Jungkat

Kalian WAJIB BELI Hape ini KALAU... - iQOO 15R (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ada beberapa tipe pengguna smartphone ya, mulai dari tipe yang fokus ke kamera aja dan ada yang fokus ke performanya aja. Nah, kalau untuk yang pertama saya merasa HP ini enggak akan cocok buat kalian karena kamera di HP ini biasa aja. [musik] iQOO 15 R, kamera belakangnya punya dual setup dengan lensa utama 50 megapixel Sony LYT 700 V terus dia juga punya OIS dan lensa ultra wide-nya 8 megapixel. Sementara kamera depannya 32 megapixel. Ngeliyat setup kayak gini bisa dipastikan ini adalah spesifikasi kamera yang lazimnya ada di HP-HP mid [musik] range. Bahkan HP-HP mid range sekarang malah udah punya lensa telefoto. Lalu gimana kualitasnya? Di kondisi daylight kamera utamanya nangkap gambar yang menurut saya tajam ya, warnanya vibrant dan dynamic range-nya itu mantap menurut saya. Artinya HDR-nya bisa bekerja dengan cukup baik. Kejujuran warnanya, anjay kejujuran. Jadi warnanya itu benar-benar mirip sama aslinya gitu. Pokoknya patut diacungi jempol lah. Dia enggak touch up muka secara berlebihan dan pokoknya wajah di baliho itu enggak beda sama aslinya lah. Terutama baliho-baliho caleg yang tentu kita enggak tahu itu siapa. Untuk kondisi low light berkat bantuan sensor yang ukurannya enggak kecil-kecil banget dan bantuan OIS, foto malamnya minim noise. Kameranya pintar narik cahaya, benar-benar oke buat nemuin titik terang di tempat yang gelap ya. Persis kayak kita rakyat kecil yang masih terus nyari keadilan hukum di negara Konoha. Anjay, Konoha lagi. [tertawa] Untuk potret efek bokehnya rapi, cut out antara objek dan background-nya itu bisa dengan mulus ya. Kamera depannya beresolusi 32 megapixel juga cakep detailnya buat sekedar selfie atau cuma video call aja gitu. [musik] Intinya untuk kamera ya nice to have tapi enggak jelek gitu, tapi bagus banget juga enggak gitu. Kekurangannya di kamera menurut saya ya cuma 8 megapixel lensa ultra wide-nya aja yang tergolong nanggung detailnya kalau di crop gitu dan sayang banget enggak ada lensa tele fotonya. Jadi kita enggak bisa nge-zoom ijazah. Jadi, susah tahu itu ijazah asli atau palsu. Bang, ke sono mulu lagi. Kamera depan HP ini bisa merekam video hingga resolusi 4K di 60 p. Ini adalah fitur perekaman video flagship harusnya. Walaupun sebagian besar flagship sekarang bisa merekam video di 120 fps. Tapi, bisa 4K 60 p aja menurut saya sudah sangat oke sekali. Standar flagship lah. Jadi, kalau mau dibilang flagship ya, mau enggak mau dia harus bisa merekam video di resolusi ini. Untuk kualitasnya seperti yang kalian lihat sekarang, untuk kualitas audio dan videonya, ya seperti kalian dengarkan sekarang. Dengan resolusi yang sama, dengan fps yang sama, ini adalah perekaman video dari kamera belakang. Menurut saya juga sudah lumayan oke. Sudah reliable untuk merekam apapun yang pengin kalian rekam. Eh, depth of field-nya juga lumayan oke karena aperture-nya juga gede. Jadi, seperti yang kalian lihat bagian belakang saya, lumayan Saya setuju enggak punya keluhan, enggak punya masalah dengan kualitas videonya. Karena menurut saya sudah cukup tajam. Kayaknya Vivo dan saudaranya, ini kan saudaranya Vivo ya, iQOO. Kayaknya kualitasnya sudah bagus sih dan sudah cukup oke untuk eh, digunakan sehari-hari. Emang sih, soal kamera HP ini kerasa biasa aja. Tapi, kalau udah ngomongin performa, siap-siap nyengir Anda. Performa emang kayaknya jadi jualan utama HP ini ya. iQOO 15R ini pakai prosesor paling ngebut Snapdragon 8 Gen 5. Terus dia juga punya RAM 12 GB banget LPDDR5X dan storage internal 256 GB yang udah pakai UFS 4.1. Untuk angka-angka, jelas impresif. AnTuTu-nya ada di angka 3 juta lebih dikit gitu. [musik] Geekbench di single core-nya ada di 2.823 dan multi core-nya ada di 9.120. Untuk kecepatan baca storage-nya ada di 1,5 GB per second dan kecepatan tulisnya ada di 860 MB per second. Experience secara casual atau buat match doang, buat buka tutup aplikasi, multitasking atau ya buat kerja-kerjaan