Jungkat

Kalau mau beli TV, saya bakal PILIH YANG BEGINI. (YouTube Video)

  • 24/04/2025

Halo guys, David disini, dan kita baru kedatangan TV raksasa dari Hisense yang ukurannya 85 inci. Gede bener, menuhin hampir satu ruang tamu ya. Ntar, ini tingginya pun... hampir sebahu saya. Tinggi saya 175 cm. Saya pengen cobain TV ini buat ngeliat sebagus apa teknologi panel mini LED di tahun 2025. Ini jenis panel yang 5-6 tahun lalu berasa eksklusif ya! Sekarang udah makin berkembang, adopsinya makin banyak. Dan harga mini LED jadi makin murah, terutama di dunia TV ya! Kayak yang kita cobain kali ini, TV Hisense seri U6Q. Buat ukuran 85 inci yang ini, harganya sekitar 25 juta. Ada juga yang 75 inci, 65 inci, sama 55 inci. Itu udah di bawah 10 juta. Makin mepetin TV LCD biasa. Kalau budgetnya masuk, TV panel mini LED wajib dipertimbangin ya. Soalnya plusnya banyak, minusnya dikit. Nanti kita lihat. Buat nama Hisense sendiri, ini brand raksasa elektronik ya. Anda pasti pernah denger lah kalau hobi bola. Kemarin jadi official partner di World Cup Qatar, ada juga di Euro 2024. Nanti bakal keliatan lagi tuh, di FIFA Club World Cup 2025. Jadi official partner juga. Hisense ini udah konsisten megang posisi 2 global. Selama 3 tahun terakhir ya, dari 2022 sampai 2024. Dan market share-nya naik terus! Mereka juga ngeklaim sebagai top global di pasar TV 100 inci. Kemarin kita pernah cobain tuh, inget nggak? TV 100 inch. Nggak bakal muat kalau masuk lift gedung studio ini. Jadi harus bahas di Vila. Untung 85 inci ini masih muat ya. Mepet banget sampe harus itu ya, Bang. Kita miringin sedikit biar bisa masuk liftnya. Yuk lah kita mulai bongkar TV-nya. Tapi sebelumnya kita lihat dulu fitur apa aja yang dipamerin di depan kardus TV-nya. Ada logo Hisense tentu aja. Disana ada info penting 85 inci. Disini ada jenis panelnya, mini LED. Dan ada tulisan ULED. Ini brandingan dari Hisense aja. Buat kasih tau kalau ini adalah panel LED dari Hisense. Ultra LED. Jadi ini nama eksklusif buat Hisense. Tapi bukan ada arti teknologi tertentu ya. Ini branding saja. Terus disini ada U6 series. Yang kita bahas ini adalah U6Q. Terus disini Vidaa Voice. Ada voice assistant-nya. Ini OS-nya Smart TV, power by Vidaa. Itu punya Hisense juga. Panelnya mini LED dengan super contrast for striking clarity. Itu sifat mini LED yang contrast-nya tinggi. Dan brightness-nya juga bisa tinggi. Disini ada HiView AI Engine. AI expert. Ya ini mesin atau jenis prosesor brandingan Hisense juga. Yang menarik semua proses di dalam TV-nya. Harus ada AI-nya ya zaman sekarang ya, sampai situ aja ada tulisan AI TV. Kayak nama channel apa gitu. Kayak logo channel. Cuma itu pokoknya kalau sekarang gadget nggak ada kata AI-nya. Kayak ketinggalan jaman gitu ya. Jadi harus ada sleep-in AI-nya gitu. HiView AI Engine tadi mencakup AI picture, AI skenario, AI sound, AI energy. AI semua. Jadi nggak AI nggak lihai sekarang. Lanjut disini ada fitur 144Hz Game Mode Pro. Jadi ini fitur yang udah sering kita lihat di TV Hisense. Bukan yang ini aja tapi kemarin juga udah ada. Biar gerakan lebih mulus di panelnya. Nanti kita coba juga pas main game. Ada built-in subwoofer. Yang kalau saya lihat... iklannya atau gambarnya sih subwoofernya gede banget ya di belakang TV-nya. Nanti kita coba juga dengan immersive deep bass. Oke. Ada Netflix, ada YouTube, ada Prime Video. Bisa connect