Jungkat

KE BANDUNG NAIK PHEV YANG CUMA RP 499 JUTA | CHERY TIGGO 8 CSH (YouTube Video)

  • 21/05/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fit Trier. Ini adalah SUV besar seven seater plug in hybrid dengan range di atas 1300 km yang harganya enggak masuk akal. Tadi malam barusan diumumkan harganya. Jadi semalam sebelum e saya melakukan syuting ini harganya tidak sampai Rp500 juta Rp499 juta ini adalah Cherry 38 CSH Cherry super hybrid. Jadi ini mobil adalah plugin hybrid. Nah, sebagai konteksnya banyak SUV hybrid Jepang itu dengan body tidak sebesar ini, kapasitas penumpang tidak sebesar ini, range tidak sejauh ini, tenaga tidak sebesar ini, harganya itu di Rp800-an juta. Dan ini adalah plugin hybrid yang harganya paling terjangkau. Bahkan dibandingkan plugin hybrid dari merek Cina lain sekalipun. ini sekitar Rp100 juta lebih murah. Makanya di video kali ini saya akan bawa jalan mobil ini bawa agak jauh untuk memberitahuan ke Anda apa saja detailnya dan sambil mencari tahu bagaimana bisa mobil ini harganya tidak sampai Rp500 juta. Dan sekarang kita akan ke Bandung. Saya mau makan mie ayam favorit saya dan juga termasuk salah satu yang paling legendaris di Bandung. Let's go. [Tepuk tangan] Sekarang saya akan jelaskan dulu kenapa harga Rp499 juta itu enggak masuk akal untuk sebuah plugin hybrid. Pertama saya akan jelaskan dulu plugin hybrid itu apa. Mungkin buat Anda yang sudah paham, Anda bisa skip 1 menit, 2 menit ke depan. Tapi buat Anda yang belum paham, jadi mobil itu untuk elektrifikasi kita tahu yang banyak di jalan adalah hybrid dan full elektrik. Di mana kalau hybrid itu dia ada mesin bensinnya, tapi dia juga memiliki baterai. Yang baterai ini akan menyimpan energi listrik yang diubah dari energi kinetik pada saat kita melakukan perlambatan atau deselerasi. Nah, nanti kalau baterainya udah penuh, kita bisa mulai ee mematikan mesin dan ee mobil itu hanya berjalan dengan ee listrik. Sebaliknya kalau full EV dia benar-benar semuanya di baterai. Energi itu tidak ada mesin biasa dan baterai itu dicharge di rumah Anda pasti udah paham. Nah, plugin hybrid itu adalah sebenarnya mobil hybrid tapi dengan kapasitas baterai yang lebih besar. Jadi, selain dia bisa menyimpan energi yang ditangkap pada saat kita deselerasi, dia juga bisa dige secara eh individual di rumah. Hasilnya adalah untuk sekian kilometer pertama Anda bisa seperti mobil elektrik. Dalam hal ini kalau Cherry 38 ee CSH ini diklaim bisa 90 km per hanya menggunakan tenaga listrik. Karena kalau mobil hybrid biasa itu baterainya ukurannya 1 sampai 2 kW hour. Tapi kalau plugin hybrid itu ukuran baterainya ini di mobil ini sampai 18,3 kW hour. Jadi kalau misalnya Anda sehari-hari Anda bisa sefisien mobil listrik tapi sekali sesekali Anda mau berjalan jauh dia memiliki mesin bensin dan ketika baterainya itu habis listriknya dia akan menjalankan siklus hybrid seperti normal. Jadi mobil ini bisa sehemat mobil listrik untuk dipakai harian, tapi juga sefleksibel mobil bensin atau hybrid ketika mau dipakai jalan jauh. Bahkan ini mobil diklaim bisa sampai 1300 km lebih pada saat baterainya penuh dan bensinnya penuh. Nah, makanya mobil ini punya mesin, dia punya baterai yang lumayan besar. Enggak seharusnya harganya itu murah dari Jepang. Ada eh kalau kita boleh sebut merek ya, ada Mitsubishi dan Mazda dengan CX80-nya, Mitsubishi dengan Outlander PH-nya itu harganya di atas Rp1 miliar. Sedangkan untuk hybrid saja produk Jepang itu harganya untuk yang MPV kita tahu ada yang di atas R00 juta dan untuk yang SUV itu di atas Rp800 juta. Sedangkan ini mobil Rp499 juta. Belum belum sampai cukup di situ. Mobil ini punya saudara namanya Cherry 38 Pro dan ada 38 Pro Max. itu pun harganya di atas Rp500 juta. Bagaimana bisa yang teknologinya lebih canggih pakai baterai enggak nyampai R500 juta? Itu dia yang membuat mobil ini luar biasa harganya. Memang Cherry bilang bahwa harga 499 itu hanya untuk 