Kamera Depan 60MP?! Kirain Gimmick, Ternyata APIK | Huawei Nova 13 Pro Review (YouTube Video)
Akhirnya ketemu juga dengan smartphone midrange yang kamera depannya udah setara sama kamera flagship. Kenalin ini adalah Huawei Nova 13 Pro yang punya dua kamera depan 60 megap dan 8 megap yang bisa selfie ultrawide dan juga close up selfie-nya. Gokil G. Tapi pertanyaannya emang ada yang butuh kamera depan sampai dual kamera? Buat apaan? Terus kalau digunakan untuk content creation apakah senyaman itu? Yuk, kita bahas. Oke, jadi langsung aja ya untuk spesifikasinya kalian bisa langsung baca aja di sini. Saya mau highlight dulu untuk kamera depannya yang punya resolusi 60 megapel ultra wide autofokus dengan apertunya 2.4 yang biasanya dipakai di smartphone flagship untuk kamera depan. Terus ada 8 megap tele dengan bukaan 2.2 ini kayak yang kalau digunakan untuk selfie potret wah bisa langsung jadi majalah fashion. HRD juga kalau misalkan kita pakai foto CV dengan dual kamera ini, mereka langsung auto kesengsem. Dan kombinasi dua kamera ini ya kalau kita buka aplikasi kameranya dia bisa ultrawide zoom dari 0,7 sampai 5 kali. Kalau buat fotografi, wah ini sih kameranya geni banget. Kalian sering kan dapetin FYP yang ultra wet tapi biasanya pakai kamera belakang yang tiknya harus berkali-kali karena ada beberapa orang yang enggak siap untuk difoto karena enggak bisa lihat atau monitoring muka di layar. Terus kalau ada yang merem atau yang enggak siap ya fotonya ngulap. Tapi di Huawei Nova 13 Pro ini beda cerita. Ultrawide 60 megapel-nya ini bisa dipakai dan karena kamera depan jadi kita bisa lihat hasil muka kita sendiri langsung di layar. Mau selfie sendiri, selfie berdua, bahkan selfie 1 RT pun juga aman. Dan kalau masih aja ada yang enggak siap, tenang aja. Huawei juga nyediain yang namanya AI Best Expression. Ini AI yang bakal milihin ekspresi terbaik dari beberapa jepretan langsung dari HP ya, on devices. Jadi enggak perlu ke cloud, enggak perlu sinyal, enggak perlu drama 404 not font. Caranya gampang, tinggal tap muka teman yang fotonya gagal senyum, langsung muncul tuh pilihan ekspresi terbaik versi AI. Mau teman lagi ketawa, manyun, atau pura-pura bahagia, semuanya bisa dipilih ekspresi terbaiknya. Dan itu tadi cuma salah satu ide kreatif untuk pakai lensa ultrawide-nya. Sebenarnya kalau misalkan kalian cari di TikTok selfie ultrawide gitu aja, udah muncul tuh beberapa tutorial yang bisa mengoptimalkan kamera depan dengan ultrawide. Tapi kalau ada yang bilang Huawei Nova 13 Pro ini cuma jualan kamera depan, saya juga sebenarnya gak setuju sih. Karena kamera belakangnya juga bagus banget. Main kameranya 50 megapel, udah ada O-nya, 12 megapel telefoto ada yang bisa dizoom sampai tiga kali dan 8 megapel ultra wide yang bukan gimmik. Jadi enggak ada lagi yang namanya lensa 2 megapel makro atau dep atau kita bilangnya lensa bonus lah. Enggak ada. Dan yang bikin saya angkat topi, kamera belakangnya ini ada physical aperture variable. fitur yang biasanya cuma ada di HP flagship-nya Huawei kayak seri pura ataupun Huawei Mid X6. Dimasukin loh ini ke seri mid range-nya. Jadi, Huawei ngasih dua opsi. Ada virtual aperture yang bisa dibuka sampai 0,95 sampai 