enteng lah. HP ini nyaman banget menurut saya. Paling agak susah kalau buat kerja rada serius gitu ya, kayak ngedit video atau apalah gitu. Bukan karena performanya lemot, tapi karena layarnya itu menurut saya enggak gede, alias kecil gitu. Cuma 6,5 inch. Saya tahu mungkin 6,5 inch tuh enggak bisa dibilang kecil, tapi buat orang yang sudah terbiasa pakai handphone dengan layar 6,7 inch ke atas, ukuran segini tuh akan terasa kecil. Terus experience gaming-nya? Rata kanan. Game-game berat kayak Genshin Impact, Delta Force sampai Mobile Legends dilibas di setting-an rata kanan, Sob. Soal stabilitas main game juga ya ada andil dari Super Computing Chip Q 2 lah yang emang didesain buat maksimalin performansi SOC pas dipakai buat main game. Panas enggak pertanyaannya? Hmm, HP mana sih yang enggak panas kalau dipakai kerja rodi? [musik] Tapi HP ini punya 6.5K Ice Core VC Cooling System. Di web-nya sih tulisannya begitu ya. Sistem pendinginan ini diklaim bisa nurunin suhu HP sampai 15 derajat cuma dalam waktu 10 menit. Kalau dipakai stress test, throttling wajar tetap kelihatan buat jaga komponennya tetap aman gitu. Hasil test nunjukin dia turun hampir setengahnya gitu, yaitu ada di 55%. Tapi buat real time gaming, panasnya masih sangat masuk akal dan enggak sampai bikin tangan tuh jadi medium well gitu. Intinya saya suka sama performanya. Kombinasi Snapdragon 8 Gen 1 Plus Chip Q 2-nya ini emang berasa banget ngebutnya, terutama pas dipakai buat main game. Kalau yang saya enggak suka, paling pas dipakai buat main game agak lama gitu ya, tanpa ruangan AC tentunya, HP ini kerasa lumayan hangat aja di bagian bodi belakang nih. Tapi itu aja sih. Oh, satu lagi. Saya merasa performansi SOC-nya itu emang dilimit gitu loh karena susah banget buat dapetin angka Antutu di atas 3,5 juta. Di mana brand lain angka segini itu masih gampang banget didapat gitu. Jualan lain HP ini eh yang dispesifikasi misalnya konektivitasnya sangat apa ya? Paripurna, anjay paripurna. Ada WiFi 7, ada Bluetooth 6, ada NFC, ada air blaster, speakernya juga udah stereo, suaranya lumayan kencang, tuningnya bagus walau frekuensi low-nya masih kerasa agak kurang tebal ya, tapi menurut saya udah okelah untuk handphone sekecil ini. Kenapa ya saya bilang sekarang handphone 6,5 kecil? Karena memang screen to body ratio-nya itu gede banget. Jadi walaupun layarnya gede, tapi body-nya itu besar kompak gitu. Begitu alasannya. Oh iya, tadi saya sempat mention kalau HP ini kurang nyaman dipakai buat main game atau kerja karena layarnya juga kecil ya. HP ini punya layar AMOLED 6,59 inch dengan resolusi 1.5K, layarnya flat dengan punch hole di tengah, refresh rate-nya ada di 144 Hz. Buat scrolling TikTok, Instagram atau X buat bacotin buzzer pemerintah rasanya smooth banget. Enggak kerasa lag sama sekali lah. Peak brightness-nya itu tembus di 5.000 nits ya. Kelihatan jelas pas dipakai terang atau pas panas-panasan gitu. Ada juga perlindungan mata dari SGS display certification. Jadi mata enggak gampang perih walau lambung merintih karena lagi puasa. Yang saya suka dari layar di HP ini menurut saya visualnya tajam, warnanya gonjreng, dan udah pakai sensor sidik jari ultrasonic di bawah layar. Responnya cepat. Lebih responsif daripada respons polisi Konoha kalau nerima laporan kemalingan. Kalau yang saya kurang nyaman dari layarnya mungkin ya itu tadi ya, kurangnya kerasa enggak gede gitu loh, tapi juga enggak kecil kayak nanggung aja gitu. Buat main game dia nanggung, buat kerja juga dia kerasa agak nanggung gitu loh. Ibarat kata itu main game itu kerasa kentang tapi buat kerja itu kurang menantang. Untuk software karena dia saudara kandungnya Vivo sudah pasti dia juga pakai Origin OS 6, one of the best UI period. Berbasis Android 16, experience-nya smooth banget, animasinya mulus, dan layarnya itu kerasa responsif setiap kali disentuh ya. iQOO juga ngasih garansi update OS sampai 4 tahun dan security patch sampai 6 tahun. Panjang banget sih menurut saya. Setidaknya lebih terjaminlah daripada pendidikan di