JAGA KESEGARAN BUAH ASLI, SQUEEZE JUICE DIPILIH RIBUAN HOTEL & CAFE! (YouTube Video)
Bagaimana nih Bapak bisa masuk ke dunia buah ya, sari buah ya kan awalnya dari pupuk gitu ya terus sampai ke buah gitu ya. Coba bisa ceritakan nih Pak gimana Pak? Squeeze is a brand. Sebetulnya nama perusahaannya CV Prima Indonesia. Iya CV Prima Indonesia ini foundernya adalah mertua saya Pak Setiadi Sugi Slamet. Mungkin kalau orang food and beverage kawakan GMGM yang kawakan mungkin kenal beliau lah. Karena beliau waktu di awal-awal sales juga tuh. Oh ya awal kelilingan satu-satu. Nah, mereka awalnya si mertua saya ini pindah ke Bali mencoba peruntungan baru jualan pupuk. Jadi datang ke desa-desa melakukan penyuluhan. Sayangnya waktu itu pemda kurang support tapi sudah terlanjur kenal banyak petani terutama yang kebun dan buah-buahan. Waktu itu Bali masih banyak perkebunan tuh terorong belandang jualan e mereka pada tanam smage. Smage itu tenangin. Jeruk keprok lah bahasa kerennya jeruk keprok ya. Iya. Nah, dari situ ee menurut saya lihat peluang lah ya, lihat peluang ee dengan ee knowledge yang apa adanya. Iya. Coba bikin minuman sari buah. Iya. Awal-awalnya pakai ember loh, Pak. Oh, iya. Mereka awal-awalnya home industry. They're doing a really good job. I eh mereka punya nama di dunia FnB khususnya HOREK. Cuman sayangnya agak staknaan. Iya. Karena mertua saya ini laki orangnya suka bereksperimen lah. It's a good business development lah. Bikin vanila lah, bikin apa, akhirnya kepecah nih cornya mana kurang diperhatikan. Tapi ya kalau enggak ada beliau, enggak ada squish lah. Iya. Iya. Karena dari pupuk tuh ya, Pak awalnya, Pak. Ya, awal dari pupuk tiba-tiba jadi menar buah karena kita banyak kenalan. 10 tahun yang lalu lah ya. 10 tahun yang lalu saya sama di ipar saya ee mulai mencoba meng-ghandle perusahaan ini pelan-pelan lah tentunya dengan pengawasan mertua ya. Iya. I tanpa seizin owner kan kita juga enggak jalan nih. Iya. Jadi ee saya lebih jaga depan dan ibar saya lebih jaga belakang. Iya. I dan ternyata dunia FnB ini sangat unik ya terutama di hotel ya. Hotel ini ternyata piacas ini kayak militer gitu Pak. Oh maksudnya gimana Pak? Jadi ya ada jenjangnya dari P chasing terus restoran manager ada FBD ada GM. Kadang kalau di kota kedua owner ikut campur gitu. Iya iya sampai barang receh kayak kita jus aja dipertimbangkan mereka maunya kalau bisa mendekati gratis bayarnya yang lama gitu. Gratis bayar lama ya. Kalau bisa kalau bisa bangkrut itu kalau bisa gitu. I cuman unique selling point-nya kita nih. Jadi our weakness is our strength juga menurut saya. Kenapa saya bisa bilang begitu? Kita punya buah eh kita punya bahan baku ini benar-benar buah. Iya buah di blend blend. H kecuali yang buah yang Indonesia ya tidak ada ya seperti orange. Indonesia sudah punya orange. Iya Indonesia punyanya tangerine. Tadi saya sudah bilang ya. Tangerin cranberry kita enggak punya. Jadi itu mau enggak mau kita kayak kiwi leci kita import lah konsentratnya. Tapi selain buah itu kayak misalnya jambu, lemon, lime, nanas seperti itu kita beli cukup masif sih. Iya. Kita bisa tahun lalu kita beli itu bahan bakunya ribuan ton. Oh. per year. Wah, untuk jadi suplly ke barang jadi ke ready to drink, ke hotel. Dan barangnya bukan bukan jus saja, kita sekarang buah turunan buah. Jadi