16 ya bukaannya. Terus ada physical aperture yang beneran buka tutup. Jadi kayak iris di mata dan bisa dibuka sampai bukaan 1.4 dan 4. Dan hasil fotonya behh cakep. Ini saya coba pakai virtual aperture di 0,95. Bokehnya kelihatan masih processing AI sih, tapi rapi. Kalau mau lebih rapi ya pakai yang physical apertur-nya. Lihat aja detailnya nih. Bokehnya warnanya cakep dengan reproduksi warna hitam atau kontras yang lebih pekat. Dynamic range juga luas. Prosesingnya cenderung ke white balance yang hangat dan menurut saya sih oke ya buat ngejaga highlight-nya. Lensa telefotonya juga cakep. Hasil zoom tiga kali opticalnya tajam dan minim blur. Kalau buat ultrawide-nya ya standar lah ya karena cuma 8 megapel apalagi kalau misalkan di kondisi low light. Tapi yang menarik ultrawide-nya ini juga udah support sama makro. Lumayan serulah kalau buat eksplorasi. Dan bukan cuma itu aja ya, karena kalau kita lihat bagian belakangnya ini enggak cuma kamera aja. Tuh lihat rame banget kan. Jadi lingkaran pojok kanan bawah itu sebenarnya bukan lensa ya. Ini adalah sensor warna 10 channel yang tugasnya ngukur dan nyerap pencahayaan sekitar termasuk warna lingkungan supaya hasil fusnya itu enggak asal nendang saturasi tapi warna-warnanya lebih natural dan enggak lebay. Jadi daun tetap hijau, bukan hijau neon kayak spidol atau stabilum. Terus ada juga satu bagian yang putih di bawah ini. Ini bukan flash ya. Ini namanya laser fokus lah. Buat apa nih? Buat bantu ngunci fokus lebih cepat pas motret objek yang gerak dan biar bisa tetap fokus di kondisi low light. Hasilnya lihat aja nih sampel-sampel fotonya. Dep-nya makin sempit, bokehnya makin dapat. Foto istri saya lagi makan aja. Kalau saya foto pakai ini istilahnya kayak foto gitu karena saking bokehnya. Dan semua sistem warna ini dan juga laser fokus tadi digabungin sama Huawei dan teknologinya itu namanya RYYYB Color E. Ini fitur yang juga sama ada di Huawei Pura 7T Ultra dan juga si Huawei Mate X6 dibawa masuk ke seri midrange-nya. Dan langsung ajaalah kita cobain kameranya ini buat ngonten. Kemarin saya coba dia buat vlogging POV di mobil. Posisinya sempit, lul light, lighting juga seadanya. Tapi hasilnya masih cakep loh. Noise ya ada sih, tapi masih di level wajar, enggak mengganggu khas Huawei lah. Hasilnya itu masih tajam walaupun kondisi cahayanya nyebelin. Atau kemarin saya juga coba di meja cafe yang diameternya itu cuma 60 cent buat vlogging dua orang plus makanannya masih kelihatan lebar banget. Buat dilight malah lebih aman ya. Ini kita coba di 4K 30 FPS. Lihat wah nge-wide banget dan detailnya juga cakep. Khas Huawei Dynamit range juga masih ada walaupun tipis. Jadi bagian ujung tembok sama langit masih jadi satu. Tapi kalau misalkan kita touch kira-kira seperti ini dalam irisnya. Cuman muka saya jadi lebih enggak kelihatan ya siluet. Nah, kalau misalnya digunain untuk jalan 4K 30 fps-nya kayak gini di resolusi 4K 30 fps dan kalau digunain untuk muter-muter ya memang ada starter karena 30 fps dan kalau kita gunain untuk lari sedikit-dikit hah kayak gini kira-kira. Dan dia juga bisa pindah lensa ya. Ini kan pakai ultrawide nih 60 megapel-nya. Terus ini juga pakai masih 60 megapel di digital zoom. Jadi