Kanky Rilis Sepatu Kulit Asli?! Apa yang Bikin Spesial? Review Sepatu Kanky Plus Carter (YouTube Video)
Jumpa lagi di review sepatu bersama Jagat Review dan juga Angga. Nah, sekarang kita mau bahas apa nih? Kang Plus Carter. Oke. Oke. Kanki plus Carter. Yes. Kanki tapi ada plusnya. Kanki plus. Jadi ya. Yes. Nah, ini yang menarik nih. Kanki plus. Apa sih ide dasar Kang Plus itu? Oke, dari hasil pengamatan ya. Kangki plus ini maksudnya kanki tuh ingin menunjuk ee menunjukkan lini premiumnya mereka. Lini premium yang ya tapi premium itu bukan premium sport ya. Bukan ya. Bukan premium dari segi fashion lebih premium gitu ya. Benar dari material sampai ke siluet. Hmm. Oke. Dan hasilnya salah satunya ini. Ini pertama ya. Ini yang pertama kan artikel salah empat dari salah empat. Salah satu dari empat artikel pertamanya Kaki Plus. Ini namanya Carter. Carter. Oke. Ini carter warna warna brown white. Brown white. Dia punya empat warna ya. Eh eh kalau ini dua warna. Oh oke. Dia punya dua warna sama eh sori empat empat empat artikel. Heeh. Oh empat artikel kebagi dua tapi ya. Yang ini yang pakai tali. Lalu ada dua yang tidak pakai tali. Tidak pakai tali. Nah itu punya warna lebih banyak. Oh, oke oke oke oke. Nah, ini pakai tali ya. Ini lebih gampang kalau mau kalian beli online. Kenapa? Kalau kegedean dikit tuh masih bisa dikencengin ya. Bisalah tipis-tipis dikencengin lah ya. Oke. Bagaimana benda yang satu ini? Oke. Jadi, nah ini Pak Plus Carter ini mereka menggadang-gadang sepatunya pakai genuine leather. Oh, kira-kira. Oh, gua kira dia menggadang-gadang kerja sama outs eh mid sou sama on. Enggak ya? Oh, enggak enggak mirip. Cuma bolong-bolong doang ya. Cuma bolong-bolong doangnya kalau i tapi ini apa kulitnya napal leather. Oh, napender. I kulit sapi asli. Iya. Di sini ya kalau lihat mungkin tampilannya ya bagian uper kita enggak salah lihat soalnya tampilan upernya udah mirip-mirip dress ya kan. Sepatu-satu yang formal lah kalau biasa disebut ya. For ini kalau bilang sepatu eksekutif masa kini gitu. Ah, itu dia. Atasnya terlihat. Atasnya terlihat. Iya, terlihat buat sepatu dress gitu, tapi bawah empuk. Sneakers serius tapi santai. Serius tapi santai. Karena ee mereka yang di level-level itu sudah tidak pakai sneakers buat ke kantor. Benar. Tetap harus terlihat proper presentable. Proper. Tapi karena terbiasa dengan sneakers harus empuk. Iya. Jadilah terlahir, jadilah beginian ya. Ini dia. Oke. Jadi, gimana? Atasnya Napa leather. Atasnya Napa leather. sampai ke belakang dengan banyak layering ya untuk ngasih dimensi dan bikin enggak bosan lah ngelihatnya. Karena umumnya kan kalau sepatu yang modern klasik lah modern klasik modern klasik kayak gini nih. Nah, kan teman-teman pasti ngelihatnya ya udah flat aja gitu kan dengan bagian e mid yang iya lurus aja terus bagian layering-nya juga ya tampilan ya kalau kalau gas ini kan masih kelihatan ya masih agak bingung mau bikin modern rapi tapi terkunci dengan bentuknya air Jordan itu dia. [tertawa] Karena kalau ini kalau ini enggak ini lebih eksperimental walaupun mungkin kayak apa ya terkenal kayak gini kolhan mungkin kayak begini-begini ya ter banget cuma kan harganya ya betul harganya seperempat ini cuma seperempatnya sebentar seperempat enggak Pak seperlima kayaknya [tertawa] Bapak ambil yang mana kok ya antara 1/4 sampai seperl lah tergantung ya tergantung ya benar heeh jadi empat artikel ini ini yang ee lebih murahnya ini di angka R588.000. Oh, R88.000. Iya. Karena ada dua artikel yang tadi disebut lagi, ada Denzel