Kamera Selfie Terbaik, Desain Keren, Layar OLED Quad Curved, Charger 100W: Review Huawei nova 13 Pro (YouTube Video)
Huawei Nova akhirnya balik lagi ke Indonesia. Ini adalah smartphone kelas menengah premium dari Huawei. Huawei Nova 13 Pro. Tentu saja kamera adalah andalannya. Spesial untuk kali ini kamera selfie-nya ada dua nih kamera selfie-nya ya. Satu ultra wide, satu kamera close up. Dua-duanya autofokus. Jarang sekali ada setap kamera selfie seperti ini zaman sekarang ya. kayaknya zaman lu juga enggak ada deh. Nah, Huawei juga mengklaim smartphone ini membawa kualitas AI selfie terbaik di kelasnya dan punya kualitas kamera level flagship. Bahkan di kamera utamanya punya fitur variabel aperture. Iya, fitur yang biasanya baru kita temukan di kelas flagship itu pun enggak semua flagship punya. Ada yang pernah punya? Dihilangin tahun ini ya. Nah, yang ini sih masih ada. Dilengkapi dengan kamera telefoto tiga kali optical zoom. Desainnya keren dan mewah. Storage-nya besar up to 1/2 TB 512 GB ya. chargingnya kencang di 100 watt. Secanggih apa sih sebetulnya Huawei Nova ini? Ya, pastikan kalian simak review kami sampai selesai. Ya, Huawei Nova series terakhir kami review Nova itu di Huawei Nova 9 atau Nova 9 di tahun 2021. Meskipun udah sekitar 4 tahun absen, tapi akhirnya Huawei Indonesia menghadirkan lagi Nova series-nya lewat Nova 13 Pro ini. Seri Nova sendiri merupakan kelas menengah premium dari Huawei. Jadi, smartphone ini dirancang untuk kalian yang ingin merasakan fitur-fitur canggih Huawei tapi budgetnya belum sampai ke level flagship. Sepremium apa? Kita lihat dulu isi boknya ya. Tentunya di sini ada unitnya dengan screen protektor yang sudah terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya. Ada chargernya. Ini charger 100 watt ya. Lalu ada kabel USB type C, ada case, ada sim tray ejector dan paket dokumen. Dan untuk yang beli smartphone ini dalam periode promosi dari 25 Juni sampai 31 Juli 2025 akan mendapatkan bonus Huawei Watch Fit 3. Wow, luar biasa. Jadi paket penjualannya termasuk lengkap dan sangat-sangat menarik ya. Nah, untuk desainnya dia menggunakan desain quad curve body di mana sisi layar itu ada lengkungan di keempat sisinya dan back cover-nya juga melengkung di keempat sisinya. dipadukan dengan ketebalan body yang cuma 7,82 mm membuatnya terasa tipis dan premium. Back cover-nya juga dari kaca membuatnya tidak terasa seperti smartphone kelas menengah. Terasa banget kelas premiumnya nih ya. Opsi warnanya ada black dan ada load green seperti yang di tangan kami nih. Ini keren banget sih greennya ya. Nah, untuk opsi laden green ini back cover ini terserah bertekstur dan ada motif garis-garisnya seperti ini ya. dikatan Huawei sebagai flagship colorway atau bisa dibilang warna andalannya mereka lah. Untuk dimensi tingginya 163,4 mm, lebar 74,9 mm, dan ketebalan di 7,82 mm. Untuk bobotnya diklaim Huawei ada di 209 gr. Kalau kita ukur sendiri ada di kisaran 212 gr sih ya. Ya, belum yang tergolong luar biasa berat-berat amatlah ya. Masih normal lah untuk ukuran body segini. Bodinya sendiri udah ada sertifikasinya IP65 tahan air dan debu juga tapi ya lima ya itu berarti baru untuk cipratan air aja belum untuk yang ditenggelamkan apalagi dibawa berenang. Jadi jangan ya. Oke. Nah, sekarang kita lihat di sisi kanan ada tombol power, tombol volume up and down. Atas ada lubang mikrofon, grill speaker bagian atas. Lalu di kiri ini kosong. Di bawah ini ada sim tray dual SIM tanpa slot micro SD. Lalu ada mikrofon, ada USB C 2.0 dan ada grill speaker bagian bawah. Speakernya sendiri ini stereo ya, dengan kualitas suara yang termasuk keren untuk kelas harganya ya. Suaranya sangat lantang dan detailnya udah lumayan. Dipakai gaming atau nonton udah oke banget. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,76 inci. Panelnya olet. resolusinya up to 2.776 * 1224 piksel. Refresh rate-nya 120 Hz. Adaptif ya, dari 30 sampai 120 Hz. Brightness-nya kalau dari pengujian kami ini bisa mencapai 572 nits untuk indoor atau dalam ruangan dan 1100-an nits untuk simulasi outdoor. Jadi udah terang banget ini untuk color gamot-nya baik di mode normal maupun vivit, hasil tes kami menunjukkan bahwa gamut coverers dan volume-nya lebih diarahkan ke 100% sRGB. Baselnya udah super tipis dan simetris. Seluruh sisinya simetris nih. Dan Kris enggak ada kompens sama sekali ya di sini. Nah, ini salah satu manfaat dari desain layar curve memberikan kesan basel yang ekstra-ekstra tipis. Dari segi penggunaan, desain yang melengkung seperti ini juga memberikan kenyamanan untuk penggunaan navigasi model gesture. Ya, proses swipe baik dari bawah layar maupun dari samping terasa ekstra-ekstra mulus. Lanjut, diisi atasnya ini ada earpiece untuk nelpon. Lalu ada dua buah kamera selfie. Kita mulai dari yang sisi kiri dulu. Ini adalah kamera 60 megap ultra wide autofokus front camera. Bukaannya f2.4. Iya, 60 megap. Gede banget ya. Lalu perekaman videonya tuh up to 4K 30 fps dan untuk 1080 p 60 fps juga tersedia. Kemudian masih ada kamera selfie satu lagi. Ini adalah 8 megapel close up portrait front kamera bukannya F2.2. Perekaman videonya lagi-lagi 4K 30 fps. Tapi yang ini belum bisa 60 fps ya enggak masalah namanya untuk portret kamera ya. Nah, ini unik ya. Jadi jika tujuannya adalah selfie jarak dekat, Huawei menggunakan kamera yang terpisah. Jarak itu sangat dekat ya. Kalau kita pakai posisi tangan seperti gini ya kalau lagi selfie ya wajahnya sampai full screen di sini. Dan uniknya lagi, kamera satu ini juga punya autofokus yang sangat dekat bahkan sampai ke pori-pori itu kelihatan semua. Mungkin buat kalian yang mau cek make up, bulu mata atau sekedar ngecek kebersihan wajah ini akan sangat terbantu dengan fitur yang satu ini. Sepertinya ini akan jadi rajanya kamera selfie untuk saat ini ya. Mari kita ulik lebih jauh untuk di pengujiannya nanti. Oke, kita lanjut untuk si belakangnya. Di sini ada kamera utamanya 50 megapel adjustable aperture camera ya. Aperture atau bukaannya atau diafragmanya itu bisa diubah dari bukaan F1.4 sampai F4.0. Di model foto auto, aperture-nya ini akan bergerak otomatis. Saat terang dia akan pakai aperture kecil. Saat gelap dia akan terbuka lebar. Jika mau masuk kendali manual kita perlu masuk dulu ke menu pro mode. Nah, selain untuk ngatur geraptangnya gambar, variabel aperture seperti ini juga bisa membantu untuk mengatur intensitas naturalnya. Terkadang enggak semua orang cocok dengan yang tebal banget ya. Ada situasi di mana kita mau foto close up dan kita mau area fokusnya lebih dalam. Di sini F4.0 akan jadi solusi yang lebih baik. Ini adalah fitur yang pertama kali kami temukan di kelas midrange. Biasanya ini ada di flagship seperti Huawei Pura 70 Ultra atau Mate X6 kemarin ya. Nah, tentunya kamera utamanya ini autofokus dan dilengkapi dengan optical image stabilizer. Untuk perekaman video itu sampai 4K 30 fps dan 1080p 60 fps juga tersedia. Lalu ada kamera berikutnya 