Jungkat

KE PRAMBANAN NAIK CHERY OMODA C5 FACELIFT YANG LEBIH TERJANGKAU! (YouTube Video)

  • 03/10/2025

Jadi waktu di video 1 million journey kan tim itu ke Kuantan terus naik ke menara 188 kayak icon-nya di sana lah. Ada komen begini, "Saya aja yang orang Kuantan belum pernah naik ke Menara 188. Kalian malah pernah." Gua tuh kayak mikir, gua lama tinggal di Jakarta tapi belum pernah masuk ke dalam Monas naik ke atasnya baru di pinggirannya doang. Nah, gua sendiri sekarang yang di Klaten ke Perambanan itu belum pernah, kecuali waktu kuliah itu pun cuma sekali. Nah, jadi hari ini gua mau ke Perambanan naik mobil ini. Nanti gua akan ajak Mas Eko juga ya yang ikut sama kita 1 million Jurni. Dan ini adalah Cherry C5 yang dulu namanya adalah Cherry Omoda 5, Omoda 5. Nah, sekarang itu udah enggak pakai Omoda lagi, langsung cherry C5. Tapi Omodenanya masih ada logonya di depan sama di belakang. Dan kalau kalian lihat video gua 2 tahun lalu, Mei 2023, waktu gua pertama kali nyobain mobil ini, gua senang banget karena ini adalah mobil pertama yang gua rasakan mobil dari Tiongkok itu udah sama fantu to drive-nya kayak mobil dari Eropa. Karena biasanya mobil Tiongkok itu lemahnya di dua hal. Yang pertama ergonomics. Jadi biasanya kursinya, setir sama pedalnya tuh kayak kurang pas gitu ya. Nah, ini tuh pas ya kayak mobil normal pada umumnya. Dan yang kedua itu driving dynamics-nya. Biasanya mobil Tiongkok gitu ya di atas kertas, tenaga gede segala macam. Tapi pas dicoba ada delay-nya, setirnya kurang responsif. Dan kawan-kawannya pas gua nyobain Omoda 5 gitu 2023 kemarin, gua ngerasa kayak wow ternyata mobil dari Tiongkok itu udah sejajar kayak mobil Eropa e driving dynamics-nya gitu. Jadi ini mobil pertama kalinya gua naik mobil Cina yang bisa kayak gini gitu. Dan sekarang kita bahas apa aja yang beda dibandingkan dengan Omoda 5 yang meluncur 2 tahun lalu. Pertama bisa kita lihat dari desain depannya. Sekarang grillnya berbeda ya. Kalau dulu kan grillnya lebih gede. Sekarang grillnya jadi lebih kecil tapi dibikin lebih tajam sama ada titik-titik ini berwarna sewarna body. Jadi kalau misalkan mobilnya kalian beli warna putih, titik-titiknya ini juga warna putih. Di sini ada logo Omoda besar lampunya desainnya masih sama ya. Bumper berubah total, kap mesin masih sama dulu ya. Yang gua kurang suka dari Omoda, sekarang diperbaiki. Kalau dulu ada aksen-aksen merah yang menurut gua agak lebay ya. Kayak misalkan di bagian spionnya, di bagian bawahnya sampai di bagian pelegnya ada merah-merahnya. Dan untuk yang varian yang 1600 cc turbo dia tuh ada oren-orennya. Sekarang jadi polos ya. Kelihatan lebih kalem, santai. Dan karena dia enggak ada aksen-aksen tadi, posturnya jadi lebih ramping ya. Jadi kayak lebih pendek dibandingkan dengan versi yang sebelumnya. Padahal sama aja cuma karena beda aksen-aksennya jadi kayak berubah gitu kayak mobil yang beda. Dan kalau kalian perhatiin atapnya sekarang enggak semuanya pakai twoone. Ada yang two tone atasnya blacktop, ada yang berwarna seperti warna bodinya. Sisanya enggak ada bedanya kecuali di bagian belakang. Sini yuk kita lihat belakangnya. Nah, seperti ini bagian belakangnya ganteng. Gua suka ya kayak cupe gitu dan masih sama kayak model sebelumnya ya perintilan dan kawan-kawannya. Tapi yang berbeda adalah nih lihat di bagian bawah nih sekarang kaki-kakinya itu berubah. Agak jarang mobil yang di facelift tapi kaki-kaki belakangnya itu berubah karena yang tadinya pakai torsion beam sekarang jadi multiink. Sebenarnya di varian yang 1600 cc turbonya yang harganya hampir Rp500 juta itu dia udah pakai belakangnya multilink seperti ini. Nah, tapi sekarang semuanya udah dikasih suspensi yang multilink. Ini bagus mungkin kayaknya mobil under Rp350 juta yang pakai suspensi belakang multilink kayaknya cuma ini deh. Korek me wrong. Kalau ada lagi coba komen di bawah. Terus juga masih sama seperti model sebelumnya udah punya power back door ya kan. Nah, terus lihat bagasinya. Ini bagasinya juga masih bagus ya. Jadi dia cukup lega tapi atasnya tuh cupe jadi dia miring ya. Jadi atasnya tuh gak bisa terlalu banyak kita naruh bawa barang. Terus kita dapat separasi yang tebal dan kalau kita lihat lagi ini tatakan bagasinya itu dia lebih ke bawah ya. Jadi kayak udah didesain bisa buat atas bawah tapi enggak dikasih ini bagian atas cuma di bagian bawahnya doang. Kalau kita buka dalamnya sebenarnya kita masih punya banyak space dan kita dapat ban serap itu space saver sama tool kit-tool kit-nya lengkap. Ada colokan 12 volt di sini sama kita dapat lampu LED di samping sebelah kiri. Nah, kalau misalkan kalian kurang space-nya tinggal dilipat aja langsung bisa rata. Tutup sekarang sama mobil ini ya. Ini tuh kayak knalpot padahal bukan. Sama yang bedanya dengan model lama sekarang ada tulisan logo C5 di sini sama di sebelah kanannya masih ada 230T untuk menandakan mesin 1500 cc turbonya. Dia ngambil angka ini dari torsinya karena memang cerry dulu gitu ya. Ada yang 230T, ada yang 290T yang 16 turbo. Dan yang 2000 turbo itu sampai 390 alias hampir 400 Nm untuk sebuah mesin bensin. Nah, sekarang ke bagian belakangnya. Karena dia bentuknya kayak kupe gitu, belakangnya itu agak sedikit landai. Tapi kita masih dapat headroom yang lega, terus juga leg room juga lega. Dan kursinya memang dia agak sedikit tegak, tapi it's ok. Sama kita dapat di sebelah kiri kanan ada AC-nya, all window, USB-nya cuma ada satu di bagian sini. Jadi kalau misalkan kalian mau ngecas mesti gantian yang kiri atau yang