Jungkat

Kasian hape ini, ga ada yang inget 😭 - Review realme 12+ 5G (YouTube Video)

  • 03/07/2024

Seri angka dari Realme udah keluar sejak februari tahun ini. Tapi sampe sekarang keberadaannya jadi tanda tanya. Waktu pertama kali mereka meluncurkan varian dari realme 12, satu-satunya yang paling banyak diomongin adalah varian realme 12 Pro Plus yang udah punya lensa periscope. Sejak diluncurkan, saya bahkan nggak tau kalau realme juga ternyata masukin varian lain, yaitu realme 12 dan realme 12 Plus. Di video ini saya mau coba bahas varian lain dari realme 12. Tapi bukan yang varian biasa ya, malah ini kan yang varian plus. Alasan saya lebih tertarik sama hape ini dibandingkan varian biasa adalah dia menggunakan SoC terbaru dari Mediatek, yaitu Dimensity 7050. Secara visual, hape ini punya garis desain yang mirip dengan versi Pro Plus-nya. Dimana kalau kita lihat di bagian belakangnya, ada sebuah frame kamera berbentuk bulat yang posisinya ada di tengah, terpotong oleh sebuah garis dengan aksen berwarna emas. Plus finishing back cover kulit sintetis. Secara visual, hape ini terlihat mewah dan cantik. Apalagi yang warna emas, bener-bener terasa atau terlihat premium gitu. Tapi rasa premium itu mendadak hilang waktu kita pegang. Karena frame plastik yang boxy ala iPhone ini terbuat dari plastik yang ngasih feel murah waktu dipegang atau di genggam gitu. By the way, ini bagian kiri bawahnya udah lecet ya? Jangan tanya saya kenapa, oke? [Mouldie]: Om, tau nggak kenapa feel premiumnya hilang? [Irwan]: Kenapa? [Mouldie]: Karena saya jadi pertama! Frame hape ini mengingatkan saya sama iPhone dengan finishing glossy-nya. Di bagian bawah ada slot SIM tray, microphone, port USB type C, dan speaker. Sementara di bagian atas ada microphone, jack audio, dan sebuah lubang yang tadinya saya pikir ini adalah infrared blaster. Tapi ternyata ini adalah speaker. Yang artinya hape ini punya set up 2 speaker alias stereo. Yaaay! Dual Speaker! Nggak kayak itu 8 jutaan yang single speaker. Masih lho! Di dalam SIM Tray-nya terdapat 2 buah slot SIM yang mana salah satunya bisa kita ganti dengan microSD. Yang artinya slot SIM di hape ini berjenis hybrid. Desain modul kamera dalam frame membulatnya sendiri menurut saya cukup cantik. Tapi waktu saya lihat lebih dekat, ternyata bulatan yang paling kanan bawah ini bukan kamera, tapi hanya aksesoris aja. Supaya si kamera terlihat lebih simetris ini. Kebiasaan banget nih brand-brand Tiongkok bikin beginian, ampun dah. Secara visual, layar di hape ini juga nggak terlihat mewah-mewah amat. Karena ukuran bezelnya nggak tipis dan nggak simetris. Terutama bagian dagunya yang lebih tebal dibandingkan sisi yang lain. Untuk spesifikasinya sendiri, layar di hape ini cukup oke dengan panel AMOLED 120Hz dan sudah support HDR10+. Dengan brightness 600 nits dan bisa tembus 2000 nits dalam kondisi peak. Kualitas layar sendiri menurut saya bagus. Vibran dan warnanya cukup manjangin mata. Plus respons layarnya yang tidak mengecewakan. Nonton konten-konten HDR di hape ini cukup menyenangkan. Karena ini salah satu hape yang mungkin punya layar yang paling bagus yang pernah saya coba. Satu-satunya alasan kenapa saya lebih tertarik sama hape ini seperti yang saya bilang tadi adalah SoC-nya. Dimana