KE SUKABUMI PAKAI CHERY C5 TERBARU YANG MAKIN MURAH SAJA (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitrai. Hari ini saya mau makan siang di tempat atau di kota yang saya belum pernah makan siang di sana, yaitu Sukabumi. Saya juga bingung karena Sukabumi itu enggak jauh dari Jakarta, tapi saya justru lebih sering makan ke tempat yang lebih jauh daripada Jakarta Sukabumi. Jadi anyway hari ini saya mau pertama kalinya makan siang di Sukabumi dan tim sudah menemukan satu makanan yang menurut Anda semua para netizen ini termasuk kuliner yang legendaris. Saya belum tahu rasanya seperti apa. Kita akan langsung coba ke sana. Dan kita akan naik mobil ini. Cherry C5 yang merupakan sebenarnya facelift dari Omoda 5, Omoda 5. Tapi walaupun ada peningkatan di segi spek, kemudian ada peningkatan di segi desain dan juga fiturnya ada yang beberapa berbeda dan ini model yang lebih baru, tapi ternyata harganya lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Wow, ini adalah Cherry C5 RZ. Langsung aja kita jalan dan saya akan paparkan ke Anda apa saja perbedaannya dibandingkan sebelum facelift, bagaimana impresi berkendaranya, dan tentu saja apa saja kelebihan dan kekurangan dari mobil ini. Let's go. Jadi tempat makan yang mau kita datangi ini namanya warung nasi Pak Mamat di Lewigung. Dan ini murah meriah konsepnya karena katanya satu orang itu habisnya R5 sampai Rp50.000 tergantung lauknya apa yang kita pilih dan memang konsepnya value for money kali ini karena ini mobil pertama kali lahir di Indonesia sebagai Cherry Omoda 5. Omoda 5 itu pertama kali diperkenalkan di tahun 2022. Kami pikir ini mobil konsep. Ternyata di 2023 awal udah dijual. Jadi langsung eh Cherry itu menjual satu mobil yang bentuknya sangat atraktif. Karena waktu itu Cherry itu baru menjual 37 dan 38 kalau enggak salah. Dan 37 38 kan itu bentuknya konvensional ya. Seperti ini nih 3738 yang di tahun 2022. tiba-tiba keluar Omoda 5 yang bentuknya revolusioner, jadi ee catching sekali dan itu menunjukkan bahwa Cherry ini berubah dari dulu yang kita kenal 20 30 tahun yang lalu gitu bahwa dia sekarang juga membuat mobil yang atraktif. Nah, Omoda 5 waktu itu pertama kali keluar harganya mengejutkan karena harganya itu jauh dibandingkan para rivalnya. Ini mesinnya 1500 cc turbo. Kalau enggak salah itu hanya 300, 300 gede atau 400 kecil gitu ya. Nah, kemudian di 2025 ini Cherry mengeluarkan versi facelift dari Omoda 5 tapi sekarang namanya jadi Cherry C5. Karena Omoda itu sebenarnya adalah brand sendiri dan Omoda tidak pernah diperkenalkan sebagai brand tersendiri di Indonesia. Dan dengar-dengar juga Omoda itu kemudian gabung dengan JK. Tapi anyway, ini akhirnya namanya disimpelkan menjadi Cherry C5. Ada versi elektriknya Cherry E5 yang mana itu sebenarnya adalah versi baru dari Omoda E5 atau Omoda E5. Tapi apalah arti sebuah nama? Yang jelas mobil ini dijual dengan sejumlah penyegaran baik desain ee maupun spek perbaikan. Tapi yang mengejutkan adalah harganya. harganya diturunkan sekarang kira-kira turunnya itu Rp0 juta kalau enggak salah. Jadi sekarang ini tipe termahal ini tidak sampai Rp350 juta. Sedangkan tipe termurahnya yang Z ini, yang RZ yang Z itu 300 kecil Rp319 juta yang membuat mobil ini value for