JAECOO J5 EV : Di harga segitu, semua kena senggol‼️ (YouTube Video)
Kalian perhatiin enggak muka teman kalian tadi? Mukanya ditekuk seharian, perengat-perengut, mau diajak makan siang juga kayaknya enggak ada gairahnya gitu. Bisa jadi karena dia nyesel, dia enggak nungguin mobil ini launching. Ini adalah mobil listrik Jack J5. Nah, kayaknya dia tahu gua datang. Dia adalah mobil listrik yang kemarin menggebrak karena kita dapat mobil proper, sebuah crossover dengan harga yang bikin cader. Bahkan Menteri Keuangan pun bahagia mendengarnya. Kayak gimana mobil ini? Ayo kita lihat. [musik] Jadi ini adalah Jau J5 atau J5. mobil listrik yang harganya bahkan untuk paling murahnya atau yang entry levelnya itu cuma R49 jutaan atau bahkan buat yang paling mahalnya itu pun bahkan enggak sampai R300 jutaan. Lebih tepatnya R299,9 juta. Sedikit di bawah 300 tapi tetap aja dengan harga sehangli itu kita dapat mobil yang bentuknya proper. Bukan micro car, bukan city car tapi sebuah mobil yang pas gitu. Jadi enggak kegedean, enggak kekecilan dan bisa nampung sekitar li orang dengan nyaman. Dan penampilannya memang agak mirip sama Range Rover Evox, tapi kalau dari proporsi balik lagi ini pas dan ada beberapa detail yang kita suka di mobil Jack J5 ini. Pertama kalau misalnya mobilnya kan biasanya grill atau panel body gitu kan, dia pakai mika transparan dengan logo Jacku. Jadi bukan light bar, bukan yang tadi gua bilang, tapi dia cukup unik ya di jalanan tuh lumayan berbeda dibanding mobil-mobil yang udah-udah. Dan kedua, biarpun mobil ini harganya secengeli tadi R00 jutaan atau 300 kurang dikit, bagasi belakangnya udah power. Jadi tinggal tekan tombol, pintu bagasinya ngebuka otomatis dan kalau pengen nutup juga tinggal tekan tombol aja. Itu praktis banget. Dan enggak lupa juga mobil ini punya kamera 360 derajat. Kita bisa ngelihat depan kanan, kiri belakang dengan mudah dan ada atap panoramik, atap kaca. Dan enggak cuma itu, yang paling gua suka adalah di mobil ini dia punya tutupan charger yang lumayan fancy atau lumayan keren. Karena kan kalau tutupan casa, tinggal tekan terus cekrek gitu. Bagian cekreknya ya normal lah. Ini tinggal tap. Dia bukannya elektronic motoriz kalau pengin nutup juga. Jadi bukan plak plek plak plek kayak mobil listrik lain gitu ya. Tapi sedikit lebih fancy, sedikit lebih satisfying gitu. Dan dari samping sini baru kelihatan kalau dia terinspirasi oleh Range Rover khususnya Range Rover Velar atau Range Rover Evo dan ada detail yang mirip yaitu kalau kalian lihat kaca belakang, kalian lihat wipernya di mana. Ternyata wipernya diumpetin di balik roof spoilernya. Ini bikin tampilannya jadi lebih bersih dan mobilnya kelihatan lebih elegan dan lebih mahal daripada yang sebenarnya. Serius deh. Coba kalian misalnya punya atau beli mobil ini terus tunjukin ke teman-teman kalian terutama yang enggak ngerti atau mungkin enggak tahu mobil, mereka enggak bakal nyangka ini harganya cuma 300 kurang. Mereka pasti bakal nyangka 400, 500 atau mungkin 600 gitu. Enggak bakal ada yang nyangka kalian ngeluarin duit di bawah Rp300 jutaan. Nah, pelegnya dua-duanya depan belakang itu 18 inci depan belakang dan sebelah sana juga pastinya ya. Bannya dia pakai GTI dan pakai pelegero. Jadi dia nutup gitu ya biar lebih aerodinamis. Dan