Kenapa Gerakan di Layar Laptop Gaming Terasa Lebih Mulus? Seri Mengenal Laptop Gaming - Part 5 (YouTube Video)
Kali ini kita akan bahas apa yang spesial dari layar laptop gaming. Nah, kalau sebelumnya kita sudah bahas mengenai CPU, GPU hingga sistem pendinginan sebuah laptop gaming, sekarang kita akan bahas part yang enggak kalah pentingnya layar laptop gaming. Ya, ini adalah video kelima dari seri video mengenal laptop gaming. [musik] Ya, layar atau monitor yang digunakan pada laptop gaming itu pada umumnya berbeda kalau dibandingkan dengan layar atau monitor yang dipakai di laptop Tin and Light biasa. Perbedaan yang paling signifikan itu biasanya ada di refresh rate layarnya. Laptop tin and light atau yang tipis-tipis itu ya umumnya refresh rate-nya tuh standarnya di 60 Hz atau untuk beberapa yang kelas premium itu bisa 90 atau 120 Hz. Nah, kalau dibandingkan dengan layar laptop gaming ini jauh ya karena refresh rate-nya bisa lebih tinggi lagi dan bisa sekitar 240 Hz. Tapi udah tahu belum sih refresh rate ini sebenarnya apa sih? Nah, sederhananya refresh rate itu adalah seberapa sering layar laptop memperbarui gambar setiap detik atau menggambar ulang setiap detik. Nah, kalau refresh rate-nya 60 Hz, artinya layar laptop itu mampu menampilkan total 60 gambar per detik. Nah, kalau refresh rate-nya 240 Hz, berarti layarnya bisa menampilkan hingga 240 gambar dalam tiap detiknya. Semakin tinggi refresh rate-nya, gerakan gambar di layar juga harusnya jadi semakin smooth, ya. Nah, keuntungan refresh tinggi ini bukan hanya gambar yang lebih smooth loh sebenarnya ya. Secara teori refreshnya tinggi juga dapat membantu kita untuk mendapatkan gambar lebih cepat dibandingkan dengan layar yang punya refresh rate 60 Hz. Contohnya di laptop game yang satu ini, ini Omen Max 16 yang punya refresh rate 240 Hz. Artinya gambar yang ada di layar ini mampu di-refresh setiap 4,17 ms. Sedangkan di laptop tin and light biasa yang refresh rate-nya 60 Hz, gambar itu hanya dapat di-fresh setiap 16,7 ms. Ya, tentunya ini harus diimbangi dengan CPU dan GPU yang kencang juga ya. Jadi, CPU dan GPU-nya harus mampu memberikan frame rate per second yang tinggi juga. Tapi terkadang walaupun refresh rate dan FPS-nya sudah tinggi, bisa jadi ada masalah baru. Ya, ini biasanya disebut dengan screen teering ya. Masalah ini terjadi saat jumlah frame yang di-render itu tidak sinkron dengan kecepatan layar untuk memperbarui gambar. Hasilnya gambar terlihat seperti robek ya, sobek di tengah. Terutama saat kita gerakkan kamera di dalam game dengan cepat. Iya, sobek kan. Makanya namanya screen teering ya. Teiring itu kan sobek sebetulnya. Nah, screen teering ini bisa kita hilangkan dengan menyamakan jumlah gambar yang di-render dengan refresh rate layar. Cara paling simpel yang hampir bisa dilakukan di semua laptop adalah dengan menyalakan fishing atau vertical synchronization. Fitur ini akan melakukan sinkronisasi jumlah frame yang dirender per detik dengan refresh rate dari layar monitornya. Contohnya seperti saat GPU mampu merrender hingga 120 Hz tapi layarnya hanya 60 Hz. Nah, fishing akan membatasi bahwa frame rate-nya atau FPS-nya di limit ke 60 fps agar tidak terjadi teiring pada gambar yang ditampilkan di layar. Nah, walaupun fishing dapat menghilangkan masalah screen teering, fitur ini bisa menghadirikan masalah baru yang sering dirasakan sebagian orang, yaitu adalah peningkatan latensi. Latensi sendiri adalah selisih waktu yang dihitung dari saat pengguna melakukan input, ya, ngeklik atau mencet tombol gitu ya, hingga input tersebut hasilnya ditampilkan di layar. Ya, sederhananya kita klik buat nembak sampai tampil tuh ya bentuk ketembakannya gitu ya. Nah, itu ya kalau ada latensinya itu bermasalah. Nah, kenapa saat menggunakan FISING latenya bisa meningkat? Karena FIS akan memaksa GPU untuk menunggu monitor hingga selesai menampilkan gambar baru GPU merrender gambar baru untuk ditampilkan. Proses berulang ini yang membuat latensi jadi meningkat. Nah, di laptop gaming, terutama laptop gaming kelas atas, masalah ini bisa diatasi dengan mudah sebenarnya ya. Karena layar laptop gaming kelas atas contohnya di Omen Max 16 yang satu ini sudah mendukung fitur G-sync. Nah, Gync ini apa? Nah, GS ini adalah fitur adaptive synchronization atau adaptive syvia yang memanfaatkan kemampuan variabel refresh rate dari layar. Ya, layarnya harus punya refresh rate yang bisa bervariasi, berganti-ganti gitu ya. Nah, fitur ini berfungsi untuk melakukan sinkronisasi jumlah frame