sama Oswald itu harganya di 638.000. Beda Rp50.000 sih. Oh, tipis gitu. Tapi dia punya lebih banyak warna. Dia punya Oh, dia yang punya empat warna. Iya. Yang ini cuma dua. Ini dua warna. Ah, oke. Cuma ee brown white sama eh dark brown espresso. Dark brown espresso. Bagian mid tu jadi agak coklat gitu. Coklat ya. Gelap semua. Nah, terus di bagian Oh, yang paling lumayan kelihatan beda dari sepatu-sepatu modern klasik kayak ini ya. Modern tapi klasik tu agak hilang. [tertawa] Nah, bagian sampingnya ini ada heill support. Dia difungsikan untuk sebenarnya memberi struktur atau pada bagian belakang supaya bisa lebih enaklah ketika di agak kontradiktif enggak sih sebetulnya? Kan biasanya kan kalau sepatu kulit itu strukturnya datang dari kulitnya sendiri. Betul. dan juga dari bagian dari bawahnya dari nah ini dia masih pakai ee penjaganya seperti sepatu sport. Betul iraga. Ee oh ya ini bagian dalamnya tetap kain ya? Tetap kain. Tetap kain. Tetap fabrik ya. Jadi dia bukan full kulit depan belakang apa luar dalam. Dalamnya ini fabrik ini. Jadi jangan kalian mengira wah beli ini bakal lecet dulu enggak ya? Enggak. Enggak. Ada fabriknya di dalam soalnya ada kainnya sebagin dalam di sekitar ee apanya nih? kerahnya atau kerahnya ini atau tumitnya ini semuanya e pakai kain dan ada empuk-empuknya. Yes, lumayan tebal. Ada foam-nya di dalam jadi tetap nyaman tapi tetap disarankan pakai kaos kaki. Kaos kaki ialah karena sepatunya ini lumayan gerah. Oh ya. I baik. Tidak ada pori-pori. Tidak ada pori-pori. Benar. Ada pori-pori sama. Terus juga minim ini juga kalau ada bolong-bolong gini cuma Oh, ini cuma aksen. Eh, aksen ya. Aksen dekorasi doang. aktif loh ini tidak ada yang spesial sebetulnya di bagian insolnya tapi suka banget hal apa bag satin look dari pabrik yang dipakai jadi kelihatan premiumnya kelihatan jadi kalau misalnya nam kayak begini gitu wis kelihatan misalnya lagi mau ngeringin angkat dikit kayaknya kayaknya keren gitu tapi sebenarnya biasa aja sih rasanya iya cuma ada logo ya ada logo kaki plus aja tapi ini enggak meleset ya enggak kadang-kadang kayak gini kan suka jadi gampang meleset depan belakang gitu kan ini enggak ya engak karena ternyata Ini enggak begitu tinggi juga bagiannya. Jadi enggak terlalu ada merata ya sebetulnya ya. Oke. Oke. Atasnya sudah kita bahas tangnya juga begini. Untuk ikatannya sebetulnya talinya kalau menurut saya benar atau trackm I'm wrong. Ini sebetulnya membantu tapi tidak mengikat seperti Iya benar sih. Enggak ngikat yang prak gitu. Ini membantu ngel karena bahannya kulit aja. Iya iya. I iya iya. Tapi ya enggak perlu ditekan bagian atasnya pun. Kalau ditarik ya dia nurut. I ya ya i tangnya ya ada dari bahan sweat. Jangan berharap terlalu banyaklah. Ini harganya di di 600 eh R500.000 ya. R00.000an ya. Jangan berharap terlalu banyaklah. Betul. Kalau yang 2,5 juta Rp3 juta tuh memang ada yang setet kencang langsung. Wah itu memang biasanya pakai trail juga kan. Beda. Beda. Beda. Lucu ya. Benar ya. Jadi e ikatannya kayak trail. Betul. [tertawa] Itu balik lagi kan mereka mencoba menggabungkan yang konvensional dan juga yang baru yang baru halal modern gitu. Oke, kita lanjut ke bagian mid soul yang mungkin langsung nah bikin teman-teman ngerasa kayak oh ini adalah ah oncloud inspired gitu ya. Oncloud inspired tapi justru lebih ke Colhan inspired sebetulnya. Betul betul. Terlepas dari call hantu inspired by oncloud atau tidak. [tertawa] Tapi ini terlebih lebih ter soalnya garis-garis begini kan lebih kayak yang punya nada lah bukan sih