kita pengen dengar suara buka tutup pintunya. Dan dia ada animasi welcome pas kita baru masuk. Sekarang kita masuk ke interior si Jaeku J5 BV ini. Bater electric vehicle. Pertama-tama desain dia minimalis pakai layar potrait. Dan untuk bahan-bahan dia juga cukup oke. Di sini bahannya cukup empuk gitu ya. Di sini ada mica black piano. Di sini juga masih bagus. Tapi begitu ke bawah emang udah plastik dan plastik. Tapi untuk harga segini gua bilang dia bisa memberikan kelengkapan yang baik. Kenapa? Pertama-tama lihat di pintunya kita dapat bahan empit dan jahitan warna biru plus tombol fisik buat ngatur dan ngelipat spion. Gua mention ini karena sekarang langka banget. Terutama mobil kayak begini menawarkan tombol fisik untuk hal mudah seperti melipat spion. Jadi kalau misalnya kalian tinggal di gang atau jalan yang mungkin ee lebarnya terbatas gitu atau mungkin garasi kalian kalau parkir harus ngelipat spion mungkin biar enggak kena motor atau sepedanya AD gitu kan. Ini mobil cocok dan enggak cuma itu. Kedua jok depan settingannya elektrik, tebal, nyaman, dan ventilated. Ada pendinginnya. Gokil benar. Dan masih soal pertombolan di bagian dekat dengkul kanan sopir gitu ya, masih ada tombol buat buka tutup bagasi belakang dan tombol buat ngatur lampu depan belakang. Jadi kan beberapa mobil sekarang, mobil baru itu bahkan settingan buat buka tutup itu bagasi dan ngatur lampu itu beberapa udah di layar sentuh. Ini masih menyediakan tombol fisik. Bagus. Jadi kalau kalian pengin sebuah mobil e listrik gitu yang ekonomis, ukuran proper gitu kan, kabin lega dan masih menyediakan tombol fisik. Jadi kita enggak perlu merubah habit atau kebiasaan. Jau J5 ini sangat layak dipertimbangkan. Lanjut lagi. Setir lapis kulit ada jahitan biru dan dia desainnya palang dua dengan motif garis-garis di bagian bawah. Dan untungnya dia ini tombol beneran biarpun black piano jadi sidik jari gitu ya. Tombol beneran jadi bisa ditekan bukan heptik gitu. Sebelah kiri buat Adas ya. Mobil punya ADAS dan sangat lengkap. Sebelah kanan itu buat mid dan multimedia dan volume segala macamnya. Jadi kalau misalnya kita atur buat mid, kita tekan tombol yang kotak ini biasanya kan nongol di panel instrumen. Iya. Enggak. Dia nongolnya di layar tengah di bagian pojok kanan bawah. Tapi mungkin bisa diatur posisinya gitu ya. Tapi cukup tidak ortodoks aja sih. Nah, bicara panel instrumen dia di sini cukup basic ya infonya. Jadi cuma kayak baterai, terus speedometer, posisi gigi gitu-gitu. enggak ada yang fancy atau yang aneh-aneh di instrumennya. Bahkan angkanya aja kayak angka kalkulator. Tapi itu basic sih. Mungkin enggak terlalu enak buat dilihat, tapi fungsional. Nah, lanjut lagi. Di bagian tengah ada dua pad yang dilapis kain dan di sebelah kiri adalah wireless charger dengan ventilasi udara buat mendingin dan bisa sampai 50 watt. Dan kalau bicara tempat buat naruh-naruh HP kayak gini, ternyata di belakang layar sentuhnya juga ada kantong rahasia dan dia bahkan bagian dasarnya dia dilapis karet. Jadi harapannya tuh barang kita enggak bakal kotak-kletok kotak-kletok kayak gitu. Dan kalau kita mundur lagi ada dua cup holder yang posisinya unik ya. Kalau lain biasanya kan melebar atau memanjang gitu dia miring. Dan di sini ada center console box