JALAN2 ONLINE: BOYOLALI TERNYATA SERU! NAIK JAECOO J5 EV HARGA 200JUTAAN | Eps. 2/2 (YouTube Video)
Setelah kemarin seharian jalan-jalan ke Sela dengan keberagaman kulinernya dan destinasi wisata yang menarik dan banyak akan ilmu yang didapat, saatnya kami melanjutkan ke destinasi di Kota Boyolali. Hari kedua. Hari kedua di mana kita, Pal? Boyolali, Pak. Boyolali itu gede. Heeh. Even kita sampai ke atas ini nama daerahnya Selo. Selo. Bukan Sowo, Pak. Selo, Selo. Asal-usul nama Boyolali berasal dari legenda perjalanan Ki Ageng Pandanarang atau Bupati Semarang yang tengah berdakwah menuju Tembayat. Dalam perjalanan ia meninggalkan istrinya jauh di belakang yang kemudian mengeluh dengan ucapan bahasa Jawa Boyo Wislali atau kelihatannya sudah lupa. Frasa inilah yang menjadi cikal bakal nama daerah tersebut. Sebenarnya gua sering banget ke sini. Oh gitu. Gua baru pertama kali ini. Ini rute gua motoran. Oh, enak. Iya, enak. Biasanya boyolali makan ig naik ke atas sini ya. Dingin, adem. Benar. Pemandangannya bagus. Merbabu cuma sering hujan. Oh, sering hujan. Berapa kali gua pulang motoran hujan [tertawa] pas ke sini ya, Mas? Ya. Iya. Guak motoran hujan mulu ke sini ya. Cuma gua kalau motoran itu emang karena hobi ya, jadi enggak gua masukin ke posting-postingan jadi ya begitulah. Keren nih Selo itu keren ya. Dan dari Klaten tuh dekat Pal. Iya sejam doang ya. Sejam doang ya. Dan gua waktu itu pernah dari Klaten kan hari Jumat anak gua pulangnya cepat. He. Habis salat Jumat langsung berangkat ke Cimori. He. Habis itu pulang. Enak dulu. Enak dekat ya? Enggak macet ya. Dulu bertiga doang ibunya enggak ikut. Jadi yang belum tahu kita itu lagi bikin konten namanya jalan-jalan online. Apa tuh Pal? Versi kecil dari One Million Journey. I jadi kayak ee setiap episode dua dua dua gitu ya. Dua tempat dua tempat. Ini perdana Salaiga dan Boy Lali. Iya. Karena kita waktu ke ASEAN, ke Cina gitu, kita mikir kayaknya kita bisa bikin juga deh explore kota-kota di Pulau Jawa atau Sumatera yang tidak jauh-jauh lah, Pak. Heeh. yang cuma sehari 2 hari terjadi gitu kan. Betul enak tuh. Seru sekaligus kita bahas otomotifnya juga pakai Jack J5. Keren. Gimana Pak rasanya pal setelah dwa dari Jakarta seharian salat 3 pakai di mobil? Enak banget, Pak, mobilnya, Pak. Enaknya gimana tuh? Di tol nyaman, suspensinya. Di jalan biasa juga nyaman. Ketemu jalan yang enggak rata. Powernya tanjakan tadi bisa begitu. Enak banget. Sama kalau belok ya. Wah, body roller masih terjaga. Iya, benar. Padahal kalau dia lihat nih ya bodinya tuh bentukannya biasanya mobil-mobil listrik ya kan itu tuh bentuknya crossover bukan SUV yang beneran gitu. Kalau ini tuh the real SUV kalau dari lihat tampangnya ya beneran SUV nih. Grand clearance-nya tinggi ngotak ya gagah gitu kan. Dan yang ngedesain ini kenapa mirip sama Range Rover? Karena desainernya sama. Hah? Soso e bas kemarin kan dari gua bilangin loh sosok e biar biar heboh aja gitu nih. Iya. Jadi desainnya tuh emang dari samping kelihatan ngotak-ngotaknya tuh Range Rover kayak Evox tahu enggak? Iya Evox. Heeh. Jadi ibaratnya restorannya beda. He. Yang masak sama. Iya bisa begitu ya. Iya begitu ya. Tapi memang di Cina mereka join venture kan. Heeh. Jadi 50% Jaguar Landover yang di China itu punyanya si ee Cherry Group. Cherry Group. Heeh. Bikinlah brand namanya Jack sama ini Pal. Salah satu yang bikin dia enak handlingnya kemarin waktu kita bawa jalan. Belok pun juga mantap. Gripnya tuh enggak ke mana-mana gitu ya. Belakangnya suspensi independen. Oh cakramannya empat. ABS ABD segala macam. Safety-nya kalau ini enggak usah ditanya lah. He udah pol-polan airbags-nya ada en sama. Yang paling gua suka dari mobil ini itu bentuk belakangnya. Belakangnya mantap, Pak. Lurus, ngotak, mewah banget. Kayak mobil Inggris tahu enggak? Iya. Iya emang. Iya. Karena emang desainernya ya Inggris juga. Heeh. Dan kalau kalian ah ngikutin lama, gua tuh senang mobil yang simpel, modern, enggak terlalu banyak lekukan, enggak nabrak-nabrak, enggak tajam gitu ya. Ya, ini bisa dibilang kalau kita pengin beli Range Rover yang harganya 2 M. Nah, harusnya nih cuma seperempatnya. Belum ada harganya soalnya. Ya, belum ada harganya benar ya? Belum ada harganya nih. Sampai detail-detailnya tuh wipernya ditaruh di dalam enggak kelihatan. Kelihatannya kayak enggak pakai wiper kan padahal ada. [tertawa] Buat air dinamisnya bagus tuh. Terus karena desain ngotak tuh kadang-kadang suka kok bisa-bisanya desain ngotak pakai Sharkvin antena enggak cocok. Lu tahu enggak antenanya di mana? Di mana, Pak? Iya, baru-baru gua enggak ada nih. Coba antenanya di mana? Ayo di mana? Cari cari cari. Ini, Pak. Bukan. Mana antenanya? Kok enggak ada, ya? Ayo. Di mana? Ayo depan kali. Enggak muter-muter nih gua sini. Bukan nih. Bukan. Dia kan di sana super clean ya. Antenanya itu jadi yang di bawah sini deoger. Yang di atas sini itu antena tuh. Oh, makanya dia dipisah kan. Oh, ini. Iya. Keren kan? Dipikirin banget, Pak, desainnya. Iya. Terus lampunya juga putih. Putih. Tapi kalau ini merah engak berwarna merah gitu kan. Jadi kelihatannya clean banget desainnya. Ah, pakai power back door. Nah. Dapat separator. Ada lampunya. Ini apa nih? Terus ini tahu enggak buat apa? Oh, segitiga. Segitiga merah jambu. Eh, segitiga pengaman. Judul lagu tuh. Sama lihat dong. Kemarin ini kan kebanyakan tas. Kebanyakan tas. Susah naiknya naikinnya kan tuh sebesar ini. Wah. Tapi ini buat ban serere, Pak. Kayaknya bisa dipakai ban sereap deh. Oh. Nah, terus kalau misalkan lu butuh storage gede lagi turunin. Ah, bisa diturunin. Tapi kalau diturunin gini, pas lu ratain bangku tengah dia enggak rata lantai. Kalau di rantai dinaikin dikit. Harus posisi yang tadi ya. Heeh. Terus nih ciri khas mobil-mobil Eropa. Kenapa coba? Dia punya hook beginian. Wayo, besi. Jadi bisa buat punya barang, lu kasih kargonet, tali-tali gitu dia enggak goyang-goyang. Oh. disangkutin ke sini. Uh, penting banget. Terus nih, lihat tuh powernya apa itu? Itu cantelan lagi. Cantelan maksimum 3 kilo ini nih ya. Kenapa enggak ada? Gua juga enggak ngerti. Harusnya harusnya tahu enggak ini apa? Power soket bukan apa? Lihat tuh ada. Iya, ada pinnya. Itu pinnya buat listrik. Ini emergency lamp center. Wah, di pikirin kalau nempel kita buka dia nyala. Heeh. Jadi lampu buat bagasi. Nah, cabut kalau bisa dicabut. Tapi, tapi kalau dicabut jadi senter. Wow. Segitunya miginnya ya. Keren kan detailnya. Ini harusnya ada nih. Cuma karena ada yang mobil kita pinjam dari jacku. Ada I mungkin ini dulu sama dapat charging-nya juga nih. V2L. Oh, V2L. Jadi, harus dicoba, Pak. Dia bisa buat jadi power bank dan V2 L-nya bagus kalau dari gambarnya. Biasanya V2 kan bentuknya cuma moncong doang. I ini ada kayak ada colokannya. Nah, yang ini lengkap, Pak. Oh, iya benar. Sampai ada colokannya tuh [tertawa] ngecas HP ada langsung di sini sama nyolok di sini ya. Type A sama colokan biasa. Heeh. Terus kemarin kita udah buka bagasi depannya. I masuk ya. Muat kar gua yang 45+ 5. Iya. Jadi bagasi belakangnya udah gede, depannya juga gede lagi. Cocok buat bawa yang berbau atau duren. Iya. Rapat banget tuh. Jadi enggak masuk ke dalam baunya. Jadi kalau di rumah lu mati lampu, langsung aja buka colokin set bisa dapat daya 3.300 kW. Woh. Lebih gede daripada listrik rumah saya itu. Rumah lu berapa? 