kalau kalian ngerasa enggak butuh ultrawide banget bisa pakai yang 0,8 kali. Terus bisa juga pakai satu kali. Jadi 60 megapel-nya ini di binding, pixel binding namanya. Terus dia bisa di optical eh sori bisa di digital zoom-nya tiga kali. Nah, kalau misalkan mau pakai tele bisa juga ini telnya nih. Tuh, cuman sayangnya telenya beda ya telenya. Karena cuma 8 megapel, jadi kualitasnya beda banget. Skin tone langsung berubah, warna juga langsung pudar tuh. Nah, tapi kalau buat saya sih buat apa ya? Selfie tele itu mau nge-vlog apa? mau nge-vlog hidung langsung jadi muka kayak gini. Karena kalau tele ini mentok banget kayak gini nih. Oh, saya tahu. Mungkin kalau misal ditaruh di sini ya, kalau misal mau mainan tele, jadi kita berdiri jauh. Nah, jadi kalau misalnya kita mau nge-dance atau apapun itu pakai kamera telenya, kira-kira kualitasnya seperti ini. Jadi, kita bisa preview langsung hasil nge-dance kita di sini. Cuma saya enggak bisa nge-dance. Ah, jadinya silap, bukan nge-dance. Kalau untuk kamera belakang kira-kira seperti ini. Ini saya juga pakai ultra wight-nya sama ya. Kamera belakangnya belum bisa 4K 60 fps, bisanya 4K 30 fps. Kira-kira seperti ini sambil nanti kita coba bandingkan ya kamera belakang sama kamera depannya kayak gimana. Kita coba lihat kalau misalnya kamera belakangnya di sini. Apakah fasad di belakang itu masih terlihat over expose kalau pakai kamera belakang? Ini ultrawide. Nah, kalau misalkan digunain untuk jalan kira-kira wah seperti ini sambil nanti kita coba bandingkan kalau misalkan dibuat untuk lari. Wah, lari kayak gini. Oke, itu kalau misalkan kita vlog pakai kamera belakang ultrawide. Nah, kamera belakangnya ini juga sama kayak kamera depannya tadi ya. Jadi, ada beberapa pilihan lensa ini bisa satu kali. Uh, tapi kalau kamera belakangnya dia punya animasinya ya. Terus ini dua kali kita coba shoot kucing nih. Ngapain dia makan daun nih? 3,5 kali kayak gini. Telenya masih better lah ya dibanding kamera belakangnya tadi. Jadi kalau kita pakai shoot 3,5 kali, perbedaan warnanya memang masih ada tapi masih cakep enggak yang langsung pucet gitu jadinya. Nah, kayak gini dan sekarang kita coba shoot detail sambil kita coba untuk jalan ya. Heh. Pus p pus. Sini, sini, sini. Nah, ini diam, diam, diam, diam. Coba kita lihat detailnya kayak gini nih. Kalau misal buat diam dulu ya, jadi model ya. Yah, dia lari lagi. Kalau buat shoot objek kira-kira seperti ini nih. Kalau buat shoot objek kira-kira seperti ini. Boknya bagus, pas. Coba kita cek autofokusnya. Autofokusnya juga cepat, tapi transisinya kayak yang tap gitu ya, kurang mulus. Tapi akurat sih autofokusnya. Padahal ini daun ke daun yang sana. Terus kalau misalkan kita zoom out masih ada starter tapi enggak yang gimana gitu ya. Walaupun 30 fps. Terus kalau misalnya kita zoom in lagi lumayan stabil. Terus kalau misalkan kita rot shot seperti ini nih jadinya nih. Oke terus kalau misalkan kita buat untuk jalan detailnya kita coba shoot object down ini ya. Iya. Rotary shot lagi. Masih mantap. Wuh, terutama detailnya ya. Cakep ya. Tuh, bokenya langsung rapi gitu bokenya. Yang menarik lagi, editor bawaan di Huawei Nova 13 Pro ini lengkap. Mirip kayak CapCut tapi versi LED