JAM PALING GAGAH & KUAT? | Amazfit T-Rex Ultra 2 Indonesia (YouTube Video)
Sportwatch daily yang gua pakai sekarang itu T-Rex 3 Pro. Ini pure gua beli sendiri karena harganya terjangkau dan performanya tuh sangat memuaskan. Sekarang di tangan gua udah ada seri ultranya. Ini adalah seri paling tinggi dari lini T-Rex. Terus apakah performa juga memuaskan? Langsung aja kita review. [musik] TX Ultra 2 ini bukan cuman gede. Diameter jam ini ada di 51 mm. di mana ini adalah sportw terbesar yang pernah gua pakai. Bodinya menggunakan rainfos polymer yang dibalut dengan grade 5 titanium di bagian basel, tombol, dan body belakangnya. Yes, titaniumnya ini sampai ke bagian belakang bagian yang langsung kena kulit kita. Di varian Pro-nya itu masih polimer aja bagian belakangnya. Dan jelas titanium itu lebih nyaman untuk kena kulit. Terus dia juga lebih adem. Dan so far gua enggak menemukan masalah apapun. Build cltinnya sangat solid. Gua sendiri sudah membuktikan kalau jam A speed itu punya durabilitas yang baik. Yang ini warnanya black magma. Body polymernya warnanya hitam. Titaniumnya punya warna silver yang agak champion sedikit. So, pasti desainnya itu raget. Baselnya itu polos, gak ada tulisan apa-apa. Gua suka. Dia punya empat tombol yang tombolnya itu punya aksen yang dibikin ada gripnya pas kita gunakan. Dan tombolnya ini clicky banget. Overall semuanya terasa premium. Strapnya berbahan silikon dengan ukuran 26 mm. Untuk attach-nya dia menggunakan sistem klasic pin buckle kayak gini. Mudah sih buat dilepas pasang. Strapnya ini juga terasa premium ya. Feelnya enak banget di kulit gua. Dia punya warna hitam dengan perpaduan warna merah. Overall fitting di tangan gua yang mungil ini ya masih ok lah. Walaupun gua sih merasanya sedikit kegedean ya. Tebalnya ini ada di 14,3 mm ya. Walau gede gini jam ini beratnya cuman 89,2 gr. Yang masih sangat nyaman buat dipakai enggak bikin capek lah. Jam ini punya ketahanan air 10 ATM dan bisa dibawa free diving sampai 45 m. Selain itu, Amasit juga klaim kalau jam ini tahan benturan dan cuaca ekstrem. Jadi sangat jelas ya kalau purpose jam ini buat aktivitas outdoor yang lumayan ekstrem. Kaca layarnya juga sudah menggunakan material safir yang teruji sangat kuat dan gua rasa sebuah sport was itu wajib menggunakan sapir ya apalagi untuk kebutuhan ekstrem. Layarnya sendiri menggunakan panel AMOLED 1,5 inci dengan resolusi 480 * 480 piksel. Kerapatan pikelnya ada di 322 ppi dengan pick brightness di 3000 nitz. Layarnya sih gak usah diragukan lagi ya, detailnya tajam, warnanya vivit, dan aman walau dipakai di bawah trik sinar matahari. Next, ZO-nya. Gua gak usah bahas banyak ya, pokoknya ZOS ini sudah sangat decent. Buat tampilannya gua suka, buat digunakan juga sangat mudah, gampang di mengerti dan dia sudah sangat smooth. Terus pas kita gunakan animasinya itu fluid. Untuk hard tracking-nya, jam ini sudah menggunakan sensor Biotracker 6.0 PPG yang sudah terbukti akurat dan punya speed measuring yang cepat. Data untuk slip tracking-nya juga sudah lumayan advance. Ada slip HVV juga. Dan dia juga bisa tracking naps atau tidur siang kita secara otomatis. Yes, dari pengalaman gua menggunakan jam-jam Amasfit untuk tidur siang, kita tidak harus menyalakan modenya. Dia bisa tracking secara otomatis dan akurat. Jujur di mana banyak merek sebelah tuh yang enggak bisa kedetect kalau kita ngenyalain NPS mode-nya. Fitur kayak Biochrge atau yang biasa kita kenal dengan body battery juga sudah ada. Dan kayak yang sebelum-sebelumnya dia sudah live jadi sudah benar-benar decent ya. Di sini kita bisa juga lihat training