1300. Bohong ah. Seriusan? Oh iya. Di Subang enggak perlu pakai AC. Dingin ya? Adem aja. Adem. Engak dingin. Yuk. [musik] Ini tuh sebenarnya Heeh. ee kayak tempat alun-alun tapi enggak terlalu gede dan biasa jadi tempat nongkrong Pal. Sama foto tapi bagus sih, Pak pemenangannya tuh ke atas situ. Heeh. Mantap ya. Mantap ya. Lucu gitu. Emang adem ya di sini ya? Ya iyalah. Gunung Pal. Ini kaki gunung Merbabu. Merbabu. Selo. Selo. Kayak ibaratnya kalau Jakarta mungkin puncaknya. Heeh. Puncak. Di puncak. Tapi dekat ya masalahnya itu dekatnya itu loh. Gua tuh ke Selo pernahnya waktu mau naik Merbabu, Pak. 2014 itu juga udah lama banget. Oh berarti 2014 e lu waktu masih 36 ya? Wah tua banget tuh gua. [tertawa] Tua banget tuh gua. Dan ini kan dia sekali cas itu kan range-nya panjang ya. Jadi ke sini itu dari Klaten ya 72% sisanya. Padahal tanjakan tadi Pak ya. Tanjakannya lumayan juga itu. Nah, ini kalau kita turun bisa nambah nih. Itu dia. Ini 72 ya. Kita coba turun ya. Kita lihat nambah berapa. Ini lepas-lepas gas nih kalau begini. Ee sambil direm. Sambil direm bisa atau regeneratifnya kita naikin. Oh kita masukin ke mode ek aja. Eh energe free level-nya. High. High. Jadi dia tuh langsung ada kayak engine break berasa. Oh iya benar ya. Pemandangannya tuh pal bagus. Tapi lu datang masih pagi. Makin sore kabutnya makin tebal. Bayangin lu sejam dari rumah lu bisa Makan. Makanya. [tertawa] Dan kalau lu motor gua ya ke daerah sini beda sama ke puncak. Gua terakhir tuh motor ke puncak tuh sama lu. Habis itu malas lagi gua. Kenapa? Kayak muka [tertawa] tuh langsung kotor gitu tahu enggak? Berdebu doang. Berdebu. Berdebu doang. Bdebu rada nempel debu. He tuh lihat nambah [tertawa] nambah 1% jadi 73. Jadi bayangin udah jaraknya itu kita enggak ngurangin range. tapi dia malah nambah. Malah nambah. Asik ya. Jadi kita tuh sebenarnya mau ke candi pogo. Cuman gua pengen mampir dulu ke Cimori. Bukan Cimori sebenarnya, Cepogo. Eh. Jadi kayak Chimori Dairy Farm cuma versi Tapi bukan brand Cimori. Bukan. Cimori juga. Oh Cimori juga. Nah. Nah, kita mungkin enggak ke sana lah ya. Itu kan buat anak-anak dan mainnya lama. Cuma mau ngasih tahu aja bahwa di sini tuh ada ada tempat wisatanya. Ini gua pengin beli oleh-oleh aja. Apa? Bolu. Bolu. Ah, bolunya enak. Tuh, Pal. Lihat, Pal. Ada bangunan Belanda tuh. Itu. Kurang kincir anginnya, Pak. Kayak bukan di Boyhlali. Iya. [tertawa] Tapi mungkin emang ada bangunan Belanda aslinya kali. Enggak ada. Enggak ada. Oh, enggak ada. Itu buatan baru semua. Oh, buatan baru. Tapi ya itu dalamnya bagus banget. Desa Genting gini. ini bisa judi kita di situ. Bodh [tertawa] beda beda. Genting highland kalau itu Genting Highland. Oh, ini desa apa apa desa yang di Malaysia yang desa. Oh, beda dong. [tertawa] Desa Farm. Desa Deri Farm. Tapi memang Boyolali itu terutama yang daerah Selo ini terkenal dengan penghasil susu. Oke. Termasuk susu yang di sebelah garasi gubernur itu ngambilnya dari sini. Oh, pantas enak, Pak. Katan. Cuma gini, susu murni itu enggak bisa konsisten. Ada beberapa bulan-bulan itu yang susunya lebih encer, ada yang lebih pekat. 75%. Mah, nambahnya malah nambah. Beneran nambah kan tuh. Jadi, udah enggak ngurang dia malah nambah. Harusnya kalau jalan biasa itu mungkin udah kurang 1% tuh, Pak. Iya. Segitu ya jaraknya ya. Menarik juga nih bikin jalurnya ya. Heeh. Seru, seru, seru. Akhirnya kami sampai di Cepogo Cheese Park. Cepogo Cheese Park adalah destinasi wisata edukasi keluarga yang dikelola oleh Cimori Group di Cepogo, Boyolali. Didirikan di wilayah berketinggian ideal untuk sapi perah. Proyek ini dimulai sekitar tahun 2019 dan diresmikan pada 12 Desember 2022. Tempat ini bertujuan memperkuat identitas Boyolali sebagai kota susu dengan menawarkan rekreasi dan edukasi peternakan. Kita lihat nih harga tiketnya berapa ya. Tiket hanya untuk satu kali masuk. Nih lihat nih. Satu kali masuk enggak bisa diretur 80 centnya begini berarti enggak boleh bawa hewan, makanan, minuman dari luar. Oh, dalamnya. Oh, iya benar ya. Wahannanya di dalam. Cheese parknya 25, mini playground 25, the windmills 25. Tapi bisa di comombo kalau tiga-tiganya jam masuk itu harganya 55.000 dan kalau mau masuk kedua wahana cuma Rp40.000 aja. Jadi bisa dikombo. Ada tiga [musik] tiket. Week days ya? Week days ya? Heeh. Itu weekdays ya? Oh weekend lebih mahal. Kalau weekend nambah Rp10.000. Hmm. Nih oleh-oleh nih. Ya oleh-oleh aja. Setelah melihat harga tiket dan peraturan masuk Cepogo Cheese Park, sekarang saatnya kami beli oleh-oleh. K dapat ini harga pabrik. Nah, ini loh. Yang ini nih yang susah buat [musik] dibeli di luar. Biasanya cuma beginian doang nih. Nah, ini ada yang 1 literannya. Harga Rp7.000 1 liter. Rasanya juga lebih banyak nih. Lengkap dia ya. Chocoalt bebas laktosa. Oh, laktos toleran ya berarti ya. Iya, toleran laktosa. Laktos free. Nah, ini Pak cheese sauce ini Pak. Wah, ini ini cuma bisa beli di sana. Sini, di sini. [tertawa] Di sana dong. Ini enak beli, Pak. Tapi kalau lu bawa ke Subang sih enggak bisa, Pak. Enggak akan bisa. Enggak akan bisa. Di Subang dekat, Pak. Ada juga, Pak. Cimori. Heeh. Oi, lah. Iya, benar ya. [tertawa] Ada Lembang buat orang kantor satu. Ye, makasih Bapak. Tambah lagi. Ye. Oleh-oleh sudah dibeli. Saatnya kami melanjutkan perjalanan bagi susu sama pisang. Nah, ini susu laktos intoleran ya buat orang-orang kayak gitu. Gua sih sebenarnya enggak apa-apa maksudnya gua enggak lakos intoleran tapi gua pengen coba aja sih rasanya gimana sama kalau kita punya sampah taruh di mobil aja nanti sampai ada tempat sampah sampai rumah baru kita buang jangan buang ke jalan gua sebel banget apalagi buka kaca pluk k gitu langsung lagi jalan enak pak sama aja rasanya cuma emang manisnya enggak terlalu manis h tapi cocok sih buat gua sih oke kok oke kok nih enak nih gua tuh gua tuh sebel banget sama orang kalau Lagi nyetir. Kita depan tuh ada mobil tiba-tiba buang sampah sembarangan. Iya. Sering berketemu itu. Gua biasanya kelaksuan panjang tuh. Kalau dia marah biarin aja ya. Salah dianya juga, Pak. Iya. Kita lebih marah lagi harusnya. Iya. Heeh. Seenaknya buang sampah sembarangan. Kalau yang nekat mah diambil sampahnya langsung lempar lagi ke dalam kaca. Ya si sempat ya kan. Dan kadang-kadang tahu enggak apa yang ngelakuin itu anak kecil. Terus orang tuanya diam aja kayak biasa aja gitu kayak ya jangan gitu diam aja kayak kayak ya udahlah aneh banget gitu. Justru harusnya dari kecil itu diajarin kayak g diajarin karena itu akan jadi habit sampai dewasa. Betul. Hal-hal sepele gitu Pak ya. Hal simpel. Wuh lihat tonjakannya kayak gitu tuh. Oh ah agak unik ya. E coba kita