kanan. Joknya dia juga sudah pakai kulit. Kulitnya lumayan bagus dan door trim-nya itu enggak dapat pengurangan bahan ya. Biasanya kan kalau depannya empuk, belakangnya dibikin ya begitulah. Ini tetap kita dapat yang empuk ya. Ininya juga door handle-nya aluminium brush, mewah. Jadi kalau untuk kemewahan sebenarnya enggak dikurang-kurangin antara depan sampai belakang, tapi sebenarnya ini masih sama kayak model sebelumnya. Nah, sekarang kita ke bagian depannya. Oke, sekarang kita udah masuk ke dalam Omoda C5 di mana kalau kita lihat sebenarnya masih sama dengan model sebelumnya ya. Jadi menurut gua ini facelift yang normal. Biasanya mobil Tionkok itu kalau facelift itu agak-agak gila sedikit sih. Dashboardnya bisa berubah segala macam berubah. Nah, kalau ini udah mulai kayak mobilnya Jepangan lah. Jadi antara yang pre facelift sama facelift itu perbedaannya tuh masih bisa eh ketaker bahwa itu mobil yang sama gitu. Tapi kalau mobil Cina tuh kadang-kadang suka ekstrem gitu. Berti masih facelift ya. Tapi di mobil ini masuk ke dalam kita akan menemukan mobil yang sama dengan Omoda yang kita kenal ya. Gua suka sama interiornya. Desainnya cakep, bahan-bahannya cakep. Udah gitu juga build quality-nya bagus ya. Ini bagian sini tuh empuk-empuk dipegang juga tuh semuanya solid ya. Pas dipegang setirnya pun juga rasanya mahal. Jok depannya kanan kiri sudah elektrik ya. Jadi enggak cuma yang kanan doang. Yang kiri pun juga sudah pakai elektrik di sini. Dan untuk kelengkapannya juga masih sama kayak model sebelumnya. Kalau dari dalam tuh dapat sunroof. Di sini ada wireless charging. Dan buat naruh handphone tuh ya itu tuh dikasih ada blue-nya yang kelihatan mahal gitu. Jadi pas kita naruh itu dia enggak bunyi-bunyi, enggak goyang-goyang. Bagus ya. Sampai ke sini pun juga sama ya detail-detailnya. Tombol-tombolnya dipegang enak. Ada tombol kapasitif di sini buat shortcut AVM sama home. Ada mode juga. Terus kalau kita lihat ya, dia punya layar kanan kiri bagus ya. Cuman yang gua enggak suka dari mobil zaman sekarang tombol-tombolnya hilang. Ini masih ada buat AC. Masih ada tombol di sini. Meskipun kalau misalkan kita pakai AC di sini ya, dia tuh enggak ada buat ngatur kiri kanan. Jadi kalau kita pakai temperatur itu langsung dua-duanya naik turun gitu. Kalau misalkan mau individual harus masuk ke dalam sini baru bisa individual. Dan kita juga ada pendingin kursi di bagian sini ya. Terus buat ngatur spion masih ada tombolnya. Power window sudah all auto. Lampu masih ada tombolnya di sini ya. Switch-nya masih ada, wiper juga masih ada. Dan di sebelah kanan sini ada buat buka power back door. Jadi enggak semuanya harus dimasukin ke sini. Tetap kita dikasih tombol-tombol shortcut. Setirnya sendiri ini sama kayak punyanya E T 38 yang Pro ya. Setirnya terasa besar, mewah. Dipegang pun kulitnya juga enak dan tombol-tombolnya juga masih tombol fisik beneran bukan B kapasitif. Jadi buat dipegang tuh nyaman. Nah, terus tempat penyimpanan lumayan besar. Di sebelah sini kita dapat ruang penyimpanan yang gede tapi dalamnya masih plastik dan sudah soft opening ya. Di bawah sini ada ruang penyimpanan besar dan dikasih karet semuanya. Cup holder ada dua. Sama di bagian tengah sini kalau dibuka ada tempat penyimpanan enggak terlalu besar tapi ada pendinginnya. Jadi buat harus sesuatu yang ee butuh pendinginan kayak misalkan minuman dan kawan-kawan itu bisa dingin. Sebelah kanan ada door pocket ya sama ada cup holder dan ke bagian atasnya kita dapat nih kaca yang lebar sama ada lampunya. Kalau misalkan menurut kalian ee kurang oke warna putih, tinggal diganti warna kuning kayak gini. Oke, bisa ganti warna temperaturnya. Kalau gua sukan yang warna kuning sih. Spion belakangnya juga sudah pakai elektrocromatik ya. Terus buat buka sunroof ada di sini tombolnya bisa dibuka kayak gini ya. Kalau nutup tinggal pencet sekali aja. Dan semua lampu-lampunya sampai ke belakang dia sudah pakai lampu LED seperti ini. Jadi nyalanya itu bagus ada kristalnya ya. So far masih sama seperti model sebelumnya tapi ada perbedaan yang signifikan di power trend-nya. Yuk kita coba jalan. [Musik] Jadi kalau kalian lihat video gua sebelumnya yang nyobain Cherry Omoda 5 e 2 tahun lalu ya, gua senang banget sama mobil ini tuh karena driving dynamics-nya enak. Artinya apa? Handling-nya bagus, body roll-nya terjaga, terus juga response engine-nya itu bagus. Dia tuh e graasan, maunya ngebut terus ya. Di mobil ini pun juga sama gitu. Jadi, mobil ini masih punya karakter yang sama, which is good. Gua suka sama karakternya e Cherry Omoda 5 yang enggak under power gitu. Jadi, tenaganya ngisi terus dari bawah ya kita gas dikit gitu ya, dia udah langsung wost gitu. Apalagi kalau kita pindah dari normal ke sport gitu ya, itu berasa banget dia tuh lebih sigap transmisi sama engine-nya ya. masih sama lah. Jadi hal-hal yang bagus itu e enggak berkurang di mobil ini. Tapi sebenarnya di balik power trendnya itu ada perubahan yaitu di transmisi. Transmisinya sekarang dia pakai DCT yang wet ya. Jadi dia pakai dual clutch tapi yang wet yang basah ya. Ada olinya gitu. Beda sama yang sebelumnya pakai CVT ya, sekarang pakai DC. Sebenarnya ada plus minus gitu. Nah, CVT itu plusnya di mana? Biasanya CVT itu lebih irit karena dia rasionya bisa sampai tinggi sekali ya. Dan yang kedua CVT itu umumnya lebih murah dibandingkan dengan DC ya. Di CT itu transmisi yang mahal apalagi di sinya dic-nya yang wet. Biasanya untuk menekan harga e dual clutch transmissionnya itu dikasih yang