Jungkat

JELEK tapi ENAK | Unboxing ROG Xbox Ally X Indonesia (YouTube Video)

  • 20/10/2025

Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Di hadapan kita bersama sudah ada ROG Xbox LX ini yang kemarin habis masa-masa preorder. Gua pun ikutan PO dan sudah datang barangnya. Sebenarnya udah datang beberapa hari kemarin. Cuman karena gua lagi kurang sehat. Sampai sekarang pun sebenarnya masih kurang fit. E tapi enggak apa-apa kita bikinin videonya impression singkatnya aja. Ya, jadi ini adalah device atau handheld terbaru kerja sama ROG ya, Asus ROG dengan eh Microsoft Xbox nih sudah sampai resmi di Indonesia ini harganya kemarin gua beli pas PO itu sekitar Rp14 juta ya termasuk ee cukup ini ya cukup okelah untuk harganya ni boksnya seperti ini warna hitam cukup besar ya kotak persegi panjang ada silet eh device-nya seperti ini. Ada logo ROG, ada logo Xbox-nya dan di sini ada tulisan ROG Xbox Lx. BTW, ini cuman ada satu versi aja yang warna kalau LX ini warna hitam. Dia ee kapasitasnya 24 GB untuk RAM-nya dan storage-nya di 1 TB. Sedangkan yang warna putih ada juga itu harganya Rp9 jutaan yang pakai AMD Ryzen Z2 E kalau enggak salah. Kalau yang ini Z2 Extreme. Nah, jadi penampakannya seperti ini, simpel aja. Nah, yang akan kita dapatkan di dalam boknya adalah dudukannya terbuat dari karton seperti ini. Kemudian ada chargeran. Nah, yang esensial cuman dua device ini aja. Dua dua apa namanya? Perintilan ini aja yang chargernya ini dayanya 65 watt dan bentuknya itu kayak chargeran laptop ya. Menurut gua ini kurang efisien. Kenapa? Karena kan namanya handheld suka dibawa-bawa pergi. Kalau kita bawa yang kayak gini agak-agak ribet. Walaupun memang size-nya kecil gitu. Tapi lebih enak kan ya kita pakai batok casan yang buat handphone. Itu kan sekarang udah banyak yang third party yang dayya 65 watt bahkan sampai 100 watt ke atas. Nah, ini teman-teman ya untuk penampakan device-nya ROG Xbox Al X ini adalah device yang secara look menurut gua enggak terlalu menarik-menarik amat ya. Kalau sejujurnya gua pribadi lebih suka desain yang like yang biasa ya, yang tidak ada pegangan seperti ini. Tapi in terms of handling ini jauh lebih nyaman. Bahkan ini bisa dibilang salah satu yang ternyaman. Gua sendiri kan kemarin udah sempat pakai sekitar seharian ya full gua pakai buat ee main ini sambil telentang di atas kasur gitu ya. kita main tiduran gitu, itu tetap enak dan gripnya kalau kita pegang satu tangan pun ini masih PD gitu ya. Misalkan kita satu tangan kita mau pakai buat ngambil apa atau minum atau makan gitu ya. Megang device-nya gini ya satu tangan ini masih enak. Sementara kalau device yang seperti biasanya yang enggak ada gripnya kayak gini itu e lebih riskan jatuh. Kalau ini kita masih enaklah megangnya itu enggak terlalu berat ya, enggak terlalu beda jauh lah ya. Sekitar 700-an gram aja. Layarnya juga masih sama dia di 7 inci. Ini adalah satu-satu handheld dengan grip dengan handling terbaik. Nah, untuk bagian belakang desainnya juga 111 ya gitu. Masih mengambil e ciri khasnya si X tuh ya, Teman-teman bisa lihat. Nah, untuk bagian gripnya belakangnya ini ada teksturnya nih sebenarnya tuh kalau gua pegang tuh kayak gitu ya teksturnya. Jadi ini bikin e enggak licin di tangan. Di bagian atas nih, sini ada tombol power ini sekaligus jadi sensor fingerprint. Kemudian ada ee jack audio, terus ada slot micro SD. Ini gua belum