berhenti. Ini kalau mobil biasa kudu ancang-ancang gak nih, Pak? Hm. Ini kan mobil biasa. Iya juga sih. Oh, tanjakannya. Uh, rasanya miring banget nih. Ini tanjakannya 90 derajat nih. Tegak begini dong. Tuh, santai. Santai aja ya. Powernya keluar, Pak. Ini cuma 4% [tertawa] nih. Kita berhenti ya. Berhenti ya. Berhenti ya. Berhenti ya. Stop. Stop ya. Kan begini ya. J tuh pakai auto hold Iya auto hold-nya. Iya. Yoi. Tegas less effort cuma 9% tadi tarikan pertamanya. Habis itu turun keempat ketiga ya. Iya. Enggak ada spin karena bannya bagus juga. Iya gripnya bagus. Bannya mana nih? Nah sekarang kita ke candi. Candi elektronik. [tertawa] Candiari Cepogo. Enggak gitu. Coba lu pakai lu ngomongnya pakai logat Jokowi coba. Candi Sari Cepogo. Bisa kan [tertawa] 15 menit dari sini tuh. Enggak bisa kalau pakai biasa. Harus logat Bapak Jokowi. Heeh. [tertawa] Takut. Takut dia ini enggak salah nih jalannya masuk begini ya. Ngikut Google Map, Pak. Saya juga ini. Ini kurang pagi kita, Pak. Kalau pagi mungkin kabutnya lebih dikit. Oh, lebih jernih ya itunya ke sananya pemandangannya ya. Ini enggak salah nih jalannya nih. H hah. Tolong [tertawa] tolong. Kenapa? Aduh. Ini depan. Aduh [tertawa] tukang bakso lebar B nih. Tukang bakso ya? Lebarnya sama mobil kita hampir sama. Itu ada tiang listrik tapi sebenarnya bukan tiang listrik. Tiang air. Tiang air. Oh iya itu ya. Bukan bukan kabel isinya ya. Bukan tiang air. Iya benar ini. Air waktantang sekali tanjakan aman. Coba lihat berapa persen. Berapa persen? 75. Tenaganya yang kepakai buat tanjakan begini 10% ya. 12 doang 11%ak enggak banyak-banyak ya. Enggak. aja nampai gitu loh. Effortless. Oh, ini tanjakannya ngeri juga nih. 14% paling tinggi. Turun lagi 12%. Hah, udah kata mobilnya segitu doang. Udah nih. [tertawa] Candiari, Candi Lawang. Oh, ada dua. Ada dua. Ada dua. W. Uh, tanjakannya pol. Ngeri. Mantap. Aduh, enaknya mobil ini ya. [tertawa] Sore dimensi masih aman aja. Masuk-masuk sini ya. Ya, bayang kalau bawa mobil yang gede banget masuk-masuk desa. Wow. Dan biasanya kan kalau dapat mobil yang suspensi nyaman itu biasanya mobil-mobil lebar dan besar Iya, betul. Nah, ini dengan mobil dimensinya segini bisa dapat suspensi yang kenyamanan tuh mirip-mirip mendekatilah. kayak ke J8 ke sini tuh kayak suspensinya tuh masih bisa inilah bisa masuk gitu. He he. Ya cuma enggak seenak J8 emang. Oh J8 enak, Pak. Enak. Enak. Gua belum pernah nyobain. Kan dia pakai ini CDC magnetic suspension. Oh yang teknologi itu tuh suspensi magnetik tuh dia dampernya bisa jadi keras, bisa jadi empuh. CDC-nya itu dia itu ada kamera lihat permukaan depan jalan. He. Kalau misalkan dia itu ketemu jalan jelek. Heeh. Dia akan otomatis ngempukin Oh. Ih, pintar banget. Eh, enggak tahu pakai kamera, enggak tahu pakai sensor di kakinya ya, gua lupa ya. Sori, sori kalau misalkan salah. Pokoknya CDC itu dia bisa ngaturin namanya continuous damping. Apa itu C-nya? Continuous damping control. H. Sebenarnya tuh teknologi yang biasa buat mobil di atas 2 M. Ah, [tertawa] pantesan saya tidak pernah tahu mobil semahal itu udah ada teknologi. Tapi itu di J8 J8 ada. sama pas gua belok ya, kita belok kanan gitu misalkan agak kencang itu kerasa tiba-tiba yang suspensi sebelah kirinya itu dia kayak nahan gitu loh. Jadi pas kita belok body rollnya tuh enggak terlalu berasa kerasa G-nya gya badannya tetap lurus. Heh. Itu lucu tuh. Wow. Turunan naik lagi gitu baru turun 1% tanjakan segitu gede dari yang tadi ya. Sekarang kita pembalasan. Wah pembalasan balik ke 75 lagi. Nah ini. Oh ini ni parkirnyaend di mana ini?endi. Ini dia Candisari Pal. Candisari di Boyolali adalah situs peninggalan era Mataram Hindu dari sekitar abad kees9 yang ditemukan dalam keadaan rusak pada tahun 1915. Situs ini merupakan peninggalan yang menguatkan pengaruh Hindu di Jawa pada masa itu. Hmm. Jadi cuma [musik] segini aja komplek cadi kecil tapi gua curiga. Jangan jangan He di bawah sini ada lagi struktur yang lebih besar. Heeh. Borobudur kayak Borobudur kan gitu kan. Iya. Semacam Borobudur. Heeh. Pas digali terata dalam. Dan ini kanan kirinya tuh ada tuh. Berarti ini dulu bekas. Oh, mungkin tuh tadinya naik kali, Pal. Cuma runtuh bingung gimana cara balikinnya lagi. Iya sih, itu s sisanya tuh. Dan yang disusun yang kira-kira nempel tuh kayak itu tuh. Itu maksudnya susunannya sama. Dan lu kebayang sebagai arkeolog ya. Gimana caranya mengira-ngira? Heeh. Susah banget [tertawa] loh. Aduh. Arkeolog, sejarawan, terus sama apa? Arsitektur tuh masih jadi satu sama sipil. Satu. Iya. Empat bidang ilmu harus dikuasai. Karena kan pas rekonstruksi itu harus dipasang benar-benar supaya dia enggak gerak lagi kan. Setelah kita puas melihat Candisari, kita melanjutkan destinasi berikutnya menuju Candi Lawang. Nah. Rumah warga, Pak. Tinggal ke mana lagi ini. Eh, kita dilawang agak mepet ya. Wah, gua bersyukur banget nih kita ekspor Boyol pakai mobil ini. Enggak terlalu gede ya mobilnya ya. Aman gitu. Mana di mana? Eh, kanan. Bukan. Bukan. I, Pak. Kanan di Lawang. Mana candinya? Mana [tertawa] cukup. Wah, enggak bisa parkir. Enggak bisa parkir. Wah, enggak bisa parkir. Oh, kecil juga, Pak. Cuman tumpukan-tumpukan doang itu. Ini dia Candi Lawang. Jalannya kecil kecil ya. Ini enggak masuk mobil nih dan enggak ada tempat parkir tuh. Perio dilarang memanjat 700. Itu lagi-lagi untuk Spider-Man tuh. Tadi kan dilarang duduk di dinding Spider-Man. Sekarang dilarang majet Spider-Man lagi. Logis. Logis ya. Spider-Man enggak boleh duduk di dinding. Tapi lu ada tahu enggak ada fakta menarik Michael Jackson. Heeh. Itu pernah mau beli Marvel? Ah, tahu enggak gara-gara apa? Karena karena dia pengen jadi Spider-Man. Wow. Seandainya kebeli, dia penggantinya Tobi Meguire. Berarti gua jadi kepikiran sih, gua kalau punya duit sebanyak Michael Jackson, gua pengen beli Marvel, pengin jadi Spider-Man juga sih. Iya, iya benar ya. Wah, lebih gede, Pak. Oh, ini lebih bagus tapi yang sana lebih terawat. Heeh. Candi Lawang adalah candi Hindu peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 atau ke-10 Masehi di lereng Gunung Merbabu Boyolali. Candi ini merupakan kompleks candi yang terdiri dari satu candi induk dan beberapa candi perwara dan ditemukan pertama kali oleh Pa Hadi Wijaya pada tahun 1919. Oh, besar. Karena yang bisa dipugar cuma lawangnya doang, pintunya doang. Ya susah ini. Gimana caranya gitu? Iyalah gimana caranya? Oh dia di atas itunya yang depan lawang itu ada Yoni tuh. Ada dua ya harusnya ya dia ya? Oh ini bisa naik sebenarnya. Jangan Pak. Tapi enggak boleh enggak boleh manjat. Ini candinya tuh tuh lihat tuh sampai sana. ini fondasi. Fondasi. Fondasi. Ini gede Lengkap loh ini. Jangan-jangan kalau digali ke bawah masih ada. Ah, ini Pak nih. Nah, makanya namanya Candi Lawang. Heeh. Pintu cuma bisa jadi pintunya aja. Pasti ini ada bangunan ya. Gede. Heeh. Nih begini-gini nih Pak. Nih nih. Sampah. Sampah. Aduh. Ninggalin bae. Ada tempat sampah L di ujung loh. Iya. Heeh. Yuk, kita buang