Jungkat

Kami Stress Test Smartphone di Suhu Dingin! Seberapa Beda? (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Main game jangan di outdoor kecuali outdoornya kayak begini. Kenapa kita bikin video ini? Karena kita sering lihat banyak banget orang yang belum paham kalau suhu ruangan itu berpengaruh dengan performa smartphone kita. Kalau di Indonesia kan mabar di kafe atau di warkop outdoor siang-siang itu kan udah kayak budaya kita banget lah ya. Tapi begitu HP-nya panas, nge-lag komplain. Bahkan kalau kita ngomongin ruangan indoor sekalipun, suhu 30 derajat, suhu 32 derajat gitu ya, itu juga suhu yang bisa dibilang kurang ideal lah untuk gaming. Dan kita juga harus ngerti, kita juga enggak bisa bandingkan cooling di HP dengan cooling di PC. Cooling di PC itu aktif cooling. Kalau misalnya di smartphone itu mayoritas passif cooling. Dari konsumsi daya dan ukurannya aja udah beda jauh sebetulnya. Makanya kalau di lab Jagat review tuh kita ada standarnya, Teman-teman. Kita tuh kalau lagi pengujian lab, suhu ruangan kita adalah 25 derajat celcius dan tentunya di ruangan berase. Kenapa begitu? Tentunya supaya data pengujiannya bisa dibandingkan. Enggak fair dong kalau misalnya kita bandingkan orang yang lari di cuaca yang panas sama orang yang lari di cuaca yang dingin. Masa data kecepatannya kita mau bandingkan enggak fair dong. Nah, di video ini kita cuma mau eksperimen kecil aja nih. Bagaimana hasilnya kalau ketiga HP ini kita stres tes di lokasi yang bersalju seperti ini. Kebetulan kita lagi di Sirakawago di Nagoya dan teman-teman bisa lihat di sini bersalju dan suhunya bisa lihat nih berapa itu minus3 derajat ya. [tertawa] Jadi ini benar-benar dingin banget. Nah, kita iseng nih untuk tiga smartponya ada apa aja? Yang pertama itu ada Infinix GT30 Pro, lalu ada Poco F7, lalu ada Red Magic 11 Pro. Nah, pertanyaannya kan apa kesamaan ketiga HP ini? Nah, kesamaannya adalah ketiga smartphone ini kalau di stres tes panas, coy. Tapi bukan berarti HP ini HP busuk ya. Tolong bedakan cepat panas sama batas suhu yang tinggi. Itu dua konteks yang berbeda. BTW. Nah, sebuah HP itu bisa aja suhunya sampai ke 50 derajat tapi dalam waktu 1 jam. Nah, itu artinya batas suhunya yang tinggi, bukan berarti smartphonenya cepat panas. Nah, ada juga smartphone yang baru 10 menit gaming performanya gagas di awal, tapi ketika suhu sudah sampai 45 derajat celcius performanya ditahan supaya suhunya enggak nambah tinggi lagi. Nah, itu jadi beda konteks kan sampai sini ngerti ya? Oke, sekarang kita langsung mulai aja eksperimennya. Kita mulai dari Infinix GT30 Pro. SOC-nya pakai di Man City 8350. Ini mewakili HP kencang kisaran 3 sampai 4 jutaan. Kita start dari Antoto 11. Kalau di lab jagat skornya itu di Rp1.697.000-an. Nah, kalau di kondisi salju seperti ini skornya naik jadi Rp1.826.000-an. Wih, lumayan nih naiknya. Berikutnya Geek Base 6. Kalau di labat single core-nya itu di 1470, multior-nya di 4.511. Kalau di kondisi salju seperti ini, single core-nya jadi 1486, multiore-nya di 4.782. Nah, di sini ada kenaikan yang lumayan terasa ya di multicore-nya. Berikutnya kita stress test pakai 3D Mark whatli stress test. Kalau di lab jagat, base score-nya itu di 10.494, lowest score-nya di 8.617. Stability-nya ada di 82,1%. Suhu layar terpanas di 49 derajat celcius. Suhu BC terpanas di 48 derajat Celcius. Kalau di kondisi salju seperti ini, best score-nya jadi 10.501 dengan lowest score-nya jadi 10.427. Stability-nya naik signifikan jadi 99,3%. Untuk suhu layar terpanas di 32 derajat Celcius. Suhu backover terpanas di derajat Celcius. Wow, [tertawa] jauh banget ya. Berikutnya kita pindah ke Poco F7. SOC-nya pakai Snapdragon 8S Gen 4. Ini mewakili HP kencang kisaran 5 sampai R juta. Anutu 11 di lab jagat kita dapat R2.274.000-an. Di salju kita dapat di Rp2.345.000-an. Lumayan nih ada peningkatan sekitar 70.000 poin untuk Geigbit 6. Kalau di lab Jagat single core-nya itu 2073, multiore di 6.544. Kalau di salju single core-nya itu 2022 jadi enggak terlalu jauh beda. Multi core-nya di 7.000. 