yang cukup oke. Terus di sini juga ada kantong yang lumayan. Dan di sini ada dua USB port. Satu USBA, satu USBC, dan satu lagi colokan 12 volt tradisional. Dan seperti beberapa mobil modern kalau pengen e PRND gitu ya, maju mundur netral parkir dia di sebelah kanan kolom setir. Buat sand dan wiper dia ada di sebelah kiri kolom setir. Tapi mobil ini dia pakai speaker yang biasa aja enggak branded. Bahkan kualitas suaranya bisa dibilang soso aja. Tapi ya udahlah. Dan kalau kita lihat lacinya ukurannya standar ya. Tapi yang impresif adalah posisi duduk tinggi, agak comending kayak crossover atau SUV dan setirnya bisa tilt. Kalian lihat tebaknya dan teleskopik di mobil listrik R00 jutaan kurang. Dan enggak cuma itu, buat kalian yang suka bawa pasangan atau mungkin kalian sendiri suka tacap tipis-tipis di mobil, kalian akan sen sama Sunfiser mobil ini. Karena dia udah include lampu yang nyalan itu soft. Dan enggak cuma di satu sisi, di sisi penumpang juga ada kanan kiri. Bahkan lampu kabinnya aja dia nyalanya putih dan berpendarnya tuh pelan-pelan gitu. Dan karena udah di atap, lihat ada atap kaca alias panoramic yang gede. Terus perkara koneksi ke smartphone, dia udah punya Apple CarPlay sama Android Auto dan bisa wireless. Jadi enggak perlu kabel, kita bisa hubungi smartphone kita ke sistem infotainment-nya. Dan bicara soal sistem, yuk kita utak-atik di sini apa aja. Pertama ya, mobil modern pada umumnya ya, settingan AC itu nyatu sama layar sentuh. Jadi sedikit kurang intuitif. Jadi kita tap menu AC-nya. Dan dia lengkap ya buat apa? E f speed, temperatur gitu-gitu dan dia udah dual zone. Jadi kanan kiri itu bisa beda temperatur. Jadi yang kiri pengin dingin, yang kanan pengin hanget itu enggak masalah di mobil ini. Bahkan dia ada mode buat menyaring udara kotor atau menjenhkan udara di dalam sini. Jadi cukup menyenangkan apalagi di kondisi Jakarta seperti sekarang ini. Dan tadi gua udah ngomong juga soal jok yang berpendingin buat jok depan. Dan kita bisa lanjut lagi ngelihat settingan di mobil ini ada apa aja. Pertama-tama di sini kita bisa lihat kalau misalnya kita bisa atur ambient light mobil ini. Terserah mau warna biru, kuning, hijau, putih segala macam bebas. Bahkan kita bisa ngatur supaya ambient light-nya itu kedap-kedip ganti warna mengikuti irama musik. Cakep ya. Dan seperti yang bisa kalian tebak, mobil ini pakai AI berupa asisten dengan perintah suara. Kita coba ya. Hello Jeku. I'm listening. Open window. Oke, cerdas ya. Nah, kita tutup. Kalau kita lihat ke settingan sini, kita bisa atur mau seberapa rendah atau tinggi pintu bagasi belakang ngebuka. Jadi, andai kata nih ya, e garasi kalian atau karp kalian itu ada tempatnya itu enggak tinggi-tinggi amat, silingnya rendah, plafonnya rendah, itu kita bisa atur di sini supaya pas bagasinya ngebuka itu pintu bagasinya enggak mentok sama plafon. Ini bagus. Lanjut lagi. Di sini ada namanya brake pitch control. Jadi intinya adalah pas kita ngerem pakai mobil ini, dia akan menjaga suspensi depannya biar pas hidung kita mau turun, kan namanya ngrem kan pasti hidung turun kan. Dia bakal jaga biar hidungnya tuh enggak terlalu turun. biar kita ngerasanya mobil ini lebih flat dan lebih tenang. Jadi kitanya juga lebih nyaman. Tapi ini bisa diatur kalau misalnya