8 megap ultra wide makro kamera F2.2 autofokus. Sesuai dengan namanya, kamera SAT ini juga bisa digunakan untuk foto makro dengan jarak yang super dekat. Perekaman video up to 4K 30 FPS. Lalu kamera berikutnya adalah 12 megapel telefoto portrait kamera. Bukannya F2.4? Autofokus pakai optical image serer juga. Perekaman video up to 4K 30 fps dan 1080 p 60 fps juga tersedia untuk kamera telennya. Ini bisa dilihat ya. Semua kamera bisa 4K, semua kamera autofokus. Selfie-nya ada dua biji. Kamera utamanya ada variable aperture-nya. Ini sangat jarang kelengkapan seperti ini ada di kelas harga seperti ini. Wah, sebetulnya di flagship pun sangat jarang ada yang kayak begini. Nah, selain modul kamera di sini juga terdapat laser autofokus sensor, LED flash, dan juga 10 channel color temperature sensor. Ini untuk ngukur warna tentunya ya, supaya lebih akurat. Nah, penasaran sehebat apa kameranya? Langsung aja kita uji kameranya seperti biasa bareng sama Kris ya. Oke, di tang saya kali ini sudah ada Huawei Nova 13 Pro nih. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Hal yang pertama yang sangat menarik buat saya adalah kamera selfie-nya ini sangat lebar. Dia ultra wide kamera selfie-nya. Jadi, seperti yang kalian lihat ini sudut pandangnya luas sekali. Jadi, bisa muat banyak dalam satu kali rekaman atau mau ngambil foto gitu. Ini kalau buat wifi ini asik banget nih. Tapi ee pertama-tama kita lihat kemampuan port videonya dulu. yang lagi kalian lihat sekarang adalah perekaman video kamera selfie-nya di resolusi 4K 30 FPS. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Dan suara yang lagi kalian dengar sekarang juga suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya enggak pakai mikrofon exernal di sini. Jadi kalau untuk kebutuhan video sehari-hari atau vlogging hasilnya kayak begini. Gimana menurut kalian suaranya? Untuk foto hasilnya luar biasa ya. Fitur spesifik yang sangat langka adalah kamera selfie-nya yang sangat lebar. Nongkrong rameai-rame. Enggak wajib pakai kamera ultra white yang di belakang. lebih enak pakai selfie ultra white lebar seperti ini. Kita bisa lihat layar dan framing-nya lebih gampang juga. Untuk kamera portrait 2 X zoom-nya meski membuat seluruh layar jadi wajah kita doang, tapi ini memang solusi yang menarik untuk close up shot. Ajaibnya, jarak fokusnya kan dekat banget ya, itu bisa sampai pori-pori wajah tuh terlihat dengan jelas. Pertanyaannya simpel sih, buat apa sih ngapain bisa sampai sedekat ini fokusnya? Simpel sih kalau menurut saya tuh buat cewek-cewek yang mau lihat detail make up, alis mata ini bisa banget loh pakai kamera yang ini. Dan juga kalau misalnya kalian live stream atau misalnya lagi presentasi soal produk, kamera ini jadi bisa dipakai untuk menunjukkan detail-detail kecil yang ada di produknya. Bokai natural dari kameranya juga mantap ya, tapi jika tidak mau terlalu boke, kita bisa mengatur variabel aperture-nya secara manual lewat promote seperti ini. Kalau tidak mau terlalu boke, setel di f.0. Kalau mau bokenya tebal, setel di F1.4. Secara garis besar, kamera utama ultra wide dan telennya udah mantap sih. Low light juga bisa bagus fotonya. Paling yang perlu dicatat adalah ketika kondisi low light, kamera telefotonya lebih sering tidak terpakai. Alhasil fotonya jadi digital zoom dari kamera utamanya. Ngomongin hasil foto, Huawei juga punya fitur software yang menarik nih. Namanya adalah best expression. Jadi saat foto sudah jadi seperti