Kamera tanpa Kameramen | Bisa Syuting Sendiri 360 Derajat !! (YouTube Video)
Hai Anika, Guys. Di sini pernah enggak sih kalian kepikiran punya mata di belakang kepala atau kalian pengen ngerekam momen-momen penting tanpa mikirin angle duluan. Nanti aja pusingnya. Kalau kalian pengen kayak gitu, kenalin nih si Insta 360 X5 yang low light-nya aja sekarang dibandingkan generasi sebelumnya si X4. Wah, ini detailnya cakep, lebih dapat, lebih enak buat nge-vlog. Langsung aja kita [Musik] bahas. Jadi udah pada tahu kan ya kamera 360 atau 360 yang bisa ngerekam 360 m. Jadi kita enggak perlu pusing mikirin angle nanti pusingnya pas editing biasanya. Tapi si X5 ini, beh ini bukan sekedar kamera biasa. Dia ini revolusioner. Agak lebai dikit sih. Dan langsung aja kita bahas ya, kalian nanti yang nentuin kira-kira kalian butuh enggak kamera kayak gini. Sekarang kita bahas dulu aja fitur-fiturnya. Nanti kalian decide tuh saya butuh enggak ya. Jadi dulu kalau kita rekam low light atau malam dan pakai action cam, wah kualitasnya itu mirip-mirip sama film horor gitu. Noise-nya di mana-mana, detailnya hilang, warnanya pucet. Nah, si X5 ini punya sensor dual 1/1,28 inch yang ukurannya lebih besar dibandingkan sensor 1/2 inch dari si X4. Plus dia punya AI yang namanya pure video. Ngerekam pas lagi touring malam atau pas lagi nonton konser camping, pokoknya lolik. Boh hasilnya kalian lihat sendiri aja deh. Ini nih perbandingannya si X4 dan juga X5. Kalau pas lu si X5 lebih terlihat jernih, detailnya lebih dapat, warnanya juga lebih keluar dan dengan sensornya yang lebih gede ini memang gampangnya jadi dia bisa lebih menangkap cahaya. Lebih banyak cahaya yang ditangkap artinya sinyal gambar lebih kuat, noise lebih rendah, dan masih dibantu lagi sama AI pure videonya yang dibersihin lagi sama dia. Jadi noise-nya plus dynamic range-nya itu direkonstruksi ulang dan gambarnya jadi lebih cakep dibandingkan sama X4. Videonya juga bisa rekam sampai 8K 30 fps. Ini kalau saya nge-vlog bopeng-bopeng sama jerawat plus komedo saya itu bisa kelihatan. Pertanyaannya emang resolusi 8K ini kepakai enggak sih atau cuman gimik aja? Kalau menurut saya tergantung kebutuhan sih. Kalau misalkan buat action cam itu kepakai. Tapi kalau untuk kamera HP atau kamera profesional yang kayak kita buat shoot ini menurut saya enggak kepakai sih karena enggak ada kebutuhannya. Kalau action cam karena bagian kanan dan kirinya nanti bisa diframe, kualitasnya gak bakalan anjlok parah. Ibaratnya sama kayak foto resolusi tinggi kalau di crop atau di zoom enggak pecah. Dan selain 8K 30 FPS kita juga bisa pakai beberapa mode di Insta 360 X5 ini. Mulai dari mega view ini yang view-nya paling lebar ya, hampir mirip sama kayak lensa Fish eye, terus ada linear yang paling sempit yang bisa buat video vlogging biasa dengan minim distorsi. Pilihan resolusinya ada banyak, ada super sampling sampai 11K buat time-nya, terus ada 5,7K. 60 fps. Jadi 60 fps-nya itu enggak cuma di 4K, 5,7K-nya juga dapat. Dan kalau kalian pengen main slow motion, 4K-nya sekarang udah bisa sampai 120 fps. Karena kan kalau kita mainan slow motion biasanya kualitasnya itu diturunkan ya resolusinya. Ini 4K 120 fps. Jadi harusnya aman. Apalagi buat yang suka main slow motion biar lebih dramatis. Selain dari sisi hardware sensornya tadi yang lebih gede, dari sisi software-nya juga Insta 360 ini mantap. Mau transfer files dari Insta ke laptop bisa pakai wireless. Dari HP juga bisa lewat aplikasi resminya. Dan di dalam software-nya ini ada yang namanya shootlab yang isinya itu kayak template-template effect video ajaib yang bantu kita buat bikin konten video viral. Mau efek kayak Clone, Flyps, Skyswot atau yang aneh-aneh lainnya tinggal ikutin