moneyya sangat baik. Yes, memang agak sedikit menyesakkan buat orang yang udah beli pertama kali, tapi ya kita pilih mana mobil itu harganya naik terus atau mobil baru itu harganya turun terus. Minimal walaupun harga mobil bekas itu pasti jatuh karena mobil baru itu berguguran harganya. Tapi kalau kita mau beli mobil baru lagi tidak perlu menambah uang terlalu banyak. Nah, anyway kita sekarang sudah jam 10. kemungkinan akan sampai ke warung nasi Pak Mamadnya itu jam 12. Dan berharap belum habis karena ini kalau saya lihat-lihat di Google jam .00 itu sudah tutup jadi tidak sampai malam. Kemungkinan jam .00 itu sudah habis. Moga-moga hari ini enggak ramai yang membuat dia tutup lebih cepat. Senang ya rasanya ee explore daerah-daerah di Indonesia mencoba kuliner-kuliner yang viral di media sosial. Gimana juga media sosial itu menjadi salah satu pengaruh buat orang-orang yang belum tahu makanan di daerah tertentu. Jadi tahu dan mencoba. Ya kadang enak kadang enggak. Dan ini saya mau mau coba seenak apa dan apakah worth it pergi khusus ke Sukabumi untuk makan kuliner legendaris ini. Oke, sekarang saya akan coba dulu mobilnya. Jadi nanti saya bisa menceritakan lebih detail ke Anda bagaimana impresinya, ee apa saja yang saya suka, apa saja yang saya kurang suka dan nanti juga saya akan berhenti di rest area buat memperlihatkan ke Anda detail perubahannya dibandingkan sebelumnya. Dan dengan Rp349 juta, kira-kira Anda dapat apa aja sih di mobil ini? Dan di sini perjalanan kuliner ini tidak ada intervensi dari Cherry ya. Jadi saya akan ngomong apapun yang saya rasakan dari mobil ini. [Musik] Oke, kita istirahat dulu sambil kita lihat apa yang diberikan mobil ini untuk harganya yang cukup renyah. Ini tipe termahalnya. Harganya di Rp349 juta. Yang jelas kalau kita lihat di depan ini ada perubahan ini ya, ada perubahan grill. Masih motifnya titik-titik tapi berbeda. Kalau Omoda 5 yang lama itu seperti ini. Nah, kalau yang Cherry C5 seperti ini. Jadi ada penyegaran. Yang menarik adalah mobil sebelumnya itu namanya Omoda 5, tapi enggak ada tulisan Omodenanya. Sekarang namanya dihilangkan Omoda jadi Cherry C5, tapi justru di sininya ada Omoda di depan kap mesin. Nah, ini adalah tipe yang tertinggi tipe RZ dan satu yang saya apresiasi tidak ada lagi aksen merah. Jadi aksennya hanya hitam. Aksen merah di model sebelumnya agak-agak berlebihan gitu ya. Karena ini sebenarnya bukan mobil yang sporty, tapi sekarang jadi lebih simpel, lebih elegan. Dan kemudian di sini juga ada tulisan Omodanya. Belakangnya juga kelihatan lebih modern. Secara umum tampilannya itu dia lebih simpel. Lebih simpel tapi tetap ada aliran desain yang progresif. Lihat ini sudut-sudutnya. Kemudian ini yang belakangnya melandai. Ini spoilernya juga agresif. Bannya sama seperti sebelumnya menggunakan 18 inci 2155 R18. Wah, dia udah pakai sistem pegas. Nah, untuk mesinnya ini sama seperti sebelumnya. Ee unit 1500 cc turbo dengan tenaga 145 HP atau 147 PS dan torsinya 230 Nm. Tapi walaupun mesinnya sama dilakukan upgrade di sektor transmisi. Kalau sebelumnya menggunakan CVT, sekarang menggunakan six speed dual clutch transmission. Jadi transmisi yang lebih canggih yang mungkin itu juga lebih efisien dalam menyalurkan tenaga