kalian lebih suka e feeling pengereman pada biasanya. Dan kita juga bisa ngatur break sensation. Jadi feeling daripada remnya bisa kita atur atau kita bisa eh hubungin sama drive mode-nya. Dan bicara drive mode dia punya tiga. Ada normal, ada echo, sama ada mode sport. Ada tiga di mobil ini. Nah, tadi usal break sensation, sekarang kita juga bisa ngatur seberapa berat atau enteng setir dari mobil ini. Jadi, e bisa diilink ke dri. Jadi, ekor ringan banget, normal ya ringan. Spot juga ringan sih. Tapi kita bisa atur mau kayak gimana feeling dari setirnya. Dan pastinya mobil ini bisa melengkapi kecanggihannya dengan ADAS yang lengkap dan feature-nya bejibun. intinya adalah dia punya adaptive cruise control. Jadi bisa jaga jarak aman sama mobil depan. Ada juga automatic emergency breaking gitu ya. Jadi kalau misalnya kita terlalu dekat, dia bakal ada warning dulu baru dia bakal ngere sendiri dan ada blind spot segala macam. Dan yang paling menarik dia udah pakai internet to vehicle. Jadi ee kalau misalnya kita pengin cek status mobil ini misalnya kayak pengin nyalain AC biar kabinnya tuh adem sebelum kita masuk atau pengin ngecek sisa baterainya berapa, kita bisa cek di aplikasi di HP kita. Jadi lebih seess dan praktis hubungan kita dengan mobil ini ya. Jadi itu dia bagian depan si Jau J5 BV ini. Kalau misalnya ingat harganya terus kita dapat sebanyak ini ya jok elektrik, pendingin, setir kulit, bahan bagus dan ada selengkap ambient light segala macam itu kayak [tertawa] kayaknya enggak nyangka tugu tubi terus gitu ya. Pindah ke belakang yuk. Nah, karena Jacku J5 ini adalah sebuah crossover dengan proporsi yang pas buat orang duduk, duduk di belakangnya memadai. Dingig 178, ruang kepala bagus, ruang kaki juga oke. Tapi karena ini mobil listrik dengan baterai yang tebal di bagian lantainya ini mungkin paha agak ngangkat dikit tapi bisa diakalin dengan kita masukin ki kita ke bawah jok depannya. Dan di masing-masing balik jok depan itu ada kantong dan masih ada lampu yang nyalanya warna putih di bagian atap sini. Di sini bahan-bahan kurang lebih sama kayak di depan. Di sini emang plastik, tapi masih ada bahan kulit dengan jahit warna biru dan material-material yang kurang lebih identik dengan apa yang kita dapat di depan. Jok belakang itu sendirinnya enggak bisa diatur-atur. Jadi cuma posisi kayak gini aja, tapi udah cukup rileks dan ada armres-nya. Plus ada tiga headless proper dan sabuk pengaman. Semuanya dapat tiga titik. Kiri, tengah, kanan semuanya sama. ada atap kaca yang gede dan masih dapat AC belakang. Jadi, kita enggak bakalan kepanasan di bagian belakang sini. Tapi dia cuma ada satu USB port dan itu USBA. Jadi mungkin kalau ada dua tiga orang di sini pengin ngecas mungkin agak-agak PR kali ya. Nah, ada kantong di masing-masing pintu dan di sini ada ISOIX. Jadi kalau kalian udah punya anak gitu ya, pengin pasang e booster seat buat anak kecil bisa pasang di belakang sini. Bagasi JQU J5 BV ini punya kapasitas sekitar 480 L. Itu angka yang bagus. Tapi enggak cuma itu, semua kepraktisannya juga dipikirin. Ada kantong kanan kiri dan ada juga kantong di bawah sini, ruangan lagi. Dan ada tray buat privacy, ini buat cover gitu ya. Jadi kalau misalnya kita masukin barang ke sini tidak mudah untuk diintip dari luar