JAECOO J5 EV | Ada Miripnya sama Range Rover Evoque Tapi Full Elektrik (YouTube Video)
Selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah JQ. JQ adalah suatu subbrand dari Cherry yang berfokus ke SUV SUV yang bagus. Kami sudah nyoba JQ J7 offroad. Offroad-nya juga bukan offroad main-main. Kemudian JQ J8 kami coba offroad lagi di Gumuk Pasir. Kita main pasir di tempat latihan Paris Dakar. Nah, sekarang ada yang baru J5 EV merupakan full mobil listrik. Kalau tadinya tuh e mobil hybrid, mobil plugin hybrid. Kalau yang ini J5 ini adalah mobil listrik murni dan si siapa namanya? >> Hah? >> Afifa. >> Afifa. Bagus banget namanya. >> Iya. Panggilnya FIFA. >> Iya, FIFA. >> Oh, ya. >> Keren juga ya. >> Heeh. Iya, Risia. Iya. >> Nah, mereka baru mengumumkan perkiraan harga yaitu ada dua macam, yang premium dan yang standar R50 juta untuk yang premium. Dan yang standar itu Rp350 juta. Hmm. Oke. Sebenarnya segmen pasarnya itu sudah cukup ramai. Banyak sekali brand-brand lain yang mengeluarkan mobil EV yang range harga sekitaran segini dan range jarak eh ini lumayan nih 461 kilo NEDC. Ini bisa sampai Semarang lagi. Eh enggak deng tapi ngepas. Eh pelan-pelan. Oke. Setiap mobil dengan segmen ini pasti punya unqueness tersendiri. Kalau JQ J5 ini unikness-nya kalau menurut kami adalah dari bentuk bentuknya ini ya mereka selalu nyebut bentuknya tuh mirip dengan Range Rover geng-gengnya Land Rover. Kalau ini ini mirip sekali. Kalau kita lihat belakangnya, bagian belakang ini, ini keluarga Land Rover sekali itu loh ya. Tekuk-tekukannya, garis gasin lurus segala lampunya tapi ya beda dan karena mereka ee ada kerja sama sama ee Land Rover. Jadi ya mungkin boleh gitu mirip-mirip ya kan mirip kan bukan berarti sama ya. Oke, bentuknya nih depan itu grillnya dia full kaca. Ini enggak perlu udara lewat. Yang perlu udara lewat mungkin di bawah sini untuk pendinginan e AC dan baterai komponen listrik. Lampunya full full LED. Oke, kita bicara ukuran panjang totalnya. Ah, kecil 4.380 mm. Kemudian wheel base-nya 2.620 mm. Hmm. Hmm. Iah, kecil. Tapi seberapa gede dalamnya ya? Ya, nonton video ini sampai habis. Ini adalah ih elektrik. Elektrik nih elektrik. Ini dc charging. Dan ini bisa dicharge DC sampai 130 kW katanya. Ini luar biasa. Seberapa besar baterainya ini? Kalau ditutup paksa gini nanti rusak lagi. Ih, keren. 60,9 kWh ini baterainya. Ground clearance-nya gimana ya? >> Ya, ground clearance mobil listrik ya kan. >> Kita buka kap mesin. Ada apa di balik kap mesin? [Musik] >> Dua kali tarik loh kayak mobil Eropa. Iya, ada tempat bagasinya. lumayan enggak gede tapi lumayan loh ada ini penting ini bisa buat naruh sesuatu lah kepakai gitu biasanya nih space kosong aja gara-gara komponen listrik kan enggak terlalu banyak nah ini ee motor listriknya di depan untuk ngasih tenaga ke roda depan tenaganya itu 210 horsepow dengan torsi maksimal 288 Nm. Wah okelah ya untuk zaman sekarang. Zaman dulu kencang banget segitu tapi zaman sekarang okelah. Nah, sebenarnya fungsi buka kap mesin ini hanya untuk ngisi air kejrutan dan ngecek minyak rem. Ngecek loh, bukan ngisi-ngisi. Nah, di belakang ini biasalah mobil listrik ya. Mobil zampan sekarang sini semuanya LED ada tulisan Jaik besar di belakang sini ya kan. Nah, ini kalau plat nomor hijau di Cina itu artinya mobil listrik atau hybrid atau mungkin plugin hybrid ya. Ya, kalau di Indonesia kan biru bawahnya. Kalau Cina gini hijau bawah enggak ada knalpot karena ini mobil listrik. Bagasinya. >> Oh, lega bagasinya. Nih begolf muat nyelip kanan kiri gini. Lebarnya muat masih bisa dilipat. Rata lantai pula nih kalau kanan kiri dilipat dua-duanya. Nah, ini bawah masih ada tempat. Wah, ini tempat ban serep. Kalau mereka pakai tire repair kit atau runflat tire ini