KAMERANYA MAHAL BANGET!! - Xiaomi 15T (YouTube Video)
Xiaomi 15T, HP baru dari Xiaomi yang baru aja keluar. By the way, lineup HP Xiaomi itu hanya dua ya, lineup flagship dengan penamaan angka dan seri T yang biasanya nongol di tengah-tengah jeda seri flagship-nya. Seri T ini juga fokus ke price to performance yang kalau dulu itu tuh sering banget disebut sebagai flagship killer ya. Tapi kayaknya istilah ini udah jarang dipakai sekarang ya, kayak udah enggak familiar aja gitu. Salah satu kelebihan dari Xiaomi 15T adalah kameranya yang sudah pakai teknologi dari Leik. Secara spesifikasi kamera di HP ini terlihat biasa aja. Tapi dengan adanya embel-embel Leik tentu hasilnya akan berbeda. Kamera utamanya beresolusi 50 megapel bersensor light Fusion 800 dan sudah punya OIS dan aperture-nya ada di F1.7. Kamera keduanya adalah 12 megapel Leika Ultrawide dan kamera ketiganya adalah 50 megapel Leik telefoto. Sayangnya untuk yang varian biasa belum punya OIS ya di telefotonya. Jadi buat ambil foto tele itu agak sedikit tricky gitu. Untungnya hasilnya lumayan bagus menurut saya. Tahu enggak apa yang paling spesial dari sistem kamera di HP ini? Sensor Leik Sumilux. Saya jelasin sedikit ya soal lensa ini. Sumilux ini salah satu lineup lensa high end buatan Leik ya. Selain Sumilux, ada Noctilux, Sumikron, Elmarit, dan Elmar. Nama Sumilux sendiri itu gabungan dari bahasa Latin. Sumi artinya tertinggi dan lu artinya cahaya. Nah, makanya lensa ini punya bukaan diafragma atau aperture yang gede yaitu F1.7 gede untuk sebuah lensa di smartphone. Lensa Sumilux juga punya beberapa kelebihan. Misalnya dia pakai 7P I spperical high transmitten lens. Anjay, ribet banget bacanya ya. Yang sangat minim abrasi dan ningkatin transfer cahayanya. yang bikin foto akan lebih tajam. Terus ada coating antiare yang bisa ngurangin reflektif dan glare secara signifikan serta naikin akurasi warna dan ya pokoknya banyaklah. Leik Sumelux ini punya color science yang unik ya yang bikin foto yang ditangkap tuh jadi kelihatan beda aja dari lensa yang lain gitu. Bahkan ini jadi salah satu kelebihan kamera dari HP Xiaomi menurut saya. Tonleikanya tuh arts banget gitu anjay. Artsy. Dalam pengujian saya aktifkan watermark khas Leik ya. Di watermark ini tertulis fokaleng dalam satuan mm. Jadi kalian bisa lihat jika tertulis 15 mm artinya pakai lensa ultrawide. Jika 23 mm artinya pakai lensa utama. Kalau 46 mm artinya teleoptikal dua kali. Dan kalau 92 mm artinya teleoptikal 4 kali. Di atas itu telenya dilakukan secara digital. Oke, kita akan bahas kualitas kameranya. Di kondisi cahaya terang, kamera utama dari Xiaomi 15T ini menurut saya cakep banget untuk harga segini ya. Detilin tangkap tajam, warnanya keluar natural tapi tetap agak vivit biar enak dilihat mata gitu. Rumput kelihatan hijau segar, langit biru tetap adem. Walaupun pas foto dalam kondisi agak mendung, tapi langitnya sebagian tetap kelihatan biru gitu dan highlight-nya juga enggak gampang overxpose. Jadi buat foto outdoor menurut saya H ini bagus dan enggak perlu lagi diretouch ya udah dimasak dan siap disantap di media sosial. Untuk foto lolet-nya cukup mengejutkan. Kamera Xiaomi 15T udah dibekali mode malam yang cukup agresif. Jadi foto malam enggak cuma terang, tapi juga tetap kejaga detailnya gitu. Lampu jalan enggak gampang overpose dan shadow enggak kelihatan terlalu gelap. Tapi ya kalau kita zoom-zoom fotonya atau cek detailnya banget gitu, nulisnya masih ada, masih kelihatan gitu ya. Wajar sih di harga segini