Jetour X20e 2025: Mungil Tapi Kabin Lega (YouTube Video)
Mobil ini sebenarnya belum ada di luar Cina ya, tapi sudah ada format sir kanannya dan chargernya sudah CCS2. Surprisingly, ini cukup cukup spesi loh untuk eh hatchback kali ini hitungannya ya. Hatchback EV dengan panjang 3,7 m. Ini mobil rasanya udah siap masuk ya. [Musik] Jika digias fokus eh konsumen mungkin ya calon konsumen ada pada mobil listrik terbarunya dari BYD yaitu Attawan. Nah, di belakang saya sudah ada calon pesaingnya BD Attawan di Indonesia. Dia mungil, dia kompact dan dia adalah sebuah mobil listrik. Yes, ini dia Jetour X20E. Mobil ini belum diluncurkan secara resmi, belum ada harga jualnya, masih diperkenalkan. Dan ee pihak Jitur ee mengklaim bahwa mereka ingin melihat responsar dulu seperti apa tentang mobil ini di Indonesia. Lantas seperti apa mobilnya? Oke, Jour S70E ini memang memiliki dimensi yang e sebenarnya tengah-tengah ya. Dia lebih kecil sedikit dibandingkan BYD Atan, tapi dia fasinya lebih besar dibandingkan walling REV. Kemudian juga Finfast VF3. Panjang mobil ini mencapai 3,7 m. Dan bisa dilihat ya, jet e X20 ini memiliki e warna yang cukup menarik. Ungu, menarik perhatian dan dia e terkesan imut cute gitu ya. Kemudian ee kita lihat desain terlebih dahulu di bagian depan ya. Seperti ini desainnya. E overall dia cukup modern sebagai sebuah mobil listrik. Tidak ada gril hasilnya mobil listrik. Kemudian lampu seperti ini sudah LED dan juga di bagian bawah ada sedikit eh lubang angin untuk mendinginkan motorik dan juga controller yang ada di mobil ini. Kemudian kita ke bagian sampingnya dan seperti ini tampak sampingnya nih. Tangan saya saya lapangkan seperti ini ya. Jadi 3,7 m kurang lebih besarnya seperti ini mobil ini. Kemudian nah desainnya juga seperti ini. Mengotak mengotak jadi enggak terlalu membulat, enggak terlalu mengotak ya. dan juga peleg ya dia proper sebenarnya dia menggunakan peleg e ring 15 inci yang dibalut dengan ban profil 19565 tapi memang dia masih menggunakan pelek kaleng dan ditutup dengan dop. Kemudian ya ada yang sedikit menarik dari mobil ini karena kalau dilihat dari samping mobil ini agak nungging gitu ya. Agak nungging ke bagian depan. Nanti kayak ee saya akan cek bagaimana soal ee setup profil dari suspensinya. Apakah dia empuk? Mungkin karena e dia ada motor listrik bagian depan, jadi e otomatis dia agak nungging ya. Sekarang kita lihat bagian cup motor listriknya. Apakah dia ada front trang atau langsung terekspos motor listrik serta controller unitnya. Nah, seperti ini yang ada di balik kapot listriknya. Benar-benar tkspos ya. Ini langsung controller unit terus motor listriknya ada di bagian bawah enggak ada front trang sama sekali. Untuk spesifikasi memang belum diketahui untuk pasar Indonesia. Tapi jika merujuk dari pasar Tiongkok itu ada dua baterai yang ditawarkan. Ada yang 28,5 kWh dengan jarak tempuh 300 km 305 km menurut saya. Kemudian ada juga yang 39,3 kWh dengan jarak tempuh mencapai 405 km menurut CLTC. Nah, sebenarnya spek tersebut di atas kertas lebih wow jika dibandingkan BYD Atowan yang dia memiliki range 38 km serta ukuran baterai yang lebih kecil. Tapi menurut JTour mereka mengklaim bahwa jika mobil ini nantinya masuk Indonesia spesifikasinya akan disesuaikan lagi untuk pasar Indonesia. Tidak akan plek ketipplek dengan sama dengan e versi Tiongkok. Dan motor listriknya sendiri memiliki tenaga sebesar 53 horsepow serta torsis 110 Nm. mengalirkan semua tenaganya ke roda depan karena motor sikit depan saja. Kemudian untuk port charging-nya ini menarik. Mobil ini sebenarnya belum ada di luar Cina ya, tapi sudah ada format sir kanannya dan chargernya sudah CCS2 tampaknya siap untuk masuk Indonesia. Dan bagian belakangnya seperti ini. Desainnya ee mel rata gitu