1000 pembeli pertama. Tapi tetap saja nanti kalau udah lebih dari 1.000 juga saya yakin naiknya tuh enggak jauh-jauh amat gitu dari angka itu ya. Mungkin sekarang 499 angka psikologis. Mungkin nantinya setelah 1000 orang ya mungkin 500 kecil juga tetap aja luar biasa. [Musik] Kita kan punya peribahasa ya, ada harga, ada rupa yang membuat kita itu percaya bahwa barang yang makin mahal itu biasanya akan memberikan kualitas yang lebih baik. Artinya dengan logika yang sama kalau barang harganya lebih murah pasti ada yang tidak baik. Nah, ini yang belum saya temukan dari mobil ini. Dan sekarang kita ke arah timur kan karena kita mau ke arah Bandung. Kita mau cari mie ayamnya di Bandung. Nih mie ayamnya enak banget. Nanti kita lihat. Nah, salah satu yang bikin saya favorit ke arah timur adalah kita lewat jalan tol MBZ eh Japek Elevat Elevated kalau ee zaman dulu bilangnya. Nah, jalan ini terkenal dengan ketidakrataannya di setiap sambungan. Ini pas banget untuk melihat karakter bantingan dari satu mobil. Dan saya bisa bilang ini karakter bantingannya sangat dewasa. dia eh pas gitu e bantingannya tuh dia terasa empuk, membuai tapi tidak sampai lemah dan solid sekali ee rasa suspensi dari mobil ini. Ini solidnya dan karakternya itu mirip seperti merek premium dari Jerman. Bukan yang mengayun, bukan yang terlalu keras pas gitu semuanya. Bahkan bukan hanya penggeraknya yang value-nya itu setara dengan mobil miliaran. Ini kualitas bantingannya juga setara dengan mobil yang harganya di atas R miliar. Apalagi dia juga cukup hening karena dia di kaca depan sudah menggunakan kaca double glass serta material peredamannya juga cukup tebal terasa dan pintunya itu berat gitu ya. Jadi ditutup juga itu mantap gitu. Jadi kekedapan kabinnya dan kenyamanannya itu jauh di atas harganya. Nah, udah sekarang tinggal saya menyetir santai ke Bandung. pakai sistem semi autonomos-nya karena mobil ini juga sudah dilengkapi dengan ADAS Advance Driver Assistant System fitur radar dengan 14 fungsi dan termasuk dua fungsi favorit saya adaptive cruise control dan land keepeping assist. Jadi kita bisa bersantai, mobilnya nyetir sendiri nanti sesekali dia minta setirnya dipegang hanya perlu dibelokkan sedikit saja, digoyangkan sedikit saja. Dan ini sangat smooth untuk eh fitur radarnya karena dia juga memakai sonar di bagian depan. Bahkan dia juga bisa sampai macet macetan sampai berhenti. Dia ngikutin mobil depan merayap di kemacetan jadi rileks. Oke, akhirnya mesinnya menyala sekarang. Tapi ada hal yang menarik. Jadi klaimnya dari Cherry itu mobil ini bisa melaju full elektrik 90 km, tapi ini menyala di 90 4 km. Dan tadi waktu berangkat dari rumah pada saat diriset itu tidak 100% baterainya, tapi tinggal 96%. Karena tadi sempat dipakai muter-muter dikit gitu ya. Jadi, jadi mestinya kalau ditambah 4% lagi ya mungkin sekitar 90 ee delisnya di Cipularang artinya sudah menanjak. Artinya mobil ini bisa berjalan full elektrik itu bisa sampai 100 km dan ini pada saat mesinnya menyala baterainya itu masih sisa 25%. Masih seperempatnya karena ee tergantung kecepatan ya. Kalau kecepatan kita kayak di tol gini 25% dia udah nyala. Tapi kalau misalnya kita di ee perkotaan jalan lebih pelan, dia tuh mungkin baru di 17% menyala. Tapi artinya sisanya kan masih banyak tuh di baterai. Nah, sisanya itu memang supaya ee mobil itu masih bisa memberikan tenaga maksimal. Karena tenaga maksimal mobil ini keluar ketika mesin bensinnya nyala dan baterainya itu memberikan daya. Kalau benar-benar 100% baterai 18,3 kWh-nya itu di pakai semuanya itu secara teoritis bisa 130 km. Dan yang menakjubkan apa? Di sini ada konsumsi ee ininya konsumsi listriknya. Selama kita pakai listrik itu 12,1 kWh per 100 km. Itu artinya 8 km/KWh di jalan yang datar. Bahkan sedikit agak nanjak di Cibulang. Itu angka yang sangat baik. Bahkan untuk ukuran mobil elektrik sekalipun 8 km/KWH itu biasanya dicapai oleh SUV yang ukurannya kompact