Jangan ASAL BELI! - Panduan Kilat Snapdragon X Series ⚡ (YouTube Video)
ARM 64 lambat laun akan menguasai dunia komputer menurut klaim CEO ARM pada computex tahun lalu. Dimulai dari gadget yang ada di kantong, di tangan, hingga sekarang yang ada di pangkuan, bahkan di atas meja seperti laptop yang satu ini. Nah, sebagai ujung tombak perjuangan Arm 64 di ranah PC Windows, mari kita rekap semua lini prosesor Snapdragon X series dari Qualcom per Mei 2025. [Musik] Sebelum kita mulai mention satu demi satu lini chip Snapdragon X series, ayo kita refresh dulu nih apa yang bedain chip-chip ini dari prosessor PC, Intel, maupun AMD. Basically, Snapdragon X series adalah keluarga SOC laptop berbasis set instruksi atau arsitektur arm 64. Berbeda dengan Intel dan AMD tadi yang pakai set instruksi X86. Sebagai sistem RIS atau reduced instruction set, ARM 64 memerlukan resource komputasi yang lebih kecil dan efisien dalam menjalankan sebuah program dibandingkan sistem complete instruction set atau CISC macam X86. Sayangnya tentu semua aplikasi PC berbasis X86 yang ekosistemnya udah matang di Windows tidak akan jalan di Windows berbasis ARM yang ditenagai prosesor Snapdragon X Series kecuali dengan cara porting. Dalam kata lain, developer tiap aplikasi perlu mengkonversi atau memprogram ulang aplikasi tersebut dalam kode yang bisa jalan di ARM 64 atau menjalankan emulation layer semacam virtual machine yang mampu menjalankan sebagian besar aplikasi Windows X86 di Windows on Arm dengan catatan akan ada penalty performa. Kalau pernah dengan Roseta di macOS, itu adalah emulation layer buat jalanin aplikasi-aplikasi yang belum diporting. Emulation layer Windows 11 saat ini dinamakan Prism dan Microsoft mengklaim bahwa ini penalti performanya sudah relatif minim menjalankan aplikasi-aplikasi X86 yang belum diporting. Untungnya saat ini udah banyak aplikasi Windows populer yang beres di porting dan jalan lancar di laptop-laptop berisi Snapdragon X Series sejak rilis pada 2025 lalu. tanda sebuah ekosistem yang lagi berkembang. Sehingga buat banyak user, terutama untuk software produktivitas sehari-hari, pakai laptop Snapdragon X Series rasanya lancar karena memang udah jalan secara native. Misalnya di Asus Vivobook A14 ini Chrome, Office, Zoom, CapCut, dan Photoshop dan beapa lain yang gue pakai sehari-hari enggak ada issu, tinggal nunggu beberapa aplikasi lain aja nih dapat portingan yang optimal. Udah gitu karena punya NPU 45 tops berlabel Microsoft Copilot Plus, semua laptop Snapdragon X series dari yang Elite sampai Snapdragon X ini basically siap nge-handle workload workload AI lokal, terutama yang bawaan Windows. Laptop-laptop Windows on ARM ini berkat efisiensi komunitas tinggi, menyajikan daya tahan baterai lebih panjang sekaligus output panas yang lebih kecil. Klaim yang valid berdasarkan pengalaman kami di Nerd Review setelah nyobain beberapa laptop berstiker emas, perak, dan hitam. Jadi apa bedanya ketiga warna stiker Snapdragon X? Alright, kita mulai dari yang warna emas dulu deh ya, yang nandain kalau ini laptop dengan prosesor Snapdragon X kasta paling atas. Snapdragon X Elite cocok buat kalian yang butuh kemampuan CPU dan GPU mumpuni. Misal buat ngedit video 4K, desain 3D, multitasking hingga main game dengan performa mendekati GPU laptop diskrit. X Elite. Biasanya kita bisa temuin di laptop-laptop kelas premium macam Yoga Slim 7X, Vivobook S15 OLED dan lain-lain. Semua chip Snapdragon X Elite punya CPU 12 core, makanya bisa ngalahin banyak rivalnya dari segi komputasi multicore. Terus GPU-nya ada pilihan 3,8 TFOPS dan 4,6 TFOPS. Make sure ambil X184100 atau X1001D jika mau performa grafis paling maksimal buat nge-game, ngedit video, dan sejenisnya. Kedua, stiker warna perak menandakan Snapdragon X Plus yang merupakan seri paling populer. Laptop-laptop dengan Snapdragon X Plus tentu lebih terjangkau dibanding X Elite dan recommended banget buat yang enggak seberapa demanding akan performa grafis. Cocoklah buat yang kuliah atau ngantor sebagai PR, HRD, akuntansi, manajemen, dan lain-lain. Nah, tapi ada 4 SKU Snapdragon X Plus dengan spek yang variasinya lebih luas ketimbang seri Snapdragon X Elite. Yaitu mulai dari X1P 66100, dan 64100 yang punya CPU 10 core dan GPU 3,8 TFS. Next, ada X1P 46100 di tengah yang punya 8 core CPU dan GPU 2,1 Tiflops. Terakhir ada X1P 42100 yang hanya punya GPU 1,7 TFlops. Terakhir sekaligus sebagai member paling baru keluarga besar prosesor Snapdragon X generasi pertama, Snapdragon X doang adalah chip paling mainstream dan merakyat yang ditujukan buat bikin laptop-laptop yang bahkan lebih adem, lebih slim, dan lebih terjangkau. Saat ini baru ada satu SQU berstiker warna hitem. Contoh laptopnya si Vivobook A14 ini sebagai salah satu opsi laptop Snapdragon paling ramah dompet per video ini dibuat. Snapdragon X126100 punya spek yang actually setara X1P 42100 namun dengan clock speed lebih rendah tanpa penurunan kemampuan GPU dan NPU. Ini masih sangat capable dan efisien untuk workload sehari-hari. Namun ya enggak bisa expect jalanin game atau software visual selancar SQU yang punya GPU 3,8 Tiflops ke atas. Oke, Vivobook A14 berkat Snapdragon X punya beberapa kelebihan dibanding laptop Intel atau AMD di kelasnya untuk pengguna yang bukan power user dan demanding kemampuan grafis tinggi, yaitu satu, daya tahan baterai panjang, basically kuat seharian untuk workload ringan, misal 20 jam playback video dan browsing. Kedua, NPU super efisien tapi powerful untuk jalanin workload AI standar Copilot Plus dan ketiga performa adem. Harus diakui masih ada PR baik dari Microsoft dan developer-developer software untuk bisa bikin pengalaman PC Windows berbasis ARM yang sangat optimal di segala skenario. Nah, laptop-laptop seperti Asus Fobook A14 inilah yang bisa banget jadi kunci adopsi massal Windows on Arm berkat harga terjangkau dan dikemas dalam platform-platform laptop mainstream yang udah familiar. Dengan harga di bawah R juta aja, makin banyak orang yang mulai sekarang bisa nyicipin Windows on Armb Snapdragon X Series. Dan segmen nonpower user inilah yang harusnya paling bisa benefit dari sistem Windows on Arm. Itu dulu aja rekap singkat soal Snapdragon X series featuring Asus Vivobook A14. Apakah menurut kalian ada kemungkinan ke depannya bakal nyobain laptop pakai Snapdragon X? Apa justru udah ada yang nyoba? Please menang mending di komentar. Gue Mike and as always, stay safe, stay healthy. Oke.