karena slipnya lebih sedikit dibandingkan CVT. Nah, tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke dua roda depan. Oh ya, ini lampunya juga sekarang berubah jadi lebih tajam dan lebih modern serta DRL-nya bentuknya seperti huruf J sekarang. Nah, ini duduk belakangnya memang ceri C5 ini diperuntukkan buat anak muda, buatnya sendiri gitu ya. Tapi sekali-sekali kita bisa bawa teman di belakang. Nah, ini walaupun atapnya melandai tapi ternyata headroom-nya masih memadai. Saya enggak mentok sama sekali. Lightroom ya cukupan, enggak terlalu yang lega-lega banget, tapi juga enggak yang sampai sempit banget. Masih e proper duduk belakangnya. Dan ini wah bangku depannya besar sekali dan sporty sekali. Ada cuman satu buah USB slot di sini. Mestinya dua ya. Kalau satu nanti penumpang belakang bisa berantem siapa yang pai. Dan ini masih USB A jadi belum USB C materialnya. Untuk harganya sih ini tergolong eh bagus. Di sini soft material, di sini hard tapi tidak terlihat murah. Dan di sini soft material lagi. Power window sudah auto up dan auto down sampai ke belakang. Kemudian ini ada eh sandaran tangan dengan cup holders ini. Ah, ini suka terjepit ya memang ya. Ini konstruksinya dia suka kejepit tapi dia ya lumayan tegak. Enggak tegak-tegak banget tapi juga enggak rileks-rileks amat. Secara umum bagian belakangnya oke. Dia e cukup empuk bangkunya. Tapi memang bagian belakangnya ini bukan yang lega-lega amat karena Ceri C5 ini memang e SUV yang cukup kompact ukurannya dan lebih mementingkan untuk driver di depan. Sekarang kita ke depan. Setirnya udah flat bottom. E kulit juga ini. Jok semua kulit. Posisi duduk enak. Ini setir bisa diatur tilt dan teleskopic. Jadi, Anda bisa mencari posisi duduk yang pas. Dia memang kakinya bukan yang selonjor ke depan karena dia sebuah SUV. Jadi, masih seperti eh orang duduk gitu ya. Tapi it's ok. Ergonomis. Di sini ada tempat untuk meletakkan handphone. Ada dua kanan dan kiri. Yang kiri ini ada wireless chargernya. Kemudian layarnya ini juga dua layar. Ada layar yang untuk entertainment system itu 10,25 inci dan meter clusternya itu juga sama 10,25 inci jadi besar. Dan ini untuk layar yang ee infotainment ini dia sudah bisa Apple CarPlay dan Android Auto. Kalau tampilannya sih ya biasa saja, enggak ada yang terlalu istimewa dari tampilannya. Tapi memang banyak fungsi dari mobil yang bisa diatur dari sini. Bahkan dia ada ambiance light. E bahkan bukan cuman ambience slide itu kalau kita keluar di bawah pintu itu kalau malam itu ada tulisan Omoda kayak di mobil-mobil premium. Nah, ini ee AC semua juga bisa diatur di sini. Dan ini ada panel AC yang model sentuh di dashboard-nya. Nah, yang baru di model ini adalah adanya idling start stop serta automatic engine shut off. Jadi untuk menghemat bahan bakar misalnya mesin menyala terus dalam waktu yang berlama ee terlalu lama dia akan mati. Dan juga ketika Anda berada di kemacetan, ketika ruangan kabin cukup dingin, AC enggak terlalu dibutuhkan, dia bisa mematikan mesin. Jadi ada auto eh start stopnya. ADAS sudah lengkap. Ada 10 fungsi ADAS di mobil ini dan termasuk yang saya paling suka adaptive cruise control serta landeping assist. Jadi dia sudah bisa berkendara semi autonomo di jalan. Di sini