bukan yang ukurannya besar seperti ini. Artinya efisiensi dari penggerak listriknya sangat baik. Bahkan kalau 12 kWh 100 km dia bisa dekat ke 150 km untuk 100% baterai. Wow. Nah, artinya itu di atas ee klaimnya dari mobil ini. Tapi ada satu lagi juga yang ternyata di atas klaimnya mobil ini. Nah, itu akan saya jelaskan sambil kita cari rest area buat berhenti. Oke, sekarang kita udah di SPKLU. Eh, lihat enggak pakai penahan-nahan lagi, tapi dia pakai sistem pegas. Jadi, mudah sekali untuk membukanya. Nah, mesinnya ini 1500 cc saja dengan e teknologi eh gasoline direct injection 1500 cc turbo TGDi dan dia bisa mengeluarkan tenaga 143 PS dan torsi 215 Nm. Motor listriknya ini lebih kuat daripada mesin bensinnya. dia bisa mengeluarkan tenaga sampai 204 PS dan torsi 310 Nm. Dicombine walaupun tidak di eh jelaskan oleh Cherry berapa tenaga kombinasinya ya, tapi menghasilkan akselerasi yang kuat. Klaimnya 0 sampai 100 km/h tuntas dalam 8,5 detik. Tapi faktanya saya sudah melakukan pengetesan sendiri dengan mobil ini di Jakarta. di tempat yang kosong 0 sampai 100 km/h tuntas dalam 7,6 detik. Artinya di atas ininya apa? Di atas klaimnya. Kemudian mobil ini juga dilengkapi dengan ee transmisi yang disiapkan untuk sistem plugin hybrid ini dan diklaim oleh Cherry itu efisiensinya 98,5%. Artinya dari 100% energi yang masuk 98,5% diteruskan ke roda yang mana itu sangat efisien. Tapi yang jelas tadi kita sudah lihat konsumsi listriknya sangat efisien dan akselerasinya kuat. Dan sekarang karena kita lagi di rest area dan kita tidak sedang menguji range maksimal dari mobil ini karena ya memang waktunya terbatas hanya sehari 1300 km enggak mungkin dalam sehari kayaknya. Jadi yang bisa dilakukan ketika kita lagi beristirahat di rest area ini adalah mengisi daya. Karena begitu tadi kan barusan nyala tuh mesinnya. Kalau kita istirahat di rest area, kita isi daya, dia bisa diisi dengan cara DC charging. Jadi biasanya plugin hybrid itu hanya AC charging karena kan kecil baterainya, tapi dia bisa DC charging dan bisa sampai 40 kW lebih. yang artinya ketika mengecharge baterai yang kapasitasnya hanya 18,3 kWh ini 30 40 menit itu sudah selesai. Mungkin dalam 30 menit itu sudah bisa 90 sekian ee persisnya itu memang karena dipelankan. Jadi mungkin 30 40 menit lah kira-kira mobil ini penuh lagi. Pas sekali dengan misalnya kita istirahat buat salat, buat makan siang dan hasilnya kita bisa 100 km lagi ke depan tanpa bensin lagi. A few moms later. Oke, sekarang kita akan lanjutkan perjalanan. Tapi sebelumnya saya ingin highlight sedikit tentang eksterior mobil ini. Oke, dari segi desain mobil ini memang mirip sekali dengan saudara-saudara yang sudah launching sebelumnya dari TIG 8, 38 Pro, 38 Pro Max gitu ya. Tapi ini memang adalah tipe yang paling tingginya. Lampunya menggunakan LED. Mereka menyebutnya sebagai LED high performance. Memang sangat terang sih kalau di malam hari. Kemudian ini ada sistem radarnya di sini dan juga itu ada ada eh sistem sonarnya juga di mobil ini yang membuat ketika kita melakukan perjalanan dengan adaptif cruise control itu halus deselerasi dan akselerasinya. Bannya 19 inci ya. proporsional dengan mobilnya yang memang ukurannya sangat besar besar e dia ukurannya 235 R19. Kemudian dia juga menggunakan tuas pintu yang ee rata dengan body baru ketika kuncinya terbuka dia ee membuka seperti ini untuk memudahkan kita membuka dan ini. Wow ini belum dikeletek. Oh no. Oh. Oh. Yang ini juga belum dikeletek. Nah, ini di bagian belakang dia lampunya juga LED ya dan dia ada lampu yang memanjang dari kiri sampai ke kanan. Jadi ada kesan ee premium gitu. Walaupun ini mobil harganya tidak bisa dibilang harga mobil premium, tapi bentuknya itu premium. Dan dia ada logo CSH di sini. CSH itu singkatan dari Cherry Super Hybrid. Tadi saya sempat bilang pada saat di jalan suspensinya tuh enak seperti mobil Eropa dan kemudian saya baca literatur lagi, ternyata memang