berarti enggak dipakai. Bisa buat tempat macam-macam lagi bawahnya. Ini bisa ditaruh di lantai bawah lagi. Tuh kan bisa geser ke bawah. Ini kalau misalnya enggak ada ban saerepnya lantai ini. Ini juga bisa dicopot-copot. Ada lampu LED di belakang ada 12 volt power outlet. Ini pakai power tailgat. duduk belakangnya. Di belakang posisi nyetir kami. Tinggi kami 174. Dibilang lega sekali enggak, tapi nyaman. Jarak dengkul dengan jok depan segini. Kaki sedikit masih bisa masuk. Headro-nya lega sekali. Ada panoramic roof. Ini enggak bisa disenderin lagi. Tapi ya okelah. Enggak terlalu tegak juga. Ada arm rest dengan dua buah cup holder. Kami enggak terlalu suka ya interior putih gini ya. Pasti gampang kotornya. Tapi kalau baru gini masih bersih emang bagus banget. Duduk tengahnya aman. Enggak ada posisi duur tengahnya karena mobil listrik ya kan. Tapi sayangnya ventilasi AC belakang cuma satu. Jadi bisa rebutan. Nih ada tiga orang belakang sini rebutan. AC ke gue dong, ke gue dong, ke gue dong. Tuh di bawah ada satu colokan USB biasa nih. Enggak tahu nih. Mungkin nanti akan ada perubahan ya versi yang dijual. Ini belakang dapat USB A saja bukan USB C. Ini iso fix diakses juga gampang. Kita ke depan >> plastik keras. Ah, kantong pintu nih. Itu lumayan gede loh kantong pintunya. Ini juga ada kantong lagi. Oke, depannya. Nah, ini tipical interior e cherry. Sebenarnya bukan tipical interior cherry sih, tipical interior mobil Cina. Ah, layar besar di tengah, bisa berdiri, bisa tidur, ada instrumen cluster yang enggak terlalu besar. Ya, tipikalnya tuh seperti ini. Tapi akhirnya manusia Indonesia dipaksa untuk terbiasa untuk layout seperti ini. E, ya sudahlah enggak apa-apa. Nah, cuma ini interiornya bagus. By the way, empuk-empuk, pintu juga empuk-empuk ya. Setir, lingkaran, flat bottom. Nah, layar tengah nih. Layar tengah berdiri ini harusnya sudah bisa Apple CarPlay dan Android Auto ya. Dan ini dia bisa ada shortcut-shortcut geser-geser dari atas ke bawah ya. Ini ada shortcut. Nah, ini ini menunya eh menu e pilihan apps. Kok apps sih? Bukan apps dong. Harusnya center. Nah, quick control ini biasanya paling banyak kita akses sama New Energy ini nih. Ini kita bisa atur charging-nya sampai berapa persen gitu deh. Enggak sabar mau nyobain mobil ini. AC ini. Mudah-mudahan kalau Apple CarPlay-nya ee sudah hidup. Mudah-mudahan menu bawah ini tidak hilang, tidak hilan, hilang ditelan Apple CarPlay karena ini ada AC ya. Terus ini ada yang vehicle control. Nah, ini vehicle center. Terus home-nya ini ada tiga tombol fisik, hazard, lock, unlock, sama driving mode. Ada apa aja driving mode-nya? Eco normal, dan sport. Super mode >> ini masih mbak-mbak yang sama dengan jajiku lain yang ngomong. Udah enggak ada apa-apa lagi. Tombol apa-apa lagi. Setir flat bottom, jempol kanan untuk urusan audio dan ganti-ganti halaman. Ini mid-nya di sini ada TPMS segala dan kehematan. Jempol kiri untuk urusan cruise control. Nah, ini ada 17 fungsi ADAS ya. Karena ini full Aas. Untuk yang mahalnya yang part Rp50 juta. Adas tuh ada plus minusnya ya. Plusnya menyelamatkan kita. Minusnya kadang tidak terlalu tepat untuk traffic di Indonesia. Kepotong motor dikit ngerem. Tapi so far kami nyobain Cherry dan kawan-kawannya termasuk Jaik belum ketemu ya ngerem mendadaknya ya. Tapi ada rasa khawatirnya tetap. Combination switch sebelah kanan itu shifternya karena enggak ada shifter di sini kan ya. Nih shifternya sebelah kanan. E untuk urusan wiper sand itu ada di sebelah kiri. Nah, lampu bukan dari sini. Lampunya dari >> nih >> physical dan ada autonya. Ini buka buat buka tailgate. Ini fog lamp depan ini ada dua tombol kosong. Tapi enggak tahu nih nanti tahu-tahu yang dijual di Indonesia mungkin lebih komplit. Nah, ini