gitu. Lens teraw ini lumayan luas, enak banget buat foto landscape atau foto ramei-rame. Distorsi di pinggir frame juga enggak terlalu parah. Jadi kepala manusia yang enggak sengaja masuk ke frame enggak jadi lonjong aneh gitu. Warnanya konsisten sama kayak kamera utama walaupun detailnya sedikit turun ya maklum 12 megapel. Untuk lensa tele ini yang spesial. Soop kemampuan melakukan telefoto sampai empat kali secara optikal kerasa asik banget menurut saya. Apalagi buat yang suka ambil foto portrait ya. Foto zoom-nya tuh kelihatan tajam banget termasuk saat zoom lebih dari empat kali yang artinya udah kees-witch jadi digital gitu. Saya melihat ada processing yang cukup agresif di foto digital zoom-nya. Misalnya foto burung ini ya. Di foto ini saya pakai digital zoom sampai 10 kali. Kontrasnya masih sangat jelas. Hasilat burungnya juga kelihatan cakep banget. Model portret di HP ini jadi salah satu yang paling fun buat dipakai menurut saya. Pemisalan antar subjek sama background itu cukup rapi. Rambut biasanya jadi masalah di HPHP mid range. Tapi di sini lumayan rapi walaupun enggak sempurna ya. Warnanya juga natural, kulitnya enggak terlalu pucat atau over beauty gitu. Enggak terlalu ganteng banget muka saya gitu. Jadi hasilnya masih kelihatan real gitu. Nah, soal kamera depan saya suka. Di kondisi terang muka kelihatan natural, detail kulit kelihatan tapi tetap ada sentuhan soft gitu biar enggak kelihatan kaku. Kalau dipakai low light noise-nya masih ada, masih kelihatan tapi flash dari layarnya itu sedikit ngebantu ya. Potter selfie juga rapi, efek blur di belakang enggak terlalu fake. E buat upload ke media sosial mah ya enggak malu-maluin lah. Secara desain menurut saya HP ini cakep, terutama frame kameranya ya. Somehow kelihatan mewah dan mahal gitu. Bentuknya beda banget dari HP-HP lainnya. F dipegang juga enak, enggak gampang ninggal sedik jari. Material frame-nya plastik dengan backover kaca gitu dengan cara identifikasi yang mudah yaitu kemampuannya menyerap dingin dan menghantarkan panas. Dalam paket penjualan juga disertakan sebuah softcase yang build quality-nya cukup bagus berwarna abu-abu gelap. Yang saya punya ini warnanya grey ya, tapi ada juga yang warnanya black classic sama warna barunya yang cakep itu eh rose gold. Sekarang bahas layar. Yang beda dari HP ini adalah rasio layarnya iPhone sekali. Xiaomi 14T pakai rasio layar 20 bing 9. Sedangkan Xiaomi 15T pakai rasio layar 19,5 b 9 persis dengan rasio layar iPhone 17 Pro Max. Ini HP kedua Xiaomi yang pakai rasio layar segini ya, karena sebelumnya Poco F7 juga udah pakai duluan. Kalau boleh jujur, saya nyaman banget sama layar dengan rasio segini karena space horizontalnya itu lebih lega gitu. Layarnya AMOLED berukuran 6,83 inch beresolusi 1.5K atau 2.772 piksel 1280 piksel dengan kerapatan sampai 447 PPI. Artinya ini layarnya tajam banget. Sok mendekati kerapatan layar iPhone ya yang ada di 460 ppi. Beratasnya sampai 3.200 Nit dalam kondisi pak diajak main panas-panasan aman banget. Layarnya masih kelihatan jelas gitu. Layarnya sendiri udah mendukung HDR 10 Plus dan Dolby Vision. Refresh rate-nya dari 15T versi biasa ini cuman 120 Hz ya, sedangkan yang versi Pro-nya udah 144 Hz. Kedalaman warnanya ada di 12 bit atau 68 miliar warna. Kontrasnya ada di R5 juta banding 1. Terus tas samplingnya ada di 480 Hz dan bisa naik sampai 2.560 Hz kalau game turbo mod-nya aktif. Layar di HP ini punya 380 Hz PWM diming. Nah, mana tahu ada yang belum paham apa itu PWM diming. Saya