Kamera Flagship di Harga 8 Jutaan?! Variable Aperture & Selfie Ultra Wide: Review HUAWEI nova 14 Pro (YouTube Video)
Fitur kamera flagship Huawei sekarang ada di Nova Budget kalian belum nyampai ke Pura Series? Nah, bisa cek yang satu nih. Huawei Nova 14 Pro R jutaan tapi udah dapat fitur turunan flagship. Kameranya ada lima, kamera depan ada dua, kamera belakang ada tiga. Fungsional semuanya. Bahkan ada tambah satu lagi yaitu true to Life Color Ultra Chroma camera untuk mengukur warna supaya akurat. Bahkan di kamera utamanya punya fitur adjustable physical aperture atau istilahnya variable aperture. Ini flagship aja belum tentu punya ya. Dilengkapi dengan kamera telefoto tiga kali optical zoom. Desainnya keren dan unik. Dan akhirnya Huawei mulai bersaing dari segi fitur AI-nya. Kalau kata Huawei sih ini adalah paket kamera flagship di body midrange premium. Masa sih? Langsung aja kita review Huawei Nova 14 Pro. [musik] Ya, seri Nova ini posisinya selalu menarik ya. Dia diposisikan bukan sebagai flagship tapi juga bukan midrange biasa. Nova itu biasanya jadi versi stylish dengan kamera canggih khas Huawei. Secanggih apa? Langsung aja kita bahas dari isi box-nya dulu ya. Di sini tentunya ada unit dengan screen protector yang sudah terpasang. Kemudian ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 100 watt Huawei superchge, lalu ada kabel USB type C, ada case, ada sim tray ejector dan paket dokumen. Nah, untuk desain dia pakai flawless quad curve display. Jadi, keempat sisi layarnya itu melengkung, bukan cuma sisi kanan kirinya aja. Untuk dimensinya tinggi 163,4 mm, lebar 75 mm, dan ketebalan di 7,78 mm. Bobotnya sekitar 207 gr. terasa tipis dan meskipun masih di atas 200 gr, tapi saat dipegang enggak terasa berat sih menurut kami ya. Nah, untuk belakangnya Huawei menyebutnya sebagai all new star orbit ring design. Untuk opsi warna ada blue. Untuk yang warna blue ini adalah hero color-nya ya. Dan di back covernya ini ada motif dan tekstur Huawei dan tekstur yang Huawei sebut sebagai Ice Crystal. Kelihatan ya dilihat dari dekat ada motif seperti crystal S gitu membuatnya terasa unik aja. Lalu ada juga warna yang lebih polos yaitu black. finishingnya rapi dan terasa premium saat dipegang. Nah, buat navigasi gesture berkat desain quad curve-nya, swipe dari sisi mana pun jadi terasa mulus. Menariknya lagi walaupun ketan glossy, tapi back covernya nih aman dari sidik jari. Mungkin karena motif-motifnya juga kali ya, jadi sidik jarinya lebih tersamarkan. Bodinya sendiri sudah tersertifikasi IP65, tahan air dan debu. En itu artinya tahan debu atau kedap dari debu. Tapi lima ini memang baru untuk cipratan air saja, bukan level untuk ditenggelamkan apalagi untuk dibawa berenang. Jadi jangan ya. Nah, kita lihat sisi kanan ada tombol power sekaligus fingerprint scanner. Lalu ada tombol volume up and down. Di atas ada lubang mikrofon, grill speaker bagian atas juga di sini. Lalu sisi kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray dual SIM tanpa slot micro SD. Lalu ada mikrofon, USBC, dan grill speaker. Bagian bawah. Speakernya ini stereo dengan kualitas suara yang termasuk keren untuk kelas harganya. Suaranya sangat lantang, detailnya juga bagus. Pakai volume maksimum pun itu suaranya enggak pecah. Keren nih speakernya nih. Kita lihat di