Jungkat

Kamu Harus Tahu!.. HONOR Robot Phone Review (YouTube Video)

  • 04/10/2026

Edan banget. Saya baru kali ini pegang smartphone yang kameranya bisa keluar sendiri, terus bisa gerak ke kiri, ke kanan, atas bawah, bahkan ngikutin pergerakan kita. Namanya Her Robot Phone. Ya, kalian pasti udah nonton kan video unboxing dari her robot Phone ini. Kalau belum bisa tonton dulu ya di link yang ada di atas ini. Sekarang kita bahas semuanya nih. Mulai dari cara kerja kamera gimbalnya, kualitas layar, performa gaming sampai baterai. Jadi penasaran segila apa ya HP ini alias si her robot phone. Yuk langsung aja kita bahas. Lego. Hal pertama yang saya mau jelasin nih buat ke kalian di dalam video ini adalah soal kamera dari Anar Robot Phone ini. Karena ini merupakan mekanisme cara kerja kameranya yang kamu belum tahu. Oke, ternyata HP ini punya tiga kamera kesatuan seperti HP flagship pada umumnya. Ada tiga lensa, yaitu pertama lensa utama yang ada gimbalnya ini dengan sensor 200 megapel F1.6 OIS. Dan yang di samping ini adalah lensa periscope telefoto 200 megap F2.6 OIS 2,7 kali optical zoom dan yang di atas ini adalah lensa ultrawide 50 megap F2.0. Jadi Aer robot Phone itu punya kamera yang lengkap main kamera 200 megapel, ada ultrawide, ada periskop telefoto, dan main kameranya ada mekanik gimbalnya. Ini adalah suatu yang gila keren. Enggak ada HP lain yang punya teknologi kamera selengkap ini. Tapi di balik kegilaan yang keren ini terdapat hal kekurangan yang harus diterima sama HP ini yang diakibatkan suatu kondisi yang memang enggak bisa dihindarin. Hmm, maksudnya gimana? Gini, kita nyalain kameranya. Yang kalian lihat ini adalah tampilan menu kamera flexip pada umumnya. Mau pilih lensa ultrawide tinggal pilih ini. Mau periscopo pilih ini. Nah, saatnya kita aktifkan kamera gimbalnya dari ikcon kecil di bawah bulatan shutter ini. Maka kamera utama akan keluar dari sangkarnya. Nah, di saat misal kamera gimbalnya sedang mengarah ke sebelah sana maka tidak mungkin terjadi pindah switch ke lensa ultrawide dan periscop telefoto. Kan akan aneh nanti view-nya lagi ke sana. masa tiba-tiba pindah view-nya ke sini ya kan. Makanya pilihan lensa tersebut enggak bisa aktif. Berikut juga pilihan perekaman videonya maksimal hanya di 2.8K [musik] 120 FPS aja. Kondisi inilah yang menurut saya kok dirasa aneh ya. Saya pikir satu kamera gimbal ini menjadi satu tumpuan buat semua ya. Mungkin solusinya harus kayak DJ Osmo Pocket 4P yang punya dua lensa di kamera gimbalnya supaya premidan kameranya bisa tercapai dengan mulus. Hm, apakah ada lanjutannya ya, Ana Robot Phone 2? Ah, kayaknya masih terlalu jauh lah ya. Kamera di video unboxing Ana Robot Phone ini juga banyak yang penasaran perbandingan videonya kalau dites bareng DJ Osmo Pocket 4. Sekalian juga deh ya saya bandingin juga sama iPhone 17 Pro Max. Nah, kalian lihat ya perbedaannya di tayangan berikut ini. ni Nah, sekarang kita bahas segudang hal yang bagus dari [musik] kamera her robot phone ini. Di saat kita pakai kamera gimbal ini, tentu perekaman akan sangat smooth. Mau kita sambil jalan, lari, atau bahkan lompat-lompat. Perpindahan angle kamera pakai joystick di layar ini juga terlihat smooth. Lalu kalau mau atur keleluasan gimbalnya juga bisa. Misal mau ngunci pandangan ke depan aja atau mau bisa leluasa HP dimiringin ke mana pun, maka view kamera bisa mengikutinya semua. Tinggal pilih dari sini. Mau dipindahin ke view selfie juga bisa. Tinggal klik yang ini. [musik] Nah, setelah kita bahas kamera yang mekanismenya memang enggak biasa ini, sekarang kita pindah ke bagian yang setiap hari bakal paling sering kita lihat, yaitu [musik] layar. Aer robot phone dibekali layar 6,31 inch LTPO OLED. Ukurannya menurut saya cukup pas, surpressingly enggak berat amat juga loh, cuman sekitar 250 gr doang. Untuk kecerahannya dari hasil