JANGAN ASAL BELI !!! ini Rekomendasi Laptop Gaming 11 - 15juta 2025 (YouTube Video)
Oke, masih lanjut dengan rekomendasi DKID untuk laptop di pertengahan tahun 2025 ini. Kemarin kita sudah bahas mengenai laptop di rentang 2 sampai R jutaan dan juga untuk laptop yang Tin and light di kelasan harga 11 sampai R jutaan dengan klasifikasi prosesor harus keluaran akhir 2023 lalu RAM-nya harus 16 gig lalu layarnya juga harus minimal 100% di CP3 dan SSD-nya harus minimal 512 GB SSD NVME. Yang belum nonton linknya di atas sini ya. Nah, sekarang kita akan bahas di rentang harga yang sama di 11 sampai R jutaan. Tapi untuk kelas laptop gaming untuk klasifikasinya agak sedikit beda. Untuk prosesornya kalau Intel itu minimal menggunakan Intel generasi ke-13, tapi kalau AMD minimal menggunakan Ryzen 7000 series. Dan kalau kita ngomong laptop gaming, enggak mungkin juga kita pakai seri U atau seri V. Kalau di Intel ya pasti menggunakan seri H atau high performance. Dan kalau AMD di high performance Slim atau yang labelnya HS untuk VAM. Nah, ini yang kita agak adjust berbeda karena kita enggak pengen VAM-nya 4 gig, minimal harus 6 gig. Biar kalau kalian main game-game triple A itu enak dan jarang drop FPS juga. Untuk RAM-nya minimal 12 gig biar beberapa seri Lenovo juga bisa masuk. Karena di seri-seri Lenovo ada hal yang membuat menarik jika dibandingkan dengan laptop lain. Apa itu? Yuk, sekarang kita bahas untuk rekomendasi. Yang pertama untuk rekomendasi pertama aja udah bikin geleng-geleng kepala kompetitor produk-produk luar itu enggak habis pikir sama brand ini. Siapa lagi kalau bukan dari brand Axio. Jadi ini adalah Axio Pongo 735. Kalau di brand-brand lain di harga Rp jutaan rata-rata masih pakai Intel Core i5 13420H atau mungkin kalau AMD itu ada di Ryzen 5. Jadi laptop ini sudah pakai Intel Core i7 13620H kalau dibandingkan sama yang Ryzen 58645 HS prosesornya lebih unggul sekitar ya kurang lebih sekitar 15% untuk pengujian signeband R23-nya. Kalau dibandingkan sama yang Intel Core FF 13420 itu perbedaannya jauh banget. Kalian bisa lihat di grafik ini. Secara spesifikasi jujur aja untuk angka 11 jutaan itu perfect banget ya. Intinya sulit bangetlah cari lawan. Dan untuk opsi upgrade-nya juga bisa dikatakan cukup cakep karena dia punya slot RAM jadi kalian bisa upgrade sampai 64 gig. Dan kalau storage-nya kurang, kalian enggak perlu ngorbanin storage bawaannya, tinggal colok SSD tambahan aja. Dota 2 dengan resolusi natif atau bawaan laptopnya itu sudah bisa dapat di atas 100 fps. Kalau valoran bakal tumpah-tumpah, refresh rate layarnya bakal kepakai banget di sini. Untuk game triple A, Cyberpunk, Black Meid Wukong juga masih bisa dimainkan. Salah satu faktor kenapa bisa dapat angka setinggi itu untuk main game ya jelas karena prosesor Intel Core i7-nya dan RTX 306 gig-nya. Walaupun secara performance perfect tetap ada minusnya, Guys. Minusnya apa? Color gamut. Color gamutnya enggak sampai 100% sRGB, bahkan diangka sekitar 50%-an% sRGB. Jadi agak kurang cocok kalau kalian pakai untuk content creation atau produksi konten yang membutuhkan akurasi warna tinggi. Dan untuk build quality-nya juga tergolong plastiki atau bahan keseluruhannya dia pakai plastik polikarbonat atau ABS. Dan satu lagi mungkin bisa jadi ini bisa kelebihan atau kekurangan RAM-nya. RAM-nya masih pakai DDR4 bukan DDR5. Kalau kita ngomong dari sisi kekurangan di generasi ke-13 sebenarnya sudah support untuk RAM DDR5 tapi untuk kelebihannya DDR4 jauh lebih murah. Walaupun beberapa orang mungkin ya akan banyak ngomong mengenai produk ODM, produk ODM. Tapi sebenarnya kalau dibandingkan dengan kompetitor di produk lokal yang lain, Axio ini punya after sales yang paling cakep loh. Garansi 2 tahun dicover ADP juga. Mantap gak tuh? Dan untuk jangkauan service centernya juga lebih dari 180 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan untuk varian produknya kalian bisa pilih kalau kalian