#JaNDa Ep24 - DJI Osmo Action Generasi Pertama (YouTube Video)
[Musik] segmen janda adalah segmen yang paling terbengkalai menurut saya belakangan ini karena kalau kita lihat video terakir janda kita itu udah lama banget ya Ada sebuah alasan yang mungkin jadi alasan utama Kenapa kita kesulitan untuk membuat konten janda yaitu sejak diberlakukannya peraturan IMEI di mana untuk hp-hp yang tidak terdaftar tidak bisa mendapatkan sinyal dan dengan alasan itu pula kita sulit untuk mendapatkan hp-hp yang akan kita jadikan bahan untuk video janda lalu saya berpikir mm sebenarnya segmen janda itu itu enggak harus melulus soal HP kan bisa juga kita bahas soal gadget-gadget lain gitu Tapi tetap dengan mengusung konsep jadul Eng menggoda untuk merealisasikan itu saya mulai di episode ini dengan membahas sebuah gadget yang menurut saya cukup jadul tapi masih sangat menggoda Ya tapi saya tidak akan membuat video ini seperti review pada umumnya Tapi saya lebih memilih untuk membuat lima alasan kenapa harus beli Dji osmo action generasi pertama pertama kualitas video dan fotonya oke untuk kualitas videonya menurut saya lumayan untuk sebuah Action Cam yang umurnya udah 5 tahun ya maksimal resolusi yang bisa ditangkap kamera ini adalah 4K di 60 FPS kualitasnya menurut saya cukup oke dan jauh lebih baik dibandingkan Action Cam Action Cam yang enggak jelas yang ngak klaim Bisa ngerekam 4K 60 FPS tapi kualitasnya Ala kadarnya Kita juga bisa merekam video HDR di kamera ini hanya saja resolusi inya mentok di 4K terp dan di mode HDR dan di mode HDR stabilizernya mati Dji punya teknologi stabilizer bernama Rock stady dan stabilizer ini tidak berjalan di mode HDR tapi di mode tanpa HDR stabilizernya berjalan dengan sangat baik dengan kompensasi gerakan yang sangat bagus menurut saya selain bisa merekam video action cam ini juga bisa menangkap foto walaupun menurut saya agak aneh aja gitu nangkap foto pakai Action Cam resolusi kameranya cuman 12 megapel tapi ternyata Kualitas fotonya juga lumayan menurut saya loh dan perlu kalian tahu ukuran sensornya enggak begitu besar ya bikin performa low light-nya juga kerasa kurang bagus dan kamera ini enggak punya autofokus jadi benar-benar ngandelin aperture kecil untuk dapetin titik fokus sebanyak-banyaknya ukuran sensornya sendiri hanya 1/2,3 inch berjenis simos dengan bukaan maksimal di f2.8 bukan spesifikasi kamera yang terbaik tapi bisa dibilang paling canggih pada saat itu kedua desainnya kecil dan enak buat digenggam Action Cam Ini pertama kali diluncurkan tahun 200 19 di mana saat itu nama GoPro sudah sangat besar dan menjadi pilihan yang paling baik atau paling bagus kalau kalian nyari sebuah Action Cam dan nama besar GoPro enggak bikin Dji takut loh karena mereka pdee dengan produknya dan saya akui untuk pertama kali membuat Action Cam DJ menurut saya berhasil loh ukuran kamera ini lumayan kecil lumayan masuk ke genggam saya gitu berat kamera ini cuma 124 gram yang mana Ini enteng banget di bagian samping Ada sebuah port USB type C dan sebuah port micr SD yang tertutup oleh cover tahan air Action Cam ini sudah tahan air tanpa menggunakan casing anti air tambahan seperti Action Cam zaman dulu ya cover lensnya juga bisa dilepas dengan cara diputar kayak gitu Jadi bisa dengan mudah kita ganti Misalnya Saya mau ganti pakai filter Andy gitu tinggal diputar aja cover lensanya dan ganti sama filter Andy filter andy-nya sendiri dipakai kalau kita mau ngerekam video menggunakan konfigurasi manual supaya cahaya yang masuk enggak terlalu banyak yang bikin si video pada akhirnya mengalami overe exposure ketiga adalah dual screen alasan ketiga Kenapa Action Cam ini masih sangat layak dibeli adalah kualitas layarnya