Jangan Remehkan Axioo !! Laptop ODM Pake Intel Core Ultra 5 !! (YouTube Video)
Laptop yang bertema II semakin bersiliweran dan laptop brand lokal juga mulai unjuk kebolean [musik] dengan keluarin laptop yang menawan. Soal performa sih katanya kencang beneran, fitur EAI-nya juga banyak dan [musik] kekinian. Ya udahlah ya, enggak usah sembunyi di pojokan pas lagi makan. Selamat menonton. Kuah rawon kok jadi on ya? Kan an ya yang bikin scrip siapa sih? Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah laptop dari Axio, Axio Hype AI5. Dan belakangan ini ramai banget kan ya, tentang brand ODM lah, brand lokal yang ngebuat orang-orang itu jadi kurang percaya. Kurang percaya sama Bali. Enggak sih ya, bukan sama itu tapi sama brand ODM atau brand lokal saat ini. Brand-brand lokal atau ODM itu emang bikin dilema sih ya. di satu sisi dia itu bisa ngasih harga paling terjangkau di antara kompetitor. Kayak contohnya laptop yang satu ini, dia pakai Intel Core Ultra 5. Rata-rata laptop lain yang brand non ODM atau brand bangsawan itu di harga range 10 sampai Rp juta. Sementara Axio Hype AI5 ini untuk yang varian 8256 itu di Rp8,5 juta. Kalau yang 16512 itu di Rp10 juta. Ya, di sisi lainnya menyenangkan karena kita bisa dapat prosesor kencang dengan harga yang relatif terjangkau. Tapi kan jadi cek curiga ya. Ibaratnya kayak makan nasi Padang, kita kuahnya rendang. Tapi karena rendangnya ini paling murah di antara restoran Padang yang lain, kita jadi curiga. Nah, ini rendang atau karet ban. Tapi sebenarnya kenapa brand lokal atau brand ODM itu bisa lebih terjangkau [musik] dibandingkan kompetitornya, alasan paling utamanya sih satu ya, karena dia enggak perlu RnD karena dia tinggal tempel logo aja. Cuman apakah dengan itu aja jadi lebih terjangkau? Enggak sih, karena mereka punya factory sendiri yang ada di Jakarta. Asio enggak cuman fokus bikin produk, tapi juga ikut kontribusi ke masyarakat lewat Axio Clash Program buat siapin para anak muda biar lebih bersaing di [musik] dunia industri. Kalau saya pribadi, asalkan garansinya jelas, harga terjangkau, terus speknya juga mirip-mirip, tuningannya mirip-mirip, saya pribadi ya enggak masalah. Karena Acu sendiri kan punya ADP atau accidental damage protection di tahun pertama, walaupun di seri-seri terjangkaunya. Cuman apakah itu yang dipangkas? Apakah cuman karena dia ODM? Hmm. Yuk, kita bahas. Kita lihat dari spesifikasinya dulu ya. Dari sisi prosesor dia pakai Intel Core Ultraf 5 125. Prosesor keluaran 2023 yang masih banyak dipakai di laptop keluaran 2024 atau 2025. Karena saking penginnya vendor-vendor laptop itu nekan harga biar kita enggak ngerasa eh laptopnya kemahalan nih. Tapi jujur saya kangen sama era-era zaman dulu sih ya. Ketika laptop 6 jutaan itu kita udah dapat Ryzen 6 6600H, RAM-nya 16 GB, storage 512 GB. Nah, sekarang udah enggak ada kayaknya karena efek dari AI, RAM pada lari ke AI. Jadi, selamat datang di era Rp8 jutaan. Kita dapat storage di 8256. Kedengarannya Rp98 GB 256 kayak dikit ya. Tapi kalau kita bandingkan dengan brand non ODM, brand bangsawan tadi, harganya kalian cek aja lah di marketplace pasti lebih mahal. Jadi kalau secara pricing si Axio ini sih tetap yang paling nekad