Kenapa Huawei Nekat Bikin Tablet Segila ini ?! (YouTube Video)
Ini adalah tablet 13 inch yang tipisnya cuma 4,7 mm. Layarnya oled, papermid 144 Hz, dikasih keyboard dengan trackpad bisa pakai stylus plus masih dapat bonus mouse juga. Dan [musik] Huawei berani ngomong kalau ini adalah tablet produktivitas paling serius. Kalau dari bentuknya sih kayak tablet yang cosplay jadi laptop ya dengan spek yang lumayan flexip. Tapi justru karena dia flagship, pertanyaannya bukan [musik] cuma speknya flagship atau enggak. Kalau spek doang ya buat apa? Pertanyaan yang lebih penting buat kita dengan kelas flagship-nya Huawei ini, apakah tablet ini beneran bikin kerjaan lebih enak atau ya cuma bakalan jadi device yang layarnya cakep aja? [musik] Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Huawei Midpad Pro Max, tablet yang mencoba menjawab pertanyaan, "Wah, kalau tablet gede itu kan pasti berat." Tapi dia berhasil bikin tipis dan juga ringan. Nah, harusnya namanya sih bukan MPAD Pro Max ya, tapi MP R karena ya tipis dan ent. Dan dari speknya dia sih enggak main-main ya. Dia punya layar 13,2 inch flexible OLED papermate resolusinya 3K refresh rate 144 Hz dengan peck brightness sampai 1600. Bodinya cuma 4,7 mili dan chipsetnya dia pakai Kirin T93. [musik] Sekarang kita coba bahas si MPAD Pro Max ini. Tapi dari kacamata customer ya. Kalau beli ini buat kerja, belajar, nonton, meeting, gambar, atau pengin tablet yang rasa PC, apakah tablet ini masih masuk akal? Kita mulai dari desain karena ini bagian yang paling gampang bikin orang jatuh cinta duluan. Bodinya ini super tipis 4,7 mili untuk tablet 13 inch. Rasanya itu kayak enggak sopan. Dia ini tipis banget. Sampai pertama kali saya megang, saya tuh langsung otaknya itu terbelah jadi dua. Yang pertama gila ini sih premium habis tapi di satu sisi karena saking tipisnya saya takut kalau misalkan dia kedudukan di tas. Wah, patah gitu. Tapi impresi build quality-nya solid, metal. Uni body-nya ini bikin tabletnya enggak kerasa murahan, finishing-nya juga clean. Dan kalau ditaruh di meja kayak gini orang tuh langsung kayak bilang, "Wih, tablet apa tuh?" Kekurangannya ya karena dia segmentasinya tetap tablet gede ya. Jadi kalau misalkan kita pakai dengan dua tangan dengan ya lumayan lama tetap aja kram dan kalau misalkan jatuh ke hidung tetap aja sakit. Desainnya ini memang untuk orang yang sering kerja di meja lah, sering meeting, sering pindah ruangan atau bawa tablet di tas. Tapi kalau kalian cari tablet yang bisa digegam lama terus bisa dimasukin saku, ya tablet yang 8 inch itu lebih enak. Sekarang masuk ke bagian yang menurut saya jadi alasan terkuat kenapa orang bisa kepincut sama Huawei Mpad Pro Max layar. Panelnya ini pakai flexible OLED papermid. Tampilannya lega, basel-nya tipis, dan kamera depannya ditempatkan di area [musik] beasel. Jadi enggak ada notch atau punch hole yang mengganggu pandangan. Yang saya suka dari papermid display-nya Huawei ini pantulan cahayanya itu lebih terkontrol. Dipakai baca PDF, nulis, meeting, atau lihat webtune, gambar pakai stylus. Rasanya itu lebih nyaman dan lebih mendekati kertas. Kemarin saya coba baca webtun-nya agen Kim di sini. Wuh, enak banget sih. Dari hasil tes layar kami, kualitasnya udah oke kalau buat kerja, baca, nonton, dan kreatif ringan lah. Tapi kalau kalian butuh akurasi warna super ketat untuk kerja profesional, tetap perlu dicek lagi sesuai workflow masing-masing. [musik] Kata PC level di sini jangan ditelan mentah-mentah ya, artinya aja PC level. Jadi experience-nya enggak bisa benar-benar 100% full desktop. Dia enggak bisa benar-benar 100% gantiin laptop. PC level di sini maksudnya pengalaman WPS Office-nya itu dibuat lebih mirip desktop. Jadi toolbar-nya lebih lengkap, layoutnya lebih familiar, dan ketika dipakai bareng glide keyboard plus trackpad atau mouse kerjanya kerasa lebih serius dibanding tablet biasa. Misalnya buat buka dokumen panjang, ngatur