coba. Mudah-mudahan sih harusnya udah aman. Enggak mungkin enggak aman. Bodoh sekali kalau sampai mengulang saran yang sama. Kemudian ini tombol volume, indikator, ada dua lampu indikator, ada port USB C ada dua ya. Yang mana yang satu ini yang super high speed-nya 40 GBPS yang sebelah kiri. Terus ada lubang ventilasi di tengah atas, di kanan, dan juga di sebelah kiri. Nah, ini layout-nya sedikit berubah untuk tombol-tombol shortcut. Di sini ada dua tombol kecil di sebelah kanan, ada dua tombol kecil di sebelah kiri, dan ada sedikit tombol yang sedang dengan logo Xbox di sebelah kiri. Kemudian speaker ini front facing ya, ada di kiri dan kanan e dual stereo. Kemudian untuk di pad-nya, nah ini yang menurut gua agak sedikit berbeda. Ini ada mungkin ya menurut gua penurunan dibanding X yang sebelumnya karena ee berasanya itu kayak kurang mewah gitu. Kayak feel-nya itu chip. Satu-satunya yang berasa kurang mewah ya tombol di pad-nya ini aja. Desainnya juga kurang enak dilihat gitu. Tapi kalau dipencet sih so far so good aja sih. Enggak ada masalah. Sekarang waktunya kita coba nyalain. Nah, yang gua suka adalah ini kan dia pakai Windows 11 ya dan sudah pakai Xbox full experience bawaannya. Namanya juga kerja sama dengan eh si Xbox. Nah, yang gua notice adalah ketika gua matiin slip ya, bukan shutdown gua slip ini power efficiency-nya nih bagus. Baterainya sendiri ada di 80 watt hour sama kurang lebih kayak di LX yang sebelumnya. Jadi baterainya ini salah satu yang terbadak. Walaupun layarnya 7 inci, tapi baterainya awet. Ini yang dulu aja 2 jam, 3 jam kalau main game-game enteng itu bisa 4 jam ke atas. Nah, ini kalau kita pakai slip dari semalam ya, dari jam .00 malam gua slip sampai dengan tadi pagi gua nyalain itu cuman berkurang 3% aja. Jadi efisiensi baterainya tuh oke banget. Dan ketika gua nyalain lagi, semalam gua main Mortal Kombat One, barusan nih gua nyalain lagi gameennya masih jalan gitu, masih aktif. kecuali memang yang game-game tertentu yang memang khusus online, dia akan minta reconnect. Nah, ini adalah tampilan dari Xbox full experience. Jadi, ya sebenarnya kayak kita ngelihat interface ee aplikasi Xbox aja seperti biasa gitu ya, enggak kayak Steam OS jauh masih lebih enak Steam OS. Cuma bedanya apa? Bedanya kalau di sini kita bisa dapat stream langsung tampilan game-game yang sudah kita install ataupun game-game yang belum kita install, yang mau kita beli segala macam langsung nongol di sini. Nah, gua belum coba untuk game kayak Epic, kayak EA, Ubisoft itu apakah bisa nge-stream langsung di sini. Tapi kalau untuk Steam ini semua yang gua install adalah game Steam ya. So far gua baru install ada tiga, ada Mortal Kombat One, Mafia Old Country, dan Chronos The New Down. Ini semuanya langsung setelah gua install dari Steam langsung nongol di depan nih, di paling depan di Xbox full experience-nya. Tampilannya sebenarnya segini aja ya, kurang lebih mirip-mirip. Nah, menariknya adalah ini kan gua udah install Steam. Kalau gua pencet tombol Xbox ya yang kiri, by default ini malah masuknya ke Steam OS big picture gitu ya. Padahal tombolnya tombol Xbox, tapi bukan masuk ke aplikasi Xbox, malahan masuk ke aplikasi Steam. Kalau yang sebelah kanan atas ini baru masuk ke aplikasi Xbox. Terus kalau misalkan kita mau ke Windows, seperti biasa kita swipe aja. Di sini langsung ada pilihannya tuh ya. Di sini Xbox full Experience. yang sebelah