Kamera Professional Killer ! Huawei Pura 80 Series Review (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Huawei Pura 80 Ultra dan ini yang versi Pro. HP yang gak cuma nangkring di peringkat tertinggi DX O Max, tapi juga mecahin rekor tertinggi dari DX Max. Saya udah pakai HP ini sekitar 2 minggu lah. Dan bayangin aja ini kayak bawa kamera pocket tapi versi HP. Jadi it's like a DSLR by in our pocket. Beh keminggris. Karena emang hasil kameranya segokil itu dan hasil zoom-nya beh hasil yang proya aja cakep apalagi yang ultra. Tapi apakah Huawei ini cuma jualan kameranya aja? Gimana sektor yang lain? Hmm, yuk kita bahas. [Musik] Desainnya wah ini udah kayak barang mewah. Jadi harusnya sih bea cukai juga nambahin pajak sekitar barang mewah itu 75% lah. Karena kalau kalian lihat desain frame kameranya ini kayak tombol play yang namanya itu dzling forward symbol. Selain terinspirasi dari tombol play, dia juga terinspirasi dari perhiasan mewah. Karena desain warnanya ini luxury tapi tetap classy. Kalau dilihat dari dekat ada detail tekstur kayak garis-garis yang kalau kena cahaya dia kelihatan shiny dan ada logo XM yang nandain kalau kameranya ini bikinan Huawei sendiri. Frame HP-nya dibikin curve yang kalau kita genggam berasa nyaman dan enggak bikin sakit di telapak tangan. Backovernya kaca glossy. Memang mewahnya kelihatan ya kalau pas kena lighting, tapi karena glossy jadi agak nempel fingerprint. Untungnya dia udah ada case tambahan yang enggak murah, yang enggak cuma plastik transparan, tapi case-nya ini dibikin mirip dengan back covernya. Untuk varian warna yang ultra ini ada dua warna, ada prestige gold seperti yang kita review ini dan ada golden black. Nah, saya sih kalau dari gambar ya suka yang golden black karena untuk warn yang golden black ini Huawe bilang terinspirasi dari warna high end kamera DSLR. Sebenarnya sama-sama cakep gold dan black-nya tinggal disesuaiin aja dengan preferensi masing-masing. Kalau saya sih suka yang black ya. Kalau untuk yang versi Pro, dia ada tiga varian warna. Ada glaz, ada black, dan juga white. Yang secara keseluruhan desainnya mirip kayak yang ultra tapi frame kacanya sedikit lebih kecil karena ada perbedaan spesifikasi di kamera. Sedikit perbedaan lagi di warna merah dan hitam. Di bagian frame kameranya yang warna merah ada tekstur kayak di versi ultra, tapi di warna hitam dia cuma polos aja. Enggak ada tekstur kayak versi ultra. Overall keduanya tetap kelihatan mewah walaupun ya lebih mewah yang ultra. Dan langsung aja sekarang kita bahas hidangan utama atau jualan utama dari Huawei Pura 80 series ini. Kamera kamera dari Pura Series ini, terutama yang ultra, behimewa karena dia ada teknologi baru yang namanya suitable dual telifoto. Jadi dalam satu modul kamera ada dua kamera telefoto. Ada dua fokaleng 50 megapel dengan 3,7 kali dan 10 kalinya pakai telefoto yang 12,5 megap yang ukuran sensornya juga gede loh, 1/1,28 inci. Artinya zoom dari main kamera satu kali terus 3,7 kali sampai 10 kali hasilnya tetap konsisten. Warnanya enggak ada yang berubah dan detailnya tetap dapat. Dan FYI aja ya untuk teknologi switchable dual teloto ini masih pertama dari Huawei pertama di industri. Belum ada kompetitornya yang bikin kayak gini. Yang saya salut sama Huawei meskipun mereka itu dicekal sana sini tapi selalu enggak berhenti bikin inovasi setelah triple fold terus mfold. Sekarang di seri Pura series-nya malah ngasih switchable dual telefoto. Telefotonya ada dua. Emang Huawei ini enggak kaleng-kaleng ya. Bisa dibilang dia