ini, terus kita merasa kok ekspresi wajah kita kurang oke ya. Ternyata Huawei pakai teknologi AI untuk menyimpan ekspresi kita yang lain saat proses foto. Jadi misalnya di sini mulut saya ngangak nih. Tinggal pilih fitur ini, lalu pilih wajah siapa yang ingin diganti ekspresinya. Nanti akan ada pilihan ekspresi seperti ini dan tinggal pilih sesuai selera. Wah gila keren banget nih. Untuk kualitas kamera selfie-nya sendiri ini punya detail yang cukup baik ya. Dari segi ton warna cenderung agak ke kuning, terutama di bagian skin tone. Kestabilan videonya sendiri sudah cukup baik. Di sini belum level smooth, level gimbal sih, tapi sudah cukup membantu lah. Eis-nya bisa aktif baik di 4K30 maupun 1080p60. Kamera selfie yang 2x zoom-nya juga bisa stabil, aman di sini. Kalau untuk dynamic range tergolong standar. Di kondisi cahaya yang sulit, sisi terang masih terlihat over expos dengan area gelap yang masih bisa diekspos dengan cukup baik. Perlu diingat ini untuk video ya. Kalau untuk foto sih aman-aman aja. Untuk video kamera utamanya seperti ini. Detailnya oke dengan ton warna yang juga cenderung agak ke kuning dan saturasinya agak tinggi. Dari micrange. Kamera utama juga tergolong standar. Sisi terang masih terlihat overxpos dengan area gelap yang bisa terekspos dengan baik. Kestabilan video termasuk yang rapi, tidak terasa kedut-kedut atau jater yang mengganggu. Sekarang kita pindah ke ultrawide dan hasilnya seperti ini. Detailnya tidak bisa dibandingkan dengan kamera utamanya karena memang sensornya beda kelas ya. Tapi di kondisi terang masih oke lah. Menariknya kamera ultrawide-nya juga autofokus. Jadi untuk keperluan makro video atau fotografi bisa banget. Dan di micrate juga sama masih tergolong standar. Stabilizer videonya sayangnya belum serapi kamera utamanya. Terlihat belum optimal EAS-nya. Semoga bisa ditingkatkan lagi. Kalau untuk kamera telennya seperti ini. Detailnya lumayan dan yang saya suka bok naturalnya juga oke. Dari micr-nya standar. Kalau stabilizer masih wajar kalau belum sesabil kamera utamanya. Di kondisi malam kamera selfie-nya sudah sulit menangkap detail. Noise juga sudah cukup terasa. Sebaiknya saat merekam video jangan di kondisi yang terlalu gelap. Kalau untuk kamera selfie yang satunya lagi, hasilnya bisa lebih bersih. Untuk kamera utamanya tergolong sangat baik. Gambarnya masih cukup terang dengan detail yang masih cukup terjaga. Giter stabilizer masih ada, tapi masih di level yang wajar. Untuk kamera ultrawide belum pas dipakai di kondisi segelap ini ya. Dan untuk kamera tel-nya juga belum pas untuk video low light karena saat zooming sistem kameranya lebih memilih digital zoom dari kamera utamanya. Oke, setelah lihat basic restnya, sekarang mari kita lihat apa yang menurut saya masih kurang atau masih perlu diperbaiki lagi oleh Huawei. Yang pertama itu perpindahan antar kamera terasa kurang mulus dan terasa delay-nya. Kedua, dari micrange video sekedar standar belum yang level HDR. Lalu kamera ultrawide-nya juga belum bisa 60 fps. Dan kondisi low light, kamera ultra wide-nya juga masih perlu ditingkatkan. Saat low light, kamera selfie ultra wide-nya juga masih belum maksimal. Gambar terasa noisy dan detail kurang terjaga. Kalau untuk foto untungnya masih aman. Kemudian untuk mode foto sayangnya belum ada aspek rasio 16. Dan terakhir ini lebih ke user experience aja sih. Entah kenapa saat pindah ke kamera selfie setting default-nya adalah masuk mode potret. Padahal kan