Jungkat

Kemurahan? Premium Looks, Kencang, OLED, 1.03 Kilo: Review ADVAN Workplus Air (YouTube Video)

  • 15/10/2025

Heh. Serius nih, Advan. Kalian jual laptop ini cuma R jutaan. Padahal laptop kayak gini harusnya bisa lah ya R sampai belan juta. Ini harganya kemurahan loh sebetulnya. Lihat nih panelnya aja untuk layar itu panel OLED ya. Mantap banget buat ngedit, buat nonton. Wah, indah banget. Bobotnya ringan janji 1,1 kg. Tapi kayaknya enggak sampai 1,1 deh. Bodinya juga bukan plastik, metal. Nih prosesor juga kaleng-kaleng ya. AMD Ryzen 7035 series dengan basis Zen 3 Plus. Jadi masih cukup kekinian performanya. Sistem grafisnya udah RDNA2 RDNA2 ya. Dan kita bisa atur kapasitas V RAM-nya. RAM-nya langsung 16 GB dan pakai LPDR5. Jadi itu versi yang paling kencangnya ya. Laptop yang satu yang kayaknya salah harga ini adalah Advance WorPL Air. Ya, cukup mengejutkan seri terbaru Advance WordPL ini di-upgrade signifikan. Layarnya bukan lagi pakai panel IPS yang 67% sRGB, bukan. Bawa botnya juga dipangkas jadi ringan. Menariknya meskipun jadi lebih mewah, harganya cuma naik dikit dibandingkan versi sebelumnya. Tapi sebenarnya bedanya ada di mana sih? Oke, kita bahas. Tapi mulai dari spesifikasinya dulu. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 5 7535 HS. HS itu berarti high performance. S itu untuk laptop-laptop yang tipis biasanya. Fabrikasinya TSMC 6 nanmfat. Default TDP-nya adalah 35 sampai 54 wat ya. Dia punya 6 core 12. L3 cash-nya 16 MB. Integrated grafisnya pakai AMD Radeon 660 M. dengan 6 compute units atau 384 stream prosesor. Tentunya IGP ini sudah support rracing dan juga bisa decode video AV1. Menariknya, kita bisa ngatur kapasitas VirAM IGP ini di menu BIOS. Pilihannya dari 512 MB hingga 8 GB. Lalu untuk RAM-nya sendiri yang terpasang langsung adalah 16 GB LPDDR 5X 6400 MHz dual channel 128 bit. Jadi, laptopnya pakai RAM on board emang enggak bisa di-upgrade. Tapi karena pakai LPDDR5 kecepatannya itu jadi tinggi. Jadi, performa IGP-nya bisa lebih maksimal. Untuk storage-nya pakai 1/2 TB atau tepatnya 512 GB SSD M.2 NVM PCI gen 3x4. Ya, di sini emang cuma ada satu slot M.2. Jadi, kalau mau upgrade itu harus ganti SSD bawaan ya. Menurut Advan, kita bisa upgrade sampai dengan kapasitas 2 TB. Untuk wir connectivity dia pakai modu real tech yang udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.3. Kapasitas baterainya ada di 60 wat hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 24H2. Body for factornya adalah clamp Shell atau laptop classic yang materialnya adalah aluminium. Warnanya kalau yang kita uji ini grapite blue namanya ya. Untuk desainnya walaupun harga Rp8 jutaan, laptop ini penampilannya premium banget. berasa kayak ngelihat laptop belasan juta. Desainnya juga terasa profesional. Jadi cocok dipakai buat kalangan pekerja, mahasiswa, pelajar bebas ya. Untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 22,2 cm, dan tebalnya 1,59 cm. Bobotnya saya enggak ngerti ya kenapa asalnya bilang 1,1 kg. Kalau kita timbang dia ada di kisaran 1,03 sekian kg ya. Jauh lebih ringan dibandingkan Advance Work Plus generasi pertama yang di 1,41 kg. bahkan lebih ringan daripada eh sejanjinya yang 1,1 ya. Untuk charger 206 gr ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Charger ini pakai desain yang satu bagian seperti charger smartphone tapi kabelnya enggak