KACAMATA MASA DEPAN! Bisa Translate Langsung & Kamera Sony 12MP! Rokid AI Glasses (YouTube Video)
Wait sorry, I'm just saying my name is Jimmy and you have three wife. Yes. Okay, one wife. Hai Andika, guys di sini. Selama ini kalau kita ngomongin kacamata pintar biasanya cuman ada dua ya. Kalau yang ada kameranya biasanya enggak ada layarnya, kalau ada layarnya biasanya enggak ada kameranya. Nah, sekarang ada kamera AI Glasses yang menyatukan keduanya dan ini bukan dari Meta. Karena kalau kita ngomongin kacamata pintar ya biasanya kan yang kita tahu itu kacamatanya dari Max Zuckerberg ya, si Meta AI Display. Nah, ini ada dari brand yang namanya itu Rokid. Ini mungkin terinspirasi dari malaikat ya, karena ada malaikat Rokid dan Atid ya. Dan kalau kalian pernah lihat live streaming-nya si Speed di mana dia lagi ILL streaming di China terus dia pakai kacamata, kacamatanya itu bisa live translate. Nah, salah satu fitur dari kacamata Rokid ini adalah ya itu tadi live translate dengan 89 bahasa. Bedanya dengan Ray-Ban Meta Display, Ray-Ban Meta Display itu enggak ada distributor resminya di Indonesia, sementara si Rokid bakal ada distributor resminya dan distributornya juga enggak kaleng-kaleng ya, ada dari Denka Pratama. Untuk harga kalau saya lihat di website-nya sih sekitar 599 dolar atau 9 jutaan lah, cuman kalau pas masuk Indo apakah di 11 jutaan juga? Saya belum tahu harga resminya berapa. Dan langsung aja deh kita coba lihat di dalam paket pembeliannya ini ada apa? Wih, kok tulisannya langsung made for iPhone ya? Emang kalau pakai HP lain enggak bisa nih, berarti nih. Jadi, wah, langsung kita dapat case yang warnanya putih kayak gini. Dan untuk case-nya ini pakai leather, kacamatanya bentar, set, nah, ini kacamatanya masih terbungkus dengan plastik. Dan apakah kacamatanya bakal sekeren punyanya Ray-Ban Meta? Karena kalau kita main kacamata yang tidak terlalu terlihat kacamata futuristik, itu punyanya Meta sih, uh. Keren sih ya, tuh, tipis dia, walaupun masih terlihat kayak kacamata. Kalian pernah enggak ke Disneyland terus kalian ke event yang 3D kayak gitu, nah, masih terlihat kayak kacamata 3D kayak gitu, tapi sudah lumayan tipis di bagian depannya ya. Kalau di bagian sampingnya sih masih lumayan tebal karena ini memang letaknya chip di sini, dia pakai Snapdragon terus letaknya speaker juga di sini. Nah, untuk nge-charge-nya di sini ada pogo pin dengan 5 pin. Harusnya sih dibanding pogo yang 3 pin lebih kencang 5 pin ya. Terus, coba kita taruh sini, uh, ini untuk yang di bagian hidungnya gede banget ya. Ini cocok nih buat saya yang lumayan pesek kayak gini, nah, kira-kira seperti ini kalau dipakai, tuh. Oke, ini kita taruh sini dulu sambil kita coba lihat ini ada apa aja. Uh, kita dapat replacement buat bagian hidung ya. Jadi, kalau buat yang hidungnya berminyak sama kayak saya, itu kan pasti bakalan cepat kotor ya. Nah, kita bisa ganti dengan tatakan hidung yang lainnya ini. Tatakan enggak tahu. Terus ada apa lagi? Kita coba lihat buka dari sini, ini ada kabel pogo pin untuk nge-charge-nya. Nah, jadi nge-charge-nya pogo pin-nya ditaruh di sini, set, dan dia harusnya magnetik, oh, enggak magnetik ternyata, eh, kebalik, sorry, Guys. Pogo pin-nya di sini, ini dan dia magnetik. Wah, harus pas tapi ya. Kalau berlawanan dia magnetnya melawan arah, enggak bisa. Nah, sayangnya terlalu pendek dan terlalu kecil ya untuk kabel charge-nya ini. Wah, ini sih resiko hilang, jadi naruhnya hati-hati. Entar, oh, ini ada uh ini buat pembersih kacamatanya kayak semacam tisu gitu. Terus masih ada enggak? Hmm udah enggak ada ya cuman itu aja. Saya mau ambil Ray-Ban Meta tapi ini bukan Ray-Ban Meta display ya saya mau coba bandingkan secara desain gimana. Nah