kita enggak selalu butuh bok saat selfie. Harapan saya sih Huawei bisa kasih settingan supaya pas lagi pindah ke selfie enggak mode potrait sih. Langsung ke auto aja enggak apa-apa. Tapi bisa kita lihat dari sisi kelebihannya tuh foto-foto selfie-nya luar biasa. Bisa saya bilang ini enggak ada lawan di kelasnya. Terutama untuk foto selfie rame-rame untuk foto selfie personal untuk ngecek detail wajah atau produk. Kamera potret selfie-nya ini berguna sekali. Menurut saya ini solusi yang cerdas sih dari Huawei. Teknologi kamera selfie-nya termasuk yang underrated. Untuk hobi selfie nongkrong ramai-ramai agak sulit menemukan kamera selfie yang lebih baik dari ini. Lalu perekaman videonya bisa stabil di semua resolusi, ultrawide autofokus, dan dia punya fitur variable aperture. Ini fitur yang sangat langka ada di kelasnya. Overall, saya suka dengan kemampuan kameranya untuk fotografi. Saya juga mengapresiasi Huawei karena berani meraci kamera yang unik untuk kelasnya. Sekian pengujian kameranya Huawei Nova 13 Pro, kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lanjut untuk spesifikasi internalnya. Sooc pakai Kirin 8.000, RAM-nya 12 gig, storage 1/2 TB ya, 512 GB. Enggak ada opsi storage lain, cuma ada satu ini aja. Nah, sekarang mari kita tes benchmark ya untuk melihat kelas SO yang satu ini. Untuk Anutus 10 kita dapat Rp60.000-an. Geig Bch 6 core di 983 dengan multiore di 2.857. Untuk 3l stress test scor-nya ada di 3.500-an dengan stability yang tergolong bagus nih di 98%. Skor ini menginikasikan bahwa performanya ada di kelas menengah. Memang bukan yang paling kencang di kelas harganya, tapi untuk penggunaan sehari-hari seperti sosial media, e-commerce atau browsing-browsing sih belum nemu masalah yang berarti di sini. Kalau buat gaming gimana? Kita langsung lihat Mobile Legends ya. Setting grafis terbuka di sini sampai ultra dengan frame rate di super saat dimainkan mulus lancar di sini. Gensin Impact kita coba mainkan dengan setting highs 60 gameennya bisa jalan di kisaran 40 fps masih cukup lancar tapi kalau dimainkan lama-lama bisa turun juga ke kisaran 20-an FPS. Setelah 30 menit dimainkan suhu layar terpanas itu ada di 47 derajat celcius. SH back cover terpanas ada di 46 derajat Celcius. Ini tergolong tinggi ya. Untungnya penyebaran suunya tergolong bagus di sini. Jadi main game bered masih bisa tapi sebaiknya memang dibantu dengan kipas. Lanjut untuk baterainya 5000 mAh. Kalau kita lihat local video playback 1080p ya. Dia bisa bertahan hingga 24 jam 44 menit. Jadi nyaris 25 jam. Nah untuk baterai 5000 mAh hasil seperti ini sudah berada di rata-rata yang sesuai dengan harapan kami. Jadi udah oke banget. Ah awet lah ya di sini. Nah, untuk mainan TikTok selama setengah jam baterai turun 4%. Jadi, ini udah lumayan oke juga. Gensin Impact 30 menit dimainkan, baterai turun di 15%. Nah, kalau untuk gaming dia tergolong normal untuk performa yang diberikan ya. Nah, untuk charging dia pakai 100 watt Huawei Superchge ya. Kita lihat ya, dari 0 sampai 50% butuh waktu hanya 11 menit. Dari kosong sampai penuh butuh waktu hanya 29 menit. Ini sih kencang banget ya. Oke, untuk konektivitas dia masih 4G memang ya. 2G, 3G, 4G. Lalu Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.2. Untuk NFC ada dan bisa emulasi akses card juga. Untuk display output memang belum ada, tapi masih tergolong wajarlah untuk kelas harganya ya. Nah, untuk security dia punya indisplay fingerprint dan ada face unlock-nya. Untuk