ngasih inovasi kreatif yang bisa nerima cahaya 8 kali lebih banyak dibandingin kompetitornya sekarang. Dan switchable dual telefotonya ini mekanismenya otomatis ya. Dan kalau misalkan kita pindah lensa, contohnya dari 3,7 ke 10 kali ada suaranya dan suaranya ini juga satisfying loh. Coba dengerin ya. Wuh suaranya itu satisfying banget. Sekarang kita cobain dia buat low light-nya ya. Kita coba untuk zoom Universitas Brawijaya dari studio kita. Dan coba kita lihat untuk hasilnya untuk ultrawide. Kalau untuk lowlight sih emang Huawei sih ya jagonya ya. iPhone hmm shadown-nya kebanyakan langsung hitam semua enggak ada detail. Terus untuk S25 juga detailnya kalau kita lihat di bagian rooster yang ada di rumah ini juga langsung hilang. Sementara Huawei masih dapat detailnya. Oke sekarang kita coba untuk min kameranya. Satu kali satu kalian kita coba shoot yang kalian lihat kalau lu light. Kita lihat di genteng ini aja deh. Genteng yang paling dekat itu Huawei masih ada detailnya. Karena warnanya juga masih natural. Terus kalau misalkan kita zoom di bagian lampu gedung, tuh gedungnya juga masih lebih dapat detail di Huawei ya. Nah, ini hasilnya masih sama-sama aja kayak tadi, jadi pixelated. Sementara di iPhone gentengnya langsung kelihatan kayak kurang gitu. Tapi di S25 ada area background yang lampu-lampunya masih bisa ketangkap. Di iPhone juga masih ketangkap. Huawei juga masih ketangkap ya. Dan kita coba lihat hasilnya di Huawei tuh dia enggak ada over exposure sama sekali. Coba kita lihat bagian jendela yang warnanya kuning bagian atas. Di iPhone itu udah detailnya hilang. Samsung juga hilang. Sementara di Huawei masih cukup terlihat detailnya ya. Walaupun ketiganya sama-sama cat air, tapi di Huawei minim noise. Dan hasilnya kira-kira seperti Oke, jadi ini adalah kamera depan dari Pura. 18 Ultra ya. Kita coba untuk skin tone-nya. Wah, cakep. Real muka saya cau-sau matangnya, coklat gosongnya masih dapat. Terus tekstur-tekstur coba ini ada zoom-nya juga. Oh, tapi zoom-nya bukan yang srut ada animasinya gitu ya. Jadi zoom-nya itu langsung yang tap tap tap gini. Sayang banget. Harusnya sih dibikin kayak animasi bakal lebih seru sih. Tapi untuk tekstur detail cakep, dynamic range cakep sih ya. Untuk kamera depan cakep banget karena biasanya kamera depannya kalau kita tes di sini tembok sama langit itu kayak jadi satu gitu. Terus daun itu teksturnya juga masih kelihatan. Kalau digunain untuk jalan juga masih stabil. Aman aja. Uh, ini stabil banget sih. Terus kalau digunain untuk muter-muter kayak gini, motion blur di bagian belakang juga minim banget. Oke, jadi sekarang kita lagi ada di Jatim Park. Uh, saya kira ini ular gede banget, ternyata cuman pajangan ya. Kita lagi ada di Jatim Park 2 dan saya bakal nyobain kameranya Huawei Pura 18 Ultra. Nah, ini misalnya nih 2 * 3 * 10. Masih dan stabil dia naik. Tada tada semua. Ih, enak naik. Wah, ada kucing raksasa, Guys. Ini cuman. Nah, ini sekalian aja kita coba perbandingannya Pro sama Ultra. Uh, kalau Ultra lebih tajam ya, kontras dan shadown-nya lebih pekat. Di seri Ultra juga punya 1 inch ultra Lighting XDR kamera yang diklaim punya dynamic range paling tinggi di industri sekarang sampai 16 EV yang katanya sebanding dengan kamera yang buat bikin film. Nah, artinya kalau dia punya dynamic range paling tinggi, hasil fotonya jadi enggak over exposure di sisi yang paling terang dan ngasih detail yang super jelas di bagian yang paling gelap. Jadi kalau misalkan kita foto di kondisi lighting yang sulit, ribet kayak low