tutorialnya aja. Cocok buat yang pengen eksperimen atau yang pengin terlihat jago ngedit padahal sebenarnya enggak ngedit. Mainan seru lainnya juga banyak. Mau effect slow motion ala film matrix bisa pakai bullet time yang lebih halus terus bisa sampai 5,7K di 120 fps. Malas pencet tombol bisa pakai voice control aja. Bahkan ada gesture twist-twist yang tinggal diputar kayak gini aja dia bakalan auto record. Karena kalau misalkan udah pakai tongkatnya itu kan kejauhan ya. Kalau mau pencet kan repot. Buat yang suka color grading, ada profile warna lock juga buat fleksibilitas buat ngedit karena warnanya bakalan raw. mode XDR aktifnya bisa sampai 5,7K juga sekarang naik 30 FPS dari generasi sebelumnya. Karena di X4 itu cuman mentok 5,7K FDR di 30 fps. Dan kalau kalian pernah lihat FJP di TikTok yang kayak orangnya itu jadi kayak ikan paus ya, itu sebenarnya pakai Insta 360 ini, tapi dia kayak diginiin. W, jadi videonya kayak jadi kayak semacam ikan paus jalan gitu. Nah, sebenarnya ya tergantung kreativitas kita. Kalau kita udah punya device 360 tergantung kreativitas kita itu mau dibawa ke mana. Karena gitu aja viral. Tapi siapa yang kepikiran untuk ngonten? Selain video dia jelas bisa motret juga. Kalau buat motret resolusinya cukup HD ya 72 megapel. Mau foto banner. Kalau misalkan kalian punya project misalkan Om kalian jadi walikota tinggal foto pakai ini cetak banner gede. Wah itu juga enggak bakalan pecah. Dan yang bikin pengguna action cam senam jantung biasanya itu lensanya lecet. Dan kalau lensanya lecet ya udah ya wasalam. Apalagi bentuk lensanya ini nongol ya. Jadi rawan banget kesenggol jatuh kegores kunci di kantong. Nah sekarang di X5 ada replacement kit-nya jadi tinggal copot dan pasang sendiri. Lensanya juga diklaim dua kali lebih tahan gores dan tahan banting dibandingkan sama X4. Lensa ini ya bagian paling rentan sih. Jadi harus benar-benar dirawat. Karena kalau lensa ada apa-apa ya kualitas gambarnya bakal terpengaruh juga. Lagi nge-vlog sambil lari-larian di gunung atau sepedaan pakai ini juga tenang aja karena dia ya namanya action cam super stabil. Selain AI Pure video tadi dia juga punya yang namanya flow state stabil dan juga 360 horizontal lock andalannya si insta si ini ya. Jadi enggak perlu gimbal tambahan yang ribet. Dan nih lihat aja di X4 sebenarnya itu udah stabil banget. Tapi di X5 sekarang lebih stabil dan lebih smooth lagi. Mau coba lari-larian sambil goyang tari, kalian lari sambil nyari India itu juga masih stabil kalau pakai action cam ini. Nah, tapi penyakitnya Insta 360 atau semua action cam sejak Firaun main kelereng itu tetap aja ya kalau misalkan dibuat ng-record video lumayan panas dan kalau panas baterainya jadi boros. Nah, si X5 ini punya kapasitas baterai 2400 mAh lebih gede dari X4 yang punya baterai 2290 mAh. Klaimnya sih bisa tahan sampai 185 menit kalau ngerekam di mode 5,7K 24 FPS dengan mode endurance. Kalau di X4 klaim-nya itu cuma 135 menit, jadi naik 50 menit. Tapi kenyataannya enggak segitu sih. Karena ketika saya coba pakai record 4K dengan 60 fps, dia bisa tahan sekitar ya 2 jam seteng. Kalau untuk ngecasnya lumayan cepat, tas 20 menit aja bisa keisi 80% lebih cepat daripada istri saya make up. Untuk kualitas mikrofonnya gimana? Apalagi kan action cam itu pasti odor ya. Dan odor itu pasti banyak angin. Dan dia udah punya tameng anti angin sendiri yang namanya Wi Guard dan Steel M plus audio algoritm yang udah di-upgrade Kalau buat desain sebenarnya sekilas aja enggak terlalu terlihat beda antara Insta X4 sama X5. Apalagi kalau tampak depan layarnya juga sama dimensinya, cuman kalau tampak belakang aja sih agak beda ya. Jadi dia lebih kayak lebih raget gitu desainnya. Tombol-tombolnya