Jungkat

Kamera Maksimal, Harga Minimal (?) - Nyobain Redmi 13 (YouTube Video)

  • 11/06/2024

Mari kita lupakan sejenak soal hiruk pikuk keanehan dari brand sebelah ya dan fokus ke hape baru dari Xiaomi ini. Redmi 3...13 Kedatangan hape ini sedikit mengejutkan karena nggak ada angin, nggak ada hujan, tau-tau hape ini ada di meja saya. Dan jujur, saya kaget waktu saya lihat spesifikasi dari hape ini. Ternyata banyak hal yang baru dan bikin dia beda. Sesuatu yang baru ini sudah pasti bukan dari desainnya karena kalau kita lihat dari desainnya, masih terlihat mirip dengan desain beberapa hape dari Xiaomi sebelumnya. Dengan setup 2 buah kamera plus sebuah LED flash berbentuk kering atau melingkar. Bodi hape ini terbuat dari plastik, tapi hanya framenya aja ya karena bagian back covernya ini, ini tuh dari kaca dengan eksen glitter emas gitu. Disertakan juga sebuah softcase yang tebel banget buset. Bahkan saya sedikit kesulitan waktu pertama kali pasang softcase di hape ini. Ada 3 buah pilihan warna yang lucu-lucu yaitu Midnight Black, Ocean Blue, dan Sandy Gold. Nah yang unit yang saya pegang sekarang ini adalah Sandy Gold atau emas. Ini dari jawa nih pasti. Komponen-komponen pada bagian luar di hape ini termasuk lengkap. Karena jack audio dan infrared blaster masih kita temukan di sini. Untuk bagian kanan juga kita bisa melihat ada sebuah tombol power yang menyatu dengan sensor sidik jari. Untuk layar sendiri, dia berukuran 6.79 inch beresolusi Full HD plus dengan refresh rate 90Hz. Tidak ada informasi jenis kaca apa yang digunakan di layar di hape ini. Yang pasti sekilas terlihat kalau layar di hape ini cukup kinclong. Bezel di layarnya juga nggak tipis- tipis amat ya karena terlihat bagian kiri kanan atasnya lumayan tipis tapi bagian dagunya masih terlihat cukup tebal. Ya nggak ada yang bisa diharapin dari hape dengan harga segini sih sebenernya. Warna yang diproduksi oleh layar di hape ini menurut saya cukup oke. Nggak terlihat terlalu pucat dan masih enak dilihat. Saturasinya nggak begitu tinggi karena memang hape ini masih pake panel IPS. Jadi saturasi tinggi itu tuh khas panel-panel OLED atau AMOLED gitu. Tadi saya sempet bilang kalau ada yang baru di hape ini yaitu SoC-nya. Dimana ini pertama kalinya saya pegang hape dengan SoC MediaTek Helio G91 Ultra. SoC ini punya setup dual core berbasis Cortex A75 dengan kecepatan 2GHz dan 6 buah core berbasis Cortex A55 dengan kecepatan 1,8GHz. Angka-angka yang didapat dari aplikasi benchmark juga memperdayakan skor yang lumayan menurut saya. Dilihat dari angka yang didapat, saya berkesimpulan kalau SoC ini setara dengan Snapdragon 680. Dan angka-angka tersebut juga mirip dengan yang dihasilkan oleh MediaTek Helio G85. Jadi memang SoC ini adalah kelas entry to mid level ya. Dalam prakteknya, saya coba main beberapa game casual di hape ini dan dan masih cukup lancar walaupun belum masuk kategori ngebut. Karena beberapa game hanya bisa disetting grafis menengah aja. Saya coba main Mobile Legends dan saya ngerasa cukup nyaman main game ini di hape ini. Untuk beberapa game seperti Brawl Stars atau Smash Legends juga terasa cukup nyaman. Main game di hape ini juga kerasa makin nyaman dengan adanya fitur game turbo di HyperOS yang bantu mengoptimalkan performa si hape dan ngeblock semua notifikasi yang bisa mengganggu experience waktu kita main game. Jadi ini tuh toolskus buat main game gitu. RAM di hape ini lumayan lega, yaitu 8GB dengan storage 256GB. RAMnya sendiri bisa kita gedein dengan fitur memory extension sampai 8GB lagi. Artinya kalau kita set memory tambahannya 8GB, total kita punya 16GB RAM. Yang mana memory extension ini merupakan virtual RAM yang ngambil kapasitas storage. Hape entry level ini ternyata punya fitur esensial yang sekarang jadi sebuah standar untuk hape-hape entry to mid ya, yaitu adanya konektivitas NFC. Untuk baterai, hape ini punya baterai yang lumayan besar, yaitu 5030mAh dengan dukungan fast charging 33W. Yang mana dalam paket penjualan juga kamu masih