terutama dari jendela gitu ya. Tapi enggak cuma itu, kalau misalnya kita lipat jok belakangnya dia bisa membesar kapasitasnya. Jadi 11180 L gede banget. Cocok buat pindahan pas kalian kena mutasi buat pemindahan tempat kerja gitu ya. Tapi enggak cuma itu. Kalau mobil listik lain di depan sini kan rata-rata paling cuma inverter, controller, kabel tegangan tinggi, sama mungkin beberapa coolent gitu ya, misalnya cairan-cairan gitu-gitu. Yang ini kita masih dikasih bagasi depan dengan ukuran atau volume 35 L. Dan ini masih bisa buat ngangkut barang-barang kayak misalnya tas atau mungkin pouch gitu-gitu atau mungkin kabel casan dari mobil ini bisa ditaruh di sini ya. Jadi kalau misalnya kalian pengin cari sebuah mobil listrik yang praktis karena bagasinya enggak cuma belakang, depan masih dikasih bagasi, ada Jack J5 yang hadir buat kalian. Sekarang kita nyetir. [musik] Sekarang kita jalan [musik] pakai Jaq J5 ini. Dan dia adalah mobil yang enggak ada tombol start stop atau on off gitu ya. Jadi kalau misalnya kalian pengen jalan pakai mobil ini gampang. Tinggal masuk tutup pintunya duduk injak rem masuk D terus tinggal jalan aja. Dan kalau P mati ini tinggal keluar dan lock mobilnya. dia akan otomatis mati. Dan begitu nyetir kerasa kalau brief ya brief dari Jau waktu bikin J5 ini adalah bikin mobil ini semudah mungkin untuk dikendarai oleh siapa saja. Muda, tua, laki, perempuan, ngerti mobil, enggak ngerti mobil harus mudah dikendarai. Itu semua kerasa pertama-tama dari setirnya. Setirnya ini enteng banget. Baik kita melaju pelan maupun di kecepatan tinggi, setirnya tetap enteng. Jadi mau ngubah-ngubah mode setir itu pun mungkin enggak terlalu ngaruh gitu ya. Jadi mungkin ramah buat pengguna pemula gitu ya. Jadi manuver kayak putar balik, belok patah, parkir segala macam itu tidak akan jadi masalah dengan mobil ini. Dan hal berikutnya yang mendukung kemudahan penggunaan mobil ini adalah kita gampang ngelihat keluar. Kaca depan gede, pilar A-nya enggak begitu tebal, spionnya gede. Jadi pengin ngelihat ke belakang itu juga enak. Bahkan spion tengah juga bagus dan karena kaca belakang itu relatif tegak, ngelihatnya dari spion tengah itu juga enak. Jadi kalau kalian driver pemula gitu ya, baru punya SIM dan pengen mobil yang gampang dikendaliinya karena bisa ngelihat ke mana aja, ini cocok. Terus kalau misalnya kalian memilih si Jaq J5 ini sebagai mobil listrik pertama, kalian ada catatan untuk gas sama remnya. Mungkin kalian pernah ngelihat atau mungkin pernah ngerasain juga mobil listrik itu punya jambakan atau torsi yang instan. Sekarang kita lagi di drive mode atau mode berkendara Echo ya. Mode yang paling ditahan tenaganya. Ingat itu mode paling ditahan. Gimana kalau kita lanjut ke mode normal atau sport itu pasti jambakannya lebih gila lagi. Dan hati-hati juga karena mobil ini dia punya tor setir itu yang lumayan berasa. Apa itu? Jadi kalau misalnya kita kick d karena dia motor depan, penggerak roda depan, setirnya bakal narik ke kanan atau ke kiri pas kita kick down. Jadi pas kita kick down gitu ya, kalian harus siap-siap tangan kalian untuk megang setirnya. Jadi biar mobil ini tetap jalannya lurus terkendali seperti itu. Nah, kalau misalnya tadi udah gas, sekarang remnya. Jadi karena mobil listrik kan harus