garis-garis begini. Lupa gua. Yes yes yes sama kan garis-garis ya. Iya ya benar benar benar benar. Tapi ya yang pakai perpaduan seperti ini emang kolhan. Iya. Tapi entah ya kalau mungkin terlihat dari vibe-nya yang dikasih lihat eh yang dia yang ditampilin sama Kangki ini lebih kerasa kayak Nike Air Footscape. Ah iya betul betul betul betul betul betul betul. I ya ya cuma karena enggak banyak di sini. Benar enggak banyak di sini. Iya enggak konsisten juga kan dia bikin kayak gitu ya. Iya gantengnya tu mau kasih lihat tuh gantengnya air Foodscape gitu loh. Wis keren loh kan. Ini ada holo ya. Nanti nanti gua kasih tahu ya tapinya apa ya. Terus, terusus. Oke, di bawahnya di bagian outs-nya untungnya ada lap ada rubber tambahan. Oh, hitam-hitam ini rubber tambahan. Sebenarnya yang putih-putih ini sebetulnya bukan ya. Ini kan terbuka ya. Yang putih-putihnya terbuka yang bagian depan belakangnya ok lah. Berarti gripnya memang oke sih. Kemarin sempat dipakai di Bandung sekitar 8 jam jalan pakai ini. Dan kakiku tuh termasuk yang tidak bersahabat sama sepatu-sepatu kulit biasanya. Kenapa? Karena gampang lecet dan banion. Oh, soalnya di awal pakai biasanya kan harus penyesuaian dulu ya. lebih lama penyesuaian ketimbang sepatu. Iya, lebih ke arah sepatunya menyesuaikan ke lu sih sebetulnya. Iya. Nah, ini Heeh. Langsung enak, nyaman karena dia ya itu napal leather itu kan terbilang lembut ya. Heeh. Heeh. Heeh. Jadi lebih cepat mengikuti kaki. Cuma memang gampang Kris. Ini baru 8 jam dipakai sudah ada Kris gitu. Kalau enggak apa-apa, Pak Kris ya. Namanya namanya sepatu kulit ya. Kalau enggak Kris berarti enggak dipakai. Iya. Ber trofi namanya bukan, bukan sepatu ya. Kalau udah biasa pakai Jordan mah udah ikhlas lah ya. Kayak gini gini ya. Masih kurang ikhlas sih gua. [tertawa] Kenapa tuh, Pak? Kenapa kalau di Jordan gua masih kurang ikhlas sih sebetulnya karena terlalu mahal? Kalau di sini sih enggak apa-ap l ya. Iya iya iya. Gua suka nih ada ornamen di belakangnya juga ya. Cuman sayangnya coba lihat yang sebelah sana yang ini di oramen belakang ini. Oh ini. Heeh. Tuh kan posisi K-nya bisa enggak rata? Enggak rata. Iya enggak rata. Dari yang gua lihat ini ee overall yang melihat kalian akan melihat keren. Gua pertama kali lihat keren. Gua pertama kali lihat lu bawa keren juga ya kan. Gua nyaris beli juga. Sayangnya ya itu size-nya 44 29,5. Gua takut rancu walaupun ada apa anjuran untuk downsize dari Iya. Tapi itu kan dua dua step dari yang B gua pakai. Masal juga agak seram nih. Kalau dia bilang 45 29 set,5 gua masih berani mungkin gitu. Overall don't get me wrong, ini bakalan keren banget kelihatan di di kaki kalian. Udah keren banget ya. Udah gayanya udah kelas banget gitu ya. Cuman sebagai yang pakai pasti nanti akan mulai ngelihat nih dari dekat nih. [tertawa] Ini kenapa logo K-nya bisa mengsol-mengsol. Bahkan menurut gua jahitannya ini enggak rata. Enggak enggak. Cuttingnya pun sebenarnya enggak rata. Cuttingnya enggak rata. Nah, itu. Nah, cutting itu mah kattingannya ini beda. Nah, ini ada detail yang aku belum sebutin apa tuh ditulis di kartunya itu handmade. Oke. Tapi handmade enggak selama kanan kiri gini juga dong. Betul. Betul. Justru karena handmade harusnya kan lebih terlihat mata ya. Iya. Heeh. Lebih ikatan lagi bukan mesin. Sayang sih. Sayang. Kenapa handmade enggak bukan berarti buru-buru. Benar. [tertawa] Benar. Kecuali memang diburu-buru sudah perah tahu ya. Benar. Agak sayangnya sih jadinya kok L kok gitu ya. Ya, di bagian tangnya juga sebenarnya tidak