sebenarnya enak dipencet, tapi kalau pas olahraga dan pakai sarung tangan kadang suka miss sih. Tapi untungnya ada voice control sama twist tadi. Terus kalau dari sisi build quality si X4 dan juga X5 ini X5 lebih kerasa kokoh sih. Karena memang dia pakai material kuat yang namanya ultra hard coating yang enggak gampang bikin baret dan jelas dia udah anti air bisa nyemplung sampai 15 m tanpa casing tambahan. Di Xpor kan cuma bisa sampai 10 m. Plus dia juga udah punya sertifikasi IP rating 68. Aman. Dan kalau kita mau beli case tambahannya, dia bisa diajak diving sampai 60 m. Bayangin ya, diving 60 m itu ibaratnya kalau misalkan kita naik gedung itu sekitar 20 lantai. Wah, kameranya sih kuat ya. Oksigen kita kayaknya yang enggak kuat. Buat layar dimensinya 2,5 inch. Kalau buat preview-preview aja cukup mirip sih ya sama X4 enggak ada yang berubah. Dipakai odol juga masih aman, masih bisa dilihat dengan jelas. Nah, sekarang pertanyaan terakhir yang juga jadi masalah cam. Gimana suhunya? Panas enggak? Kalau panas dia ng-record enggak? Selama saya pakai sih aman ya. Kemarin dipinjam teman ke gunung, saya ajak sepedaan aman-aman aja ya. Di sekitar 100 menitan lah baru dia overheat. Kalau si X4 70 menitan baru tuh kerasa anganget dan overheat. Masuk ke bagian yang paling sensitif. Harga. Harganya mirip sama X4 ya. X4 itu pas launching dulu juga sekitar Rp9,9 juta. Nah, si X5 ini juga Rp9,9 juta. Kalau dari sisi fitur visual dan software dibilang mahal enggak juga sebenarnya karena ada action cam yang enggak bisa 360. lebih mahal dari ini pun ada. Dan kalau pas dapat diskon itu bisa sampai R jutaan harganya. Ketika video ini dibuat itu juga lagi ada diskon. Diskonnya itu sekitar ya jadi R juta. Nanti link pembeliannya kalian cek aja di video sebelah kiri. Okelah, sekarang masuk ke bagian kesimpulan. Kita coba lihat dulu kekurangannya apa sih harganya? Mungkin bukan untuk semua orang ya, apalagi kalau kalian dapat harga normal Rp9 juta. Terus ukurannya juga lebih gede dan berat dibandingkan action cam bahkan dari Insta 360 sendiri. Dan XDR ini bukan yang true XDR1 ya. Jadi kayak di up scaling gitu. Ini XDR true-nya itu di 8B bit. Dan yang saya sayangkan banget sih beberapa aksesoris dari X4 itu enggak bisa masuk ke X5. Jadi kalau kalian udah punya X4 ya sayangnya harus beli aksesoris tambahan yang kompatibel sama X5. Kalau kita ngomongin kelebihannya wah yang paling saya suka sih kualitas lowl-nya ya. Low light-nya ini juara. Terus lensanya bisa diganti. Ini penyelamat banget sih buat yang ceroboh kayak saya. Terus baterainya lebih awet. Ngecasnya sekarang lebih cepat. suara anti angin atau wine guard-nya tadi kalau dipakai di vlog motor jadi lebih nyaman, lebih PD juga karena suaranya terfilter. Terus dia juga siap diajak nyebur lebih dalam dan ada fitur Instafame dan pure video yang cerdas dan praktis. Dan sekarang kalau kalian download aplikasinya, software editing-nya itu makin canggih. Kesimpulannya si Insta 360D5 ini ya naik kelas ya dari pendahulunya. Dia bukan cuma ngasih spek tinggi tapi beneran nyeselain masalah yang sering dikeluin sama pengguna action Cam 360. Dari performa L yang gokil, lensa bisa diganti dan audio mikrofonnya sekarang juga lebih bagus. Tapi apakah dia sempurna? Jawabannya enggak juga ya catatannya yang saya sebutin tadi. Tapi untuk saat ini si X5 ini jelas salah satu. Kalau bukan salah satu ya jelas yang terbaik untuk kamera 360 action cam. Coba tulis di kolom komentar deh kompetitornya siapa emang. Overall kalau kalian cari action cam yang simpel, praktis, tinggal taruh aja dan dia bakal ng-record semua dengan performa Lola yang bagus, instalasi 16 ini bisa jadi jawaban yang menarik. Saya dikit and see you on the next video.
