar biasa pokoknya. Mbak Isna, Pertama kali ngelihat mobil F1. Iya, pertama kali pengen naik saya sama Om. Beneran naik? [tertawa] Iya. Pengen nyobain. Kemarin kan nyobain simulatornya, terus pengen ngerasain beneran di dalam mobil yang beneran sambil ngelaju sekenceng-kencengnya tuh kayak gimana gitu ya. [tertawa] Kayak kebayang-bayang aja dari tadi. Oke, besok balapannya lebih seru lagi nih. Iya ya, kayaknya lebih seru lagi nih besok. Mas Imam akhirnya nonton Evan pertama kali. Akhirnya nonton pertama kali Om Fitra ditemenin Om Fitra lagi. Luar biasa Apa yang paling berkesan dari nonton F1 ini? Paling berkesan. Iya karena mungkin karena kesatu pertama kali ya. Heeh. Yang kedua ditemenin Om Pitra spesial banget, Guys. Kalau ngelihat mobilnya gimana? Lihat mobilnya wah luar biasa. Belum enggak enggak masuk ngalar kita, Om. Kencangnya ya? Kencangnya suaranya. Wah. Udah. Oke, kita sekarang makan. Makan malam dulu. Siap, Om. Nah, alhamdulillah udah selesai makan. Sekarang kita langsung ke hotel istirahat. Besok saya akan ajak ketiga winners dari double shell Helix Experience ke race day. Kita jadii di Monza pas race day. Pasti seru. Ah, sekarang Ray. Wah, lihat ini lautan Tivosi sudah mulai berdatangan ke sirkuit. Kita lihat. Nah, kalau buat yang tanya kenapa Shell itu ngajaknya ke F1 dan kita jadi Ferrari? Karena memang Shell itu sudah 75 tahun berpartner dengan Ferrari. Bukan hanya buat di mobil jalan rayanya, tapi juga di mobil balap Formula 1-nya. suara Evan-Evan klasik gitu. dan eh jadi pelumas dan bahan bakar yang dipakai oleh Ferrari F1 itu adalah produksi dari Shell. Kalau Shell aja bisa bikin pelumas dan bahan bakar yang hebat buat Formula 1. Apalagi kalau cuman buat mobil jalan raya. Makanya saya juga selalu pakai eh Shell Helix dan juga ini para pemenang-pemenang ini pakai Shell Helix dan mereka beruntung bisa ikut ke sini menyaksikan balapan di Monza. Wah, ternyata lagi ada mobil F1. Dari era 90-an Ferrari lagi running. Kita dengerin yuk suaranya yuk. Bentar lagi nyampe nih mobilnya. Itu itu cuman satu mobil ya. Mungkin enggak ketangkap di mikrofon itu kalau langsung itu sampai pekak telinga tuh sampai agak sakit. Bayangin dulu 20 mobil start bareng suaranya kayak gitu. Ih, merinding dengarnya. Mantap. Wah, ternyata yang bawa mobil F1 legendaris itu adalah Jang Alessi. Itu pembalap Prancis yang pernah dulu balap di Ferrari. Dia tuhon dari tahun '89 sampai 2001 kalau enggak salah. Eh, dia pernah balap pakai Ferrari. Dia cuman pernah menang sekali dalam karirnya, tapi kemenangannya tuh bersama Ferrari tahun '95 di Kanada. Ya. Iya, di Kanada. Ah, itu dia udah umur 61. Masih nyetirnya itu benar-benar kayak pembalap muda. Masih ee bagus banget bawahnya. Dan dia pasti senang banget ketemu sama Ferrari yang dulu dia bawa buat balapan. Nah, sekarang nih sebelum balapan ada yang spesial yaitu parade pembalap. Jadi, pembalap itu akan lewat ee depan penonton sebelum mulai balapan. Dekat banget ngelihat pembalap yang lagi pada parade. Oke, parade udah selesai sekarang. Kita tinggal tunggu balem. Nah, sekarang kita lanjutkan nonton dari TV. Wah, ada apa nih? Pada sorak-sorak Ferrari nyusul dong. Ferrari. Ferrari kedua sekarang. Wah, ya. Ferrari emang enggak podium. Hamilton luar biasa. Start ke-10 bisa finish keenam. Leur keempat ya. Tapi walaupun mereka enggak podium tapi tetap Tivosi itu pas Ferrari lewat tuh di disambut oleh mereka. Iya diikit lagi. Memang memang ee pasti mereka pengin menang di tanah sendiri. Tapi memang tadi tiga pembalap di depan itu pace-nya memang kencang sekali. Tapi enggak apa-apa, seru balapannya. Wah, hebat ya para Tifosi. Walaupun Ferrari enggak podium, tapi tetap mereka semangatin yang podium. Mereka lari menuju podium. Ribuan orang sportif banget ya mereka. Walaupun mereka ini penggemar keras Ferrari, begitu tim lain yang menang, mereka tetap cheer, mereka tetap semangatin, mereka tetap tepuk tangan dan luar biasa di eh Monza Italia ini. Gimana tadi? Seru banget, tak terlupakan