lah. Kita bisa edit, ada template text, ada buat masking, ganti background lengkap. Atau kalau malas ngedit bisa pakai autonya. dia bakal bikin video kita auto edited yang kualitasnya ya namanya auto edit ya kualitasnya enggak bisa sebagus manual edit tapi buat yang malas atau yang kejar tayang auto edit ini sih ngebantu banget bah lumayan juga ya kita bahas soal kameranya karena memang kameranya sebanyak itu. Jadi lanjut sekarang kita bahas spesifikasi utamanya. Jadi untuk chipset dia pakai chipsetnya sendiri kiri 8000 series octa 12 GB dan storage yang gede 512 GB daily U sih aman buka tutup aplikasi sosm brows terus game-game casual juga aman semua kerasa smooth apalagi dia didukung sama layar yang udah punya refresh rate 120 Hz ngomongin soal layar dia pakai OLED tapi yang LTPU midrange loh ya tapi pakai LTPU jadi adaptive refresh rate-nya bisa 1 sampai 120 Hz yang tujuannya untuk menghemat baterai Untuk resolusinya ada di full HD plus dan untuk color akurasinya ketika kita tes sRGB udah hampir 100% dengan 98,4% P3-nya 78,3% di mode natural itu tadi ya. Tapi kalau di mode Vivit malah SRGB-nya turun di 97%, P3-nya di 77,3%. Ya memang belum 100% sRGB, tapi karena udah mendekati jadi warnanya masih okelah, masih natural juga. Fitur tambahan lain di bagian layar Huawei juga punya yang namanya AI level frame by frame dan juga ada sirkadian Night Summer untuk kesehatan mata yang artinya layarnya ini pintar. Tiap frame yang ditampilin itu diolah satu persatu biar tetap tajam tapi enggak nyiksa mata. Dan sirk night summer-nya juga bikin mata enggak gampang capek. Apalagi kalau misalkan kita lagi stalking mantan 4 jam lebih. Itu matanya enggak capek sih. Hatinya yang capek. [Musik] Baterai untuk fast charging-nya ini juga kencang 100 volt dengan Huawei Supercharge Turbo. Yang ngisi 10 menit aja udah dapat 50%. Kalau 0 ke 100% cuma butuh waktu sekitar 38 menit. Baterai dia standar sih. Di beberapa tes kayak saya lihat di Yugax PC-nya itu dia dapat skor 16 jam 32 menit. Tapi kalau buat video playback di tes kita, dia bisa dapat 24 jam 4 menit. Tapi itu dengan WiFi offcal video playback ya. Jadi walaupun baterainya ini gak segede tren HP sekarang 7000 mAh, tapi manajemennya itu bagus. Ibaratnya kalau misalkan istri saya saya suruh belanja Rp100.000 itu bisa cukup untuk seminggu gitu. Tapi enggak mungkin sih istri saya ya. Lumayan mahal itu kalau belanja. Nah, lanjut untuk software. Dia pakai software EM UI 14.2 dan tenang, sekarang udah enggak perlu drama lagi soal aplikasi di Huawei. Karena Huawei App Gallery-nya ini udah jauh lebih dewasa. Enggak lagi kayak dulu yang harus AOBRAT buat instal third party, instal ini itu. Mau instal Google Apps bisa. YouTube juga jalan, Gmail masuk, Google Maps juga ayo aja. Intinya semua produk Google sekarang udah bisa dipasang dan jalan normal tanpa harus ritual khusus. Terus e-commerce kayak topet, Shopee, sampai aplikasi perbankan, BCA, BNI, semuanya bisa berjalan dengan lancar. Cara carinya juga gampang banget. Sekarang tinggal cari aja di Huawei App Galery-nya ya. Tinggal ketikin aja nama aplikasinya apa. 99% aplikasinya bisa kalian temuin di Huawei App Gallery. Tapi kalau misalkan di suatu kondisi kalian enggak