lurus ya. Eh, logo. Oh, yang di tangnya juga yang lihat yang punya ya. Kalau yang orang lain sih enggak lihat. Gua jamin orang lain engak enggak kelihatan sama orang lain. Iya, benar, benar, benar. Yang sayangnya mungkin bisa agak kelihatan karena ini gua pertama kali yang gua lihat dari jauh itu adalah ee kalau buat yang versi yang gelap ini di atasnya, di sini tuh ada lem-lemannya kelihatan gitu. Pengeleman ada ekspektasi tertentu pada saat melihat sepatu seperti ini. Terlepas dari harganya ya. Kan orang enggak tahu harganya, tapi ekspektasinya adalah lem-lemnya enggak enggak muncul begini gitu. Enggak kelihatan gini gitu. Terlebih ekspektasinya di tinggi karena ini dari Kangki datangnya kan jadi brand yang lumayan gede ya. Brand brand lumayan gede. Di bagian gelapnya ini kelihatan bekas lem-lemannya. Jadi sebetulnya pilihan yang ini sih sudah cukup oke ya. Tapi kalau misalnya ini gelap-gelap enggak tahu deh kelihatan semua apa enggak sih. Enggak ngerti juga nih. Kan ada yang dark brown apa tadi tu? Iya dark brown espresso. Dark brown espresso itu kan gelap semua gitu. Apakah lebih kelihatan atau enggak? E bagian lem-lemannya ini. Jadi di part itunya kok agak kurang kurang rapi aja. Cuman itu aja sih di jahit-jahitan juga enggak yang super super rapi juga ya. Enggak super rapi juga. Again you got what you paid for. Harusnya sej kalau dilihat dari ji dekat ya kayaknya kalau buat gua you got what you paid for ya kan lu dapat apa yang lu bayar. Tapi di kaki ya, di mata teman-teman loh bisa jadi kaget-kaget kalau enggak ada ada pada enggak tahu ini harganya berapa. Benar bisa kejet-kejetnya. Wow, gila berapa juta tuh gitu kan. [tertawa] Karena kan jenis kayak gini tuh juta gitu kan. gitu. Ee satu lagi yang gua rasakan dari sepatul yang size 42 ini kenapa beratnya kayak size 46 sih? Berat. Benar. Ben ini berat. Ini agak berat ya sebetulnya ya berat karena gua punya suatu tipikal kayak gini yang kolhan di size 47 karena rasanya kurang lebih sama karena gua harusnya pakai 46 set gua dapatnya 47 kemarin rasa beratnya tuh mirip sama ini 42 gitu jadi menurut gua loh kok agak berat ya sebetulnya dan yang tahu cuma yang pakai benar [tertawa] kalau kelihatannya oh mungkin karena ada holonya jadi enggak begitu berat ini sebenarnya berat sih iya iya even dibandingin sama ini pun beratnya lebih berat ini. Berat ini. Tapi ingat yang tahu cuman yang pakai. Jadi menurut gua untuk bergaya enggak ada masalah sama sekali. Yang penting kan berani. Iya. Pada saat pada saat p kayak itu yang penting adalah pasal dipakai kaki lu sakit enggak? Iya. Ternyata enggak. Enak kan. Even gue yang selalu bermasalah sama sepatu gurauhan kulit enggak ada masalah di sini. Sepatu enak gitu kan. Terus ee apakah kalau dilihat sama orang yang akan melihat dari jarak 2 m itu paling dekat kayaknya sih. He. Kecuali kalau sepatu apa sih gitu kan. Aduh, kok larpi kok gini? Enggak, enggak bakal, enggak bakal enggak bakal. Ee dari jarak 2 m, 3 m ngelihatnya enggak kelihatan sih. Enggak kelihatan ya. Ya beda ya kalau teman lu memang memang kritikus sepatu gitu diperhatiin, oh kelihatan nih gitu kan. Tapi secara umum sih enggak. Ini stylingnya udah oke banget nih. Yes. Ini oke banget. Buat yang punya pasangan mungkin akan lebih happy kalau kalian pakai ini ketimbang pakai Air Jordan kalian ke kawinan. Benar. [tertawa] Ini lebih presentable lah. Masih dapat pas lah untuk para pria-pria ya. Benar. [tertawa] Yang suka pakai air jordan kawinan enggak ada yang salah. Tapi kalau pakai ini lebih cocok lagi