Jungkat

Kamera dengan gelar TERBAIK saat ini - Huawei PURA 70 ULTRA! (YouTube Video)

  • 25/05/2024

Halo guys, David di sini, dan kali ini kita bakal nyobain Pura 70 Ultra. Ini HP yang paling canggih dari Huawei yang harganya 20 juta lebih. Itu pun harga di China sana ya. Kalau harga reseller Indonesia, yang bayar cukai IMEI, terus sellernya juga mau ambil untung, itu bisa 30 juta lebih. Beh! Kok bisa mahal banget bang? Ya... ini HP terbaik Huawei, yang lagi-lagi tentu aja jadi HP yang punya kamera terbaik menurut DxOMark. Top Global Ranking 1. Sistem kameranya juga unik, dia beda dari yang lain, nanti kita adu sama Samsung S24 Ultra dan iPhone 15 Pro. Sekarang kita unboxing dulu dah. Di sini kotaknya kelihatan premium ya, ada garis-garis motif yang... kayak membal-membal gimana gitu ya, kayak jaket-jaket yang mahal atau... apalah pokoknya. Ini kesannya kayak mewah gitu, pengen kelihatan beda, dan ada tulisan Huawei Pura 70 Ultra. Jadi kalau saya baca di websitenya Huawei itu, katanya 'Pura' itu keinspirasi dari purity, bening, murni, lembaran baru. Entah lembaran baru apa, mungkin lembaran baru namanya, soalnya kan kemarin-kemarin kalau flagshipnya Huawei, ini namanya P doang, cuma huruf P aja. Kalau kali ini udah dipanjangin jadi Pura. Seniat itu ya, tapi angkanya tetap 70 sih, jadi lanjutin dari P60. Kalau purity, pure itu murni dari apa? Mungkin murni dari campur tangan barat, nggak kotor oleh campur tangan Amerika... Qualcomm atau apa gitu. Nggak ada hubungannya. Jadi ini adalah kebanggaan warga China gitu ya, karena Huawei kan itu gede banget di China sana. Coba kita lihat isinya di sini, oh ini cover aja, cover yang bikin dia lebih mewah, cuma kertas gini aja, cuma efeknya lumayan, dan ada Pura 70 Ultra lagi, ada logo Huawei, terus ada apa ini? Kunlun Glass. Jadi ini kaca buatan Huawei ya, nggak ada apa itu Gorilla-Gorilla apa gitu, Dragon Trail nggak ada. Kunlun Glass! Coba kita lihat isinya, oke. Di sini ada HP-nya, di sini modul kameranya udah kelihatan jelas tebel banget. Di dalemnya ada... uh... ada casing, yang lagi-lagi berusaha kelihatan mahal ya, kalau misalnya casing kayak gini yang dipajang di butik-butik yang mewah, luksuri brand kayak LV atau apa, mungkin cocok juga, cuma ini ya Pura. Logonya kayak aplikasi apa gitu. Google Drive atau apa, ada Huawei juga. Ini coklat-coklatnya kan... bener-bener mirip LV atau apa itu, yang kayak... ck... apa itu ya? Longchamp ya? Longchamp, ya gitu-gitu merk yang.... Di sini ada SIM Ejectors, plus buku petunjuk sih. Kalau dari gambar yang ketulis atau kepampang di covernya ya oke, ada Huawei Pura 70 Ultra, mungkin nih vouchernya kali ya? 500 Yuan. Ada ini, ya ada motifnya juga, penjelasan, ada kabel, ini Type-C to Type-C, dan charger, ini kapasitasnya atau... daya chargingnya 100 Watt, dan ada USB-A sama USB-C, cuma dibikin rapet banget biar nggak sekali colok ada 2. Ya ini ada super charge bisa buat ngecas laptop dan ngecas si HP. Sip. Sekarang kita... coba lihat H- [Kurir]: Lion Parcel COD! [David]: Itu apa? Tadi kayaknya kurir, kurir ya? Oh iya iya, bentar bentar. Kayaknya udah nyampe deh, tongsisnya. Cepet juga. Oh iya, bener deh ada kurir. [Kurir]: Dengan pak David Brendi ya? [Kurir]: Ini ada paket Lion