kanan Windows Desktop kita pilih. Nah, tampilannya jadi seperti ini. Nah, sekarang kita coba untuk main game. Nah, ini yang udah gua install gameennya ada Chronos, Mafia, sama Mortal Kombat One. Nah, untuk game Chronos ini gua pakai resolusi 1600* 900 FSR 3.1 di settingan balance. Kemudian preset grafisnya di medium dengan TDP 25 wattnya naik ke 70 derajat 71. Sekarang 72 derajat dengan frame rate-nya ada di kisaran 40-an, sekarang dapat 50 tuh. Ya, ini ini udah enak sih hitungannya. Ini playable banget ya. Apalagi kalau kita turunin lagi ke 720 gambar masih oke, frame rate juga harusnya akan lebih tinggi lagi. Game yang kedua ini Mafio Old Country dengan resolusi 900p. Gua juga pakai FSR Balance. Terus grafiknya presetnya sama di medium ini di chapter ketiga ya. E dapat di luar ruangan nih dapat 60-an FPS. Wah mantap sih ya. Tapi memang ini gua pakai 25 watt ya TDP-nya. Suhunya tuh dia ada di 70. Jadi jadi menurut gua masih termasuk oke banget bisa ditahan di bawah 80 derajat celcius. Grafisnya teman-teman bisa lihat ya. Enak. Nah, terakhir untuk game Mortal Kombat One. Di sini gua pakai. Oke, ini masih dengan TDP 25 watt. Wah, ini lancar banget. Gambarnya juga oke. Suhu masih sama ya. Frame rate-nya ada di 50-an. Dan yang sebenarnya selain ee performanya sudah makin oke, yang perlu dinotice juga sebenarnya adalah ini ya speaker nih teman-teman bisa dengar ya, ini dengan volume 40% aja kalau kita main di kamar misalkan gitu ya, main sendiri itu udah berasa mantap banget ya. Apalagi kalau teman-teman pakai di atas 50%. Memang dari dulu ROG Ali ini unggulnya itu di speaker salah satu yang paling the best lah. Nah, ini masih dipertahankan di ee Xbox L X ini ya. Ini gua pakai 70% ya. Gokil sih separasinya kiri kanan itu bahkan dari ee jarak yang ya enggak terlalu dekat-dekat banget ya ini berasa gitu. Yang kiri keluar ke kuping kiri, yang kanan masuk ke kuping kanan. itu ya. Benar-benar enak banget ya sensasinya itu [Musik] dan suaranya itu juga enggak cuman kencang, dia juga benar-benar berbobot gitu ya. Bulat, rich banget. Jadi puaslah dari visual oke, dari suara oke. Menurut gua ini adalah device yang handheld yang oke banget. Apalagi harganya juga enggak terlalu ya mahal-mahal banget ya. Enggak tahu kalau sekarang, tapi kemarin di PO masa-masa PO itu kan harganya Rp14 juta ya dengan build quality yang oke gitu ya. Ya intinya menurut gua ini salah satu handheld yang layak banget dipertimbangkan. Apalagi si Xbox LX ini juga dia sudah kompatibel dengan Bezide OS. Jadi kalau teman-teman seandainya e pengin pakai dual boot, ganti SSD yang gedean terus dual boot Windows dan juga Bezide OS itu juga bisa fungsi-fungsinya aman. Eh, mungkin nanti gak tahu sih ya ke depannya gua akan pakai coba BZ atau enggak, tapi yang jelas di Xbox experience ini enggak terlalu yang signifikan-signifikan banget, tapi setidaknya memberikan pengalaman yang lebih ok lah. Karena kan misalkan kita habis main kayak gini, kita mau balik, tinggal pencet tombol yang kanan tuh langsung masuk ke sini. Jadi, ya intinya enggak seribet sebelum-sebelumnya. Apalagi kalau misalkan ee mode slip ya kayak yang dulu ya di device-device sebelumnya apapun itu kayak sering macet gitu ya setelah kita bangunin si device-nya enggak bisa lanjut main game. Sedangkan ini kita bisa lanjut main game dengan ee nyaman tuh seperti ini lebih responsif dah gitu. Mantap.

Lihat di YouTube