gitu. Benar. Lebih pantes. Lebih pantes. Ya, disimpan aja air jodannya buat trofi. Pakailah ini buat kawinan, buat kondangan gitu ya. Lebih pantes. Terus buat yang ngantor-ngantor. Buat ngantor apalagi langsung. Oh, tadi ada janji ketemu. Oh, mau ketemu sama si Level ya. Langsung dikiranya ketemu si level loh. Manajer, manajer paling manajerman lah. Manajer gitu [tertawa] paling manajer-manajer gitu. Kalau kapan ya gua pernah lihat ini ada ada yang bilang katanya ini seperti dress code-nya ee orang IT tapi level management. [tertawa] Oke katanya gitu. Orang IT level management katanya gitu. Katanya gitu. Well, anyway, apapun yang apapun yang jadi persepsi kalian terhadap sepatu tipe seperti ini, persepsinya tuh rata-rata positif. Iya sih. I kan mungkin satu-satunya yang bisa dilihat sebagai drawback atau yang kurang adalah ya krisnya tadi ini itu enggak sangat mudah karena ini bisa kelihatan. Kalau krisnya bisa kelihatan ya kan dari ja cuma ya sekilas ya tapi kan orang liat tapi pakai sepatu kulit memang sepatu kulit harus ada kerisnya. Harusnya krisnya ada kerisnya ada kerisnya. Tapi kayak gini bisa disemir enggak sih? kayak gini bisa bisa cuma memang karena warnanya pen ya heeh jadi ya bersihin aja lah enggak harus di semir yang intens terus kalau misalnya kita mau ee apa namanya dibikin anti air gitu disemprot bisa enggak sih nasi ini bisa bisa banget bisa banget bisa banget ya bisa banget dengan sempratan-sempratan anti air itu ya kan siapa tahu kalau kalian mau pakai sehari-hari gitu kan buat ngantor ribetnya kan memang Ang dia ee sama air enggak terlalu bersahabat juga kan sebetulnya. Heeh. Karena mudah nanti mudah balik mengkeru terus juga jadi lebih apa ini nih ada tekstur-tekstur kayak gini nih. Lebih banyak tapi jadi kalau kena air. Oh iya dan itu udah enggak bisa balik tuh. Hmm. Jadi mungkin mau ada waterproofing atau apalah itu masih bisa dipakai di sini gitu. Dan yang pantes-pantes aja soalnya gitu. Jangan diperlakukan seperti sepatu gopek. Iya benar benar. Buat yang punya sepatu R juta ini jangan diberkan sebagai sepatu gopek. Diberukanlah sebagai sepatu R juta. Iya. Ini aku setuju karena balik lagi selain bagian upernya tadi yang lumayan high maintenance karena kan balik lagi genuin leather ya. Heeh. Nah, di bagian midsel-nya ini karena ada holo-nya itu harus diserahkan kepada kalau kalau mager ya ini karena bakal makan tenaga makan waktu banget. Saya lupa. Iya. Ini salah satu, Mas. Ini calon masalahnya nih. Ini calon masalahnya ya. Karena ini harus tampil kinyis-kinyis ya. Harus tampil rapi bersih ya. Jadi kalau kalian pakai buat harian, benar. Betul. Ini harus sering-sering dibersihin. Jangan sampai di sini ada bekas-bekas hihi apalah yang hidup-hidup mungkin. Iya. Ada penyebab kenapa oncloud gua udah jarang pakai lagi ya. Karena capek juga bersin terus. Itu high maintenance-nya tuh di sini kelihatan kotor gitu. Kelihatan kotor dan juga umurnya jadi pendek. Ah. Karena kan debu yang bersemayam di tuh bisa bikin getas. Heeh. Jangan dipakai tracking ya. Nanti kalau batu masuk dalam sini nyangkut enggak enak banget. Aduh bagus banget [tertawa] di kepikiran kepikiran itu jangan sampai ada di benak kalian ya. Karena pasti ada aja Pak yang mikir gitu. Masalahnya ya ini kita Indonesia punya masalah nih. Gua enggak lihat di negara-negara enggak di kebanyakan negara lain mungkin enggak ada Indonesia yang punya masalah. Nih coffee shop kita tuh isinya kerikil Pak. Benar. Benar. Coffee shop itu by default harus ada kerikil-kerikil kentak. Gua enggak tahu kenapa