185. Nah, multior-nya lumayan nih, naiknya signifikan. Berikutnya 3D Mark White Life Stress Test di lab Jagat. Best core-nya itu di 15.365. Lowest score-nya di 10.998. Stability-nya 71,6%. Suhu layar terpanas di 46 derajat Celcius. Suhu back cover terpanas di 46 derajat Celcius. Di kondisi salju, base score-nya di 17.919, lowest score-nya di 14.896. 83,1%. Sedikit berharap bisa di atas 90% cuman entah kenapa saat kami coba masih mentok di 80% aja. Suhu layar terpanas di 21 derajat Celcius. Suhu by cover terpanas di 21 derajat Celcius juga. Memang sih best score dan lowest score-nya itu naik signifikan. Cuman lihat stability-nya ini seperti ada yang ditahan oleh Poco ya. Berikutnya kita cobain HP gaming paling kencang saat ini. Red Magic 11 Pro. SOC-nya pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Ini mewakili HP paling kencang saat ini. Anutu 11 di lab jaget kita dapat R jutaan. Kalau di kondisi salju skornya juga mirip di R jutaan. Sepertinya ini sih emang udah mentok aja skornya ya. Enggak bisa lebih dari ini. Untuk Geigbit 6 di lab jagat, single core 3.723, multiore di 11.367. Untuk kondisi salju, single core di 3.737, multiore di 11.668. Ini kayaknya kurang berat ya buat Red Magic ya. Jadi skornya itu gak jauh beda antara kondisi lab jagat sama di kondisi salju seperti ini. Berikutnya 3D Mark Wildlife rest. Di lab jagat base scor-nya itu di 29.490. Lowest score-nya di 23.581. Stability-nya di 80%. Suhu layar bisa nyampai 55 derajat celcius. Suhu backover-nya bisa sampai 58 derajat celcius. Ini sih udah ekstrem suhunya ya sebetulnya. Nah, sekarang di kondisi salju seperti apa? Best scor-nya di 29.531. Lowest score-nya naik signifikan jadi 27.711. Dan artinya stability-nya juga naik signifikan jadi 93,8%. Suhu layar terpanas di 32 derajat celcius. Suhu backover terpanas di 17 derajat Celcius. 17 derajat Celcius loh. Buset. Ini seperti ini memang terbantu karena aktif coolingnya juga ya. Oke, dari semua eksperimen ini apa sih artinya sebetulnya? tentunya untuk seru-seruan ya teman-teman. Kita tuh sebagai reviewer harus punya mindset iseng. Ingat ya, kita harus punya mindset iseng. Kalau begini gimana ya? Kalau begitu gimana ya? Nah, kalau udah ada pemikiran seperti itu di kepala, selanjutnya apa? Mari kita coba. Lalu video ini juga sebagai reminder ya atau pengingat kalau suhu ruangan itu berpengaruh besar ke performa smartphone kita. Kita kan tinggal di Indonesia, coy. Kalau ini kan lagi di Jepang ya ceritanya. Kita tinggal di Indonesia. negara dua musim tropis apalagi kota seperti Jakarta, Bekasi, main game di outdoor panas-panas itu sudah jadi hal yang lumrah. Nah, kalau enggak mau performa smartphone kita turun, apa yang harus kita lakukan? Pakai kipas pendingin atau pendingin ekstra. Mau yang model kipas, mau yang model pelti, terserah. Kecuali kalau kalian tuh tinggal di negara yang ada musim salju seperti ini, mau main game di outdoor berjam-jam juga HP-nya enggak akan turun-turun. Performanya enggak bakal ada masalah. Paling yang masalah badan kita sih, bukan HP-nya badan kita yang bermasalah kalau sedingin ini. Oke, sekian untuk video eksperimen iseng-iseng kita di Nagoya, Jepang nih. Thank you sudah nonton sampai akhir. Kita ketemu lagi di pembahasan teknologi berikutnya.

Lihat di YouTube