jus, pure, yogurt, smoothies, eh fruit chang ini semuanya itu diversifikasinya enggak terlalu jauh dari cor-nya. [Musik] Welcome to RCC podcast Resto Cafe and Coffee. Ngobrol bareng orang-orang populer di jalur kuliner, Pak Erikto. Oke, kita lanjutin nih, Pak. Kita juga enggak nyangka bisa berkembang segini pesat ya. Iya. L kita bisa diterima karena kita unic selling point-nya masih kita yang masih pakai buah. Jadi mendekati buah aslinya. Contoh, jadi misalnya di restoran ee mereka beli buah untuk jadi 1 liter butuh 3 kilo. Sekarang mereka beli sekilo doang. 2 kilonya diop up pakai jusnya kita gitu. Iya. I jadi membantu costnya mereka. Jadi secara enggak langsung kita berikan value dan solution buat mereka untuk cost juga ya. Iya. Iya. Em tadi saya kembali lagi ke e our our our weakness is our strength. Eh awalnya saya merasa saya orang logistik juga. Iya. Pusing banget ini ngurus ngurus bahan bakunya. Saya harus dari beberapa pengepul. Kita punya banyak pengepul lah sama petani seluruh Indonesia. Kita harus bawa, kita harus tahu musim-musimnya kapan yang kita bisa beli dengan harga yang reasonable. Iya. Kita harus jaga buahnya tuh setengah matang biar sampai pabrik sudah matang siap untuk diproduksi. Momen-momennya harus pas semua terus harus pakai pendingin lagi Pak Ismet. Iya. I semuanya cool chain supply hygien-nya. Jadi kita legalitas kita lengkapi semua HCCP ISO 22.000 halal BPOM lah Pak sampai pusing Pak. Iya. I dulu saya sempat di di sales-nya. Iya. Kalau sales kan pokoknya jualan terus kan. Sempat diskusi. Aduh apa kita bikin pesteres aja ya. Iya. Iya. Karena udah gampang itu panasin tahan setahun dah. Kita enggak pusing kirim-kirim aja enggak perlu pakai pendingin storage-nya irit segala macam. Karena kos terbesar kita di listrik juga termasuk salah satu kos terbesar kita. Listrik. Betul. Tapi setelah jalan saya jalan ke market ternyata untuk barang fresh ini market masih terima. Iya. Terutama yang fancy ya. Iya. Restoran yang luxury ya. Pasti orang suka ya, Pak. Ya udah rasa enggak bohong dah. Iya rasa enggak bohong. Harga enggak bohong. Expiredit pendek aja mereka berani beli loh. Iya iya. Saya juga kaget awalnya dan ternyata banyak yang mau. Nah di situ kita develop juga. Jadi saya justru yang banyak kasih kita saya inspirasi ini malah masukan dari customer. I dulu saya pernah sempat bingung ya. Ada customer ya, restoran manager bilang ke saya begini, "Pak Erik, saya mau dong barang yang fresh untuk diserve tapi bisa tahan lama, harga juga bisa reasonable." Susah tuh tahan lama susah tertutama akhirnya saya rembukan ini dapat informasi banyak customer yang kayaknya punya kayak gini penginnya seperti ini nih. Nah, kehebatan mertua saya ini bisa terutama yang perempuan ya, dia bisa bikin produk tuh yang reasonable h tapi juga enak. Wow. Akhirnya dia ee beliau bikin e kita namanya Insta Blend. Kalau namanya anak marketing saya bilang, "Pak, namanya diganti aja, Pak, Insta Blend." gitu. Kita bikin ee beberapa buah kita game Premix kompaun bekukan bisa tahan 6 bulan. Tapi kalau misalnya di restoran tinggal ditaruh di blender. Di blender, tambahin air kalau perlu gula blender jadi udah smoothies. Oh, jadi fresh tapi tahan lama. Iya, iya iya. Dan dari kembali lagi weakness is our strength yang tadinya saya pikir ini barang susah exp date pendek customer enggak mau ternyata