Jungkat

Keburu GHOIB !! Udah Beli Aja !! Poco X8 Pro Max (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Poco X Pro Max yang dari sisi harga dia udah ngebantai semuanya. Dan biasanya kalau misalkan review itu bermanfaat buat kalian, ini review bakalan enggak bermanfaat. Kenapa? Karena ketika dia makin di-review, makin banyak yang tahu, makin banyak yang beli, saya kira barangnya bakal makin langkah karena ini gila sih, ini murah banget. Kesimpulannya udahlah beli aja. Saya K B and see you on the next video. Ah, lah bercanda ya. Kenapa saya bilang HP ini worth it banget? Karena di saat kondisi sekarang harga komponen itu naik terus geopolitik perang. Harga-harga HP yang pakai Snapdragon 685 itu tembus Rp5 juta. Poco X8 Pro Max ngasih harga cuman 6 jutaan. Kayaknya Poco ini enggak nyari margin deh di seri ini. Kalau di kondisi sekarang ya kayaknya mereka lagi bakar duit karena ini terlalu murah. Bayangin aja ya chipsetnya ini pakai diamond City 9.500 S ya. Bukan yang varian 9.500 kayak di Oppo Find X9 Ultra atau di Vivo X300 Pro tapi yang S. Selisihnya pun kalau kalian lihat tabel berikut ini ya, perbedaannya itu cuma ada di jumlah clock speed-nya aja. Yang varian S itu lebih rendah dengan 3,73 GHz. GPU-nya juga beda. Tapi secara performa kalau di kondisi pck dia bakalan jadi lebih stabil karena kan ya enggak sekencang sih 9.500 biasa. Tapi Poco itu kan penyakitnya biasanya kencang kenceng kencang tapi panas gitu ya. Nah, di video kali ini kita akan coba unboxing dan juga kita test game lah nanti. Untuk boknya seperti biasa warna hitam seperti ini dengan warna brandingnya PUK kuning dan kalau kita lihat spesifikasinya untuk yang kita bahas ini RAM-nya 12 GB dengan storage 512. Gokil di kondisi RAM naik, SSD naik dia tetap ngasih mentok. Chipsetnya di sini tertulis flagship Dimensity. Ya, kalau dibilang flagship ya, ini chipset flagship killer lah ya, bukan yang pure 95.00S. Terus baterainya gokil, baterainya gede banget. 8.500 mz. Ini mungkin jadi HP 6 jutaan yang baterainya paling gede ya, 8.500 dan enggak dikasih yang 33 atau 44 watt, langsung dikasih 100 watt hypercharging dengan layarnya AMOLED. Okelah, coba kita buka aja di dalam paket pembeliannya ini kita dapat apa aja. Ini ada sim ejector, terus casing seperti biasa ya. Cing-nya juga enggak usah kita buka lah ya. Terus juga ada uh pokoknya beraksi. TL-nya tetap sama. Dan HP-nya ada warna putih. Nih ngomongin soal warna dia ada beberapa warna. Jadi ada hitam, putih, biru, dan varian yang Iron Man Edition. Nah, untuk harganya yang 12512 itu di 6,59 dan yang 12256 itu di 6,1 juta. Dan dari situ aja kelihatan sih kayaknya pokoknya enggak ngambil margin ya. Kayaknya bakar duit atau dari iklan mungkin ya, profitnya. Terus kita juga dapat kabel yang kabelnya ini apakah type C to type C? Ah sayangnya ya masih belum masih type E to type C seperti ini. Tapi coba lihat nih adapternya kita langsung dikasih adapter 100 watt. Wah adapter 100 watt itu adapter yang mahal loh. Oke jadi ini adalah si Poco X8 Pro Max-nya. Sambil kita nyalain sambil kita hand. Untuk frame-nya dia pakai aluminium ya. Pertama dipegang tuh kerasa solid dan enak di tangan. Enggak ada sensasi murahnya kalau dari bagian pinggir. Tapi kalau bagian belakang dia masih pakai plastik polikarbonat. Walaupun enggak sekopong Poco seri 6 ya. Ini masih kerasa solid ya. Jangan berekspektasi kayak feel-nya itu HP R5 juta ke atas ya. Ya, kalau Rp juta masih Fe-nya masih Rp jutaan lah. Soal durability dia juga udah punya 4AT IP rating 66, 68, 69 dan 69K. Gila empat ya. Itu udah kayak sertifikasi mau jadi guru ya. Harus banyak sertifikasinya. Terus bagian depannya dia pakai Corning Gorilla Glass 7i. Terus ada SGS 5 Star juga