Juara Kamera Selfie | REVIEW Huawei Nova 13 Pro (YouTube Video)
Huawei kayaknya makin serius nih untuk masukin smartphone mereka resmi di Indonesia. Habis kemarin-kemarin kita lihat ada yang flagship Mate XT, ada smartphone lipat mereka Mate X6 juga. Nah, sekarang ada mid range, yaitu ini dia Huawei Nova 13 Pro. [Musik] Halo, apa kabar semuanya? Bagi dengan Puter di Project Review. Langsung aja hari ini saya pengin ngomongin ini dia si Huawei Nova 13 Pro. Smartphone kelas mid range tapi dia ngebawa fitur-fitur dari smartphone kelas flagship-nya. Jadi buat yang udah nungguin Wow Indonesia ngerilis smartphone yang enggak flagship terus-terusan. Nah ini nih bisa dicoba. Hat dari smartphone ini sebenarnya ada di bagian kameranya, tapi dia agak unik karena kamera depannya. Soalnya ini ya kalau kita lihat smartphone zaman sekarang kan biasanya kamera belakang, kamera belakang. Nah, Huawei di sini kayak pengin mengedepankan atau ngangkat kamera depannya. Totalitas langsung bisa kita lihat dari kameranya. Enggak cuma satu, tapi dipasang dua kamera depan. Makanya dibilang Huawei Super selfie. Satunya itu 60 megap ultra wide autofokus kamera dan satunya adalah 8 megap closeup portrait camera. Untuk kamera belakang sebenarnya sama sekali enggak ditinggalin sama Huawei. Tapi sedikit aja nih sebelum masuk ke speknya. Saya suka sama bentuk kameranya. Cakep banget. Apalagi di sekitar kamera tuh ada kayak tulisan Nova Nova gitu. Jadi kayak detail-detail kecil yang bikin desainnya jadi lebih menarik. Untuk setupnya di bagian belakang ini adalah triple camera. Lensa utamanya 50 megapel, punya aperture besar di F1.4 dan masih lengkap banget dengan fitur variable aperture yang sebelumnya lebih akrab dengan versi flagship ya. Kita temukan di Pura, di Mid XT, Mate X6 ya. Ada variabel aperture di sini juga ada. Terus untuk lensa ultrawide-nya di sini ada 8 megapel dan lensa telefoto itu 12 megapel dengan jarak optikal 3X dan udah ada OIS-nya. Untuk perkaman resolusi maksimalnya ada di 4K dan ini bisa dipakai di semua lensa dari yang di belakang, di depan, ultrawide, tele, semuanya bisa. Sebelum ngomongin soal hasil, saya pengin nunjukin dulu nih untuk UI kamera depannya ya. karena memang agak beda. Di sini Huawei ngasih empat pilihan fokal leng kamera depan, bukan kamera belakang. Standarnya udah pasti 1X ini di 26 mm. Habis itu ada 0,8 di sini adalah di 21 mm. Nah, pengin lebih lebar lagi ada pilihan yang W ya white ini di 18 mm. Jadi misalnya pengin foto selfie sendiri bisa. Mau ramaian juga enggak masalah. Ada yang 18 mm tadi lebar banget. Jadi kita enggak usah lagi tuh selfie-selfie pakai kamera ultrawide dibalik kayak gini udah enggak perlu karena kamera depannya udah lebar banget. Nah, satu lagi di sini juga ada pilihan 2X. Saya enggak tahu sebenarnya nih ada 2X buat apa gitu di kamera depan. Tapi mungkin ini spesial bagi sebagian orang yang pengin selfie-nya close up. Mungkin hanya dapat sebagian porsi mukanya mungkin pengin dibikin lebih misterius atau mungkin lebih detail. Yait mungkin ada kebutuhan bagi sebagian orang. Tapi kalau buat saya sih emang enggak terlalu cocok ya karena dekat banget dan bikin muka saya enggak mulus ini makin kelihatan. Nah, yang mungkin lebih cocok itu adalah fitur best expression yang memang menjadi salah satu fitur AI yang bisa digunakan di kameranya Huawei Nova 13 Pro. Simpelnya ini adalah satu fitur yang bisa ngebenerin muka kita kalau misalnya kita ambil foto tiba-tiba merem. Jadi, ya ini fiturnya bisa bekerja di kamera belakang dan depan. Jadi misalnya kita habis ambil foto ada yang merem, kita bisa langsung buka menu edit ya di fotonya dan pilih muka yang lebih pas untuk dapatin foto yang lebih oke. Nah, untuk fotonya sendiri Huawei emang mau ngasih experience berbeda dengan macam-macam fokaleng tadi ya. Hasilnya pada mayoritas waktu sebenarnya udah bisa banget dapetin foto yang berkualitas khususnya pada kondisi cahaya yang bagus. Detailnya dapat skin