yang dirender dari CPU dan GPU tadi ya dengan refresh rate dari monitor. Ud mulai pusing. Intinya kalau dia menghasilkan 75 frame pers layarnya harus 75 Hz juga. Nah, gitu. Kalau dia menghasilkan 84 frame pers berarti layarnya juga harus 84 Hz juga gitu ya. Nah, berbeda dengan fishing kan fishing itu melakukan sinkronisasi dengan cara membatasi frame rate. Nah, si Gsings dari Nvidia ini bekerja dengan menurunkan refresh rate layar monitor untuk menyamakan dengan jumlah frame yang dirender oleh GPU. Jadi, disamainnya beda. Kalau tadi e GPU-nya yang ditahan, nah ini layarnya yang bisa divariasikan ya. Nah, karena mekanisme yang berbeda, fitur ini tetap dapat bekerja dengan lancar tanpa menambah input latensi saat kita gunakan. Jadi saat kita main game bisa makin terasa imersif karena tidak ada tiring di layar dan input latenya juga tetap rendah. Nah, selain gsing dari Nvidia juga ada standar lain yaitu dari AMD ada free syink di situ. Tapi untuk saat ini fitur free memang masih lebih ramai di monitor desktop ya, bukan di monitor laptop. Dan perlu diingat untuk fitur seperti Ging dan freeing itu memang membutuhkan monitor khusus. Jadi gak bisa pakai sembarangan monitor. Tapi tenang karena banyak laptop gaming kelas atata seperti yang satu ini sudah menggunakan monitor yang mendukung fitur Gsync atau paling tidak Gsyncatibel. Nah, selain refresh rate, panel yang digunakan pada monitor juga ada beberapa macam nih ya. Di antaranya yang paling umum adalah TN atau twisted nematic, IPS, dan ada juga yang OLED. Tiap panel punya plus minusnya masing-masing. Untuk panel TN atau twisted pneumatic ya ini yang paling sering digunakan di monitor gaming desktop kelas esport profesional. Karena monitor ini punya respon time yang sangat cepat dengan reference rate yang tinggi. Jadi cocok dipakai untuk main game yang kompetitif. Tapi monitor TN ini sudah jarang digunakan di laptop gaming karena memang warna yang dihasilkan tuh kurang konsisten saat kita lihat dari samping. Geser dikit aja udah berubah warnanya. Nah, yang paling sering digunakan di laptop gaming adalah panel IPS seperti yang ada di Omen Max 16 ini. Meskipun biasanya dia punya respon time yang sedikit lebih rendah dibandingkan panel TN, panel IPS ini mampu memberikan konsistensi warna yang lebih baik. Jadi kalau mau lihat dari samping warnanya tetap sama, enggak berubah jadi kekuning-kuningan atau bahkan inverted gitu ya, enggak berubah. Ini jadi penting juga ya karena memang laptop gaming kebanyakan bukan hanya digunakan untuk main game, tapi juga dipakai untuk content creation. Jadi memang kebanyakan laptop gaming mulai dari kelas menengah itu sudah pakai panel IPS dengan kelarga mood minimum di 100% sRGB. Berikutnya ada panel OLED seperti yang digunakan di laptop Omen Translate 14. Panel OL OLED ini biasanya punya harga yang lebih tinggi dibandingkan layar dengan panel yang lainnya. Tapi layar OLED ini memiliki keunggulan pada teknologi panel yang digunakan karena mampu memberikan kontras warna yang paling bagus jika dibandingkan dengan IPS atau bahkan yang jelas penghentian biasa. Itu jauh banget bedanya. Ini karena tiap individu pxel di panel OLED adalah dioda individual yang bisa dimatikan total memberikan warna hitam yang benar-benar hitam. Biasanya disebut sebagai true black di sini ya. Ini juga membuat panel OLED mampu terhindar dari masalah bleeding yang biasanya ada di monitor yang pakai sistem backlight kayak di IPS atau di TN. Walaupun panel OLED ini berpotensi mendapatkan masalah burn in, masalah ini sebenarnya bisa diminimalkan dengan mengaktifkan fitur anti burn in dari produsen laptop atau dengan mengaktifkan screen saver dan fitur auto hide test bar pada Windows misalnya. Nah, meskipun refresnya belum setinggi panel TN, panel OLED ini memiliki response time yang super super cepat bisa mencapai 0,2 ms yang membuatnya cocok digunakan untuk gaming. Nah, panel OLED juga jadi pilihan beberapa pengguna laptop gaming apalagi untuk content creator yang butuh color gambut yang luas. Karena panel OLED itu bisa memenuhi 100% dp3 bahkan bisa lebih. Jadi yang namanya monitor di laptop gaming itu memang sudah disesuaikan khusus ya, baik itu untuk kebutuhan gaming maupun untuk content creation. Nah, kalau menurut kalian layar laptop gaming itu cocoknya yang seperti apa sih? Yang mana yang paling cocok? Nah, coba tulis di kolom komentar. Oke, sampai sini dulu pembahasan kali ini dan sampai jumpa lagi di seri mengenal laptop gaming yang berikutnya. Saya Dedi Irfan, JakaTB TV.