load kita dan perkiraan waktu recovery kita juga. Kalau ada kayak training status kayaknya bakal lebih nice deh. Mohon ditambahin ya fitur ini ya Masfit. Nah, kalau di versi Pro-nya untuk maps kita harus download dulu. Di sini maps-nya tuh sudah include di jam-nya jadi kita enggak perlu download lagi. Cuman kita harus tetap pilih mau maps yang mana aja yang dibuka karena ada proses decompresnya gitu. Itu kayak buka file zip-nya gitu. Untuk dipakai lari, Amazed Terex Ultra 2 ini sudah menggunakan dual band GPS dengan six positioning system dan circular polarized GPS antena. Ini bikin tingkat akurasi GPS di jam ini enggak usah diragukan ya. By paper dia tuh udah siap banget diajak ultra maraton. Sayangnya gua enggak sempat untuk cobain trer run atau hiking karena gua pegang jam ini juga sebentar. Tapi gua coba latihan di road running karena gua lagi kurang enak badan. Gua cuma sempat cobain untuk lari 6 km aja. Dan dari tracking line di Straava kelihatan ya kalau GPSnya ini akurat. Untuk data larinya juga udah cukup lengkap. Di sini kita bisa lihat ada power, altitude, gradient distribution, cadence, stright, vertical oscillation, dan vertical ratio, dan ground contact time. Semua data ini bisa kita pakai untuk memperbaiki gaya berlari kita, ya. Dia juga sudah support menu strength training yang dilengkapi dengan muscle heat maps. Jadi, di sini kita bisa lihat otot mana saja yang terkena impact dari latihan kita. Ini juga sangat penting ya. Dan pastinya Jamait itu punya menu highck, baik rest ataupun training. Jadi kita gak perlu capek-capek bikin menu training kalau mau rest. Dan di sini juga ada menu hybrid training buat kita yang mau hybrid training. Dan ada menu yang di luar menu HRK. Sayang ya keduanya gua belum bisa coba karena simulasi HRQ tuh lagi penuh di mana-mana. Warnya makin sulit. Jam ini punya baterai yang gede banget 870 mAh yang diklaim dengan pemakaian standar bisa bertahan 30 hari. Di tangan gua yang sering lari dan sering training, jam ini bisa melewati 1 minggu tanpa dicha dimassud sendiri klaim kalau dia bisa bertahan 50 jam dengan posisi full GPS. Ini sangat impresif mengingat layar ini sudah mengadakan AMOLED. Sayangnya dia enggak punya opsi layar MIP yang bisa membuat baterainya bertahan lebih lama. Dia juga punya flashlight yang punya dua warna, putih dan hijau. Terangnya itu bisa sampai 300 lumens. Flashlight di sportwatch itu sangat berguna ya dan sangat kepakai di kehidupan sehari-hari. Di sini gua bisa nyalain pas lari subuh. Selain buat senter, dia bikin orang-orang sekitar kita notice kehadiran kita jadi lebih safety. Gua mau lurusin dikit karena banyak orang yang mengira dengan ada flashlight di sini, kita gak usah bawa flashlight lagi pas kita event ultra. Itu sepenuhnya menurut gua salah karena eh flashlight ini enggak seterang itu. Dia enggak bakal cukup untuk kita pakai aktivitas outdoor apalagi malam-malam. Yang kedua dia juga makan baterai. Jadi kayaknya kita enggak bakal pakai kalau kita lagi ikut-ikut event ultra. Kesimpulannya kalau kalian suka sportouch yang gede banget, baterai badak, GPS akurat, apalagi kalian ingin pakai di event-event ultra, yes, T-Rex Ultra 2 ini salah satu pilihan yang paling terjangkau dibanding kompetitornya. Harganya itu kurang dari Rp9,2 juta. Dengan harga segitu, kalian udah dapat value melebihi apa yang kalian bayar. Sayang, dia cuman punya opsi layar AMOLED nih. Jadi kalian yang mau rest ultra dengan perkiraan waktu finish di atas 50 jam, kalian harus melirik bland sebelah. Cuman kalau enggak, gua sih sangat merekomendasikan untuk kalian beli jam ini. [musik]