sisi depannya. Ini adalah layar 6,78 inci. Panelnya LTPO OLED. Resolusinya up to 2776 * 1224 pikel. Refresh rate-nya 120 Hz. Dan menurut Huawei ini adaptif ya dari 1 sampai 120 Hz. Saat kami coba, sayangnya kita belum nemu skenario di mana layarnya bisa turun sampai 1 Hz. Mungkin baru di situasi tertentu saja. Untuk brightness hasil pengujian kami, brightness smartphone ini bisa mencapai 510 hits di indoor dan 1100-an nits untuk simulasi outdoor. Kelarga gut itu ada dua mode warna. Ada mode normal untuk tuning 100% RGB dan vivit untuk tuning di 100% DC IP3. Base layarnya ini udah tipis dan simetris untuk semua sisinya. Lanjut ke sisi atas layarnya. Ini ada earp untuk nelepon. Lalu ada dua buah kamera selfie. Ada kamera 50 megapel front ultra portrait kamera ini F2.0 autofokus. Lalu perekaman videonya itu sampai 4K60. Kemudian ada kamera selfie yang satu lagi. Ini adalah 8 megap close up portraet front camera F2.2. Autofokus juga perekaman videonya up to 4K 30 fps. Nah, untuk kamera ini memang belum bisa 60 fps ya. Menarik ya. Kedua kamera selfie-nya ini autofokus ya. Beralih ke belakang ada LED flash dan ada modul kamera di sini. Untuk kameranya terdiri dari kamera utama 50 megap RYYB adjustable aperture camera. Aperture itu bisa berubah dari f1.4 sampai F4.0. Aperture ini akan bergerak otomatis. Saat terang dia akan pakai aperture kecil, saat gelap dia akan terbuka lebar. Kalau kita mau kendali manual, kita perlu masuk dulu ke menu promote ya. Selain untuk mengatur gelap terangnya gambar, sepertinya ini juga bisa membantu untuk mengatur intensitas naturalnya. Tentunya kamera utamanya ini autofokus, dilengkapi dengan optical image stabilizer alias OIS. Perekaman video up to 4K 60 FPS. Berikutnya ada 12 megapel RYYB optical zoom telefoto portret kamera. Ini tiga kali optical zoom, 30 kali digital zoom, dan dilengkapi dengan optical image cyber juga. Perekaman videonya juga up to 4K 60 fps. Kamera berikutnya adalah 8 megap ultra white macro kamera f2.2 autofokus juga. Sesuai dengan namanya, kamera satu ini juga bisa digunakan untuk foto makro dengan jarak yang super dekat. Perekaman videonya up to 4K 30 fps. Untuk 1080 FPS sayangnya ini belum bisa. Semua kamera autofokus selfie-nya sampai ada dua. Kamera utamanya ada variable aperture. Sangat jarang ada kelengkapan seperti ini di kelas harganya ya. Nah, peningkatan dibanding pendahulunya paling terasa di videonya yang sekarang udah bisa 4K60 untuk hampir semua kameranya dan hadirnya true to life ultra chroma kamera. Nah, ini tujuannya untuk meningkatkan akurasi warna, skin tone, dan pencahayaan. Tadinya ini baru ada di flagshipnya Huawei, tapi ini diturunkan ke Lininova. Huawei mengklaim warna yang kamu lihat adalah warna yang kamu dapat di foto. Penasaran sehabat apa kameranya? Langsung aja kita uji kameranya seperti biasa bareng sama Kris ya. Di tangan saya kali ini sudah ada Huawei Nova 14 Pro. Jadi langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang pertama-tama saya mau coba adalah kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang ini adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya enggak pakai mikrofon exal. Untuk video sehari-hari atau vlogging hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut teman-teman? Bagus enggak? Untuk kamera selfie utamanya ini