harganya. Nah, tapi dengan harga yang dia jadi salah satu terjangkau ini apakah performanya ada beda? Kita coba lihat untuk storage-nya aja udah lumayan beda ya. Sturage-nya kita dapatnya yang NVMI Gen 3. Jadi speed-nya di 3.000-an Mbps, wet-nya 2000 Mbps. Terus yang kita bahas ini sayangnya yang 8 GB [musik] bukan yang 16 GB. Saran saya kalau misalkan kalian ada budgetnya langsung upgrade aja jadi 16 GB. Karena prosesor dual channel itu TDP-nya bisa naik lebih tinggi. Karena untuk yang varian 8 GB ini ya walaupun dia pakai Intel Core Ultra 5 125H sebenarnya prosesor ini range untuk Sinen Bench R23 itu di kisaran 12 sampai 14.000. Tapi di Axio Hype 5 AI ini ketika mode dicas single cor-nya dapat di 1634. Multicore-nya stabil di kisaran 9.000 sampai 9.400 poin. Itu mode dicas loh ya. Kalau enggak dicas dia bisa turun multior-nya itu di 8.000-an ribuan poin, single core-nya di 1600-an poin. Nah, kenapa bisa turun seperti itu? Seperti biasa, TDP-nya di limit karena laptop ini termasuk laptop tipis yang ringan dan pakai prosesor seri H. Nah, kalau kita lihat datanya di limitnya di berapa ketika Sinen Bench R23 ini ya, dia awalnya naik di 40 watt terus ditahan lagi di kisaran 25 watt ketika suhunya nyentuh di 100 derajat celcius terus dia spek-spek lagi di 90 derajat Celcius. Nah, contoh lain ketika kita coba untuk editing di Premiere Pro rendering dengan template yang memang bisa kita pakai, kita eksport ke 4K, dia selesai dalam waktu 8 menit 49 detik. Kalau full HD selesainya di 5 menit 49 detik. Nah, kalau kalian perhatikan di tabel TDP-nya itu dia mentok itu cuma di 24 watt dengan suhu yang dijaga di kisaran 75 sampai 80 derajat Celcius. Nah, di blender dengan template BMW, CPU rendernya selesai dalam waktu 4 menit 53 detik. GPU-nya selesai di ya mirip-mirip lah ya 4 menit 57 detik. Terus kalian coba perhatikan lagi chart-nya. Nah, tuh awal-awal dia bisa ngangkat di TDP itu 40 watt. Tapi setelah nyentuh 100 derajat celcius diturunin lagi biar ngejaga suhunya di 90 derajat Celcius dan akhirnya TDP-nya juga turun. Jadi kesimpulannya memang limitasinya di 25 watt. Padahal kalau kita ngomongin prosesor, prosesornya itu bisa sampai 45 sampai 50 wat untuk Intel Core Ultraf 5 255H. Ini tergantung coolingnya. Tapi memang sebenarnya laptop ini didesain buat kerja ringan ke medium lah ya. Bukan kerja berat-berat. Tapi kalau misalkan kalian gunakan hanya untuk kerja ringan contohnya Microsoft Office ya, kalian export PowerPoint 150 slide ke PDF cuman butuh sekitar 9 detik. Excel base data yang laret cuman butuh sekitar 51 detik. Nah, kalau dipakai buat gaming ini saya akan coba game-game yang benar-benar korbon ya, game yang butuh CPU banget. Kayak contohnya Dota 2, dia tembus di 100 FPS, average-nya di 54. Dropdropnya bisa sampai 48. Valoran maksimumnya bisa tembus di 134, dropdropnya di 92 fps. Nah, kalau kita lihat lagi dota dan juga Valoran TDP-nya itu cuma dibutuhin sekitar 20 watt dan ya temperaturnya jadi lebih adem dibandingkan itu. Kenapa di limit sebenarnya ini masuk ke bagian desainnya sih ya karena bobotnya itu cuman 1,25 kg dengan ketebalan enggak sampai 1,5 cent. Jadi memang switch spot-nya menurut saya di 25 watt ya. Analoginya gampangnya kayak