suspensinya menggunakan multi link. Five link. Enggak heran rasa bantingannya itu rasanya premium sekali. Di sini ada roof rail. roof rail ini. Oh, ada poin-poinnya juga. Ini ada poin-poinnya juga untuk memasang roof rack. Jadi, dia bukan sekedar kosmetik, tapi ini sudah bisa berfungsi. Ada satu, dua, ada tiga titik di masing-masing sisinya. Oke, karena kita ini cuman istirahat sebentar, kita enggak makan, cuman ke toilet aja. Enggak berapa lama, udah hampir 70% lagi baterainya kita enggak akan penuhin. E, tapi saya cuma ingin menunjukkan ke Anda bahwa plugin hybrid ketika kita istirahat di rest area ya sambil nunggu kita makan, ke toilet, salat, kita bisa isi dayanya dengan cepat karena dia sudah bisa DC. Oke, kita langsung lanjut. Mungkin ada pertanyaan, kenapa juga kita repot-repot mesti nge-charge mobil plugin hybrid padahal kan ada bensin. Maksudnya ngisi bensin kan juga lebih cepat. Nah, pertama tadi saya bilang kita nge-charge kalau misalnya memang ada waktu yang luang gitu. Kita makan, kita ee ke toilet, kita istirahat gitu. Dan ketika kita menambah lagi listrik di mobil ini, biayanya itu untuk berjalan minimal 100 km ke depan jauh lebih murah. Karena di SPKLU seperti ini Rp2.500 per KWh. 1 KWh itu bisa menjalankan mobil ini 8 km, 7 sampai 8 km. Padahal kalau kita pakai bensin, bensin itu Rp13.000 per liter. Rp13.000 mungkin menjalankan mobil ini ya. Kalau lagi di tol mungkin 13 14 km e liter gitu. Tapi kalau di mobil ini pasti lebih irit gitu ya. Tapi seirit-iritnya mobil ini anggap aja 20 km/l dengan Rp13.000 tetap tidak semurah kita menggunakan listrik. Rp2.500 untuk 7 km. Artinya untuk 21 km dia hanya membutuhkan Rp7.500. Rp500. Jadi enggak ada salahnya kita ee nge-charge. Toh dia juga bisa DC charging. Jadi cepat sekali. Nantinya saya akan jelaskan lebih detail lagi tentang mobil ini dan juga saya akan sampaikan hal yang saya suka dan hal yang kurang saya suka dari mobil ini di akhir video. Tapi sekarang udah lapar, kita langsung menuju Bandung. Konsentrasi nyetir langsung menuju mie ayam legendaris yang sudah hampir 30 tahun berada di Kota Bandung. Alhamdulillah udah sampai. Ini seperti hidden jam ya. Sebenarnya enggakjam juga karena udah banyak orang yang tahu. Karena ini tempatnya benar-benar di jalan-jalan kecil agak jauh dari jalan besar. Tapi ini selalu jadi favorit saya dan keluarga. Nih tim kamera pakai Cherry J6 saya. Ini range-nya jauh eh range-nya lebih dari cukup untuk perjalanan ini. Kita makan dulu. Tempatnya klasik gitu ya. Vintage. Katanya sih dari tahun 90-an ini udah ada. Dan menunya spesialisasinya ya mie ayam sama yamin. Walaupun ada beberapa menu lain tapi ya spesialisasinya ya dua itu. Pesan Mas yang pakai bakso pakai pangsit itu apa, Mas? Yang spesial. Oh ya yamin. Yamin asin spesialulis. Oh ya oke. Oh ditulis ya. Udah lama soalnya enggak pesan makanan pakai ditulis. Biasanya tinggal ngomong. Lima ya? Lima. Karena kita bareng sama tim Asin mau selain itu ada sop buntut, sop ayam, semur, lidah. Tapi kayaknya ini ayam yang lebih menggoda. Minum apa? Tawar. Tawar? Tawar. Tawar. Tawar. Wah, tiga dari empat koncern dengan gula tawar. Pertama kali mereka kerja di saya pada ST manis semua. Sekarang jadi pada S tawar. Pada duduk dong. Pada duduk dong. Ini ada member baru di sini yang belum terlalu diperkenalkan ya. Situ dong. Jadi seperti Anda tahu, Abel udah enggak di tim kita lagi. Nah, ini gantinya ini ponakan saya juga namanya Faiz. Dan bukan cuma sekedar keponakan, adik kelas lulusan teknik mesin UI. Udah gitu ngoc lagi dia. Pas lagi mau pas mau kerja dia bilang, "Eh, Om, aku kerja sama Om ya, tapi aku tujuannya buat nambah networking. Aku cuma 6 bulan aja, nanti aku cari kerja tempat lain, kata dia." Terus saya bilang, "Ya udah, Is, jangan kelamaan kerja di sini, Is. Benar. Entar betah. Entar betah. Betah sih enggak tahu ya. Tapi yang sayang aja soalnya masih fres graduate kan. Fres grade juga nanti kalau udah enggak