ya. [tertawa] Jadi saya keren loh. Keren loh. Keren loh. Coba ya gua enggak kebayang nih gimana cara restorasinya memugarnya itu benar-benar wow luar biasa. Ini apa ya berarti ya? Mungkin kalau dibikin tempat parkiran yang bagus dan kawan-kawan bisa jadi objek wisata juga sih ini. Banyak banget ya di Indonesia beginian ya. Banyak. He. Ini yang putih ini baru ya? Bukan baru Pak. biar susunannya kayak posisi aslinya dia. itu penempatannya. Jadi keegambar. Tapi enggak ada arca ya? Enggak ada arca. Iya. Bangunan aja ya. Ya. Dan ingat teman-teman, kalau main ke tempat-tempat kayak gini jangan buang Jangan merusak vandalisme. Jangan mengambil sesuatu dari sini. Betul. Even yang kelihatannya cuma ah batu ambil aja. Ah. Heeh. Jangan. Jangan. Karena sampai di kayak di Candi Burur aja, Pak. Kita kagak boleh makan buah yang ada bijinya. Kenapa gitu? Kalau sampai buahnya kebuang, enggak sengaja terus dia buahnya apa ya? Buahnya pohonnya tumbuh, itu ngerusak susunan batu yang ada di Candi Borobudur Oh, bisa ya? Ada aturannya itu. Oh, baru tahu gua. [tertawa] Karena bisa kan akarnya tertumbuh jadi pohon rusak. Setelah kita melihat situs Candi Lawang, kita [musik] melanjutkan perjalanan kembali untuk kulineran di warung IGA Pak Win. Oke. Nah, itu tadi perjalanan kita di Selo Boyolali. Sekarang kita ke daerah Kota Boyolalinya. Mau wisata kuliner. Wah, ada apa aja, Pak? Ada makan siang. Iya sih. Makan siang di mana, Pak? Iya, di Iga, Pak Wit. Iga, Pak Wit. Oh, wah iga. Iya. Enak dong. Wah, the best tuh. The best. Let's go, gas. Tapi ya kalau kalau misalkan ada candi gitu ya, biasanya tuh dia berdekatan dengan candi lainnya. Betul. Karena biasanya komplek. Dia itu komplek. Dan biasanya kalau ada candi itu biasanya ada perkampungan kuno zaman dulu. Dan itu dari turun-temurun dari abad ke berapa menurut lu tadi? Itu di kalau candi itu dibangun abad keesemb katanya. Abad? Tahu dari Sumedang. Betul. Ada tulisannya, Pak. Bacaannya begitu. Harusnya ada tes karbon karbonnya kalau beneran. Ada. Ada. Heeh. Ada. Kenapa bisa dibilang itu ada aplikasi buat orang tua ya kalau nyari jodoh ya? Ah. Apaan tuh? Carbon dating. Waduh. [tertawa] Jalur evakuasi. Oh berarti ini jalur ini ya? Merapi kalau longsor ya. Dilintasin mungkin. Kalau longsor kalau Merapi ngetus ngetus. Tapi sekarang kita turun par. Iya turun terus. Jadi buat teman-teman kalau misalkan kalian ke lagi mau wisata ke Jogja, Solo, Klaten gitu ya, jangan cuma ke situ doang banyak karena salah tiga boy lagi ada banyak yang bisa dikunjungin ya. Recommended semua. [tertawa] Dan kalau punya keluarga gua saranin kalian ke museum duver eh gedung duver. Gedung dver itu bagus banget buat anak-anak informatif yang sudah bisa berkomunikasi ya kalau masih 2 tahun gitu. Jangan deh. Ya benar. Yang sudah paham dikasih tahu. Jadi dia lebih termasuk informasinya. Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 50 menit, kami sampai di warung ig ya. Ini sih sebenarnya langganan gua, Pal. Ah, iga bakar dia tuh. Iye, cuman Ini jalan tuh lagi diperbaikin depan jadi kita enggak bisa lewat. Harus lewat Eh, ada PCX tuh. Enggak dong. Mini banget. Mini. PCX termurah. Perpustakaan umum. Ah, itu perpustakaannya di depan. Wah. perbaikannya sampai situ. Jadi kita bikin video tanggal 10 Oktober. 10 Oktober iya. Dan ini lagi di ini ya dilebarin kali ya. Enggak tahu diapain ya kayaknya diperbaikan. Und underp underp berarti perpustakaan tutup dong. Iya ya. Internet gratis. Hm. Bukannya makan siang. A ha yuk kita pesan nih ada paket besar, paket kecil asem-asem iga. Harganya juga e Rp62.000 57 sama 47. Ada yang 36. Asem-asem iga. Asem-asem. Asem-asem. Asem-asem tuh gimana, Mat? Ada kuahnya. Oh, kayak garang asem gitu. Enggak, enggak, enggak. Beda. Ada kuahnya. Ini asem rasanya asem ini. Ya udah. Pesan satu ya. Iya, boleh. Asam-asam iga satu. Gua iga bakar satu besar. Gua iga goreng besar. Sama gua iga gongso kecil satu. Gua enggak pakai nasi. Saya pakai nasi. Jos. [musik] Let's go. Bawahnya ada sop nih. Pasti emang paketannya begini, Pak. Nah, makan seopai iga. Pakai nasi. Benar. Gua enggak pakai nasi, tapi ini yang iga bakar. Iga gongsonya belum keluar. Nah, Lu iga goreng. Iga goreng. Gua nyobain kolesterol Pal. Sama aja. Tapi bakar beda hal beda. Ini apa? Gongso. Ini gongso. Kuahnya dulu. Ini kuah seurus, Pak. Nah, saya perumahan. Seurus perumahan Tapi ya He. Yang paling gua suka di sini kan gua cukup sering makan di sini ya. Kalau Boy lali biasanya mampir sini. He. Rasanya konsisten. Enggak pernah berubah. Enggak pernah berubah. Jadi berapa tahun lalu sampai sekarang tuh rasanya masih sama. Masih enak. Ini harusnya enggak apa? Wah, lihat dagingnya nih. Hmm. Waduh, bahaya. Setelah kami selesai makan, langsung kita lanjutkan untuk cari kopi. Tadi iganyaanya lewat tuh, Pal. Baru masuk. Gimana tuh? Iga beneran. Oh, iga sapi gede. Iga sapi yang belum di ini yang belum dimasak belum dipotong sapinya. Sudah dipotong tapi kan beku masih beku sapinya. Tapi ini sebenarnya tuh jalan yang dipap hari lewatin orang ya mobil dan ini lagi ada proyek seperti gua bilang tadi ditutup. Nah, ternyata ini underp-nya buat orang. Iya. Bukan buat mobil. gua kira juga buat mobil. Oh, berarti lebih walkable ya. I gitu. walkable. Jadi buat jalan kaki ya, wisata juga. Oh, patung kudanya. Patung kuda yang kayak di Jakarta, Pak. Kayak di Jakarta. Betul. Apa ini? Kereta Kencana ya bilangnya ya. Heh, Iya. Kalau di Kanada itu pakai ini serigala. Serigala berbulu domba. Ini harusnya wayang nih ya. Benar kan? Ee Kresna. Oh, Kresna. Kresna yang di Kurusetra. Wah, enak banget loh bisa jalan di sini tanpa harus takut ketabrak mobil atau motor. Nah, ini kan tempat ininya perpustakaannya Boyolali. Yang sininya tuh sama masih perpustakaan juga tapi lebih kearsip. jadi emang pusat pengetahuan tuh ditaruhnya di tengah kota. Keren. Oh, jatuh tuh bolong tuh patungnya. Kresna lagi boncengin Arjuna. Oh, sesuai aplikasi ya gitu pas itu Sama ada [musik] prasasti sanggabana tuh menyanggabumi sanggabuana mau beli kopi ternyata tutup tempatnya. [musik] Ada susahnya disewakan. Kita ganti yang lain yuk. Sayang sekali tempat kopinya tutup. Akhirnya kami melanjutkan mencari tempat kopi yang lain. Sebenarnya, Pal, mobil itu ada aplikasinya Carling O. Bisa nyalain kan? Nyalain dari jauh, ngecek mobil ada di mana, baterai tinggal berapa, ngecasnya berapa persen. Itu bisa semua. Tapi karena mobil pinjaman kita enggak hubungin. Kalau kalian beli baru ada bisa dicambung ke HP kalian. Enak banget tuh, Pak. Yah. Tapi sebenarnya ya nih lihat nih dia tuh ada buat ininya loh. Remote start stopnya juga, Mas Bro. Muter. Iya putar pago, Mas Bro. Oh, oke. Ada ketahuan lagi berapa cm sini? 127. Ah, keren amat. Iya, sore ngebacanya dia ngitungnya pakai apa ya? Apa dia tiba-tiba ngeluarin meteran sret? Enggak dong. Yakin lu? Yakin dong kelihatan tuh. Oh, radio seputara bagus ya. Gila. Aman banget. Makanya gua yakin. Makanya gua yakin. [tertawa] kita ke Boyolali Salah tiga ya. Kotanya banyak