kalau ini kan ini yang bukan Meta display jadi di bagian depannya ini enggak ada layarnya enggak kelihatan. Kalau ini kalau kalian lihat di bagian depan masih ada refleksi kayak layarnya ya micro LED-nya itu kelihatan tuh nih apalagi kalau kena lampu ya. Ini belum nyala kondisi masih belum nyala apalagi kalau udah nyala kayaknya bakal lebih kelihatan deh. Tapi kalau secara desain jujur saya lebih suka desainnya Ray-Ban sih ya mungkin kalau Rokid collab sama apa brand kacamata terkenal mungkin Gentle Monster mungkin bisa beda ya secara desainnya tapi karena Rokid ini enggak ada collab-collepan jadi ya desainnya simpel gini aja. Oke sekarang kita coba untuk pairing ya pairing-nya itu tadi saya sempat baca buku manualnya ditahan tombol power-nya tiga kali di sini eh sorry tiga detik bukan tiga kali enggak ada bunyi apa-apa. Oh ini udah nih. Wah ada tulisannya guys Rokid wah kok bahasa Cina bentar. Oh oh setelah bahasa Cina ada bahasa Inggris. Repot mending bahasa Inggris aja ya saya disuruh download aplikasi Rokid AI glass-nya dulu bentar. Sambil nunggu si instalasinya ini kelar ya untuk layarnya ini yang kelihatan kotaknya kalau misalkan reflek-reflek nah itu dia pakai dual micro LED wave guide dia punya brightness itu 1.500 nits dengan POV-nya lebih lebar di 26 derajat lebih lebar dibandingkan Meta. Oke ini saya coba sign up dulu. Nah untuk pairing-nya gampang kok ya tinggal dia bakal auto pairing tuh allow. Nah untuk update-nya harus di-charge dulu ya dan nge-charge-nya sih saya kurang suka ya enggak kayak Ray-Ban ya. Kalau Ray-Ban kan nge-charge-nya itu dia ditaruh aja di sini nih nah dia bakalan nge-charge terus kita bisa charge si case-nya ini pakai kabel apapun. Nah kalau ini harus pakai pogo pin, terus di bagian sini juga enggak ada sistem pengecasannya. Jadi, agak kurang praktis. Oke, jadi aplikasinya sudah kita binding, sudah kita update juga ya. Jadi, kita coba dulu untuk translation deh. Saya pengin tahu translation-nya ini seperti apa. Oh, harus di-play dulu ya. Bilingual view, mid duration 360, coba. English ke Apakah ada bahasa Indonesia? Kita coba ya. Uh, ada, Guys. Cuman ini agak ke bawah ya. Jadi, memang bagus sih. Jadi, saya masih bisa lihat kayak pandangan saya itu ke sana, tulisannya ada di bawah sini nih. Nah, sebenarnya bisa kita setting untuk agak ke atas dikit. Nah, ini nih kayaknya lebih pas nih. Karena tadi terlalu bawah. Tuh. Jadi, karena enggak ada screen recording-nya, nanti bakalan saya kasih footage untuk translating-nya kayak gimana ya. Nah, sekarang saya mau coba kalau misalkan saya mau nonton konten bahasa Inggris, apakah dia bisa ngebantu saya untuk translate. Oke, jadi untuk translation-nya sih oke ya, dan ini real time. Wah. Jadi, bayangin kalau misalkan saya lagi di Cina atau di mana dengan live translation ini sih keren sih ya. Ri, tapi ketok enggak ijo-ijo nih? Enggak. Coba lagi nih. Kena reflect? Ini kelihatan? Nah, ini sayangnya memang masih ada kayak refleksinya ya kalau misalkan dia kena cahaya. Dan gairahnya lagi kalau misalkan kita lagi nonton kontennya Marques kayak gini. Terus saya lihat Marques-nya tulisannya itu jadi kalah sama brightness laptopnya gitu. Ya, masih terlihat, tapi kayak jadi double gitu. Jadi, saya harus kayak gini nih. Biar pokoknya kalian bisa lemparkan ke arah yang lebih gelap, walaupun brightness-nya bisa diatur sih sebenarnya ya. Untuk live translate sih saya kasih sembilanlah dari 10 ya, karena dia real time, cepat banget. Dan di aplikasinya ini sebenarnya kita bisa atur tuh, mau bilingual. Kalau misalkan bilingual, ya bahasa Inggrisnya dulu, terus bahasa Indonesianya di bawah gitu. Tapi sih mending langsung enggak usah bilinguals ya kalau misalkan bahasa Inggrisnya ini secara