fres grade sudah udah susah nyarinya kalau sama perusahaan-perusahaan lagi. Dahah. Terak Bowo. Pak Bowo udah tahu dong sama nih nih nih saling coba saling mensyuting. Hah ada RI ada Cahyadi. Oke kita makan dulu yuk. Jadi dia modelnya tuh mieya tipis-tipis. Selalu deh kalau ke Bandung pasti ke sini. Nah, ini isinya bakso sama somai. Somai tahu gurih dan mya itu ayamnya tuh kecil-kecil. Aduh, sampai tumpah. Sayang ayamnya tuh kecil-kecil jadi blending gitu sama mya gurih harumnya. Mungkin namanya serera ya. Mungkin ada mie ayam lain yang menurut Anda enak atau lebih enak dibandingin ini. Tapi buat kami ini e favorit. Kalau misalnya ada rekomendasi lain mie ayam yang lain coba komentar di bawah. Nah, ini sambalnya nih. Sambal khas di sini. Jadi, saus dan sambal udah Hmm. Hmm. Mantap. Buat saya kekurangannya satu nih mie ayam jauh. Eh, enggak apa-apa lagi ada mobil t gini kita bisa datangin makanan-makanan favorit yang jauh. Andaikan ada lebih dekat di rumah dekat rumah saya gitu ya. Huh. Mas, Mas tambah mie yamin asin ayam satu lagi. Enggak ayam aja. Yamin ayam udah jauh-jauh ya sayang kalau cuman satu porsi. Alhamdulillah udah selesai. Lihat ini ugal-ugalannya anak-anak nih. Satu anak dua mangkok. Sayang sih kalau udah ke sini enggak dua porsi. Oke, kita jalan lagi. Kita bayar dulu. Total 10 porsi baminya sama minum R34.000 ya. Karena satu orang makan dua porsi. Kalau satu orang makan satu porsi di Rp200.000-an lah tadi. It's ok ya. Emang agak tinggi harganya tapi sepadan dengan rasanya. Kenyang dan nyaman. Oke, ini saya ada yang mau saya kasih tahu dikit. Jadi, ini kan tadi sudah saya bilang bahwa plugin hybridnya ini bisa AC dan bisa DC. Jadi, cepat nge-charge-nya. Tapi ternyata dia juga bisa V2L seperti mobil pure elektrik. Jadi, dia bisa ngeluarin listrik sampai 3.300 watt. Itu cukup untuk sebagian besar peralatan rumah tangga itu sangat cukup. Jadi kita mau camping, dia bisa men-suplai listrik sampai 3.300 watt. Listrik AC ya, listrik bolak-balik. Sekarang kita ke dalamnya dulu yuk sebelum kita jalan. Nah, ini jadi kursinya itu dia mundur kalau misalnya kita masuk dan dia maju lagi kalau kita udah nutup pintu. Ini layarnya besar sekali. Yang di tengah ini 15,6 inci dengan resolusi 2.5K. Dan ini terasanya tuh benar-benar terasa e ini ya apa responsifeness-nya tuh bagus gitu. Enggak benar-benar enggak ee enggak nge-lag sama sekali karena dia pakai chipnya dia pakai Snapdragon 8155 chip yang mana itu adalah salah satu chip yang sangat kencang. Nah, di layar ini bisa mengatur banyak hal termasuk fitur adasnya. Adasnya ada 14 fungsi di sini. Kemudian di sini juga kita bisa melihat eh energy flow-nya, quick control, lampu, semua di sini bisa head up display itu juga udah hadir sebagai standar. Kemudian di sini ada wireless charger. Wireless chargernya ini bisa sampai 50 watt nge-charge-nya yang mana itu cepat sekali. Dan di bagian belakangnya ini ada ventilasi untuk mengeluarkan panas dari gadget Anda. Audionya ini seperti mobil premium dari Sony dan total ada 12 speaker. Termasuk ada speaker di sini nih. Jadi di headr ini ada speaker. Speakernya ini bukan untuk audio lagu. audio lagu dari 12 speakernya itu. Tapi speaker yang sini hanya untuk kalau misalnya kita melakukan sambungan telepon atau navigasi keluarnya dari sini. Jadi dekat sekali suaranya tuh. Wah. Nah, bicara navigasi, mobil ini standarnya sudah ada navigasi. Tapi tentu saja akan lebih enak kalau kita pakai Apple CarPlay atau Android Auto. Dan ini Apple CarPlay-nya e sistemnya wireless. Serta untuk kebutuhan listrik gadget Anda juga ada banyak port-port USB ini. Ada USB A dan ada USB C. Cup holders di pintu dan di tengah. Kemudian di sini ada tempat penyimpanan yang cukup dalam dan dia ventilated. Jadi ada hembusan AC yang di hembuskan di dalam kompartemen ini. Jadi kalau mau nyimpan minuman bisa tetap dingin. Di situ ada ambience light-nya. Ini ambiience light-nya juga kayak mobil premium