dry, yang kering, yang enggak direndam oli. Nah, alhasil di city yang dry itu emang lebih murah, lebih terjangkau. Tapi ada minusnya. Minusnya biasanya durability-nya enggak terlalu bagus. Nah, si Cherry ini dia masih pakai di city yang wet. Jadi, harusnya durability-nya bagus karena gua pakai di eh Cherry Tigo 8nya pakai 1 million Journey udah 30.000 km lebih udah kita pakai buat tanjakan, turunan, medannya ekstrem lah. Beberapa tempat kayak misalkan gua muterin Kalimantan sama di Laos tuh ekstrem banget sih menurut gua. Sampai sekarang transmisinya belum ada tanda-tanda penurunan performa atau tiba-tiba jadi kasar semacamnya enggak ada. Tapi ya di Cherry Omoda 5 ini, ini transmisi DCT-nya tidak terasa seperti DC. Karena karakter di sit biasanya perpindahan giginya tuh cepat tapi ada sentakan gitu ya. Lebih asik sih ada sentakannya ya tes tes gitu kan. Terus yang kedua kalau dipakai buat jalan pelan atau kita macet-macetan dia tuh ada dut-dutan gitu loh. Tapi di mobil ini enggak terasa seperti DC. Iya. Jadi dipakai kemacetan tuh enggak enggak endut-endutan ya. Even yang 3816 itu tuh masih ada sedikit endut-endutannya gitu ya. Ini kita berhenti nih ya. Tuh ini kita berhenti masih jauh depan. Kita agas sedikit lampu merah tuh natural banget enggak ada gug guguk guk guguk gitunya bego-begonya tuh enggak ada gitu di mobil ini. Dan ketika perpindahan gigi gitu ya halus banget rasanya. kayak CVT gua pas gua nyobain. Bentar bentar ini benar kan jadi DCT kan gua sampai cek spek-nya lagi. Benar jadi DCT yang wet gitu bukan ee jadi bukan tetap CVT gitu ya, tapi pas gua coba rasanya kayak CVT. Jadi perpindahan giginya tuh kayak CVT pakai virtual gear change, tapi tetap suara mesinnya enggak bohong. Biasanya kan kalau suara mesin CVT tuh yang pakai CVT ada raungannya gitu kan. Ini raungannya enggak ada ya. Jadi, DCT-nya itu DCT yang paling halus, paling refine yang pernah gua coba ya. Tapi karakter Omodenanya masih ada. Jadi dari kita berhenti, kita gas itu masih kalau kita ngegasnya itu enggak terlalu halus, dia suka lompat wing gitu loh. Kencang gitu ya. Jadi kalau misalkan berwa mobil karena dia transmisinya lemut ya, untung dikasih mode manual gitu, ada pedle shift atau semacam. Ini enggak ada pedle shift-nya. Cukup kita pindah ke M ya, nanti dia akan jadi M1, M2, M3. Nah, baru pencet M2 baru lebih enak buat lari. Jadi transmisinya sigap. Tapi ini DCT DCT-nya cepat. Jadi tanpa harus kita pakai M kita D aja nih ya. Kita D di Echo kita butuh e performance tinggal kita gas. Cepat dia nyautnya. Ini DCT yang enggak berasa kayak DC. Jadi halus sekali. Ini kalau semua di City halusnya kayak gini, gua rasa e keluhan-keluhan orang tentang transmisi d yanglak-jeggluk gitu ya, itu akan hilang gitu loh. Karena halus banget nih di City. Macam apa ini? Halus banget tapi tetap sigap tetap cepat gitu perman tetap cek cek cek cek. Itu yang gua senang dari dual clutch transmission. Tinggal gimana soal nanti awet apa enggak. Karena biasanya kalau e VW itu di city yang dry itu e 40.000 1000 sampai 60.000 km tuh biasanya mekatroniknya minta ganti. Nah, kalau yang wet itu biasanya Rp100.000-an tuh juga masih aman. Dan mobil ini dia punya garansi R juta km atau 10 tahun ya dia ya. Jadi harusnya kita bisa bebas tenanglah enggak usah terlalu pusing sama transmisinyaah. Dan ada beberapa perbaikan yang gua suka dibandingkan dengan model sebelumnya. Kayak misalkan sekarang ada tip controlnya itu bagus dia ke tengah. Kalau dulu kan dia agak sedikit ke kiri, ke kiri gua bilang ya. Ini sekarang udah bisa dipakai kanannya pas, kirinya pas dan tuh jtin sendirinya juga bagus tapi tetap harus dipegang ya. Kalau enggak nanti dia minta e kita buat megang terus. Nah, terus yang kedua dulu gua pernah komplain kalau misalkan mobil-mobil yang pakai Adas kalau misalkan land keepeping land dep warningnya kita matiin ya terus nanti kita keluar dari mobil kita nyalain lagi mobilnya dia tuh akan otomatis nyala. Jadi kita harus pencet dulu, matiin lagi, matiin lagi, pencet lagi. Kan malas ya. Nah, di mobil ini gua udah matiin landpartur warning sama landart prevention-nya. Pas gua parkir terus gua nyalain mobil lagi, itu dia enggak otomatis nyala. Jadi harus dinyalain secara manual. Ini bagus karena di Indonesia itu cuma kepakai itu pas di tol doang. Kalau kita pakai di jalan biasa ya agak sedikit ganggu ya. Ya kan namanya juga jalan biasa kadang-kadang garis jalannya aja enggak benar gitu. dikiranya kita kayak keluar jalur padahal enggak. Sama yang gua perhatikan ternyata Cherry itu ya ini gua baru ngah juga dia kalau punya kecepatan apa yang tercantum di speedometer sama di GPS itu sama loh enggak dikurang-kurangin. Biasanya kalau misalkan 100 di sini kan cuma 96 94 gitu ya. Braw mobil ya. Tapi ternyata di Cherry enggak loh. Kalau dia 100 100 beneran ini 90 beneran. Jadi enggak dikurang-kurangin sama dia. Ada bagus, ada jeleknya juga sih. Yang bagusnya adalah real. Kita enggak dikibulin. Jadi emang 100 beneran 100. 120 beneran 120. Yang enggak bagusnya adalah karena kalau misalkan kita bawa 140 ternyata cuma 130 gitu kan, itu sebenarnya kita tuh kayak fitur safety gitu. Nah, kalau ini enggak. Itu beneran lu bawa 140. 