Jungkat

Jajan Laptop + Monitor buat Editor BIT 💸 (YouTube Video)

  • 24/05/2025

Oke. Wah, yes. Ada dua box yang isinya ada laptop sama ada monitor. Tapi boknya gede banget. Gua geser dulu aja ya. Nah, yo. What's up, guys and welcome back to Bas YouTube channel. Sama gua Malvin dan yes, kita bakal unboxing laptop dan monitor buat editor barunya Best Indotech. Yes. Jadi, kita ada tim member baru lagi yang bakal ngedit. Nanti gua bakal kenalin juga ke kalian. Dan ya kita juga backdrop-nya sekarang balik lagi ke warna yang terang karena kemarin gua ngerasa terlalu gelap ya. Cuma gimana menurut kalian? Kalian lebih suka yang terang atau yang gelap? Bisa dikomen juga di bawah. So, ya kita siap-siap untuk unboxing. Tapi sebelumnya gua juga make sure kalau kalian belum subscribe boleh di-subscribe ke channel Basch. Kita banyak kebahas konten tag and gadget. Dan kalau kalian juga pengen supportin terus biar bisa bikin konten nyoba-nyobain gadget-gadget teknologi terbaru kayak gini, make sure juga dikasih tombol jempolnya. Oke, thank you so much. Kita langsung aja mulai videonya. Let's [Musik] go. Udah ada tahu kira-kira apa isinya? Kuat banget paketnya. Oh, ya. By the way, gua masih batuk, Guys. Jadi, suaranya mohon maklum ya kalau agak-agak enggak jelas begini. Tadam, ada notanya masih aduh harganya ya. Jadi, kita habis belanja laptop MacBook Pro yang M4 Max. Yeah. Ya, jadi M4 Max 36 GB, storage-nya 1 TB. Ya, kalau ngomongin laptop ini sendiri sebenarnya gua udah pernah bahas ya e waktu itu yang versi M4 base model. Sama persis bentuknya kayak gini juga. Ini yang ukuran 14 inci juga ya. Kenapa gua pilih yang 14 inci M4 Max? Karena kalau gua cek-cek di video secara performance itu enggak ada perbedaan dengan yang 16 inci. Dari segi thermal aja mungkin yang 14 inci karena lebih kecil bakal sedikit lebih panas dan sedikit lebih kedengaran mungkin suara kipasnya. Tapi secara overall sustain performance sama-sama stabil dan itu ngebuktiin efisiensi si M4 chip yang mana gua e akhirnya juga decide untuk upgrade ya. Karena kita di studio sendiri tuh e untuk yang editing itu masih pakai M1 Max. Kita ada Max Studio M1 Max sama ada M1 Max yang di MacBook Pro 16 inci sama Haris ada M1 Pro ya. Y ini bakal jadi upgrade buat tim editing best Indotech ya. Te production kita ini juga sama warnanya yang space black. Untuk yang M4 Max-nya sendiri ini yang 14 core CPU dan 32 core GPU. Jadi bisa dibilang ini yang kayak base modelnya M4 Max karena M4 Max itu ada yang RAM 48 gig-nya ya, yang mana itu varian M4 Max yang paling kencangnya. Ini yang standar karena menurut gua ya kayaknya sih enggak terlalu beda gimana banget. Tapi nanti kita lihat karena gua bakal adu laptop ini sama tadi ya, sama M1 Max dan juga kita bakal adu sama gua ada PC ya, PC yang mana sebenarnya PC gaming gua yang waktu itu gua pernah bahas yang pakai Ryzen 7800 X3D sama RTX 4090. Kita lihat secara performance-nya bedanya kayak gimana. Oke. Ah, sayang ya ininya agak kotor aja. Mungkin udah disimpan di gudang kelamaan sih karena memang ya ini udah lumayan lama sih keluarnya ya. Sebenarnya gua tuh nunggu yang Max Studio, tapi entah kenapa enggak keluar-keluar ya di sini ya. Jadi ya udahlah kita hajar dulu aja yang laptopnya. Ul ala ya kurang lebih sama sih ya dalam boknya kabel charger. Chargernya ini yang berapa watt sih? Yes, chargernya yang 