ya. landai rata, enggak ada banyak petahan-patahan, enggak banyak tukan-tukukan dan di bagian belakang dia tidak ada elemen pemanas kaca, tidak ada wiper, kemudian di belum jet besar X20 di sini lampu LED tapi tidak menyambung seperti mobil modern kebanyakan. Ya, secara overall memang soal desainnya dia lebih sederhana, lebih simpel jika dibandingkan BYD Atowan ya yang benar-benar tuh dia lukannya banyak kemudian kayak terinspirasi dari mobil apa gitu ya. Ya, secara overall desain mobil ini memang tampak lebih simpel, lebih sederhana jika dibandingkan dengan pesaing utamanya nanti, yaitu BYD atauan yang banyak lukan-lukannya. Kemudian e bagian depannya terasa tuh mirip mobil apa. Kalau ini enggak plain aja straight e desain yang cukup original di mobil ini. Kemudian juga di bagian sini ya ini ada pilar C yang tidak ada kacanya. Ada aksen seperti ini dan ada MJ tour di bagian sini. Serta untuk door handle dia menggunakan eh hidden seperti itu ya. Jadi di kci dia akan menutup. Nah, itu banyak ditemukan di mobil Cina. Dan salah satu model yang sudah menggunakan desain seperti ini adalah jetur dashing. Dan untuk bagasinya ini agak tricky nih, karena kita enggak tahu tata bukan tengah bukanya tengah tuh kayak kamera mundur. Ini lampu plat nomer. Nah, ada di sini nih. Tuh, manual. Kemudian enteng juga ya bagasinya. Kemudian bagasi untuk mobil seukuran ini ya cukup besar sih, tapi memang lebih besar BYD atau one dan untuk bagian bawahnya ada sedikit tempat penyimpanan tapi enggak besar sih. Dan dia tidak ada partisi apa-apa kayak ini bahannya bahan ee seperti sterofor gitu ya. Serofor keras. Kemudian coba kita lipat bangkunya. Joker C2-nya dia bisa dilipat 16040 kalau misalkan Anda bawa barang yang banyak gitu ya. Memang tidak rata dengan lantai, tapi at least Anda bisa membawa barang besar dengan melipat bangku baris keduanya. Dan ini dia baris keduanya. Ini jok sudah saya sesuaikan dengan posisi berkendara saya ya. Tinggi saya 170 cm. Surprisingly, ini cukup cukup spacy loh untuk eh hatchback kali ini hitungannya ya. Hatchback EV dengan panjang 3,7 m. Ini bisa dilihat masih ada ruang kaki saya tersisa cukup baik tuh. Wah, nice. Kemudian headro juga leluasa karena memang dia desainnya bukan yang dibikin landai gitu atapnya ya. Benar-benar desainnya tuh tegak-tegak. Jadi, ya mungkin ini yang dihasilkan ruangan kabin yang cukup leluasa dan juga dia ada channel sedikit tapi channelnya tidak mengganggu gitu loh. Tuh, enak duduk belakangnya. Tapi memang yang terasa ketegakan kursinya. Jadi memang enggak bisa diatur cuma segini saja. Tingkat kerebahan kursinya. Jadi ya ee agak terlalu tegak sih sebenarnya, tapi ya enggak masalah. Yang penting kakinya tuh lapang loh ini hitungannya. Dan untuk bagian tengah enggak ada apa-apa, benar-benar kosong tengah aja. Kemudian di bagian tengah jok juga tidak ada e amres, tidak ada cup holder. Cup holder hanya ada di bagian depan. Di bagian tim juga tidak ada cup holder sama sekali. Oke, sekarang kita lihat bagian depannya. Apakah fitur-fitur yang menarik? Ini dia bagian depannya. Memang dia kesannya tuh lebih mirip dengan Woling Bingo ya, kecil-kecilnya. Kalau dibandingkan dengan atan tuh atuan lebih ee lebih besar dalam memang terasanya di mobil ini. Tapi cukup proper juga si sebenarnya untuk Tikiis yang 170 cm untuk menyetirnya tuh enak juga. Kemudian dashboard tuh rendah. Ee blind spotnya cukup minim. Meski pilar A ukurannya cukup besar ya, tapi terasa comanding dan enak gitu untuk visibilitasnya. Kemudian untuk dashboard bahan sendiri ya pasti keras lah pasti pas masih keras pasti keras ada soft touch di bagian sini aja nih di bagian eh bagangan door trim dan juga oh ya jok bagian depan maupun bagian belakang dia dilengkapi dengan e material fabrik seperti ini