Apple Airplay, Apple Home, Share to TV, dan hands-free voice control. Jadi si Vidaa voice ini bisa kita kontrol tanpa pegang remote. Jadi kita tinggal panggil aja. Kalau di sampingnya ada kode dari TV-nya. Mungkin lebih spesifik 85 inci U6 series. Dan ada tempelan yang lebih teknis lagi. Hisense 85 U6Q. 215 cm LED TV. Bukan inci ya kalau di samping sini. 215 cm. Oke 1, 2, 3. Kalau TV segede gini... Harus ada yang bantu ya? Wow mentok! Bentar. Oh miring oke. Kayak masuk ke liftnya. Kita pasang dulu sterofoamnya, karena saya pengen nunjukin aksesoris yang ada di... bagian atas kotak. Tadi kita pas angkat kotaknya dia masih nyangkut di dalam. Disini kita dikasih standnya. Kaki 1 dan 2. Kaki kanan dan kaki kiri yang kelihatan lumayan pendek ya. Jadi nanti selak antara meja sama bagian bawah TV, nggak bakal terlalu lebar. Kalau kita nggak mau pasang di dinding. Terus ada 1 bungkus aksesoris yang berisikan remote. Dengan tombol-tombol yang wajib. Seperti volume, home, oke. Menu, mikrofon. Dan ada tombol shortcut ke Disney, YouTube, Prime Video, Netflix. Lumayan lengkap sih. Disney ada oke. TV channel, VOD. Kita juga dikasih 1 sachet sekrup. Tentu saja ini buat standnya. Dan dikasih 1 pasang baterai. Buat remotenya. Udah paket lengkap. Disini juga ada kabel, oke. Dan ada panduan penyiapan cepat. Kalau misalnya anda baru pertama kali, atau pengen yakin aja pas setupnya. Tentu harus kita baca panduan cepatnya. Dan ada kartu garansi. Disini nggak ketulis kalau panel sama mesinnya itu terpisah ya. Biasanya kalau TV-TV pada umumnya. Dia panel itu 1 tahun, kalau mesin 3 tahun. Kalau disini dia semuanya ditulis 3 tahun buat suku cadang dan biaya perbaikan. Jadi harusnya garansi panelnya juga 3 tahun ya. Panel mini LED-nya. Oh iya, buat jaringan service centernya sendiri. Udah ada di 145 titik. Di 103 kota, 27 provinsi. Setelah dipasang, desain belakangnya seperti ini. Kita langsung goyangin aja. Tes amit-amit. Ada tes gempa gitu. Ya ya. Kameramen aja udah ngeri. Cuma kakinya stabil sih. Kakinya nggak. Iya sih. Ini meja kita yang kurang full aja. Meja yang agak kurang proper buat ukuran TV monster kayak gini. Karena ada bagian yang nggak kena. Jadi cukup segitu saja. Cuma jangan ditiru ya. Walaupun kakinya kuat, tapi penghubung kesini lama-lama pasti bisa rontok juga. Kalau keseringan itu iseng banget. Buat bahan case-nya sendiri. Jadi bagian frame sekelilingnya ini dia pakai metal. Kalau bagian bodi belakangnya ini dia pakai... Harusnya dari polikarbonat ya. Dari plastik gitu ya. Satu shell yang gede banget. Nggak kelihatan ada banyak part. Jadi kelihatan lebih rapi. Pola-polanya juga lebih rapi, lebih rata. Disini ada lubang-lubang buat ventilasi. Disini kelihatan ada satu subwoofer yang gede banget. Tapi kita nggak bakal bisa lihat kalau... kita udah pakai beneran karena dihadepin ke dinding. Disini ada mounting buat ke dinding. Ini ukurannya 600 x 400 mm. 60 x 40 cm. Dan disini ada port buat AC input. Buat portnya disini ada port ethernet, port LAN, ada port buat optical audio, sama port USB. USB 2. Ini maksudnya USB yang kedua ya. Karena USB yang satu ada di bagian sini. Di bagian sampingnya ada 4 port HDMI. Ada 2 port buat 4K 60 Hz. Dan 2 port buat 4K 144 Hz. Buat HDMI 3 ini dia udah support eARC. Jadi kalau misalnya kita pengen colokin HDMI yang bisa keluarin audio juga, pastiin coloknya ke HDMI 