juga ada mode berkendara. Mode berkendaranya ada ecoo normal dan sport. Kita dari tadi pakai normal terus. Ini keren ya. Ini kayak juga kayak di mobil premium. Di sini ada dua panel sentuh. Di sini ada untuk home dan ada untuk around view monitor. Jadi untuk home kita bisa pencet langsung dari sini. Around view monitor juga bisa. Udah ada kamera 360. Wuhu. Paling kita bisa muter-muter mobilnya seperti ini juga. Benar-benar ini mobil harga 300-an tapi dengan kelengkapan seperti mobil 500 jutaan. Oke, kita siap-siap jalan lagi. AC-nya ini juga udah dual zone. Ada fitur autonya juga. Kemudian dia juga dilengkapi dengan perintah suara. Jadi ada intelligent voice command. Dia bisa untuk kontrol audio AC, dan navigasi via suara. Tapi kalau navigasi sih kalau saya lebih prefer ke Android Auto atau Apple CarPlay karena sudah bisa membaca kemacetan. Audionya Sony 8 speaker jadi suaranya cukup jernih dan dia ada eh fitur suara yang imersif juga jadi seolah eh surround sound. Kemudian mobil ini juga sudah dilengkapi dengan IOV internet of vehicle. Jadi ada sambungan internetnya di sini. Jadi bisa terkoneksi mobil ini ke cloud ke servernya dari ee Cherry. Jadi kemungkinan untuk over the air update juga sudah bisa dilakukan oleh mobil ini. Dan satu lagi sistem AC-nya ini juga di sudah dilengkapi dengan eh PM 0.3 ultra efficient filter. Jadi dia bisa menyaring udara kalau misalnya dia mendeteksi ini sudah agak terlalu ee kotor atau banyak polutan di dalam mobilnya. Ini cocok buat perjalanan jauh. Membuat kualitas udara yang kita hisap untuk bernapas itu selalu bersih. Oke, lapar. Sekarang kita langsung jalan ke warung nasi Pak Maman. Nah, ini kita lewat tol terus sampai daerah Cibadak. Tolnya masih akan berlanjut lagi tapi belum selesai. Dan kita mulai memasuki area Sukabumi. Sukabumi ini tinggi ya. Dia itu ketinggian rata-ratanya di 584 m di atas permukaan laut. Artinya suhunya lumayan dingin di sini. rata-rata tuh di bawah 30 derajat Celcius terus apalagi kalau malam itu sejuk sekali di sini. Ah, ini sedikit sejarah tentang Sukabumi ya. Sukabumi itu mulai dihuni oleh orang itu 1000 tahun yang lalu di abad ke11. Jadi di tahun 1000-an lah kira-kira. Tapi setelah penjajahan Belanda baru namanya jadi Sukabumi. Kalau enggak salah tuh dulu namanya tuh Cikole. Cikole area ya. namanya sebelumnya kan Cikole, tapi area khususnya yang sekarang menjadi kota Sukabumi itu diusulkan diubah tu tahun 1814 dan tahun 1815 akhirnya berubah menjadi Sukabumi. Kalau kita sering meresetinnya love earth, like earth itu actually orang Belanda. Eh, jadi e orang Belanda yang mengusulkan itu yang memang dia pemilik coffee plantation mereka ee dia mengusulkan ke pemerintahan Belanda yang waktu itu memang kita masih jajahan Belanda untuk diubah jadi Sukabumi. Enggak tahu alasannya kenapa, tapi disetujui ya udah jadi namanya ee Sukabumi. Dan saya tuh terakhir ke Sukabumi mungkin pas kecil kali ya. Enggak pernah, enggak pernah sama sekali ke Sukabumi. Jadi sekarang e senang banget. Akhirnya pertama kali ke Sukabumi nyetir sendiri. Pertama kali lewat tol Bochimi Rp36.000 by the way tadi biayanya. Enak ya berbukit hili gitu, berbukit-bukit jalannya. Kita tadi berangkat dari Jakarta yang artinya itu dia lebih rendah