Jeep Wrangler Rubicon 2025: Jeep Rp 2,5 Miliar (YouTube Video)
Ya udahlah, Jeep boros itu aja. Terus syir mobil ini rasanya gagah banget ya. Weh, let's go. Karena mobil ini benar-benar offroader sejati. Mobil ini bukan untuk e Anda yang suka melakukan manuver ekstrem di jalan tol. E, rank nyaman yang pernah ada. Jeep hadir kembali di Indonesia dengan membawa satu model andalan mereka, yaitu ini dia Wrangler J membawa trim yang paling tinggi dari Wranglernya, yaitu Rubicon. Dan pada kesempatan ini kami akan merasakan bagaimana kehebatan dari eh model andalan Jeep di medan offroad di sini dan juga akan mengetes bagaimana rasa berkendara dari mobil ini di jalanan perkotaan. Yes, memang kepegangan merek Jeep itu paling sering berpindah-pindah ya. Jadi kalau Anda ingat di tahun 90-an ketika ada masa itu namanya Jeep Cherokee di Indonesia itu didistribusikan oleh ee APM atau IU ya sebelum APM mungkin ya karena produksinya banyak untuk jerokee di Indonesia itu didistribusikan oleh PT Jakarta Motor Company itu tahun '90-an. Mereka e memasarkan waktu itu dua model eh tiga model maks. Ada Jeep Cherokee, ada Jeep Wrangler dan juga ada Jeep Grand Cherokee. Nah, berlanjut ke tahun 2008-an gitu ya, merek Jeep dipegang lagi oleh eh salah satu ATPM juga yang saat ini udah enggak ada di Indonesia mungkin ya, Garanindo. Jadi dia menghadirkan merek Jeep dan juga Fiat pada saat itu. Saat itu modelnya banyak. Ada Jeep Wrangler, kemudian ada Jeep Grand Cherokee, ada Jeep Kompas. Dan enggak lama setelah itu berpindah lagi ke e Dasuto. Itu sekitar berapa tahun dari 2020 sampai 2024an kalau enggak salah ya. Jadi 4 tahun dipegang oleh mereka. Mereka menghadirkan waktu itu sudah yang Wrangler J seperti ini tapi versi non facelift dan bukan versi Rubicon tapi cukup banyak model ditawarkan waktu itu ada Grand Cherokee dan juga Kompas. Nah, sekarang Jeep dipegang oleh Indomobil. Jadi eh mereka tuh jadi satu kesatuan gitu ya e FCA Fiat Clasher atau Mobile Stelantis. Jadi di Indonesia itu sepaket dengan Citroën. Jadi di Mander Citroin sekarang ada Jeep. Dan untuk saat ini saat video dibuat hanya ada satu model seperti ini yang dipasarkan mereka yaitu Wrangler Rubicon J. Wreng JL Rubicon. M saya Rubicon itu sekali lagi bukan nama mode dari mobil ini ya karena ini merupakan trim. Nama mode dari mobil ini adalah Wrangler. Jadi jangan salah ya di situ. Oke. Kemudian membahas soal Wrangler JL. Mobil ini pertama kali debut dunia pada tahun 2018 menggantikan eh pendahulunya yaitu Wrangler JK. Wrangler JK itu merupakan Wrangler pertama yang menggunakan format empat pintu ya. Jadi rank itu pertama kali ada YJ di tahun 90-an, kemudian ada TJ dua pintu, tapi memang ada yang karoseri beberapa jadi empat pintu. Tapi untuk versi produksi massalass pertama yang empat pintu adalah JK dan berlanjut di Wrangler J seperti ini. Lantas seperti apa penampilan mobil ini? Secara keseluruhan dengan sebelum facelift tidak ada perbedaan cup signifikan. Paling hanya permainan warna seperti di grill, di lampu, kemudian lampu sennya jadi seperti ini. Dan juga untuk yang versi 2025 seperti ini dia sudah menggunakan kaca Corning Gorilla Grass. Dan sekarang dia ada fitur radar adasnya. Oh ya, harganya mobil ini memang jika dibandingkan yang dipasarkan waktu itu oleh PT Das Auto ya memang harga cukup ee naiknya signifikan gitu. Jika sebelumnya