Kalau ini Buatan Apple, Harganya bisa 15 Juta !!! Edifier QR65 Review (YouTube Video)
Kabel colokan bikin berantakan, nambah charger makin berceceran. Nah, speaker ini datang bawa solusi aman karena dia bisa muter lagu plus bisa jadi casan. Meja kerja lebih nyaman tanpa hambatan. Ya udah tonton videonya sambil cari cemilan. Selamat menonton. Yang ML cuma jadi beban. [Musik] Hai Andika, Guys, di sini. Kenalin ini adalah Edifier QR65. Speaker aktif yang terlalu aktif karena punya banyak banget fitur mulai dari aplikasi kontrol di HP bisa buat ngecas dan desainnya. Beh, ini Skyfi beda dengan speaker active yang lain. Apakah speaker ini bisa jadi speaker setup terbaik buat kalian? Hm. Yuk, kita bahas. Kita mulai dari yang paling jelas dulu ya. Fisiknya desainnya cakep. Bit quality-nya juga enggak main-main. Bodinya ini dibungkus bahan kayak kulit sintetis atau kulit leather. Dan ada dua pilihan warna yang kita bahas ini warna hitam dan ada satu lagi yang menurut saya lebih bagus sih sebenarnya ya. Cuman sayangnya sama di Fire saya dikirimin yang hitam karena ada yang warna putih. Uh, itu kalau dibikin clean set up cakep banget sih. Terus koob-nya ini dari metal FOB-nya itu ketika diputar kayak nagih. Nobnya ada banyak fungsi. ditekan tombol volume bisa play and pa no bawah untuk ganti lampu RGB dan di dalam boknya kita udah dapat stand aluminium yang bawah ini. Ini aluminium dan bukan cuma buat yah ambion LED saya jatuh ya. Tapi beneran bukan cuma buat gaya-gayaan karena dengan stand ini dia ngasih kemiringan 10 derajat yang tujuannya biar suara dari Twitter langsung ke kuping kita. Ini ngembantu efek resonasi atau kolorasi. Kolor maksudnya bukan kolor yang itu ya. kolorasi itu jadi dia mengurangi efek distorsi dari pantulan di meja. Ibaratnya kalau misalkan kalian nyanyi di kamar mandi sama kalian nyanyi di kamar tidur kan beda ya karena resonasi atau pantulan suaranya itu beda. Nah, ini intinya mengurangi distorsi dan pantulan. Dia juga punya efek kayak infinity mirror yang biasanya ada di rumah kaca itu. Dan kalau misalkan kita lihat lama, kita jadi terhipnotis enggak ya? Cadak efeknya ya kayak lihat lorong waktu atau jurang yang tak berujung di dalam speaker. Terus dia ada 11 mode priket yang bisa kita ganti dari nob sampingnya. Atau kalau enggak mau ribet kita bisa pakai aplikasinya namanya Edifier Connect. Nah, ini kita bisa ganti dengan Simless. Warnanya sesuai dengan kemauan kita. Bahkan ada modenya juga. Rotating atau apapun itu ada 11 mode RGB preset. Dan ada satu fitur unik yang jarang dimiliki sama active speaker lainnya. Nah, jadi di bagian belakang itu ada port USB yang support gun sampai 45 watt yang kita bisa gunain untuk ngecas HP tuh ngecas dan juga laptop tapi ya jangan laptop gaming ya karena laptop gaming itu kan butuh 100 watt lebih, bahkan ada yang 300 watt lebih ya. Laptop-laptop yang portable masih aman lah. Apalagi kalau kalian punya setup yang saya contohin kayak gini. Jadi ada monitor dan laptop sebagai workstation-nya. Jadi enggak perlu nyolok ke colokan. Tinggal cari aja colokan dari speakernya. Lebih clean. Cuman apakah dia cuma bisa rapi doang? Terus gimana sound quality-nya? Secara spesifikasi dia punya 1,25 inch seal dome tweter untuk trible dan 2,75 inch mid low driver dari diafragma aluminium dengan desainnya itu long true. Total tenaganya itu 70 wat RMS yang dibagi menjadi 15 watt untuk setiap twitter dan 20 watt untuk setiap driver mid low-nya. tenaganya ini lebih dari cukuplah untuk speaker PC dan bisa memberikan pengalaman suara yang imersif bahkan dengan volume sedang. Tapi ya jangan berharap suaranya itu bakal menggelegar sampai mengguncang ke rumah gitu kayak Twitter enggak juga sih. Setelah kita tes buat dengerin musik-musik modern IDM. Siapa yang tahu? Siapa yang tahu? Aku diangu suaranya. Contohnya kayak gitulah kalau kita coba untuk dengerin lagu yang jedak-jeduk. Pop vokalnya itu masih crispy, clear, trible-nya juga jernih. Kalian bisa dengerin suara simbal yang ces dengan detail bassnya yang panci, jedak-jeduknya dapat. Tapi jangan harap bass-nya itu yang dalam banget atau kayak berlayer gitu ya. Karena frekuensi low-nya itu cuman mentok sampai 55 Hz. Tapi kalau di ruangan saja udah cukup kok. Apalagi kalau set up PC kayak gini kan pasti kita di depan PC ya itu udah dan posisi kita juga menentukan suaranya itu enak atau enggak. Jadi kalau misalkan kita pas di tengah speakernya kanan kiri ibaratnya itu kayak suaranya itu keluar dari tengah monitor gitu kayak bukan dari speakernya. sama. Semoga enggak copyright ya, tolong ya 420 jangan dituntut ciptanya ya. Tapi kalau buat dengerin film yang butuh dialog dan juga gitar rock yang elemen suaranya itu banyak kadang-nya itu kayak kerasa apa ya istilahnya ya holo atau kopong gitu. Karena itu memang adalah kelemahan dari driver speaker yang ukurannya 2,75 inch. Ya, fisika enggak bisa dibohongi sih. Tapi kayaknya EdFier sadar akan hal itu. Jadi, di bagian belakang itu ada port untuk sap out juga yang kalau misalkan kalian kerasa kurang ngebas segini kurang ngebas buat saya cukup sih ya. Tapi kalau menurut kalian kurang ngebas kalian bisa langsung koneksikan aja dengan woover Edifier juga ada. Wover kok kalau enggak salah namanya itu Edifier T5. Jadi tinggal colok suwover eksternal aja beres. Speaker ini juga udah punya sertifikasi highest audio baik lewat kabel ataupun wireless. Artinya kalau kalian punya file musik kualitas tinggi, speaker ini bisa memainkan semua detailnya. Lewat Bluetooth 5.3 support, lewat LCK atau LDAC bisa juga. Kodex paling dewa saat ini untuk streaming audio wireless dari HP Android yang memungkinkan transmisinya itu sampai 990 Kbit/ atau istilah gampangnya ya kalian itu kayak disuapin langsung ke telinga kalian gitulah suaranya. Soal konektivitas juga lengkap. Ada RCA untuk input analog dan ada USBA buat connect ke PC atau Mac dengan kualitas high rest juga. Tapi sayangnya walaupun ini sebenarnya adalah speaker untuk PC, aplikasinya itu enggak ada di PC ataupun Mac, bisanya cuman ada di HP aja yang namanya Edifier Connect. Ya, kontrol di HP enak-enak aja sih. Kita bisa custom equalizer, milih preset, cuman karena enggak ada di PC, jadi kalau misalkan HP kita entah ke mana atau jauh ya harus ambil HP dulu. Jadi agak repot. Sekarang masuk ke bagian yang paling sensitif. Apa itu? Jelas harga. Karena harganya karena ini brand Edifier ya, harganya itu R5,2 juta yang kesannya mahal ya. Cuma kalau misalkan ini ada logo Apple gitu pasti Rp10 juta ke atas dan itu udah diwajari gitu sama netizen Indo. Kalau misalnya promo harganya bisa di 4,9 jutaan kok. Nanti 15 pembeliannya akan saya taruh di pojok kiri video. Sebenarnya dengan harga segini ya alternatifnya itu ada audio engine E2 Plus, terus ada Kanto U2 sama Presonus Eis yang E7. Tapi dari kompetitornya sebenarnya positioning-nya atau USP unique selling point-nya Fire ini agak berbeda. Kalau cari power yang paling gede, terus fitur yang paling bling-bling dengan fungsi all-inone yang bisa ngecas, si Ed Fire QR65 ini enggak ada lawat. Tapi kalau budget mepet dan butuh suara paling akurat buat missing ya si Eis E35 itu juga bisa. Kalau mau yang imut dengan DAC yang internal si Kanto Y2 itu juga bisa. Jadi kesimpulannya ya monitor ini beli aja kalau misalkan kalian sultan yang peduli banget tentang setup dan juga estetika. Terus buat kalian yang juga benci sama kabel berantakan all inone buat ngecasnya ini juga seamless dan clean banget. Terus kalau kalian udah punya woover apapun ini enak karena ada portop-nya tadi yang tinggal colok aja dengan subwoover eksternal. Tapi kalau kalian adalah seorang audio file yang nyari suara paling flat, detail, dan akurat di budget segini ya mungkin pilihan baiknya ada di prisonic ya, tapi minim fitur yang estetikanya ya biasa aja. Terus kalau kalian ngerasa speaker R juta itu kemahalan dan kalian enggak peduli sama RGB sama fiture charger, pokoknya yang suaranya baguslah. Titik. Enggak peduli gimik apapun ya bukan ini Edifier. Banyak kok speaker yang R900.000-an, R jutaan yang ya pokoknya cuman suara aja. Enggak ada fitur-fitur yang aneh-aneh. Jadi, balik lagi ke pertanyaan awal. Ini speaker yang cantik atau cuma sekedar gimik? Jawabannya ya dua-duanya ya. Desainnya emang cantik itu fakta ya. Tapi fitur-fiturnya terutama gun charger itu bukan gimmik. Itu fitur yang sangat fungsional dan cerdas. Kelemahan utamanya sih ada di suara mid-nya yang menurut saya terlalu hulu, terlalu kopong. Jadi sounditch-nya itu kayak kurang luas gitu. Tapi itu udah ada solusinya dengan nambahin buover dengan port out tadi. Ya, ini bukan speaker buat semua orang sih. Ini speaker buat segmen yang sangat spesifik. Orang yang ngelihat setup di mejanya sebagai sebuah kesatuan antara fungsi audio dan seni. Dan kalau kalian ngerasa wah saya butuh meja saya cantik biar tetap nyaman kerja tiap hari ya si Edifier QR65 ini jawabannya. Saya budi and see you on the next video. Bye bye. Wih, vokalnya itu masih tak
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...

















