Jungkat

JAJAL Nyobain Smartphone 3D-Curved Paling Tipis ke Kampung Halaman Infinix! (YouTube Video)

  • 18/08/2025

Jumpa lagi di Jag TV. Jumpa lagi di Jajal Jagat Jalan Liputan. Di edisi Jajal kali ini saya sedang mengunjungi daerah Kota Congcing di Cina untuk menguji smartphone dengan layar curve paling tipis saat ini. Ya, ini dia Infinix Hot 60 Pro Plus. Nah, di video kali ini kita akan membahas soal kemampuan dari kamera smartphone ini. Apalagi untuk kamera belakangnya itu menggunakan Sony IMX 882. Jadi, coba kita ulik gimana kemampuan kameranya sambil nge-vlog di Congching Cina. Oke, pertama-tama kita coba bahas dulu untuk spesifikasi kameranya. Ini adalah kamera selfie 13 megap. Untuk support perekamannya ini bisa sampai 2K 30 fps atau 1080p 60 fps seperti yang ini. Lalu yang ini adalah hasil rekaman di 2K 30 fps dengan kamera selfie-nya. Sayangnya memang untuk resolusi di 1080 fps atau 2K 30 fps itu belum support AC. Jadi videonya agak gempa. Jadi saran kami kalau misalnya pengin videonya lebih stabil di resolusi di atas 1080p 30 fps bisa dibantu dengan tripod atau melalui software editing. Salah satunya seperti Google Photos yang sering kami lakukan. Nah, sekarang kita coba balik dengan kamera utamanya. Ini adalah kamera 50 megap Sony IMX 882. Lalu untuk support video recording-nya ini sampai 1080 fps atau 2K 30 fps. Jadi untuk kamera depan dan belakangnya ini sama-sama support sampai resolusi 2K 30 fps. Ya, ini adalah hasil rekaman dari kamera utamanya ya. Ini kita pakai resolusi paling tinggi di 2K 30 fps. Wih, keren. Ada ini ruang terbuka keluarga, cuy. Wih, asik nih sore-sore di sini. Lalu buat yang pengen bikin video smooth 60 fps. Nah, ini ada opsi 1080p 60 fps dan videonya mulus ya. Nah, untuk opsi video yang stabil di sini ada 1080p 30 fps. Nah, di sini videonya sudah support Ace ya. Jadi videonya stabil nih. Nah, sekarang kita cek kemampuan perekaman videonya di kondisi malam hari ini dengan kamera selfie-nya ya. Kalau dari preview ini kualitasnya sudah mulai menurun dan bagian noise juga udah mulai terlihat. Oke, sekarang kita coba di 60 fps-nya ya. View angle-nya jadi lebih lebar ya. Kalau dari preview ini lebih minimater ya. Dan kalau untuk detail ya normal. Ngomongin detail sekalian aja kita tes 2 TK 30 FPS-nya ya. Nah, ini dia hasil rekaman 2K 30 FPS-nya. Gimana? Lebih detail enggak? Nah, ini kalau misalnya kita merekam di kamera belakang di resolusi 1080p 30 fps. Hasilnya udah lebih stabil ya. Oke, sekarang kita lanjut ke resolusi selanjutnya. Nah, ini di resolusi 1080p 60 fps-nya. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Memang ini rada gempa, tapi setidaknya ini lebih minimiter bahkan enggak ada giter loh. Oke, ini tu 30. Wah, kalau situ gelap semua. Yuk, terbalik. Nah, kita main ke sini aja ini. Nah, sekarang saya sedang berada di Queen Low Congching. Ini salah satu tempat dengan arsitektur yang unik ya. Kalau teman-teman lihat di sini saya sedang berada di lantai du tapi kalau misalnya kita bergeser ke area sana sebentar nih. Fast forward aja ya. [Musik] Nah, kalau misalnya kita lihat dari area sini, ini adalah lantai 22 nih. Kalau mau lihat lagi detailnya. Dan itu bangunan tempat tadi saya mulai start recording. Terus kita geser lagi. Sorry ya. Jauh ke bawah ya. Ya, sekarang kita sedang berada di area street food-nya. Tuh, ada Miku di sini. Ini ada banyak ya jajanan pasarnya. Ini saya enggak tahu ni ada jualan apa aja ya. Ini saya rekam di resolusi 1080p 30 fps dan ramai ya di sini ya. Tuh ada macam-macam. Yang halal mana ya kira-kira ya? Situ ada juga. Uh, packing duck. Oh ya, untuk suara yang direkam ini langsung dari mikrofon smartphone-nya Jadi gimana kira-kira suaranya? Oke enggak? Lalu ini hasil rekaman kamera selfie di 1080p 60 fps. Masih di area street food tadi. Dan ini kita coba sambil nge-vlog di sini. Ada duren, Guys. Ada duren di belakang. Kelihatan gak? Oke, sekalian aja. Sekalian nyari makan ya di sini. Apa ya? Oke, kita mampir dulu. Jajan tipis-tipis buat ganjel-ganjel. Dapat aja di sini. Oke. Menarik nih. Sereal. Ada jamnya. Oh ya, sekalian aja kita tes fokusnya. Set. Oke, lumayan untuk fokusnya. Coba lihat kopi. Eh, kayak kenal nih merek. Coba ada yang kenal enggak? Nah, ada lagi nih yang kenal nih Mer. Ayo, siapa yang waktu kecil sering jajan ginian? Bungkusnya beda tapi ya. Oke, sekarang kita lanjut untuk hasil foto dari kamera smartphone ini. Berikut hasil foto-fotonya. prah sekarang kita bahas Untuk spesifikasi dari smartphone-nya. Untuk SOC ini pakai Mediatek Helio G200, RAM 8 GB, storage ada dua varian dan unit yang kita pakai ini varian 256 GB. Nah, untuk hasil benchmark dan harganya itu nanti kita bahas di video review-nya ya, yang harusnya enggak lama lagi tayang kok. Nah, buat kalian yang sudah nonton video ini sampai akhir, gimana menurut kalian kemampuan kamera dari smartphone ini? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar. Oke, sekian dulu episode Jajal kali ini. Sampai bertemu di episode selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube