Jungkat

Kamera di Versi PRO-nya CAKEP BANGET COY!! - Motorola Edge 60 Pro (YouTube Video)

  • 17/07/2025

Bro, sumpah ya kalau Motorola begini terus, brand lain bisa dipastikan nggak akan tenang. Motorola A60 Pro, senjata baru mereka tahun ini di Indonesia. Tau nggak apa yang keren? Hape ini ternyata ada di ranking 1 di DXOMark dalam hal ternyata baterai. By the way, yang warna ungu ini cakep banget ya. Oke, mari kita bahas satu-satunya. Sejak hape pertama mereka yang masuk Indonesia, ya saya tidak pernah sedikit pun kecewa sama desain dari Motorola, karena memang punya garis desain yang sangat berbeda dibandingkan hape-hape yang lainnya. Maksudnya, mereka tau bagaimana caranya membuat sebuah smartphone terlihat cantik dan nggak cuma terlihat, tapi juga terasa sangat nyaman waktu dipakai. Mulai dari Moto G45, terus ada Moto H60 Fusion, dan sekarang ada Moto H60 Pro. Dan ketiga hape mereka ini menurut saya bagus banget untuk urusan desain dan build quality. Pemilihan material juga nggak lazim ya. Mereka nggak pake kaca, mereka nggak pake plastik, tapi lebih memilih menggunakan material kulit sintetis, yang menurut saya secara look mungkin sangat bagus, begitu juga secara feel kita. Material ini kayaknya bakal ngalamin perubahan warna seiring berjalannya waktu, tapi tergantung penggunaannya juga sih. Untungnya dalam paket penjualan, sudah disertakan sebuah hardcase yang cakep. Dan walaupun dipakai, kesan tipisnya itu nggak ilang lho. Walaupun nggak nutup seluruh bagian. Tapi desainnya memang dibuat kayak gini, biar pas dipakai tuh tetep nyaman, dan tidak menghilangkan feel ramping dari perangkat. Saya sudah membayangkan bagaimana kalau hardcase ini punya bagian samping, hape ini pasti akan terasa lebih bulky lagi. Kembali soal durability yang saya bilang tadi, secara desain, secara look, saya sangat suka sama hape ini. Walaupun tetap dengan keraguan tentang durabilitasnya. Dimana kemungkinan besar antara warnanya mudah berubah, atau jadi mudah rusak, atau bahkan sobek gitu. Itu sih asumsi saya ya, ya mana cuma sebatas asumsi. Belum tentu yang saya bilang benar. Jadi saran saya, kalau kalian beli hape ini, pastikan untuk selalu menggunakan hardcasenya. Dan berterima kasih lah pada Motorola, karena sudah mendesain hardcase yang cantik untuk hape ini. Nah, itu soal desain. Saya suka banget sama form factor dari hape ini. Dia terasa tipis, terasa premium, di bagian belakangnya terdapat 4 bulatan, yang mana 3-nya adalah kamera dan 1-nya adalah LED Flash. Bodi hape ini melengkung di keempat sisi ya, yaitu di bagian depan dan bagian belakang. Jadi memang pas dipegang tuh, feelnya memang kerasa mewah aja gitu, dan sangat terasa solid banget gitu. Yang saya sayangkan mungkin pemilihan material plastik pada bagian framenya. Saya bisa ngebayangin, pake material plastik aja feelnya bisa semewah ini. Gimana kalau dia pake frame metal? Pasti akan terasa jauh lebih mewah lagi, dan lebih berat lagi tentunya. Semua bagian komponennya terasa simetris, mulai dari tombol-tombol di bagian samping, sampai lubang-lubang di bagian bawah. Jadi untuk desain, saya berani kasih nilai 9 persepuluh untuk hape ini. Good job Motorola. Lanjut ke layar, dia berukuran 6.7 inch, beresolusi FHD+, dengan panel P-OLED atau Plastic OLED. Nah, plastik OLED ini memang bikin layar sebuah smartphone jadi mudah ditepuk. Karena P-OLED ini, kelebihannya adalah dia lebih fleksibel dan sekali lagi, mudah ditekuk-tekuk. Spesifikasi layarnya tinggi, mulai dari kerepadatan layar yang sampai 400 lebih ppi, terus dia punya brightness yang juga sangat tinggi, yaitu 4500 nits. Itu artinya kalau kita pake di bawah terik matahari, layarnya akan tetap terlihat jelas ya. Dia juga udah support HDR10+, akurasi warnanya juga tinggi, punya DCI-P3 color space, dia juga punya refresh rate ada di 120Hz, touch sampling ratenya juga tinggi, ada di 720Hz PWM dimming, terus dia juga ada sertifikasi SGS Low Blue Light dan Low Motion Blur, lalu dia punya water touch, yang artinya dia bisa tetap responsif walaupun layarnya basah. Oke, ada yang bertanya buat apa sih punya layar yang warnanya akurat dan punya berbagai macam sertifikasi? Mungkin buat sebagian orang ini nggak begitu penting, tapi buat mereka yang hobi melakukan fotografi atau videografi, layar ini sangat penting. Karena bagaimanapun juga, layarnya akan digunakan untuk nge-preview hasil tangkapan foto dan video mereka, sebelum kemudian hasilnya di-share ke orang lain. Masalahnya, kalau nggak punya sertifikasi yang kayak gini, biasanya apa yang ditangkap sama si kamera itu terlihat berbeda dengan apa yang kita lihat di layar HP tersebut. Kebayang nggak sih? Kita moto gitu ya? Warnanya hijau, tapi karena konfigurasi layarnya nggak begitu bagus, jadi si warna hijau di layar tuh jadi keliatan kayak biru gitu. Kan ini aneh banget jadinya gitu. Intinya adalah menurut saya akurasi warna pada layar smartphone itu hal yang sangat penting ya. Terutama untuk mereka-mereka yang selalu menjadikan smartphone mereka sebagai tanda kutip ya, kamera digital. Layar HP ini oke, bagus, kualitasnya juga saya suka, nonton konten-konten HDR di HP ini tuh enak banget menurut saya. Terus layarnya juga responsif, saya tidak merasakan adanya gejala latency yang mengganggu atau delay gitu, terutama saat digunakan untuk kegiatan yang membutuhkan sentuhan yang banyak di smartphone. Seperti main game atau main real drum mungkin? Saya nggak nemu informasi soal kaca HP yang dipakai di smartphone ini, tapi untuk durabilitas HP ini sudah sangat tinggi. Mulai dari adanya sertifikasi IP68 dan IP69 yang bisa dipastikan dia akan tahan terhadap air dan debu, plus tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi. Lalu dia juga punya military grade MIL-STD-810H yang kita juga tau bahwa sertifikasi ini adalah sertifikasi yang hanya didapatkan oleh perangkat-perangkat yang sudah lulus uji standar militer. Entah itu dibanting, direndam, ditaruh ke tempat yang lembab, ditaruh ke tempat yang tinggi, dan lain-lain lah. Jadi intinya untuk durabilitas HPnya sangat-sangat tinggi menurut saya. Habis layar, kita lanjut ke performa. Untuk performa, HP ini diperkuat dengan MediaTek Dimensity 830 Xtreme. Bukan SoC flagship, tapi SoC ini ngebut menurut saya. Dipake ngapain aja dia tetep enak. Jangan kan cuma buat main media sosial atau nge-scroll TikTok ya? Buat main game aja, dia lancar loh. Banyak banget game yang rutin saya mainkan bisa berjalan dengan lancar di HP ini. Kalo ngomongin soal angka, HP ini juga lumayan tinggi. Untuk AnTuTu dia dapet di angka 1 juta lebih tentunya. Terus untuk Geekbench, performa single core-nya ada di 1402, which is nice menurut saya. Terus performa multi core-nya ada di 4377. Lalu untuk stabilitas performanya, sayangnya saya merasakan adanya gejala throttling di HP ini. Dimana performanya turun cukup drastis pada saat pengujian durabilitas tes. Saya merasa masalah seperti ini cukup lazim kita temukan di HP-HP dengan bodi yang tipis ya. Karena bagaimanpun juga menjadi sebuah tantangan untuk sebuah brand membuat sistem pendinginan yang maksimal di bodi yang tipis. Tapi gejala throttling itu cuma terlihat kalo kita pake aplikasi benchmark aja ya. Karena kalo dalam praktiknya buat main game, saya tidak merasakan adanya gejala throttling yang mengganggu. Selain angka-angka yang didapat HP ini cukup tinggi, performa di HP ini juga didukung oleh beberapa teknologi yang bikin performanya jadi semakin smooth dan nyaman digunakan. Mulai dari jaminan lag free saat main game, karena ada fitur AI boost performance buat ngeboost si fps pada saat kita main game, terus ada real time app switching dimana dia akan bisa otomatis ngalihin prioritas penggunaan RAM untuk beberapa aplikasi yang rutin dijalankan. Jadi pada saat aplikasi itu akan didukung kembali, dia akan lebih cepat ngebukanya gitu. Nah yang ketiga, ada thermal management, dimana dia secara pintar bisa mengatur panas pada device ini. Itulah kenapa pada saat kita bermain game, saat saya bermain game, gejala panas yang mengganggu dan... tangan tetap terasa adem gitu loh. Walaupun waktu main game itu cukup intense dan waktunya cukup lama. Untuk RAM, HP ini juga gede. Dia punya RAM sebesar 12GB, RAMnya sendiri berjenis LPDDR5X. Untuk storage, dia juga sangat flagship. Dia punya storage berukuran 256GB, berjenis UFS 4.0. Kecepatan baca juga ngebut, dia punya kecepatan baca di 560MBps dan kecepatan tulis di 1GB lebih perseken. Yang ini ngebut menurut saya. Sangat-sangat flagship lah. Fitur-fitur di HP ini sangat lengkap. Semua yang harusnya ada di sebuah smartphone flagship bisa kita temukan dengan mudah di HP ini. Mulai dari sensor-sensor yang lengkap, dia juga punya fingerprint dalam layar yang performanya ternyata cukup cepat dan akurat. Untuk konektivitas juga lengkap, selain sudah mendukung konektivitas 5G, tentunya dia punya NFC, dia juga pake Wi-Fi 6E, dan punya dual SIM dengan konfigurasi physical SIM dan eSIM. Lagi software, dia pake Android 15. Untuk antara mukanya, buat yang belum tau dulu, antara muka amatoral itu bernama My UX, dengan tampilan yang sangat-sangat Google Stock sekali ya. Tapi sekarang mereka pake UI baru bernama Hello UI, yang mana secara visual sebenarnya nggak jauh berbeda dengan yang lama. Masih mempertahankan tampilan Google Stocknya, tapi dengan beberapa kelebihan, terutama fitur-fitur yang cukup pintar. Mulai dari aplikasi Moto, yang mana di dalamnya kita bisa mempersonalisasi tampilan smartphone kita, kita juga bisa mengatur gesture, mengatur keamanan, dan lain-lain. Pokoknya semua pengaturan yang ada di hape ini tuh seperti dijadikan satu oleh aplikasi ini. Sebenernya kita juga bisa akses fitur-fitur ini di menu settingnya. Untuk keamanan juga Motorola punya aplikasi bernama Moto Secure, dimana sesuai dengan namanya, aplikasi ini berfokus pada keamanan di smartphone. Kayak kita bisa mengamankan sebuah folder, kita juga bisa mengunci aplikasi-aplikasi, dan lain-lain. Terus ada juga Family Space yang memang didesain supaya smartphone kita aman digunakan oleh anak-anak. Jadi kita bisa mengontrol aplikasi apa aja yang bisa dibuka. Terus kita juga bisa mengatur durasi waktu mereka menggunakan smartphone. Bahkan kita juga bisa melacak di mana lokasi dari anggota keluarga kita. Dan terakhir ada juga fitur yang namanya Smart Connect. Mungkin bukan fitur yang terakhir yang ada di hape ini, tapi lebih kepada fitur terakhir yang mungkin akan saya bahas di bagian software ya. Smartphone Connect ini memungkinkan kita untuk menghubungkan si smartphone ke perangkat lain. Mulai dari koneksi ke PC, terus ke smartwatch ya. Bahkan bisa extend ke screen, atau ke tablet, atau ke TV. Intinya adalah, Smart Connect ini merupakan sebuah gateway untuk terhubung ke device lain. Oh, bukan yang terakhir yang saya bahas soal software. Ternyata ada satu lagi, yaitu AI. Hape ini juga tentunya sudah ditenagai oleh AI, dan fitur-fitur AI di hape ini ditaruh di satu wadah, bernama Moto AI. Cara aktifin Moto AI juga gampang. Tap 2 kali di bagian belakang hape, maka aplikasi Moto AI itu akan muncul gitu. Banyak banget yang bisa kita lakukan dengan Moto AI ini. Misalnya, Catch Me Up, yang bisa bikin ringkasan notifikasi biar kita nggak ketinggalan info. Terus ada Remember This, yang bisa bikin catatan secara pintar, dan bisa nyimpen dan ngerangkum screenshot atau foto penting di layar. Terus ada Pay Attention, yang bisa ngerekam dan ngetranskripsi materi rapat atau bahkan kuliah secara otomatis. Lalu ada Next Move, yang bisa ngasih suggestion yang relevan berdasarkan apa yang kita lihat di layar. Dan terakhir ada Playlist Studio, yang bisa bikin playlist musik sesuai dengan vibe yang kita mau. Eksperiensi pake software di hape ini jujur nyaman, sama sekali tidak ada kendala yang mengganggu menurut saya. Walaupun ada beberapa faktor yang saya berharap ke depan muncul di Moto UI ini, seperti manajemen shortcut. Misalnya untuk memindahkan beberapa shortcut sekaligus, menghapus beberapa shortcut sekaligus, dan meng-uninstall beberapa aplikasi sekaligus. But overall, tidak ada keluhan dari softwarenya. Saya cukup suka. Motorola A60 Pro ini punya baterai berukuran 6000 mAh berjenis silikon karbon. Ukurannya cukup besar dan sedikit tidak masuk akal, karena bisa masuk ke dalam bodi yang cukup tipis. Tapi sekali lagi, karena dia menggunakan baterai berjenis silikon karbon dengan density yang lebih padat, jadi sangat memungkinkan kapasitas baterai masuk ke dalam bodi hape yang tipis. Daya tahan baterai di hape ini juga menurut saya awet. Untuk penggunaan sehari-hari, dia masih cukup bisa diandalkan. Artinya pagi hari di cas, malam harinya masih tersisa beberapa belas persen. Tapi saat saya coba pengujian aplikasi benchmark, hape ini hanya bertahan sekitar 8 jam aja. Agak sedikit berbeda dari hasil DxOMark, dimana dari hasil pengujian mereka, menyatakan bahwa hape ini berada di posisi pertama dalam hal daya tahan baterai. Artinya, efisiensi dayanya luar biasa. Kalau ditanya mana yang lebih reliable? Hasil pengujian saya atau hasil pengujian DxOMark? Semua orang tau pasti DxOMark jauh lebih akurat seharusnya. Jadi mantap hape ini. Untuk fast charging juga dia oke. Dalam paket penjualan ada sebuah kepala charger yang bentuknya nggak lazim, karena berwarna hitam dan terlihat sangat mahal dibandingkan charger hape lain di rentang harga yang sama ya. Hape ini bisa diisi daya dengan protokol turbo charging, dengan output maksimal 90W dan bisa diisi dalam waktu 1 jam lebih sedikit. Dan itu cepet menurut saya, karena baterainya 6000mAh. Terus dia juga udah support wireless charging dengan input maksimal 15W dan bisa berbagi baterai ke hape lain dengan output maksimal 5W. Nggak cuma mendukung protokol turbo power charging, dia juga support protokol power delivery 3.0. Artinya saat kita colok menggunakan charger dengan power delivery, fast chargingnya akan otomatis hidup. Fitur AI di hape ini juga merambah ke bagian baterai ya, karena dia punya teknologi smart charging, yang mana teknologi ini akan membuat umur baterai kita jadi lebih lama. Jadi pada saat baterai sudah mendekati penuh, kecepatan chargingnya akan otomatis diturunkan. Hal ini demi menjaga umur baterai. Oke sekarang kita lanjut ke kamera, di mana ini jadi salah satu fitur yang paling killer yang ada di hape ini. Total ada 3 kamera di bagian belakang dan 1 kamera di bagian depan. Kamera belakangnya masing-masing beresolusi 50MP di kamera utama dan pake sensor Sony Lytia YMX700C. Kamera utamanya ini punya OIS dan sudah PDAF. Lalu kamera keduanya adalah 50MP berjenis ultrawide, yang juga bisa difungsikan sebagai lensa makro. Dan lensa ultrawidenya punya autofocus ya, which is nice. Sedangkan kamera ketiganya adalah kamera telephoto beresolusi 10MP dengan kemampuan 3x optical zoom dan bisa menggunakan digital zoom sampai 50x. Lensa telenya autofocus dan punya OIS. OIS di lensa tele itu menurut saya sangat penting ya, karena bagaimanapun juga getaran saat kita melakukan zoom pada smartphone akan terasa lebih besar di lensa tele dibandingkan lensa utamanya. Sementara kamera depannya beresolusi 50MP yang sayangnya hadir tanpa autofocus. Dalam kondisi terang, foto yang ditangkapnya cakep banget menurut saya. Warnanya natural, detailnya jelas, HDR juga bekerja dengan sangat baik, area gelap dan terang di foto tetap bisa di highlight dengan cukup oke. Nggak ada yang terlalu gelap atau kayak putih banget gitu. Pokoknya buat posting ke media sosial, foto dari hape ini cakep, titik. Sedangkan dalam kondisi lowlight, secara overall menurut saya cukup oke walaupun saya harus pake night mode buat hasil ya maksimal. Karena kalau nggak pake night mode, saya merasa kameranya itu agak ngos-ngosan gitu. Tanpa night mode, foto lowlightnya terasa agak kotor dengan noise gitu ya. Yang untungnya ini teratasi dengan night mode. Konsekuensinya saat kita ambil foto dalam mode ini adalah tangan kita harus stabil, karena gerak dikit aja, foto akan ngeblur. Untungnya, kamera di hape ini punya OIS, jadi getaran-getaran sedikit bisa ditoleransi. Untuk foto portrait, surprisingly hasilnya cukup rapi. Pemisahan antara foreground dan background juga cukup akurat menurut saya, walaupun belum sempurna gitu. Karena kita akan menemukan bagian-bagian yang miss, seperti di bagian rambut-rambut yang halus. Nah, untuk lensa ultrawidenya, menurut saya ini bagus banget ya. Fotonya tajam, tone warna juga nggak jauh beda dibandingkan lensa utamanya, dan minim distorsi, walaupun ultrawide tetaplah ultrawide. Kamera ultrawidenya cukup banget buat memotret pemandangan atau gedung-gedung tinggi. Hasilnya bagus, di kondisi terang, warnanya konsisten sama kamera utamanya, tapi seperti kamera ultrawide lain, ada sedikit efek melangkung di bagian pinggir. Untuk kamera depannya, menurut saya juga bagus. Di kondisi terang, fotonya bagus, detail wajah jelas, dan skin tone-nya menurut saya natural. Pokoknya kamera depannya saya suka, walaupun sayangnya masih fixed focus ya, jadi agak kurang maksimal pas dipakai buat nge-vlog. Ini adalah hasil perekaman video dari kamera depan, dimana dia bisa merekam video di