itu di bawah R miliar sekarang dia harganya R2.389 juta atau nyaris 2,4. miliar. Kaki-kaki jika belum sebelum facelift tidak ada perbedaan. E semuanya masih sama. Jadi untuk gardan depan dia masih menggunakan eh solid axel ya, depan dan belakang itu HC Jeep banget. Ee apakah mobil nyaman? Nah, nanti kita akan tes karena di model ee salah satu model mobil Cina ya yang bentuknya mirip banget dengan ini yaitu Bike BJ40 itu bentuknya mirip tapi struktur kaki-kakinya beda. Jadi kalau di Bike BJ40 tuh dia menggunakan gardan depan independen sedangkan belakangnya solid. Kalau di mobil ini masih ee solid dan solid. Nah, kami pernah mengetes dulu yang eh versi non fac ya. Memang jika dibandingkan Wrangler JK dengan struktur suspensi macam ini untuk penggunaan dalam kota itu rasanya lebih jauh lebih masuk akal dibandingkan JK yang benar-benar rasanya tuh offroader sejati gitu ya. Kalau di mobil ini dia masih andal untuk offroad dan lebih masuk akal digunakan di dalam kota. Kemudian untuk tri Rubicon seperti ini, dia adalah versi yang paling siap offroad. Dia dilengkapi dengan ee ban berdiameter ring 17 dengan profil ban 25575. memang tidak cukup gede, tapi biasanya orang kalau membeli Wrangler tuh untuk offroad ya pasti dimodif sih e seperti suspensinya dinaikkan kemudian eh peleknya di peleknya sama tapi bannya dibesarkan agar menciptakan ground gear range yang lebih tinggi. Itu biasalah terjadi di pengguna Jeep Wrangler. Kemudian gardan depan dan gardan belakang dia dilengkapi dengan differential locker. Itu yang merupakan senjata utama dari Wrangler Rubicon ya. Dan eh sway bar itu bisa di e nonaktifkan untuk e Wrangler JL terbaru ini. Dan sekarang kita lihat bagian mesinnya ya. Kalau Anda ingat dengan debut dunia dari Rangler JL di tahun 2018 memang sedikit muncul kontroversi ya karena memang Jeep itu selalu ee menggunakan mesin yang kapasitasnya besar gitu dari zaman Wrangler tuh 4.000 cc. Kemudian di Rangler JK itu 3800 dan beralih ke 3600 cc formatnya V6 dan di JL ini karena mungkin ya terpentok oleh eh regulasi emisi gitu ya. Jadi sekarang mesinnya menjadi 2000 cc 4 silinder dan dilengkapi dengan turbo. Ya memang kalau secara gahar-gaharan mungkin tidak segahar yang versi V6, tapi mobil ini emisi pasti lebih baik dan tenaga mesinnya pasti tidak jauh berbeda dengan versi V6-nya ya karena dia dilengkapi dengan turbo. Nah, tenaga mesin 4 silinder 2000 cc ini menghasilkan tenaga sebesar 285 PS serta torsi 400 Nm yang digabungkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan. Lantas apakah dia irit? Nah, kami sudah mengetes di versi non facelift ya. Jadi kalau dibandingkan versi eh Rangler JK 3600 cc memang slightly lebih irit, tapi enggak irit-irit banget. Bukan seperti 2000 cc kebanyakan mobil-mobil ee modern gitu ya. Angkanya itu sekitar di 67 km/l gitu. Tapi memang ketika merasakan mobil ini nanti kita akan tes juga dia memang di set up-nya tuh bukan buat irit-iritan gitu. Mungkin dia setupnya high boost memang dipersiapkan untuk offroad. Jadi ya udahlah Jeep boros. itu wajar. Oke, ini untuk membuka tutupnya dia masih mekanikal semuanya masih menggunakan tongkat seperti ini, belum hidrolik. Oh ya enggak perlu dibanting saya lupa. Karena ini masih menggunakan kunci seperti ini. Ini HC jeep banget, jeep Rangler banget ini dari zaman CJ. Kemudian, nah ini ada kamera, tapi dia