OS dia pakai EMUI 14.2.0. Seperti biasa di sini tersedia app Gallery yang di MUI ini untuk mendapatkan berbagai aplikasi penunjang penggunaan smartphone ini. Ada banyak aplikasi yang tersedia di sini, termasuk online marketplace seperti Shope, Tokopedia, dan lain-lain. Ada media sosial, TikTok, Telegram, dan lain-lain juga di sini ya. banking seperti BCA Mobile, Livin, Octomobile dan lain-lain. Transportasi juga ada Grab, My Bluebird gitu ya. Dan aplikasi-aplikasi dari operator seller juga ada di sini. Kalau butuh aplikasi dari Google sudah tersedia juga di App Gallery, tapi dari sistemnya Huawei akan mengarahkan pengguna untuk instal Microg terlebih dahulu. Nah, lalu untuk update OS dia dijanjikan dapat selama 2 tahun. Oke, untuk harganya vari cuma satu ya 12512. SRP-nya ada di Rp8.999.000. Nah, harga selama periode promosi adalah Rp7.999.000 Dan selama periode promo akan Periode promosi ini berlaku dari 25 Juni sampai 31 Juli 2025. Untuk detailnya langsung cek di dalam deskripsi aja. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, buat yang butuh pakai aplikasi yang Google ya itu mungkin butuh sedikit usaha ekstra di sini ya atau adaptasilah dengan aplikasi yang lain. Kalau kalian tidak terikat dengan ekosistem Google harusnya ini bukan masalah yang besar. Kemudian untuk konektivitas ini memang masih 4G. Lalu untuk performanya ini bukan terkencang di kelas harganya dan kalau kalian mengincar untuk gaming memang mungkin belum yang pas-pas banget ya tapi untuk aplikasi harian seperti sosm e-commerce browsing ini masih sangat lancar sih sebetulnya. Kemudian untuk kelas segini IP ratingnya juga masih IP65 sementara yang lain sudah IP6 atau IP68. Lalu untuk kemampuan kameranya masih butuh peningkatan di beberapa bagian seperti yang dijelaskan Kris tadi. Walaupun menurut saya sebetarnya Kris agak lebai kameranya udah bagus banget ini. Tapi memang belum yang sempurna-sempurna banget. Nah, dari kelebihannya tentunya kemampuan kameranya kan betul kan tergolong luar biasa terutama untuk foto-foto. Hm ini sih uh mantap. Lalu kamera selfie-nya ini belum ada lawannya sampai sekarang bahkan kami agak ragu akan ada yang berani ngelawan ya karena ini sangat kompleks kamera selfie-nya. Lalu dia bisa ngerekam 4K di semua kamera dan semuanya bisa stabil. Punya fitur variable aperture. Ini langka banget di kelas harga segini ya. Lalu charging-nya yang 100 watt itu benar-benar super kencang banget ya. Desainnya juga fresh, elegan banget. Stereo speakernya ini kuatnya mumpuni ya. Layar olet 120 Hz juga mantap. Desain quad curve-nya juga cukup langka dari kelas harga segini. Brightness layar juga mantap ya. Udah tinggi. RAM dan storage-nya langsung besar aja. Ada NFC juga di sini. Pada akhirnya smartphone ini cocoknya buat siapa sih? Ini untuk siapapun yang sedang mencari smartphone premium tapi di kelas R8 juta. Ini akan jadi pilihan yang sangat menarik terutama kalau kalian butuh yang kameranya bagus. Urusan Google sebagian sudah mulai dilengkapi oleh Huawei lewat App Gallery ya. Jadi, Huawei Nova 13 Pro tetap sangat layak untuk dipertimbangkan. Di tengah tantangan yang dihadapi, Huawei tetap berhasil memberikan kelebihan yang sulit dilawan kompetitornya, terutama dari segi desain dan kemampuan kamera. Akhir kata, selamat datang kembali Huawei Nova Series. Semoga bisa diterima dengan baik di pasar Indonesia. Saya Did Irfan Jakabaribu TV.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