Parcel COD Ongkir. [David]: Oh iya! [David]: Ini pas banget sih timingnya, baru pesen kemarin. [David]: Oh ya jadi berapa? [David]: Ini COD Ongkir kan? [Kurir]: Iya pak, ini pake layaran COD Ongkir. [Kurir]: Jadi, bayar ongkirnya saat sampai. [Kurir]: Totalnya jadi... [Kurir]: Rp7.500,00 pak. [David]: Oh, bentar. [David]: Oh ini, kembaliannya simpen aja ya. [Kurir]: Wah, makasih banyak ya pak. [David]: Ini masnya yang kemarin kan? [David]: Kayaknya udah pernah ngantar kesini ya? bang dari GadgetIn ya? [Kurir]: Suaranya kayak nggak asing gitu. [Kurir]: Yang seneng nge-review HP itu ya? [David]: Iya, salam kenal dengan mas siapa? [Kurir]: Dengan Adripran. [David]: Oh... [Adripran]: Salam kenal juga ya bang. [David]: Oh iya. [Adripran]: Semangat ngontennya ya. [David]: Oh iya, sama-sama mas Adrip. [David]: Yow. Sip, mantep juga ya. Ongkirnya Rp7.500,00 doang. Saya kirain bisa kena lebih, soalnya di website tuh ketulis mulai dari Rp7.500,00. Ya mayan lah. Ini kemarin saya beli, sekalian unboxing aja, soalnya ada hubungannya sama yang kita unbox kali ini, si Huawei. Kemarin beli ini, apa? Tongsis atau tripod namanya? Tongsis ya? Tongsis lah ya. Tapi bisa... triple gitu. Oho... Ya, kayaknya tiap yang nge-review HP itu harus punya barang kayak ginian ya, buat nge-compare-compare foto, terutama video, biar gerakannya sama. Sama goyangannya juga sama, ini maksimal bisa 5 atau 6 gitu. Ini ada 6 sih. Jadi nanti tinggal dipasang di tripod mini atau tongsis, jadi bisa 3. Nanti kita bakal pake ini buat compare si Huawei, Samsung sama iPhone tadi. Nanti bakal kita lihat hasilnya gimana. Sip, kita lanjut ke HPnya. Sip, sekarang kita balik ke HP-nya, Huawei Pura 70 Ultra, kita coba lihat desainnya yang gelap ya. Ini kita ganti dulu deh bagian ininya, nggak usah pake magic-magic deh, berantakan dong ya. Kita rapiin. Nah, kalau kayak gini kan lebih enak, lebih kelihatan kilauan dari kameranya. Ini cakep banget sih, glossy-glossy, berasa cermin, dan bentuknya itu custom, berasa lencana-lencana custom juga, ingetin saya sama apa itu, yang lencana yang di Conan-Conan itu bentuknya pokoknya beda gitu lah, nggak kotak atau bulet doang kayak kayak HP-HP lain. Di sini ada sistem triple camera: 50MP buat kamera utama, 40MP kamera ultrawide, dan 50MP buat kamera tele-nya. Di sini sistemnya namanya X-Mage ya, dan... di bagian belakang ini teksturnya dari vegan leather juga, dari kulit-kulitan yang palsu, kulit-kulitan sintetis, cuma feelnya mewah sih, apalagi ada... motif-motif yang dari tadi itu lah, motif yang ala luksuri-luksuri kayak gitu lah. Terus ada logo Huawei juga yang dipikin mengkilat. Selain warna coklat tua ini, ada juga yang warna hijau, putih, sama hitam. Jadi, silahkan dipilih sesuai selera, kalau misalnya anda pengen beli. Di sini, kalau saya lihat sampingnya sih kesannya mirip banget sama iPhone ya, iPhone pas dia itu belum kotak, iPhone yang masih ngelengkung. iPhone X gitu, atau iPhone 11 juga masih ngelengkung ya. Ya, ini lengkungannya mirip banget, dan bentuk kayak gini ingetin saya lagi, kalau sisi yang ngelengkung kayak gini bikin saya ingat kalau... bentuk ginian lebih ergonomis sih buat digenggam. Dari dulu saya bilang kan kalau yang kaku itu, yang kotak itu emang