ya jok bisa diturunin ternyata nual sih tapi enggak apa-apa ini jadi. Nah, ini enak nih baru nih untuk wah fleksibel juga nih. Lumayan tuh. Wah, wah enak enak enak. Overall ini lebih enak daripada bingo EV ya posisi internetnya. Nanti saya akan bahas. Kita lihat apa aja dulu yang ada di sini. Yang Suster seperti ini nih digital tapi digital yang enggak high definition yang biasa aja tapi informasi cukup banyak. Range baterai, kemudian power berapa persen odometer dan juga konsumsi energinya. Kemudian juga sistem entertainment-nya. Enggak terlalu besar, tapi rasanya ini cukup bagus gitu ya. Cukup enggak enggak nge-lag tuh. Power bisa diganti. Terus juga informasi yang disampaikan cukup banyak. Ada Bluetooth, ada Apple CarPlay, dan juga Android Auto. Wow. Terus juga AC diatur. AC tuh ada dua ya. Bisa diatur dari sini, bisa diatur juga dari sini untuk anginnya. Tapi untuk suhu tampaknya harus dari sini nih ya. Suhunya single zone dan harus dari e sistem entertainment-nya. Tingkat terang Bluetooth, Wii. Nah, mode berkendaranya ada nyaman. Nyaman tuh apa ya? Comfort, hemat energi atau eko. Dan ada juga mode olahraga, mode sport. Ini mobil rasanya udah siap masuk Indonesia ya karena udah bahasa Indonesia di sininya. Dan ada auto hold juga ya. Tapi informasi kebanyakan di sistem instrumen custernya bukan di sisi di entertainmentnya. Ada ESC off, kemudian electric parking brake, trailer mode, driving mode-nya, terus ada juga bisa diatur nih untuk pengereman regen backing-nya ada tiga step. Nah, di sini ada beberapa tombol. Ada round view monitor. Wih, ada kamera 360-nya. sini ada tempat penyimpanan, ada soket 12 volt dan ada USB type A dan juga type C. Wah, nice. Ada tempat penyemaran lagi di bagian sini. Tempat penyemaran banyak dan di bagian tengah ini kosong. Ini ada dua buah cup holder, ada tempat penyimpanan dan ada tempat penyamanan lagi di bagian sini. Dashboardnya sih desainnya simpel memang bukan yang terkesan mahal tapi okelah. Ini juga asennya sama tuh kayak di pilar ya. Asan yang kayak bagi gini nih ada warna gold seperti ini, ada warna putihnya. Kemudian juga ini bukan seperti mobil Tiongkok kebanyakan ya, mobil listrik. Jadi biasanya pegang kunci masuk injak rem tuh bisa nyala koinnya. Ada start to button di bagian sini dan wah saya ngetir tidak bisa diatur ya. Ee benar-benar fix seperti ini. Enggak bisa tilt, enggak bisa teleskopik. Enggak enggak ada benar-benar gini aja. Tapi untuk setir-sendiri sih ada beberapa tombol nih. Ini untuk mengatur volume untuk next track, backtrack. Tapi overall ya okelah ini dibanding Bingo EV sih saya lebih suka nyetir ini untuk tinggi yang di atas 175 cm ya. ini rasanya e lebih proper dibandingkan Bingu EV dan juga di bagian kanan ya biasa untuk mengatur apa spion ketinggian headlamp dan juga yang cukup spesial adalah mobil ini power window dan empat-empatnya sudah auto turun dan auto naik Bagi kesimpulan memang e kalau melihat JTour X20E ini ya kalau nanti dirilis di Indonesia harusnya harusnya dia bisa lebih murah dibandingkan BYD atauan. Jadi mungkin perkiraannya masuk harganya tuh start from R175 juta sampai R15 juta. Nah, setuju enggak kalau kayak gitu? Tapi overall mobil ini oke, mobil ini proper dan dia siap bersaing dengan Atowan dan juga Bingo EV di Indonesia dan dia terasa lebih proper, lebih sense untuk digunakan harian jika dibandingkan dengan RV ataupun FinFast VF3 yang hanya dua pintu. Nah, jadi begitulah hasil video first impression kami terhadap JTour X20E. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila Anda belum dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Main-main juga website kami di ww.otodriver.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menaskan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.