tone jugaos. Oke, by the way ini saya pakai settingan beauty yang natural alias paling minim beautify ya. Huawei sendiri ngasih tiga opsi filter. Jadi, selain ada natural, ada delicate dan juga stylish dengan hasil seperti ini. Nah, di mode portrait hasil kameranya juga cakep ya, rapi. Emang kamera yang dirancang untuk selfie dengan hasil yang proper. Kalau untuk kondisi low light sebenarnya tetap tergantung sih seberapa low light-nya. Penerunan ketajaman memang terlihat, tapi kalau selama itu tidak terlalu gelap, hasilnya menurut saya masih sangat usable. Habis dari kamera depan, sekarang kita pindah ke kamera belakang. Fitter aperture masih favorit saya nih karena emang sangat unik dan tidak ditemui di smartphone lain saat ini. Buat yang suka ngulik aperture yakin deh pasti suka sama yang ini. Di luar model tersebut, kamera utama dari smartphone ini emang sama sekali enggak ngecewain ya. Poin yang jadi highlight menurut saya adalah bagian detail dan juga dynamic range yang bagus sekali. Semuanya cakep. Warnanya juga masuk ke kategori I pleasing ya. Jadi udah siap banget langsung buat posting ke sosial media. Untuk lesensa telefoto hasilnya juga mertas menurut saya udah bisa dapat foto yang bagus. Jarak 3X menurut saya udah cukup untuk kebanyakan orang. Enggak terlalu dekat tapi juga enggak kejauhan. Jadi masih ideal untuk foto portrait maupun objek lainnya. Paling catatan tambahan adalah di telefoto ini soal warna aja sih yang masih terlihat shifting dibandingkan sama lensa utama. Dan ngomongin soal perbedaan warna sedikit tadi, hal yang sama juga saya temui di lensa ultrawide. Dan untuk contohnya langsung bisa lihat dari sampel berikut ini. Di kondisi low light, lensa utama masih aman banget. Emang ini jagoan banget sih kamera lensa utamanya hasilnya bagus dan efek bokehnya kalau kena lampu itu cakep-cakep ya. Jadi ada banyak pilihan yang bisa kita gunakan baik itu di mode standar maupun di mode portrait. Nah, untuk night portrait ini juga overall sama sekali tidak mengecewakan. Jadi kalau misalnya buat foto-foto yang cakep gitu mungkin belakang ada lampu-lampu ya itu udah hasilnya sih menurut saya oke banget. Kalau untuk lensa ultrawide menurut saya memang sedikit kurang optimal ya di kondisi low light. Sedangkan untuk lensa telefoto ini masih bisa dipakai selama kondisinya tidak terlalu gelap. Sekarang masuk ke sampel video ya. 4K 30 fps dari Huawei Nova 13 Pro sebenarnya sudah oke ya untuk lensa utamanya enggak ada problem. Warna dan dynamic range-nya oke, tapi kalau memang di bawah jalan tuh ada ya efek jiter-jiter itu kelihatanlah. Untuk sampel lebih lengkapnya, langsung aja cek sampelnya berikut ini. Oke, sekarang kita cobain untuk perekaman video pakai Huawei Nova 13 Pro ya di 4K 30ps. Ada sedikit lampu-lampu di belakang. Kita coba mindah sini sedikit untuk tes dynamic range-nya. Ini di lensa utama hasilnya kayak gini. Kita bisa pindah ke ultrawide. Nah, ini ultrawide-nya kita balik lagi ke satu. Kalau pakai tele kayaknya enggak usah kedekatan. Nanti aja kita cobain telenya. Oke, ini dia kurang lebih untuk sedikit sample videonya. Kalau stand habis ini kita cobain sambil jalan. Ini ada tangga. Itu dia tadi kalauisasinya pakai naik tangga. Sekarang kita ke bagian sini. Mau ini nah kita cobain itu ada gedung kita mainin lensanya. Kita ke ultrawide dulu. Nah, ini untuk dapat yang lebih lebar hasilnya kayak gini. Ini langsung aja kita lompat ke 3,5x yang ada tombolnya. Itu detail-detailnya dari gedungnya. Oke, coba kita turunin ke bawah. Digeser ke bawah terus terus kita lihat. Nah, masih oke ya sebenarnya untuk di 3,5x ini untuk perekaman videonya cakep. Oke, kita balik ke 1X. Nah, itu dia untuk sedikit rekaman video pakai Huawei Noob 13, Bro. Di kondisi yang masih cukup cahaya dan habis ini kita pindah ke kondisi low light-nya juga. Kita cek gimana hasilnya. Tapi sebelum itu saya tunjukin dulu untuk kamera depannya. Nah, sekarang ini dia untuk kamera depannya dengan 