bantu jelasin sedikit deh. Jadi apa sih PWM diming itu? Jadi PWM diming itu kayak sebuah trik yang dipakai sama layar-layar OLED atau AMOLED buat nurunin tingkat kecerahan layar. Gampangnya gini. Layar itu kan ada lampu-lampunya ya. Nah, biar layarnya jadi lebih redup, PWM diming ini enggak nurunin tegangan lampunya, tapi malah ngedip-ngedipin si lampunya. Ngedip-ngedipinnya itu cepat banget gitu. Jadi lampunya itu hidup mati, hidup mati dalam waktu yang sangat cepat. Saking cepatnya, mata kita enggak bisa lihat kedipannya itu. Nah, tingkat kecerahan layarnya diatur dari seberapa lama lampu itu hidup dalam satu siklus kedipan. Misalnya kalau beretasnya 50% berarti lampunya hidup 50% dari waktu dan mati 50% sisanya. Ribet ya. Ya udahlah ya, aku aja ngerti ya. Setidaknya saya berusaha menjelaskan walaupun ribet. Kalau masih enggak ngerti ya saya enggak bisa bantu. Tapi ternyata fitur ini enggak semua orang suka loh. Ada beberapa orang yang justru pusing atau bahkan ada yang sampai mual. Itulah kenapa ada teknologi lain selain PWM diming, yaitu namanya DC diming. Buat jadi alternatif gitu. Gimana cara kerjanya? Silakan kalian googling sendiri. Soal sertifikasi-sertifikasi juga banyak. Ada TV Ren Line low blue light certified, Flicker free certified dan Karkadian friendly certified. Oh iya, kaca di HP ini juga udah pakai kaca Corning Gorilla Glass 7i. Upgrade yang signifikan dari generasi sebelumnya. Jadi harusnya sudah sangat durable ya. Lanjut ke performa. HP ini pakai Mediatch di City 8400 Ultra. Performa di HP ini ngebut angka-angka yang dapat juga sangat impresif menurut saya. Untuk Antu dia dapat angka R1,9 jutaan. Untuk gigge ada di 1578 untuk single core dan 6098 untuk multiore. Nah, untuk 3D mark-nya sayangnya di sini terlihat performanya agak throtling ya. Stability-nya ada di 59% aja. Selain pakai 3 saya juga coba beberapa aplikasi throttling test lainnya untuk membuktikan kalau HP ini optimal pendinginannya. Di CPU throttling test performanya turun di angka 95% sedangkan di burnout benchmark turun di angka 60%. Biar lebih fair, saya akan coba bandingkan dengan Vivo X200 Pro yang pakai SOC yang sama. Di X200 Pro throttlingnya terasa lebih parah. Di CPU throtling test drop di 59% dan di burnout benchmark hanya 35%. Nah, untuk 3D mark-nya Xiaomi 15T ada di 59% stability sementara Vivo X200 Pro ada di 43% stability. Artinya sistem pendingin di HP ini bekerja dengan sangat baik menurut saya. Nah, RAM di HP ini berukuran 12 GB LPDR 5X dan bisa kita tambah 12 GB lagi pakai RAM virtual. Total RAM-nya ada di 24 GB ya. Sedangkan untuk storage-nya ada dua pilihan 256 sama 512 GB. Dua-duanya udah pakai UFS 4.0. Kecepatan bacanya ada di 720 MB/ dan kecepatan tulisnya ada di 705 MB/s. Hmm, tergolong cepat ini. Oke, kita coba buat main gameennya. Di game Delta 4 sampai ini lumayan enak loh. Setting grafisnya sendiri bisa di-et ke ultimate dan FPS mentok di ultimate. FPS bisa kita mentokin sampai 120 Hz tapi grafisnya otomatis turun ke standar dan saya prefer main dengan settingan kayak gini ya karena kerasa lebih smooth aja gitu. Selama main tiga kali mode attach and defend e kerasa lancar-lancar aja enggak nemu kendala yang berarti gitu kecuali tim saya kalah mulu. Untuk Mobile Legends apakah grafisnya bisa diettingan mentok rata kanan? Bisa banget. Main dua game kerasa nyaman dan lancar jaya. Nah, kalau ini saya jago menang terus soalnya pakai Nana. Selanjutnya tentu saja game laknat berukuran 36 GB Gensin Impact. Game ini default-nya otomatis