bukan kamera 360 ya. Dia hanya kamera depan dan kamera belakang karena dia enggak ada di kamera di spion. Tapi ini gunanya adalah untuk memandu Anda ketika offroad. Dan seperti ini bagian interiornya. Jadi dia memang kesannya tuh eh maskulin banget ya interiornya. Dipadukan dengan beberapa ornamen-ornamen yang membuat modern. Seperti yang pertama adalah ini nih eh head unitnya. Dia sudah pintar, dia full touch screen semuanya dan konektivitasnya pun lengkap. Apple CarPlay, Android Auto dan semuanya bisa wireless. Jadi meski dia terkesan ee mainly gitu ya, maskulin, tapi dia masih tetap up to date. Nah, ini juga unitnya menyenangkan. Ini responnya cepat, enggak ada lag-nya. Kemudian menunya juga cukup banyak di sini seperti ini nih ee di vehicle. Nah, ini banyak banget informasi offroad di bagian sini nih vehicle. Kemudian masuk ke dash sport offroad pages. Nah, jadi ini bisa ketahuan stering angle berapa, kemudian sway barnya connect atau tidak. T case-nya dia lagi lock atau tidak dan rear axel dan juga e front axel locker kelihatan di sini semua. Terus kemudian Goges, aksesor Goges ini lengkap sekali e informasinya mulai dari coolent temp, oil temp, oil pressure, transmission temp dan juga voltage dari aki. Kemudian ada derajat pitch and roll dan forward facing camera yang tadi saya sebutkan. Jadi kalau misalkan enggak kelihatan gitu bagian depannya ya tenang aja karena akan dipandu oleh kamera di sini. sayangnya memang dia tidak selengkap milik mobil Eropa ya. Waktu itu saya tes e GLC Mercedes-Benz GLC itu dia ada kamera yang menghadap ke bagian bawah padahal dia bukan mobil offroad ya udah enggak apa-apa. Ee kemudian juga altitude-nya ketahuan di sini berapa tapi sebenarnya informasi ini juga bisa ditampilkan di instrumen cluster digitalnya. Nah instrumen clustter digitalnya itu layarnya cukup besar tapi memang masih dipadukan dengan takometer dan juga speedometer yang berbentuk dial. Kita beralih ke instrumen custernya, informasinya juga lengkap di sini seperti speedometer. Kemudian navecal info yang tadi ada di sini bisa ditampilkan juga di instrumen customernya nih. Tuh coolent time segala macam. Offroad juga bisa ditampilkan di sini. Jadi kalau misalkan Anda malas gitu ya untuk memerogoh-rogoh head unitnya, nah bisa di co informasinya. Nah, adaptive cruise control dia juga ada karena mobilnya dilengkapi dengan fitur radar ADAS ya. Tapi perlu diingat bahwa ADAS-nya enggak terlalu lengkap. enggak seperti mobil-mobil yang modern gitu ya. Jadi dia sampai adaptif cruise control ada tapi dia tidak sampai ke low speed follow. Low speed follow bisa sampai berhenti, tapi karena dia dilengkapi dengan handbrake manual jadinya ee enggak bisa yang mengikuti benar-benar dimacet-macetan gitu ya. Jadi Anda harus mengaktifkan dan menonaktifkan secara manual. Nanti kita akan tes di impress berkendaranya. Terus juga dia tidak ada lan keeping assist. Jadi eh sampai di B spot monitoring ada P control udah itu sama emergency brake warning. Nah di bagian tengah ini ada power window has khasnya Rangler banget di bagian tengah sini ya power window bukan di bagian pintu. Nah di bagian bawah nih ada beberapa tombol nih. Ini off adalah untuk menonaktifkan e locker secara instan ya. Karena perlu diingat e locker itu tidak boleh digunakan di jalanan aspal. Jadi itu akan rentan ke asrodanya. Jadi