light, backl, lampu konser sampai api unggun, detailnya itu masih kelihatan. Teksturnya masih jelas. Highlight-nya itu enggak over exposure, bayangan masih ada isinya. Jadi hasilnya kelihatan natural, bukan cuma terang doang. Yang keren, kamera ini juga punya variabel aperture F1.6 sampai F4.0 nol yang bisa kita setting. Jadi cahaya yang masuk bisa kita sesuaikan sama kondisi. Sekarang kita bahas tipis-tipis yang versi Pro-nya. Ya, secara kualitas dan fitur sih enggak kalah sama yang ultra. Secara spesifikasi mirip-mirip. Cuman bedanya kalau ultra itu unggul di switchable dual telefoto plus 1 inch ultra lighting HDR kamera. Di seri Pro telefotonya cuma satu. Jadi, periscop-nya cuman kelihatan satu di sini. Tapi jangan salah. Dia juga bawa sensor 1 inch ultra light kamera walaupun enggak ada kata XDR-nya ya. Dan yang spesial di versi Pro ini ada ultra lighting telefoto makrook yang artinya untuk hasil low light dan juga close up kamera dia tetap bagus. Main kameranya pakai 50 megapel, ada sensory tugasnya buat nangkap cahaya lebih banyak dibanding sensor RGB biasa. Variabel upper-nya bisa kita atur juga di mode upper tour. Jadi buat foto malam, city light, aquarium atau rooftop night view hasilnya tetap terang, detail tetap kebaca, dan warnanya natural. Ada juga lensa 48 megapel telefoto makro yang bisa fokus meskipun dari jarak 5 cent. Jadi buat foto atau bahkan video dengan objek kecil hasilnya tetap tajam dan detail. Selain sensor-sensor kamera yang udah saya jelasin barusan, kedua versi ini udah punya fitur yang namanya ultra chroma kamera yang fungsi utamanya buat ngejaga warnanya biar tetap akurat dan natural. Jadi hasil kameranya sesuai dengan apa yang kayak kita lihat. Fitur snapsooot juga masih ada di sini. fungsinya buat nge-capture momen-momen cepat kayak ada smash bulu tangkis atau superc lagi speeding tinggal sekali jepret aja pakai mode snapsoot dan kameranya bisa nangkap detail objek fotonya di versi ultranya malah lebih OP lagi ya jadi kita bisa menggabungkan fitur snapsoot tadi di kamera telenya jadi walaupun jaraknya jauh kita ngefoto objek yang geraknya cepat objeknya masih bakal ketangkap dengan jelas Soal durabilitas udah bikin kita puas. Karena kalau kita pegang kedua HP ini ya berasa solid banget dan berasa kalau dia tuh emang durable. Kerasa kalau mahal gitu. Selain frame-nya yang pakai metal dan back covernya yang pakai kaca, di bagian layar juga enggak kalah durable. Karena di versi ultra dia udah dikasih layar dengan second generation crystal armor Kunlon Glass dan yang pro pakai second generation Kunlon Glass yang biasa. Jadi bedanya armor sama enggak pakai armor. Untuk yang varian ultra itu diklaim 25 kali lebih kuat dari kaca biasa dan 16 kali lebih tahan gores. Sedangkan yang pro 20 kali lebih kuat dari kaca biasa. Berhubung si ultra ini dibilang anti gores, jadi langsung aja kita coba siksa kondisi mati biar kalian lebih terlihat goresannya. Dan saya agak ekstrem. Langsung aja ya. Tuh enggak ada goresan sama sekali. Plus kedua HP ini juga udah punya sertifikasi double IP rating. Ada IP68 dan IP69. Jadi kalau nyemplung ke air atau kena tekanan air yang sangat tinggi masih aman juga. Lanjut ke bagian layarnya. Si Ultra dan juga Pro sama-sama punya teknologi yang namanya extrude display yang bdestnya diklaim up to 3000 nit. Artinya kalau kita pakai di bawah sinar matahari langsung kita masih bisa lihat tanpa mata kita ngotot. Ukuran layarnya yang ultra itu 6,8 inch. Sementara yang pro lebih kecil dengan 6,6 inch. Tapi keduanya ini