bisa install sendiri atau mungkin mau diinstall Linux. Tapi seri gaming diinstall Linux buat apa ya? atau kalian langsung beli yang versi include pre-install Windows. Ya, intinya sesuainin aja sama budget kalian. Tapi untuk direntak harga Rp jutaan ini gokil banget sih. Lanjut ke rekomendasi selanjutnya yaitu Log Gaming 15 IRX9. Dia pakai Intel Core iF 13420 HX. Ingat ya, HX bukan H. Performance-nya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan seri H biasa. karena dia punya jumlah core dan jumlah trade yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan H series biasa dengan 10 core 16 red. Nah, untuk pengujian sintetisnya, jadi angka-angka ini untuk representasi perbedaan performance-nya ya. Nah, kalau kita ngomongin 13420 HX itu rata-rata ada di sekitar 16.000-an untuk R23-nya. Lalu Ryzen 58645 HS itu ada di sekitar 13.000-an. Dan untuk i5 13420 itu cuman berada di 10.000-an. Bayangin perbandingan dari 13420H ke 13420H itu selisih 6.000 poin lebih dari 50%. Dota 2 dapat rata-rata di sekitar 130 sampai 150 fps dengan setting high Cyperpunk game yang GPU bon banget itu bisa dapat di angka sekitar 80 fps. Salah satu faktornya selain HX series di prosesornya untuk TGP RTX 30 56 gig-nya itu pakai yang cukup tinggi 95 wat. Di sisi lain layarnya juga cakep. Untuk laptop-laptop yang sudah kita bahas sebelum ini itu rata-rata ada di sekitar 45% NTSC atau ya di sekitar 50 sampai 60 e sRGB. Tapi Lenovolock ini sudah pakai 100% sRGB. Secara otomatis layarnya itu enak banget kalau kalian pakai untuk hal-hal yang berhubungan dengan content creation. Panelnya juga sudah full IPS, enggak ada gimik-gimikan IPS level dengan refresh rate di 144 Hz. Walaupun RAM-nya cuman 12 gig, tapi opsi upgrade-nya ini cakep, Guys. Karena 12 gig dia full punya dua soket. Jadi, kalian bisa upgrade sampai 64 gig kalau kalian punya duit tambahan. Dan juga untuk storage-nya juga kalian enggak perlu ngorbanin storage bawaannya. Kalau kalian pengen upgrade atau pengin tambah, tinggal beli yang lebih gede dan colok aja. Tapi tetap walaupun cukup perfect untuk di harga R jutaan, laptop ini tetap ada kekurangan selain RAM-nya yang agak nanggung banget di 12 gig. Satu lagi kekurangan ada di bagian baterainya. Baterainya ini boros banget, Guys. Jarang banget ada orang berharap laptopnya bisa awet banget kayak laptop mainstream. Untuk bobotnya juga bisa dikatakan cukup berat di atas 2,3 kilo. Siap-siap boyokan sih kalau bawa ini. Tapi untuk garansinya sih cakep. Dia 2 tahun full ADP juga, multlaim garansi juga untuk ADP-nya dan sudah tersertifikasi standar military grid. Lanjut ke rekomendasi selanjutnya. Kembali ke laptop lokal. Enggak ada nama lain selain Axio, yaitu Axio Pongo 750. Jelas banget Pongo ini adalah penguasa laptop gaming untuk produk-produk lokal. Bahkan kalau dibandingkan dengan produk-produk internasional juga bakal mereka agak ngiri gitu ya. Karena memang bisa kasih harga yang murah banget dengan performance yang gila banget. Di harga Rp1 juta. Bayangin R juta saat kompetitornya itu masih pakai RTX 3050. Axio sudah berani kasih RTX 4050 dengan prosesor Intel Core i7 13620 dipadukan dengan RAM 16 gig dan SSD-nya juga super kencang plus garansinya 3 tahun dan ada ADP-nya bu lah. Buset secara fisik mirip-mirip seperti PU 30 enggak ada beda sama sekali. Tapi memang yang bedain jelas harga dan performance-nya ini lebih mantap. Perbedaan performnya jelas itu karena faktor GPU-nya. RTX 3050 dan 4050 punya TGP yang berbeda. Di mana RTX 3050 yang ada di Po 730 itu masih menggunakan TGP 75 wat. Sedangkan RTX 4050 yang ada di Pongo 750 sudah pakai 100 wat. Jelas kalau dipakai untuk 3D rendering, kalau dipakai main game, kalau kalian bandingkan dengan RTX 3050 udah jelas beda banget. Untuk yang lain-lainnya nilai minusnya juga masih sama, bahan yang masih plastiki karena memang bahannya pakai ABS atau plastik polikarbonat, RAM-nya yang juga masih DDR4, serta layar yang