certification buat ya tahan bantingnya. Untuk fingerprint-nya tadi pas saya set up ini bukan yang optical ya, tapi ini udah ultrasonic yang artinya kalian geser atau kalian sentuh tipis aja dia bakalan kebuka. Gila, ini biasanya sensor fingerprint yang ada di HP flagship kayak IQ 15 ya pokoknya yang harganya mahal lah, Samsung S26 Ultra kayak gitu-gitu. Tapi ini dimasukin ke seri Poco gila R jutaan pakai Ultrasonic. Nih kita ulang ya, kita sentuh aja dia langsung kebuka. Kalau untuk hptic feedback sih ya bukan yang htik feedback-nya flagship ya, yang kayak rasa tagtailnya, ada kayak rasa keyboard-keyboard fisiknya gitu. Ini masih lumayan getar semuanya walaupun enggak kayak entry level ya, kelas-kelas midrange lah. Nah, sekarang kita coba omongin soal display-nya karena display-nya ini juga cukup menarik. Dia pakai layar AMOLED dengan resolusinya 1,5K dengan R0 Hz dengan peck brightness sampai 3.500. Jadi kalau misalkan ini paling terang, wah langsung over expos ya. Dan saya tembakkan ke lighting tuh lighting saya aja enggak ke-ereflek. Oh, ini ada refleknya nih. Tapi masih menang gitu layarnya. Tampak depan kalau kita lihat basel-nya juga udah ala-ala flexip dengan basel yang super tipis. Untuk refresh range dia ada di 120 Hz dan dia juga udah support sama Dolby Vision sama HDR10 Plus. Kalau kalian buat nonton di Netflix yang udah support XDR10 Plus dan juga Dolby Vision, wah feel-nya itu kayak cinematick-cinematic. Nah, sekarang saya mau coba kalau kita lihat video 4K lah di YouTube. Nah, nanti untuk Netflix kita bahas di review-nya aja ya. Nah, untuk YouTube XDR-nya juga kebaca ya. Dan kalau kita mentokin resolusinya di 2160p. Coba kalian lihat kualitas layarnya. Wah, internet saya ya yang enggak kuat ya. Business nih tolonglah beberapa hari ini gangguan terus. Wah, ini kalau besok gangguan ganti. Oke. Nah, nih kualitas layarnya coba. Cakep ya. Hijaunya ya khas-khasnya AMOLED yang HDR gitu. Dan untuk audionya uh lumayan kencang audionya. Sound staging-nya juga luas. Oh, dan enggak gembret juga nih. Coba lihat layarnya. Wih, realistis dan tajam gitu. Mau lihat dari mana pun ada reflek cahaya masih aman. Mungkin tinggal tambahin aja screen guard kayak screen guard yang anti reflect ya biar makin enak nontonnya. Nah, kita sekarang masuk ke bagian yang paling kalian tunggu karena kayak anomali aja dia Rp jutaan tapi pakai Dam City 9500S. Nah, saya coba research HP-HP apa aja sih yang pakai Dam City 9500S? Belum ada sih adanya Redmi Turbo, tapi Redmi Turbo juga Pocoonya kalau di Indonesia kan ya. Jadi belum bisa kita lihat HP mana lagi yang pakai Diamond City 9500S yang harganya bakal mirip-mirip sama ini. Tapi kalau kita ngomongin harga Rp jutaan sebenarnya dia bakalan mirip sama IQ 15 itu pun R jutaan ya. Kalau ada promo dia baru R jutaan. Dan langsung aja kita coba lihat AnTu benchmark-nya. Ini kita tes dia dapatnya di 2,8 jutaan ya. Nah, kemarin pas presentasinya Poco mereka klaim kalau tembus Rp3 juta. Ini udah kita coba pakai cooling ini ya. Ini pakai cooling dan mode performance tetap enggak dapat Rp3 juta. Tapi selisih Rp130.000 masih okelah. Dan ingat harganya R jutaan. Untuk Geig Band single core-nya dia dapat di 2.500 multior-nya di hampir 8.000. Kalau untuk GPU-nya skornya itu di 19.500 poin. Nah, sekarang kita coba untuk gaming ya. Apakah Poco ini panas? Karena kencang tapi tuninginya enggak bagus. throttle buat apa? Nah, jadi kita coba semua game ini kita coba settingan high. Kita coba lihat di PUBG dulu. Dia kebukanya di 120 FPS. Untuk temperaturnya pas main temperatur bagian dalam ya itu di 41,8 derajat Celcius. Tapi kalau kalian lihat FPS-nya lancar 120 terus. Nah, kalau misalkan jatuh-jatuh ini kayak cuman sekedar loading atau