lebih keren, lebih gagah, cuma agak tajam buat pegangnya. Kalau ini, ini enak sih. Di bagian kanan ada tombol power, ada tombol volume, di atas ada IR blaster, ada mikrofon, ada garis antena, agak susah liatnya ya karena dia finishingnya gelap banget, rata banget, coklatnya dari belakang sampai ke framenya, di sini garis antena doang, dan di bawah ada speaker, Type-C, mikrofon, dan... SIM tray. Gitu aja sih. Bobotnya juga pas, nggak terlalu berat, ini pegangnya mantap, sesuai harganya lah. Dari depan juga kayak iPhone loh. Tuh kalau kayak gini kan, dari siluetnya gitu, wiss... Cuma Harmony OS. Widih... Sip, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Ini bezelnya berasa... berasa mepet banget ya, sampai ke pojokannya sini, ini dari bawah juga dia mepet banget sampai ke pojokan. Ini teknologi Huawei... eh... kalau misalnya bisa ada Google gitu... *Tertawa* itu salah satu alesan kali ya, alesan tersembunyi kenapa Huawei itu dijegal. Alesannya sih karena ya... mata-mata gitu lah. Mungkin ada benernya ya, kita nggak pernah tahu, cuma... cuma mungkin biar Apple lebih maju kali, atau apa lebih maju. Di sini saya ada install aplikasi Google juga sih, tapi caranya itu pakai cara yang nggak resmi, cara yang dari pihak ketiga yang belum ada jaminan, jadi resiko tanggung sendiri. Kalau mau tahu ya di forum banyak caranya. Sampai sekarang kayaknya belum ada HP Android, yang bezelnya itu bener-bener kayak bocor ke samping ya, ini sampai lengkungannya pun berasa ada layarnya juga loh. Dari atas, di bawah sini, Samsung pun kayaknya belum sampai kayak gini ya. Kalau Samsung malah bezelnya itu ya malah maling ke dalam. Kalau si Huawei... ini mereka udah bisa bikin yang bezelnya tipis, terus bisa ngelengkung juga, tapi nggak sampai bikin parno kalau bisa accidental touch gitu, kayak kesentuh-sentuh, nggak seberlebihan itu. Sama kalau kita mau pasangin screen protector, kayaknya bisa juga ya. Ini bagus sih, cakep sih layarnya. Buat speknya sendiri dia udah 1.5K, 2844x1260 pixel, udah IP68 juga, yang flagship-flagship lah. Ini baterainya juga 5200mAh, bisa dicharge 100W yang tadi, bisa wireless charging 80W, ada reverse wireless charging 20W, dari HP ini ke tempat lain bisa 20W loh. iPhone zaman dulu aja belum bisa. Terus RAM-nya 16GB internal, tergantung yang tadi, 512GB atau 1TB, dan chipsetnya pake yang Kirin punya, bukan Qualcomm, bukan Mediatek, tapi Kirin 9010. Katanya sih udah 5G, tapi pas saya baca di websitenya Huawei soal HP ini, entah kenapa mereka nggak tulisin kalau mereka bisa 5G ya, adanya koneksi 4G doang yang disupport. Soalnya pas Huawei bikin chipset 5G yang pertama, langsung diprotes Amerika. Katanya 5G itu teknologi Amerika, jadi Huawei nggak boleh punya 5G. Jadi, entah lah, banyak banget, kita langsung cobain yang lain aja. Yang bisa kita nikmatin sekarang itu speaker. Kayak biasa, unboxing kita ngetes speaker, dan kita ngetes lagunya bocil kematian, masih itu nggak sih? Masih hype nggak sih? Istilah itu atau udah move on ke tempat lain? Yang nonton Windah bisa komen, itu masih berlaku nggak? Oh, bagus sih. Dari depan aja udah berasa sih. *...