ya, berpendarnya tuh bagus sekali. Kemudian material-materialnya tidak ada yang terlihat murah sama sekali. Materialnya juga di sini soft material, soft material, soft material. Sampai di sini pun masih soft material. Wah, ini lacinya soft opening. Benar-benar kualitas premium semuanya. Kemudian ada panoramic sunroof dan mobil ini dia juga bisa dibuka ininya. Nah, jadi kalau misalnya Anda mau pilkada kampanye, Anda bisa berdiri di sini. Kemudian mobil ini konfigurasinya ini bukan five seater tapi seven seater dan okelah bangku paling belakang memang bukan untuk orang dewasa yang ukurannya besar ee untuk perjalanan jauh tapi masih cukup memadai. Orang dewasa pun masih bisa diduduk di baris paling belakang. Jadi ini bukan cuman SUV biasa, tapi ini SUV yang praktisnya seperti MPV karena seven seater. Terus tadi pas pas ee di jalan, kabinnya juga sangat senyap. Bahkan ketika mesin itu masuk, mesin itu menyala, enggak kedengaran sama sekali. Mesin itu baru terdengar kalau kita ee gasnya agak dalam, RPM-nya ada agak tinggi dan itu pun hanya sayup-sayup terdengarnya. Kemudian kursi depannya ini full elektrik dan dia juga sudah dilengkapi dengan ventilated seat. Jadi ada pendingin kursinya untuk kanan dan kiri dan ada fasilitas pijat untuk di kursi kiri. Jadi ini untuk memanjakkan istri Anda. Happy wife, happy life. Kemudian ini ee yang saya bilang kenapa kabinnya bisa hening? karena di kaca depannya ini sudah menggunakan double glass atau bisa juga disebut sebagai silent glass. Serta eh menurut Cherry, salah satu hal kenapa NVH mobil ini rendah, NVH itu noise, vibration, dan hardsess-nya itu rendah karena menggunakan sasis teknologi baru yang bukan hanya aman, tapi juga bisa mereduksi vibrasi. Nah, nanti akan saya terangkan sambil jalan. Sekarang kita let's go jalan dulu. Selain struktur rangka yang kuat, mobil ini juga dilengkapi dengan 10 buah airbag. Jadi perlindungannya itu menyeluruh dari depan sampai belakang. Dan bagaimana kalau lewat banjir? Karena mobil ini juga elektrifikasi kan. Dia ada baterai yang emang enggak gede-gede amat tapi juga enggak kecil-kecil amat. 18,3 kWh. Nah, baterai di mobil ini itu sudah memenuhi IP rating 68 yang itu bisa diterjemahkan sebagai tahan direndam air sampai kedalaman 1 m selama 48 jam. Jadi kalau ee mobil Anda ee kebanjiran itu sampai 48 jam itu mestinya masih tidak apa-apa baterainya. Bahkan kalau misalnya terjadi tabrakan di mana berpotensi untuk resiko baterai itu ee terbakar kalau corselet itu hanya dalam 2 mik. 2 m detik itu 2/1000 detik. Ketika terjadi tabrakan bahkan sebelum air airbag mengembang dia sudah memutus aliran listrik. Serta baterainya ini juga diklaim tahan panas ekstrem sampai 60 derajat celcius dan tahan dingin ekstrem sampai -35 derajat celcius. Kemudian yang lebih mengagumkan lagi, garansinya panjang mobil ini. Untuk garansi mesinnya, mesin yang sangat hemat dan bertenaga ini dan halus ini garansinya sampai 10 tahun atau 1 juta km. 1 juta km. Dan ee warranty baterainya kalau enggak salah juga sampai 10 tahun. Walaupun kalau baterai enggak sampai ee 1 juta km, baterai ada batasan kilometernya ini. Anda bisa lihat. Nah, sekarang saya tuh berada di Kilm 99 di mana sampai 9 km depan itu banyak turunan. Turunannya lumayan curam dan panjang. Nah, inilah untungnya plugin hybrid. Karena baterainya dia lumayan besar, jadi dia bisa mengisi banyak sekali listrik sambil kita itu turun. Ini sangat berguna kalau misalnya kita lewat tol cupu larang turunannya panjang atau dari puncak ketika dari atas turun itu mampu disimpan secara banyak. Beda dengan mobil hybrid biasa yang baterainya hanya 1 sampai 2 kWh. Itu biasanya baru berapa menit aja dia udah penuh baterainya. tidak bisa lagi mengambil energi yang diubah dari kinetik ke listrik karena kapasitas baterainya udah penuh. Tapi kalau mobil ini oh dia akan ngisi terus sampai ee baterainya penuh dan enggak mungkin penuh karena baterainya besar sekali kan. Ini