bisa dilepas tentunya. Charger seperti ini jadi praktis ya buat dibawa-bawa enggak ngerepotin total bobot kalau dibawa-bawa dengan chargernya adalah 1,24 kg. 1,24 kg. Kalau laptopnya aja sebetulnya udah lumayan ringan ya. Ini laptop plus chargernya. Oke, untuk display atau layarnya ini ukuran 14 inci, resolusinya 1920 * 1200 aspek rasio 16 bing 10. Jadi udah kekinian. Panelnya adalah panel OLED ya. Menurut Advan, layar ini kalian punya kal gamut 100% sRGB. Coba ya kalau kita ukur ya tingkat kecerahannya maksimal di 414 nits di mode SDR dan 567 nit di mode HDR. Gambut coverage-nya katanya sRGB ya. Ternyata di sini 99,9% DC IP3 dengan gambut volume di 130,1% DC3. Ini sih layarnya cocok ya buat editing serius yang butuh ee akurasi warna tinggi. Jumlah warnanya atau gamut kalornya tuh wah banyak banget. Udah lengkap banget ya. Buat nonton streaming film HDR ini udah pasti mantap ya. Permukaan layarnya punya sifat yang glossy di mana ini normal untuk yang pakai layar OLED. Jadi walaupun dia mantul sedikit bayangan, tapi permukaan seperti ini akan membuat warna ditampilkan jadi lebih cemerlang lagi. Nah, bingkai layar juga udah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kiri dan kanannya. Jadi, tampilannya terasa lebih lapang aja di sini. Menariknya, exceler juga bisa dibuka hingga lurus 180 derajat. Jadi, ini aman dari resiko rusak akibat kedor, enggak sengaja. Dan ini memudahkan kita untuk menunjukkan tampilan layar ke lawan bicara depan kita. Misalnya lagi meeting di ee ruangan yang kecil atau di kafe gitu misalnya ya. Kan mejanya kecil-kecil tuh ya tinggal dibuka aja dilurusin. Ah, gitu bisa presentasi ya. Oke, untuk kamera dan mikrofonnya. Sayangnya dia masih pakai kamera 720p 30 fps. Ini belum 1080p. Kamera ini dilengkapi dengan penutup fisik. Jadi, kita tidak bisa diintip meskipun kameranya kena hack. Untuk model mikrofon ada dua ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Kalau kita coba wajah kami agak sedikit kemerahan ya, hasil kameranya ya. Nah, gambar yang nangkap juga udah terlihat kurang terang meskipun kami menggunakan pencahaan dari lampu studio. Sementara untuk mikrofonnya dia masih bisa menangkap suara kami dengan jelas di sini. Sayangnya di sini tidak ada noise cancellation. Jadi kebisingan-kebisingan tuh masih masuk dalam mikrofon. Tapi meskipun suaranya bising ikut masuk, suara kita tuh masih terdengar dengan jelas. Oke, sekarang kita coba apakah laptop Advance WordPL yang satu ini punya fitur noise cancellation atau enggak. Jadi, gimana nih suara bising di sekitar saya masih masuk ke mikrofon atau enggak ya? Nah, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon laptop Advance WordPL yang satu ini. Jadi, gimana nih hasilnya? Oke atau enggak? Oke, untuk sistem audionya laptop dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke bawah ya. Kualitas suaranya bisa dibilang masih cukup oke dengan bass yang ya masih tipis-tipis aja sih bassnya ya. Dia juga punya keluaran suara yang lumayan lantang buat laptop di kelas R jutaan. Untuk konektor di sebelah kiri ada 1 HDMI 2.1, 2 USB 3.2 Gen 2 type C yang sudah mendukung power delivery dan display output. Di sisi kanan ada satu USB 2.0 type C ya, ada type C lagi jadi tiga type C-nya ya. Lalu ada 1 3,5 mm audio combo jack dan ada satu USB 3.2 gen one yang type A yang besar. Sayangnya e untuk konektor USB 2.0 