Kayaknya Mending Beli Yang Lain Deh - Review Samsung Galaxy A07 (YouTube Video)
Eh, bosan. Mungkin kata itu yang tepat menggambarkan bagaimana perasaan saya terhadap HP Samsung belakangan, terutama 2 tahun terakhir ya. Karena saya ngerasa memang HP Samsung tuh ngebosenin gitu karena antara bentuknya gitu-gitu aja atau spesifikasinya nanggung. yang mana dia selalu enggak bisa catch up dengan brand-brand lain, terutama brand-brand dari Tiongkok yang bisa ngasih handphone dengan spesifikasi yang oke di range harga yang mungkin sama seperti yang Samsung kasih gitu. Jadi kalau ngomongnya soal price to performance, Samsung kayak kalah telak gitu. Termasuk HP ini, HP entry level. Saya bilang HP entry level karena ini adalah handphone Samsung termurah yang bisa kalian beli di marketplace sekarang. dengan harga cuma R1,4 juta dengan spesifikasi yang saya yakin kalau kalian mencari smartphone lain di rencan akan dapatin spesifikasi yang lebih tinggi daripada HP ini. Jadi begitu Samsung semakin membosankan. Yang ngebosenin enggak cuman HP midrange flagship-nya aja, bahkan HP entry level mereka ya gitu-gitu aja. Contohnya HP ini Samsung Galaxy A07. Harga HP ini varian 4 GB RAM dan 64 GB storage-nya sekitar R1,4 juta. Itu udah dapat sebuah kepala charger ya. Kepala charger 25 watt. Good move sih kalau kata saya mah ngas kepala charger gratis. Walaupun di brand lain enggak ada yang ke bonus ya, tapi emang kewajiban. Oke, soal HP ini saya enggak tahu apa yang menarik dari dia ya desainnya? Hmm, biasa aja sih. Coba deh lihat apa yang spesial dari desain HP ini. Kayak enggak ada aja gitu. Mau dibilang Samsung banget ya emang, tapi masalahnya desain yang tanda kutip Samsung banget itu hanya menarik 1 tahun pertama gitu. Setelah itu kayak membosankan aja. Itulah kenapa brand-brand China suka ganti-ganti model HP mereka karena tahu lama-lama orang akan bosan dengan desain HP yang gitu-gitu aja. Dulu build quality HPHP Samsung lebih unggul dari HP-HP Cina karena plastik mereka kerasa tanda kutip mahal. Tapi sekarang HP-HP China juga bagus-bagus, plastiknya juga terasa lebih premium, enggak kerasa kayak plastik Lion Star lagi. Itulah yang bikin HP plastik dari Samsung jadi enggak kerasa spesial lagi. Oh i HP ini kita masih bisa nemuin jack audio 3,5 mm ya. sebuah hal yang langka dan mungkin sekarang jadi sebuah fitur. Saya juga gak tahu apa pertimbangan mereka masih ngasih jack audio di HP ini. Apakah karena memang sebuah keputusan biasa atau sebagai kompensasi karena speaker di HP ini tuh cuman satu dan suaranya kedengaran gimana ya? Entahlah enggak enak aja. Opsi storage 64 GB ini kayaknya memang cuman buat ojek online deh. Karena buat user casual kayak saya agak nyiksa. RAM-nya pas-pasan cuma 4 GB kalau bisa dixtend sampai 8 GB lagi ya pakai virtual RAM. Storage-nya juga pas-pasan karena cuma 64 GB. Buat instal Garena Delta Force aja dia enggak bisa karena storage-nya enggak cukup katanya. Jadi saran saya sih buat user casual jangan beli yang varia 64 GB. Nyiksa performanya sih lumayan ya. Saya hafal betul gimana performa dari Mediatch Helio G99, tapi ini juga jadi downside. Penggunaan SOC ini juga dipertanyakan mengingat brand lain itu bisa kasih SOC yang lebih baru seperti Helio G100 atau G200 gitu ya. Emang sih secara performa ketiga SOC ini tuh sangat identik. Tapi setidaknya penggunaan G100 dan G200 tuh adalah effort untuk tidak ketinggalan zaman gitu. Tapi ya udahlah ya buat performa saya enggak ada komplain ya. so far aman-aman aja lah. Kalau ada yang harus dikomplain, mungkin yang mau saya komplain dari