memang menonaktifkan locker itu harus ketika Anda sudah offroad ya, selesai offroad gitu, Anda harus ingat locker tuh harus segera dimatikan agar ee asodnya tidak rusak. Kemudian e untuk mengaktifkannya ini nih front plus rear dan rear only bisa di sini ini offroad plus mode offroad plus dan juga sway bar ini untuk mendisconnect si sway bar-nya bagian sini. Kemudian ini ada AUX 1, AUX 2, AX 3, AX 4 adalah tombol untuk ketika misalkan Anda menambahkan aksesoris winch gitu ya. winch, kemudian lampu tembak, lampu lampu atap gitu ya. Nah, Anda bisa mengaktifkan di tombol sini nih. Jadi tidak perlu tombol tambahan ketika Anda melakukan modifikasi di sini. Untuk cover case-nya handbag manual dua buah cup holder dan untuk versi Rubicon seperti ini, dia joknya kulit seperti ini. Ada benang merah dan ada tulisan Rubicon Embos Rubicon di bagian tengah sini ya. Atap sama seperti pendahulunya juga dia bisa dibuka tutup tapi manual semuanya ya. Eh, kemudian posisi berkendara ya, Jeep memang comanding banget. Terus juga kalau di JL ini dia sangat-sangat ergonomis ya, benar-benar enak gitu. Terus mobil ini rasanya gagah banget ya. Weh, ya udah langsung aja deh kita tes karena sebenarnya sudah dibahas semua oleh Mas Fitra waktu itu ee fitur-fiturnya eh detail-detailnya. Nah, sekarang kita akan menguji kehebatan offroad ringan dari Jeep Rangler Rubicon GL ini. Oke, let's go. [Musik] Oke, kita langsung saja tes mobil ini di sirkuit yang biasa kami tes ya, yaitu ee sirkuit Pagedangan offroad yang berada di Tangerang Selatan dan kondisi ee jalannya hari ini tanahnya tuh kering ya. Jadi e totally kering. Lumpurnya dikit banget. Tapi sekalinya ada lumpur agak ekstrem. Jadi kayaknya kita akan tes artikulasi-artikulasi aja deh sama ya sedikit e mode berkendaraannya, mode cover case-nya segala macam. Oke, sekarang saya tuh berada di 4H part time dengan mode offroad plus ya, offroad plusnya. Jadi kalau di offroad plus dia traction control off dan dia langsung eh 4 high offroad plus active. Jadi dia enggak ada full time lagi part time plus offroad plus gitu ya. Jadi kalau di dia L dari part time langsung 4L. Jadi untuk mengaktifkan full time-nya tuh caranya gitu di offroad plus. Oke. Eh, soal suspensi ya. Suspensinya ini jujur nyaman loh untuk sebuah prangler. Jadi, e kita sudah mengetes juga di J. Jannya non fasif. Memang dia lebih nyaman dari mobil ini juga terasa nyaman. Oke, nih seperti misalkan kita lewati jalan seperti ini ya. Tuh, tuh. hitungannya sih nyaman loh untuk diajak offroad seperti ini. Tapi sebenarnya mobil offroad Jati itu bukan dihitung e nyaman apa enggaknya sih sebenarnya. Lebih ke arah artikulasi kayak gimana dari eh travel suspensinya ya. Nah, salah satu kelebihan dari Wrangler adalah dia menggunakan gardan solid axel untuk bagian depan dan bagian belakang yang menghasilkan travel suspensi yang hebat. Jadi rasanya sih kalau melewati jalanikulasi lumayan gitu ya, itu rasanya enggak akan jadi masalah di Rangler. Kalau kurang ya berarti lintasan terlalu ekstrem. Kemudian nah ketika travelnya masih dirasa kurang, nah Anda tinggal menonatifkan nih sway bar nih sbarnya nanti dia akan disconnect dan itu terasa e signifikan gitu. Swibar itu gunanya adalah untuk meningkatkan handling ya. Dan ketika swebarnya dinonakatifkan, handlingnya jadi berkurang. Tapi travel suspensinya lebih banyak karena