type C-nya ini ya tidak bisa untuk nge-charge si laptop ya. Jadi di sebelah kanan enggak bisa buat nge-charge, sebelah kiri doang yang bisa buat nge-charge. Padahal sebetulnya kalau dipakai buat nge-charge, kita bisa pakai konektor USB 3 lainnya untuk keperluan seperti transfer data antar SSD eksternal atau output ke monitor tambahan. Jadi bisa lebih bebas aja gitu harusnya. Oh ya, dengan semua jajaran konektornya laptop ini jadi bisa dihubungkan dengan tiga monitor tambahan. Jadi kita bisa kerja pakai empat layar sekaligus. Mantap kan? Oke, untuk keyboard-nya bentuk dan tata letak tombol keyboard di laptop ini tampak mirip seperti yang digunakan di Advance WordPless sebelumnya. Tapi seperti keyboard Advance WorkPL sebelumnya, tombol navigasi home and page up, dan page down juga tidak ada di sini. Tapi tenang ya, kalau kita pasang keyboard tambahan fungsinya tetap ada kok ya. Itu kalauat keyboard bawaannya aja. Nah, untuk tombol keyboard laptop ini cenderung empuk dan senyap saat ditekan dan travel distance-nya sudah cukup dalam juga tentunya keyboard-nya juga pakai lampu backlit ya. Jadi ini membantu kita untuk ngetik di ruang yang minim cahaya. Warnanya ini putih dengan dua tingkaterahan dan bisa diatur dengan menekan tombol function plus F9. Oke, untuk touchpad-nya areanya ini ukurannya 12 * 7,2 cm dengan posisi yang ee tidak begitu sejajar dengan tombol space bar. Dia sedikit melebar kanan. Untungnya hanya sedikit bagian telapak tangan kita yang masuk ke area touchpad saat mengetik. Jadi enggak terlalu ganggu kenyamanan lah. Untuk cooling system, laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin yang menggunakan dua buah heat pipe dan satu kipas. Sementara lubang ventilasi pembuangan itu mengarah ke belakang. Oke, sekarang kita langsung masuk ke aspek performanya aja deh ya. Kita coba langsung Sinab R23 kalau kita colok ke charger bagaimana. Untuk stabilitas selama setengah jam, skor yang tertinggi dicapai adalah 9.318 poin dengan skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 8.600 sampai 8.700 poin. Nah, kalau kita tanpa charger kita lihat lagi kalau kita lepas skornya turun ke kisaran 8.500 sampai 8.600 00 poin. Tapi bisa dibilang performa saat pakai charger dan tidak pakai charger ini sebetulnya masih lumayan mirip ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan Sin R23 stabilitas selama setengah jam di awal pengujian suhu prosessor itu sempat naik hingga 100 derajat celcius sebelum akhirnya turun dan dikendalikan di bawah 90 derajat celcius. Tapi tenang, kita kan enggak pakai senab buat kegiatan sehari-hari ya. Nanti kita lihat untuk aplikasi sehari-hari bagaimana suhunya. Oke, kita langsung aja mulai dari Adobe Premiere Pro 2025 untuk ngedit video ya. Ini video 4K 60 2 menit 7 detik yang biasa kita pakai. Kalau dengan software only saya dalam waktu 13 menit 4 detik. Dengan open shell saya dalam waktu 6 menit 31 detik. Kalau untuk video full HD 2 menit 7 detik ya. Software only 2 menit 20 detik selesainya dengan open dalam waktu yang mantap. Ini 1 menit 46 detik. Nah untuk SU kerjanya pada saat kita ngeksport video 4K tadi dengan open CL SU rata-rata prosesor tercatat berada di bawah 80 derajat Celcius. Walaupun sempat ada dua kali kenaikan kisaran hanya 83 derajat Celcius. Jadi aman kan? Enggak nyampai 100, 90 aja enggak nyampai. Lanjut untuk Davini Resove 