Kamera Bagus Bukan Gimmick! Review vivo V60 Indonesia (YouTube Video)
Hai semuanya, balik lagi M di Project Review dan ini dia Vivo V60, seri baru lagi nih dari Vivo sebagai lanjutannya dari V50. Nah, smartphone ini kalau menurut saya kayaknya bakal calon-calon nih jadi HP Android kelas menengah yang laris di sisa 2025. Alasannya tentu karena banyak banget upgrade yang dikasih di smartphone yang satu ini dan bikin dia stand out di antara kompetitor yang lain. Kita mulai dulu dari unboxing-nya. Kotaknya mirip banget sama V50. Isi dalamnya juga hampir sama. Bedanya casing bawaannya nih yang sekarang balik normal lagi. Enggak aneh-aneh kayak V50 kemarin yang sempat ada tutupan buat USBC. Unit yang saya pegang sekarang ini adalah versi spotlight grey. Salah satu dari tiga pilihan warnanya V60. Dari segi desain, ada ubahan ya khususnya di area kamera bisa langsung dilihat. Tapi secara karakter Vivo tetap mempertahankan ciri khas dari seri V mereka. Bodinya ramping, tipis, ya, ringan, dan nyaman dipakai lama-lama. Randot ag ini masih lanjut bikin nyaman dipakai untuk scrolling atau kita pakai buat main game. Posisi tombol ini sama seperti V50. Power dan volume itu ada di bagian kanan. Di atas ada infrared sama speaker. Sedangkan di bagian bawah itu ada USBC, ada speaker sama slot SIM card-nya. Untuk build quality dari perangkatnya menurut saya masih konsisten ya. Vivo backover kaca dipadukan sama frame-nya plastik. Terus ditambah lagi IP rating ya, IP68, IP69 tetap dipertahankan. Jadi untuk tahan air dan debunya maksimal ya. Mau dipakai foto di kolam atau hujan-hujanan pun harusnya aman. Bahkan di sini ya, seperti biasa Vivo masih ngasih mode underwater di bagian kamera yang bisa langsung dimaksimalin. Nah, ngomong-ngomong soal kameranya nih, V60 ngebawa upgrade dengan triple kamera di bagian belakang. Kameranya ini juga bukan lensa makro, tapi telefoto. Jadi, lengkap nih kameranya dari lensa utama, ada ultrawide, dan ada telefoto juga. Ketiganya masih Ziz ya. Lensa utamanya masih dengan 50 megapel. Terus ada ultrawide-nya sekarang 8 megap. Dan yang baru telefotonya 50 megapel. Untuk ultrawide secara resolusi emang ada downgrade ya kalau dari V50, tapi sebagai gantinya sekarang jadi ada lensa telefoto tadi yang menurut saya lebih berguna, lebih kepakai lah nantinya. Nah, sekarang saya pengin fokus dulu nih ke si telefotonya. Jadi jarak optikal dari lensa yang dipakai di smartphone ini adalah 3X ya. Tapi kalau kita ngelihat gimana Vivo mempromosikannya justru 10X-nya ini yang kayak lebih diangkat. Jadi ini tuh kayak pengin menjadi sebuah smartphone mid range yang siap dipakai foto jauh termasuk untuk konser karena udah ada pilihan style spesifik nih untuk stage ya. Jadi buat pakai konser harusnya bisa. Selain itu Vivo juga upgrade fitur multiocal portrait mereka yang sekarang udah sampai 100 mm ya. Jadi lebih jauh. Ai juga enggak ketinggalan ada AI Hyper Zoom yang akan ngebantu foto kelihatan tetap bagus sampai jarak 20x. Untuk hasil dari telefotonya sendiri kalau menurut saya udah sangat memuaskan untuk kelas mid range seperti ini. 3X atau yang setara dengan 73 mm. Ini bisa menangkap detail dengan baik. Warnanya juga bagus. Cocok untuk jarak yang emang enggak jauh-jauh amat. Entah foto objek