Jungkat

JAJAL: Apa Saja yang Baru di Markas Huawei? (YouTube Video)

  • 14/10/2026

Halo teman-teman, balik lagi di Jagat Jalan Liputan dan sekarang gua ada di Kota Shenzhen, China. Kita sekarang ini lagi ada di lokasi namanya MixC City. Oke. Ya kita ini area permolan gitu, pusat perbelanjaan. Jadi di sini ada banyak gedung yang pastinya kalian bisa belanja-belanja di sini. Tapi kita di sini mau mampir sebenarnya kita diundang sama ini nih, di atas nih. Tuh, Huawei. Kita ke sini bareng sama Huawei. Ini kita baru tiba dari airport tadi, terus langsung kita mau makan malam ini karena sudah sore juga. Kalau activity-nya mungkin besok baru agak padat. Kita ikutin saja videonya sampai habis ya. Setelah makan malam, kita langsung menuju hotel buat istirahat karena besok agendanya cukup padat. Uhuy. Nice. Halo, ini hari kedua kita di Shenzhen dan sekarang kita ada di Dopuan, kampusnya, eh kampus, Huawei kampus. Dan nanti kita di sini mau diajak jalan-jalan. Kita pernah sih waktu itu ke sini juga. Nah, tapi nanti di sini juga kita bakal ngelihat laboratorium audionya Huawei. Kita mau naik tram-nya nih. Masih betah sebenarnya, cuma kita sudah disuruh keluar. Sekarang kita mau masuk ke library. Waktu itu sudah pernah mampir ke sini tapi enggak boleh masuk, enggak boleh divideoin waktu itu. Sekarang kayaknya boleh-boleh aja nih. Oke, lihat masuk ke dalam. Sekarang kita mau masuk ke lab audionya Huawei. Tapi kita masih nunggu dulu nih. Ya, sayangnya katanya enggak boleh ngambil gambar nanti di dalam lab ini. Jadi masuk ke sana nanti. Ya udah nanti kita kabarin aja apa yang ada di dalam sana. Salah satu tempat yang kita kunjungi adalah audio lab Huawei. Sayangnya kita enggak bisa mengambil gambar di bagian dalam laboratoriumnya. Tapi secara garis besar di sinilah Huawei menguji perangkat audio mereka sebelum benar-benar digunakan. Pengujiannya cukup lengkap. Perangkat audio di tes menggunakan berbagai frekuensi dari instrumen musik mulai dari gitar, piano dan berbagai sumber suara lainnya. Enggak cuma soal karakter suaranya, Huawei juga menguji bagaimana perangkat audio bekerja di berbagai kondisi ruangan. Ada simulasi ruangan kecil, meeting room sampai area hall. Kemudian kita juga melihat deretan rak yang bentuknya sekilas mirip seperti server rack, tapi isinya bukan server. Rak-rak ini dipakai untuk menguji berbagai fitur yang ada di perangkat audio Huawei mulai dari memutar musik, ANC, NC, konektivitas sampai berbagai skenario penggunaan lainnya. Pengujiannya dilakukan secara simultan. Smartphone yang tersusun di dalam rak terhubung ke perangkat audio kemudian menjalankan berbagai skenario secara bersamaan. Setelah dari audio lab kita makan siang dan lanjut menuju Huawei Health Lab. Sekarang kita di lab health-nya Huawei lagi. Waktu itu udah pernah ke sini sih, jadi kurang lebih sama aja lah isinya ya. Kalian bisa lihat video kita sebelumnya. Enggak mungkin enggak banyak yang berubah di sana. Di sini kita juga sempat mencoba beberapa fasilitas olahraga yang tersedia. Nah, ini kayaknya ada satu perubahan yang waktu itu gua belum lihat nih ada shooter. Ini area tembak-menembak. Nih ada Ini tadi juga tools-nya di sini. Kayak virtual senapan virtual gitu ini. Buat olahraga tembak juga ya. Makin banyak sih jadinya untuk simulasi olahraganya di sini. Oke, sudah selesai dari Health Lab-nya Sekarang kita ke bis lagi. Habis ini agendanya apa ya? Ah, ikut saja dulu deh. Wow, langitnya biru semua di sini. Kita baru saja kelar press con, tapi press con-nya agak tertutup ya. Enggak boleh dokumentasi lagi, enggak boleh rekam video, enggak boleh ya pokoknya. Tapi