19.1. Ini adalah software video editing kelas profesional tapi versi gratisnya nih. Untuk video K60 durasinya sama, selesai dalam waktu 13 menit 20 detik. Untuk full HD 60 fps durasi yang sama, selesai dalam waktu 3 menit 43 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting tadi, supressor sempat naik ke kisaran 82 derajat Celcius di awal pengujian. Lalu kemudian terkendali sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Lagi-lagi aman enggak nyentuh 90 bahkan ya. Kalau capcut bagaimana? Kita coba lagi pakai video 4K 60 ya yang durasinya 2 menit 7 detik. Nah, ini selesai dalam waktu 2 menit 27 detik saja. Kalau videonya full HD selesai dalam waktu 52 detik saja. Untuk suhu kerjanya pada saat ngekspor video 4K tadi di sini suhu prosesor rata-rata masih dapat dikenarkan di bawah 90 derajat celcius. Lagi-lagi aman. Tapi yang satu ini bukan cuma aman. aman dan kencang ya. Oke, pasti banyak yang nanya bagaimana performanya untuk gaming. Mari kita lihat. [Musik] [Tepuk tangan] Yeah. Ya, kita lihat sekarang di game yang terakhir ini. Setengah jam kita mainkan si Assassin's Creed Mir ini. Supressor itu terkendali di kisaran 78 sampai 79 derajat Celcius. Sementara untuk permukaan bodinya selama setengah jam kita mainkan. Untuk keyboard area paling panas kita temukan di sekitar tombol angka 6 dan huruf Y dengan suhu sekitar 46 sampai 47 derajat Celcius. Ini agak tinggi memang. Sementara untuk area sebelah atas keyboard suhunya sekitar 48 sampai 49 derajat celcius di dekat lubang ventilasi pembuangan panas. Wajar ya memang ini ya. Nah, kalau untuk palmres suhunya aman sekali di bawah 35 derajat celcius ya. Memang ada beberapa titik yang agak tinggi suhunya tapi tenang ya. Susting itu cuma dicapai kalau kita ngejalin aplikasi yang berat seperti gaming ya. Kalau aktivitasnya ringan suhunya enggak setinggi gitu. Kalau ngetik ya enggak panas lah. Aman kalau ngetik. Sekarang kita lihat untuk kecepatan SSD-nya. Dengan kristal di Smart kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.567 MB/s dan tulisnya di 2.871 MB/ Ini udah tergolong kencang untuk SSD PC di laptop yang kelas R jutaan seperti ini. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Dia pakai baterai 60 wat hour. Nah, untuk tes baterai kita pakai beratus 150. Volume suara di 25%. Untuk 1080p local video playback, wow lumayan ya. Dia dapat hampir 12 jam tepatnya 11 jam 53 menit. Ini sih terhitung irit banget dan jauh melampaui harapan kami untuk daya tahan laptop yang R jutaan apalagi ringan ya. Biasanya sih laptop seirit ini tuh harganya di atas Rp10 juta untuk kelas 6 sampai Rp8 jutaan tuh harapan kami dapat 8 jam aja udah bagus. Nah, ini udah mau 12 jam dapatnya. Oke, untuk charging sekarang setengah jam pertama terisi di 33% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 38 menit. Nah, kalau charging-nya ini agak lama nih ya, karena target kami itu harusnya dia dapat sekitar 2 jam. Ini agak sedikit miss di 38 menit ekstrak ya. Tapi sebetulnya kalau kita perhatikan grafiknya sebenarnya baterai itu sudah terisi 96% dalam waktu 2 jam saja. Jadi ee sisa 4%-nya itu yang butuh 38 menit. Oke, untuk harganya menurut Advance Indonesia harga resminya adalah Rp8.399.000. Tapi ya kalian cek deh harganya dapatnya berapa ya. Tulis aja di kolom komentar. Oke. Nah untuk garansi dia dapat 1 tahun dari Advance Indonesia. Langsung