140 beneran tuh enggak dikurang-kurangin. Dan karena mobilnya refine ya, suara kolongnya bagus, terus juga tarikannya enteng ya, suspensinya juga enak. Dan mobil ini kita jalan 120 itu enggak berasa 120, berasanya kayak 110 aja gitu karena mobilnya refine gitu. Dan ngomongin lagi yang tadi kenapa land the parter warning apa segala macam itu kebanyakan nyala otomatis ya. Jadi sebenarnya kalau di Eropa ya itu kan dia harus dapatin Euro and cap ya bintang lima maunya ya. Ini kan ceri moda ini kan dapat bintang lima di Euro Cap. Jadi udah standar tertinggi lah. Itu untuk mendapatkan bintang lima yang dites itu enggak cuma crash tesnya aja tapi juga adasnya dites layak enggak di mobil dapat bintang lima. Jadi kalau misalkan ada jelek ya kan crash tesnya bagus ya susah e dapetin angka bintang lima itu termasuk juga eh pedestrian tesnya juga. Jadi kalau mobilnya nabrak orang di depan orang cederanya parah apa enggak itu juga dites. Nah, jadi apa yang dijual di Indonesia ini sama yang di Eropa ini ya kurang lebih hasil crest tesnya sama. Dan kalau kalian tahu Prorok engineering ya, waktu Prorok bongkar-bongkar cerry kan Om Widodo itu lihat ini mobil overspack sekali. Karena biasanya mobil harga segitu tuh enggak enggak begitu gitu. Dan ee uniknya adalah mobil ini sekarang jadi makin terjangkau. Jadi harga sebelumnya yang waktu gua tes itu harganya Rp404 juta, sekarang jadi Rp349,9 juta. Jadi turunnya ya lumayan e sekitar Rp55 juta Dan itu bagus. Kenapa? Karena bayangin harganya lebih murah ya kan. Tapi kelengkapan yang didapat itu lebih bagus gitu. Kayak misalkan suspensi belakangnya udah multilink, transmisinya juga pakai DCD. Jadi buat teman-teman kemarin yang pengen beli Omoda gitu kan, aduh masih mahal nih. Nah, sekarang udah lebih terjangkau. Termasuk yang E5 sekarang harganya juga jadi lebih murah. Nah, sekarang gimana soal keeditan bahan bakarnya? Ini kita ganti ke mode Echo ya. Terus intrigen stop start-nya kita nyalain. Nah. Nah, sekarang saatnya kita reset. Sip. Nah, sekarang jadi nol. Nah, kita jalan keluar dari tol. Kenapa? Karena kalau dari tol itu ya kelihatan luar kota kan pasti bisa irit banget. Mobil-mobil zaman sekarang itu kalau di tol itu bisa irit banget karena rasio gigi terakhirnya itu dibikin benar-benar rendah gitu. Jadi dengan RPM yang sangat kecil di kecepatan 100 km/h apalagi kalau ngetesnya 80 ya itu bisa mesinnya tuh effortnya sedikit banget tapi jalannya panjang gitu. Nah, kita pakainya di jalan biasa aja. Jadi kayak kombinasi lah. Ini keluar kota tapi masih masuk ke dalam kota. Nah, sebenarnya di luar dari hasilnya nih yang belum kita tahu berapa, Cherry itu udah berusaha untuk ngebuat ini lebih irit dibandingkan dengan model sebelumnya. Kayak misalkan transmisinya diganti ke di sini itu salah satunya katanya biar lebih irit ya. Makanya nanti kita coba aja seberapa irit. Dan yang kedua dia sekarang ditambahin intelligence stop start atau ISS di mana kalau misalkan pakai begituan pas lagi lampu merah atau lagi macet gitu kan dia berhenti nyala berhenti nyala tergantung dengan kondisi juga mobilnya seperti apa. Nah itu biasanya kalau menurut studi di kemacetan itu bisa lebih hemat sekitar 7% dibandingkan mobil tanpa ISS. Nah tapi kan 7% itu enggak terlalu berasa ya sebenarnya ya. Makanya beberapa orang juga lebih senang ISS-nya dimatiin daripada dia nyala ngakuk-ngakuk gitu kan. Mati nyala mati nyala. Jadi kita mau jalan sekitar e 10 kilo aja untuk tahu berapa konsumsi BB yang kita dapetin. Ini kan ada lampu merahnya gitu ya. Jadi bisa mewakilah. Oke udah 10 kilo kita jalan dapat sekitar 14,2 km/l ya. Ini kombinasi ya. Karena kan tadi ada jalan yang panjangnya, ada di dalam kotanya kita macet-macetan ya. Dan hari ini emang lagi padat juga karena hari Sabtu jadi eh hari Jumat. Orang lagi pada long weekend mau ke Jogja Klaten. Walaupun udah ada tol, ternyata orang masih tetap lewat jalan biasa. Ya emang tolnya agak mahal sih, tapi ternyata enggak membuat orang itu semuanya full tool pada naik sini juga. Sekilas sih emang lebih irit Cuman tetap ini basic engine-nya masih sama. Jadi harusnya e ketika dipakai kita macet-macetan atau kita keluar kota, dia bisa lebih irit tapi enggak segitu signifikannya sih karena perbedaan cuma di transmisinya aja sama ditambahin ISS. Enaknya Omnya tuh gitu ya. Dibawa-bawa kencang belok kiri kanan gitu ya stabil. Ngomong-ngomong soal suspensi belakang ada bedanya apa enggak? Kalau dari gua yang gua rasain ya suspensinya menurut gua yang belakang ini sekarang udah lebih mendingan dibandingkan yang dulu. Karena yang lama tuh belakangnya suka agak mentul-mentul dikit. Yang sekarang ini kayaknya enggak cuma konstruksinya yang ganti, tapi juga springnya sama shock breakernya juga berubah juga. Karena gini, multilink ya sama torsion beam sebenarnya yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan bantingannya itu bukan konstruksinya, tapi bagaimana dia ngatur spring rate-nya sama shock breakernya itu diaturnya seperti apa gitu. Karena percuma juga kalau multilink tapi keras karena ee kombinasi per sama shocknya itu enggak pas gitu kan. Karena emang susah juga sih suspensi itu tuningnya enggak segampang itu gitu. Nah, kalau multilink dibandingkan dengan torsion beam itu terasanya biasanya dihandling. Kenapa? Karena ketika kita belok atau kita kena sesuatu di jalan, itu tuh ban yang sebelah kanan sebelah kiri itu geraknya independen. Jadi kalau misalkan kita belok gitu ya, yang ban sebelahnya itu dia enggak ikutan kena impact dari ban yang terkena impact gitu. Jadi sendiri gitu. Nah, ini kita jemput Mas Eko dulu makanya. E nih nih Mas Eko di sinilah e toko helmnya dia. Harni lagi libur karena kita mau culik bawa dia ke perambanan. Y, Mas. Iya. Jadi paling berasa itu ketika pakai mobil yang suspensinya multilink ketika belok belakangnya itu enggak gampang geser karena dia napaknya