jadi strengnya kita bahwa kalau misalnya expired date-nya pendek terus sebuitu customer kompling kok rusak apa segala macam bahwa ya memang kita fresh iya iya jadi handelnya sama-sama bukan vendor and customer we are partner now iya jadi kita bahkan kalau tim marketing saya datang ke customer udah enggak fokusnya ke jualan dulu, fokusnya lebih ke handling dan storage-nya. Hmm. Sharing dan educate soal handling dan storage produk kita gitu. Karena kalau di mereka rusak cost buat mereka, cost buat kita juga. Iya. Jadinya akhirnya mereka minta retur atau mereka akhirnya enggak bisa jual barangnya harus dikosongin kalau misalnya produknya sudah laris gitu. Jadi kita benar-benar jaga di handling dan storage-nya supaya sama-sama jaga dan enggak ke bos-bosnya aja. Kita mau cerita balik flashback nih, Pak. Ya, boleh Pak. Apa di balik cerita sederhana terbentuknya squish nih, Pak? Jadi mertua kembali lagi mertua saya ya sebelum bikin pupuk dia beliau pernah bekerja jadi sales di perusahaan multinasional yang jualannya konsentrat dia coba jadi sebagai profesional waktu itu di awal di Jakarta dia kelilingan cukup diterima cuman kayaknya rezeki waktu itu Jakarta kurang pas buat beliau akhirnya beliau memutuskan cukup gambling sini mertua saya nih iya pindah ke Bali beserta keluarganya dan mulai di Bali itu pupuk pupuknya gagal akhirnya ke minuman sari buah ini karena dia punya pengalaman jualan konsentrat tersebut oh itu awal Awal mulanya awal mulanya mulai satu-satu. Salah satu suporter kita yang paling setia sampai sekarang itu Melia Bali. Melia Bali. Bapak ini saya dengar ee hari ini sudah men-supplai ke 3.000 B2B ya hotel. Oke. Untuk betul untuk Jawa dan Bali kurang lebih kita yang repeat order sudah 3.000-an lah. 3.000 itu besar ya menurut saya kalau B2B ya cukup ya besar. Cukup besar. R.000ant itu kan hotel sekali pesan berapa? Iya, kafe segala macam ya. Enggak terlalu besar. Ngumpulin duit receh, Pak. Kalau saya bilang tim saya duit receh tapi tapi punya volume banyak dan stabil kan, Pak? Lebih stabil kan? Stabil kan karena orang itu waktu pandemi enggak sih, Pak? Oh, pandemi enggak ya? Pandemi sih kita terpukul sekali ya. Makanya kalau kita berharapnya restoran customer kita ya lari semua. Begitu mereka penjualan drop ya kita kena imbasnya. Squiz ini kan sekarang sudah men-supplai ke 3.000 outlet ya. Tentu Bapak punya apa sih pabrik produksinya ya untuk squish-nya ya untuk memerasnya mengolanya kanak mau itu ada di mana aja tuh Pak produksi di headquarters di Denpasar untuk Bali Bali dan Bali juga suplly sampai ke ee Sumba Sumba ada perusahaan tambang lah di sana yang kita terus kita punya produksi lagi di Tangerang untuk suplai Jaboretabek Tangerang iya iya lalu di Surabaya Surabaya Surabaya untuk suplly ke distributor juga Kalimantan, Sulawesi dan Labuhan Bajo. Oke. Lalu Jogja. Jogja untuk ya Semarang. Joglo Semar lah. Tapi ini ada Purwokertonya nih sekarang. Oh iya iya. Purwokerto mulai berkembang terus Bandung ya. Karena mau enggak mau Pak kita harus mendekati customer jaga kualitasnya di situ. Cuman ya jadinya delivery-nya setengah mati. Kalau kayak di Bali. Iya. Service delivery kita setahun 364 hari. Pak Ismet setiap hari dong berarti ya. Kecuali nyepi. Oh, kecuali nyepi ya. Berarti eh karyawan itu Oh, ganti ya. Shift shift ya. Shift shift ya. Jadi saya