resolusi 4K 30fps, dan menurut saya hasilnya bagus. Surprisingly, tidak seperti kamera depannya yang lain, yang kamera depannya yang... ...geled-gez aja, tapi saya merasa kamera depan di hape ini bagus. Saya bilang bagus karena saya disini terlihat tampan. Gagah dan berani. Tapi yang pasti untuk nge-vlog enak, karena memang focal length-nya nggak terlalu dekat, jadi pada saat-saat begini tuh nggak muka doang gitu. Karena banyak banget handphone-handphone lain yang focal length-nya itu sempit banget, jadi kalau kita bikin video kayak gini, itu tuh posisinya begini nih. Nah, jadi muka doang gitu. Nge-vlog macam apa ini? Begini doang. Tapi ini keren karena lebih luas gitu, jadi kalau nge-vlog tuh enak, kita masih bisa ngelihat bagian belakangnya, jadi kita kalau lagi nge-vlog itu kayak nunjukin, kita lagi ada di sini guys, kita lagi ada di sini gitu. Itu lebih enak karena memang... Buset dah, beresip banget. Intinya adalah... ...kamera depan enak buat nge-vlog. Nah, ini adalah hasil perekaman video dari kamera belakang hape ini, dimana sekali lagi dia bisa merekam video di resolusi 4K, 30 fps. Kelebihan dari kamera belakang adalah... ...kita bisa merekam video dengan format HDR10, jadi kalau kalian mau bikin konten HDR, bisa pakai handphone ini. Keren, sangat flagship sekali. Lalu, ada sebuah kelebihan dimana dia punya AI untuk menstabilkan video. Jadi kalau kita pakai buat sambil berlari, seperti ini. Baru berapa meter, udah capek. Video masih terasa stabil. Itulah, memanfaatkan teknologi AI untuk menstabilkan video adalah salah satu kelebihan dari hape ini. Yang mana nggak semua, mungkin kayaknya belum banyak atau nggak ada... ...handphone yang memanfaatkan AI untuk menstabilkan video. Begitu. Dan AI di hape ini juga bisa ngebantu dalam melakukan 50x super zoom. Jadi kita bisa nge-zoom sampai 50x, tapi kualitasnya tetap tajam. Gokil suara gergaji mesinnya. Kita lihat kemampuan zoom 50x-nya. Coba ya. Kita zoom... ...zoom... Apa ya? Ini deh. Sambil. Terus kita preview. Tajam! Lebih tajam daripada handphone lain. Kesimpulannya, menurut saya, smartphone yang dijual cuma 7 jutaan dan bisa kalian beli tanggal 24 Juli 2025 ini adalah sebuah paket lengkap ya. Karena punya banyak banget kelebihan, mulai dari desain yang cakep banget dan ini bisa jadi salah satu nilai jual utamanya menurut saya. Karena percaya atau nggak, hape ini terlihat sangat berbeda dibandingkan hape yang lain kebanyakan yang mana desainnya terlihat seperti template gitu. Terus untuk durabilitasnya juga dia cukup tinggi. Punya sertifikasi IP68 dan IP69, dia juga punya sertifikasi militer MIL-STD 810H. Asik banget ada hape tipis dan cantik tapi punya durabilitas setinggi ini. Untuk performa dia juga ngebut dengan Dimensity 8350 Extreme-nya. RAM-nya juga gede dan storage-nya juga ngebut. Layarnya cakep banget dengan PLED dan brightness-nya juga tinggi banget sampe 4500 nits. Fitur-fiturnya banyak dan terakhir kameranya menurut saya bagus dan bisa dipastikan fotonya punya DNA flagship-nya. Terus ada 3 pilihan warna. Pantone Dazzling Blue, Shadow, dan Sparkling Green. Seperti yang saya pegang sekarang. Jadi buat kalian yang berminat cari hape premium dan berani tampil beda alias anti-mainstream, hape ini bisa kalian jadikan pilihan. Yaudah segitu aja review singkat saya yang sebenernya nggak singkat-singkat banget ya. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios!

Lihat di YouTube