kayak barang atau makanan misalnya. Detailnya dapat ditambah lagi sama komposisi yang kelihatan lebih padat. Saya suka deh sama foto dengan vokaleng yang lebih jauh begini. Beda loh kita foto dengan telefoto dibandingkan kita ngedekatin lensa tapi dengan mode 1X saja. Terus untuk 10X ya walaupun ini bukan jarak optikal tapi ternyata hasilnya masih oke sekali, masih optimal ya. Ternyata processing-nya, sentuhan AI-nya emang kelihatan ya. Tapi menurut saya sangat memuaskan apalagi mempertimbangkan ya tidak banyak smartphone di classmate range Android yang punya telefoto sebagus ini. Lebih jauh lagi untuk nyobain AI-nya tadi sampai jarak 20X ya benar ini masih oke kok. Kalau ekspektasinya itu dia bakal tajam banget tentu enggak ya. Tapi kalau misalnya buat sekedar zoom yang casual kayak kita nge-zoom ke papan menu atau tulisan yang jauh masih kelihatan dan masih bisa dibaca. Sedikit catatan aja nih untuk telefotonya nih. Kalau low light ya, karena dia bukan lensanya bukan yang terlalu gede. Kamera di sini sering otomatis masuk ke mode slow shutter ya, kayak night mode-nya gitu. Jadi tangan harus mungkin atau yang difoto sebisa mungkin itu enggak banyak bergerak untuk dapetin foto yang optimal. Selain untuk nge-zoom barang atau tulisan, perpaduan lensa telefoto dan AI ini juga bagus saat kita foto portrait dengan subjek orang. Di smartphone ini konteksnya adalah Ziz multiokal portrait-nya tadi. Efek bokya bagus, palingan perlu disesuaikan aja sih. Jangan terlalu gede ya lebar bukaan lensanya supaya bokehnya kelihatan lebih natural. Habis itu dengan telefoto ini kita juga bisa bikin background ya jadi terlihat lebih dekat dan besar. Istilah fotonya itu kompresi lensa ya telefoto. Jadi misalnya ada background menarik ya terus kita pengin bikin kelihatan lebih gede, lebih dekat gitu ya, pakai di lensa telefotonya. Smartphone ini juga punya satu fitur AI yang menurut saya asik banget buat seru-seruan. Namanya adalah AI for season. Jadi, foto portrait dengan kamera belakang itu bisa diganti latarnya jadi empat musim. Jadi, musim semi, musim panas, musim gugur, sama musim dingin. Jadi, misalkan saya lagi di Jakarta panas-panasan, saya pengin ala-ala pakai jaket musim dingin. Foto jadi musim dingin. Wih, beneran kayak musim dingin ya hasilnya. Ini menurut saya keren sih karena hasilnya ternyata rapi dan kelihatan realistis enggak terlalu kayak AI. Lanjut dari telefoto kita masuk ke lensa utamanya V60. Ini hasilnya masih sangat bagus menurut saya untuk sebuah mid range. Bisa dielin untuk foto-foto. Detailnya dapat ya. Karakteristiknya menurut saya emang zice ya yang cukup tajam. Warnanya oke, cukup vivit dengan setelan default yang memang eye pleasing dari sononya. Dynamic range mayoritas bagus ya. Jadinya siap dipakai foto-foto di macam-macam situasi. Kondisi cahaya yang terang ya bagus. Hasilnya lolet juga sebenarnya masih bisa kok selama bukan yang terlalu gelap. Noise adalah sedikit tapi emang ya gak ganggu sih menurut saya. Kalaupun kita butuh tambahan cahaya atau adjust warna bisa juga kita pakai si Aura Light yang masih dibawa sama Vivo. Dan sepertinya memang sudah jadi ciri khas mereka di seri smartphone ini. Oh ya, untuk foto-foto yang saya tampilin di video ini itu banyakan pakai preset