dia tidak mengikat roda depan satu sama lain gitu. Tuh, terasa lebih empuk, terasa lebih membuai dan ketika melalui kayak gini ya jalanannya mulai rusak, dia terasa main gitu travelnya tuh. Ini teknologinya luar biasa memang nih Rler. Nah, tadi kan e saya sempat mencoba mobil ini ngebut dikit gitu ya, tapi dengan keadaan swebarnya disconnect. Nah, ketika Anda berjalan di atas 29 km/h, dia akan muncul notifikasi di sini nih. Eh, SWBAR disconnect drive below 29 km/h. Jadi, eh karena SW baret tidak diaktifkan, mobil ini akan menimbulkan efek limbungan berlebih karena tidak ada e sbar di bagian depannya, disconnect dia. Jadi ee ketika Anda berjalan kencang gitu ya di atas 30 km/h, baiknya SWnya diconnect lagi supaya handlingnya jadi lebih baik gitu. Nah, kita akan melalui jalan yang menanjak sekali ya dan kita menggunakan low gear. Low gear ini low banget rasionya nih. Benar tuh ini aja satu dia pindah gigi dua itu masih di kecepatan 5 km/h rpmudah 4.000. Oke, sekarang kita ini aja gas aja. Ini enggak digas di logarnya nanjak saking low-nya dia tuh. Weh, we mantap niemang. Jadi memang dia kalau dibandingkan JK sih jauh banget ya perbedaan for high-nya sama for low-nya. Oke, sekarang kita akan aktifkan satu fitur lagi yang harus dipadukan dengan eh gear for low yaitu heill deent control. Nah, caranya mudah. Masukkan ke forlow sudah di for low. Kemudian tinggal aktifkan head control. Jalankan. Kita gas dulu. Nah, dia akan melakukan pengereman dan dia benar-benar menahan speednya tuh ditahan banget. Ini benar-benar pelan banget tuh. Perlahan sekali turunnya. Beda sama di tank 300, tank 500 ya. Saya sudah tes dua-duanya. Dia memang dia set ada speed ditahan, ada speed ditahan. Kalau di mobil ini tuh benar-benar tuh. Wow. Jeep lah. Memang jagoannya offroad ya. Udah enggak perlu diagukan lagi. Kayak fitur-fitur gini aja tuh kerjanya luar biasa gitu. Oke, kita nonaktifkan lagi. Kemudian masuk ke for high karena jalannya datar ini. Tapi kita tetap di offroad plus ya. Sip. deh. Oke. Jeep Wrangler Jang secara overall ya, kemampuan offroad-nya luar biasa dengan fitur-fitur yang modern sebenar. Tapi sebenarnya masih ada beberapa heritage pada mobil ini yang di di tetap dipertahankan di Rangler GL. Salah satunya adalah transfer case masih manual, bukan electrical seperti misalkan Landver Defender atau mobil-mobil offroad modern lainnya ya. Tapi itu rasanya tidak menjadi masalah karena mobil ini benar-benar offroader sejati. Dan bayangkan, jadi kalau apa ya, e dia tuh lebih durable dibandingkan eh transfer case yang electrical gitu ya, kami menarnya seperti itu. Bayangkan. Jadi listrik itu lawannya adalah air kan. Nah, bayangkan ketika Anda melakukan offroad berat dengan salah satu mobil lah misalkan. Kemudian mobil itu harus menyelam ke lumpur atau air gitu ya. Dan kalau mobil itu terendam, ada kemungkinannya akan menyerang bagian electrical differential. Nah, kalau electrical kan rasanya tuh lebih gimana gitu ya. Nah, kalau manual seperti ini itu lebih less worry dibandingkan transfer case yang sudah electrical gitu. Nah, itu salah satu hal yang menurut kami nilai lebih dari sebuah chip gitu ya. Jadi mereka benar-benar mengerti how to offroad, offroad itu seperti apa. Jadi mereka benar-benar mempertahankan eh misalkan sepertin transfer cas manual, tapi menambahkan beberapa ee fitur-fitur