kita boleh kasih info keluar, cuman ya di dalam kita enggak boleh ngerekam-ngerekam segala macam. Huawei menjelaskan perkembangan terbaru dari platform kesehatan mereka, khususnya True Sense. True Sense sekarang sudah mencakup lebih dari 70 indikator dan mencakup 6 dari 8 sistem utama tubuh manusia. Data yang dipantau juga cukup beragam, mulai dari HRV, tekanan darah, SpO2, laju pernapasan, suhu tubuh, aktivitas, dan sampai pola tidur. Yang menarik, sistem ini enggak cuma melihat satu hasil pengukuran. Misalnya, resting heart rate kita tiba-tiba lebih tinggi dari biasanya. Perubahan seperti ini bisa ikut diperhatikan sebagai bagian dari pola kondisi tubuh. Jadi data yang dikumpulkan enggak berdiri sendiri. Sistem melihatnya dalam jangka panjang untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh berubah dari hari ke hari. Hal yang sama juga diterapkan pada pemantauan tidur. Huawei bahkan mencoba menghadapi kondisi yang cukup spesifik. Misalnya, ketika kita tidur di kereta atau pesawat. Getaran dari kendaraan bisa terbaca sebagai gangguan pada sensor. Karena itu, sistem harus bisa membedakan noise tersebut dari sinyal fisiologis yang memang berasal dari tubuh. True Sense juga mulai digunakan untuk penelitian kesehatan paru-paru. Huawei memanfaatkan kombinasi data seperti suara batuk, HRV, dan detak jantung untuk melihat apakah kondisi paru-paru berada dalam kondisi normal atau menunjukkan kemungkinan adanya infeksi. Penelitian Huawei juga sudah masuk ke pemantauan asam urat. Mereka mengumpulkan data dari lebih dari 2.000 partisipan dengan total lebih dari 300.000 jam pemantauan terkait asam urat. Huawei menyebut sistem ini sudah mencapai akurasi di atas 80% dan sedang disiapkan untuk pasar Tiongkok. Ada juga penelitian terkait risiko diabetes yang dilakukan bersama University of Malaysia. Dalam penelitian ini, Huawei meng gunakan sinyal gelombang nadi dari smartwatch untuk mengevaluasi risiko diabetes. Dan ini baru sebagian dari riset yang mereka lakukan. Huawei juga bekerja sama dengan berbagai universitas, rumah sakit, dan lembaga kesehatan di sejumlah negara. Dari sisi hardware, sensor TruSense di perangkat smartwatch Huawei juga ikut dikembangkan. Huawei menggunakan arsitektur optik dengan tiga modul multi source. Dengan area pemancaran cahaya yang lebih luas, sensor punya peluang lebih besar untuk mendapatkan sinyal yang masih bisa digunakan ketika posisi smartwatch sedikit bergeser dari posisi ideal. Huawei juga memisahkan jalur pemancar dan penerima cahaya untuk mengurangi gangguan akibat pantulan. Kemudian ada pemodelan 3D dan rekonstruksi fitur fisiologis untuk membantu sistem membaca sinyal yang lebih sulit ditangkap. Contohnya saat kita berada di lingkungan yang dingin. Dalam kondisi seperti ini, pembuluh darah bisa menyempit sehingga sinyal denyut yang diterima sensor menjadi lebih lemah. Nah, sistem baru ini dikembangkan supaya tetap bisa mengolah sinyal tersebut. Platform TruSense sendiri sekarang juga mulai merambah lebih jauh ke berbagai penelitian kesehatan. Misalnya penelitian hiperglikemia bersama Peking Union Medical College Hospital, penyakit kardiovaskular bersama konsorsium I Care for CVD Eropa, sampai penelitian terkait jantung koroner bersama Ministry of Public Health Thailand dan Siriraj Hospital. Setelah membahas TruSense, kita lanjut ke sesi berikutnya. Kali ini Huawei memperkenalkan berbagai inovasi terbaru yang mereka bawa ke perangkat laptop dan tablet. Jadi, dijelasin di belakang sini itu laptop terbarunya Huawei. Itu adalah laptop paling paling ringan, cuma 789 gram. Ringan banget sih itu. Salah