* Dari depannya aja udah ada apa? Istilahnya apa bass yang 'ngoong' gitu? Apa? Scene-nya ya istilahnya? Heeh. Asik sih ini. Nggak terlalu heboh, nggak terlalu kenceng kayak gimana, tapi... luas gitu. Ya, 20 juta sih, wajar lah. Ekspektasi harus tinggi. Mmh! Kayaknya masih bagusan iPhone lah kalau speaker ya. Nggak senendang itu, cuma yang ini speaker yang bagus sih. Dari bass yang jarang kedengeran detail pun, di HP lain di sini bisa... kedengeran jelas banget. Kalau dari performanya sendiri, ini udah kualitas flagship sih, tapi belum bisa bersaing sama chipset-chipset flagship dari yang lain kayak Snapdragon atau MediaTek. Dari frame ratenya udah tinggi, misalnya main Mobile Legends dia udah bisa rata banget di 90 fps dan grafik yang tinggi. Dari settingnya aja belum bisa 120. Kalau bisa pun saya rasa bisa kena juga. PUBG juga bisa 60 fps, cuma kalau Genshin dia bisa kena di 50-an fps aja. Jadi berasa Snapdragon 2 tahun lalu ya, atau 1 tahun lalu, yang belum bisa rata banget. Kalau sekarang kan Snapdragon udah bosen tuh, buat mentokin Genshin, butuh tantangan baru lagi. Mungkin karena si Huawei emang agak ketinggalan soal teknologi chipsetnya, mereka kan baru mulai bikin-bikin sendiri lah. Dari dulu pakenya Snapdragon, MediaTek, sekarang baru dipaksa bikin sendiri. Fabrikasinya pun masih 7nm doang. Jadi kalau mau ditanya kelemahan paling tinggi dari si Huawei ini di chipsetnya, mereka lagi berusaha sendiri. Sama dari thermalnya juga, prosesor Kirin 9010 ini panas sih, 48-49 derajat, itu udah lama saya nggak ngeliat suhu setinggi ini, di prosesor biasanya 45 aja udah panas buat standar sekarang, tapi 49, ya Huawei harus berusaha nih prosesornya. Cuma kalau orang ngomongin Huawei kan, biasanya langsung yang kepikiran adalah kamera. Walaupun kameranya bukan Leica lagi, ini sekarang namanya X-Mage, cuma hasilnya selalu ditunggu-tunggu sih, apalagi kali ini sistem kameranya agak beda ya, dia kalau kita aktifin kameranya, dia kok nggak muncul? Wih! Oh selfie! Oke kita putar, set! Eh masih selfie? Set! Nah kita ulangin ya, kita back dulu, nah set! Kita keluar dari kamera, masuk, ini buka kamera dia muncul lagi. Wih deh! Sekali lagi nih, ini ke selfie dia bakal masuk, karena nggak kepake, kalau kita aktifin dia bakal muncul. Apakah sistem maju- mundur ini gimmick atau bukan? Antara iya dan tidak sih, Huawei bilang yang sistem ginian penting buat menjaga modul kameranya tetap tipis, karena sensornya gede. Logikanya, jadi dia butuh modul kamera yang tebel buat jadi kandangnya. Cuma pas saya pikir, inget-inget lagi, Sony yang kameranya punya sensor 1 inci, kayaknya nggak setebal itu deh... Terus Huawei X100 juga kayaknya nggak tebel-tebel banget, terus si Huawei ini juga punya ketebelan yang nggak bisa dibilang tipis sih, lebih tipis si Samsung ini, walaupun Samsungnya dia nggak sampai 1 inci, cuma harusnya nggak sejauh itu ya. Jadi kalau saya sih mungkin biar amannya tebelin dikit kali modul kameranya, biar nggak usah bikin sistem yang mekanik kayak gini, karena sistem mekanik kayak gini kan lebih mudah rusak ya, sampai mereka harus pikirin kalau kita teken wait, nggak turun ya? Oh, baru turun. Jadi kalau misalnya kita teken, ada nggak sengaja apa gitu, jadi... Uff, harus lumayan kenceng sih gue tekennya. Oh, keluar lagi habis itu. Oke, se... Nggak masuk loh. Ini agak kenceng