pas ngambil tas kayak gitu-gitu dan dia butuh power sekitar 4,57 watt average-nya di 118. Contoh lain di game Mobile Legends kita coba dapatnya juga di 120 FPS, rata-ratanya 119. Powernya di 3,51 lebih rendah dibandingkan PUBG. Dan temperatur bagian dalamnya enggak terlalu anget si ya. Karena buat DKID anget itu sekitar 43 lah. Kalau 45 udah lumayan. Kalau di bawah 40 itu berarti masih oke 39,3 derajat celcius. Lanjut untuk game Gensin Impact. Gensin Impact settingan highest juga. Powernya dia butuh 4,4 water kita main coba kalian lihat ini sekitar hampir 30 menit. Itu stabil, aman ya. Kalau misalkan jatuh-jatuh ini cuman sekedar ya pas loading aja. Karena pas loading itu memang FPS-nya jadi drop ya. Tapi kalau untuk average-nya dapatnya di 59,1 dengan temperatur 39,5 derajat celcius. Gimana kalau game? Wah, wah ini game yang agak lumayan ya. Wah, temperaturnya coba kalian lihat langsung naik ke 44,3 derajat Celcius. kita main sekitar setengah jam, powernya butuh lebih gede 5,17 watt. Nah, yang menarik untuk suhu permukaannya biasanya puku yang saya kenal itu agak panas ya, dengan 42 derajat celcius ke atas. Tapi di puku X8 Pro Max ini enggak loh. Bagian depannya cuma 40,9 derajat celcius. Belakang di 39,6 derajat Celcius. Jadi kalau kalian main game tanpa casing pun masih aman. Sekarang kita bahas kameranya. Nah, oh BTW dia ada yang varian Pro juga. yang V Pro itu bagian ring light kameranya ini dia bisa nyala-nyala sebagai LED indikator. Jadi kalau misalkan kalian taruh di meja bisa enggak bakalan keip notif lah karena kan dia nyala-nyala gitu. Nah, kalau untuk yang Prox sayangnya enggak ada ya. Ini saya udah coba otak-atik settingannya untuk ring light RGB. Enggak ada. Dan kalau kita ngomongin soal kamera, kamera utamanya nih dia pakai 50 megapel sensornya light fusion 600 dengan bukaannya F1.5 dan ada OE-nya dan ada ultrawide 8 megapel. Ini penting sih ya ultrawide buat kalian yang pakai karena susah untuk dapat HP harga segini yang ada ultra wight-nya juga. Untuk kamera langsung aja lah kita hands on bentar-bentar di luar sambil kita tes videonya juga. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Poco X8 X Pro Max. Dia enggak bisa 4K 60 fps tapi 1080p 60 fps-nya aja cakep ya di layarnya ini ya. Karena memang resolusinya 1,5K layarnya. Dan untuk dynamic range kira-kira seperti ini. Masih lumayan. Jadi tembok sama langit itu enggak jadi satu kayak biasanya yang pas kita review damit range. Uh, bentar. Tapi tadi kayak ada semacam tuh perubahan skint tone ya pas dari terang ke gelap. Terang. Nah, tuh. Skin t-nya sih standar sih ya, bukan yang detail banget. Terus warnanya juga agak agak-agak kurang cerah kalau untuk kamera depannya. Tapi kalau untuk fast movement kayak gini terus saya jalan misalkan aman sih karena 60 FPS. Mantap. Sekarang kita coba untuk kamera belakangnya. Oke, jadi ini kamera belakangnya dia kalau di ultrawide-nya yang 8 megapel enggak bisa di resolusi 4G 60 fps. Bisanya 1080p 30 fps. Kira-kira seperti ini dannya kalau dibandingkan dengan kamera depan tadi ya. Terus, nah seperti ini. Kalau untuk Dana-nya dia bisa bentar. Nah, dizoom ada perbedaan warna terlihat jelas ya sensornya terlihat banget. Wah, ini kali duanya loose zoom-nya masih cakep. Detail-detailnya masih dapat. Nah, cuman kalau kita aktifin ultrawide-nya dia agak patah-patah. Kenapa? Karena di 30 fps. Jadi kalau mau main main kamera langsung ke 4K 60 fps. Kita coba ya. Nah, ini 4K 60 fps. Kalau ini kan jauh lebih smooth ya. Ini saya mau gerak agak cepat dari sini terus kita pindah ke sini. Tuh, masih halus, aman. Terus kalau kita ngomongin autofokus, coba. Autofokusnya juga kencang, aman. Cuman ya soal detail sih sekali lagi ya warnanya itu