tadi mulai turunan itu 26% sekarang enggak berapa lama udah 28% baterainya dan artinya mesin mati lagi. Dan ini ya walaupun baterainya itu dalam kondisi habis ya itu saya sempat ee tes keliling Jakarta dan juga di jalan tol itu di atas 20 km perl konsumsinya. irit banget untuk SUV sebesar ini. Enggak nyangka teknologi mesin pembakaran dalam Ceri udah sebaik ini ya. Tadinya kan kita pikir kalau pabrikan dari Cina itu hanya bisa bersaing di kendaraan listrik. Karena listrik kan ya rasanya gitu-gitu aja mau merek apapun. Tapi berbeda dengan banyak pabrikan Cina lainnya, Cherry ini dia ke depannya risetnya menyeluruh tidak hanya ke kendaraan listrik, tapi juga ke internal combustion, hybrid, plugin hybrid, bahkan sampai ke hidrogen. Nah, ini baru sekarang aja udah segini bagusnya plugin hybrid-nya. Nah, mereka mengklaim itu 1300 km lebih. Saya harus cari tahu ini berapa tangki bensinnya. Tapi kalau cari 38 biasa itu 51 L tangki bensinnya. Anggap aja 20 km/l. Artinya kan dia 1020 km ditambah dari listriknya bisa 100 kilo. Jadi 1100 kilo di atas kertas. Tapi kan itu kalau misalnya di dalam kota. Tapi kalau misalnya kita keluar kota itu saya pernah coba juga bisa sampai 25 km perlit. Artinya kalau 25 * 51 itu kan 12.275 km ditambah 100 kilo dari listriknya ya 1375 km. Nah, kali ini saya enggak sempat buat ngecek apakah benar klaim tersebut, tapi rasanya pengen deh jalan jauh gitu ya. Benar-benar kita sekali isi listrik aja, sekali isi bensin aja, kita lihat habisnya berapa jauh. Karena kalau benar-benar 1300, artinya itu Jakarta sampai Bali enggak perlu isi bensin lagi sama sekali, enggak perlu ee repot-repot. Tapi itu nanti mungkin di perjalanan selanjutnya kali ya. Tapi ini saya masih menikmati jalanan turunan dan mengumpulkan energi-energi listrik itu. Tadi sempat saya bilang bahwa saya setelah merasakan mobil ini, saya akan beritahukan ke Anda hal-hal yang saya suka dan kurang suka dari mobil ini. Kita mulai dari yang saya kurang suka juga ya. Karena sehebat-hebatnya mobil pasti ada aja hal yang agak mengganggu gitu. Nah, kalau buat saya di sini ini hal kecil sih, cuman pada saat kita mau berpindah gigi dari N ke D, N ke R, D ke R, R ke D, itu kan kita harus injek rem. Nah, ini injek remnya tuh agak dalam baru kita bisa pindah gigi. Padahal sebenarnya injekan yang lebih sedikit aja udah cukup buat menahan mobil, tapi kita harus nginjak lebih dalam lagi. Ya, mungkin ini fitur safety ya, tapi enggak kayak mobil-mobil lain kebanyakan. Nah, injekan rem yang sama itu juga terjadi pada saat kita pakai cruise control. Memang kita bisa cancel cruise control itu dengan tombol dari setir, tapi cruise control itu kan biasanya juga bisa di-cancel dari injakan rem. Nah, ini butuh injakan rem yang sampai terasa ngeremnya baru dia nonaktif. Kalau misalnya setelannya bisa dibikin lebih ringan sedikit gitu ya, pasti akan seperti mobil-mobil normal lainnya. Kemudian hal yang agak mengganggu e berikutnya adalah Apple CarPlay-nya. Apple CarPlay-nya enggak ada masalah. Eh, kemudian infotainment systemnya juga enggak ada masalah sama sekali. Tapi ketika Apple CarPlay-nya itu aktif, itu semua tombol shortcut itu tertutupi satu layar semua itu layar 15,3 inci-nya tuh dipenuhi dengan Apple CarPlay. Jadi kalau kita misalnya mau ee ngatur suhu AC, mau ngatur kerasnya fan AC atau mau ngatur ee ventilasi kursi atau apapun shortcut menu itu enggak ada di bawah hilang. Nah, mestinya ini cuman software aja sih ya. Kalau bisa Apple CarPlay-nya itu enggak usah sampai penuh gitu, tetap disisakan beberapa shortcut yang penting. Dan kemudian ada satu lagi yang ya agak mengganggu sedikit gitu ya. Ee mobil ini punya average fuel consumption meter. Jadi kita bisa ngelihat ee konsumsi bahan bakar rata-rata juga konsumsi listrik rata-rata, tapi tidak bisa direset. Jadi dia otomatis membaca 50 km terakhir gitu. Jadi kita enggak bisa dari satu perjalanan A ke B itu kita riset secara individual. Itu