kami suka sekali ini. Ah, bagus. tidak mengatur spion dari layar langsung dari sini fisik enak lagi. Rasanya mahal pula jendela auto up down sampai belakang apa enggak sampai belakang auto up and down komplit luar biasa. Nah ini M bukan mid instrumen clusternya. Instrumen clusternya ya layar begini simpel tapi berfungsi ya. Ini ada baterai level sama range. Nah, odometer. Udah begitu aja. Kepraktisan kantung pintu lega. Ini pas bisa naruh-naruh di sini. Di bawah bisa naruh-naruh dengan colokan USB C dan USB A. Ini wire charger buat naruh handphone juga. Mungkin nanti yang versi dijual udah dibalik ya. Di sebelah kanan ada dua buah cup holder. Lacinya juga lumayan gede lacinya ya kan. Oh, di belakang sini masih bisa naruh-naruh lagi nih. Ada tempat lagi di belakang layar. Oke, konsol tengah lumayan dalamah. Ini mobil electric seat. Bisa naik turun belakangnya doang, depannya enggak. Ya kan? paling >> terus setirnya pakai otot mekanikal tapi bisa teleskopik ya kan menghasilkan posisi duduk yang ini kalau kami paling rendah ini naikkan dikit deh karena setirnya enggak bisa turunin lag nyanderan dikit enak enak cuman memang enggak tahu ini ciri khas e cerry ya dia emang agak agak tinggi antara jok sama setirnya tuh agak lumayan jauh cuma ini masih bisa diterima masih oke karena bisa dekat bisa teleskopik enak Ada biasa auto day night dias bisa test drive. Kalian penasaran sama mobil ini? Kita test drive langsung. Dan tiba-tiba di luar. Nah, posisi duduknya untuk ngakalin dia setir yang agak tinggi, kita tinggiin dikit duduknya. Jadi agak lumayan pas. Nah, cuma jadi bisa ngelihat kap mesin gitu. Enggak apa-apa sih, lebih comending jadinya. Rasa remnya kayak perundur kamera 360. Eh, iya komplit tuh 540. Iya benar dikoreksi dari belakang 540. Karena kalau kita jalan tuh bisa ada tembus bawahnya. Berat setir. Berat setirnya ini enak. Oke. Enggak keentengan gitu. Hold door. 10 km/h. Oke. Oke. Bantingan halusnya itu ada kakunya. Tapi bantingan gelombang besarnya enak. Ini kadang-kadang menyebalkan ya kan baca mata kita. Tapi berguna untuk safety walaupun menyebalkan. Ya, pincted long time kan langsung dimarahin sama dia. Tapi pas duduk nyetir tinggi gini enak juga sih lama-lama. Coba kita gas dikit. Ada wheel spin-nya. Ini pos tidur ngacak. Oh, enak enak enak enak enak. Oke, oke, oke, oke, oke. Ini enggak berasa kayak ini loh. Enggak berasa kayak bantingan mobil kecil. Iya. Focus on road kok, Wi. Fokus kok. Ini matiin juga loh. Ini karena mobil prototype ya kan belum 100% sempurna. Nah, ini sekarang kita coba radio skutarnya apakah bagus? Bagus. Terus biasanya mobil front wheel kan ada lemahnya di situ. Tapi ini oke kita gas lagi. Coba. Cus. Ada wheel spin-nya. Lucu ya. Remnya rasa fair cuma e nginjeknya masih mendekati natural. Mobilnya tuh agak susah rem natural itu karena dia ada regenerative breaking-nya. Tapi asik sih buat harian sepertinya. Ya, dia setirnya berat cuma balik ke tengahnya ya masih e agak kurang natural situ. Itu ini sepeda. Oh, ini rombongan pesepeda lagi mau ke GIAs rameai-rame. BSD Bikers folder lagi. Polder acak. Oke. Oke. Kita enggak tahu tekanan angin berapa sih ni. Ini yang depan kanan yang low pressure malah. Coba ya remnya kita coba dikit. mobil prototype. Saya belum tahu nanti masuk Indonesia rasanya. Apakah akan disempurnakan lagi apa enggak? Apakah ini AC belakang tahu-tahu belah dua apa enggak? Tahu-tahu ada USB C lebih banyak kita belum tahu. Yang pasti ini rasanya rasanya ini proper. Mobil listrik yang lumayan torky, enak untuk harian di dalam kota dan size-nya itu pas untuk keluar masuk gang sempit di Jakarta. Itu saja videonya. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Mot Mobium Mobobi dan semuamnya. Terima kasih telah menonton JQ J5.