pokoknya. Mau lagi dong. [tertawa] Iya, saya juga mau lagi. Nah, buat teman-teman yang pengen seperti mereka ikutan nonton F1 gratis, tempat nontonnya gimana tadi? Wah, keren. Entoknya VI e berasa pejabat. [tertawa] Nah, Anda masih bisa ikutan double shell Helix Experience. Masih ada satu kali lagi di 2025 ini nonton di F1 Abu Dhabi, seri penutupnya F1 dan itu salah satu sirkuit termegah. Caranya gimana? Caranya itu Anda bisa membeli oli Shell Helix di bengkel rekanan Shell atau di SPBU Shell. Nanti di situ tinggal registrasi. Kalau Anda beruntung kayak mereka deh nih. [tertawa] Nah, untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa cek Instagram-nya @shell_indonesia atau ke website-nya www.shell.co.id. Tapi kita sekarang belum ini belum selesai. Belum belum kita mau berkunjung ke salah satu kota yang sangat indah di Italia. Tapi sebelumnya kita makan malam dulu sekarang. Oke, bye bye. Oke, jadi kita akan ajak para winners Double Shellix Experience makan makanan Thailand. Gimana makanannya? Ini baru cocok di lidah. [tertawa] Iya, karena makanan Thailand ya. Oke, jadi habis dari sini kita tinggal istirahat. Acara belum selesai. Besok kita akan ke kota yang indah. Oke, sekarang kita check out dari hotel dan kita akan ajak tiga pemenang double shell Hix Experience setelah nonton F1 bersantai-santai di kota Verona. Kota Verona ini katanya indah sekali. Saya juga belum pernah. Jadi, yuk kita lihat aja kita langsung naik bu. Oke, kita udah sampai di kota Verona. Jadi ini salah satu kota yang tua di Italia dan di sini tuh tempat Romeo and Juliet itu yang lakon terkenal dari William Shakespeare tuh ngambil tempatnya di sini walaupun itu cerita fiksi ya. Jadi ini kotanya indah sekali. Silakan dinikmatin jalan-jalannya sebelum kita balik ke Indonesia. Wah, lihat ini temboknya benar-benar nuansa kota tuanya tuh terasa banget. Dan dengar-dengar ini kota udah 2.000 tahun usianya. Lebih dari 2000 tahun. Nah, itu arena di Verona itu kayak kolosium dulu itu tempat gladiator itu e bertarung. Jadi, Gladiator itu dulu bertarung ee bisa Gladiator lawan Gladiator, bisa juga Gladiator lawan binatang buas. Heh, ini sekarang masih ada bangunannya. Terus milenia ini yang saya untuk ini benar-benar suasananya tuh suasana kota tuahan dan tiba-tiba disamperin sama ini namanya Mas Johan sama Mbak Emely penggemar F1 dari Indonesia tiba-tiba ketemu [tertawa] ini baru sekali juga ke Ital ya baru pertama kali [tertawa] jadi kemarin itu mereka nonton juga di Monza sini aja biar enggak backlight mereka nonton juga di Monza terus Terus habis itu mereka ini DM-an sama Bu Isna. Iyaangnya Bu Isna. Terakhirnya mereka tahu kita juga di Verona. Terus ini pas sama juga sama juga ya. [tertawa] Heeh. Bukan nyari pembalap Ewan, nyarinya pembalap Indonesia. Iya. Pembalap Evan lebih susah nyarinya. Enjoy. Enjoy. Heeh. Thank you all. Gimana? Udah, udah foto sama Juliet tadi. Udah dong. Wah, enggak kerasa perjalanan di Italia akhirnya selesai juga. Gimana, Bapak-bapak? Luar biasa di atas. Ekspektasi banget ini, Om. Bu Isna, gimana, Bu Isna? Incredible. Incredible. [tertawa] Iya. Iya. Oke, berakhir juga perjalanan kita di Italia. Gimana kesan-kesannya? Woh, puas banget. Puas banget. Iya. Iya, keren banget pokoknya. Puas. Oke. Dan buat Anda semua yang ingin seperti mereka, jangan lupa double shellix experience masih ada sekali lagi di 2025 ini ke Abu Dhabi. Tinggal beli pelumas Shell di bengkel rekanan Shell atau di SPBU Shell. Kemudian registrasi dan tinggal berdoa atau ada cara lainnya bisa menang nih. Heeh. Apa? [tertawa] Belum ada, Om. Apa tuh? selalu pakai Olis Hel ya. Terus habis itu bisa menang undiannya gimana caranya? Tiap hari [tertawa] berdoa, berdoa, berdoa, berdoa banyak. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitrai jika Anda belum, follow Instagram saya @fitra. Dan follow Instagram-nya Shell_indonesia untuk tahu lebih detail tentang cara ikut Double Shell Helix Experience ini. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