memadukan antara regenerative breaking itu yang bikin mobil kerasa nahan kalau misalnya kita lepas gas gitu ya. karena dia meng-capture energi kembali ke baterainya dengan normal breaking. Jadi karena rem cakram kan juga punya tenaga pengereman sendiri ya, itu dua-duanya harus digabung biar feelingnya senatural mungkin. Nah, di mobil ini memang butuh adaptasi karena kalau misalnya kita injek tuh kayak agak terlalu pakem gitu ya dan lagi-lagi butuh pembiasaan. Dan enggak cuma itu, dia punya tiga level regenerative breaking, low, medium, sama high. Kalau kita masuk yang low, kalau kita lepas gas kayak gini, dia masih relatif natural gitu ya. Tapi kalau misalnya kita ubah settingannya ke regenerative breaking yang mungkin medium atau high gitu ya, terutama di high kalau misalnya kita lepas pedal gas itu berasa mobilnya nahan banget dan mungkin buat pengemudi enggak apa-apa tapi kalau misalnya kalian bawa orang lain penumpang gitu ya mungkin mereka akan sedikit ngerasa agak mual. Jadi kalau boleh saran mendingan udah biarin aja regen-nya di settingan paling low dan kita bisa berkendara lebih nyaman bersama dengan mobil ini. Nah, lanjut lagi. Kita bisa ngerasain peredaman suara yang jempolan di mobil ini. Dan bahkan enggak cuma suara tadi kita lewatin speed trap gitu ya, karena dia pakai ban profil tebal biarpun diameternya gede itu bantingannya nyaman. Tadi ke peredaman suara karena dia pakai kaca double glass di depan suara-suara angin bahkan di kecepatan tinggi itu enggak masuk sama sekali. Tapi mungkin kontras dengan suara dari bannya gitu. Jadi kalau kecepatan udah di atas 70 atau 80 itu suara-suara ban sedikit masuk di kabinnya. Dibilang ganggu sih enggak enggak ganggu sama sekali cuma emang ke notice aja seperti itu. Dan karena dia mobil listriknya dia punya baterai yang berat di bagian lantainya. Jadi mobil ini kalau misalnya ditekuk dia relatif flat. Dan balik lagi kita di depan ada belok kiri. Kita bakal cobain seberapa flat mobil ini terbelok. Nah, sekarang kita bisa coba. Oke, kita masuk. Iya, dia relatif flat. Jadi, kalau misalnya kalian belok kayak gitu ya, bodinya enggak bakalan banyak main. Dan karena mobil ini mengincar semua orang, biar dipakai semua orang, jadi kemungkinan besar ini akan menjadi mobil haram mereka. Mobil peranglah intinya. Dan salah satu apa ya agenda wajib kalau misalnya di Jakarta adalah menghadapi kemacetan dan tentunya mobil ini bisa mengakomodir agenda seperti itu. Jadi dia punya kamera 540 tadi kita sudah bilang. Nah, kameranya kalau misalnya kita nge-send gitu ya, dia bakal nampilin citra atau gambar 540 derajat mobil ini. Jadi kita bisa lebih antisipasi oh di sini market jalan, oh di sini ada lubang, ada motor, ada mobil. Gitu-gitu. Jadi kita bisa menempatkan diri dengan lebih presisi kalau misalnya kita lagi bermanuver di tengah kota. Dan enggak cuma itu, kita bisa pilah-pilih sudutnya mau yang mana. Mau lihat depan kanan, kiri belakang bisa. Mau lihat pojok roda kanan, kiri depan, belakang itu juga bisa. Atau pengin lihat mobilnya tiga dimensi dari luar sambil muter-muter itu semua bisa. Jadi enggak cuma pas macet, itu juga berguna banget pas kita parkir. Jadi kalau misalnya kalian menghadapi situasi harian yang ya harian ibu kota lah ya, mobil ini juga bakal mengakomodir