warna vivit yang emang udah default bawaan dari sononya. Pilihan lain seperti biasa kita bisa ada textured atau size yang lebih kelihatan natural. Terus ada juga tiga preset warna dari mode film camera untuk look yang lebih vintage ya. Mengakomodir selera zaman sekarang ya. Karena sebagai orang emang suka nih dengan style-style warna yang kayak gini. Sedikit untuk lensa ultrawide kita tadi ya sudah tahu turun jadi 8 megap. Mungkin ini cukup disayangkan bagi sebagian orang. Apalagi kalau kita lihat sebelumnya V50 itu lensa ultrawide-nya menjadi satu poin highlights. Nah, saya enggak ada V50 sekarang untuk kebandingin. Tapi si V60 ini hasilnya menurut saya cukup aja ya. Okelah untuk foto lebih lebar dengan kondisi cahaya yang bagus tapi tidak untuk low light-nya. [Musik] Lanjut ke soal video. Resolusi maksimal dari smartphone ini bisa sampai resolusi 4K 30 fps kalau kita rekam menggunakan lensa utama, telefoto, dan kamera depan. Sedangkan kalau kita rekam pakai lensa ultrawide itu maksimal cuma di 1080p aja. Hasilnya gimana? Langsung aja cek sampelnya berikut ini. Oke, ini jadi kita sekarang tes si Vivo V60 untuk perekaman video lensa utamanya di 4K 30 fps. Jadi emang rensa utama sama telefoto itu bisa ngerekam di resolusi 4K 30 fps ya. Cuman sedikit catatan kalau kita ngerekam awalnya kita mulai dari 1X itu kita enggak bisa pindahin ke 3X ya. Jadi dia hanya bisa sampai ke 2x saja kayak gini ya. Sedangkan kalau kita pengin ngerekam di 3X ya benar-benar harus dari awal enggak bisa dari 1x kita pindah ke 3X itu enggak bisa. Nah ini di 1X ya kayak gini kondisinya di belakang ada matahari sudah mulai turun jadi enggak terlalu terik. Buat yang penasaran gimana 3X-nya, hasilnya kayak gini ya. Ini dia. Kita udah pakai 3X. Saya mundur dikit lah biar agak jauhan dikit. Ini dia hasilnya. Mikrofon, audionya bisa dengar. Ak cukup jauh. Kita balikin dulu ke 1X. Ribet ya buat tunjukin ya. Tapi enggak apa-apa ini kita balik ke 1X. Sekarang saya coba pindah ke sini set. Nah, ini sekarang saya ngadepin matahari yang tadi yang kuning. Nah, warnanya kayak gini. Menurut kalian oke atau enggak? Silakan dikomentarin aja. Habisnya kita lanjut kamera depan, habis itu buat situasi low light-nya juga. Nah, sekarang kita pindah kamera depannya nih dari Vivo V60. Dia punya beberapa pilihan zoom atau angle ya. Jadi ini yang sekarang adalah 0,8. Jadi memang lebih lebar kalau misalnya kalian mau ramai-ram sebenarnya harusnya bisa nih ya. 0,8 lebih lebar. Hasilnya kayak gini. Bisa lihat warna-warnanya. Dynamic range-nya. Kita pindah ke satu ini. Satu lebih dekat. Kalau kita back lightin ke sana hasilnya kayak gini. Dapat cahaya hasil kayak gini. Terus kalau pengin dua yah masih bisa juga nih. Dekat banget ya. Ini duanya kita balik ke satu aja. Hasilnya kayak gini ya dari Vivo V60. Oke. Saya notis ada sedikit distorsi di belakang ya kayaknya. Oh enggak deng. Emang tembok ke belok. Oh ya hampir lupa ya. Jadi kalau misalnya tadi notice ee di 4K itu dia memang lebih gempa ya. Tapi kalau kalian pengin lebih stabil, nah bisa gunakan perekaman di 1080p hasilnya jauh lebih stabil. Ini kalau satu memang dia lebih ngekrop, lebih dekat. Nah, kalau pakai 0,8 menurut saya yang paling ideal di resolusi 1080 p kanan. Jadi kelihatan lebih