96 watt. Enggak usah dibuka lah ya. Sayang soalnya kalau dibuka. Langsung saja kita buka laptopnya karena ini dia yang paling ditunggu-tunggu. Nah. MacBook Pro M4 Max. Uh, tidak terlalu berat ya ternyata. Gua tuh selalu kangen sama MacBook Pro yang 14 inci karena menurut gua ini switch spotnya, portability sama power. Cuma memang baterainya aja yang agak kecil sama layarnya ya yang pastinya lebih kecil dibandingin sama yang 16 inci. 1 2 3. Kita bisa bikin klip klip-klipan kayak gini kali yang kita ngebuka ya. Teng deng deng. Enggak tahu ini MacBook Pro ke berapa yang kita unboxing ya. Ini dia untuk layar mini LED-nya ya. Jadi laptopnya adalah MacBook ya. Untuk editing sebenarnya enggak bakal salah kalian pilih MacBook ya. karena e MacBook secara productivity buat foto editing, video editing, buat semua yang berbau-bau art ini udah laptop juara. Dan gua sendiri ya di Tim Bas Indotch semua udah hampir keseluruhan pakai Mac gitu loh. Jadi secara maintenance juga enggak pusing gitu ya. Dan secara optimalisasi menurut gua software-software-nya itu memang bekerja maksimal. Walaupun kita masih pakai Adobe, gua berharap tim bisa segera transisi ke Da Vinci atau ke final Cut. Final Cut. Yes, Haris sudah pakai Final Cut. Ya, begitulah kita harus memang e mencoba sesuatu yang baru ya. Oke, jadi itu dulu untuk laptopnya. Kita pengen unboxing monitornya karena monitornya ini yang sebenarnya gua banget gua ngerasanya ya. Ya, gua sendiri karena beli laptop yang mahal, gua mencari monitor bisa enggak yang paling value for money tapi warnanya akurat, bisa dipakai editing, resolusi tinggi. Dan yang sekarang penting karena kita pakai MacBook itu adalah bisa USB type Cging pass through data bisa buat display juga. Jadi cukup satu kabel aja connect ke laptop udah bisa nampilin semua, udah bisa ngecas juga. Jadi kita hemat kabel. Nah, gua ada jawabannya sebuah monitor ya yang mana kemarin gua cari-carikan harganya. Rata-rata tuh monitor USBC yang 4K yang IPS itu tuh bisa 5 6 7 jutaan. Nah, ini harganya R3 jutaan aja. Udah ada yang bisa tebak mereknya siapa? Udah pada tahu kali ya. Ya udahlah kita buka dulu aja. Alright. Wah, kegedean, Guys. Enggak muat. Ini dia monitornya Xiaomi 4K A27 UI ya. Ada UI-nya ternyata. U I U A A A. Jadi, ya ini dia yang seperti yang gua bilang tadi, speknya tadi ya, monitor 4K ukuran 27 inci. Dan kalau kita lihat di bagian bawah ini dia udah support max charging 90 wat yang mana buat MacBook Pro ukuran 14 inci itu lebih dari cukup. Karena tadi kan chargernya aja juga 90 berapa 96 98 watt gitu kan. Jadi should be enough. Cukup colok satu buah kabel USB type C aja dari monitor ke laptopnya. Beres. Tinggal konectin mouse keyboard atau enggak usah pakai mouse keyboard juga bisa pakai dua layar biar lebih produktif gitu kan. Spek lainnya seperti yang gua bilang UHD ultra HD 4K ya 3840 * 2160 60 Hz udah ada sertifikasi TUV Rand low blue light dan udah bisa ada Vesa wall mount juga tapi standnya pun juga menarik karena standnya bisa naik turun kiri kanan kalau kalian di brand lain seingat gua ya lebih mahal ada standnya yang di harga R jutaan aja tuh cuma bisa naik turun doang kalau ini bisa naik turun putar-putar kiri kanan oke first of all ini untuk standnya ya uh Jadi bahannya kayak metal kelihatannya, cuma aslinya plastik sebenarnya. Cuma finishnya kayak kelihatan finish metal. Cuma