tuh pas. H ketika kita napak gitu ya. ketika kita belok gitu ya, tutup dong di luar berisik banget. Ini perdamannya bagus ya, karena dia pakai kaca double glass dan mobil-mobil Tionkok tuh plat bodinya tebal-tebal ya. Makanya nanti kalau kita lihat ngomongin harganya agak sedikit bikin kaget sih. Jadi ketika dia belok ya, ban belakang itu napak kiri kanan tuh sempurna. Karena ketika pakai torsion beam, ketika dia belok agak kencang, agak tinggi kecepatannya, kan yang paling banyak kena beban kan misalkan kita ke kanan nih, yang paling banyak kan kenanya ban belakang tuh yang sebelah kiri kan. Nah, karena dia ketekan yang kanan tuh ikut naik jadinya. Nah, ketika dia pakai multilink, nah ketika yang kirinya ketekan, yang kanannya itu tuh enggak kena eh impact dari yang sebelah kirinya. Jadi, dia pasti bisa napak dengan bagus. Coba deh perhatiin deh. Nah, kalau mau lebih enak lagi itu harus feelingnya tuh berasa gitu di pantat kayak kita lagi drifting kan kerasa di sini ya. Pas kita belok juga set beda itu grip dari si bannya. Tapi kebayak enggak semuaanya tuh tentang torsion beam sama multilink tapi bagaimana juga bannya pakai apa sama si perirnya sama shock breakernya gimana. Tapi di Omel 5 ini ya dari C5 ini gua rasa sih better Pas kita belok keluar tol itu kan biasanya ada belokan begini kan tuh ces. Hah. Jadi mobil Tiongkok yang handlingnya under R00 juta menurut gua terbaik sih. [Tepuk tangan] Gua baru ingat hari ini long weekend ya? Iya long weekend. Aduh macet. Jadi di Klaten ini sekarang ah ada tol yang sampai ke exit Perambanan. Tapi sebenarnya dari Perambanan tuh enggak sedekat itu juga ya. Iya. Berapa kilo? 5 kilo ada enggak sih? Ee kurang lebih ya. Kurang lebih ya. Nah, dan Perambanan itu lokasinya itu terpisah menjadi dua. Ada yang sisi baratnya Sleman, Jogja, sininya Klaten. Nah, tapi yang candi-candinya itu di Klatennya apa di Jogjanya? Candinya itu kayaknya di Jogja, tapi pintu masuknya di Klaten. Oh, jadi enggak bisa masuk kalau enggak lewat Klaten. Nah, itu pendapatannya dari Prambaran itu masuknya ke pendapatannya Klaten apa Jogja? Bagi dua. Gua enggak tahu ya. Kalau ada yang tahu coba komen di bawah. Nah, nih. Nih. H. Kalau mendekat radarnya tuh bunyi karena kan dia udah punya radar nih. Nah, gua mau matiin dulu karena ee enggak auto break it ya, Mas ya. Bukan. Jadi radar ini parking sensor kalau ada dekat tuh dia langsung bunyi terus nyalain si kamera 360. Ya cuma udah jalan. Jadi dia tuh sebenarnya kelengkapannya tuh banyak ya semuanya ada tuh di situ tuh termasuk ada sekarang nambah dua hal. Eh, yang pertama ada traffic jam assist. Jadi sekarang kalau misalkan kita pakai si ADAS-nya ada trafic control itu dia bisa sampai macet. H. Nih. Jadi kita nyalain sekarang nih ya. Nah, kita nyalain sekarang dia jalan dia akan ngikutin macet nih. Jadi macet ah bisa jalan sendiri dia. Ini gas nih, Mas. K. Iya. Enggak dipap. Kalau dulu ada adasnya, ada control dan kawan-kawannya. Cuman dia enggak sampai bisa pas dipakai macet. Hmm. Jadi macet harus kita take over. Ya, kalau ini bisa sampai macet, kita kencengin dikit. 40 deh ya. Nah, ini kan dia berhenti nih. Set berhenti. Wis. I. Nah, berhenti sendiri d berhenti. Tapi nanti ketika dia pada jalan ya, dia harus diinjak pedal gas atau dipencet tulisan plus rest-nya ini. Nah, ini kan maju ya. Pencet aja nanti dia baru maju. Oh, iya. Udah jalan sendiri. Cuma sebaiknya dipakainya pas lagi macet di jalan tol. Hm. Karena kalau kita pakai adasnya ini tetap harus pakai pegang tangan ya. Kalau enggak dipegang tangannya, dia akan bunyi terus e bahwa kita harus tetap pegang tangan. Jadi, dia itu kalau misalkan kita berhenti, coba lihat deh, dia tuh berhentinya berhenti dengan jarak pengendara Malaysia. Kalau di Indonesia kita kasih space begitu mobil dimasukin mobil. Aduh. Ah, iya. Iya. Nih nih nih lihat nih. Ini di paling dekat nih. Tetap tapi sebenarnya yang benar tuh begini. Iya. Iya. Benar. Lebih aman begitu. Yang aman tuh begitu gitu. Itu benar. Nah, makanya kalau buat gua mau pakai traffic jam assis ini pakainya waktu macet di tol aja. Kalau dimacet begini itu ya tahu ya nih sebelah kanan nih udah mau nyikat-nyikat kiri. Ada lampu se pasti kalau kita jarak segini disikat langsung. Benar. Nah, tapi yang benar tuh sebenarnya begini. Nah, tuh dia ngerem kan? Tuh begitu, Pak. Jadi ingat waktu pas perjalanan di Borneo pas lagi mainin itu pas lompat jembatan itu. Oh, kencang itu. Ee ini ee apa namanya? Tol Balikpapan Samarinda. Itu lagi belajar, Mas. Belum pernah pakai yang kayak mode-memode itu. Iya. Tiba-tiba sambungan jembatan gubrak loncat semua. Nah, ini kan mati nih ya. Nah, kita gas dikit aja maju. langsung lepas kakinya. Langsung lepas. Udah jalan sendiri. Enak mobil sekarang cagih-cagih. Nah, coba lihat tuh langsung disikat kita. Y begitulah. Semoga orang-orang di Indonesia nyetirnya makin tertib ya. Karena enak loh kalau tertib itu. Serius. Macet juga lebih cepat terurai. Macet lebih cepat terurai. stresnya lebih dikit ya kan. Ini kurang lebih grafisnya sama kayak e cari 38 ya. Ya benar tadi mau bilang gitu. Iya benar sama. Tapi menurut gua harusnya dibikin lebih modern dikit sih karena udah agak mulai bosan gua ngelihatnya grafisnya karena udah beberapa kali tur pakai itu terus, Mas. Iya benar juga. Jadi dia facelift tapi bentuknya enggak berubah. Oh. Sampai grafis-grafisnya pun enggak berubah meskipun dia ee adasnya nambah. Ini mainin tun warna kali ya. Iya sih bisa sih biar kelihatan beda gitu sama model sebelumnya. Tapi okelah yang