pendukung seperti sway bar yang bisa didisconnect, kemudian tetap ada locker depan belakang dan ada juga fitur offroad plus. Jadi overall luar biasa. Apalagi dia ada kamera pembandu pemandu depan yang bisa melihat citra depan di dari layer head unit yang bisa misal enggak kelihatan dan juga Hill disonent control yang sangat baik kinerjanya luar biasa. Ketika menjalankan mobil ini di Jalan Aspal, DNA sebuah Jeep Wrangler masih sangat kental di mobil yang kami tes kali ini. Limbung, kurang terkontrol, wobel ya. Tapi itu itulah sebuah jeep. Jadi di Rangler JL ini memang masih terasa gitu ketika di jalan tuh kalau dilakukan manuver lumayan ekstrem gitu ya tu berasa tuh limbung lumayan banget. Kemudian setirnya tuh masih ada rasa kosongnya khas Jeep itu dari dulu saya nyetir Jeep tuh kayak gitu dari zaman CJ, YJ, TJ, JK dan DJ juga masih terasa. Tapi ini jauh lebih better dibandingkan eh Rangler JK ya 00 setirnya. Kemudian juga ya itulah yang menyenangkan dari sebuah jeep. Memang mobil ini bukan untuk ee Anda yang suka melakukan manuver ekstrem di jalan tol. Ee benar-benar Anda mengendarai mobil ini kalau di jalan tuh harus e ya seperti ini. Lurus aja enggak melakukan enggak ugal-ugalan lah istilahnya. Tapi ya kan kita sudah coba di offroad ya. Masalah suspensinya sih benar-benar enggak ada keluhan sama sekali. Nah, jika dibandingkan JK ini jauh lebih better juga lebih apa ya rasa itu lebih nyaman gitu mobilnya lebih tidak keras. Kalau untuk seukuran Jeep Rangler ini menurut saya suspensi sweet spot banget dan ini yang ternyaman e Rangler ternyaman yang pernah ada dari zamannya TJ kemudian juga JK dan ini yang terbaik untuk masalah suspensinya. Dari masa ke masa, Jeep Rangler memang memiliki level insulasi kabin yang memang tidak terlalu baik. Ya, karena mobil ini dilengkapi dengan atap yang bisa dibuka ya. Jadi rasanya kegedapan kabin itu enggak terlalu baik gitu. Tapi jika dibandingkan pendahulunya ya, yaitu generasi JK, ini rasanya jauh lebih improve. Kaca tuh dia. Oh, double glass. Karena dia sudah dilengkapi dengan double glass memang masih terdengar sedikit ke dalam kabin seperti sekitar saya ada truk-truk ya. Suara knalpot itu kedengaran gitu ke dalam kabin. Tapi ya sekali lagi itu khasnya Jeep. Karena di mana-mana mobil yang atapnya tidak fix yang seperti ini itu pasti tidak akan ee sebaik mobil yang atap fix gitu ya. Kemudian, nah yang menarik adalah mobil ini yang versi Rubicon itu dilengkapi dengan ban BF Bootridge MT eh ban materin atau ban yang e pacul. Kalau jalan tol memang deruan bannya tuh kedengaran gitu ke dalam kabin. Tapi enggak tahu dari bannya atau dari mobilnya ya, rasanya tuh druan bannya tuh enggak enggak yang berisik-berisik banget gitu. Kedengaran tuh baru di kecepatan ya 80 km/h. Tapi kalau untuk suukuran ban MT ini rasanya samar gitu ya. Cukup nyaman mengendari mobil ini sehari-hari di jalan perkotaan. Serius enak banget di mobil. Menggunakan mesin yang jauh lebih ringkas dibandingkan pendahulunya, apakah konsumsi bahan bakarnya juga jauh lebih irit? Yes, mesin 2000 cc 4 silinder yang saya sebutkan juga sebelumnya memang dia tidak irit untuk ukurannya. Jadi kalau di level 2000 cc 4 silinder tuh kita bisa temukan yang turbo ya, kita bisa temukan di mobil Eropa umumnya. Jadi di misalkan di X3 kemudian di Mercedes-Benz GLC yang SUV ya itu dia angkanya tuh bisa