mendapatkan sebuah kepala charger. Halo kata om dede itu? Ada chargernya? Ada chargernya dong! Sebagai Xiaomi tetap berkomitmen untuk selalu memberikan kepala charger di hape entry level sampai mid mereka ya. Kita semua tau kalau Xiaomi punya sistem operasi baru yang menggantikan MIUI, yang notabene nya adalah sistem operasi antarmuka legendaris. Sistem antarmuka terbaru mereka ini ternyata juga sudah diadopsi oleh Redmi 13. Yang mana menurut saya ini keren. Sebuah hape entry level udah pake sistem antarmuka terbaru. Karena ada beberapa brand yang hape-hape entry level mereka justru pake sistem antarmuka yang berbeda gitu. Dengan embel-embel light lah atau apalah itu. Tapi di hape ini terlihat kalau Xiaomi tidak pilih kasih. Karena hape entry level mereka pun mendapatkan perlakuan yang sama dengan hape-hape flagship mereka. Hmm nice Xiaomi. Xiaomi menawarkan sebuah hal yang menurut saya mahal. Karena nggak semua brand bisa melakukan ini. Yaitu jaminan update software. Dimana mereka ngeklaim hape ini akan mendapatkan 2x Android Update. 2x itu kalau sekarang 14 berarti dia dijamin akan mendapatkan sampai 16 ya. Dan 4 tahun security update. Jaminan ini yang jujur bikin kita lebih tenang. Karena ngerasa tidak dilupakan gitu loh setelah kita beli hape mereka. Nggak kayak brand lain yang jorjuran secara spesifikasi, tapi nyaris nggak pernah ngasih update software. Hmm kayak siapa ya? Dan terakhir adalah kameranya. Hape entry level ini punya kamera utama beresolusi 108MP. Sebuah ukuran kamera yang besar untuk hape entry level. Dan nggak tanggung-tanggung, kamera utamanya ini punya fitur 3x in-sensor zoom Hmm saya akan coba jelaskan sedikit kenapa teknologi in-sensor zoom ini keren. Jadi teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan zoom dengan lebih detail tanpa mengandalkan lensa zoom secara optikal. Dengan kata lain, in-sensor zoom memanfaatkan besarnya sensor utama. Jadi saat melakukan zoom in, sensor kamera akan menggunakan informasi dari pixel-pixel di sekitar pixel yang difokuskan. Atau mekanisme ini sering disebut dengan istilah pixel binding. Sering denger kan istilah itu? Alhasil, foto yang ditangkap tidak kehilangan detail dan masih terlihat sama tajamnya dengan foto yang tidak di zoom. Karena kita semua tau, biasanya kalau kita melakukan zoom secara digital, sudah pasti hasilnya nggak begitu bagus alias burik. Kamera depannya juga terbilang cukup besar untuk sebuah hape entry level, yaitu 13MP. Dengan hasil yang surprisingly cukup oke dan cukup membuat saya terlihat tampan. Karena kamera selfie yang berhasil mempertahankan ketampanan saya, otomatis saya akan bilang bagus. Tapi karena ini adalah video impresi pertama, jadi saya belum bisa cerita banyak soal hasil kamera dari hape ini. Dan untuk lebih jelasnya, mungkin kalian bisa lihat beberapa foto yang saya ambil menggunakan Redmi 13. Kesimpulan sementara saya adalah, setiap tahun Xiaomi selalu membuat standar baru untuk kelas smartphone entry level, yang mana semakin tahun, hapenya tetap di range harga yang sama atau bahkan lebih murah. Tapi ngasih fitur yang semakin tahun semakin canggih, termasuk hape ini. Yang seperti yang saya bilang tadi, banyak beberapa hal yang mungkin tidak akan kita temukan di hape Android lainnya di kelas yang sama. Saya merasa hape ini adalah sebuah respons dari serangan-serangan brand lain yang mencoba menggoyahkan kedikdayaan Xiaomi di kelas entry level. Anjay, bahas aja. Dan percaya atau nggak, bagaimanapun juga branding Xiaomi di Indonesia itu udah cukup besar ya. Bahkan service center mereka diklaim ada di 300 titik di seluruh Indonesia. Artinya, mau dimanapun kalian, saat hape Xiaomi kalian bermasalah, kalian nggak akan kesulitan dan bingung harus kemana. Untuk harga, saat saya menulis skrip ini, saya belum tahu berapa harga resminya. Tapi harusnya kalian bisa melihat harganya dari judul video ini. Gimana menurut kalian? Harganya udah pas belum? Closed Caption by @subbox.id

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.