misal kalian punya dapur di restoran bintang lima ya, tapi dapurnya itu kecil banget. Kan udara panas di dapur itu kan banyak ya. Kalau kalian enggak punya ekha atau enggak punya ruangan yang lebih gede. Jadi udara panasnya itu di situ terus yang akhirnya ya panas. Nah kalau misalkan laptop panas wah dan kalian laptopannya di paha ya paha kalian bisa jadi paha goreng crispy ya. Karena saking panasnya jadi 25 watt menurut saya emang yang paling oke lah karena kemarin kita juga ng-review laptop ODM lain pakai prosesor yang sama. di limitnya di 15 watt. Kalau 15 watt sih menurut saya agak keterlaluan ya. Kenapa enggak pakai seri U aja kalau misalkan cuman butuh di 15 wat? Nah, akhirnya karena si dapurnya kecil tadi makanya kompornya enggak boleh [musik] banyak-banyak. Power-nya enggak boleh banyak-banyak yang jadinya laptopnya jadi relatif dingin kalau misalkan kita pakai di laptop atau di meja. Karena suhu permukaannya tertinggi itu pas kita tes di 40,5 derajat celcius. Bagian keyboard dan juga tombol WASD itu di bawah 40 derajat Celcius. Jadi masih aman. Kalau soal tampilan sih ya kalau kalian ngerasa ada Jafu kok ada laptop lain kayak gini ya desainnya ya. Ya karena memang bearbon-nya itu ya AX Hype dari dulu kayak gini. Tapi saya suka sih ya simpel, elegan, minimalis jadi enggak malu-maluin gitu kalau misalkan dibawa ke CFE. [musik] Sekarang kita bahas layar. Karena layar ini penting karena ketika kalian main game terus capek tapi capek kalah ya pelariannya ke mana? Paling ya ke Entertainment, Netflix and Chill. Kalau enggak gitu paling ya lihat Iran versus US. Paling ya itu- ituu aja. Dan ketika kalian nonton pakai layar ini masih ok lah. Karena panelnya ini 14 inch dengan panelnya IPS. [musik] Karena ada loh ya brand yang non ODM Rp9 jutaan masih pakai penalty N. Wah itu penalty N Rp juta itu penalty end itu menurut saya harusnya udah dimusnahkan di 2026 ya. Udah enggak ada lagi penalty end gitu. Panel IPS ini bikin adem di mata. Tapi sayangnya kalau buat editing dia kurang cocok kalau kalian tipe yang kritis soal warna. Karena pas kita tes untuk sRGB-nya cuma di 68%, NTC-nya 48%, dan brightness-nya dapat di 381 [musik] Nit. Brightness sih sebenarnya oke, cuman ya sRGB-nya standarnya laptop yang harga R jutaan lalu lah. Dipakai nonton, baterainya juga lumayan awet. Kemarin pas saya coba untuk nonton beberapa trailer film YouTube 10 menit berkurangnya cuman 4%. Terus kalau dipakai untuk kerja Writing, Google Docs gitu cuman 3% 10 menit. Kalau untuk gaming lumayan ya. Gaming itu 10 menit berkurangnya 11%. Tapi kita udah tes PC Mark juga. PCA-nya dia tembus di 7 jam 27 detik. Kurang dikit lagi untuk nyentuh 8 jam. Karena kan biasanya orang kerja itu 8 jam ya. Kenapa ya? Karena TDP-nya itu tadi dinaikin di 25 watt dengan casing setipis ini dan kapasitas baterainya juga enggak terlalu gede. Sekarang kita masuk ke bagian yang bakalan sering kita sentuh. Apa itu keyboard? Jujur ngetik di sini tuh rasanya enak ya keyboard-nya. Enggak kerasa kayak [musik] lagi main tepak-tebakan. Oh, ini keyboard-nya pas ditekan itu nyantol enggak ya? Keinput enggak ya? Enggak. Jadi F ttilal-nya nyaman. Buat saya yang hobi ngetik script panjang lebar, wah keyboard ini