cukup berbobot dan ada bagian e kayak kacanya gitu ya. Kayak lumayan berasa premium sih cuma nanti kita coba. Nah, ini untuk bagian alas kakinya. Jadi flat ya. Jadi dia kalian bisa tetap taruh barang-barang jika diperlukan. Cuma ada bautnya nih yang mana kita mesti bautin, yang mana kita perlu obeng nanti. Berikutnya ada kabel. sama ada kabel power brick ya. Yang ini sih memang mungkin agak sedikit disayangkan karena power brake-nya masih eksternal. Jadi kalian mesti colok si e kabelnya ini dan ini nongol keluar yang mana totalnya di 120 watt untuk penggunaan dari daya monitornya. Oh, dapat obeng juga, Guys. Dapat obengnya juga empat biji bautnya dan kabel-kabel. Nah, ini yang gua bilang tadi ya. USB type C 2 type C. Wih, lumayan berisi juga kabelnya ya, tebal-tebal gitu bisa. Tinggal kabel HDMI ke HDMI. Yes. Bukan kabel display port ya, kabel HDMI aja. Last but not least si penutupnya. Dan sayangnya ini enggak pakai magnet ya. Oke, kita pasang kakinya dulu aja deh ya. Sudah tinggal diangkat. Alright. Aduh, ada Xiaomi-nya di belakang. Dan seperti yang gua bilang, monitornya bisa naik turun kiri kanan, bahkan bisa diputar sampai vertikal juga. Eh, mesti agak tinggi sih ini. Oh, mesti diginiin. Nah, wadw. Alright. Jadi, I ini dia untuk monitornya, Guys. Gua sendiri kalau di kantor sama anak-anak tuh pada pakainya better memang 27 inci. Gua dari awal editing pakai itu udah paling ideal. Walaupun memang sekarang kalau Apple tuh dia ada studio display yang resolusinya 5K yang lebih enak lagi dan lebih perfect memang buat Mac OS punya apa sih namanya? Scale scaling ya. Jadi scaling layarnya yang mana memang kalau kita pakai ee MCP itu memang scalingnya agak sedikit aneh gitu. Gua sempat bahas juga beberapa kali dieview cuma lama-lama udah terbiasa sih kurang lebih gitu. Kita akan coba set up aja nih semua ya si monitor sama si laptopnya semua. Dan gua juga pengin bakal balik lagi dengan data-data ngebandingin si performa dari M4 Max versus si M1 Max dan juga versus Windows PC gua yang pakai RTX 4090. Lanjut. Oke, jadi ya ini dia kita udah testing nih ya. Ada tiga komputer tempurnya base Indotech mulai dari yang paling baru ya si MacBook Pro 14 inci M4 Max. Terus ada si Max Studio M1 Max yang kita pernah bahas mungkin 3 tahun lalu ya. Dan ada satu perwakilan dari Windows yang gua bawa di sini yaitu Mini PC ITX Gaming gua yang specs-nya itu Ryzen 7800 X3D dan GPU-nya RTX 4090. Pernah dibahas semua di YouTube channel Bas Indotch. Jadi kalau kalian pengen cek lengkapnya nanti gua juga taruh linknya di bawah sama di akhir video ini. Nah, di sini gua udah tes ya beberapa aspek. Jadi langsung aja kita lihat mulai dari benchmark dulu aja. pertama Geekbench Geekbench 6 yang mana ngetesin CPU performance dan kalian bisa lihat ya di mana score single core dan multiore dari si chip M4 Max ini ngebantai banget yang lain ya yang artinya memang secara performance CPU ya quick tasking kayak buka aplikasi kayak buat play video itu jauh lebih cepat di MacBook Pro M4 Max. Nah, sama halnya juga di Tesin TheBch R24 yang hasilnya juga lumayan bikin geleng-geleng karena M4 Max kencang banget. Walau kalau kita cek di aspek GPU dari Sinneb R24 memang skor dari RTX 4090 masih cukup jauh ya dibandingin sama M4 Max ya. Wajar karena memang dia pakai discrete GPU ya dedicated dibandingin sama ARM yang pakai chip doang