esensial sih ini Android Autonya, Apple CarPlay-nya jadi bisa wireless. Itu sih menurut gua penting ya karena waktu gua pinjam kemarin, pertama kali tahun 2023 pinjam mobil ini tuh belum bisa. Nah, udah mau nyampai nih kita nih tinggal belok kanan sampai kanan dikit. Dulu gua ingat waktu gua backpackeran gua naik bus e apa namanya yang Jogja itu loh? Trans Jogja. Trans Jogja. Berhenti di sini terus salat di masjid situ. Ada sop ayam Pak Min. Sop ayam Pak Min itu pertama kalinya gua makan sop ayam Pak Min sebelah barat masjid. Cuma gua enggak tahu tuh Pak Min. Pokoknya enak aja. Iya Pak Min itu nih. Kiri nih ya kiri. Semoga enggak hujan ya. Loket masuk. Ini sebenarnya gua tanya boleh enggak sih bawa drone di Prambanan? Pas gua googling ternyata enggak boleh nge-drone. Ada biayanya lagi. Explore Perambanan Temple Compaound UNESCO World Heritage Side. Wah. Wah rame banget nih liburan nih. Liburan semua. Tapi pas ya kita datang pas lagi adem. Semoga enggak hujan. Emang ya perhatiin ya sampahnya itu loh kayaknya kita emang harus menggalakkan untuk orang-orang di mana pun dan kapanpun tidak buang sampah sembarangan. Nah, betul karena ya bisa kelihatan ya kiri kanan ini buat teman-teman kalau ke tempat daerah wisata dan kawan-kawan selalu diingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Disimpan dulu dah bentar. Iya. Heeh. sayang loh kita punya UNESCO tuh ya. Lihat tuh putih-putih tuh banyak banget. Eh tisu-tisu enggak tisu ada plastik lah tuh. Apalagi kalau misalnya kita mendekat biasanya puntung rokok tuh banyak bener. Bentar set. Nah kita bisa kelihatan di situ parkir kita apakah lurus tidak. Oke saya sudah sampai. Awas ya. Hah? Nih. Belum lihat kan tadi mobilnya kayak gimana? Iya belum. Ternyata keren dia. Kuncinya tuh sama kayak yang model sebelumnya. Ada remote engine start-nya. Jadi kalau kita ngunci, kita pencet tahan lama, dia bisa nyalain mobil terus dalamnya dingin tuh adem, AC-nya nyala. Tapi ini beda sama yang model sebelumnya. Nyala. Ih, itu sama kayak sebelumnya dia sekarang udah ada Carling O. Mas apa, Mas? Jadi dia ada aplikasi yang bisa connect sama mobilnya. dia bisa tahu status mobil kilometer jalan ke mana aja dan kawan-kawan termasuk bisa nyalain mobil dari jarak jauh bisa tracking pas jalan lari berapa AKM bisa juga bisa tapi dia pakai ini ya pakai pulsa ya oh pakai pulsa heeh jadi nanti kalau misalkan nih ya lagi siang terik tuh kita mau ah udah mau keluar nah udah mau pulang i kan pas dari candi kita bisa nyalain mesin dari jauh jadi ketika masuk udah dingin tapi masalahnya ini bukan mobil kita jadi kita enggak koneektin HP kita ke sini ke karling. nya. Tapi kalau pakai remot-nya berapa jauh? Kalau pakai remote ya kayak remote mobil biasa jauhnya itu. Oh, bagus ya perambanan sekarang. Oh, gua ingat dulu pernah sama Omobi Om Fitra masuk ke perambanan tapi enggak masuk. Cuma di parkiran doang. Tahun berapa ya? Karena pas ngelihat sini tuh familiar gitu. Kita beli tiket dulu di sana. Tiketnya berapa per orangnya? Nah, itu tiketnya reguler tuh dewasa Rp50.000, anak Rp25.000. Tapi ini harga lagi weekend karena hari ini lagi Maulid Nabi ya. Terus juga ada paket sama sama makanan jadi Rp85.000 kalau anak-anak Rp60.000 sama ada tiket buat ke Ratu Boko. Ratu Boko itu apa? Ratu Boko itu candi juga. Candi Ratu Boko. Iya. Itu ada di sebelah sana. Sebelah sana itu harganya Rp85.000 sama Rp40.000 buat anak-anak ya. Dapat free shuttle bus. Jadi dari sini kita bisa langsung ke Ratu Boko. Nah, ini ada keratun Ratu Boko, ada gapura, Andrawina Resto, Boko Piknik, kolam pemandian. Tapi yang lucu adalah ini pakai terusan perambanan Ratu Boko. Harganya tadi gua sebutin 85 sama 40 tapi ada foreign turouris buat orang asing. Harganya jadi Rp675.000. dan anak R50 R50.000 Jauh banget ya. Tapi semuanya udah free shuttle bus jadi nanti akan diantar ke sana. Ini tiketnya seperti ini. Bentuknya berlaku sampai 5 September 2025 ya. Hari ini dong berarti. Kirain berku 2 hari gitu. Ini udah masuknya kayak di luar negeri nih. Tinggal tap aja nih. Nah, di sini tuh ada empat candi. Jadi, masuk area ini tuh ada candi perambanan yang paling gede di sana. Candi lumbung. Lumbung, Candi Bubrah, Candi Sewu. Apa artinya, Mas? Candi Sewu. Sewu kan 1000 ya? Sewu bubra apa artinya? Rusak. Rusak. Lumbung. Lumbung ya. Lumbung. Lumbung. Lumbung. Lumbung padi. Lumbung padi. Perambanan artinya apa? Perambanan. Kalau perambanan apa ya? Mungkin. Nah, kalau yang legenda Roro Jonggrang itu yang mana? Perambanan. Perambanan berarti yang itu ya? Kan harusnya ee perambanan apa yang candi Sewu ya? Kalau lu ingat enggak? Buatkan aku 1000 candi. Candi Sewu kayaknya ya. Candi Seu. Enggak dong. Itu Prambanan. Iya sih. Terus akhirnya ee enggak jadi gara-gara pas mau bikin candi terakhir udah keburu berkokok ayamnya I dikerjain sama Roro Jonggrang. Kayaknya dulu gua ke sini enggak segede gini deh. Oh, ini udah dewasa sekarang, Mas. Gede loh ini loh. Gede loh. Nah, sekarang kita sudah berada di Candi Prambanan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad keesemban Mataram Kuno. Candi ini didirikan sebagai persembahan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Ini antri buat naik? Bayar lagi? Udah enggak? Oh, enggak gratis? Iya, soalnya udah include dari depan tadi. Oh, gratis. Oh. Nah, ada ininya maksimalnya berapa orang ya? Jadi ada yang turun, ada yang naik. Oke, bagus nih di apa namanya? Jaga kapasitasnya. Kapasitasnya karena kalau berlebih takutnya entar jadi rusak dan ya seperti itulah ya. Di dalamnya ada