real time kayak gini. Terus kita juga bisa atur nih bagian atas bawahnya dan selain buat live translation yang ternyata ada bahasa Indonesianya ya. Tapi kalau kita lihat translation-nya ini dari mana nih? Dari Microsoft ya. Jadi seharusnya sih masih aman. Uh terus ada teleprompter juga guys. Jadi teleprompter-nya ini misalkan ini kita mau ini deh kita ngawur aja deh yang ada di file saya aja. Artikel 4 ini. Terus kita tinggal masukin ke sini. Send to glasses. Oke kita tinggal play teleprompter-nya. Nah teleprompter-nya gila terus kalau mau kalau itu gimana? Oh nge-slide-nya dari sini nih. Nah ini kita tinggal usap-usap bagian sini nih buat nge-slide. Nah the world largest electronics exhibition kick off in Las Vegas on January 7. Samsung Electronics uh pas saya ngomong teksnya ikut jalan ternyata. Coba bisa lihat featuring a futuristic design that reflect the company's enduring AI for all vision and its unified AI ecosystem link home, work, and travel. Jadi pas saya ngomong dia juga ikut ikut meng-highlight apa yang saya omongin gitu. Uh gila ini keren sih ya. Oke teleprompting sama live translate-nya keren. Dan sayangnya dia sih warnanya hijau ya. Saya pernah nyobain Meta display punyanya teman saya tapi kalau ditanya lebih enak full color atau hijau saya lebih suka hijau sih ya kalau untuk teks ya karena dia bisa bikin lebih fokus gitu. Selain tele prompter juga ada navigation. Kita coba navigation-nya ini kayak apa. Lah tapi navigation-nya ini entah kenapa ya enggak bisa ya. Coba sekali lagi ya navigation via app atau oh atau bisa via on glasses. Coba ya ini saya coba via app dulu. Ini enggak bisa nih misalkan saya mau ke Matos. Malang Town Square. Tuh unable to plan route. Coba sekarang kita pakai yang kedua. Jadi pakai AI aja. Hai Rokid. Navigate to Malang Town Square. Destination not found katanya. Hai Rocket. Navigate to Taman Krida Budaya. Enggak tahu ini kenapa map-nya mungkin butuh software update atau dia butuh tahu map di Malang ya. Untuk notifikasinya dia juga bisa langsung pop up pop up gitu. Cuman saran saya jangan semuanya ya karena tadi saya langsung bingung pas dia booting langsung notifikasinya muncul semua. Jadi ya yang penting-penting aja kayak WhatsApp mungkin. Terus ada apa nih? Recording. Oh, dia bisa record. Coba ya. Oke, jadi sekarang saya lagi mau mencoba untuk recording. Ri ngomong Ri. Recording suara. Ngomong sembarang enggak sih? Halo Mas Ji. Halo. Ada. Jadi kita coba apakah dia tetap recording. Jadi kalau misalkan buat meeting ini enak nih. Notulennya bisa langsung ngerekam. Oke, jadi sekarang saya lagi mau mencoba untuk recording. Ri ngomong Ri. Recording suara. Wah, menarik sih. Jadi kalau misalkan lagi rapat pakai kacamata aja biar ada notulennya gitu ya. Terus apa lagi? Ada call. Call ini coba Ri teleponin aku Ri coba deh. Tulisannya unknown number padahal di sini ada mungkin dia belum baca kontaknya ya. Coba saya mau ngomong. Wih. Halo Ri. Nah, ini saya lagi coba telepon sama Ari. Dan saya mau menjauhan mic-nya ini saya jauhin ya apa dia pakai mic kacamata enak enggak suaranya? Coba ngomong. Halo. Cuman suara Ari kayak kurang kenceng gitu ya. Oh, coba Ri volumenya coba mana nih? Nah, ini. Suaranya lumayan clear kok. Mic-ku clear? Masuk. Halo, tes. Wih, kata Ari juga mic-nya juga jernih ya. Oh, dia ada glass pay juga ya. Ini sayangnya cuman bisa Alipay dan Ali Pay itu bisanya di China sih. Kalau misalkan ini bisa terintegrasi dengan Kris, wah bayar pakai kacamata gitu kan menarik ya. Kita di Indomaret bayar, Mas mau bayar pakai Kris gitu. Orangnya bingung. Kita padahal pakai kacamata doang ya gini di Kris ke dia langsung scanning gitu kan. Wah, gila kacamatanya canggih banget Mas. Gitu jadinya. Oke, sekarang