3. Disini ada port antena. Dan di paling bawah ada port AV in sama headphone jack. Itu aja sepertinya. Disini ada spesifikasinya. Ada daya listrik maksimal 310 Watt. Nanti kita bakal cobain salah satu fiturnya. Dia ada ambient control. Jadi dia bisa detect apakah suasana sekitar lagi terang. TV-nya bakal auto diterangin. Kalau gelap dia bakal auto gelap. Dan kalau TV-nya semakin redup, harusnya bakal lebih hemat daya juga. Auto. Sip! Sekarang TV-nya udah ready buat kita. Uji-uji buat kita nikmatin. Pertama ini ukuran layarnya gede banget. Sekali lagi 85 inci varian paling... tinggi dari seri U6Q ya. Kalau misalnya terlalu overkill, ada yang ukurannya 55, 65, 75. Mungkin kalau di studio ini 65 paling cocok kali ya. Coba kita cobain yang paling tinggi. Ukuran layarnya yang gede bikin bezelnya yang udah tipis. Jadi berasa makin tipis lagi ya. Ini paling kalau di total-total nggak sampai 1 cm. Jadi bezel di layarnya sendiri sekitar 6 sampai 7 mili. Di atasnya ada frame-nya yang tebalnya sekitar 3 mili doang. Paling 1 cm lah paling tebalnya. Bagian atas, kanan, kirinya. Jadi dari bezel desain udah kelihatan mantep. Kakinya juga kelihatan minimalis. Kalau dari desain OS-nya sendiri, Vida OS ini juga kelihatan kayak Google TV sih. Walaupun ini bukan Google TV ya. Ini Vidaa OS 8.5. Cuma dari rapinya, dari kategori film-filmnya, kategori tontonannya, sekarang udah lebih rapi lagi. Seingat saya yang dulu dia lumayan nyampur, lumayan rame. Sekarang sampai ada HBO Max, terus ini entah promo atau apa. Tapi di sini ada bannernya HBO original, ada Vidaa, terus di sini ada Kidoodle TV. Ini buat anak-anak semua ya. Di sini ada RedBull TV, ada Toon Goggles, Goggle Goggle ya. Viva Plus. Pilihan aplikasinya juga udah ngantri ya, buat kita pilih yang mana nih. Sekarang aplikasi streaming udah bener-bener rame banget. Saya berharap suatu saat ada 1 atau 3 lah, maksimal streaming yang bisa kita langganan. Kalau nggak semuanya langganan, ini sebulan berapa juta udah? UEFA TV loh. Cuma kalau cuma 2 atau 3, monopoli ya istilahnya. Susah juga ya. Yang saya pengen tau juga dari Vidaa OS ini, apakah dia sudah ada Spotify? Karena di Vidaa OS-Vidaa OS yang sebelumnya, sayangnya dia belum support Spotify. Kalau di sini sih belum ada ya! Coba kita search di App Store-nya. Spotify. Spoti. Harusnya sudah ada. Tuh. Di keyboardnya sih tau mau nyari Spotify, tapi sayangnya Vidaa OS masih belum ada Spotify. Jadi itu catetan yang harus diketahui, soal Vidaa OS. Sama kayak Vidaa OS yang kemarin. Hilangnya Spotify sebenarnya nggak terlalu masalah, kalau misalnya anda pakai iPhone, atau pakai ekosistemnya Apple lah. Karena tadi sesuai kotaknya, TV ini udah support AirPlay. Itu sesuatu yang nggak banyak TV lain support sih. Jadi Hisense ini udah support, dan lumayan. Jadi kita tinggal buka Spotify di iPhone, misalnya kita tinggal casting ke sini. AirPlay. Gampang sekali. Uha and Friends. Ini Windy kayaknya lagi buka di TV rumah. Atau di... Taka lagi denger kayaknya. Kita bajak sebentar. Jadi kita bisa play lewat HP, TV-nya bakal ngeluarin suara, saya nggak play karena ini copyright. Ini tunjukin aja, tes musik itu nanti, tes suaranya. Kita tinggal next-next, di sini juga bakal next. Ya itu sih, kenikmatan ekosistem Apple ya, si Hisense ini udah support. Sayangnya kalau pakai Android, mungkin lebih cocok buka musiknya di YouTube. Musik atau lewat aplikasi lain, dari si Vidaa OS ini kayak... Deezer atau... aplikasi apa lagi yang ada di sini. Terus apa lagi ya, dari Vidaa OS... Oh iya! Hey Vidaa! Set timer 1 minute. Dia bakal set alarm, terus... Open YouTube. Oke kebuka YouTube-nya, ada Jerome dan... Weh! Jangan go back, jangan go back. Set volume to 20! Wow kenceng banget! 