sama-sama pakai panel LTP AMOLED yang refresh rate-nya bisa adaptif 1 sampai 120 Hz yang fungsinya jelas untuk menghemat baterai. Warna dari layarnya juga udah diklaim akurat karena dia udah support XDRV fit yang ngebuat warnanya jadi lebih keluar. Dan pas kita tes dia ada beberapa mode sih ya. Di mode natural sRGB-nya itu di 99,3%, P3 81%, tapi kalau di mode Vivit sRGB-nya 134,3%. P3-nya hampir 100% dengan 99,7. Sedangkan untuk yang versi Pro, hasilnya sih mirip-mirip juga ya. Kalau untuk performanya walaupun ultra dan juga Pro secara chipset itu sama ya, dia pakai Kirin 9020 tapi untuk kapasitas RAM-nya beda. Di ultra kita dapat RAM 16 GB sedangkan di Pro 12 GB. Kalau untuk storage sama-sama di 512 GB dan karena sama-sama pakai Kirin 9020, jadi kita tes pakai sampelnya ultra aja ya. karena skornya mirip-mirip kok. Kalau untuk main game Mobile Legends dia kebuka settingannya 90 fps dan enggak ada masalah sama sekali enggak drop. Paling drop paling turun itu di 88 FPS. Jadi main game aman aja. Gensin Impact dengan settingan highest average FPS masih dapat 59. Drop-dropnya cuma di 52 fps. Lanjut untuk baterai baik versi Pro ataupun ultra. Secara kapasitas baterai juga sama 5.170 mAs dengan fast charging pakai Huawei Superchge itu di 100 watt. Yang ngecas 0 ke 100% cuma butuh waktu sekitar 30 menitan. Untuk baterainya juga lumayan awet. Genin Impact main 30 menit tadi berkurang 9%. PUBG Mobile Legends 30 menit berkurangnya cuma 3%. Terakhir kita bahas fitur lain dari Huawei Pura 80 series ini. Apa itu? Jelas AI lah ya. Jadi dia punya AI remover dan AI Best Expression yang bisa dipakai buat ngirit foto kalian yang hasilnya sih cakep dan rapi. Speaker keduanya baik yang pro atau ultra udah stereo dan udah support Huawei Histem juga yang secara kualitas udah mantap sih. Kalau soal aplikasi-aplikasi juga udah ada semua. Kalian bisa instal aplikasi yang sehari-hari kalian butuhin lewat Huawei App Gallery atau buat aplikasi yang belum tersedia di AppG Galery. Contohnya kayak Netflix, kalian juga bisa download lewat Gbox-nya. Jadi masalah keterbatasan aplikasi di Huawei udah ada solusinya walaupun memang masih pakai pihak ketiga. Okelah, jadi itu tadi adalah review dari Huawei Pura 80 Pro dan juga yang ultra. Untuk harganya jujur saya belum tahu berapa ya. Yang jelas keduanya ini jualannya udah langsung terlihat di bagian belakangnya. Kamera. Kameranya ini powerful banget. Bahkan yang ngetes ini udah DX Umak ya. Jadi, D-nya itu DX bukan DK. Kalau DKID kan tes kameranya mungkin masih debatable ya. Tapi kalau udah DX Umak ya udah itu lembaga resmi yang banyak diakui di global dan dia mecahin rekornya di XO Max untuk skor tertinggi. Di versi ultra yang saya suka sih ada switchable dual telepoto yang kalau kita pakai buat nge-zoom objek AC-nya tetap konsisten, bagus, mirip dengan min kameranya. Semua lensa atau sensor kamera yang ada di HP ini juga enggak ada yang gimmik, semuanya kepakai. Layarnya juga super cakep. Jadi combo yang nikmat banget. Kamera yang support dengan ryb warna akurat, layarnya juga akurat. Pertanyaannya si Huawei Pura 80 series ini buat siapa? Ya buat kalian yang cari HP flagship, terutama yang jualan utamanya itu kamera. Mungkin di next video kita coba bahas kalau misalkan ini dibandingkan dengan kamera profesional yang harganya puluhan juta ke atas, hasilnya kayak gimana. Tapi sementara review-nya ini dulu ya. Atau kalau kalian punya pertanyaan tulis aja di kolom komentar. sayaudi and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