aja kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama sukernya agak tinggi kalau aplikasinya itu cenderung hanya membebani sisi core prosesor aja. Tapi sebenarnya agak wajar ya karena ini e tipe HS sebetulnya ya. Jadi emang agak ngelepas gitu power-nya memang. Tapi tenang aja tadi kalau dilihat nyampai 100 deraj celus itu kan cuma sebentar langsung dikendalikan kok ya. Begitu nyampai max-nya dia langsung turun lagi ya. Jadi harusnya enggak terlalu masalah. Lalu untuk aplikasi biasa kan dia enggak nyampai ya. Bahkan 90 aja enggak nyampai. Lalu RAM-nya ini on board jadi jelas enggak bisa di-upgrade. Untungnya langsung 16 GB dan ini RAM-nya kencang. Lalu untuk waktu charging untuk ngisi sampai full banget ini agak lama ya. Tapi kalau mau ngisi selama 2 jam aja sebenarnya udah sampai 96% dan mengingat dia irit banget ya. Jadi harusnya enggak terlalu masalah sih. Kemudian di sini tidak ada tombol home and page up dan page down. Lalu gambar tangkap kamera itu cenderung agak kemerahan dan agak gelap ya. Kurang gitu mantap. Ee garansi juga cuma 1 tahun dan di sini belum ada bundling Microsoft Office. Tapi harusnya ini bukan masalah ya karena banyak alternatif yang gratis ya baik dalam bentuk aplikasi atau versi web. Dan tentunya kita tetap bisa nginstal Microsoft Office di sini ya harus beli lisensinya tapi ya. Oke, dari si menariknya pertama penampilannya terlihat premium untuk kelas harganya. Enggak bohong, ini benar-benar kelihatan premium untuk kelas harganya. Lalu, bobotnya itu ringan banget. Di bawah 1,1 kg. Agak jauh di bawah 1,1 kg ya. Bisa dianggap ini sebetulnya 1 kg lah sebetulnya. Lalu layarnya OLED 100% DCIP3 dan ada mode HDR pula di sini. Lalu dia udah pakai prosesor AMD yang lumayan kencang. ini udah mumpuni untuk multitasking dan juga editing. Untuk gaming tipis-tipis juga mantap ya di resolusi full HD ya. Lalu kapasitas spamnya juga bisa diatur di menu BIOS jadi bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan kita. RAM juga langsung 16 gig LPDDR 5 dual channel. Baterai juga irit nyaris 12 jam. Konektornya juga lengkap untuk ukuran sebuah laptop tipis di Rp8 jutaan. Harganya juga sangat menarik untuk apa yang kita dapatkan. Jadi pertanyaannya Advance Work Plus ini cocoknya buat siapa? Ya, yang satunya ini harusnya cocok banget buat kalangan pekerja yang butuh laptop enteng ya dan baterai harus irit. Mau meeting dengan laptop ini juga enggak masalah ya karena penampilan laptopnya itu profesional. Buat dipakai pelajar atau mahasiswa juga harusnya cocok nih ya kalau memang aktivitasnya butuh laptop seperti ini. Apalagi harganya masih Rp jutaan ya jadi enggak terlalu memban orang tua yang membelikannya. Lalu kalau ada yang butuh laptop untuk edit video atau edit gambar harusnya kalau videonya sampai 1080p sih masih oke banget ya. Kalau edit gambar sih masih ya luar biasa sih, mantap ya. Apalagi layarnya udah olet 100% di CP3 dan performanya cocok untuk edit video full HD 60 fps. Mau dipakai untuk coding? Harusnya bisa juga nih asal aplikasinya cocok dengan spesifikasi laptop ini. Pada akhirnya saya harus bilang, good job Advance Indonesia. Kita jadi punya pilihan yang sangat menarik. Sebuah laptop R jutaan yang layarnya mewah, bobotnya ringan, performanya kencang, baterainya irit nyaris 12 jam. dan penampilannya juga mewah. Saya Dedi Irfan Jakaribu TV.

Lihat di YouTube