agak-agak sedikit terlihat pucat. Walaupun kalau cuma diupload di sosm aja harusnya masih aman. Terus kalau misalkan kita buat untuk jalan loh tuh nih. Jadi dari sini ke sini kayak ada transisi warna gitu ya. Terus kalau kita jalan seperti ini dan rotary short seperti ini. Kestabilannya sih enggak ada komplain ya, aman. Cuman pas bagian dari cahaya terus ke sini tuh kayak ada sedikit perubahan warna. Kalau untuk fitur-fiturnya, software-nya dia pakai Hyper OS yang terbaru, Android 16 juga. Paling nanti di video review-nya lah ya kita coba bahas. Ini juga udah kita update ya. Banyak sih software EA-nya. Ada Interconnectivity juga, ada Xiaomi offline communication juga. Jadi kalau misalkan sesama HP Xiaomi bakalan bisa telepon pakai Bluetooth tanpa kuota, tapi itu nanti aja di video review-nya. First impresi saya karena ini semakin di-eview sebenarnya kasihan kalian sih harganya bakalan semakin melambung karena mungkin di kula sama tengkula kula sama tengkula itulah karena ya saya bingung juga di mana brand lain itu kayak terlihat pusing strateginya. Jadi bagian sini di-downgrade. Bagian chipset pakai chipset lama, tapi baterainya dinaikin layarnya HD plus kayak gitu-gitu ngeracik biar kelihatan upgrade walaupun harganya naik. Tapi Poco di R juta kayak yang dipangkas paling cuma ini back cover-nya nih. Tapi spesifikasi utamanya kayak layarnya OLED 1,5K. Chipsetnya juga chipset baru 9500S. IP rating-nya juga dikasih IP rating yang lengkap. Speakernya tadi udah saya coba juga enak. frame-nya juga pakai aluminium. Jadi di kondisi sekarang dia enggak ada yang dipangkas. Misalkan puk kemarin launching dengan harga 7 atau Rp8 juta. Tjuh lah ya. R juta menurut saya masih bakal laku-laku aja. Karena di harga Rp6 juta ini apa dia mau nyain IQ 15R? Ya, kalau ditanya HP ini tepatnya buat siapa? ya buat kalian yang pengin butuh performa berat ya dan performanya stabil karena ini termasuk salah satu Poco yang paling stabil yang pernah saya coba dan yang saya suka sih racikannya ya karena mereka enggak mengkompromi area-area penting walaupun kameranya menurut saya standar aja untuk kelas harga R jutaan ya kalau kalian enggak kebutuhannya itu enggak kamera banget di harga Rp jutaan sih HP ini sangat-sangat menarik sih. Saya yakin kalau misalkan mungkin 2 bulan lagi di mana kondisi semakin memburuk, harga RAM semakin naik, dia bakalan naik juga harganya. Overall sebelum saya review ya, sebelum saya benar-benar pakai, skor sekarang sih di unboxing dan handshone ini saya kasih 8,2/10 lah. Dan dengan 8,2/10 ini aja harga Rp jutaan menurut saya enggak ada lawan. Emang ada lawan? Kayaknya enggak ada deh. Coba tulis di kolom komentar. Enggak ada. Jadi kalau harga Rp juta kalian carinya performa udah Poco X8 Pro Max sesuai judul udahlah beli aja sebelum harganya naik. Asal harganya di 6 jutaan ya. Saya dikastudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Poco X8 Pro

POCO X8 Pro hadir sebagai smartphone dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, dan sistem kamera yang lengkap dalam satu perangkat. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang aktif dalam berbagai aktivitas digital. Konsep "Kualitas Flagship dengan nuansa premium" tercermin dari kombinasi spesifikasi yang digunakan. Setiap komponen dirancang untuk...

Poco X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max hadir sebagai smartphone kelas tinggi yang mengusung fokus utama pada performa dan pengalaman penggunaan premium. Perangkat ini membawa chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan proses fabrikasi 3 nm. Konfigurasi CPU terdiri dari satu inti Cortex-X925 hingga 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 hingga 3,3 GHz, dan empat inti...