HP ini. Pertama speakernya yang masih mono, suaranya juga biasa aja. Enggak spesial mononya karena ada beberapa handphone yang dia punya speaker mono tapi suaranya spesial. Frekuensi low-nya masih kerasa, bassnya masih kedengaran gitu. Pertama itu. Yang kedua, dia enggak punya NFC. Mungkin buat sebagian orang NFC itu enggak begitu penting. Ya, buat apa sih NFC? Tapi buat saya NFC itu sering menjadi dewa penolong. Anjay. Dewa penolong. Dalam arti saat kita lagi di tol gitu, terus pas mau ng-tap keluar tol, ternyata saldonya habis. Kita bisa langsung ngisi sendiri. Enggak perlu minjam kartu mobil belakang gitu. Itu kurangnya dua itu. Pertama, speakernya enggak enak karena mono. Yang kedua, dia enggak punya NFC. Tapi saya tetap apresiasi karena dia punya sertifikasi IP54 bukan yang paling oke sertifikasinya tapi untuk harga R juta punya sertifikasi IP 54 wajib dan harus kita apresiasi. Layar di apa ini pakai panel IPS, resolusinya HD dan refresh rate-nya 90 Hz. Saya tahu banyak yang bisa ngasih refresh rate 120 Hz di hargai miring. Tapi saya punya pendapat lain soal ini ya. Menurut saya ngasih layar 120 Hz di HP entry level itu too much sih. Agak berlebihan gitu ya. Mungkin nice to have tapi cuma sebatas jadi ban marketing aja gitu. Praktiknya SOC yang dipakai enggak bisa nge-handle refresh rate setinggi itu. Jadi mentok di swipe-swip layar doang kayaknya. Itulah kenapa menurut saya pakai layar 90 Hz terasa enggak terlalu buruk atau bahkan sudah lebih dari cukup. Bahkan kalau saya dikasih layar 60 Hz mungkin saya enggak akan komplain. Toh ini juga HP entry level yang penggunaannya mungkin enggak akan seberat itu. Kualitas layarnya juga enggak bagus-bagus amat ya. Resolusinya mentok DHD enggak kelihatan rapat gitu dan enggak kelihatan tajam kalau dipakai nonton YouTube atau Netflix. Tapi bukan itu yang kerasa enggak nyaman ya. Melainkan brightness-nya. beratness di HP ini tuh rendah, enggak enak kalau dipakai di kondisi terik ya. Oke, let's say ini HP dipakai buat ngojek ya. Secara durability mungkin sudah cukup baik itu baterainya ataupun ketahanan fisik si HP. Masalahnya ojek tuh suka naruh HP-nya di holder stang motor gitu. Kalau brightness-nya rendah kayak gini repot benar menurut saya susah ngelihat orderan. Jadi kalau ada yang bilang HP ini cocok buat ojol saya kok malah jadi ragu ya. Baterai di HP ini juga kerasa biasa aja. ukurannya biasa aja 5000 mAh. Saya tahu buat brand lain ukuran segini tuh kecil banget ya. Tapi buat Samsung ini tuh gede banget. Alasannya simpel. Samsung masih trauma kalau berurusan dengan baterai di HP ya. Mereka takut ngasih kapasitas yang gede. Mereka juga takut pakai jenis baterai yang baru seperti silikon carbon. Dan kita semua tahu trauma ini muncul karena Galaxy Note 7 yang harusnya tanda kutip meledak di pasaran. Beneran meledak literally gitu. Entah apa yang salah ya. Mungkin salah brief kali ya. atau salah mengartikan kata meledak. Dalam pengujian, HP ini cuma bisa bertahan selama 12 jam aja yang mana ini jauh dari kata impresif. Dalam praktiknya mungkin HP ini akan terasa awet dengan penggunaan casual. Tapi saya tetap berpatokan pada hasil benchmark ya. Karena dengan benchmark kita tahu hasil berdasarkan angka dan ini lebih akurat menurut saya. HP ini punya dua kamera. Dua itu bukan belakang ya, tapi duanya itu satu di belakang dan satu di depan. Yang belakang ini ternyata bukan kamera tapi lensa tambahan auxiliary lens. Saya enggak tahu itu apakah dia kamera dep atau kamera makro, tapi yang pasti kameranya cuma dua. Yang bagian belakang itu resolusinya 50 