apa, Mas? Ada patung Dewa Siwa, Agastia, Ganisa, sama Dewi Durga. Ada empat ruangan. Oke. Yang ini sama. Ini Brahma satu ruangan. Oh, Brahma. I itu Wisnu. Itu Wisnu. Oh, oke. Kita masuk yuk. Siap. Ini tanggane tinggi-tinggi banget ini. Gelap ya flash. Siwa Mahadewa. Ini ada patung Siwa di sini ya. Mahadewa. Katanya ada tiga ruangan. Di mana sisanya? Batum yang kedua Agastia. Ya. Jadi ruangannya itu ada empat sisi ya berarti ya. Iya. Muter ya muter dia yang gede satu gitu. Di Candi Perambanan sendiri dia punya tiga patung utama, yaitu patung Dewa Siwa, Dewa Brahmana, dan Dewa Wisnu. Di mana ketiga patung tersebut mewakili Trimurti dalam agama Hindu. Patung-patung dewa utama ini ditempatkan di dalam tiga candi yang menghadap ke timur sesuai dengan kepercayaan Hindu mengenai arah matahari terbit. Sekarang mari kita lanjut ke candi berikutnya. Ini tuh kita ngelihatnya aja tuh udah pusing gitu. Jadi gimana cara bangunnya lagi kalau mau gimana nyusutnya lagi ya? Hah? Gimana nyusutnya lagi? Kan iya kayak ibaratnya lu main lego. Heh. Tapi enggak ada buku petunjuknya ini ditaruh mana ya kan posisinya pinggir apa tengah? keren sih. Emang sih seandainya bongkahan-bongkahan ini tuh adalah bongkahan yang layak dipugar. Ada berapa banyak candi di sini? Gila ya, banyak banget loh. Ini belum selesai ini. Bukan, ini enggak layak pugar. Oh, enggak layak. Jadi ada yang layak dipugar jadi kayak gitu. Yang enggak layak pugar ya begini. Jadi ini adalah yang tidak layak pugar. Cuma bisa dipugar cuma segini aja. Enggak ada separuh ya? Enggak ada separuh. Enggak ada separuh. Dan itu yang sudah dipugar dan itu 85% batunya asli katanya. Jadi bedanya segitunya ya? Tapi keren loh batunya. Lu bayangin lu jadi arkeolog gitu ya. Ngangkat batu segini lu lihat banyak segini banyak di batu kayaknya. Ini bagian bawah deh ini kayaknya atas deh. Ini arkeolog tuh hebat banget sumpah. Berarti melibatkan arkeolog, arsitek, sipil, dan bikin zaman dulu bikin bangunan seayak gini pakai batu ngangkatnya gimana se ee apa namanya? Deadlifter Indonesia yang luar biasa tuh. Dia beratnya 69 kilo. Heeh. Bisa ngangkut 300 kg. 300 kg. Kalau satu batu ini berapa kilo kira-kira? Ya, kurang lebih segitulah. Ini ini ber 100 kil lebih pasti. Iya, lebihlah. Enggak mungkin diangkat sama empat orang untuk membuat yang seperti itu. Gimana caranya naikinnya? Gimana? Gimana caranya? Ya, terus kita lagi perjalan ke candi berikutnya. Nah, di sini sepanjang jalan itu ada tempat-tempat rekreasi gitu loh. Kayak bayak rekreasi ya, kayak taman-taman buat anak-anak main. Jadi kalau misalkan terlalu jauh gitu kan istirahat dulu aja main-main dulu. Tuh banyak pohon beringin ya. Di sebelah kiri ada kayak museum. Ee ini kantornya Mas. Heeh. Itu isinya arca dan setupa-stupa. Iya. Kantor. Kantor Pramban. Candi Prambanan. Nah sebelah sana itu langsung perumahan warga. Bukan perumahan sih. Iya perumahan emang tempat warga. Nah, kalau misalkan kalian capek, kalian juga bisa naik gitu. Bagi. Ini sekarang kita di Candi Lumbung. Candi Lumbung ini adalah peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Kemungkinan pada masa Dinasti Silendra yang berpusat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dinamai lumbung karena bentuk atap candi yang menyerupai lumbung padi. Candi ini merupakan kompleks Buddha yang terdiri dari satu candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi perwara dan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan bagi para penganut Buddha. Sepi sekali ya kayaknya wisatawan tuh habis dari yang perambenan tadi mereka tuh enggak lanjut ke lumbung. Capek kayak Mas Puter itu juga udah luas ya. Enggak juga sih. Maksudnya kalau orang bule pasti ke sini. Rp600.000 masa enggak ke sini. Benar juga. Kalau kita kan cuma Rp50.000. Iya loh. Rp50.000 ke Rp600.000 ya. Jauh juga ya. Jauh banget. Ini sama kayak di Borobudur. Beberapa ada yang kepalanya hilang ya. Nah, tapi ini nih. Ini kayaknya asli nih. Tuh, ini pasti ditaruh di sesuatu tempat tapi bingung mau taruh di mana. Nah, benar. Ini kayak yang Nah, itu tuh tuh kayak gitu tuh pasti nempel tuh. Ini komplek yang lebih kecil ya. Ee dan bisa dilihat yang tengahnya ini pugarannya enggak nyampai ke atas. Kayaknya juga bingung tuh Mas gimana cara naruh di atasnya itu ada apa? Yang bagian atas sendiri kayak memang kelihatan kurang rapi ya. Mungkin memang kurang pas ya. Susah kali emang. Gimana caranya coba? Coba lu sebagai arkeolog apa yang akan lakukan pertama? Bingung kan? Bingung kan? Emang orang yang ngebangun aja udah hebat. Yang restorasi ini juga enggak kalah hebatnya. Susah loh. Benar. Benar. Bentar. Ini namanya candi bubrah. Bubrah kan artinya apa tadi? Ini justru paling bagus. Iya. Tertata rapi dong. Di mana bubrahnya? Candi Bubra dibangun pada abad ke-8 Masehi di masa kerajaan Mataram Kuno di bawah Raja Rakai Panangkaran. Merupakan candi Buddha di komplek Prambanam dan dinamakan demikian karena ditemukan dalam keadaan rusak atau bubrah oleh masyarakat setempat. Setelah ditemukan pada awal abad ke-19, candi ini telah direstorasi dan selesai dibangun pada 14 Desember 2017. Ia menampilkan keunikan motif teratai pada patasana Diani Huda. Ini bisa naik cuma dari arah sini. Iya, arah timur ya. Kita coba masuk, Mas. Boleh. Yuk. Yuk. Gelap lagi, Mas. Wah. Iya, sama kayak yang tadi. Ah, cuma ini udah enggak ada ininya. Patung. Patungnya udah enggak ada. Harusnya ada patungnya nih. Oh, jadi bikinan baru nih, Mas. Jadi apanya? Ini mungkin ya. Oh, iya. Aslinya yang ini. ini bikinan baru. Mencontok enggak