juga cuman permasalahan software aja. Jadi ya kecil-kecil tapi ada. Dan ya mungkin satu lagi mobil ini kalau dibandingkan mobil listrik dia tidak dapat plat biru. Artinya dia tidak dapat kebebasan ganjil dan genap. Walaupun mobil ini kalau dipakai di kota sehari-hari lebih sering berjalannya hanya dengan EV tapi tidak dapat plat biru dan juga pajaknya tidak nol seperti mobil listrik. Tapi ya itu itu adalah beberapa beberapa hal yang mungkin menjadi konsideran tapi sebenarnya enggak terlalu signifikan ya dibandingkan dengan hal yang saya suka dari mobil ini. Mobil ini yang pertama yang saya suka walaupun dia bukan full EV tapi mesinnya sangat halus. Jadi enggak peduli mesinnya mati atau mesinnya nyala, mobil ini tuh senyap seperti EV. rasanya. Kemudian hal berikutnya yang saya suka dari mobil ini adalah sistem adasnya yang halus bekerjanya dan mudah juga untuk dioperasikan karena ada tombol dedicated di setir. Kemudian hal berikutnya, mobil ini sudah dilengkapi dengan around view monitor yang jadi kalau kita mundur itu kamera 360-nya bisa melihat ke sekeliling memudahkan kita parkir dan dia juga aktif secara otomatis ketika mobil kita itu mau belok atau mendekati satu objek yang berbahaya. Jadi lewat jalan-jalan sempit walaupun mobil ini gede itu eh sangat mudah. Kemudian mobil ini juga punya nap mode. Jadi ketika mobil itu dalam keadaan berhenti, kita bisa ngadem di dalam mobil pakai AC hanya dari listriknya aja mesinnya enggak nyala. Oh, itu juga mungkin kenapa baterai itu selalu disimpan 25% karena itu bisa digunakan pada saat berhenti. Jadi kita bisa santai, tidur dingin tanpa khawatir dengan gas buang. Walaupun gas buang mobil ini juga sudah sangat bersih, serta bangku itu bisa dilipat seperti sofa. Jadi bisa kaki Anda ee berselonjor dan santai di mobil ini. Well, kalau Anda berencana untuk beli SUV di harga Rp500 jutaan atau bahkan di bawah Rp500 juta, Anda harus pertimbangkan secara serius mobil ini. Enggak ada lagi di harganya yang menawarkan format plugin hybrid. Enggak ada lagi di rentang harga yang menawarkan body sebesar ini. Seven seater dengan suspensi multilink dengan mesin tenaganya sebesar ini, akselerasi secepat ini. Ini enggak tahu gimana. Jangan-jangan ceri jual rugi kali ya nih mobil ya bisa dijual harga segini. Tapi ya inilah menyenangkannya ketika pabrikan mobil itu bersaing satu sama lain, menjual harga lebih rendah. yang diuntungkan adalah ee konsumen. Oke, secara overall mobil ini cocok buat Anda yang lagi mencari SUV dan Anda ingin kepraktisan sehari-hari seperti mobil listrik, enggak perlu ke pompa bensin, tinggal char, senyapnya seperti EV, kemudian ekonomis seperti EV. Tapi sesekali Anda mau keluar kota, Anda tidak mengalami eh anxiety atau ketakutan akan range. Karena mobil ini juga bisa diisi bensin biasa dan konsumsi bahan bakarnya juga sangat-sangat hemat. Good job, Cherry. good job membuat mobil ini dengan harga seperti ini. E tapi memang ada satu lagi yang ingin saya lakukan adalah berkendara lebih jauh dengan mobil ini sampai baterainya habis, sampai bensinnya habis hanya dengan sekali isi dan sekali charge. Apakah benar bisa 1300 plus km atau kalau ee nanti yang terjadi apapun berapa kilometer gitu. Tapi saya harus cari waktu dulu dan mungkin ngajak teman kali ya. Mungkin ngajak Om Mobi kali ya. Asik kali ya. Mobi apa Om Mobi atau Ritwan. Tapi Ritwan lagi mau road trip apa eh cross country Asia sampai Eropa katanya pakai Cherry 38 Pro kalau enggak salah Ceri 38 Pro kayaknya mesti mesti diganti ini deh Wan Cerry 38 Pro-nya ini range-nya lebih jauh dan bisa dicharge juga tapi oke itu nanti aja kita cari waktu dulu moga-moga bisa kejadian saya jalan jauh pakai mobil ini. Jangan lupa anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Keterangan lebih lanjut tentang mobil ini, Anda bisa follow Cherry Motor Indonesia di Instagram. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye- bye.

Lihat di YouTube