nemu aplikasinya, kalian tinggal cari di Gbox-nya aja. Kalian bisa download Netflix, Copi Kenangan, Hud Dog, apapunlah dibox ini kalau misalkan kalian enggak nemuin di Huawei App Galery-nya. Emangnya aman, Bang, kalau nginstal dari terpakti kayak gitu? Kalau Huawei sih di website-nya udah bilang ya, kalau apapun yang diinstal lewat Huawei App Gallery dan juga Gbox itu aman. Kalau soal desain, Huawei sih selalu pintar ya untuk bikin desain HP biar kelihatan mewah. Mereka bilang desainnya ini dynamic plat teksture. Ini bukan sekedar kota-kota biasa, tapi ada permainan tekstur nano level yang kalau misalkan kena cahaya shading-nya ini bisa berubah-ubah. Keren. Overallinnya minimalis dan estetik. Modul kameranya masih ciri khas Nova series dengan Superstar Orbit Rapi yang sekarang lebih tegas dan refine kesannya. Jadi lebih mewah. Yang kita pegang ini namanya laden green ya. Ada yang warna black juga cuman laden itu kalau orang Jawa bacanya susah. Biasanya bukan loden jadinya lode. Experience-nya kalau dipakai HP-nya udah kerasa solid di tangan. Bagian belakangnya pakai material kaca dengan finishing ala-ala bintang yang satin. Jadi enggak gampang nempel fingerprint dan enggak licin. Frame-nya udah metal. Tebalnya standar di 7,8 mili dengan bobot 209 gr. Masih nyamanlah kalau misalkan digenggam dengan satu tangan tanpa menggunakan casing. Kalau buat harga kata Huawei nanti harganya itu harga normal ya itu di 899 tapi kalau kalian belinya pas promo di 799 dan juga bakal dapat bonus Huawei Watch V3 juga. Wah enak ya. Jadi beli HP bonus jam lumayan. Kesimpulannya menurut saya Huawei cukup cerdik ya strateginya di Huawei Nova 13 Pro. Karena kan sekarang di kelas midrange itu kan wah jualan performa jualan ya kamera depan itu kayak enggak ada yang nyentuh gitu. Nah, si Huawei Nova 13 Pro ini niat banget ngebangun kamera depannya. Bahkan dikasih dua kamera L ya, 64 megap ultrawide dan juga 8 megap tel. Fokusnya ke kamera depan dan hasilnya bisa jadi daya tarik yang cukup unik. Apalagi buat kalian yang suka selfie, live atau kerja remote meeting tiap hari. Tapi walaupun seperti itu, kamera belakangnya enggak ditinggal kok. Tenang aja. Kamera belakangnya juga punya fitur-fitur ala flagship kayak RWYB color ar tadi. Terus ada physical apart juga yang bikin hasil fotonya lebih solid. Apalagi di kondisi low light. Baterainya 5000 mAh. Memang bukan yang jumbo, tapi awet dan didukung sama Huawei Supercharge Turbo 100 watt isi 50% cuma 10 menit. Layar juga udah LTPO adaptif 1 sampai 120 Hz. yang bikin pengalaman pakainya lebih mulus dan juga hemat daya dengan strategi baru bikin kamera depan terbaik di kelas midrange sekarang. Jadi sekarang pertanyaannya si Nova 13 Pro ini buat siapa? Kalau ada orang yang pakai 80% atau lebih sering ngandelin kamera depan buat selfie, video, meeting atau ngonten harian, Huawei Nova 13 Pro ini bisa jadi pilihan yang paling masuk akal. Karena enggak cuma kelihatan cakep di kamera, buat ngonten pun juga nyaman banget. Nge-vlog tuh kayak panjang aja gitu. Saya and see you on the next video. Bye byye. Wah, coba aja kalau juga ada kamera depan khusus buat live gitu ya.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