jalan-jalan kecil gini. Kita mau explore. Enak mobil yang ukurannya segini sih, Pal. Pas. Dan enaknya mobil boksi ya. Itu dari luar sama dari dalam itu tuh enggak banyak space yang kebuang buat lukan kendaraan gitu loh. He. Jadi biasanya mobil yang meliuk-meliuk kan jadi sempit kan. sempit begitu dia karena ngotak sempurna jadi dalamnya tuh gede juga gitu loh bagus di belakang lega dapat AC dua biji kiri kanan ya bisa diatur ada USB charger juga nah terus Boy Lali ya di Klaten itu itu kan identik dengan soto. Orang tuh pagi siang malam makan soto di Klaten. Sot sop tapi ya fakta uniknya adalah soto yang populer di Klaten itu aslinya Soto apa? Soto Sedap. Oh iya. Soto seger. Soto seger. Boyolali. Soto mbok giem. Boyolali. Mbok biem. Soto Fatimah. Hajah Fatimah. Itu Boyolali juga. Mm. Jadi yang gua makan di Klaten itu semua ada Makanan Boyolali. Berarti makanan Boyolali. Makanya kita enggak mampir soto soto di [tertawa] sini. Sama aja kayak di Kelaten. Sama aja kayak di Klaten gitu loh. Oh iya ya. Soto seger, soto sedap. Bener ya. Orang Klaten tuh hobinya soto ni. Nih kafenya dikit sama sok ayam. Akhirnya kami sampai di coffee shop pertama yang ada di Boyolali. Kalau dilihat dari bangunannya emang udah lama ya. Isi [musik] Mas. Ini benar katanya ini coffee shop paling tua di Boyolali. Ah [musik] iya. Tahun berapa? Oh. Sebelumnya enggak ada. Enggak ada coffee shop di sini? Belum ada even kenangan jadi jiwa enggak ada. Belum ada pertama [musik] ya. Ya udah Amerika dingin enggak pakai gula. Setelah kita ngopi di Mario Coffee, kita melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Hah, lumayan kopinya ya. Enak, Pak. Single originya apalagi? Let's go. Gua mau ngajak lu umroh, Pal. Alhamdulillah. Eh, tadi dari Selo. Itu 72%. Turun, Pak. Kita turun. Turun, turun, turun. Udah muter-muter sini makan igen. Masih 75. Luar biasa. Luar biasa. Senang banget bawa mobil Artinya bukan cuma soal range, tapi efisiennya. Betul. Efisiennya. Heeh. Daya tangkap energinya tuh bagus gitu. Jadi yang nambah banyak. Iya. Ah, jangan lupa kita dinginkan kursi. Wah, langsung adem. Langsung ademnya. Aduh. Terus nih, Val, gua baru baru sadar kan tadi kan pakai sunset ya karena silau ya. Dia tuh lampunya di sebelah kiri sini. Dan ini warnanya tuh soft banget. Oh, iya. Enggak bikin silau. Enggak enggak terlalu keras bahasanya. Enggak terlalu keras, pas gitu ya. Enak sama nih kalau misalkan teman-teman mau pasang descam sendiri. Ya, dia itu ada kabel USB di sini nih. Itu buat powernya. Buat powernya. jadi enggak perlu pakai tukang. Langsung aja makin disim. Oh, yang kabelnya itu ya, USB gitu ya? Heeh. Colokin. Asik ya. Asik asik. Mobil nih mau masang-masang apa gampang. Sama storage-nya banyak banget, Mal. Di bawah sini ada storage nih gede ya kan? Karena dia high console ini kita taruh tas di sini. dari tadi ya. Terus ini layar miring. Heh. Belakangnya ada storage juga ternyata dan gede lah. Iya. Bisa buat naruh dompet HP muat Ini nih nih nih nih. Tas gede gini nih. Heeh. Tas lu yang itu. Tas. Iya. Taruh belakang bisa lah. Iya [tertawa] ya. Jadi storage-nya banyak dan ini dikasih karet gitu loh. Jadi pas kita naruh tuh enggak bunyi-bunyi. Engak. Iya. Enggak. Geser-geser juga enggak. Cup holder juga ada dua di sini ya. Sama dia ada ininya loh. Ada jepitannya. Jadi, nah nah ngunci dia. Oh, storage juga gede di bagian sini. Dan enak nih buat tangan nih pas. Nah, ini tuh soft opening. Soft opening kagak lumayan gede. Terus side door pocketnya juga gede banget. Jadi ternyata buat naruh-naruh barangnya banyak. Tombol-tombolnya juga masih ada. layarnya gede. Jadi berapa kira-kira, Pak, harga yang cocok, Pak? Cocoknya 600700. Cocoknya 600700 ya. Tapi karena ini JK kemungkinan under 500. Wah, kalau sampai under 500 sih cakep sih. Kacau sih. Cakep sih ya. Cakep ya. Ee kalau menurut gua nih Jaeku ya kalau mau jual mobil ini harus sering-sering bikin test drive. Ah iya i karena setelah nyobain baru terasa ini. Heeh. Benar benar. Wow. Benar. Bukan bukan apa tuh? Wah, sampai pari. Waduh, keren coy. Sampai pari gitu. Ada menara evil. Menara evil sebelahnya patung Liberty. Patung Liberty tuh. Iya. Maju Tuh. Sama ada Menara Pisa. Taman Tiga Menara. Iya. Jadi bayangin lu ke Boy Lali bisa ke tiga negara sekaligus. Nah, ini Pal Ini depan. Belok kanan kita. Nanti masuk gerbang wisata religi nih. Masjid salat kan kita tuh gerbang masuk wisata edukasi religi. Kita keluar dulu nanti yang ambil mi baru turun aja langsung disambut labbaik. Allahumma laabaik ya kan. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Umrah Pak? Cukup murah, Pak. Dan parkirnya gede ya. Jadi kalau mau bikin manasik ya bisa mari. Itu buat pakai bes-besan, sekolah-sekolahan bisa ke sini. Cocok ini. Enggak [musik] tahu gede banget. Berapa meter ya? Belum tahu nih, Pak. Nih lihat deh saking gedenya. Lihat deh. Oh, itu ada denah. Ada denahnya. Nah, itu dena wisata edukasi religi kolbu. Tuh ada replika Masjid Nabawi, replika Muzdalifah, Arafah, ruang terbuka, replika masa, tempat sai, Ka'bah, Mina, Jamarot. Lengkap. Yuk kita masuk yuk. Cocok banget buat menasik-menasik. Ini wisata edukasi religi Kolbu Boyolali didirikan di lahan bekas pasar hewan Singkil Karanggeneng, Boyolali. Pembangunannya dimulai pada tahun 2021 dan diresmikan oleh Bupati Boyolali pada 21 Oktober 2023. Wisata ini kemudian dibuka untuk umum sejak 1 Januari 2024 dan berfungsi sebagai tempat edukasi spiritual dengan replika situs-situs penting di tanah suci. Per orang Rp2.000. Kapan lagi Rp2.000? Tapi ini penting banget sih ya wisata begini ya. Kalau mau apalagi mau berangkat umrah gitu enggak gini gini kalau mungkin yang kayak kita milenial kita kan lebih terbuka terhadap informasi. Betul. Betul. ee fisiknya juga lebih kuat. Nah, tapi orang-orang tua yang umurnya 50-an ke atas setelah gua ke sana gitu ya, gua rasa emang perlu ada latihan kecil-kecilan lah. Iya. Karena menghafal apa segala macam buat orang-orang yang berumur itu enggak enggak gampang gitu. Iya. Iya. Harus dipraktikkan langsung. Harus dipraktikkan dulu. Hmm. Wow. Cobaannya dulu gitu. Nih kita dapat paspor. Passpor umum namanya. Dalamnya kayak gini. Ini masa berlakunya kapan? Enggak ada, Pak. Enggak ada. Nih paspornya, Pak. [tertawa] Oh, dicap. Wah, beneran dong. Imigrasi. Beneran ini imigrasi. Makasih. Wow. [tertawa] Udah ngambil mik tadi. Jadi sekarang tanggal 10 Oktober Daing belum sampai ke abah. Kita duluan. Aduh, masyaallah. Daing belum nyampai kita. Nyampai duluan. Nyampai duluan. Di mana ya, Daing? Ya ini boleh pakai pakai sendal enggak kalau kita mau tawaf atau foto depan situ? Boleh kali, Pak. Nah, ini ini, Pak, tempat air zam-zam, Pak. Bukan. [tertawa] Ini air siap minum. Air siap minum. Oh, wow. Jadi ini kayak taman sebenarnya, ya. Nah, terus ini Masjidil Haram. Ka'bah. Ini namanya Hijir Ismail. Jadi ceritanya dulu itu Ka'bah itu bentuknya bukan square, bukan kotak, tapi persegi panjang. Persegi panjang. Nah, terus karena banjir ya akhirnya dikecilin jadi