gitu. Nah, yang menarik sebenarnya menurut gua justru peningkatan nih dari si M1 Max ke M4 Max yang skornya sampai tiga kali lipat lebih angkanya ya. Dan emang benar ya, pas kita tes di 3D rendering pakai aplikasi Blender yang mana katanya Apple itu enggak optimal, di sini malah durasi M4 Max untuk export BMW scene bisa dibilang jadi yang tercepat di CPU atau GPU. Walau gua ngelihatnya ini kayaknya ada sedikit driver problem dari si RTX 4090 yang mana sebenarnya udah kita update ke driver Nvidia terbaru, cuma kayaknya masih ada problem ya karena pas dipakai editing ini juga ada problem force close terus ada momen pas render itu enggak bisa. Jadi, ya ini salah satu contoh poin positif dari Mac dibandingin sama Windows yang mana kita tuh gak perlu update driver satu persatu kayak terpisah antara CPU, GPU ya. Dan kalau Mac sendiri memang paling update-nya lebih kayak di HP gitu ya, cuma update software aja. Sedangkan di Windows ya kalian tahu sendiri. Just do it. Peace. Nah, next. Masih di aspek productivity, di bagian content creator kita tes di Adobe Premiere karena memang kita masih pakai Adobe Premiere ya. Udah mulai transisi pelan-pelan ke Final Cut Pro tapi masih in progress jadi ya bear with us. Awalnya kita tes untuk render video 10 menit footage dari kamera Sony ini ya 4K H265 ke YouTube 4K itu durasinya yang tercepat ada di chip M4 Max yang mana durasinya 2 menit 40 detik. Kemudian kita tes juga real use case buat export video YouTube Binotch yang mana ada banyak elemen, ada video, ada after effect kayak gitu. Di sini durasi 5 menit, yang tercepat malah PC Windows RTX 4090. Jadi memang kesimpulan gua di sini gua dapat adalah memang beda export time sebenarnya antara M1 Max ke M4 Max itu tuh sebenarnya enggak terlalu signifikan. Perbedaannya paling berasa sebenarnya di timeline performance yang mana buat timeline yang 4K, full resolution, ada efek-efek kayak dari video After Effect, playback yang ada di M4 Max itu bisa lancar. Di mana di M1 Max itu kita harus turunin resolusinya kadang ke setengah bahkan 1/4at tergantung banyaknya elemen yang ada di timeline-nya. Nah, satu aspek lagi yang menarik adalah soal penggunaan listrik atau power draw. Dan seperti yang kita pernah bahas sebelumnya ya, PC versus Mac Studio waktu itu, penggunaan daya dari Apple Silicon Mchip itu sangat efisien karena dia pakai arsitecture ARM yang mana ada di HP kalian juga. Nah, yang mana kalau dibandingin ini ada yang menarik ya, karena PC ini yang pakai 7800 X3D RTX 490 dengan chip X86 ya itu cuma pakai sekitar 200-an watt pas lagi render video. Gua cukup surprise karena 3 tahun lalu pas kita compare yang E M1 Max itu PC pas ng-render bisa 300-an watt. Jadi ya memang makin ke sini PC juga makin efisien. Walau demikian, yang berat sebenarnya adalah pas lagi standby, pas lagi idle enggak ngapa-ngapain di PC, Windows, itu menggunakan daya sekitar 100 watt ya, 100 sampai 150 bahkan. Jadi itu idling aja enggak ngapa-ngapain di home screen-nya. Sedangkan untuk MacBook Pro M4 Max sendiri memang karena dia laptop gua enggak bisa ngukur daya langsung ya. Cuma kalau gua cek di Google untuk Max Studio M4 Max itu penggunaan daya idle enggak ngapa-ngapain. Itu cuma di 6 watt aja yang mana ya super duper efisien. Dan maksimum load-nya sendiri bisa di 145 watt ya. Jadi paling satu yang gua notice juga di sini adalah bunyi kipas