4K 30 fps. Ini yang framing-nya 0,8. Kita bisa ganti ke 1X kayak gini lebih close up. Oke, kita bisa pindah 0,8 lagi. Kita bisa pindah ke W yang paling lebar ini. Kalau misalnya kita mau ngambil yang Vfer findinder paling lebar hasilnya seperti ini. Cuma untuk dynamic range-nya dia masih agak blown out ya. Di situ gedungnya seperti hilang di bagian belakang. Tapi kalau misalnya yang flat-flat aja seperti ini hasilnya sih enggak masalah sebenarnya. Oke, sekarang kita cobain di kondisi low light 4K 30 fps pakai Hua Inov 13 Pro ya. Kita bisa lihat stabilisasinya kalau dibawa sambil jalan. Nah, kalau ada samp korangnya hasilnya kayak gini. Kita ada lampu di sini, lampu kuning. Saya bisa lihat hasilnya seperti apa. Nah, jadi sebenarnya untuk perkaman dalam kondisi low, selama lampunya masih mencukupi, hasilnya masih tetap oke. Apalagi kalau kita pakai lensa utama. Lensa utama adalah yang paling proper untuk pengambilan video kalau menurut saya. Jadi, ya itu dia untuk sampel kamera belakangnya. Dan sekarang kita pindah satu lagi ke kamera depan. Dan sekarang ini dia untuk rekaman videonya pakai kamera depan di 4K30. tempat yang tadi juga sama dengan kamera belakang. Hasilnya seperti ini. Ini kalau di layar dia emang ada penerangannya sedikit ya. Jadi dia auto bisa ada box untuk menerangi. Tapi sekarang kalau dia kondisi mati hasilnya seperti ini. Kalau dibawa sambil jalan. Nah dia tuh seperti yang bisa dilihat sekarang ya. Jadi itu dia kameranya dari si Huawei Nova 13 Pro ya dari segi foto sama video. Oke atau enggak menurut kalian? Langsung komenin aja di bawah. Sekarang kita lanjut dulu nih ke bagian spek-speks lainnya. Di bagian layar, Huawei Nova 13 Pro udah punya ukuran 6,76 inch. Panelnya LTP OLED 120 Hz dengan resolusi full HD plus. Kemudian untuk RAM dan storage unit review saya ini udah yang lega banget 12 gig ditambah dengan storage-nya 512 gig. Baterainya 5.000 mAh dan sudah mendukung charging 100 watt. Jadi udah enggak perlu nunggu lama. Bang, chipsetnya pakai apa sih? Nah, ini nih salah satu yang paling sering ditanyain kalau kita ngomongin sebuah perangkat Huawei. Well, Huawei ini emang kayak hampir enggak pernah nunjukin HP-nya tuh pakai chipset apa. Di website resmi aja kalau kita cari itu enggak ketulis. GSM Arena pun juga enggak mencantumkan gitu. Tapi bukan berarti kita enggak bisa cari tahu. Karena kalau berdasarkan kita cek-cek pakai aplikasi Huawei di sini pakainya adalah Kirin 8.000. Enggak familiar kan ya? Sama saya juga. Mungkin itu juga sih kenapa Huawei sering tidak nunjukin karena banyak yang tidak familiar dengan chipset yang mereka gunakan. Jadi langsung aja deh gimana experience dari si Huawei Nova 13 Pro pas kita pakai. Sebenarnya kalau menurut saya smartphone ini berfungsi dengan sangat baik dan lancar dalam pemakaiannya. Layar yang tadi saya omongin itu udah enak dilihat, nyaman untuk scrolling, nyaman untuk dipakai baca, dan sudah mendukung fitur HDR10 juga. Jadi kalau misalnya kita pakai, kita nonton di aplikasi yang memang sudah mendukung kayak Netflix, nah itu bisa nyala tuh HDR-nya. Terus untuk dari segi performa handphone-nya sendiri untuk sebuah kelasan midrange, saya juga enggak ngerasa ada kekurangan berarti dari smartphone ini. Smooth, nyaman, enak untuk multitasking, dan masih cukup powerful bagi mereka yang emang pengin main game. Saya cobain untuk main Mobile Legends. Saya pakai main PUBG Mobile yang populer dengan bisa dikatakan bukan game yang terlalu berat. Settingan, rata kanan. jalan dengan baik. Kalau saya cobain untuk game yang mungkin secara grafis lebih intensif kayak main Xenozone Zero atau Hkai Staril bisa jalan juga dengan FPS yang cukup baik meskipun tidak dengan setting yang paling tinggi tapi sebenarnya udah cukup balik lagi ini adalah sebuah smartphone midrange. Terus kalau misalnya kita ganti scop-nya ke content creation, smartphone ini juga masih bisa dianelin. Seperti misalnya kita gunakan ngedit video di Cap Cut