pengujian saya mendapatkan angka 967 Nits dalam kondisi normal. Kemudian untuk color gamut di mode Vivit hasilnya mendapatkan 99% sRGB dan 83% DCIP3. Jadi coverage warnanya itu cukup luas. Sekarang kita masuk ke bagian performa. Kamera boleh bisa bergerak sendiri tapi kalau performanya lemot ya HP-nya cuman bisa bengong doang. [tertawa] Her. Robot Phone ini menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan dari hasil benchmark yang saya dapetin AnTu Benchmarknya tebus Rp3.763.821. [musik] Kemudian saya lanjut ke Geek Band 7. Hasilnya mendapatkan 949 untuk single core dan untuk multiore. Sementara di 3D Mark baik sling shot maupun white life hasilnya max out. CPU-nya saya tes menggunakan CPU trouting test selama 30 menit dan performa CPU rata-rata bisa bertahan di angka 88%. Jadi mau dipakai kerja sampai buka banyak aplikasi sekaligus performa seperti ini jelas udah lebih dari cukup. [musik] Bahkan kalau kamu punya pekerjaan yang lebih berat, Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih punya cukup tenaga buat ngejalanin itu semua. Urusan nge-game juga udah pasti lancar, ya. Pertama saya coba nih, Gensin Impact setting [musik] saya pasang di highest dengan target 60 fps. Kemudian dimainkan selama 15 menit. Hasilnya rata-rata FPS yang saya dapetin mencapai 104 FPS dengan FPS terendah berada di kisaran 90-an ketika sedang battle. [musik] Suhu maksimal yang saya dapatkan sekitar 42 derajat Celcius. Kemudian saya lanjut ke Delta Force setting. Saya gunain HD dengan 120 FPS dan saya mainkan selama 10 menit. Hasilnya rata-rata bisa mencapai 119 FPS dengan FPS terendah sekitar 115 FPS. Suhu maksimal juga hanya sekitar 40 derajat Celcius. Untuk performa nge-game, hardware yang digunain memang udah jelas flexip [musik] dan hasil pengujiannya juga nunjukin kalau AR robot phone ini udah ngebawa performa yang tinggi. HP ini dikasih baterai 7.060 mAh yang udah mendukung 120 watt charging. Kapasitas sebesar ini menurut saya memang menarik, apalagi kalau HP digunakan cukup intens setiap hari. [musik] Saya pakai buat nonton video 1080p selama 30 menit. Baterai cuma berkurang 2%. Terus scrolling TikTok dan Instagram kurang lebih 30 menit. Baterainya juga kurang sekitar [musik] 2%. Terakhir ya saya pakai nge-game selama kurang lebih 30 menit. Baterainya berkurang sekitar 5% dari 96% sampai 94%. Jadi ini hitungannya irit loh, Guys. Nah, daya tarik terbesar memang tetap ada di konsep kamera gimbalnya. Kamera utamanya menggunakan sensor 200 megapel dengan OIS dan mekanisme gimbal yang bisa bergerak mengikuti arah yang kita inginkan. Ditambah lagi ada periscop telefoto 200 megapel dengan 2,7 kali optical zoom dan ultra wide 50 megap. Jadi secara hardware kamera memang lengkap banget, tapi mekanisme gimbal ini juga membawa konsekuensi ketika gimbal aktif kita enggak bisa menggunakan kamera ultrawide maupun periscop telefoto. Dan pilihan perekaman video juga dibatasi sampai 2.8K 120 FPS aja. Buat saya agak nanggung sih kalau gimbalnya ini udah support semua. Wah, the best deh. Di luar kameranya performanya juga patut diancungin jempol ya. Jadi enggak semata-mata jual gimbal HP doang. Menurut saya HP ini menarik jelas karena her berani bikin sesuatu yang beda. Kamera gimbalnya bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi memang bisa memberikan pengalaman pengambilan video yang berbeda, terutama ketika kamu ingin mengambil footage sambil bergerak. Tapi tentunya ada beberapa kompromi yang harus diterima ya. Kalau kamu mau meminang si Ana robot Phone ini, siapin aja nih. Budgetnya sekitar 9.999 remimbi atau sekitar Rp26,4 jutaan. [musik] Gimana kalau masuk Indonesia kira-kira bakal banyak yang beli enggak ya? Oke, guys. Jadi, itu dia review dari Ana Robot Phone. Semoga bisa menambas kalian. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye.

Lihat di YouTube