stabil kalau dibawa sambil jalan. Oke, sekarang kita pindah ke kondisi low light-nya. Oke, kita sudah malam hari. Sekarang kita cobain Vivo V60 untuk perekam video 4K 30 fps di kondisi malam hari dengan bantuan pencahayaan sekitar rumah dan lampu jalan ya. Satu yang lumayan terang bisa langsung lihat hasilnya seperti ini. Ini lampunya e cukup terang ya di sini. Oke hasilnya seperti sekarang. Audio bisa dengar kalau misalnya kita pindah ke sebelah sini. Nah kayak gini. Ini sedikit ketutupan sama pohon. Mundur, mundur, mundur. Kena lampu lagi, kena lampu lagi. Kasihlah kayak gini. Jadi ini bisa dibilang salah satu case pengujian yang gelapnya cukup ekstrem ya. Emang bukannya gelap banget karena masih ada lampu, tapi cukup mau lihat sebenarnya gimana performa dari kameranya Vivo V60. Mungkin habisnya kita pindah ke kondisi lolet tapi dalam ruangan kali ya di studio aja supaya kita bisa cek juga gimana performanya. Oh ya, sebelum lanjut ke studio ya, saya pengin ngasih tunjuk gimana hasilnya kalau pakai kamera depan di tempat yang sama seperti tadi. Ini ada satu lampu ya, jadi lumayan terang kalau ketutupan pohon lampunya ya. Ada bayangan-bayangan sedikit kita pindah ke situ. Hasilnya seperti ini. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Menurut saya sih masih cukup oke ya hasilnya. Dan kita lanjut ke dalam sekarang. Oke, kita pindah ke dalam studio untuk Vivo V60 itu ada si LabuLabu Labubu ya. Bisa langsung lihat nih lampunya saya bikin enggak gelap-gelap amat tapi ya enggak terang-terang amat. Cukup layak satu lampu di pojokan kamar sama satu lampu meja. Hasilnya seperti ini. Kita ditanya bisa langsung lihat naik ke atas itu masih dengan komik-komik. Nah, itu ada figure di situ bisa lihat mungkin ya detail dari mukanya, rambutnya segala macam. Kita naik lagi. Ini ada Pikachu-pikachu warna kuningnya. Mungkin bisa langsung lihat kuning merah di pipinya. Oke ya situ. Dan sekarang kita ke Snorlux baru sekarang ke saya nih yang ngomong. Nah itu dia. Gimana menurut kalian hasil videonya dari Vivo V60 di kondisi seperti sekarang? Ya, kalau di kamar sekarang ini kan lampunya situ satu terus habis itu jadi mungkin agak backlight ya. Tapi hasil kalau menurut kalian gimana? Oke. Enggak silakan tulis aja pendapatnya di bawah. Kalau menurut saya untuk sebuah mid range ini mantap. Udah oke bangetlah sebenarnya untuk perkontenan ya. Tapi balik lagi ke preferensi dan selera masing-masing. Cukup atau enggak? Komenin aja di bawah. Oke, jadi itu dia udah cukup panjang lebar tadi kita soal kamera yang menurut saya seru sekali karena emang layak dibahas lebih detail. Sekarang kita baru bahas bagian specsience selama saya menggunakan si Vivo V60. Nah, dari bagian layar dia ukurannya sama seperti V50 ya. Panelnya, resolusi dan refresh rate-nya itu tidak berubah. Peningkatan ada di kecerahan yang sekarang naik 500 nits dibandingkan versi sebelum. Jadi untuk pemakaian outdoor harusnya bakal lebih bagus. Untuk kualitas visual dari layar sendiri secara umum tetap mantap manjain mata dengan ketajaman serta warnanya yang vivit. Kalau di bagian chipset, nah di sini ada yang baru karena ada chipset Snapdragon 7 Gen 4. By the way, Vivo V60 ini adalah smartphone pertama di Indonesia yang pakai chipset