sih. Huawei yang ngeklaim bisa 300 ribu kali buka tutup, cuma kalau dipaksa gitu entah umurnya berkurang seberapa banyak kali. Iqbal barusan bilang kalau dari headsetnya kedengeran suara, mikrofon kita bagus berarti. Karena saya agak tipis-tipis sih denger suaranya. Lucu ya? Hmm? Hmm, suara mesinnya loh. Gue kirain dari speaker. Nah itu bukan gimmick berarti. Keren sih, keren sih. Oke! Sekarang kita pengen cobain fitur yang katanya bisa menangkap gerakan yang super cepat, up to 300 km per jam. Coba lo yang fotoin deh. Ini gampangnya pake kibasan daun ya. Sekarang kita adu sama iPhone. Dan hasilnya, Huawei emang kelihatan beku sih dibanding iPhone yang masih ada blur-nya, motion blur -nya kelihatan gerakannya. Jadi tergantung kebutuhan ya. Kalau ada motion blur juga kelihatan kenceng jadi. Sep, jadi foto-fotonya dan video sudah selesai diambil pake tongsis yang tadi. Jadi ada 3 HP yang dibandingin, ada iPhone 15 Pro, ada Samsung S24 Ultra dan ada Huawei Pura 70 Ultra. Langsung ke hasilnya aja penilaiannya nggak bakal satu satu sih karena banyak banget. Ini lebih ke penilaian secara keseluruhan aja kalau masing-masing HP ada ciri khasnya sendiri sih. Misalnya dari warna Huawei kerasa beda sendiri ya. Dia kayak lebih kemerahan gitu. Apalagi di foto yang ini, dia prosesinya berasa banget anehnya. Ini terlalu over, dia agak ngaco. Prosesinya sampai bayangannya tuh pink semua. Kalau di foto lain juga kalau kita lihat Huawei warnanya lebih kemerahan sih. Entah kenapa dia ngeprosesnya kayak gitu. Kalau suasana terang sih saya lebih suka Samsung ya. Paling seneng sama Samsung kalau soal warna kemerahan atau keijuan. Itu selera aja. Cuma dari situasi yang mataharinya kenceng banget, Samsung paling enak sih saya liatnya. Kalau iPhone dia agak keputihan karena mataharinya terlalu kencang, tapi Samsung si daunnya ini dia kelihatan berkilau gitu. Enak banget liatnya. Dari mataharinya juga buletnya itu paling terkontrol. Jadi namanya HP flagship saya jadi inget kata -kata Mr. Mobile sih. Kalau itu udah soal processing banget, di sini silahkan anda pilih. Bisa komen juga di bawah lebih seneng yang mana. Wah ini berlaku buat lensa ultrawide juga ya. Kalau warna dari Huawei ya tetep lebih apa ya? Lebih merah, lebih pink gitu. Sementara kalau Samsung saya warnanya suka sih. Dia hebat cemerlang lah warnanya. Buat zoom juga sama ya. Jadi Huawei prosesinya aneh, dia ya mungkin bagus ya sayangnya jadi kelihatan lebih putih, tapi yang benernya itu dia kekuningan karena payung diatasnya itu kuning. Cuma iPhone buat saya kayak ada filternya dia kuningnya berlebihan. Samsung lagi-lagi kelihatan lebih balance entah. Entah ya. Mejanya putihnya enak, cahayanya juga pas yang terang dia lebih putih. Jadi Samsung sih, Samsung bagus banget. Nah kalau malam ini juga selera ya. Selera anda apakah lebih seneng sama Huawei yang warnanya itu kuat banget, terlalu kuat sampai warna kuningnya lebih kuning, warna merahnya lebih merah dari yang mata liat. Cuma rapi banget, dia padet banget warnanya. Nggak bocor-bocor terutama kalau kita liatin bagian lampu. Tapi lagi-lagi berlebihan. Dan sekali lagi Samsung bisa bikin semuanya balance ya. Dari terangnya, dari warnanya. Sementara iPhone kalau buat low light