ya ko shop tuh harus di kerikil datang krecek krecek krecek krecek nyangkut aja di sini mungkin bisa ngambil dari yang bekas bekas orang bangun rumah jadi lebih murah gitu kan selalu ada gitu kan jadi ya ini agak hati-hati ya kalau ketemu yang kayak begitu-begituan karena ee resiko ada batu nyempil dalam sini ada sangat ada sangat ada cloud gua pernah kok nyempil satu batu apaan sih ada ginian jadi enggak enak jalannya kan ya waktu itu untungnya yang nyempil kecil gua cuma berpikir kalau yang nyempil lebih gede gimana ya itu dia kerasa ketusuk-tusuk tuh kak gitu. Jadi masih sering-sering diperhatiin kayaknya kayak merhatiin kolong mobil lah sebelum jalan kan. Takut ada kucing, takut ada apa. Ini it's all about penampilan. Keren, keren, keren, keren. Menurut gua ee Kanki Plus ini keren. Nah, datanglah satu masalah besar buat gue. I kenapa? Ini yang ini yang harus gua komplain. [mendengus] Ukurannya doang, kan? [tertawa] Sama tolong tempat buat fittingnya. Oh, iya. Berhubung ada versinya dia yang enggak pakai tali. Iya kan? Dia butuh tempat untuk bisa fitting. Dia butuh ayolah bisa kali kanki satu kota satu gitu yang yang lebih papa masih enggak lah maksudnya apa sekelas ini ya? Sekelas kan sekelas kanki gitu punyalah satu stort di mana bisa nyobain sepatu-sepatunya gitu kan. Yang lain-lain kayak leak kita bisa nyobain. Brod kita bisa nyobain Ee kenapa Mark nyobain jauh banget ya? Malah enggak ada Mark. Iya. Soalnya kalau kita masih nyobain ini di toko sepatu olahraga yang ada di pinggir kota tuh rasanya gimana gitu. Kurang pas aja gitu. Kurang premium gitu. K kurang premium. Enggak apa-apa loh tokonya kecil. Enggak apa-apa loh. Yang penting ada aja di tengah g Prabu juga kecil tokonya. Betul [tertawa] betul. Yang penting ada di tengah gitu kan. Sosial media kalian kuat. Kalau mau nyoba ke sini aja. Nah gitu. Bondong-bondong langsung sosial media kalian kuat itu enggak ada masalah. Jadi ini harusnya sih ini tuh punya store untuk Kanki Plus. Yes. Kanore. Wah, udah udah jok ya. Kan Plus Store. KPS KPS KPS [tertawa] main singkat-singkat aja. Oke. Jadi kalau dari el gimana nih? Oh ini di harga Rp500.000 sangat worth it sih. Sangat worth it ya. Iya. Btw ini harganya masih normal sampai sekarang karena e waktu beli dan terakhir cek pun tetap di R588.000. Iya. Dan keberadaannya masih ada. Masih ada, masih ada. Terus ada cuma size besarnya udah enggak ada yang satu tadi gua nemu satu tapi yang size ini enggak ada ya cuma size satu biji ya tapi gedenya 44 iya 295 sayangnya segitu jadi gua enggak agak kurang berani ngambilnya karena enggak ada tempat buat nyoba nah balik lagi pas cobain dulu samperin dulu cobain gitu ya jadi kalau dari gua sih ee sangat layak kalau kalian sudah kebanyakan sepatu sport semua ada kali kayak beginian bisa kali dipakai Ya, buat cowok-cowok zaman sekarang harus bisa tampil lebih keren lagi gitu. Betul. Presentable, lebih be presentable. Lebih presentable. Gua enggak bilang bahwa sepatu-sepatu sports kalian itu jelek. Enggak, bagus. Cumanak ini bawa vibes yang beda. Betul. Betul. Oke. Kalau dari kalian mungkin lihat, oh ada lagi tuh, Bang, sepatu-sepatu yang model kayak gitu di brand si ini, brand si ini, lokal, lokal brand, ya, brand Indonesia, ya. Yang layak juga untuk diintip, oke, tulis di kolom komentar aja. tulis kolom komentar nanti siapa tahu memang pas memang cocok dengan ukurannya kita akan cobain juga kita akan review juga begitu. Oke. Nah, oke kalau gitu sampai sini dulu sampai jumpa lagi di review sepatu berikutnya. Siap. [musik]