kebutuhan kalian, terutama kebutuhan hari-hari. Terus kalau dari pengalaman yang udah-udah ya, mobil kalau harganya wih menarik, wih rahmah di kantong gitu-gitu biasanya ada kompromi di bagian yang enggak kelihatan mata secara langsung. Yang paling umum adalah suspensi yang udah-udah kan biasanya di suspensi belakang dikasih torsion beam gitu-gitu. Mobil ini enggak. Mobil ini bisa ngasih suspensi independen di keempat roda. Depan independen, belakang independen. Dia belakang pakai suspensi multilink. Jadi makanya lewatin speed trap itu dia nyaman. Lewatin jalan bergelombang atau mungkin ada lubangnya juga dia oke. Dia bodinya enggak banyak main. bahkan buat lewatin jalan tanah gitu atau mungkin jalan yang belum jadi, dia masih nyaman dan tidak akan mengguncang penumpangnya secara ekstrem. Jadi, kalau misalnya kalian tinggal di jalanan yang ya aksesnya mungkin enggak begitu bagus kali ya menuju rumah kalian, kalian coba deh mobil ini bisa memberikan kenyamanan yang kalian harapkan. Oh i gua minta maaf, kita udah sejauh ini tapi kita belum ngomongin baterai sama motor listriknya. Jadi dia satu motor listrik di depan penggerak roda depan 210 PS 288 Nm. Itu kalau misalnya diibaratnya mungkin kayak mesin 1500 cc turbo ya torsinya. Tapi kalau tenaganya itu kayak mesin katakanlah mungkin di atas 2.400 atau 2.500 cc bensin. Gimana tarikan mobil ini terutama akselerasinya? Kita coba. [musik] Oke, jadi kalau di spek Jau J5 ini klaimnya Jau ya itu 0 ke 100 sekitar 7,3 detik kita dapat 7,1 lebih kencang. Lebih kencang daripada klaimnya. Gila sih. Bahkan tadi beberapa kali bannya tuh sempat berdecit. Mungkin karena kegedean torsi kali ya. Maklumlah mobil listrik dengan torsi yang lumayan gede ya. Nah, kalau baterai sendiri dia punya kapasitas sekitar 60,9 kW hour. Sekitar 61 kWh lah ya. Nah, kalau misalnya menurut standar pengukuran NEDC, dia punya jarak tebus sekitar 461 km dan dia bisa DC ya, DC charging alias isi daya cepat, fast charging dengan kekuatan maksimal sekitar 130 kW. Jadi dari 30 ke 80% itu bahkan enggak sampai setengah jam. Jadi kalau misalnya kalian di SPKLU, kalian enggak perlu mungkin istirahat lama-lama kali ya, kecuali ngantri dan dia colokan ya udah type 2 CCS2. Jadi dia udah pakai standar colokan yang bisa ditemui dengan mudah di tempat pengisian kendaraan listrik umum di Indonesia. Jadi enggak ada masalah soal itu. Nah, kalau misalnya lewatin jalan rusak sekalipun kita bisa tenang sama mobil ini. Kenapa? Karena tadi pertama gua udah mention suspensi yang independen di keempat roda belakang multilink dan kedua dia punya ground clearance yang lumayan. Jadi jarak mobil ini ke tanah di titik terendahnya itu sekitar 200 mm which is lumayan bagus dan dia punya overhang depan dan belakang itu yang pendek. Jadi itu bagus banget kalau misalnya ketemu tanjakan atau turunan. Terus kalau misalnya nih ya ini pertanyaan favorit kalian banget nih. Mobil listrik kalau banjir gimana? Tenang. baterainya udah water resistant kedap air dan dia punya kemampuan water wedding sekitar 450 mm. Itu mungkin sekitar em kalau pakai istilah kita mah sepaha orang dewasa kali ya. Jadi kalau misalnya harusnya sih enggak ya. Kalau misalnya daerah kalian ya amit-amit rawan banjir harusnya mobil ini tidak masalah dengan hal-hal seperti