kotaklah. Jadi ini tuh adalah bagian dari Ka'bah. Nah, makanya salat di Hijir Ismail itu sama aja kayak kita salat di dalam Oh, gitu. I makanya banyak yang pengin banget salat di Hijir Ismail. Tapi sebenarnya secara hadis dan kawan-kawan enggak ada keutamaannya ya. Iya. Iya. I sama kayak saat mencium Hajar Aswad itu kan bilang, "Oh, umat Islam tuh menjembah batu." Bukan. Justru ee khalifah ke berapa? Utsman, Umar atau Abu Bakar saya lupa ya, mohon diperjelas. Ee dia itu mencium Hajar Aswad. Bilangnya gini, "Demi Allah, saya tidak akan mencium Hajar Aswad kecuali karena Rasulullah mencontohkan." Hmm. Tapi Rasulullah tidak pernah mengatakan sesuatu bahwa oh ciumlah Hajar Aswad gitu. Enggak pernah. Cuma Rasulullah mencium yang lainnya mengikuti aja. Iya. I diwajibkan. Jadi enggak tahu ada pahalanya apa enggak segala macamnya itu tidak ada hadis yang yang benar-benar ee apa namanya? Mengkhususkan gitu. Menghususkan. Iya. Wow. Hah. Beginilah. Tapi dia bukan baik kiswah dia. Iya. Pakai chat. Pakai C [tertawa] ini Hajar Aswad nih. Ini apa, Pak? Ini tempat buat sai. Wah. Hah? Itu Bukit Sofa dan Bukit Marwah. Lu berapa lama, Wan? Satu lab, Wan. Sai, Wan. Pokoknya gini, kalau normal sai kan wajibnya cuman buat haji ya. Eh, bukan ya? Enggak dong. Sama. Heeh. Jadi 1 seteng jam biasanya sudah semuanya umrah. Oh. Oh, jadi kita nyampai di udah ambil mikot nih ya. He. Habis mikot nyampai di hotel ya kan. Habis itu jalan langsung. Kita tawaf dulu. Habis itu ini muter-muter seari. Heeh. Sai. Setelah kecil 1 seteng jam. 1 seteng jam. Tapi kalau pakai kursi roda dua kali lipat. He. 3 jam. 3 jam. Oh, rapi loh. Rapi. Bagus loh. Itu kayaknya terowongan Mina ya. Iya kayaknya ya replikanya ini terowangan menanya terlalu kecil sih. [tertawa] Yang penting ada aja dulu kali ya. Aslinya lumayan panjang loh jalannya agak lama. Makanya kebayang itu kalau mati lampu sih agak PR juga tuh. Nah sama itu lempar jumroh. Tapi itu kayaknya model lama yang masih bulat. Iya. Iya. Yang sekarang udah panjang. Oh ini tempat ngambil kerikilnya. Ah iya benar. [tertawa] Bermalam mabit di Muzdalifah. Mabit di Muzdalifah. Jadi kalau dari Muzdalifah kita mau lempar jumroh. Itu kan biasanya nungguin bus ya kan. Tapi sebenarnya jaraknya tuh cuma sekitar 5 kilo. Jadi artinya kalau kita jalan sejam 2 jam itu jampe. Jalan santai ya. Iya sejam 2 jam. Benar. Gua s mencarankan kalau daripada nunggu busnya lama dan itu ada kemungkinan kita enggak dapat bus sampai siang. Kemarin kan dari baru dapat bus itu ada jam . jam 3. di Muzdalifah itu panas pol. Panasnya kering apa lembah Pak? Uh kering. Terus enggak ada enggak ada ininya. Enggak ada tutupnya, enggak ada pohon. Ya. Nah, Mas Sabtu hari itu kerjaannya itu jalan. nyariin botol, air minum bekas dikumpulin. Habis itu dikasih ke orang-orang tua. Ya Allah. Itu tahun berapa? 2023 kalau enggak salah ya. Itu haji yang terkacau. Oh, yang lagi keos-keosnya tuh ya. Keos-keosnya. Jadi banyak yang enggak dapat ee bus. Padahal kalau misalkan mereka jam .00 jalan. He ya. Ee itu jam 5. Paling sudah nyampai. Jangan santai aja. Nah, jadi buat teman-teman yang haji kalau misalkan Muzdalifah itu kira-kiranya lagi, "Wah, ini kayaknya keos banget nih daripada kejadian kalian pagi sampai siang enggak dapat bus kepanasan, enggak ada makanan, enggak ada minuman, mending jalan. Mending dari jam .00 sudah jalan kaki. Pelan-pelan aja L ya. Pelan-pelan aja, santai gitu. Wah, benar-benar ibadah fisik berarti Ibadah fisik. Gila gitu ceritanya. Makanya ibadah aja itu enggak akan terlupakan sih. Iya sih. Iya sih. Banyak kejadian di luar dan kita harus pasrah aja. Iya benar benar. Atau apa namanya? Jabal Rahmah. Tempat bertemunya Nabi Adam sama Siti Hawa. Nah, itulah puncaknya haji itu kita bertenda itu di daerah sini. Hm. Heeh. Namanya di Arafah. Wukuf. Wukuf Arafah. Udah berdoa ya. He. Dari pagi sampai malam. itu mustajab tuh, Pak. Ya, ya. Insyaallah. Enggak malam sih, malamnya kita pindah ke Musdalifah. Nah, ini ngelempar jumroh. Lempar jumroh. Nah, lemparnya begitu. Tapi sekarang sudah lebih gampang karena panjang. Oh, jadi orang enggak perlu kayak tembok sekarang. saya enggak kayak dulu. Jadi enggak perlu khawatir kalau kita tuh enggak bakal kebagian tempat. Pasti dapat ya. Pasti dapat. Apalagi bertingkat-tingkat. Udah beda sama zaman dulu. Hm. Kalau dulu kan cuma tiang gitu doang kan. Gampang enggak kenanya tuh. Atau enggak kalau enggak kena bisa kena sambit dari yang sebelahnya. Sebelahnya. Kalau sekarang lebih aman Nah, ngelemparnya juga enggak boleh bareng-bareng gini. Satu-satu. Jadi ee sebenarnya kayak napak tilas dulu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Waktu mau disembelih itu diganggu oleh setan. Bilangnya jangan, jangan, jangan. Ada tiga setan. Aku ini sama ini ula wust. Ayo kita salat dulu yuk. Ayo di Masjid Nabawi kali ini ada replika makam Nabi Muhammad dan para sahabat ya Ali dan Abu Bakar Kalau aslinya kita cuma bisa boleh lewat doang sama selawat doang. Oh salam gitu. boleh berdoa, enggak boleh meminta gitu. Karena memang ee sama Rasulullah aja kita enggak boleh meminta, ya kan? Benar. Apalagi sama makam-makam yang lain. Ente siapa? Ya ini Rasulullah loh. Iya. Contohnya ya ini ibaratnya manusia yang paling mulia, paling dekat sama Allah. Enggak bisa kita minta kita enggak bisa kita minta doa. Enggak bolehlah ya Rasul. Heeh. Aku ingin apa namanya? Kaya gitu. Enggak boleh. Jadi apalagi kita ke minta ke makam yang Logik aja gitu. Rasulullah aja enggak boleh kita meminta kepada Rasul untuk ngasih tahu ke Allah. Kita butuh sesuatu. Minta langsung ke Allah. Lah ente siapa? Rasulullah aja enggak boleh gitu. Sekarang kita salat dulu. Dan ini ada namanya Raudoh. Raudoh itu tuh satu tempat di Masjid Nabawi itu dulu tuh Masjid Nabawi itu cuma segede gitu. Oh, Raudah itu iya. Nah, sekarang sudah perluasannya Masjid Nabawi. Nah, kalau masuk ke Raudoh itu harus pakai nusuk sekarang. Oh, iya. Enggak bisa sembarangan. Setiap orang cuma punya jatah setahun sekali. Kalau udah sekali udah enggak bisa lagi karena banyak banget yang masuk Raudo Tapi di dalam rodoh boleh salat biasa aja ya. Salat sunah boleh. Salat aja. Salat sunah, salat hajat ya. Pokoknya gitulah ya. Enggak boleh tuh apa namanya ngambil potongan apa buat jimat tu enggak boleh. Tapi ada yang kayak gitu. Ada praktik yang begitu. Ada yang kayak gitu tapi enggak boleh. Ya. Kayak misalkan ee ada yang ditangkap orang tuh di Ka'bah dia gunting kiswah. Waduh. Buat jimat. Enggak boleh. Ngacok banget. Enggak boleh [tertawa] ya? Ngacau banget. Makanya niatnya dilurusin. Iya. Mau haji, umrah harus lurusin. He lurusinnya apa? Kita di sini mencari pahala, bukan mencari dunia. Apalagi mencari engagement. Nah, yuk. Setelah salat dan wisata religi, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat Ya, sekarang kita mau ke Taman Pandan Arum. Pandan Arum. Nah, ini dia tamannya, Pal. Taman Pandan Arum. Pandan Arum. Di sini tuh ada binatang-binatangnya iya. Oke. Kebun binatang mini tapi