juga belum 100% sRGB. Eh, ada satu lagi termasuk juga PU 30 tidak ada Office. Tapi kalau kalian bisa mentoleransi itu semua dan punya budget di angka sekitar R jutaan, PU 750 ini bisa jadi opsi yang sangat menarik buat kalian. Lanjut ke rekomendasi selanjutnya datang dari brand Asus. Memang bukan prosesor yang paling kencang di kelas harganya, tapi kalau ngomongin stabil, adem, dan hemat baterai, laptop ini bisa jadi laptop gaming pilihan. Yang sedang kita bahas sekarang adalah Asus Gaming V16. Secara tampilan low profile banget, enggak ada kesan gaminggaming-nya sama sekali. Pakai prosesor keluaran 2024 karena kalau yang lainnya tadi kan 2023 yaitu pakai Intel Core 5 210H dipadukan dengan RAM 16 gig dan VGA-nya ini cukup cakep, Guys. RTX 40 56 gig. Prosesor ini kalau dibandingkan dengan Intel Core FF 13420H atau dengan Ryzen 58645 HS memang kalah di skor multicore-nya. Tapi untuk skor single core-nya mantap banget. Software-software yang butuh single core seperti matlab, Photoshop, Corel atau game-game esport dapat FPS yang enggak bisa diomong kecil. Baterainya pun bisa dikatakan lumayan banget walaupun secara kapasitas enggak gede, cuman 60 wat hours. Tapi pada pengujiannya kita dapat di angka sekitar 6 sampai 7 jam. Itu dengan simulasi kantoran. Jarang-jarang ada laptop dengan embel-embel gaming dapat waktu di angka sekitar 6 sampai 7 jam. Minusnya ya tetap seperti laptop gaming Asus entry level. Bahan yang enggak terlalu cakep kalau dibandingkan dengan Asus Sff atau ROG. Lalu juga untuk storage tambahannya enggak ada sama sekali. Jadi kalian harus ngorbanin storage bawaannya. Kalau ngomongin garansi Asus jangan ditanya deh. Salah satu brand dengan service center paling banyak di Indonesia. Jadi kalian enggak akan kesulitan kalau ada problem. Dan untuk 1 tahun pertama itu di-cover oleh Asus Premium Warranty dengan masa garansi total 2 tahun. Lanjut ke rekomendasi selanjutnya. Kembali ke brand Lenovo Lock 15 ARP9 di bawah Rp14 jutaan pakai GPU yang cukup mantap RTX 4050 dan dipadukan dengan Ryzen 7 walaupun Ryzen 7 yang dipakai masih 7745Hs. Untuk skor sintetisnya masih mirip-mirip seperti Ryzen 58645HS. Jadi bisa dikatakan masih cukup kencang untuk multitasking dan kalau kalian suka game-game triple A itu juga aman di laptop ini. Bahkan Cyberpank di setting high pun itu masih bisa jalan enak kok. Untuk content creation juga masih aman karena dia pakai layar 15,6 inch dengan refresh rate 144 Hz dengan rasio 16 b 9 dan yang paling penting layarnya sudah 100% sRGB dengan panel IPS. Tapi disayangkan untuk harga di angka hampir 14 juta, RAM-nya masih nanggung banget. Karena seperti biasa khasnya Lenovo RAM yang dibawa itu aneh banget 12 gig. Tapi sebenarnya apa salahnya sih ngasih RAM langsung 16 gig? Walaupun secara harga sebenarnya ya enggak jauh-jauh banget juga sih harusnya. Tapi menurut kalian gimana? Kenapa Lenovo bisa kasih RAM cuman 12 gig? Mungkin kalau kalian yang tahu bisa tuliskan di kolom komentar. Tapi memang beruntung RAM-nya dia du slot, jadi kalian bisa upgrade lagi kalau memang dirasa kurang, tapi jelas pasti kurang. Dan untuk storage-nya dia sudah menyediakan slot tambahan untuk extra storage. Seperti kebanyakan laptop Lenovo lain di kelas gaming, dia pakai garansi 2 tahun, full cover ADP dan dia sudah tersertifikasi standar military grid. Tapi nilai minus lainnya, bobotnya ini berat banget, Guys. Di atas 2,4 kilo. Masuk ke harga Rp15 jutaan. Buat kalian yang cari GPU tinggi, kayaknya kalian harus mulai mempertimbangkan laptop ini. Ini adalah MS Tin A15 yang jadi opsi menarik karena sudah memakai RTX 4068 gig dipadukan dengan Ryzen 77735HS. dengan viram lebih tinggi, jelas kalau kalian pakai main game-game triple A itu jauh lebih powerful dan jauh dapat FPS yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan RTX 4050. Tapi untuk TGP-nya memang gak bisa dikatakan tinggi, beda banget dibandingkan dengan seri kakaknya di MSI Katana