dia sedang menggunakan Mediatek Dimensity 7050. Dan ini adalah hape dengan SoC ini yang pertama yang saya coba. SoC ini ternyata ngebut, karena waktu saya coba jalanin beberapa aplikasi benchmark, angka-angkanya sangat memuaskan. Contohnya di Antutu Benchmark, dimana dia bisa mendapatkan angka sampai 600 ribu. SoC ini juga tidak mengalami throttling, karena saat saya coba menjalankan tes throttling, penurunannya sangat sedikit, yaitu hanya berkurang sekitar 2 persen aja. Melihat angka yang dihasilkan, harusnya SoC ini setara dengan beberapa SoC lain seperti Snapdragon 778 5G atau Exynos 1380. SoC ini juga sudah optimal untuk beberapa game casual, contohnya Mobile Legends, dimana di hape ini kita bisa set fps ke settingan Super dan grafis di settingan Ultra. Artinya udah mentok rata kanan ya. Storage di hape ini juga kencang, karena dia bisa menulis dengan kecepatan 559MBps dan mampu membaca dengan kecepatan 620MBps. Hape ini juga sudah punya sertifikasi IP54 yang diklaim tahan terhadap debu dan cipratan air. Tapi entah kenapa saya yakin kalau hape ini akan tetap hidup walaupun diajak main hujan-hujanan. Karena hape realme terakhir yang saya coba untuk main hujan-hujanan itu si realme C65, dimana waktu itu kita ajak si hape turing ke Bandung dan dijadikan sebagai alat navigasi. Di sepanjang perjalanan, hujan deras. Tapi surprisingly, si C65 itu nggak matil. Jadi saya sedikit yakin kalau hape ini juga punya durability yang sama baiknya dengan realme C65. Orang jatuh nggak rusak bang! Tuh, orang jatuhnya nggak rusak. Udah jatuh fisiknya, jatuh harga dirinya lagi. Nggak rusak dia! Kacau lu bang! Ini kan realme 12 plus masih di roasting. Ada baterai berukuran 5000mAh di dalam bodi hape ini. Baterai tersebut bisa bertahan sampai 17 jam dalam pengujiannya. Artinya, hape ini bisa banget diandalkan untuk penggunaan sehari-hari. Dalam prakteknya, waktu saya pake, eh saat bangun tidur, baterainya full. Waktu saya mau tidur, di jam 9 malam, baterainya masih tersisa sekitar 20%. Hasil segitu didapat dengan skenario penggunaan ala saya yang nggak berat-berat amat dan nggak dipake buat main game secara intens. Dan dalam paket penjualan, kamu akan menemukan sebuah kepala charger dengan output maksimal 67W yang bisa ngisi baterai di hape ini dari 5 sampai 100% dalam waktu kurang dari 1 jam. Dan ini cepet banget. Hape ini udah pake Android 14 dengan sistem mata demuka realme UI 5.0. Secara visual, saya suka UI mereka karena terlihat simpel, nggak nggak aneh-aneh, nggak banyak gimmick, clean dan terlihat seperti Google Store. Eh saya lupa, ada sih fitur gimmick yang bikin saya senyum-senyum sendiri. Yaitu Air Gesture, hehehe masih aja dibahas. Dimana kita bisa menggerakkan atau nge-scroll layar hanya dengan menggerakkan tangan aja. Fitur yang pertama kali diperkenalkan oleh Samsung di seri S mereka dahulu ini, sebenernya sudah terasa usang. Saya nggak yakin orang yang beli hape ini akan pake fitur ini. Jadi fitur ini saya anggap sebagai gimmick aja. Lagian fitur ini hanya mendukung 4 aplikasi, yaitu Facebook, Instagram, TikTok, dan Youtube. Jadi dibilang berguna ya nggak juga gitu. Tapi ya nice to have lah. Realme 12 Plus ini punya 3 buah kamera di bagian belakang yang masing-masing, 50MP, kamera utama dengan sensor Sony