enggak pakai driver dan kernet, tapi driver dan driver. Jadi saat satunya capek, satunya bisa gantikan. Oh, driver driver. Enggak ada kasta juga. Driver-driver selalu bilang, "Bukan gua driver nyetir doang. Lu helper yang ngangkut-angkut." Ah, iya iya. Saya enggak mau kasta itu. Apakah Squiz Juice memiliki buah organik atau khusus untuk dia, K? Oke, ini banyak nih orang yang tanya ke saya organik. Jus ee terus Cold Press juice. E menurut saya itu semuanya marketing gimik ya, Pak Ismet. Oh. Em bukannya meremehkan Indonesia, cuman teknologinya di Indonesia nih masih kurang mumpuni menurut saya. Iya. E yang ada sih sebetulnya Asia, aseptic, pasterize, short process atau sekarang yang keren tuh SPP ya. Hm. Jadi, e bakterinya dimatikan melalui pemanasan, pendinginan, atau tekanan. Oke. Kalau colpress ya memang sebenarnya ya ee sari-sarinya serat-seratnya kan cuma diambil ampasnya sudah keluar cuma airnya doang. Iya. Terus kalau organik mereka bilang gimiknya adalah ya pupuknya lah cara penanamannya. Oke. Kalau misalnya berhasil seberapa masif kita bisa suplly? Betul. Betul. Belum sampai sana. Kayak contohnya deh sirsak. Sirsak ya. Menurut saya sirsak ini buah yang sangat menarik. Typical tropical country fruit enggak semua negara punya dan customer-customer luar negeri kalau saya lihat ya pemakaian sirsak kita cukup lumayan kalau misalnya hotelnya banyak ee turis mancanegara banyak banyak orang asingnya lah ya mereka bingung ini buah apa nih he buahnya unik rasanya unik tapi enak he tapi petani kita nanamnya sporadis Pak oh kita enggak bisa kayak ya moga-moga ke depannya satu wilayah sirsak semua enggak ok misal ini saya bisa kasih contoh di Florida, USA. Emm mereka punya ribuan hektar pun yang handle cuma li orang, Pak, satu keluarga gitu. Oh, untuk misalnya ngirim ngirim pupuknya pakai pesawat, Pak. Sens Iya, iya iya. Manennya pakai tergede. Iya, iya iya. Ini mereka punya ratusan atau ribuan hektar, orangnya enggak banyak, Pak. Sangat efisien. Mesin semua. Mesin semua. Di kita paling petani-petani punya lahan sehektar, 3 hektar. Iya. Di sini kita secara enggak langsung kita support petani lokal. Kalau saya lihat gini ya, Pak. Bapak ini kan sekarang menjadi produsen nomor dua ya di Indonesia terbesar. E mungkin kalau untuk ee minuman sari buah iya dari sisi value iya di Indonesia B2B ya, Pak. B2B mungkin kita sekarang number one sih, Pak. Number one ya. Tapi saya enggak mau di number one lagi, Pak. Iya. Saya maunya di Only one. Di only one. Saya punya ambisi, Pak. Iya. Kita masuk ke bisnis. bisnis yang kedua nih ya, bukan bisnis kedua ya sebenarnya bisnis Bapak originalnya ya. Originalnya I ee PT Andalan Daya Abadi itu melay melayani industri apa ya? Oh ya kita melayani banyak industri sih sebetulnya ya kita custom broker. Kalau di perusahaan-perusahaan umumnya kan ada CFO, ada CEO gitu kan Pak ya. Kalau saya CLO Pak apa tuh calo Pak CO ya. Jadi kita ya mengawinkan sebetulnya importir dan eksportir dengan perusahaan PPJK lah orang-orang tahunya. Kalau orang lama ngomongnya ekspedisi. Ekspedisi. I saya perusahaan kecil dengan customer yang baik. Customer yang baik itu pengertiannya adalah customer yang rutin rutin volumnya bagus. Mereka basih pembayaran juga oke. I mendingan yang begitu ya, Pak. Sekarang sih 2025 agak tough ya, Pak ya. Sekarang saya yang penting