20! Wow oke! Alarmnya yang 1 menit lalu, kita set. Sekarang sudah... Nyala. Di remote-nya juga ada 1 tombol, buat akses menu cepet. Ini lambangnya 3 garis kayak di HP-HP gitu. Buat akses picture mode standar, filmmaker, cinema, energy saving. Nanti kita coba lihat bedanya, dimana ada sound mode, theater, musik, dan lain-lain ada audio output, karaoke mode, sleep, wireless, bluetooth, dan lain-lain. Oh ini buat atur urutan. Sekarang waktunya kita melihat, alasan saya, membujuk anda buat pilih TV dengan panel Mini LED. Tentu saja kualitas gambarnya ya, karena panel Mini LED, beuh... Hmm... Ini saya udah tau sih, kalau panel Mini LED itu bagus, cuma seinget saya, nggak sebagus ini ya. Teknologi Mini LED, ini berasa tambah, maju aja sekarang. Saya lagi nyari bloomingnya ini. Saya lagi nyari cahaya yang bocor, di antara titik-titik putih ini, tapi susah banget, buat di identifikasi, bagian mana yang ada bloomingnya. Di bagian yang sekontras ini, biasanya ada bocor-bocornya, cuma... Saya berasa lagi, ngeliat panel OLED sih, yang item dan terangnya itu, garisnya itu bener-bener tegas, nggak ada bocor sama sekali, atau blooming. Di kamera kelihatan nggak sih? Atau di kamera maksudnya, berasa nggak sih? Saya lagi ngomongin apa disini loh. Itemnya itu pekat banget, sementara disini terang banget. Tapi dia nggak bocor biasanya, kalau Mini LED yang kurang, atau yang lokal dimming zonenya itu, sedikit banget, bakal banyak pendaran cahaya, di sekitar daerah yang kontras, misalnya putih sama item, dia bakal berasa bocor gitu. Nah misalnya disini, bakal ada putih-putih, yang berkabut gitu. Kalau kayak gini terus, mungkin panel OLED bakal nggak terlalu dibutuhin ya, mungkin sedikit banget, device yang harus pake panel OLED. Misalnya soal respond time dan lain-lain, yang panel OLED emang jelas unggul, tapi dari kualitas gambar, bagus banget sih, bagus banget sih. Coba video yang lain kali ya. Oh iya disclaimer, apa yang saya lihat langsung disini, mungkin nggak bisa anda rasain juga, di tempat anda nonton, misalnya HP atau di TV anda. Yang paling bener, memang mata kita lihat TV-nya langsung, tanpa filter kompresi video YouTube ya. Ya harus buktiin sendiri lah. Saya cuma bisa kasih gambaran aja, kalau mini LED sekarang, udah bisa bersaing banget sih sama OLED sih. Warnanya juga keluar banget, karena dia udah pake lapisan quantum dot, yang biasa dipake TV-TV QLED itu, yang anda sering denger juga, jadi warnanya keluar, dan brightness dari panel mini LED, pada umumnya, bisa lebih tinggi daripada panel OLED. Karena kalau panel OLED brightnessnya tinggi-tinggi, terus panelnya jadi lebih mudah panas, karena panel yang cerah itu butuh energi yang lebih besar, itu potensi burn in yang jadi kelemahan OLED, bakal lebih tinggi lagi. Sementara panel mini LED, jadi nggak perlu takut yang namanya burn in. Jadi itu kelemahan yang ditakutin di OLED, tapi tidak perlu dipikirin di mini LED! Kita harus bener- bener cari banget, blooming test video, baru bloomingnya bakal berasa jelas. Misalnya disini