LYT600 plus OIS. Sensor yang notabene-nya baru dan diklaim pertama kali digunakan di smartphone menengah. Kamera keduanya adalah 8MP lensa ultrawide dan kamera ketiganya adalah 2MP makro. Saya senang karena bisa menemukan lensa ultrawide di hape menengah ini. Kamera depannya nggak begitu besar, cuma 16MP. Secara default, kamera utamanya menangkap gambar di resolusi 12.5MP. Secara kasat mata, sial yang ditangkap cukup bagus dengan detil lumayan banyak. Fotonya juga cukup vibrant, tidak terlalu lebay untuk beberapa warna yang gonjreng seperti merah, biru, dan hijau. Lensa utama di hape ini juga sudah dilengkapi dengan OIS. Yang mana ya? Ini tuh kepake banget waktu kita mau ambil foto, terutama foto dalam kondisi low light. Karena biasanya kalau gelap, si kamera otomatis akan manjangin shutter speednya. Disitulah OISnya bekerja. Untuk meminimalisir getaran yang biasanya jadi penyebab utama kenapa foto low light di sebuah smartphone sering berakhir ngeblur. Dan ini terbukti dengan cukup bagusnya kondisi foto-foto low light yang ditangkap oleh hape ini. Untuk kamera ultrawide-nya sendiri, saya cukup suka walaupun nggak tajem-tajem amat mengingat keterbatasan resolusi. Tapi warnanya cukup pop up dan cukup vibrant. Kontrasnya bagus dan menurut saya lumayan, lebih dari sekedar cukupnya. Yang terakhir, untuk kamera makronya yang tentu saja. Saya bingung sebenernya setiap mau nyoba, kamera makro itu selalu seperti ini. Karena saya nggak pernah nemu skenario yang mengharuskan saya untuk menggunakan kamera makro. Tapi sejauh yang saya coba di kamera makro ini, foto makronya ya sekedar lumayan aja. Kameranya sendiri punya fixed focus dengan fokus yang lumayan dekat. Tapi nggak deket-deket banget. Intinya kamera makronya ya nice to have lah. Ada rotinya nggak bang? Makro kan jualan roti? Mako! Mako gaul! Kameranya beresolusi 16MP di bagian depan juga menurut saya lumayan oke. Nggak tajem-tajem amat kayak hape lain yang bahkan rata-rata udah punya resolusi 32MP. Tapi saya suka sama tone warnanya, karena nggak pucat. Pokoknya sangat ramah terhadap media sosial lah. Dan sekali lagi, benchmarknya adalah muka saya keliatan ganteng. Itu pasti bagus kameranya, ini bagus. Jujur hape ini menurut saya cukup bagus. Sayangnya pamor hape ini nggak lebih baik dari seri tertingginya yang juga kayaknya sekarang udah jarang ada yang ngomongin ya. Price to performance hape ini jauh lebih baik dibandingkan realme C65. Maksudnya saya tuh bingung kenapa realme bisa melakukan hal yang benar seperti yang dilakukan di handphone ini, tapi tidak dilakukan di realme C65. Yang saya tetap ngerasa bahwa kayaknya handphone itu salah harga deh. Saya nggak akan sulit buat ngerekomendasin hape ini ke temen-temen saya kalau ada yang nanya, hape apa yang worth it untuk dibeli di range harga 4 juta lebih sedikit. Mungkin kalau pertanyaan ini disampaikan ke kalian, jawabannya tentu kemungkinan besar ada hape Poco di dalamnya. Saya jujur lebih suka kamera di hape ini dibandingkan hape-hape Poco kalau dilihat dari range harga yang sama. Diluar desain hape ini yang saya nggak suka, secara overall saya suka sama handphone ini karena memuaskan. Good job realme. Semoga tidak ada realme C65, C65 lainnya.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.