yang mana e ini lumayan kedengaran sekarang ya di M4 Max. Wajar karena powernya tadi semakin gede di dalam casi yang cuma 14 inci yang kecil ya. Jadi dia butuh coolingnya juga lebih maksimal. Dan gua compare sama M1 Pro laptop kita yang sebelum yang 14 inci bunyinya memang jauh lebih keniceable di yang versi M4 Max ini. Nah, last but not least gua pengen bahas soal gaming di Mac ya. Tumben kan karena sebenarnya memang dengan chip M4 Max ini Mac tuh udah tergolong capable buat gaming kelas berat. Nah, contohnya aja kita langsung ngetesin Cyberpunk ya. Memang ini lewat software emulation namanya crossover. Jadi kayak kita nge-emulate Windows gitu. Dan di sini gua dapetin experience yang bisa dibilang smooth, terutama di resolusi 2K walaupun memang settingannya low itu bisa di atas 70-an FPS. Kalau mau dipush ke resolusi 4K itu juga masih playable walaupun ini sekitar 40-an FPS dan ya tampilannya sih jadi cakep banget di layar Liquid Reduna XDR dengan promotion-nya MacBook Pro ini. Memang udah banyak juga games-games yang dites di chip M4 ini yang ngebikin memang Mac yang sebelumnya gua bilang buat cari duit doang. sekarang udah bisa jadi device gaming juga. Nah, ke depan katanya di WWDC bakal ada pengumuman yang menarik nih soal aspek gamingnya. Jadi, hopefully Apple juga seriusin ya karena menurut gua juga potensinya bakalan gede banget. Yes. Enggak kelupaan soal monitornya juga ya Xiaomi A27 UI yang mana so far gua jujur enggak ada kendala sama monitornya ya. Resolusi 4K-nya tajam, warna panel IPS-nya bisa dibilang mirip banget sama MacBook ya. Dan karena udah pakai USB type C ini bikin koneksi ke laptopnya jadi super simpel. Cukup satu kabel aja, one cable connection udah bisa buat display dan ngecas laptopnya sampai 90 wat. Terus ada dua port USB juga di bagian monitor yang bisa dipakai buat ngolokin kayak mouse atau keyboard yang bisa wireless juga. Plus ada port headphone 3,5 mm. Yang sayangnya kalau dicolok memang kita gak bisa setting volumenya dari laptop, tapi kita harus setting di monitor atau di speakernya langsung. Bisa diakalin memang pakai USB deck kayak gitu kalau kalian pengin dicolokin ke USB monitornya. Jadi dia kedetect dan bisa langsung ngatur volume dari si laptopnya. So, ya fitur yang oke sih. Dan menurut gua rekomen kalau kalian pengen cari monitor MacBook versi budget yang udah USB type C. Jadi ini jawabannya dan ini juga resmi dari Xiaomi Indonesia ya garansi 3 tahun. So, paling itu aja buat videonya. Semoga bermanfaat dan let me know gimana pendapat kalian ya soal MacBook Pro M4 Max ini. Mending laptop atau mending PC aja sekalian biar bisa gaming? Gua pengen dengar pendapat kalian langsung di kolom komen section di bawah. Kita diskusi di sana. Dan thank you semua yang udah nonton. Kalau kalian suka videonya bantu dengan tombol jempol kalau kalian terbantu dan subscribe ke Botag buat konten tag and gadget yang ada di Indonesia. Nama gua Mafin. I'll see you guys on the next video. Ciao. So, kalau gua suka ditutup MacBook-nya terus ditaruh aja di gitu tuh jadi kayak rapi gitu kan di one cable. Nice.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

Mac

Apple Mac adalah laptop dan desktop premium dengan performa tinggi untuk kerja kreatif dan profesional. Mac menghadirkan chip Apple Silicon, layar tajam, dan ekosistem terintegrasi untuk produktivitas maksimal.