saya lihat dari bawah, angle-nya jelas, disini ada buletan putih, tapi di sekitarnya berasa ada sedikit asap-asap abu-abu gitu. Jadi berasa ada auranya, di bawah sini juga berasa ada auranya. Ini di situasi yang sangat kontras, di situasi yang sininya gelap total, disininya putih seterang-terangnya, kayak subtitle, atau di warna-warna yang hitam putih, di backlight yang terang, disininya brightnessnya tinggi banget, itu bloomingnya bakal berasa jelas, dan itu adalah kelemahan mini LED. Cuma kalau di video tadi, yang video-video biasa kita nonton, ada filmnya dan 99% konten yang kita lihat, nggak sejelas ini. Tapi kalau misalnya kita lihat dari depan gimana? Coba lu tembak lurus. Nggak terlalu kelihatan ya? Ada kecil, cuma nggak sejelas kalau kita lihat dari atas. Coba. Ini ya perkembangan mini LED seperti ini sih, mantul banget. Tapi disclaimer lagi, karena sangat bergantung situasi juga ya, kualitas TV ya, nggak semua panel mini LED bisa sebagus ini, tergantung seberapa banyak dimming zone yang ada di dalamnya juga. Kalau di Hisense U6Q 85 inch ini, ada 350-an dimming zone, dan itu udah termasuk banyak sih. Wah! Colorful ya. Jadi nggak heran kalau... Anda bakal sering ngelihat di pasar TV, buat kedepannya kalau... TV-TV yang bagusan itu pakainya panel mini LED semua. Kalau buat si Hisense kalau dari data warnanya, dia udah nge-cover 100% sRGB, dan 93% V3. Itu color gamut yang luas. Buat brightnessnya sendiri udah terang di 650 nits mode SDR. Bakal berasa banget kalau lagi ada cahaya-cahaya gini, terus ada bagian yang gelap, kontrasnya mantul. Abis ya. Ini channelnya. Dari tadi YouTube terus bang. Kalau movie kayak gimana? Film yang beneran. Wow! Film beneran dong. Kalau misalnya film yang ada di Netflix, yang udah mungkin great cinema punya, TV-nya juga udah support Dolby Vision, dan Dolby Atmos ya. Jadi ya secara sistem udah support, buat berbagai macam format. Kalau misalnya kita pengen nonton pake warna yang the real-nya, yang sesuai yang sutradara inginkan, kita tinggal masuk ke filmmaker mode. Jadi buat yang belum tau filmmaker mode ini, kenapa dia tulisannya caps lock semua, kayak lagi teriak, karena dia ini emang istilah yang patent ya. Dia udah satu standar sendiri, yang disetujui semua pemain besar film, studio-studio film. Kalau pengen warnanya sejalan dengan sineas-sineas, atau penikmat film yang murni sekali warnanya, pakailah FILMMAKER mode. Karena tidak diutak-atik. Biasanya TV-TV, kadang cinema mode ini masih ada biru-birunya, apalagi dynamic warnanya keluar pop banget. Atau mode lain ini mode yang paling apa ya, murni. Tidak ada oplosan sama sekali. Saya ada satu tips buat anda yang sering nonton TV di siang hari maupun malam hari. Kalau di siang hari, biasanya TV lebih diterangin, buat nyeimbangin cahaya matahari di sekitar ruangan. Kalau malam biasanya kita breakfastnya juga turunin, atau backlightnya secara manual. hidupin light sensor setting, yang ada di Hisense ini, kita on-in, dia bisa ngikutin cahaya di sekitar TV-nya. lagi agak malam gini, dia bakal ngeredup. lampunya dimatiin total, coba lah. Harusnya dia juga bakal jadi redup. Seperti HP ya. Apakah dia bakal ngeredup? Ngeredup? Oh iya ngeredup. Yap. Jadi kalau udah siang kita nggak usah setting-setting manual lagi. Ngeredup beneran. Jadi malam langsung! Waduh hebat banget. Ini redup sih. Jadi dia nge-override si settingan