gratis. He nih. Taman Pandan Arum. Wah, kayak Raguna nih, M ya. Ada tuh ada merak hidup. Kapan lagi taman di publik terbuka lu bisa nemu begini. Gratis. Gratis ya? Ada rusa. Banyak rusanya tuh. Merak lagi ni. Turki. Ini namanya ayam mutiara. Apa bukan ya? Bukan Turki ya. A mutiara Iya. Ada titik-titiknya itu ayam mutiara. Itu merak gratis. Ah ini ini nih. Oh ini pasti. Iya nih. Ini termasuk yang ini kali ditemuin nih. Iya ini beneran loh ini. Iya ini Andini. Lembuandini namanya nih. Nah, ini artefak-artefak zaman dulu itu di amaninnya di sini. Bukan cuma diamani, di display. Jadi semua orang bisa melihat, nah ini loh zaman dulu tuh kayak gitu bentuknya. Jadi emang enggak sempurna. Ada yang patah-patah, ada yang enggak ada kepalanya ya. Karena ini ah ratusan tahun umurnya. Iya. Tapi iya ya. Ini patung lembuhan dininya banyak banget. Jadi enggak perlu tiket masuk, enggak perlu apa, bisa ngelihat loh langsung Cakep juga ya. Santui-santui. Tapi kalau kalau kalian ke Boyolali wajib ke sini sih. Wajib wajib wajib wajib ke sini sih. Dan ada merak lagi kayaknya tuh. Merak itu tuh ini ya teritori ya. Jadi kalau sesama jantan dia berantem enggak sih? Iya. Jadi makanya enggak boleh ada dua kali tiga jantan gitu. Nah tuh lihat tuh. Ah ini meraknya lebih dari satu nih. Nah itu yang jantan tuh yang betina. Kalau betina dia enggak Tapi bulunya itu mengkilapnya tuh keren Berarti dirawat, Pak. dirawat sungguh-sungguh gitu. Ada tempat jajanan juga. Ada ETV. Jadi emang di sini tuh buat main anak-anak. Bocil pada happy nih kalau di bawah. Mari bocil happy. Ya, ada kuda juga, P. Kuda. Ada kuda juga. Oh, ini And. Ah. Dan karena kami bertemu dengan Andong, akhirnya kami memutuskan untuk naik Andong sampai destinasi berikutnya. Ini eh eh Pak Kusirnya di situ, Pak. [tertawa] Tempat kecil kudanya ternyata punya gigi mundur. Bisa atret dia. Ada atnya Ayo. siapa ini namanya, Pak? Kudanya, Pak. Namanya Bejo. Bejo. Oh, Bejo. Bejo. Kamu kuat Bejo. Dippok begini biasanya kalau kuda senangnya. Oh, gitu. menarik buat bawa anak-anak. Nyenengin banget sih bawa bocil. Dan ini ternyata ee di belakang taman tuh ada rumah dinas Bupati Boyolali dan di sebelahnya ada Masjid Agung. Nah, kalau kita mau ke taman tadi parkirnya di sini. ternyata tinggal jalan kaki ya. By the way, kalau misalkan ya di tahun 2025 mobil tidak ditemukan, tidak ada teknologi yang namanya mobil, tapi ada HP, ada YouTube, tetap ada semuanya semuanya nih. Mungkin gua akan jadi reviewer kuda, kuda dan delman gitu kan. Wah, tenaga kuda ini satu HP. [tertawa] Iya juga ya. Ini sekali makan minum bisa menempuh 400 kilo. Wih, nonstop. Tergantung. Pakannya apa. Heeh. Kalau kecampur sama pelet lele misalkan ya. Misalkan 3,5% pelet lele tinggal 350 kilo. Kurang 50 kilo dia. Dan kadang-kadang agak batu-batuk dikit. Ya udah seru ya. Sekarang ee kita ke museum. Ini juga keren banget. Tapi dia tutupnya jam .00, Pal. Waduh. kemarin sebenarnya tadi kita mau ke sini dikit aja ternyata R5.000 naik ini lumayan ini ya muternya lumayan ya e seru sih. Setelah selesai naik andong dan bertemu dengan tim di Masjid Agung, kami melanjutkan perjalanan ke Museum R. Hamong Wardoyo. Lah kita lewat Simpang Siaga lagi, Pal. Muter-muter sini sini doang. Oh, ini kita muter lumayan nih. Oh, karena muternya ya. Oh, 12 menit 5,9 kilo aturan. Kalau itu mungkin cuma hampir 10 menit kali. Heeh. Kita ngecas dulu 50 watt wireless charging dan ada kipasnya. Adem. Jadi bikin HP adem. Sebenarnya enggak adem juga, tetap panas tapi lebih adem dibandingkan tanpa kipas. Iya. Waras charger yang enggak ada kipasnya. Huhuy. Baterai masih 72, Pak. 72% dari tadi. Hemat banget ya pakai kita, ya. Nah, ini penting nih. Kita mau belok. Lu pakai s kanan. Sebenarnya bukan belok sih, jalannya. Emang belok, S. Nanti kang sebelah kanan kita ada motor mau nyusul. Oh warningnya blind spot warning bunyi. Tapi bunyinya tuh enggak ganggu. Iya nit nit nut nit. Enggak iya enggak yang ngagetin terus ih apaan sih ini kayak ling bunyinya itu bikin penasaran ada apa sebenarnya. Iya enggak annoying. Heeh enggak annoying benar karena malas banget kalau annoying ya. Ini kita buka aja yuk biar lebih terang. Karena kalau kita parkir pasti dia ketutup otomatis. lihat panas enggak? Agak panas. Enggak ya? Enggak kan? Tapi tetap ya kalau kita dijemur terus pasti panas. Tapi ini untuk untuk yang sepanas ini nih adem loh hitungannya Oh itu Museum Raden Hamong Wardoyo. Dia adalah bupati ee ke-10. Oh. Oh. Mau ada acara apa nih? Ah kok ada panggung? udah bubar habis acara. Baru baru dipasang ini panggungnya. Oh baru dipasang. Bisa masuk enggak iya. Jadi ini adalah museum tentang sejarah kota Boyolali. Museum RH Mongward Wardoyo adalah museum umum yang berada di Kabupaten Boyolali. Diresmikan pada tahun 2015. Museum ini didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk menjadi pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal. Masih buka? Masih buka. Lagi ada apa ini? Ramai banget kayaknya. Iya. Lagi ada sesuatu kayaknya. Dan kayaknya besok ada acara di sini. Iya. Oh iya ada Yoni lagi ya. Yoning. Oh dalamnya keren. Jadi ternyata masuknya dari sini Pal. Ah langsung ada. Waduh ini kayaknya mobil dinas pertamanya nih. Plat merah AD 87. Ini hardtop yang ee notop. Hard top yang enggak ada atapnya kan? [tertawa] notop bukan hardtop ya. Tapi seru sih kegiatan di dalam ini. Iya. Sama terawat loh ini. Rapi ya. Nah, pintu masuk di sini ini ada ininya ya, wayang-wayang wayang-wayang. Terus ini Bapak Abang Wardoyo, bupati ke-10 diangkat tahun 1947. pertama kali jadi Indonesia waktu itu. Ya, silakan silakan masuk. Apa masuk aja? Ini museum dari tahun 2015. udah 10 tahun. 10 tahun. Oh, ini diorama-diorama, Pak. Gua enggak tahu mana yang benar. Cari aja antara dua itu, ya. Oh, ini diorama Wahyu Merapi Pacul Goweng. Kalau orang sini nikah kayak begini. Heh, asal mula. Boyo Wislali, Ki Ageng Pandan Arang. Ditanya Boyo Wislali apa sudah lupa? Ah ni Raden Hamong Wardoyo 94 1945 1948 1947 terata ini bupati-bupatinya ya. Muter diorama. Nah ini perjuangan Prof. Dr. Raden Soharso. Ini waktu melawan penjajah. Iya. Kirap budaya kantor Bu Tati Boyolali. Stasiun nih. Iya stasiun. dongelihat keretanya. Ah, ini ada e Bung Karno. Bung Karno di selo dia 1954 buat penjagaan dinas Gunung Merapi Presiden Soeharto juga ada proses di peresmian asrama haji Dono Hudan Moyolali. Ini apa juga informasi? Ah, ini Candi Lawang yang tadi. Ah, ini Candiari yang tadi kita [tertawa] udah ke sana. Udah semua nih kita nih. Logik Papak. Ah, ini K katanya dia tuh jadi sekarang apa? Jadi restoran tapi sekarang sudahudah tutup. Ini umbul pengging tempat pemandian zaman dulu. Kerajinan tembaga nih di sini. Wow. Ah, ini ada humerusodon. Tahu enggak, Pak? Kayak gajah, Pak. Iya, gajah purba. Oh, fosil. Fosil asli loh ini. Oh, ada makam Siam Maulana Malik di Ampel Boyolali. Ini arca asli nih. Iya. Ini nanti ini Arca asli nih. Ni Yoni nih. Ini lingganya. Ini Yoninya. udah pada rusak ya Indonesia. Oh, ini nih yang tadi