dia nggak sehebat itu sih. Bagus cuma kalau dibandingin sama Huawei sama Samsung, iPhone yang nomor 3 sih. Lihat nih kayak ini contoh yang paling nyatanya, ini tulisannya Dragon N COW itu yang di Huawei itu nggak serapi itu sih. Kalau mata kita liat sama logonya itu bersih banget. Processingnya handal banget, low lightnya mantep banget. Kalau disuruh pilih saya pilih yang Huawei sih buat situasi ini. Cuma kalau keseluruhan Samsung sama Huawei 50-50. perbandingan kamera belakang buat ngerekam video di resolusi 4K 60 fps. Ini semuanya pakai satu tripod direkam barengan kayak buat compare compare gitu lah. Ini gimana hasilnya? Anda nilai sendiri sih soalnya kalau saya mau komenin satu-satu kayaknya bakal panjang. Jadi silahkan mata anda sendiri yang nilai. Terus suaranya gimana? Jarak sekitar 1 meter. Coba kita lari ya. Ini kamera ultrawide, posisi saya deket banget ini setengah meter doang paling. Kalau ultrawide lumayan penting sih buat kamera flagship. Buat videonya juga biasanya bagus. Buat ngerekam yang lebih luas lagi karena walaupun kamera utama lebih bagus, cuma kadang lebih kecrop kan. Jadi ultrawide juga penting di kamera flagship. Ini buat kamera tele-nya. Buat Samsung sama Evo dia 3x. Kalau Huawei dia 6x. Kami sesuaiin sama beberapa kata. Sekalian ke flagship lah tapi bisa nyampe sangat ya. Sekitar 4 meter. Sekarang kita mulai ngerekam 4K 60 fps pakai kamera depan di 3 HP. Kalau dilihat di sini iPhone lebih ngecrop. Huawei itu sih lebih luas cuma dia 0,8x. Ini kalau 1x. Emmm... Huawei bersih ya tapi kok kayak ada kabut -kabutnya. Kalau play live. Iyem. Entah kenapa Huawei kayak lebih kurang mulus ya walaupun dia udah 60 fps. Mungkin karena udah dari tadi dipakai ngerekam agak anget banget. Yang lain mulus banget. Jadi kesimpulannya saya kasih sedikit komen buat video kalau Huawei jelek. Kenapa? Karena buat ultrawide kami udah rekam di 60 fps. Entah anda nyadar atau nggak. Tapi dia ditampilinnya nggak semulus 2 HP yang lain ya. Sama buat kamera depan entah kenapa fokusnya nggak kena di muka saya. Malah kena ke belakang lebih tajam. Buat video saya lebih percaya iPhone atau Samsung. Jadi kesimpulannya flagship dari China versus flagship dari Korea dan flagship dari Amerika mana yang kameranya paling bagus. Tergantung ya bener bener ada kuatnya sendiri. Kalau Huawei low lightnya mantep bener. Dia kayak udah paling ahli soal low light. Terus kalau iPhone kalau video ini pilihan yang aman banget. Terus buat foto dan lain-lain yang nggak sehebat yang ini sama ini. Cuma ya bagus juga udah standar flagship. Cuma yang Samsung yang saya nggak nyangka dia bisa pilihan yang balance banget buat foto buat video, S24 Ultra cakep sih. Kalau cuma kamera doang pilihan amannya ini ya. Kalau nggak butuh sesuatu yang spesifik. Kalau buat video doang saya masih sering pakai iPhone sih. Cuma kalau buat yang lain Samsung banyak situasi bagus. Jadi gitu aja kesimpulan buat unboxing tes kamera dari Huawei Pura 70 Ultra. Like kalau Anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka dan kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Kalau ada pendapat boleh banget buat tulis di bawah. Closed caption by @subbox.id

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.