ya. Lancar untuk scrubbing pakai efek. Waktu rendernya juga masih cukup baik ya di resolusi 4K maupun di 1080. Bukan yang paling cepat, balik lagi tapi masih mencukupi. Oh ya untuk aplikasi-aplikasi yang saya gunakan di Huawei Nova 13 Pro sebenarnya udah so far so good ya. Jadi cari aplikasi di app Gallery-nya Huawei itu udah bisa. Mau download di tempat lain kayak di Gbox juga jalan-jalan aja kali aja gitu yang kita cari. Memang belum tersedia di Appgeri tadi. Butuh pembiasaan pasti apalagi buat para first time user. Tapi kalau udah biasa sebenarnya ya udah kayak pakai smartphone pada umumnya aja gitu. Oke, habis untuk software ya kita lanjut ngebahas tentang baterai yang tadi 5000 mAh. Overall ini sebenarnya adalah baterai yang cukup solid dengan optimasi yang menurut saya cukup unik ya. Unik di sini. Jadi gini nih, saya coba jelasin. Kita enggak usah pakai kata. Jadi gini, saya cobain untuk Netflix full brightness 1 jam, dia tuh butuh baterai 10%. Ini termasuk tinggi loh konsumsinya karena biasanya smartphone dengan baterai 5000 mAh itu rata-rata butuh 7 sampai 8% aja. Terus saya cobain main game, di sini saya main Hongkai Starel 1 jam main itu cuman 16%. Saya bingung lah kok irit di sini. Nah, di HP lain ini udah hampir pasti di atas 20% dengan settingan yang sama yaitu di high 60 fps. Pindah ke Mobile Legends, nah beda lagi sejamnya 23%. Jadi kayak suka-suka aja gitu optimasinya. Tapi luar itu semua soal pemakaian harian yang non sampai semi intensif. Sebenarnya baterai 5000 mAh yang ada di smartphone ini udah cukup untuk menemani dengan screen time paling tidak sekitar 6 jam lebih. Jadi kalau dari pengalaman pakai, dari segi performa, dari segi aplikasi, dari segi baterai, saya pribadi sebenarnya gak ada masalah atau kendala sama Huawei Nova 13 Pro. Nah, satu lagi sebelum kita mengakhiri sedikit kita bahas tentang desainnya si smartphone ini. Jadi, Huawei Nova 13 Pro ini hadir dengan dua pilihan warna, ada green sama black. Pilihan hitam hadir dengan finishing mat yang kelihatan elegan dan kelihatan timeless lah. Sedangkan yang green ini adalah hero color atau warna jagoan dari Nova 13 Pro. Modelnya enggak polsan doang karena ada pattern-nya unik di bagian backover. Jadi mau pilih yang mana balik lagi ke preferensi. Dari segi build quality smartphone-nya berasa solid ya, mantap pas dipegang di tangan. Jadi menurut saya udah enggak ada hal yang perlu dikhawatirkan dari segi build quality-nya smartphone ini. Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan apa yang ditawarkan sama Huawei Nova 13 Pro, menurut saya memang smartphone ini hadir sebagai alternatif kelas mid range dari Huawei buat mereka yang pengin nyobain experience kameranya. Soalnya emang kamera utamanya dengan variable aperture itu sangat menarik dan unik buat dikulik. Kamera depannya juga beda nih, karena dia udah pakai dua kamera dengan kualitas baik dan angle yang sangat lebar. Jadi bisa foto lebih banyak orang pada satu waktu. Untuk lensa ultrawide sama telefoto di kamera belakang mungkin ini bisa jadi pertimbangan tersendiri bagi sebagian orang cocok atau tidaknya. Sedangkan kalau untuk lensa ultrawide di bagian depan ya udah sih ini menurut saya satu selling point yang tidak dimiliki oleh banyak smartphone saat ini. Untuk bagian performa dan juga baterai ini smartphone udah aman. Jadi kalau emang dirasa cocok sama kebutuhan, langsung dicobain aja nih si Huawei Nova 13 Pro. By the way, dion tambahan juga kalau setiap pembelian Huawei Nova 13 Pro ini bakal langsung dapat gratis Huawei Watch Vit 3. Jadi beli smartphone yang langsung dapat smartwatch-nya sekalian satu ekosistem. Jadi untuk volume-nya langsung aja cek link yang ada pada kolom deskripsi di bawah. Nah, sekarang kayaknya segitu aja dulu ya buat sedikit omong-ngomong singkat sharing pengalaman saya dengan Huawei Nova 13 Pro. Makasih banyak nonton sampai habis. Putamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