irit banget gitu di 20 km/l gitu ya untuk rot toolnya. Kemudian di jalanan perkotaan tuh bisa di angka 12. Nah, di Rangler J memang figurnya tidak terlalu irit. Untuk rute dalam kota dengan cepatan rata-rata 22 km/h, mobil ini berhasil mencatatkan angka 7,6 km/l. Dan untuk rute dalam kota eh rute tol maksud saya dengan kecepatan rata-rata 90 km/h, mobil ini berhasil meraih angka 11,7 km/l. Well, memang bukan eh figur teririt yang pernah ada ya. Tapi sepanjang sejarah Jeep Wrangler bermesin bensin, ini yang paling irit 2000 cc 4 sender ini ya 7 dan 11 bukan figur irit tapi ya ini jeep Rangler bensin yang teririt yang pernah ada. Untuk ukurannya udah irit banget ini untuk sebuah ee Je Rangler. Tapi untungnya di balik konsumsi yang nota bne kurang irit, mesin ini menyimpan performa yang menjanjikan. Nah, tapi untungnya dengan kondisi BBM yang bisa dikatakan enggak irit ya, dia masih mampu berperforma dengan baik. Jadi mesin 2000 cc 4 silinder turbo dengan tenaga 285 PS torsi 400 Nm. Mobil ini masih sanggup meraih angka akselerasi 0 sampai 100 km/h di angka 8,5 detik. Wih, itu kencang loh. Jadi memang ya Jeep bukannya tambah perhitungan juga ya. Jadi mereka itu mereduksi kapasitas mesin dari ee di JK itu ya 3.600 cc. Pentastar ya. Mesin pentastar 3.00 cc ee V6. Nah, ini jadi 2000 cc 4 silinder tapi turbo. Jadi kan kalau secara hitungan tuh 2000 cc turbo dikalikan 1,6 kalau turbo tuh ya. Ya, tenaganya kurang lebih sekitar 3.200 cc-an lah setaranya ya 3.200 cc na. Nah, mobil ini masih layak sekali. Jadi tenaganya sangat mumpuni bahkan dipakai offroad pun effortless. Dan di versi facelift ini, Jeep pun menyematkan fitur yang relevan dengan situasi kondisi jalan terkini. di mana semua mobil sudah dilengkapi dengan fitur kekinian semacam fitur radar ADAS. Dan mobil ini semakin masuk akal digunakan harian karena dia punya fitur radar ADAS. Yes. Jadi eh mobil ini like mobil modern fitur adasnya ya bukan yang paket lengkap tapi cukuplah karena dia punya blindful monitoring emergency braking assist sampai ke adaptive cruise control. Memang dia gak punya Ling Sis sih, tapi ya udahlah enggak masalah. Yang penting secara fitur e terupdate gitu ya rasanya untuk sebuah mobil modern dengan DNA-nya yang masih sangat jeep gitu ya, tapi punya fitur-fitur modern seperti ini tuh rasanya ya sangat masuk akal. Akan tetapi Jeep Rangler GL ini tidak luput dari beberapa kekurangan. Yang pertama adalah mobil ini di tanah kelahirannya adalah eh Sejatia dan setir kiri ya di Amerika Serikat. Dan ketika hadir di Indonesia dia harus mengikuti regulasi Indonesia which is di setir kanan. Nah, ada beberapa hal yang mengganggu seperti misalkan tuas handbreak itu terlalu jauh gitu lupa dipindahkan kayaknya ke setir kanan ke formasi kanan. Jadi lebih dekat dengan pengemudi. Ini lebih dekat dengan kursi penumpang. itu masih masalah e format setir kiri, setir kanan ya. Nah, untuk light chrom itu terasa juga lebih lega yang sebelah kiri kursi penumpang dibanding sebelah kanan. Ini sebelah kanan tuh agak sempit gitu karena mungkin di sini ada ini ya ada gearbox di bawahnya dan lebih lebar ke bagian kanan. Jadi rasanya tuh dinding channelnya tuh agak sempit gitu ban kanan sedangkan bagian kirinya lebih lega. Kemudian ada lagi kelemahannya yaitu soal spionnya. Spion ini keren sebenarnya udah bentuknya jeep banget masih