bisa. Susah. Oh, contoh enggak bisa. Susah, Mas. dibilangin bikin ginian tuh susah banget loh. Sekarang mari kita lanjut ke cabi berikutnya. Ternyata digembok ditutup tapi ya ini lihat batu semua dari ujung ke ujung. Artinya banyak banget nih candi di sini. Ini yang dinamakan Candi Sewu. Ada 1000. Candi Sewu adalah kompleks Candi Buddha terbesar kedua di Jawa yang dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Dinasti Shilendra. Ditandai dengan prasasti Manju Srira tahun 792 Masehi. Dia berisi 249 bangunan candi. Kompleks ini dulunya menjadi pusat kegiatan agama Buddha dan politik. Nama Sewu berasal dari legenda Roro Jonggra. Meskipun jumlah candi sebenarnya tidak 1000 juga sih, candi ini menjadi simbol toleransi antar agama karena terletak berdekatan dengan candi perambanan yang bercorak Hindu. Oke, jadi ini adalah candi yang terakhir kita kunjungin. Tapi ada yang unik dari Dari semua yang kita kunjungin, H ternyata semua candi Buddha kecuali yang tadi perambanan. Candi Hindu Hindu sendiri. Ya, agak sedikit unik nih. Dan gua baru sadar sekarang. Kayaknya dulu gua waktu ke sini juga cuma sampai situ doang kali. Balik lagi ya, enggak sampai ke sini ya. Kayak yang perambanannya. Heeh. Dan di sini tuh kalau pagi jadi tempat orang ini lari olahraga. Lari pagi, lari pagi. Tua muda semua. Ya udah, udah jalan-jalannya. Sekarang kita balik lagi ke parkiran. Let's go, Guys. Di perjalan balik ternyata di sini juga ada tempat mana? Jempar ringan. Apa sih, Mas? Jempa ringan ngelempar golok. Apa? Golok. Terus ada rusa sama ada itu burung unta bukan sih? Bukan burung unta. Ternyata ini adalah kasuari. Ini adalah burung paling mematikan di dunia karena kakinya itu bisa ngebunuh orang. Tajam itu. Huh. Berotot coy bot di lapangan yang seluas ini. Bisa, Mas. Naik gitu Mas? Bisa dong. Aku enggak bisa. Udah gak gak usah aja mau coba. Enggak usah. Aku enggak bisa daripada jatuh. Ya malah ditantang berdua. Aduh. Berapa sewanya, Pak? Rp25.000. Berapa lama? 15 menit. Tapi cuma di area sini enggak bisa keluar. Ayo, Mas. Tak bayarin. Aku enggak bisa naik gitu. I tak ajarin. Mau nyoba diajarin. Aduh. Habis. Habis. berdiri y. Oke, yah. Tadi kita minum es kelapa cuma kurang puas karena dicampur air. Benar. Rasanya udah enggak fresh lagi. Ada tempat minum kelapa katanya lebih enak. Let's go. Alhamdulillah. Jadi ternyata jalannya jauh juga ya. Enggak sedekat yang gua kira. I lama enggak olahraga. Aduh. Heeh. Gua pikir paling muter-muter sejam. Ternyata 2 jam. 2 jam. Jadi sekarang jam 17.16. Nah, ini gua sebel banget nih ya. Eh, mobil gua tahulah lu lagi nunggu gitu. Cuma dari tadi kita ke parkiran segala macam itu masih ada mobilnya. Eh, dia diesel nyala terus itu baunya sampai ke tempat pintu keluar pengunjung tuh kecium bau dieselnya loh. Enggak dimati-matiin lagi. Maksudnya kalau pakai mobil diesel nunggu dimatiin kek karena baunya e enggak semua orang suka gitu. Oh, keluar aja juga antri nih. Alah, kok cuma satu? Kenapa enggak dua dibuka ya? Oh, ada R5.000. Terima kasih. Oke, jadi tarifnya flat Rp15.000 per mobil. Bisa bayar pakai flash dan bisa bayar pakai cash. Nih, gua baru tahu nih, ada beberapa mobil travel dia yang parkirnya di pinggir jalan tuh. Tuh dia parkirnya di situ tuh. Oh iya i biar gratis. R.000. Rp5.000 lumayan. Satu porsi tuh. Tuh lihat deh. Udah kelihatan nih. Udah ada malam nih. Hat biru-birunya kan? Heeh. B kita ganti warnanya nanti. Nah terus ini nih yang gua bilang tadi. Nah itu kan bunyi kan. Kita geser sini set nih. Parking distance controlnya kita matiin. Jadi nanti kalau ada yang lewat dia enggak bunyi, enggak ada gambar lagi ya. Sama ada intelligence stop startnya bisa kita matiin dari sini yang kalau kita berhenti mesinnya mati. Oh namanya intelligence stop. Stop start. Stability control bisa dimatiin. Ada heill control tapi dibilangnya di stepi decent. Terus ada landarter prevention. Kalau kita keluar jalur dia akan ngebalikin lagi setirnya. Sama warning-nya juga ada. Nah ini gua matiin semua. Ada touchstone, Wii, sound adjustment dan kawan-kawan semua ada di sini. Fiturnya udah aman banget deh. Terus kalau kalau ini, Mas, volume audio tinggal diputar dari sini. So, matin juga dari sini tuh mati dia gambarnya gambar planet. Iya, ya. Ada Hanoman itu tuh, Pak. Ha, thank you, Mas Eko. Sama-sama, Mas. Ya, hati-hati. Kita lanjut dulu. sampai malam jadinya ya. Sampai magrib ya, Mas. Yuk, thank you. Yuk, Mas. Yes. Akhirnya sampai juga di rumah. Lihat deh nih ada tulisan Omoda di sini tapi di pinggirnya tuh berpendar. Jadi kalau misalkan kita baru nyampe bawahnya tuh ada kayak kalau di mobil Eropa kan namanya padle lem ya. Jadi kalau misalkan ada genangan kita bisa menghindar gitu karena kelihatan. Jadi setelah kita nyobain cherry C5 ini ya buat gua apa yang gua kurang suka di model sebelumnya akhirnya diperbaiki kayak merah-merahnya hilang dan kawan-kawannya ya kan. Dan transmisi DCT-nya surprisingly enggak kayak DC, halus ya kan. Terus dia enggak enggak gruguk-guk gitu ya. Even dibandingkan dengan 3816 ini lebih baik. Dan harganya sih mobil kayak gini dapat suspensi multilink harganya cuma Rp349 juta aja. Gua enggak ngerti lagi nih. Cherry facelift lebih bagus tapi harganya malah makin turun. Nah, buat teman-teman yang pakai Omoda 5 yang versi sebelumnya bisa komen di bawah dan yang punya versi yang facelift kayak gini, nah bisa komen di bawah juga gimana rasanya dan bagaimana ngerawatnya. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Terima kasih menonton. Bye bye.

Lihat di YouTube