tersebut. Kalau saya cek di Antutu dan compare hasilnya sama yang versi sebelumnya, ya, hasilnya jelas nih ada peningkatan dibandingkan sama 7 gen3. Kalau untuk kau mendengutu yang tadi atau specs dan segala macamnya mungkin bakal enak banget ya buat dikomentarin. Kalau ditanya performa sebenarnya Vivo V60 bukan ditujukan buat angka-angka yang tinggi seperti yang tadi saya bilang ya. Jadi mereka emang lebih fokus kamera tapi dengan pemakaian seharian kayak sosmat, multitasking, bahkan gaming populer kayak main Mobile Legends, main Hai Staril, saya cobain main Zone Zero. Performanya ternyata tetap lancar ya. Ada fitur bypass charging juga nih buat yang suka gaming lama-lama biar baterainya tetap awet. Nah, soal baterai ini nih bagian menurut saya kayak bikin happy. Sanyum sendirilah kalau udah pakai si V60 ini. 6.500 mAh ya. Ini capek banget loh ngabisinnya. Pemakaian saya itu bisa 1,5 sampai 2 hari standby dengan screen on time antara 7,5 jam sampai 9 jam. Entah saya pakai Wii atau seluler itu baterainya tetap juara. perpaduan kapasitas besar dan efisiensi chipset yang menurut saya benar-benar terasa di smartphone ini. Ngecasa pun oke, enggak pakai lama. Jadi baterainya menurut saya udah top banget. Untuk software Vivo V60 berjalan dengan Fantacho OS15 berbasis Android 15. Tampilannya mirip generasi sebelumnya, tapi fitur AI makin banyak. Ada AI Eraser 3.0 di Gallery. Ada AI Expander untuk nambahin foto supaya bisa lebih lebar. AI caption untuk subtitle sampai AI smart call assistant untuk transkip percakapan telepon. Ada juga loh di sini sekarang fitur spam call yang cukup detail dibandingkan versi sebelumnya. Jadi ada kategori-kategorinya gitu. Nah, untuk yang penasaran soal update software-nya, jadi Vivo menjanjikan 4 update OS besar ya dan 6 tahun patch keamanan. Security patch-nya itu 6 tahun. Jadi sebenarnya smartphone ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang panjang. Jadi kalau ditanya apakah Vivo V60 ini worth it? Kalau menurut saya jawabannya seperti biasa, tergantung kebutuhan lah. Kalau emang prioritasnya mencari sebuah smartphone midrange dengan telefoto yang serius, hasilnya bagus, baterainya awet untuk sehari-hari dan performa yang lancar, ya paling tidak untuk tugas-tugas umum. Ini adalah pilihan yang sangat menarik kalau menurut saya. Yang mungkin kurang cocok itu adalah bagi power user ya. Buat yang cari performa rata kanan ya. harus chipsetnya 8S gen sekian gitu ya. Di sini enggak ada. Tapi buat kebanyakan orang V60 ini adalah upgrade nyata dibandingkan V50 dan siap menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya paling tidak untuk sisa 2025 ini. Jadi kalau emang kalian rasa cocok, silakan dibeli. Harganya saya taruh di layar sekarang. Bisa kalian lihat varian dan segala macamnya. Buat yang pengin cek lebih lanjut check out sekalian bisa cek juga. Linknya ada di deskripsi di bawah. Untuk sekarang segitu aja dulu review dan sharing pengalaman saya dengan Vivo V60. Semoga bisa jadi referensi. Boleh di-like, boleh di-share, boleh diislike. Apapun itu, makasih banyak nonton videonya sampai habis. Putri saya pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa, have a nice day.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...


