ke settingan medium ya. Tapi kalaupun diset ke settingan highest, saya masih ngerasa game-nya itu berjalan smooth gitu. Enggak kerasa ada frame r yang mengganggu. Dan motion blur-nya juga lumayan smooth ya. Enggak bikin copy grafisnya gitu. Untuk software Xiaomi 15T pakai Android 15 dengan antar muka Hyper OS 2. Mereka juga ngejin kalau HP ini adalah salah satu yang akan dapat update Hyper OS 3 pertama versi baru dari Hyper OS yang katanya punya tampilan visual yang lebih segar dan punya kecepatan membuka aplikasi yang lebih cepat. Xiaomi juga ngembangin engine A baru bernama Xiaomi Hyper AI. Sebuah sistem yang bisa mengintegrasikan Google Jemina ya ke dalam sistem Hyper OSOS. sehingga bikin aplikasi-aplikasi crucial di Hyper ROS kayak Noes, Calender terintegrasi langsung dengan Gemini. Terus juga fitur baru bernama Xiaomi Hyper Connect. Singkatnya, Xiaomi Hyper Connect itu adalah jembatan yang ngubungin semua device Xiaomi kita dan bahkan beberapa perangkat Apple biar bisa saling ngobrol dengan lebih lancar. Misalnya gini, saya punya HP Xiaomi, tablet Xiaomi dan mungkin juga laptop atau smart TV Xiaomi. Biasanya kan kalau mau kirim file dari aplik tablet, kita harus pakai kabel atau upload ke cloud atau drive dulu ya. Nah, dengan hyper connect semua jadi lebih gampang. Jadi, fitur ini tuh bisa nge-transfer file dengan lebih cepat. Tinggal klik aja file dari HP langsung pindah ke tablet atau laptop. Terus kita juga bisa share layarnya ya. Layar HP kita bisa langsung tampil di layar tablet atau laptop. Terus kita juga bisa nerima telepon dari device lain misal angkat telepon dari tablet Xiaomi. Dan terakhir tentunya kita bisa kontrol smart device lain dari HP atau tablet kita. Intinya Hyperconnect ini bikin ekosistem Xiaomi jadi kerasa kayak satu kesatuan gitu loh. Anjay nasionalis kali bukan lagi perangkat yang berdiri sendiri. Untuk update Xiaomi janjiin update OS selama 4 tahun dan update security patch selama 6 tahun. Ada juga Xiaomi VIP Service, yaitu garansi service 24 bulan, garansi layar 6 bulan, dan dapat jatah peminjaman HP sebanyak satu kali saat HP kalian diperbaiki. Dan 24 bulan layanan antar jemput untuk servis gratis. Oke, kita lanjut ke baterai. HP ini punya baterai berukuran 5500 mAh. Baterai terbesar di lini Xiaomi sekarang ya. Maksudnya itu HP Xiaomi di luar dari Redmi atau Poco gitu. Saya enggak dapat info apa jenis baterai yang dipakai, tapi kalau harus berasumsi kayaknya HP ini pakai baterai litium. Karena dengan ukuran yang sama atau bahkan lebih tipis, brand lain bisa naruh baterai yang lebih besar daripada HP ini. Untuk datan baterainya dalam penggunaan nonstop, HP ini bisa bertahan sampai 13 jam lebih ya. Dalam paket penjualan juga disertakan kepala charger dengan output maksimal 67 watt hyper charge tentunya. Charger ini bisa ngisi baterai lumayan cepat. Baterainya terisi 50% dalam waktu 24 menit dan terisi penuh dalam waktu 58 menit aja. Ini cepat. Sok. Kesimpulannya, HP ini cakep. Sok, baik secara visual ataupun secara experience maupun kualitas kameranya. Legacy Leica di flagship Xiaomi memang selalu diturunkan ke seri T ini. Line up yang kameranya enggak pernah mengecewakan. Bahkan saya pakai sejak seri 13T. Klasifikasi market untuk HP ini tuh simpel buat kalian yang emang punya budget midrange tapi pengin kualitas kamera yang enggak kalah sama flagship-nya gitu. Sangat sulit buat saya gak merekomendasikan HP ini. Trust me, SP bagus.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