megapel. Yang depan resolusinya 8 megap. Untuk hasil sebenarnya saya tidak berekspektasi banyak karena bagaimanapun juga foto-foto dari HP entry level menurut saya normalnya yang memang ala kadarnya aja. Enggak ala kadarnya sih ya. Enggak bisa berharap lebih lah. Di kondisi yang terang, hasil fotonya lumayan detail dan tajam untuk HP entry level. Warna yang ditangkap juga kelihatan kayak tanda kutip Samsung banget ya. kulikannya pas, vibran, dan warnanya agak pop up gitu. Tipical-tipical foto yang langsung siap buat diposting di medsos lah. Yang kurang paling dynamic range-nya, tapi bukan jadi sebuah keluhan karena HP-HP murah biasanya emang lemah di bagian ini. Untuk foto-foto dengan sumber cahaya yang banyak, bagian shadow-nya susah banget ke- highlight ya. Fotonya cenderung gelap gitu. Tapi ini mah pintar-pintar kita aja buat atur angle. By the way, kamera di HP ini punya fitur foot mood ya. Agak langka nih karena biasanya yang punya fitur ini adalah HP-HP menengah ke atas. Mode ini bisa kita pakai buat foto makanan biar fotonya kelihatan lebih warm, lebih menggiurkan. Untuk kamera depannya menurut saya eh lumayan oke. Detailnya masih cukup walaupun sebatas 8 megapel ya. Skin tone-nya juga lumayan oke, cukup natural, rada di-touch up dikit gitu secara default. Jadi muka booping saya itu kelihatan lebih mulus dari biasanya. Makasih loh Samsung. Karena ini adalah HP entry level, jadi kemampuan merekam videonya hanya sebatas full HD di 30 saja. kualitas videonya seperti yang kalian lihat sekarang saya tidak berekspektasi banyak soal kualitas video dari HPEL ini. Tapi yang pasti sudah cukup mengakomodasi buat kalian yang berencana mengambil video atau dokumentasi video menggunakan HP ini. Jadi hasilnya kualitasnya seperti yang kalian lihat sekarang dan kualitas suaranya seperti yang kalian dengarkan sekarang. Kalau untuk sampel kamera belakangnya kita ambil di outdoor. Untuk kamera depan saya akan coba ngambil di indoor di dalam ruangan dengan lighting proper untuk tahu bagaimana kualitas dari kemampuannya eh kualitas dari perekaman video di kamera depan. Untuk resolusinya maksimal memang masih sama seperti kamera belakang yaitu full HD di 30 fps. E untuk kualitas videonya seperti yang kalian lihat sekarang dan untuk kualitas suaranya seperti yang kalian dengarkan sekarang yang sayangnya suaranya terdengar sangat cempreng ya. Saya kalau dengar suara cempreng di video itu ingat HP-HP Xiaomi. Tapi HP Xiaomi sekarang suaranya udah lumayan bagus loh, enggak kayak dulu. Eh, Samsung begini suaranya. Aduh. Jadi ini sampel video dari kamera depan. Kesimpulannya kalau ngomongin soal kekurangan, menurut saya HP ini itu suas sembah ada kekurangan karena kekurangannya banyak banget ya. Ya, let's say kayaknya hampir semua ngerasa kurang kalau kita pakai standar smartphone menengah. Masalahnya adalah smartphone entry level di mana sebenarnya kita enggak boleh komplain. Memang begini yang kita dapatkan kalau kalian mengeluarkan uang R1,4 juta untuk sebuah smartphone. Begitu. Dan menurut saya HP ini udah cukup layak, sudah cukup oke, sudah sangat usable maksudnya untuk untuk penggunaan eh casual standar terutama untuk mereka yang baru bermigrasi dari feature font ke smartphone menurut saya sudah cukup oke. Cuma memang kalau ditanya apa sih alasan untuk membeli HP ini? Saya ngerasa cuma ada dua alasan kenapa HP ini eh jadi pilihan utama saat kalian membeli smartphone. Pertama adalah harganya murah. Yang kedua ini adalah Samsung. [Musik] Allah
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