atau bahkan MSI Vector. Tapi karena ini RTX 40 series dengan teknologi DLSS3, kalian bisa menikmati frame generation teknologi baru dari Nvidia yang cukup cakep dan itu bisa nge-booster banget performance gaming kalian. Kalau game-game macam Cyberpunk, Black Mid Wukong, Indiana Jones masih bisa jalan cukup enak di laptop ini. Kalau sekedar Dota 2 dan Valoran mah receh banget. Tapi kalau diomong kelemahannya fannya cuman satu, Guys. Jadi kalian kalau lagi full load atau sedang main game bisa dipastikan kipasnya bakal berisik banget. Lalu, kalau dibandingkan dengan brand-brand internasional lain, laptop ini enggak ada office-nya sama sekali. Tapi jalan menuju office banyak juga sih. Dan satu lagi build quality yang enggak secakep seri katana. Walaupun sama-sama plastik polikarbonat tapi ini kesannya kayak agak kopong gitu. Oke, sekarang kita masuk ke rekomendasi yang terakhir. Ini dia pendatang baru dari Acer yang pakai prosesor baru yaitu Acer Nitro V16. Kalau kalian ngomongin V6, berarti layarnya menggunakan 16 inch dengan rasio 16 bing 10 dan panel IPS. Serta refresh rate-nya juga di atas rata-rata jika dibandingkan dengan laptop gaming sekelasnya. Dia sudah menggunakan 165 Hz dengan color gamut 100% sRGB. Jadi perpaduan refresh rate tinggi, golden ratio, lalu 100% sRGB. Benar-benar laptop gaming yang allrounder banget. Prosesornya pakai Intel Core FF 14450 HX. Ini yang high performance extreme. Jadi, skor sintetis yang kita dapatkan bisa sampai di 14.500 pada R23. Mantap banget gak tuh? Jadi, siap banget buat gaming dan pekerjaan yang nult multitasking tinggi. GPU RTX 4050-nya yang dipadukan dengan IFF 14450 HX, kalau kalian main game Dota 2 itu sudah pasti tembus di atas 130 fps. Ini game yang lebih nuntut CPU ya. Tapi kalau untuk game-game triple A kalau 4050 yang pakai Intel generasi ke-13 dan Ryzen 5 aja aman. Di sini jelas jauh lebih aman. Untuk opsi upgrade-nya juga komplit mulai RAM yang punya dua slot, ST juga bisa di-upgrade tanpa mengorbankan SS di bawaannya. Dan dari sisi desain ini cakep banget. Upgrade banget jika dibandingkan dengan seri adiknya yaitu Icer Nitrolet dan V15 yang terkesan sangat plastiki. Tapi kalau di sini kesan solidnya itu jauh lebih cakep. Malah kalau secara desain ini mirip-mirip kakaknya yang punya harga jauh lebih mahal yaitu Acer Predator. Untuk cooling systemnya bisa dikatakan ini salah satu yang paling mantap karena dia punya dua fan dan empat buah exhause. Beda banget seperti MSIT yang kita bahas sebelumnya yang cuman punya satu fan dan 2 exhause. Nilai minusnya bobotnya ini berat banget karena punya bobot di atas 2,4 kilo dan baterainya boros banget. Nah, sekarang kita akan masuk ke kesimpulan. Kalau kalian cari produk yang murah dan powerful, kalian harus coba melirik produk lokal di Axio Pomo 730 atau 750. Dia juga tawarin price to performance yang tinggi banget jika dibandingkan dengan kompetitor-kompetitor yang dari produk luar. Kalau cari RTX 40 series dengan harga yang terjangkau, Asus Gaming V6 cocok banget buat kalian. Bisa banget dipakai untuk gaming tipis-tipis, esport, software-software yang berhubungan dengan single core, plus daya tahan baterainya yang bisa banget kalian andalkan. Butuh layar akulat dan paket lengkap atau allrounder? Bisa banget coba lirik. Lenovo Lock 15 ARP9 dengan Ryzen 7 RTX 4050 di harga R jutaan atau Acer Nitro V16 dengan prosesor yang kencang banget generasi ke-14 HX juga dengan harga Rp14 jutaan. Atau kalian lagi cari GPU yang tinggi banget di kelasan harga di bawah Rp15 juta, kalian bisa tengok MS Tetin A15. Dia sudah pakai RTX 4060 8 gig bukan 6 gig kayak RTX 4050. Intinya semua produk-produk tersebut ada kelebihan, ada kekurangan yang pastinya sesuaikan juga dengan kebutuhan kalian dan juga budget kalian. Atau kalian ada rekomendasi laptop yang enggak masuk rekomendasi kita, kalian bisa tuliskan di kolom komentar atau kita bisa diskusi di sana. Saya Rico. See you.