yang menurut saya bagus ya kamera ini punya dua buah layar di bagian belakang yang berukuran 2,25 inch sebagai layar utamanya dan layar kecil di bagian depan berukuran 1,4 inch kualitas layarnya menurut saya bagus ya responsnya oke gambarnya jernih dan tajam l layar kecil di bagian depan juga menurut saya sangat kepakai gitu terutama kalau mau bikin konten motovlog atau nge-vlog gitu karena kita bisa melihat Pos isi kita dari layar kecil Ini alasan keempat adalah baterainya lumayan awet alasan keempat Kenapa Action Cam ini masih sangat layak dibeli adalah baterainya yang menurut saya awet baterai berukuran 1300 Mah ini bisa merekam dalam resolusi 4K 60p selama lebih dari 1 jam dan dalam resolusi full HD 6tp dia bisa merekam nonstop hingga 2 jam hal unik yang saya temukan di Action Cam ini adalah baterainya menyatu dengan penutup baterai menurut saya ini Oke karena berkurangnya part-part kecil di Action Cam ini ketersediaan baterai di marketplace juga masih banyak ya dan mudah banget kita temukan baik itu baterai originalnya atau baterai PH ke3 yang menurut saya punya durability yang cukup oke dengan harga yang jauh lebih terjangkau ada dua cara buat ngisi baterai si Action Cam Ini pertama langsung colok aja si Action Cam pakai USB type C ke charger atau menggunakan charging hub yang juga bisa dengan mudah kita temukan di marketplace Saran saya sih untuk bikin konten Harusnya kita punya dua spare baterai lebih supaya pada saat proses merekam dan baterainya habis kita bisa tinggal ganti tanpa harus repot-repot nge-charge dulu alasan kelima adalah harganya yang terjangkau alasan kelima Kenapa Action Cam ini sangatlah layak buat dibeli adalah harganya Ini adalah sebuah Action Cam premium di mana Enggak bisa kita bandingkan dengan Action Cam Action Cam murah lainnya yang juga nawarin resolusi yang tinggi karena ini adalah Action Cam premium Tentu aja harganya bisa lebih mahal di antara Action Cam Action Cam murah lainnya tapi saya tetap percaya ya dengan prinsip ada harga ada kualitas saat saya lihat di marketplace saya menemukan beberapa opsi dijiosmo action kondisi second dengan harga yang menurut saya lebih terjangkau dibandingkan harga barunya harganya sekitar 2 sampai R jutaan dan ini lebih murah dibandingkan dulu saya beli pertama kali yaitu sekitar 7 sampai R jutaan secara fitur tentu ini lebih baik daripada Action Cam diage harga 2 sampai R jutaan lainnya dan secara kualitas Saya yakin juga ada di kelas yang berbeda ya sekarang tuh di J osmo action udah sampai ke generasi kelima ya dan Saya yakin harga dari kamera ini perlahan akan terus makin menurun kesimpulannya ini kamera bagus dan pilihan untuk membeli second bukanlah sebuah ide yang buruk ya tapi dari sekian banyak alasan yang saya sampaikan ada juga beberapa hal yang saya pribadi enggak suka dan menganggap ini sebagai sebuah kekurangan pertama adalah tidak adanya sistem mounting terintegrasi pada body Action Cam ini artinya untuk memasang si Action Cam ini ke aksesoris lain kita diharuskan menggunakan hard case bawaan ini bikin ukuran si Action Cam jadi lebih besar dari ukuran aslinya yang mana Jadi enggak kompact lagi gitu kekurangan kedua Tentu aja tidak adanya stabilizer saat mode hdr-nya aktif di mana Menurut saya justru mode ini kepakai banget loh karena bisa ningkatin performa low light dan bikin banyak bagian yang lebih ke highlight saat kondisi banyak Sayang Ya udah itu aja episode janda kali ini menurut kalian kira-kira gadget jadul apalagi yang pengin di jandain tulis pendapat kalian di kolom komentar sekian aja video kali ini Klik tombol like kalau kalian suka dengan video janda kali ini kita ketemu lagi di video janda berikutnya Iron pamit dan adios
