Katanya ini HP 5 jutaan paling “GANTENG” saat ini? (YouTube Video)
Salah satu smartphone yang paling nyentrik tahun ini. Dilihat itu benar-benar beda daripada HP-HP zaman now. Yes, gua udah semingguan pegang Tecno Pova 8 Pro 5G ini. Gua gunakan sebagai secondary device gua dan kebanyakan untuk main game. Gua bakal kasih tahu apa yang gua suka dan enggak gua suka dari smartphone ini. Pertama dari desainnya yang beneran gaming banget. Back door-nya itu punya desain ala-ala mecha yang namanya keren banget, Intel Stellar Spec yang dilengkapi dengan live matrix display yang ada di bumper kameranya. Apalagi kalau kalian pilih yang warnanya Tundra Green kayak gua punya ini. Live matrix display-nya ini juga cakep ya. Terus kita bisa custom juga tampilannya. Ya ini cuman gimmick sih, tapi senang aja gitu dilihatnya. Bodynya ini juga sudah ngantongi sertifikasi standar militer dan punya ketahanan air dan debu yang lengkap, IP69K, 69, 68 dan 66. Kedua, buat dipakai main game tuh asik banget. Singkat aja, Tecno Pova 8 Pro 5G ini menggunakan Dimensity 7400 Ultimate 5G yang ditandemi GPU Mali G615 MC2. RAM-nya ada di 8 GB LPDDR5X dengan storage 256 GB. Cooling system-nya juga cukup gede, menggunakan vapor chamber 5000 mm persegi. Kalau di benchmark di AnTuTu versi 12, overall score-nya ada di 1.500.000-an. CPU score-nya ada 399.000-an dan GPU-nya ada di 118.000-an. Kestabilan juga bagus banget. Di 3D Mark Wild Life Stress Test, stability-nya ada di angka 99,2%. Yang bikin akin experience main game itu, Tecno nyematin chip besutan mereka sendiri, Tecno P1 Graphic. Dengan ini kita bisa mendapatkan fitur yang menambah experience visual kita pas main game. Kayak pas main Mobile Legends begini nih, kita bisa nyalain ultra frame rate, game super resolution dan SDR. Apalagi di Mobile Legends-nya sendiri, map quality-nya sudah bisa diset ke extreme. Effect quality dan frame rate-nya juga bisa diset ke ultra. Jadi experience main Mobile Legends tuh ajib banget. Selain tajam dan efek SDR-nya nyala, dia juga kasih fitur interpolasi frame rate-nya. Jadi bisa tembus ke 144 FPS. Ketiga, itu layarnya. Dia menggunakan panel 6,87 inci Hyper Vision AMOLED display. Resolusinya 1,5K, 2.644 * 1.208 pixel. Pixel density-nya ada di 429 PPI. Peak brightness 4.500 nits dan screen-to-body ratio-nya ada di 93,18%. Bezel-nya itu terasa cukup tipis ya, apalagi buat hitungan HP mid-range. Dot kamera depannya juga kecil. Layar itu punya detail yang tajam, kontras yang baik, warna yang vivid. Sayangnya warna hijau itu ada sedikit keunguan, tapi ini sedikit saja sih. Di YouTube, dia sudah support playback SDR. Sayangnya di Netflix, dia enggak support playback SDR apapun. Tapi Widevine-nya sudah L1 ya. Keempat, baterainya. Walaupun untuk zaman now, kapasitas ini kayaknya bakal jadi biasa saja deh. Kapasitasnya ada di 5.500 mAh. Nah, kemarin merek sebelah juga sudah launching dan minimal tuh sudah main 7.000 bahkan sampai 10.000 mAh. Ya, sebenarnya ya baterai segini tuh sudah lebih dari cukup. Benaran susah banget habisinnya. Oke, yang menarik Tecno tuh kasih jaminan 6 tahun battery health. Ya, mungkin maksudnya dijamin selama 6 tahun baterainya enggak bakal nge-drop jauh, misal di bawah 80%. Yang jelas kalau mereka sudah berani begini, pasti karena durabilitas baterainya kuat. Dia juga sudah support bypass charging. Dan kita masih mendapatkan batok charger 45 watt. Terakhir, kelima yang gua suka kameranya. Kamera utamanya menggunakan sensor LYTIA 700C yang menghasilkan gambar yang surprisingly sangat baik untuk sebuah kamera smartphone mid-range. Gambarnya tajam, kontrasnya dapat, warna itu natural banget gua suka. Paling kalau agak challenging, dia terlihat sedikit over processing ya. Videonya mentok di resolusi 4K 30 FPS dan surprisingly lagi, kualitas videonya juga sangat decent. Kamera ultra wide-nya juga bisa ngelawan kamera utamanya. Gambarnya dihasilkan tuh cukup baik. Videonya mentok di 2K 30 FPS dan kualitasnya juga cukup decent. Nah, selain hal-hal positif barusan, ada dua hal yang menurut gua agak kurang dari HP ini. Pertama, handling-nya. Walau dia cukup tipis, tebalnya cuman 7,39 mm dan beratnya cuman 189 gram. Tapi back door kacanya itu licin banget. Beneran deh licin itu. Terus frame materialnya itu plastik yang dipegang feel-nya agak kurang gitu. Kalau mau jujur, feel chip di frame-nya pas dipegang itu cukup terasa. Sebenarnya bisa diatasi dengan pakai casing bawaan dia. Tapi lagi-lagi gua enggak suka sama casing-nya. Dia hybrid case gitu. Tapi beneran deh pinggirannya itu kayak lenyeh-lenyeh pas dipegang. Terakhir, Tecno cuman kasih dua kali Android update di HP ini. Yang menurut gua, palingan HP ini nyaman buat digunakan sampai selama dua sampai tiga tahun aja. Kayak sayang aja gitu. Karena kompetitornya udah berlomba-lomba ngasih software update yang minimal tiga sampai empat tahun. Oke, segitu aja apa yang gua suka dan gua enggak suka dari Tecno Pova 8 Pro [musik] 5G ini. Harganya ada di 5,99 juta yang menurut gua masih rasional banget. Apalagi harga RAM amat sangat itu lagi mahal. Kalau kalian suka, mendingan buruan sikat deh daripada harganya naik lagi.