daripada Sukabumi. Jadi jalan ke sini menanjak. Tapi ternyata konsumsi bahan bakarnya nih Anda bisa lihat masih 14,9 km/l. Artinya cukup hemat dan tadi juga ee perpindahan gigi dari transmisi 6 speed dual clutch-nya juga halus. Tapi iya hemat hampir 115 untuk keluar kota dan menanjak. Nah, ini mulai macet. Tapi enggak apa-apa. K dekat ke tempat makan kita. Nah, kuliner yang mau kita datangin sekarang ini bukan yang viral ya, bukan yang bukan yang kekinian gitu yang ee baru, tapi ini justru salah satu yang paling legendaris di Sukabumi ini di daerah Cibadak namanya warung nasi Pak Mamat. Kenapa legendaris? Karena konon sudah buka dari tahun 1958. Ee enggak enggak enggak maksudnya enggak enggak buka terus-terusan ya. Kalau malam tetap tutup gitu, pagi buka lagi. Dan maksudnya itu warung sudah ada dari tahun '8 bahkan sekarang sudah dikelola oleh anak dan cucunya. Tapi menurut warga Sukabumi itu rasanya selalu otentik dan terjaga dan rasanya tuh enak gitu kayak makanan rumahan. Makanya sekarang kita langsung mau coba untuk ee menentukan seworth it apa untuk memburu kuliner ini sampai ke Sukabumi. Warungnya kecil ya, kecil banget. Dan jalannya juga kecil, kecil banget. Jadi parkir mungkin enggak terlalu gampang. Ini udah smart killess. Eh, enggak apa-apa kita enggak harus makan di tempat yang fancy atau viral. Justru kita pengen tahu yang legendaris-legendaris seperti ini. Makan, Mas. Boleh. Boleh, Pak. Ini pas namanya Pak Mamad. Oh, 59 bukan 58. H enak rasanya tuh. Rasa zaman dulu, bukan rasa modern. Susah enggak terlalu asin. Definitely ada MSG-nya. Tapi segar. Dagingnya empuk banget. Kalau sambalnya dia pakai model sambal kacang. Sambal kacang kan juga model sambal zaman dulu ya. Seger. Ini pas banget buat sarapan sih. Babatnya babatnya juga empuk dan gurih. Ayamnya juga rasa zaman dulu. Beneran rasa zaman dulu. Otentik banget. Kayaknya mesti tambahin jeruk dikit dan kecap sedikit. Wah mantap. Enak. Segar banget ini. Katanya tuh yang enak tuh perkedelnya juga. Sayang perkedelnya udah habis. Ini rasa yang beda sih. Enggak didapetin di mana-mana rasa kayak gini. Wah, untung datangnya sebelum jam 12.00. Habis jam 12. Ramai banget. Enak sih. Nah, sekarang saya mau kasih rating ala alami challenge Star. E apakah layak dikunjungi kalau misalnya Anda berada di Sukabumi? Layak dia sudah dapat satu bintang. Apakah layak untuk ditur? Jadi misalnya Anda tujuannya bukan ke Sukabumi tapi ke tempat lain, tapi bisa belok sebentar ke Sukabumi buat nyobain ini layak. Karena rasanya itu otentik gitu rasa zaman dulu. Nah, apakah layak untuk berjalan jauh dari luar kota untuk makan di sini? Mungkin belum sampai se setaraf itu, tapi congrats dapat dua star dari saya yang bukan ahli kuliner, tapi saya suka rasanya. Rasanya tuh otentik sekali kayak kayak kita ke tahun silam lagi gitu merasakan soto yang benar-benar sederhana. Enggak ada yang macam-macam. Benar-benar cuman pure daging yang kualitasnya bagus, empuk. Kemudian ee kuah yang rasanya juga ee natural, ayam goreng yang benar-benar kayak rumahan babatnya. Sayang, saya belum sempat ee perkedelnya. Jadi kalau Anda lagi jalan walaupun Anda enggak ke Sukabumi, tapi Sukabumi enggak jauh dari perjalanan Anda, coba deh mampir. Cuman memang