bisa gaji-gaji karyawan, bayar cicilan, customer bayar mah sudah senang, Pak. Target ya, target Bapak adalah komunitas ya, Pak. Kenapa itu, Pak? Nah, senarji ini salah satu contoh komunitas yang menurut saya baik ya. Iya. tumbuhnya organik. He banyak acaranya. He. Jadi bisa sharing information. Makanya menurut saya, saya sebagai seorang sales, menurut saya sales itu tiga poin, Pak. I dan yang pertama bukan jualan. Iya. Menurut saya yang pertama kita gather information dulu secara profesional dan personal. Iya. Kalau informasinya sudah didapat dengan baik ke poin nomor dua dan poin nomor 3 kan lebih gampang, Pak. Poin nomor dua ya relatif lebih mudah lah. Saya enggak bilang mudah. Poin nomor dua ya jualanlah. Iya. jualan apa aja sih ya? Selling, cross selling, eh presentation product, eh mapping, pipeline, macam-macam lah, Pak. Dan yang nomor tiga ya rata-rata 70% sales di mana-mana nih enggak menyadari ini tugasnya sales, Pak. Ngih, Pak. H. Itu paling penting ya, Pak. Menurut saya cukup cukup penting, Pak. Makanya saya bilang tiga, Pak. Ini, Pak. Iya. Iya. I. Oke, Pak. Apa pengalaman yang paling menarik sebagai seorang praktisi sales yang pengalaman di industri B2B ini, Pak? NDBX saya jadi banyak banget, Pak. Iya. Eh, di selain di energy, oke, di FnB itu banyak sekali komunitas. Iya. Ada IFB untuk FBM, ada apa ada pameran apa waktu itu? Eh, S Interfood ya waktu itu ya. Sil interfood lebih ke retail lah. Saya saya ujung-ujungnya pasti mau ke retail lah ya. Iya. I I Sky is the limit. Kalau di B2B kan bisa ditaker, Pak. Kalau yang B2B kan FHI ya. Iya. Nah, di situ banyak komunitas ya. Ada komunitas GM, komunitas FBM, komunitas yang suppliers. ee di situ banyak saya banyak melihat bahwa ternyata selain FnB bisnis utamanya mereka juga bukan FNB. Ada yang properti, ada yang jadi malah jadi ke mana-mana nih, Pak. Betul. Iya. Nah, dengan banyaknya kontak yang saya punya sekarang sama seperti Pak Ismet lah. Iya. Tiba-tiba teman telepon, "Pak, ini mau jual apartemen, Pak. Kontaknya ke siapa?" Ya, kayak gitu-gitu. Iya. Kita langsung bisa jembatani, Pak. Nah, itu buat buat buat saya orang sales itu kepuasan tersendiri, Pak. Iya. Iya. Biarpun revenue-nya enggak masuk ke saya, saya lihat teman saya revenue-nya naik itu saya juga ikut happy. Iya, dia happy. Jadi dia ingat juga ya kalau Bapak perlu dukungan apa dia akan dukung juga. Paling tidak. Ee oke, kita ada di penghujung acara nih, Pak. Ee mungkin Bapak bisa sampaikan sesuatu ke teman-teman yang ee melihat YouTube ini. Saya ini orang sales, Pak. Saya hobi dan bangga sekali menjadi orang sales. Iya. Harapan saya sih terlepas dari usaha saya ya. Harapan saya terutama untuk ee generasi Z ya. anak-anak Genzy ya. Berani ambil tantangannya lah. I coba dong jadi sales. 19 tahun saya jadi sales. 70% bos yang saya temui background-nya jadi sales. Betul. Sisanya orang finance. Iya. Jadi ya mm jangan takut sama target ee jangan takut sama tantangan ya. Jangan takut untuk coba dan ambil resiko. Oke terima kasih Pak Erik Tok sama atas waktunya dan squish juice-nya. Semoga semakin maju. Amin. Dan bisa menjadi the only one ya. Oke, thank you Pak. Thank you. Oke, Pak Erik terima kasih sudah hadir di RCC Podcast ya. Terima kasih waktunya Bapak di kesibukan Bapak. Ini ada kenang-kenangan dari Onasis, Pak. Onasis. E iya sponsor kita, Pak.
