Jungkat

Jangan bully! Gw lebih pilih beli Pixel daripada iPhone ๐Ÿ™ˆ (YouTube Video)

  • 22/10/2026

Orang aneh mana yang lagi masa pre-order iPhone malah beli Google Pixel? Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Ronggo ya. Orang anehnya adalah gua karena ini gua nekat beli Pixel 11 Pro. Ini warna olive. Di saat orang-orang pada heboh iPhone 18 Pro series yang burgundy, gua dengan kesadaran penuh beli Pixel 11 Pro olive ini yang 256 GB sama eh casing-nya juga. Nah, box-nya kan sederhana. Nah, ini handphone-nya seperti ini. Terus buset udah gitu doang ya. Ini kabel sama ini ya paling quick guide dan juga SIM ejector di sini. Tuh, enggak usah gua kasih lihat lah ya. Udah, that's all. Benar-benar simpel banget. Nah, untuk eh case-nya nanti kita akan buka belakangan aja. Kita fokus ke handphone-nya dulu. Wih, secara tampilan olive nih warna hijau. Terus yang khas dari Pixel memang ini ya kameranya nih cyclops dan frame-nya pakai aluminium dengan balutan coating yang mengkilat seperti ini. Kalau gua pribadi sih kayaknya gua lebih suka yang ala-ala matte ya kayak 18 Pro series gitu. Kalau ini kelihatannya terlalu mencilak gitu, terlalu wow gitu. Dan juga pengalaman gua kalau Pixel itu biasanya tulangan frame-nya ini suka gampang korosi. Jadi, kalau mengkilat ini kelihatan kotor atau gampang kelihatan korosinya. Body itu dulu di bagian atas di sini ada slot kartu. Tentu saja cuman single SIM. Terus ada ini apa ini mikrofon. Di kanan ada tombol power, tombol volume. Di posisi power-nya di atas ya, volumenya di bawah. Terus di sisi bawahnya ada speaker, ada dua. Terus ada port USB C dan di sebelah kiri dia kosongan ya cuman ada garis antena aja. Nah, gua pengen coba pasangin casing-nya. Ini adalah eh snap case ya. memang official dari si Google-nya. Cuma pengalaman gua kalau pakai snapcase ini dia licin. Tuh, ya, bahannya kayak gini. Oke. Memang bagus sih senada sama handphone-nya. Tuh. Wah, enak, wuih, cakep sih. Cuma memang grip-nya aja sih yang kurang ya, karena kalau kita ada di tempat yang dingin kayak tempat AC kayak gini, ini aduh, enggak enak banget, licin banget nih. Kenapa ya dia harusnya bikin eh, di sebelah sininya tuh ya, bikin ulir-ulir gitu ya, jadi di pegang itu enggak licin gitu. Oke, kita buka lagi casing-nya dan ini udah gua set up juga barusan ya, biar cepat dan sudah gua install ada banyak aplikasi yang sehari-hari gua pakai karena memang niatnya ini ya sebagai daily driver gua ya, untuk menemani Z Fold 8 yang selama ini gua pakai. Nah, sudah selesai set up-nya seperti ini tampilannya. Oke, sekarang kita lihat versi OS-nya. Yap, Android 17 tentu aja Android security patch-nya di bulan Oktober sekarang Oktober, wah, berarti memang ya, ya, wajarlah ya, up to date banget karena memang handphone punyanya si Google itu sendiri. Layarnya sendiri ini 6,3 inci teman-teman bisa lihat ya, ini compact, terus juga smooth. Yang menarik dari Pixel juga tentunya adalah eh, chipset-nya. Kenapa? Karena dia pakai Tensor yang kali ini ya, G6. Yang kita tahu Tensor selama ini memang selalu dalam tanda kutip mengecewakan performanya. Nah, bagaimana dengan si G6 sendiri? Jangan sedih, gua udah melakukan benchmark. Yang pertama kita akan coba lihat di AnTuTu. Ini adalah AnTuTu 12, skornya lumayan ya, 1,4 juta. Ya, kalau dibanding handphone lain dengan Snapdragon ya, jauh ya. Nah, kenapa skornya cuma 1,4 juta? Karena nih, teman-teman bisa lihat ya, CPU skornya eh, ini AnTuTu 12 ya, CPU score-nya 815.000 poin, jadi enggak nyampe 1 juta. Dan GPU score-nya 0. Bayangin ya, kenapa bisa 0? Nih, karena dia enggak support ray tracing. Yes, GPU Tensor G6 yang dipakai Pixel eh 11 Pro Series, ternyata tidak support ray tracing. Ini salah satu hal yang cukup memalukan dan juga memilukan. Grafisnya ya, kita coba di 35 tadi gua juga udah tes. Di grafis yang eh jadul ya, dia bisa dapat di Wild Life Extreme bisa dapat 20 FPS aja. Kemudian kalau di grafis yang game yang lebih modern, itu dapat cuman 7,9, ini 8 FPS lah, ini bisa dibilang parah gitu ya. Jadi, buat teman-teman yang memang ya mengincar Pixel, sekali lagi harus diingetin nih, kalau Pixel bukan handphone untuk main game, bukan untuk performance. Jadi, ini memang buat nyari user experience yang sehari-hari, chattingan, medsosan, eh multimediaan, dan juga pastinya buat kamera. Nanti kita akan coba tes kameranya belakangan. Nah, kita coba buat muter klip HDR. Layarnya ini, kalau menurut penglihatan mata gua ya, ini ajib banget. Gambarnya cakep, bagus. Uh, ini