konsernnya, parkirnya enggak terlalu gampang. Oke. Hah, senang banget. e makanan legendaris yang sangat-sangat layak untuk dikunjungi. Sekarang kita langsung jalan balik ke Jakarta dan saya akan sampaikan ke Anda bagaimana impresi saya ke mobil ini termasuk juga plus minusnya. Weh, jalanan yang tadinya macet total, sekarang udah lumayan lancar. Mungkin karena jam makan siang ya, jadi pada makan semua. Tapi itu tempat sih tadi begitu jam makan siang langsung penuh gitu. Dan menurut saya tempatnya kekecilan. Eh, untuk rasanya dan legendanya mereka layak untuk punya tempat yang lebih besar. Ya, mungkin mereka belum punya investor ya, tapi e kuliner legendaris seperti ini mereka layak dapat tempat yang lebih e proper, lebih besar. Ini makanan yang selama berapa ini? 60 6 tahun bertahan ya karena rasanya. Satu yang saya suka itu sambal kacangnya yang dicampur dengan cabe merah sedikit dan cabe rawit hijau lumayan banyak. Pedaspedas sekali. Tapi bukan cuman pedas, ada rasa gurih kacangnya itu yang bikin jadi enak gitu. Itu sambalnya nice. Enggak nyesel jalan ke sana. Walaupun untuk balik lagi khusus untuk makanan itu mungkin enggak. Tapi definitely saya kalau misalnya jalan ke area dekat Sukabumi sangat layak untuk dimampirin lagi itu tempat. Oke, sekarang kita balik ke Jakarta. Kenapa sih saya suka banget nyetir mobil jauh? cuma buat makan siang atau cari kulineran. Well, buat saya ya, Anda mungkin berbeda, saya itu orang yang suka nyetir dan saya juga orang yang menikmati kuliner. Mungkin saya bukan ahli kuliner, tapi saya suka ee melakukan effort untuk mendapatkan makanan yang pas di selera saya. Jadi activity ketika kita jalan jauh, naik mobil, cari kuliner favorit, itu aktivitas yang sangat menyenangkan buat saya. Karena perjalanannya aja saya nikmati, saya bisa menikmati mobil mungkin mobil-mobil mungkin mobil saya pribadi atau mobil dengan teknologi-teknologi ee terkini. Dan sampai di tempat tujuan, saya bisa memanjakan perut dan mulut saya dengan makanan yang enak, makanan hasil Indonesia terutama yang saya suka. Kemudian pulangnya lagi menikmati mobil itu lagi sampai ke rumah. Jadi aktivitas berjalan naik mobil cali kuliner tuh buat saya aktivitas yang memanjakan semua indra saya. Mata dimanjakan. terutama di mobil yang bentuknya keren. Ee kulit saya juga dimanjakan dengan bahan-bahan yang mungkin ada di mobil tersebut. Kemudian ee kuping saya juga dimanjakan kalau kebetulan mobilnya memiliki audio yang bagus atau suara yang merdu. Perut dan mulut juga dibanjakan dengan kuliner serta lidah. aktivitas yang mungkin enggak semua orang melakukan. Tapi buat orang yang mungkin seperti Anda yang suka nyetir, suka menikmati mobil, dan penikmat makanan. Itu adalah sangat menyenangkan, yang sepadan dengan pengorbanan waktunya. Jadi, ada dua tipe dari Cherry C5 ini, ada yang Z dan RZ. RZ itu yang tipe paling mewah. Perbedaan harganya sekitar Rp30 juta. Kalau yang Z itu Rp319 juta. Yang RZ itu Rp349 juta. Nah, yang RZ ini dia punya sunroof, electric tailgate, kemudian jok electric sixway untuk drivernya. Bangku depan ini ventilated seat dan dia ada kamera 360. Kemudian ada beberapa fitur perlampuannya seperti e door light eh sequenial light yang itu berbeda dari yang Z. Tapi yang Z