satu contohnya bisa kita lihat di MateBook X Pro. Bobotnya cuma 798 gram. Jadi memang ringan banget untuk sebuah laptop dengan kelas seperti ini. Untuk mencapai bobot tersebut, Huawei menggunakan material magnesium lithium alloy pada konstruksi bodinya. Material ini bisa membantu memangkas bobot sasis sampai 25%. Lalu ada Huawei MatePad Air. Tablet ini punya ketebalan cuma 5,3 mm. Jadi memang gampang banget dibawa ke mana-mana, termasuk kalau mau kerja sambil nongkrong. Layarnya menggunakan panel OLED PaperMat 12 inci yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya. Saat dipakai untuk mengetik di WPS Office, tampilannya juga terasa lebih mirip melihat permukaan kertas dibanding layar glossy biasa. Untuk menulis, MatePad Air bisa dipasangkan dengan Huawei M-Pencil Pro. Responsnya terasa cepat dan gesekan stylus dengan permukaan layar juga dibuat supaya sensasinya lebih mendekati menulis di kertas. Salah satu fitur barunya di Huawei pensilnya ini ada gesture di bisa di pencet di sini nih tombolnya terus kita bisa milih beberapa menu dan kita bisa pakai ini juga sebagai pointer buat scroll presentasi atau semacamnya. Kemudian ada Huawei MateBook Fold. Ini adalah laptop layar lipat milik Huawei yang menggunakan panel OLED fleksibel berukuran 18 inci dengan ultra thin glass atau UTG. Bagian engselnya juga dirancang supaya bisa menutup dengan sangat rapat tanpa menyisakan celah besar. Hasilnya layar bisa dilipat dengan lebih mulus sekaligus membantu menjaga bodi perangkat tetap tipis. Jadi meskipun punya layar 18 inci saat dibuka, perangkat ini tetap dirancang untuk dibawa dalam mobilitas sehari-hari. Sekarang kita main ke flagship store-nya Tuh dia. Dan di sini ya kayak pernah kita juga kunjungin. di sini banyak produk-produknya Huawei semua lengkap mulai dari handphone-nya sampai laptop-nya, sampai kita bisa lihat di depan-depan ini ada mobil-mobil Huawei. Bukan mobil Huawei sih sebenarnya. Mobil yang pakai platform auto-nya Karena Huawei kerja sama dengan beberapa brand mobil gitu. Oke, ini adalah HP-HP-nya Huawei yang terbaru. Yang kalian pasti enggak bisa lihat ini nih nih nih guys ya, karena baru ada di Cina aja. Dan setelah melihat semuanya secara langsung, baru terasa kalau ekosistem Huawei sekarang memang sudah jauh lebih luas dari sekadar smartphone, laptop, tablet, atau smartwatch. Di markas mereka sendiri, kita bisa melihat bagaimana semuanya terasa saling terhubung. Mulai dari riset audio, teknologi kesehatan, laptop, tablet, AI, sampai otomotif. Semuanya dikembangkan dalam satu ekosistem yang cukup besar. Tapi ada satu hal yang tetap jadi pertanyaan kita, yaitu gimana ke depannya Huawei bisa membawa ekosistem yang udah rapih ini keluar dari markas mereka. Kira-kira seberapa banyak teknologi dan integrasi yang kita lihat di sini nantinya bisa benar-benar dirasakan oleh pengguna di seluruh dunia. Karena pada akhirnya secanggih apapun ekosistem yang dibangun, yang paling penting adalah seberapa terasa manfaatnya ketika benar-benar dipakai sehari-hari. Nah, menurut kalian sendiri gimana? Kalau ekosistem Huawei seperti yang kita lihat di sini dibawa lebih jauh ke Indonesia, apakah menurut kalian ini bisa benar-benar mengubah cara kita menggunakan perangkat sehari-hari? Oke, hari ini kita mau balik ke Jakarta. Dan tadi kita udah kasih lihat gimana perkembangan terbarunya Huawei dalam inovasi mereka di wearables, di di lab health-nya mereka, terus sama device-device terbaru mereka juga. Gimana menurut kalian? Kalian boleh kasih komentar di bawah. Gua Irham pamit, sampai jumpa di Jagat Jalan liputan lainnya. Dadah.

Lihat di YouTube