enggak kalahlah dibanding iPhone ya, dynamic range-nya itu bener-bener cakep, brightness-nya juga enggak yang tinggi-tinggi banget ya, tapi ini udah mencukupilah pakai di dalam ruangan ataupun di luar ruangan siang-siang masih bisa ngelawan ya. Terus untuk speaker-nya, setelah ini kita akan coba juga ya buat dengerin musik. [musik] Oke, speaker-nya juga ini enggak ada masalah ya, bener-bener enak di denger-nya. Udah kayak kita lagi pakai iPhone yang Pro Series lah, speaker-nya, layarnya itu sama-sama mantap. Nah, untuk kameranya sekarang kita lihat di belakang nih yang memang keren dari handphone ini, seperti yang gua bilang tadi model Cyclops ya, kayak kacamata Cyclops X-Men. Dia punya tiga lensa dan ada satu nih highlight ya, kayak lampu yang bisa menyala untuk notifikasi, tapi sebenarnya ini lampunya rada-rada mubazir, kita bahas belakangan setelah kameranya kita langsung coba. Nah, ini tampilannya seperti ini. Ada pilihan 0,5 kali, 1 kali, 2 kali dan dia punya 5 kali optical zoom. Kemudian ada toggle 10 kali zoom hybrid dan maksimumnya dia bisa sampai dengan 120 kali zoom ya. Mode-modenya ada at me seperti biasa ya kalau kita cuma sendirian gitu ya, mau motret enggak ada orang lain motretin, nah bisa pakai mode ini. Ada mode long expo, ada action pan, eh mirip-mirip ya, ada mode portrait bisa di 1 kali, 2 kali atau 5 kali zoom. Kemudian ada night side dan ada panorama. Terus juga yang menarik di sini adalah di sini ada modenya nih eh mode magic capture ya, jadi kalau kita pencet pret, nah dia sekalian dia ngerekam gitu ya, terus kalau ada momen-momen tertentu yang eh sekiranya menurut dia menarik itu akan difoto gitu. Di sini juga ada toggle fotonya sih. Ya, buat capture still photos. Kita lihat di sini ada looks ya. Nah, di sini looks adalah preset untuk ngasih eh gambaran yang berbeda ya, kayak karakter warnanya, karakter ketajaman gambarnya itu ada ada original, ada natural, ada shadow dan ada vanilla. Nah, kemudian juga bisa kita swipe. Sini ada editorial, velvet, classic, biji ini kayak filter aja sebenarnya, black tie, minimal. Terus bisa juga atur di sini ya, ada kontrasnya bisa kita naikin. Kayak iPhone ya, mirip ya. Terus ada shadow, ada vibrance, tint, warm, sharpness, grain gitu ya. Di sini ada semua bisa kita coba. Terus di sini ada toggle. Eh, oh creating ideas. Oh, jadi eh, maklum ya kalau Google itu kan penuh dengan AI ya nama juga handphone buatannya sendiri. Jadi kalau kita pencet tombol yang di atas ini, nanti akan ada tuh ide-ide buat motret yang menarik ya sesuai dengan scene yang lagi kita ambil mungkin ya kalau misalkan kita motret anak-anak, nanti kita pencet tombol ini. Nah, dia akan ngasih gambaran kira-kira motret anak-anak tuh bagusnya tuh kayak gimana. Nah, untuk perekaman videonya di depan itu kita bisa ngerekam sampai dengan eh, 4K 60. Kalau kamera belakangnya kita bisa merekam 4K 60 atau 8K 30. Tapi kalau 8K-nya tuh langsung boosting video will take time. Jadi kalau 8K-nya itu enggak bisa on the fly langsung dari device-nya tapi rekaman 4K di boost sama mereka eh, pakai AI-nya di server mereka nanti akan diolah. Nah, setelah itu baru kita bisa download. Kayak gitu. Jadi enggak bisa 4K langsung bawaannya kalah sih sama handphone China ya. Nah, gimana cara nyalain ini? Cara pakainya kita harus ke kontak dulu terus pilih kontaknya terus dijadiin favorit contohnya seperti ini ya nomor gua yang satu udah gua jadiin favorit. Kita akan coba. Nah, pengaturannya tuh dari sini ya dari setting ada highlight kita aktifin tuh cuman buat ngobrol sama Gemini ataupun telepon dari kontak favorit gitu. Nah, ini gua lagi coba telepon dari nomor gua yang satu lagi tuh udah nyala ya. Dan ini warnanya bisa kita atur nyalanya kurang lebih seperti ini. Tapi sebenarnya ini useless ya jarang kepakai karena enggak bisa buat notif kayak WhatsApp. Maksudnya kayak pesan chat gitu enggak bisa ya telepon aja bisanya dia mostly. Udah kali ya gua rasa segitu aja buat unboxing dan hands-on singkat dari Pixel 11 Pro. Karena handphone ini memang ya enggak terlalu baru-baru banget ya, udah beberapa bulan juga rilis. Kayaknya nih, bakal seru kali ya kalau kita aduin sama mmm nih, iPhone 18 Pro. Ini sama-sama kompak, sama-sama 6,3 inci. Si Burgundy lawan si Olive ya. Ini handphone kantor, ini handphone gua pribadi. Kira-kira mana yang lebih oke terutama buat kameranya. Kalau setuju pada mau diadu in, di versus in, komen. Jangan lupa like-nya juga. Terima kasih.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.