kita coba lihat untuk selain di aplikasi ini kalau misalkan kita enggak bawa HP, tombol-tombolnya ini bisa buat apa? Yang pertama kalau misalkan mau foto Uh. Tinggal tekan gitu aja cuman suaranya terlalu lebay sih ya kayak suara laser coba kalian dengerin. Cret krak. Dah kalau video ditahan. Nah dan dia bakalan record nih. Di bawahnya ada tulisan bentar tulisannya kecil banget ya. Ah ini record 7 detik 6 detik nah kayak gitu. Jadi kira-kira nanti kita coba lah hasil videonya kayak gimana ya. Oke jadi ini kualitas dari kameranya Rokit di resolusi 2,5K 30 FPS. Sayangnya rasionya cuma terbatas di 4 banding 3 aja ya. Tapi kalau lihat di aplikasi sini kebanyakan buat video vertikal aja jadi 19 banding eh 9 banding 16. Oke kualitasnya kayak gini. Kalau kita pakai di outdoor. Nah ini kalau kualitasnya di indoor Nah ini bisa kita ganti nih tombol-tombolnya nih di sini ya. Tuh ada touch padnya juga oh touch padnya di sini. Oke sekarang saya mau coba to wake up AI assistant please say hi Rokit. Oke coba hi Rokit dulu ya. Hi Rokit. What brand laptop in front of me? Gokil. Gokil oke. Jadi dia sistemnya itu dia bacanya AI nya itu dari kamera. Coba ya lainnya sekarang ya. Yang agak sulit buat dia, coba ini apa nih? Hai Rokit. What's item in front of me? Wah, kesusahan tuh kayaknya dia tuh. Lama banget prosesnya. Ayo, woi. Ya, kadang kalau internetnya lagi busuk dia enggak bisa ya. Oke, pokoknya sih itu tadi kameranya bisa buat AI Assistant, tapi apakah bisa bahasa Indonesia kita coba. Hai Rokit. Can you speak bahasa Indonesia? Tentu saja saya dapat bahasa Indonesia. Saya siap membantu Anda dengan Ternyata bisa bahasa Indonesia, tapi lucu aksennya ya. Aksennya itu robot banget gitu. Oke, coba ya sekarang saya mau coba lihat ini. Hai Rokit. Benda apa yang ada di depan saya ini? Tuh, susah guys. Jadi kalau kita ngomong bahasa Indonesia, karena dia bahasa Indo enggak bisa. Kalau jadi kalau bahasa Indonesia itu karena dia input-nya bahasa Inggris. Bentar diam dulu. Woi, woi, udah udah udah. Wait, wait. Nah, kalau dia kita ngomong bahasa Indonesia karena dia itu bahasa Inggris jadi kayak pronunciation-nya itu yang susah ya. Tapi overall oke lah. Cuman yang menarik lagi guys, di bagian setting-nya ini kalau kalian lihat ada banyak banget setting-an dan kita bisa pakai model AI-nya itu mau Gemini, Deep Sick, Queen punya Alibaba atau ChatGPT. Jadi, lengkap banget AI-nya. Kalian mau pakai AI yang mana? Terus apalagi custom interaction ini bisa kalian atur dan kalau misalkan kan ini bagiannya ini kayak terlalu ke bawah ya. Kalau misalkan kalian mau ke atas cuman bahaya karena kalian enggak enggak bakal bisa lihat depan dengan bagus. Jadi, visible-nya sih di area sini aja lebih oke. Plus fotonya dia punya 12 megapixel dari Sony. Kita bisa atur juga untuk watermark-nya, untuk aspek rasionya. Terus apalagi bentar video bisa enggak videonya? Enggak bisa kita atur. Teleprompter, oke. Teleprompter sih keren sih ya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya unboxing dan juga hands-on dari Rokit AI Glasses yang bakalan segera resmi di Indonesia, dimasukkan sama Denka. Yang menurut saya sih kalau dibanding Meta atau Rokit jatuhnya lebih menguntungkan punyanya Rokit. Kenapa? Karena dia resmi. Jadi kalau misalkan ada apa-apa, ada after sales-nya yang resmi gitu. Nah, kalau misalkan Meta karena Ray-Ban, Ray-Ban sih kacamatanya sih masuk ke Indonesia ya, cuman kalau untuk Meta display-nya enggak. Jadi kalian harus agak ribet. Nah, dan ternyata walaupun warnanya hijau, menyenangkan ternyata ketika dipakai ya walaupun enggak full color ya. Notif-notif saya langsung keluar semua. Oke, jadi cukup segitu aja. Saya Nikasius Budhi and see you on the next video. Bye bye.