sekalipun dengan harga hanya Rp319 juta, Anda sudah mendapatkan mesin 1500 cc turbo sama transmisi 6 speed dual clutch sama dan seluruh fitur ADAS-nya juga udah dapat dan airbag-nya juga sama en buah airbag. Jadi fitur keselamatan pasif dan aktifnya itu sama antara yang Z dan RZ. RZ ini eh tidak mempengaruhi secara drive train maupun keselamatan. Tapi hanya sejumlah fitur yang mungkin tidak semua orang perlu. Tapi dengan selisih hanya Rp30 juta, saya rasa RZ ini sangat menarik untuk dipilih. Udah hampir 150 km saya jalan pakai mobil ini. Yang saya rasakan bantingannya nyaman, lebih dewasa dibandingkan sebelumnya ya. terutama karena suspensi belakangnya multilink gitu. Jadi enggak ada tuh gejala mengayun ee bantingannya tuh serasa mobil mahal. Padahal ini mobil Rp300 jutaan dan handringnya juga masih baik. Memang dia bukan mobil sport ya, jadi masih ada limbungnya, tapi di kecepatan tinggi itu cukup cukup percaya dirilah menggunakan mobil ini. Kemudian konsumsi bahan bakarnya juga cukup hemat. Memang saya belum melakukan pengetesan yang ee jangka panjang gitu ya. Itu mungkin nanti pada saat di Auto driver saya akan lakukan semua pengetesan sesuai standar Auto driver. Ini cuman jalan-jalan aja di antara 114 sampai 115 kira-kira konsumsi bahan bakar di rute kombinasinya walaupun kebanyakan di tol. Nah, mobil ini untuk harganya yang 300 jutaan kecil, tidak sampai R50 juta, itu value for money-nya luar biasa. Ini kualitas seperti ini tuh layak ada di SUV Rp500 jutaan. Luar biasa emang Cerry. Rata-rata biasanya di 300 jutaan itu kita mendapatkan SUV yang mesinnya lebih kecil serta ukurannya lebih kecil dibandingkan Cherry C5 ini. Jadi benar-benar cerry memberikan sesuatu yang lebih untuk harganya. Apalagi transmisi dual clutch 6 speed dan suspensi multilink itu menurut Cherry adalah satu-satunya di kelasnya. Good job. Nah, tapi kita juga harus fair. Ada beberapa hal dari mobil ini yang ee kurang saya suka atau mungkin bagi beberapa dari Anda bisa seperti ee kelemahan dari mobil ini. Yang pertama adalah desain yang melandai membuat visibilitas belakang itu lumayan sempit. Apalagi kalau headr itu dinaikkan e semuanya gitu aja. Masih memadai tapi enggak begitu luas visibilitas ke belakangnya. Kemudian hal kedua yang kurang begitu saya suka adalah offset ban standarnya. Jadi ini mobil bentuknya udah keren, agresif, tapi offsetnya tuh agak terlalu ke dalam gitu bannya. Jadi kayak kayak kayak berkurang e nilai sporty-nya tuh karena bannya itu offset ke dalam. Tapi kalau misalnya kita ganti veleg yang lebih eh keluar atau mungkin sekedar di pasang spacer, itu akan lebih proporsional dan TRKnya jadi lebih lebar dan menjadi lebih gagah mobilnya. Kemudian e transmisi dual clutch-nya ini terbukti mampu eh men-deliver tenaga secara efisien, kehematannya bagus, kemudian pada saat akselerasi juga perpindahan giginya halus, tidak cepat seperti di City yang di mobil sport ya, tapi cukup halus. Namun memang ketika kita stop and go ada khasnya di CT itu agak agak jerky ya. Jadi kayak agak gugup gitu ketika kita stop and go. Apalagi kalau kita pakai e adaptive cruise control-nya di tengah kemacetan gitu. Karena dia udah ada ee adasnya untuk membantu di kemacetan. Jadi kita bisa pakai adaptive