masih manusiawi lah dan masih nyaman. Touchpad-nya juga proper. Jadi kalau misalkan suatu saat kalian kerja di cafe ketinggalan mouse, paling enggak kalau kalian pakai touchpad-nya ini ya bakalan masih ok lah walaupun tanpa mouse. Untuk kamera kira-kira seperti ini kualitasnya. Saran saya sih beli webcam eksternal aja ya. Tapi kalau misalkan dibutuhin dadakan sih dia udah ada NPU-nya. Jadi ada background effect, automatic framing, eye contact seperti biasa bisa dipakai cuman kualitasnya warnanya itu brightness-nya kurang, terus noise-nya banyak, terus ya skin tone kulit itu gini deh saran saya buat AIO. mungkin bisa jual juga webcam eksternal ya biar jadi harga bundling gitu sama Axio Hype biar lebih proper kalau kita meeting online. Kalau untuk konektivitas portnya enggak perlu bawa device tambahan lagi. Misal mau pakai dongle atau USB hub [musik] karena portnya udah lengkap. Di samping kiri itu ada HDMI, USBC 2, terus sebelah kanannya juga lumayan banyak. Yang absen itu cuman input RJ45 aja. Soal konektivitas yang wireless, WiFi-nya udah pakai WiFi 6. Provider di Indo [musik] itu masih pakai WiFi 5. Jadi masih aman kalau WiFi 6 belum WiFi 7. Terus Bluetooth-nya udah pakai Bluetooth yang versif power juga 5.2. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Axio Hype AI5 kali ini yang harganya pas video ini dibuat yaitu di Rp8,5 juta untuk yang 8256 R jutaan untuk yang 16512. Link pembeliannya seperti biasa di pojok kiri atau di deskripsi. Dan jujur di tahun 2026 ini untuk nyari laptop dengan prosesor IF 125 agak susah ya kalau di bawah 10 juta kecuali Aksio ibaratnya kayak nyari parkiran kosong di mall pas weekend susah banget. Dan pertanyaannya laptop ini cocok buat siapa? Yang pertama sih jelas mahasiswa atau budak corporate yang mobilitasnya itu tinggi, suka kerja pindah-pindah antar kafe ke kafe dan butuh laptop enteng yang enggak bikin pundaknya encok. Terus ya jelas AI enthusias karena dia Intel Core Ultra 5 ini udah punya tops. Jadi kalian bisa mainan stable diffusion atau Jaggerne. Terus buat yang kaum anti dongle ya karena portnya lumayan banyak karena biasanya kalau untuk laptop-laptop tipis portnya kan cuman dua. Nah ini lumayan banyak nilai plus lain dibanding brand lokal lainnya AXU ini punya 194 titik service center. Bahkan kalau dibanding sama brand Sultan lain Axio masih lebih banyak. Tapi kalau ditanya laptop ini enggak cocok buat siapa? Jelas untuk color critical editing yang suka ngedit profesional karena kan minimal harus 100% sRGB. Sementara Axio ini cuman punya 68%. [musik] Terus hardcore gamer yang butuh dedicated GPU dan butuh prosesor yang benar-benar enggak ada limit dan tapi kalian ya rela dengan laptopnya panas atau laptopnya lebih berat ya bukan laptop ini ya. Overallio Hype AI5 ini bukan laptop sempurna tapi dia jujur bisa kasih performa yang stabil [musik] walaupun bukannya performa asli dari Core A5-nya. Baterainya juga lumayan awet untuk ukuran prosesor seri H dan babotnya pun juga ringan. Enak kalau dibawa ke mana-mana. Cuman saran saya kalau misalkan kalian beli yang varian 8256, [musik] sparekkan budget lagi untuk upgrade RAM biar performanya bisa makin kencang. Sayaikudi and see you on the next video.