kotak gitu ya. Tapi entah kenapa dia tidak dilengkapi dengan mekanisme pelipatan secara elektrikal dan untuk melipatnya itu berat banget emang. Kemudian yang ketiga adalah ini sebenarnya better dibandingkan Rangler JK yaitu soal radius putar. Radus putarnya sudah lebih kecil, tapi rasanya masih agak kurang lincah gitu loh. Masih agak agak kebesaran untuk e radius putar. Jadi mestinya bisa lebih kecil sedikit lagi supaya mobil ini bisa lebih lincah dibawa di perkotaan putar balik gitu ya. Tapi sekali lagi dia tidak separah Ror JK yang radius putar tuh benar-benar gede banget dengan harga hampir menyentuh Rp2,4 miliar dan melonjak jauh dibandingkan versi sebelumnya. Dan inilah kesimpulan kami terhadap Jeep Wrangler J facelift ini. Well, secara kesimpulan Jeep Wrangler ini masih sangat jeep sekali, kental sekali DNA Jeep Wranglernya di generasi terkini. memang ee dia harus mematuhi regulasi modern gitu ya, seperti misalkan emisi jadi karena mungkin 3.600 cc mesin yang lama itu tidak se baik emisinya di 2000 cc ini ya mereka mereduksi kapasitas mesin jadi 2000 cc tapi performanya tidak tidak terkorbankan gitu. Memang kalau misalkan Anda modifikasi ganti knalpot mungkin ya, ya mungkin memang raungan fisik tidak kedengaran lagi. Tapi percayalah performanya masih sangat terjaga masih sangat baik di 2000 cc pasiner ini. Kemudian desain, desainnya masih sangat ikonic, masih sangat keren, masih sangat masih sangat jeep sekali. Jadi kalau Anda e perhatikan ya, ada tiga mobil offroader yang terkenal di dunia, yaitu Jeep Rangler, kemudian ada Land Rover Defender, dan juga Mercedes-Benz G Class. Nah, Jeep Rangler dari dulu itu desainnya masih seperti ini aja gitu, enggak enggak banyak berubah. Kemudian Mercedes-Benz GK apalagi dari zaman tahun '79 sampai sekarang tuh bentuknya masih begitu aja. Tapi yang ada satu model offroader sejati yaitu Land Rover Defender. Dia tidak bisa lagi mempertahankan desainnya seperti itu. Karena eh gosipnya adalah dengan desain seperti itu keselamatannya kurang gitu faktor keselamatannya. Jadi mereka harus berevolusi ee berubah bentuk. keren ya sekarang, tapi dia tidak bisa mempertahankan desain yang iconic yang Defender dari zaman dulu itu dari zaman series 1, series 2, series 3 dan Defender. Nah, Jeep Rangler ini dia keren dengan mempertahankan desain yang seperti ini, dia masih lulus ee semua standar equipment, semua standar regulasi gitu ya dari sisi keselamatan. Dan yang keren juga di JL ini dia dilengkapi dengan airbag yang banyak. Salah satu di sini. Jadi di sini ada airbag. Jadi kalau di JK itu dia enggak ada airbag di bagian rollbarnya ini. Ini mungkin yang bisa menunjang faktor keselamatan dari mobil ini. Oke, overall mobil ini memang hadir dengan fitur-fitur yang cukup banyak dibandingkan sebelum facelift dan fitur tersebut sangat-sangat relate dengan e mobil modern terkini, namun dibalut dengan desain yang ikonic. Memang salah satu apa ya pro and cons dari mobil ini adalah harga jualnya yang e cukup tinggi yaitu du389 miliar atau hampir 2,4 miliar. Oke, jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap Jeep Wrangler J Rubicon 2025. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga ke website kami di www.otodriver.com autodriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksi video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.