manual yang ada di TV-nya ya, walaupun backlightnya 100 maksimal, harusnya terang banget, tapi karena auto light sensornya bekerja, dia auto redupin. Itu juga tips kalau misalnya anda bilang, "Wah backlight udah 100 tapi kok nggak terang." Ya mungkin auto light sensornya lagi hidup. Nah sekarang coba Iqbal hidupkan... lampunya. Apakah bakal semakin terang? Oh tambah terang. Widih, ini bukan matahari di ujung sana yang lagi bersinar ya, tapi emang gambarnya tambah terang. Oh iya, listrik juga otomatis... jadi naik turun lebih hemat kalau lagi redup, sama tambah banyak makannya kalau lagi terang. Di kondisi brightness sekarang, TV-nya makan 200 Watt. Kalau lampunya dimatiin coba. Harusnya brightness TV-nya bakal turun, wuh langsung. Yep! Konsumsi dayanya langsung tinggal 100 Watt. Setengahnya ya? Jadi kalau nonton TV siang-siang, anda lebih boros saudara-saudara. Kalau nonton malam-malam setengahnya ya. Di situasi ini. Jadi itu kali ya? Yang dimaksud HiSense dengan sistem HiView AI Engine-nya yang bisa ngatur sistemnya kapan terang, kapan gelap dengan bantuan sensor, terus pengaturan warnanya juga, kontras-kontrasnya, semuanya emang butuh 1 prosesor buat narik semua gambar atau proses yang ada di TV-nya. Pakai AI semua! Kata mereka... ada istilah ini. HiView AI Engine-nya juga tentu saja punya peran buat memproses suara dari TV ini ya, dan dikeluarkan lewat sistem audio. 2 titik satunya ya, yang bassnya gede banget di belakang itu. Mari kita dengarkan! TV segede ini. Pakai Airplay. 30. Kalau dari volume-nya sih kenceng banget ya. Di telinga saya 30 pun udah pas loh. Kalau saya berdiri biar telinganya lebih oke. High-nya lumayan tinggi sih. 30 paling pas kalau jarak saya kayak gini. Bassnya lumayan sih. Lumayan berasa. Kalau di musik yang ini, bassnya lebih bulet lagi sih. Cuma detailnya emang agak kurang. Nggak se... bening itu. Kenceng, bassnya berisi, cuma kalau dari jernih, nggak sejernih, cuma biasa aja 7 lah. Kesimpulannya tetap mirip kayak kebanyakan TV ya. Kalau misalnya Anda... udah beli TV yang harganya 25 juta, alangkah baiknya Anda tambahin soundbar yang mungkin harganya 3 juta sampai 5 juta, biar experience-nya lebih full lagi. Lebih mantep lagi, biar lebih lengkap lagi paketnya. Buat sebuah TV nilainya 7 sampai 7,5 lah... Lebih bagus dari kebanyakan TV yang lebih murah pastinya?!? Cuma bukan suara terbaik yang pernah saya denger di TV ini. Lanjut, tadi di awal-awal kita ada lihat salah satu atau salah dua spek dari port HDMI-nya, HDMI 3 dan 4, dia tulisnya 4K 144Hz. Kita buktikan karena itu lumayan spesial buat ada di sebuah TV. Ini saya udah colok di laptopnya dan benar sekali, ini sudah masuk ke 4K 144Hz. Kalau misalnya kabelnya salah, nggak bakal bisa. mesin dari komputer yang nariknya nggak mampu, juga nggak bisa. Jadi harus dipastiin kalau semua koneksinya itu udah ngesupport spek yang sekenceng ini ya... TV-nya udah siap tapi kalau mesinnya belum siap atau kabelnya nggak cocok, nggak bakal jalan yang kayak ginian. Jadi kalau misalnya Anda pengen main game dari PC ke TV ini di setting yang setinggi ini, silahkan saja! Kalau di PS, maksimal 4K 120 itu pun di game yang sangat tertentu ya. Kalau di Nintendo Switch malah cuma 1080p saja. Jadi mainnya di layar yang gede aja sih kalau dari speknya, Nintendo Switch 1 belum sanggup sih. Kalau yang 2 keluar nanti, seru sih buat tesnya