nih. Kok harimau Sumatera? [tertawa] Ada harimau Sumatra di sini. Asli enggak ya? Diawetin enggak ya? Kayaknya awetin asli deh nih. Oh, ini buka luka tembaknya juga. Replika patung Arjuna Wijaya yang tadi. Tadi nih dapat musim rekor juga. Wah, koin kuno nih. Dulu tuh emang pakai emas, perak, gitu-gitu. Jadi dihitung dari gramasi si ininya. Heeh. Mau dipakai di mana pun itu berlaku. Cuma yang cetak itu siapa? Wah, ini Oh, ini lantai du sampai lantai 3. Jadi zaman dulu karena pakai emas perak. Ada uang timah juga namanya fulus. Oh, fulus tuh uang timah. Uang timah. Fulus namanya. T baru tahu gua. Nah, makanya walaupun kita bawa ke luar negeri ya segala macam itu tetap diterima karena dihitung dari nilai emas sama silvernya sama tembaganya perunggu atau apapun Berapa karet, Pak? Kalau gitu ya ya pasti bukan karatan. rapi dari Cepogo tadi 2011. Ada kegiatan apa di atas ini? Oh ramei Pak. Oh ini lagi ramai. Jadi tempat-tempat ngumpul ya ini bagus banget. Gua senang banget sama konsepnya di mana jadi gua senang banget tempat-tempat begini tuh dipakai untuk aktivitas warga beneran. Jadi bukan cuma jadi monumen. Betul. Yang jarang didatangin. Selesai kami melihat isi dari Museum Erhamong Wardoyo. Kami berlanjut menuju kebun raya Indro Kilo. Selama ini gua ke Buali itu cuma ke tempat teman gua. Lewat ke Selo. Tapi enggak pernah explore. Ya benar ya. Jadi kita 1 million journey [tertawa] ke Cina, ke ASEAN, kita explore ke mana-mana tapi yang dekat malah enggak pernah explore. Dan ternyata sekalinya nyampaiin dekat keren-keren semua, Pak. Bagus ya. Iya, senang banget. Senang banget gua senang banget. Jadi, semoga video ini bisa menjadi referensi buat kalian kalau kalian datang ke kota-kota. Tuh, lihat kelihatan ya. Wih, langsung dia langsung pas mendekat langsung set ke depan gitu loh. Keren banget loh. Tuh, dan ini transparan tuh, Pal. Tuh, bawahnya kelihatan. Oh iya kan pakai juga pas kalau kita offroad Iya yang kemarin juga gitu kok ya. sering kali. Jadi bawahnya kelihatan patternnya ada apa di bawah gitu ya. Ada lubang apa enggak? Sebenarnya ini mobil kayak di apa ya? Kayak SUV yang beneran gitu loh. Iya ya. Heeh. Nih depan nih. Uh. Tuh kan gitu dia coba jalan. Tapi kalau ada 30 km/h langsung mati. Langsung mati dia. Jagung itu. Jagung gede [tertawa] banget. Bukan jagung. Jagung. Oh, jagung. Gede soalnya, Pak. Iya, iya. Oh, ini alun-alun kidul nih, Baru ya. Tadi ada DPRD. Ini ini gereja. Ini badan cases bang. Kes bang. Woh, ini apa nih? Ini pure. Pure pure. Basnas polisi perang. Wah, itu lagi main itu Apa? Semprotan air. Sesemprotan air. Kayaknya pusat pemerintahan ya, Pak ya? Iya. Ini pusat pemerintahan yang baru Rapi loh ditaruh satu gitu loh. Mungkin IKN-nya Boyolali, Pak. Iya, konsepnya seperti itu ya. Konsepnya seperti itu. Heeh. Hmm. Sudah dipindah berarti ya? Heeh. Heeh. Dan lebih rapi. Nah, bentar lagi nyampai nih. 7 menit lagi. Uh, mendung ya. Wah, gelap banget ini. Wah, hujan. Cepat. Cepat. Gimana ini? Cepat, Tol. Terbang nih saya terbang Dorong dorong dorong tempel dorong. Kasihan mobil depan. Jangan dong tempel dorong lagi. Wah hujan Pal. Hujan lagi. Buka enggak ini ya? Mana ya? Mana? [tertawa] Itu depan masih depan. Masih depan. Ah ini. Ah itu rame tuh depan tuh rame tuh pal. Ah ke sini. Ini cuma sayang hujan nih ya. Ini pintu masuk yang ini. Masuk yang ini. [tertawa] Pintu masuk yang ini. Kita suruh lewat sini. Kenapa lewat sini kita? Aduh ampun ya. Benar-benar kita masukin sini ya. Kenapa sih si jalan segede gini ya? Kiri kanan gede kita disuruh lewat sana. Allahu Akbar. Bari cepat kali, Pak. Wah, mentok enggak tuh? Tenang. 200 mm ground tidak mentok. Aman banget, Pak. Iya. Tentang mobil listrik ya kan bawahnya itu ini. Baterai gitu loh. Heeh. Nah, itu aman belum kelarnya si. Iya. Ya, karena dia emang dari awal konsepnya itu real SUV. Real SUV bukan bergaya SUV bukan? Benar benar bukan bergaya SUV. Hah kita udah nyampe nih Pal. Dan ternyata sampai sini sepi. Ini apa sih, Pak? Ini namanya Kebun Raya Indrokilo. Kebun Raya Indrokilo bermula dari kerja sama antara LIPI dan Pemerintah Kabupaten Boyolali yang ditandatangani pada tahun 2013. Pembangunan kebun raya ini bertujuan untuk konservasi penelitian, pendidikan, dan rekreasi dengan nama Indrokilo diambil dari situs budaya di dekatnya. Kebun raya ini diresmikan pada tanggal 3 Mei 2019 oleh Deputi LIPI dan Bupati Boyali Seno Samodro. Nih di sini ada bahtera Nabi Nuh ya, [tertawa] ada air terjun gara, labirin viewing point, patung Sosro Birowo, sama gapura pengisingan sama area outb. Pasingsingan, Pak. Bukan pengisingan. [tertawa] Pasingsingan pasingsing artinya beda soal ya. Pangisingan. Iya. I gua perasaan batera Nabi Nuh sih. Sama, Pak. Pas Bapak sebut tadi apa nih maksudnya? [tertawa] I. Jadi ternyata masuknya itu 5.500 per orang, tapi sudah tutup sekarang. Tapi kalau misalkan kalian pengin masuk itu 5.500 per orang banyak tiga-tiga. Pengunjung yang tidak menginap. Oh, bisa menginap. Ada camping ground, Pak, soalnya. Oh, camping ground tuh R00.000 sehari kalau 151 sampai 200 orang. Nah, wah. Lihat yuk. Lihat yuk, lihat yuk dari depan. Kita enggak masuk. Kita enggak masuk. Nah. Oh. Oh, lihat tuh. Wih, dalam, Pak. Eh, sungainya dalam ya? Jurangnya yang dalam sungainya. M cetek tuh. Tanggal eh jam rata terakhir. Tapi kalau kamping bisa dulu. Iya, kalau udah booking. Oh, kalau camping mesti booking katanya. Hmm. Harus jauh-jauh hari maksudnya. He. Soalnya kalau gua ngelihat di ini bagus sih, di Google Maps bagus ya isinya kayak gimana dan kawan-kawan. Tapi pas gua lihat juga emang dalamnya rapi sih. Kelihatan dari kon bloknya tuh Heeh. Enggak ada sampah sama sekali yang pakai sampah. Pengelolaannya bagus. Pengelolaannya bagus. Yah, sayang sekali kita enggak bisa masuk. Iya. Ya, tapi serulah, Pak. Serulah ya. Seru. Nyampai sini aja kita tahu ada tempat ini tahu. Udah senang gua. Heeh. Heeh. [tertawa] Heeh. Tinggal kapan-kapan ke sinilah. Yes. Ternyata seru juga ya. Seru banget. Du har seandainya kita bisa masuk nih pasti lebih seru lagi. Iya. Sayang banget ditutup. kira-kira nih kalau kita bikin jalan-jalan online lagi next-nya ke mana, ya? Nah, itu dia. He pengin dua kota yang dekat-dekatan gitu. Iya. Tuh, Boy Lali udah. Jadi, jadi enak ya, Pak ya. Apalagi yang dekat-dekatannya misalkan apa, Pak? Malang sama Batu kali, Pak. Malang sama batuan tuh bisaah. Eh, atau mungkin kita bisa ke Subang, Lembang. Wah, cakep tuh. Sule. Jangan-jangan itu lagi. Enggak. Kalau Sule Sunda bule. Oh, [tertawa] ya. Wes, kalau kalian punya ide ke mana langsung aja komen di bawah. Sayaif, saya Palaseno. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye. Dadah. Setelah kami melakukan perjalanan 2 hari dari kota Salatiga sampai kota Boyulali, akhirnya jalan-jalan online edisi explore Saltiga dan Boy Lali selesai. Dan kami sangat tidak menyangka ternyata destinasi yang dekat dari rumah juga sangat menarik untuk dikunjungi. So, sampai jumpa di jalan-jalan online edisi selanjutnya. Anda