itu ya. Tapi pasti enggak semua mobil itu semuanya sempurna ya. Mobil ini tetap ada beberapa ceretan yang menurut gua harusnya bisa diimprove. Satu, tadi gua bilang, gua enggak suka pengaturan AC itu di layar sentuh semua. Mereka bisa ngasih tombol fisik buat ngelipat spion segala macam. Andai mereka juga bisa ngasih tombol fisik buat AC, itu akan lebih nyaman dan lebih menyenangkan. Kedua, ya gua tahu konsep mobil ini adalah mobil yang mengincar siapa saja. Jadi dikebunikannya juga harus mudah. Tapi gua harap Jaeko tuh bisa ngasih sedikit bobot di setirnya. Dan bobotnya itu variabel. Jadi semakin kencang setirnya harus berasa semakin mantap biar lebih pede aja gitu. Jadi kalau misalnya ngebut dengan setir enteng tuh kayaknya kurang PD aja gitu. Dan ketiga yang tadi gua udah bilang peredaman kabin sebenarnya bagus ya suara angin enggak masuk karena dia pakai kaca double glass. Tapi suara-suara dari kolong itu masih lumayan noticeable. Dan sebenarnya masih ada beberapa catatan lain yang jadi bahan pikiran gua. Tapi baik lagi kalau ingat harganya yang 250 kurang dan Rp300 juta kurang Rp100.000 itu kayak semua tadi tuh kayak ah cuma kerikil kecil gitu loh buat si Jack J5 ini. Karena dengan harga yang enggak masuk akal ini in a good way ini mobil bisa menyenggol mobil lain, kelas lain, segmen lain, ukuran lain, dan harga manapun. Atas bawah kiri kanan bisa disikat sama si Jaqu J5 BV ini. Dan karena ini mobil listrik juga dia bisa V2L. Jadi kalau misalnya kalian lagi demam atau mungkin lagi demen gitu ya, deman e overlanding, camping, ee jalan-jalan keluarga ke tempat-tempat yang mungkin enggak pernah kepikiran sebelumnya kayak misalnya tracking gitu-gitu dan pengin bawa mobil, dia bisa jadi sumber tenaga listrik buat barang elektronik kalian. Sebut apa? Eh, coffee maker, PlayStation, TV, Projector, e apalagi rice cooker, semua bisa jadi no brainer. Ini Jack J5 no brainer sih. Merek Jack sendiri kan belum lama ya di Indonesia dan selama [musik] ini mereka pakai strategi bertahan dulu. Tapi dengan Jaeko J5 BV ini kayaknya strategi mereka berubah menjadi menyerang. Dan enggak cuma menyerang satu atau dua segmen, kayaknya banyak segmen yang bisa kena sama mobil ini. Bayangin deh mungkin sekitar 35 tahun yang lalu ya kalau enggak salah. Coba R00 jutaan mobil listrik. Dapatnya apa? Mobil listrik mikro yang seukuran kotak pensil mungkin. Nah, belum lama ini juga R00 jutaan ke bawah dapatnya apa? City car listrik. Sekarang dapat crossover dengan proporsi yang pas. Bagasi lega, kabin depan belakang juga lega. Teknologi banyak, featurnya canggih. Ada atapatoramik, nyetirnya enggak neko-neko [musik] dan modelnya juga oke. Iki mobil wes ngasih akeh. Sampean arep jalu opo meneh gitu kan. Bahkan kayaknya value atau nilainya yang bisa ditawarkan oleh mobil ini melebihi harganya. Ingat ya, tadi gua bilang kalau misalnya kalian punya mobil dan kalian tunjukin ke teman-teman kalian, kerabat kalian yang gak tahu mobil, mereka bakal ngira ini harganya [musik] dua atau mungkin tiga kali lipat dari apa yang kalian bayarkan untuk mobil ini. Jadi, [musik] benarnya dengan harga Rp300 juta kurang, Jack J5 bisa kasih lebih [musik] lagi. Oke, itu jadi kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempolnya, komentar, dan subscribe.