karena udah lebih tinggi. Ada coolernya lagi, ini cuma otak dia. Tes-tes aja. Sekarang waktunya kita bermain game. Di sini saya lagi hidupin game barnya ya. Kalau misalnya mau dimatiin juga bisa, tinggal tekan back aja. Kalau mau hidupin kita tinggal tekan menu aja, dia bakal langsung auto masuk ke game bar kalau lagi main game. Jadi bukan setting yang muncul pas kita buka video. Agak beda. Langsung ada statusnya 120 fps, terus HDR 10 nya aktif, AMD FreeSync nya juga aktif, biar nggak ada screen tearing. Kalau Aimpoint itu kalau buat main game tembak-tembakan sih. Game picture nya juga ada beberapa ya. Ada standard, ada sports, ada RTS itu real time strategy, ada RPG, ada FPS, dan ada Black Myth Wukong. Spesifik banget ya. Karena Fun Fact! Hisense sama Black Myth Wukong, mereka ada kerjasama khusus. Kalau nggak salah TV-TV Hisense itu ada beberapa yang certified. Settingan ini di tuning buat maksimalin grafis yang ada di Wukong! Kalau mobil-mobilan ini standar aja. Kita langsung gas aja. Jadi 120 fps gaming, konsol bisa... Cuma ya di game tertentu, kalau buat PS dan di grafis yang lebih diturunkan. Bisa lebih tajam, bisa lebih bagus gambarnya, cuma kalau nggak salah itu harus nurunin fps nya. Mesin PS emang nggak bakal semaksimal PC sih. Yang tadi bisa 4K 144Hz. Kalau misalnya kita ganti high frame rate mode nya ke performance atau ke quality, dia bakal turun ke 60 fps. Kalau image quality yang ada mengkilat-mengkilatnya mobilnya jadi lebih mulus, dia mentok di 60 fps. Jadi kita juga lumayan bisa tau seberapa kenceng performa mesin yang lagi jalanin gambar, yang lagi narik gambar yang ada di TV ini. TV-nya bisa kasih tau gitu. Kesimpulan buat Hisense U6Q ukuran 85 inci. Panel mini LED... makin lama makin mantep ya. Tambah lama tambah ngefans aja sama jenis panel kayak ginian. OLED tentu belum mati, masih ada perannya sendiri. Kalau TV LED biasa yang harganya lebih murah, juga pasti ada pasarnya sendiri. Tapi kalau misalnya nyari yang sweet spot, cari yang titik tengah yang kualitas gambarnya bagus banget dan harganya juga nggak mahal-mahal banget, sekarang di bawah 10 juta udah ada Hisense mini LED yang ukuran 55 inci. Boleh banget buat dipertimbangin. Kita udah lihat kualitas warnanya, kualitas kontrasnya bener-bener udah bisa menipu mata sih. Kalau mata saya disuruh bedain yang mana OLED, yang mana mini LED mungkin butuh waktu buat melitik tipis-tipis banget beberapa video baru bisa bedain karena ini udah mantul. Selain kualitas gambar... TV ini juga ngasih banyak fitur buat mendukung pengalaman menonton ya misalnya FILMMAKER mode, Dolby Vision... Dolby Atmos... terus ada speaker yang udah bagus kalau misalnya telinga kita nggak terlalu rewel, tapi tetep kalau ada duit lebih, budget lebih, tambah soundbar, bakal lebih mantep lagi dia ada sistem buat auto brightness, game bar, panelnya juga 144Hz 4K. Misalnya mau colok PC bisa. Jadi kalau anda lagi nyari TV baru... Saya rekomen banget buat buktiin sendiri seberapa jauh beda TV Mini LED dibanding TV yang pake LED biasa ya? Atau seberapa dekat Mini LED sama OLED yang lebih mahal! Silahkan buktiin sendiri :) Demikian Unboxing sekalian nyobain TV HiSense U6Q 85 Inch! Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Hmm... gedung-gedung kurang... Kalau gelap gini sih warnanya agak... Membosankan!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.