cruise control itu sampai berhenti. Stop and go bisa dia aman tapi memang jadi kurang begitu halus rasanya. Dan satu lagi, bukaan bensin mobil ini belum yang terintegrasi dengan kunci, tapi dia masih harus manual seperti ya seperti mobil dulu gitu. Hal-hal kecil tapi agak sedikit mengganggu. Nah, tapi di lain sisi, mobil ini juga punya sejumlah hal yang ee saya suka. Yang pertama, walaupun mobil ini sudah masuk ke era modern, tapi eh tombol-tombol fisik tetap dipertahankan, tidak semuanya dimasukkan ke layar. Jadi seperti tombol eh auto hold, kemudian mode berkendara, pengaturan spion, itu semua masih di tombol luar. Di setir juga banyak tombol-tombol yang fungsional. serta AC walaupun tidak ada tombol fisik lagi tapi AC masih ditempatkan di dashboard dengan ee tombol sentuh ya itu lebih mudah dibandingkan menyetelnya itu dari dalam layar. Kemudian hal kedua, eh saya merasakan sesuatu yang unik pada saat tadi dari Sukabumi itu pulangnya kan turunan tuh ada turunan yang lumayan curam. Ini transmisi DCT-nya itu memberikan efek engine brake yang sangat memadai dan membuat e kita enggak perlu sering-sering menggunakan rem di turunan yang panjang. Ini enak eh d-nya ini untuk engine brake-nya. Kemudian untuk hal berikutnya adalah auto hold-nya yang fleksibel. Maksudnya gimana? Jadi kita pencet auto hold tapi auto hold itu tidak langsung aktif begitu mobil itu berhenti. Dia baru aktif ketika mobil itu berhenti dan kita injak rem sedikit lebih dalam. Nah, ini sangat bermanfaat karena auto hold itu tidak cocok di semua keadaan. Ada keadaan yang kita butuh memang hanya berhenti sebentar kemudian jalan lagi dan ketika auto hold bekerja malah merepotkan kita karena kita harus memindahkan kaki ke gas lagi. Nah, dengan auto hold model seperti ini itu kita tinggal berhenti secukupnya kita lepas rem dia jalan lagi. Kecuali kalau kita mau berhenti lama kita baru injak rem sedikit lebih lebih dalam. Kemudian hal berikutnya adalah ini mobil Rp300 jutaan ya. Kacanya double di depan. Jadi di dalam itu lumayan hening. Dan satu lagi ada laci yang di sini dihembuskan juga ventilasi AC. Jadi ada angin AC, ada ventilasinya di situ. Jadi ini seperti lemari pendingin yang bisa menjaga minuman kita tetap dingin. Dan semua itu di mobil harga Rp300 jutaan. Alhamdulillah udah sampai tadi di tol lumayan macet. Untungnya di sistem adasnya sudah termasuk traffic jam assist ya. Jadi sudah lebih santai gitu kalau kita macet-macetan di tol. Well, untuk harganya luar biasa value for money mobil ini. Jadi, buat Anda yang kebetulan lagi cari SUV R00 jutaan yang stylis, enak dikendarai, enak dinaikin, kemudian ee performanya baik, serta fiturnya lengkap, mobil ini layak untuk Anda pertimbangkan serius. Dan juga bagi Anda yang tahu rekomendasi kuliner lainnya, silakan Anda komentar di bawah. Kira-kira saya harus jalan ke kota mana lagi dan kuliner apaagi yang spesial di kota itu? Silakan sampaikan di kolom komentar. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Ari jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Dan keterangan lebih lanjut mengenai CRI Anda bisa ke website mereka atau ke Instagram mereka. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di vlog selanjutnya. Bye bye. [Tepuk tangan]