punya detail yang tinggi ya, sudut pandangnya juga lebar. Untuk t warna cenderung mirip dengan warna aslinya. Dynamic range tergolong standar di kondisi cahaya yang sulit. Sisi terang masih terlihat over expos dengan area gelap yang masih bisa diekspos dengan cukup baik. Kestabilan videonya tergolong cukup baik juga. Yang menarik di 4K 30 maupun 4K 60 fps videonya bisa stabil. Asyiknya lagi kamera selfie-nya ini punya zoom range yang fleksibel ya. Kita bisa atur dari 0,8 kali hingga 5 kali zoom. Kamera selfie yang zoom juga bisa stabil, aman. Walaupun agak aneh juga ya, selfie zoom gini dipakai jalan, tapi Huawei tetap konsisten kasih eis. Kalau ditanya untuk apa sih selfie tele seperti ini? Kalau versi Huawei, mereka menjelaskan ini bisa dipakai untuk konten make up dan memperlihatkan detail di wajah. Untuk skenario yang lebih umum, menurut kami ini juga menarik untuk konten talking head. Bentuk wajah jadi enggak peang dan background bisa lebih terkompres. Looksnya lebih profesional aja menurut kami. Sekarang kita ke kamera belakang yang kamera utamanya. Hasilnya seperti ini ya. Detailnya oke dengan ton warna yang cenderung mendekati warna aslinya. Dari micrange kamera utama juga tergolong bagus selama kita merekam di 30 fps. Kestabilan video termasuk yang rapi, tidak terasa kedut-kedut atau jater yang mengganggu. Untuk kamera ultrawide hasilnya seperti ini ya. Detailnya kita tidak bisa bandingkan dengan kamera utamanya karena memang sensornya beda kelas tapi di kondisi terang masih ok lah. Menariknya kamera ultrawide-nya juga autofokus. Keperluan makro, video atau fotografi bisa banget nih. Dynamic range tergolong belum oke sih sebetulnya. Masih over expos di area highlight. Sisi gelap juga kurang keangkat. Stabilizer videonya belum serapi kamera utamanya nih. Terlihat belum optimalis-nya. Enggak sampai level gempak parah sih, tapi semoga bisa ditingkatkan lagi. Kalau untuk kamera telenya seperti ini hasilnya. Detailnya tinggi dengan warna yang cukup mirip dengan warna aslinya. Dari micrange lumayan oke, area terang dapat dicover dengan baik, tapi sedikit berharap area gelapnya bisa lebih diangkat sedikit. Kalau untuk stabilizer masih wajar kalau belum sestabil kamera utamanya. Kamera tele memang kurang pas untuk dibawa jalan seperti ini. Di kondisi malam, kamera selfie-nya sudah sulit menekap detail. Noise-nya juga cukup terasa dan terasa artefak pada gambar, terutama ketika kameranya digerakkan seperti ini. Nah, saat kita coba pakai 60 fps, entah kenapa gambarannya jadi ada warna ungu di sudut gambarnya seperti ini. Kalian bisa lihat juga enggak? Tapi ini spesifik di 60 fps ya. Kalau 30 fps masih aman. Untuk kamera selfie yang satunya lagi yang tele malah hasilnya bisa lebih bersih menurut kami. Sekarang kita ke kamera utamanya. Untuk low light ini hasilnya tergolong oke dari segi detail, tapi entah kenapa ton warna jadi oversaturated ya dan skin tone jadi terasa kuning di sini. Padahal lampu sekitar warna putih loh ini. Paling tidak sensor kamera utamanya masih mampu untuk merekam video 60 fps dengan baik. Gambar masih terang dengan detail yang masih terjaga. Untuk jiter stabilizer masih ada di kamera utamanya ini, tapi masih di level yang wajar. Sekarang kita cek kamera ultrawide-nya. Dan hasilnya menurut kami belum pas ya untuk kondisi low light seperti ini. Kamera tele juga belum pas ya untuk video low light karena saat zooming sistem kameranya lebih memilih digital zoom dari kamera utamanya ketimbang optical zoom dari kamera telenya. Kita sempat berhasil men-trigger kamera telen-nya ini, tapi di tengah-tengah perekaman video kameranya bisa pindah sendiri nih. Kelihatan kan bedanya? Sekarang kita bahas pengalaman multi kameranya di sini. Sayangnya belum bisa dibilang mulus ya. Animasi perpindahan kamera masih terasa patah-patah. Dan saat merekam video perlu diingat kita tidak bisa pindah ke kamera ultra wide kalau kita merekam videonya di 60 fps. Ini wajar ya karena ultrawide-nya memang enggak bisa merekam 60 fps. Dari segi konsistensi warna antar kameranya, Huawei masih perlu peningkatan nih, terutama dari segi videografinya. Tuning warnanya bisa terasa beda jauh untuk setiap kameranya. Sekarang kita lanjut ke foto-foto. Untuk foto hasilnya sih luar biasa ya. Upgrade signifikan bisa kita lihat pada fitur ultra speed snapshot. Sekarang bisa untuk kamera depan dan kamera belakang juga. Jadi dengan fitur ini kita bisa dengan aman foto objek yang bergerak cepat. Fotonya tuh bisa tetap tajam. Nah, di sini kita juga sekalian menguji True to Life Color Ultra Chroma kameranya dengan cara seperti ini. Bisa kita lihat ya, warna hasil foto dan tampilan layarnya membuatnya bisa menyatu dengan area sekitarnya. Jadi bisa kita lihat hasil fotonya ini sangat mendekati dengan apa yang mata kita lihat. Fitur spesifik lainnya yang sangat langka adalah kamera selfie-nya yang sangat lebar. Nongkrong rameai-ramai, enggak wajib pakai kamera ultrawide yang belakang. Pakai selfie ultra lebar begini, kita bisa lihat layar dan framing-nya lebih gampang. natural dari kamera utamanya juga mantap ya. Tapi jika tidak mau terlalu kita bisa mengatur variabel aperturnya secara manual lewat promote seperti ini. Kalau tidak mau terlalu boke, setel di f.0. Kalau mau bokenya tebal, setel di F1.4. Untuk kondisi low light juga bukan masalah. Semua kameranya bisa diandalkan. Intinya kalau untuk foto Huawei Nova ini baru terasa sekaliah bersinarnya. Kesimpulan soal kameranya gimana? Tentunya gak ada kamera yang sempurna ya. Beberapa hal yang masih kurang atau perlu ditingkatkan lagi adalah sebagai berikut. Pertama, perpindahan antar kameranya terasa kurang mulus. Kedua, konsistensi warna antar kameranya juga perlu ditingkatkan, terutama dari segi videografinya. Lalu, kamera selfie dua kali zoom-nya itu belum support 60 fps ya. Lalu ultrawide-nya juga belum support 60 fps. Kualitas kamera ultrawide saat low light kurang bisa diandalkan. Dan sampai saat ini mode foto belum ada opsi aspek rasio 16 b 9. Dari segi kelebihannya, foto-fotonya keren hasilnya. Tinggal jepret aja beres lah. Pokoknya selfie zoom-nya memang mungkin tergolong nich ya, tapi untuk bikin video talking head menurut kami ini solusi yang menarik. Lalu kamera selfie-nya juga asik banget buat foto rame-rame, perekaman video bisa stabil di semua resolusi. Huawei gak pelit II di sini. Semua kameranya autofokus. Ini juga luar biasa. Dan dia punya variabel aperture. Fitur yang sangat langka ada di kelasnya. Bahkan flagship aja belum tentu punya. Jadi sudah jelas ya, Huawei Nova ini kameranya kelebihannya apa aja dan keterbatasannya di mana aja. Untuk mayoritas pengguna, terutama yang awam, ini termasuk kamera yang tinggal poin and shoot aja beres. Kalau memang kalian tertarik sama smartphone ini, tinggal pelajari aja keterbatasan yang ada penting atau tidak untuk kalian. Sekian pengujian kameranya Huawei Nova 14 Pro, kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, kita lanjut lagi. Untuk spek internalnya. SOC pakai Kirin 8020. RAM 12 GB. Storage-nya 512 GB. Tidak ada opsi storage lain ya, cuma satu ini aja. Dan sekarang mari kita tes benchmark untuk lihat kelasnya SOC yang satu ini. Nah, untuk Antutu 10 dia dapat Rp800.000-an, Antutu 11 R1 jutaan, Geekbandch 6 single core 1300 dengan multiore di 4.162. Untuk TML stress test score-nya di 3.200-an dengan stability yang tergolong baik di 99%. Skor ini mengindikasikan bahwa performanya ada di kelas menengah. Memang bukan yang paling kencang di kelasnya ya, tapi untuk penggunaan sehari-hari seperti sosial media, e-commerce atau browsing ini enggak ada masalah yang berarti di sini. Nah, kalau buat gaming bagaimana? Nah, kita tes dulu untuk Mobile Legends setting grafic terbuka itu bisa sampai ultra saat dimainkan dia bisa jalan lancar di 90 fps. Mulus lancar di sini. Kemudian Gensin Impact kita juga mainkan di setting HS 60. Game ini sudah berjalan di kisaran 45 sampai 60 fps. Masih cukup lancar. Tapi setelah 15 menit pengujian terlihat ada throttling lalu naik lagi ketika suhunya menurun. Ya, setelah 30 menit dimainkan suhu layar itu terpanas di 37 derajat celcius saja. Suhu back cover terpanas di 41 derajat celcius. Masih tergolong anget-anget tipis ya, belum sampai panas-panas banget. Lanjut untuk watering wavees. Di setting balance frame rate kita style di 60 fps. Hasilnya belum tergolang mulus ya. frame rate-nya fluktuatif lumayan tinggi kisaran 30 sampai 60 fps. Enggak gitu stabil frame rate-nya, tapi masih dalam taraf bisa dimainkan lah. Yang satu ini suhunya sedikit lebih tinggi dari Genin. Baik sisi layar maupun belakangnya itu bisa mencapai 43 derajat celcius. Oke, sekarang kita tes local video playback 1080p. Nah, ternyata baterai bisa bertahan hingga 24 jam 53 menit. Udah hampir 25 jam. Ini udah lumayan awet ya. Lalu TikTok selama 1 jam itu turun 7% saja baterainya. ini tergolong ok lah ya. Untuk Genin Impact 30 menit baterai turun di 14%. Kalau untuk game tergolong normal untuk performa yang diberikan nih ya. Nah, untuk charging kita pakai 100 watt Huawei Superchge-nya. Untuk mencapai 50% itu butuh waktu 16 menit. Dari kosong sampai penuh butuh waktu 41 menit. Ini tritung charging yang kencang ya, udah bisa di bawah 1 jam ya. Udah penuh dia ya. Nah, untuk konektivitas ini tentunya 4G, Wii-nya Wii 5. Bluetooth versi 5.2, NFC. Nah, ini juga ada dan bisa emulasi akses card. Untuk display out sayangnya masih belum bisa dan ini wajar untuk kelasnya. Untuk sistem security dia pakai side mounted fingerprint scanner dan ada face unlock juga. OS dia pakai EMUI 15. Seperti biasa tersedia app Gallery di MUI ini untuk mendapatkan berbagai aplikasi penunjang penggunaan smartphone yang satu ini. Ada banyak aplikasi yang tersedia di sini termasuk online marketplace di sini sudah ada ya Shopee, Tokopedia dan lain-lain. Ada media sosial TikTok, Telegram dan lain-lain. Ada banking base mobile, Livin, Octomobile dan lain-lain. Ada transportasi, Grab, My Bluebird itu ada di sini. Dan ada aplikasi-aplikasi dari operator seluler tentunya. Nah, kalau butuh aplikasi dari Google sudah tersedia di AppG Galery, tapi dari sistemnya Huawei akan mengarahkan pengguna untuk instal MicroG terlebih dahulu. Untuk update OS dijanjikan selama 2 tahun. Nah, dari segi fitur AI, kali ini Huawei menyematkan beberapa fitur nih. Ada AI based expression ini untuk ganti ekspresi wajah di foto grup ya. Kita bisa pilih ekspresi terbaik untuk tiap orangnya. Lalu ada AI remove bisa menghapus objek orang kabel clutter di background. Lalu ada AI gesture control. Dengan ini kita bisa melakukan scrolling tanpa nyentuh. Bisa juga untuk grab screenshot pakai gesture tangan. Ada AI messaging. Dengan fitur ini. Notifikasi otomatis disembunyikan kalau ada orang lain yang ngintip ke layar kita. Lumayan lah ya, udah ada beberapa fitur AI-nya di sini ya. Nah, untuk harganya untuk varian 12512 ini SRP-nya ada di Rp8.499.000. Nah, selama periode promo kita akan mendapatkan bonus Watch Fit 4 Pro senilai Rp2,9 juta dan ada 1 tahun Huawei Care Plus senilai Rp999.000. Untuk detailnya cek link di deskripsi. ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, buat yang butuh aplikasi Google mungkin butuh sedikit usaha ekstra atau adaptasi dengan aplikasi lain. Kalau kita tidak terkait dengan ekosistem Google, harusnya sih ini bukan masalah yang besar. Lalu untuk kivitas dia masih 4G. Lalu untuk performanya ini bukan yang terkencang untuk kelasnya. Jadi kalau kalian mengincar untuk gaming banget ini belum pas. Tapi untuk aplikasi harian seperti sosem, e-commerce, browsing-browsing ini masih sangat-sangat lancar. Kemudian di kelas gini IP ratingnya masih IP65. Saat yang lain sudah nawarin IP6, IP68 ya. Lalu kemampuan kameranya ini masih butuh peningkatan di beberapa bagian seperti yang dijelaskan oleh Kris tadi. Nah, dari si kelebihannya hasil fotonya bagus banget. Kamera selfie-nya ini udah unik banget. Stabilizer videonya konsisten. Dia bisa 4K untuk lima kameranya. Punya fitur variable aperture, fitur yang sangat langka di kelas harga segini. Daya tahan baterainya ini udah oke banget. Charging-nya 100 watt dan beneran kencang. Bodinya tersah premium dan solid. Desainnya juga fresh dan elegan. Sere speakernya ini kualitasnya keren di sini ya. Layarnya udah LTPO OLED 120 Hz. Desain quadcraft-nya ini juga langka di kelasnya ya. Lalu RAM dan storage-nya ini tergolong besar. Pada akhirnya smartphone ini cocoknya buat siapa? Nah, untuk yang cari kemampuan foto yang bagus, terutama kamera selfie untuk nongkrong bareng teman-teman gitu misalnya ya. Ini asik banget sih ya. Untuk yang mau bikin konten Talking Head ternyata ini bisa cocok ya. Selfie zoom-nya itu bisa kasih perspektif yang terlihat lebih profesional. Nah, perpaduan dengan desain yang elegan dan solid ini jadi membuatnya cocok untuk siapapun yang cari smartphone Huawei tapi budgetnya belum sampai di atas R juta. Pura series belum kebeli. Ini bisa jadi alternatif yang pas ya. Ya, jadi kurang lebih seperti itu ya review-nya Huawei Nova 14 Pro ini. Kalau menurut kalian sendiri apa yang paling menarik dari smartphone ini? Kameranya, desainnya, atau layarnya? Nah, silakan tulis pendapat kalian di kolom komentar.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