negara hah, elah. Fitur AI-nya juga banyak ya, mulai dari integrasi Google Gemini, fitur Circle to Search dan lain-lain. Yang saya suka dari software di HP ini adalah fitur AI erase di galeri yang sakti banget menurut saya. Atau bagian-bagian foto yang ganggu gitu, kayak bayangan atau apapun yang enggak sengaja masuk ke dalam frame. Kalau yang saya kurang suka dari software-nya, kayaknya enggak ada sih ya. Oh, ada. Paling masalah klasik ya, biasalah. UI dari HP brand China itu biasanya masih nyelipin beberapa bloatware yang lumayan makan storage. Untungnya, sebagian besarnya masih bisa di-uninstall. [musik] Lanjut ke baterai, ini yang bikin saya paling enggak habis thinking. Lu bayangin deh, ini HP kerasa kecil, tapi baterainya 7.600 mAh. Saya mau bilang bejir, tapi lagi puasa gitu. Pokoknya, masya Allah lah, masya Allah. Dan sudah pasti awet banget gitu. Pokoknya, lama deh, lebih dari dua periode deh ini. Dalam pengujian bahkan dia tembus sampai 34 jam. HP terawet yang pernah kami coba. Dipakai buat main game, nonton tausiah di YouTube gitu, sampai maratonin drakor Netflix itu, baterainya seakan nolak buat habis, yoi. Bawa HP ini tuh bikin kita mikir, seolah teknologi power bank itu kayak enggak pernah ada gitu. Baterai gede, tapi di-charge lemot? Aduh, punten, izin. Anda hidup di tahun 2026. HP ini bisa di-charge dengan input sampai 100 watt flash charge. Butuh waktu sekitar 40 sampai 50 menit buat ngisi baterai segede ini dari 0 sampai 100%. Cuma butuh dicolok 10 menit buat baterai keisi dari 0 sampai 20%. Ada juga fitur bypass charging, jadi pas dipakai main game sambil dicolok kabel, listriknya langsung dialirin ke motherboard, bukan ke baterai. Alhasil, baterai enggak gampang bocor dan HP enggak gampang overheat. Terus apa lagi ya? Astaghfirullahalazim, lupa saya bahas desain. Untuk desain HP ini lumayan low profile. Eh, diksi low profile tuh bahasa lebih halus dari diksi biasa aja sebenarnya. [terkesiap] [berdehem] Bodinya pakai material frame aluminium eh berfinishing matte di bagian belakang kaca. Jadi enggak glossy gitu loh, enggak gampang nempel sidik jari. Feel pas dipegang itu kerasa mewah. Satu hal yang sangat mind blowing adalah ketebalan yang cuman 7,9 mm. Tipis banget buat sebuah HP yang punya baterai raksasa. Saya suka sama desainnya. Feel-nya enak di tangan. Pokoknya grip-nya nyaman dan enggak licin lah gitu. Dan ada notif kayak tile gitu loh. No, that I like it. Esenza, anjay. Gila lama pasti kalian tidak relate para Gen Z. Dan bentuk kameranya lucu ya kayak mata gitu kayak dua biji doang gitu. Dia juga udah punya sertifikasi IP68 dan IP69, tahan debu dan semprotan air bertekanan tinggi. Kalau yang saya enggak suka, ah, enggak ada sih ya. Saya suka semua lah pokoknya. Kesimpulannya, satu brand yang pasti akan ketar-ketir sama HP ini menurut saya adalah Poco. Lu bayangin dah, punya SoC yang sama, lebih gede, tapi baterainya lebih gede juga walaupun HP ini enggak punya gimmick eh speaker [musik] dengan woofer ya. Tapi seperti yang saya bilang tadi, HP ini enggak buat semua orang, hanya untuk beberapa orang yang emang cuma concern soal performa. Jadi silakan beli HP ini kalau kamu butuh performa yang ngebut, baterainya tuh gila banget, baterai monster coy, layarnya yang bagus banget dan durable karena punya sertifikasi IP68 dan IP69. Tapi silakan skip kalau kalian lagi cari HP flagship yang fokus ke fotografi dan nyari HP [musik] dengan layar yang gede. Jadi menurut keyakinan saya, HP ini adalah paket komplit yang bahaya banget buat brand lain ya, terutama yang punya HP flagship. Dia ngasih spek rata kanan yang biasanya cuma ada di kelas HP flagship belasan juta. By the way, saya juga pastikan ini HP enggak akan bunuh saudaranya sendiri si X300 Pro ya, karena emang HP ini beda peruntukan. Benar-benar benar-benar pintar Vivo ini. Tapi ingat, keputusan ada di tangan kalian. Jangan sampai salah pilih karena nyesalnya bisa berasa sampai 5 tahun ke depan. Iya, kayak kemarin, kayak ting.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.