margin, bikin tabel, ngedit presentasi atau kerja split sheet yang agak rapi, dia jauh lebih nyaman daripada aplikasi Office tablet yang biasanya ya mobile itu terlalu disederhanakan. Dan sekarang di PC level WPS AI-nya itu ada AI yang beneran ngebantu kayak kemarin contohnya ya. Saya mau bikin review tablet ini. Saya dapat brief yang isinya itu sedikit alias banyak ya. Biasanya saya baca satu-satu tuh buat nulis poin pentingnya. Pas saya lagi baca brief, tiba-tiba saya nemu fitur AI summarize ini yang dia bisa langsung bikinin poin-poin rangkuman dari isi brief-nya. Setelah poin-poinnya dapat, saya copy terus saya lanjut buka doc dari hasil ringkasan tadi. Saya minta AI untuk smart create yang ada di doc-nya buat nyusun draft awal tulisan saya. Paling enggak kerangka nulisnya itu udah dapat. Karena yang susah itu biasanya mulai dari nolnya. Dan kalau ada kalimat yang berasa kaku atau kepanjangan bisa tinggal diblok terus dipoles saja pakai AI polize ini buat ngerapiin. Dan misal kalau kalian lagi nulis terus mentok di tengah jalan ada AI continue watching juga buat ngelanjutin tulisannya. Tapi tetap harus dicatat ya AI itu cuma asisten. AI itu bukan nabi. Manusia aja bisa salah apalagi AI. Hasilnya tetap harus dicek. Jangan karena ada label AI semuanya langsung dianggap benar. Karena kalau kita ngomongin AI, AI itu sebenarnya tergantung prom ya. Siapa tahu prom atasnya itu kalian set untuk ngejawab seperti itu ya, AI-nya bakal nurut-ngurut aja. Kekurangannya ya kalau kerjaannya udah masuk level Excel yang berat, ada makro lah, ada plugin khusus lah, file kantor yang rumit atau workflow yang sangat bergantung sama Microsoft Office desktop ya langsung aja pilihannya tablet yang Windows ya, jangan tablet yang Android karena plugin-pluginnya udah beda. Huawei Note sekarang juga lebih matang buat kuliah, buat gambar, ataupun buat kerja atau sekedar nyaret ide konten. Feel menulis di layar papermid dengan M pensilnya ini emang enak ya. Kalau kita ngikutin kata marketingnya Huawei sih ya kertas level lah. Jadi mirip kayak gambar dan nulis di kertas. Ada kategori handwriting enhancment juga. Jadi kalau tulisannya itu udah kayak dokter apalagi dokternya sambil naik Gojek gitu ya kan kacau malahan tulisannya. sistemnya bisa bantu bikin lebih rapi, bukan langsung jadi font undangan nikah, tapi minimal bisa kebaca. Ada juga fitur matematika yang kalian tulis aja rumusnya, terus kalian sama dengan gitu, hasilnya langsung muncul. Cuman menurut saya ke depan saran saya sih mending jangan hasilnya aja ya. Kayak prosesnya, rumusnya itu juga dikasih tahu [musik] biar bisa untuk edukasi sambil belajar. Karena kalau hasil doang kan kayak hah [menghela napas] kita enggak jadi enggak belajar. Untuk gambar ada GoP. Ini salah satu senjata Huawei yang menurut saya paling masuk akal ya. Digabung dengan papermid display dan M pencil. Felnya itu lebih natural. Ada banyak brush. Ada intelligent color [musik] card buat ambil palet warna dari foto, ada fit brush, splatter brush sampai fitur animasi. [musik] Jadi buat yang suka sketching, ilustrasi, moodboard, storyboard atau kreator yang intinya butuhkan fos digital, ini sih menarik banget. Untuk pemakaian harian, buka banyak aplikasi, browsing, nonton ya WPS tadi, Notes GoP meeting, dan multitasking ringan sampai menengah. MPAD Pro Max ini masih kerasa flagship. Animasinya halus karena dibantu dengan layar 144 Hz-nya dan RAM 12 GB-nya bikin ruang gerak untuk tasking itu lebih lega. Tapi kalau kita ngomongin performa mentah Huawei ya, Huawei ini kondisinya sekarang beda sama brand lain. Karena situasi dia berpisahnya dengan Amerika, mereka harus jalan dengan chipsetnya sendiri. Ini keren sih kalau dari sisi kemandirian Huawei udah bisa mandiri cuman belum bisa menyaingi. Kalau kebutuhan kalian cuma produktivitas, noching, dokumen, gambar, meeting, atau media consumption, performanya udah lebih dari cukuplah. Tapi untuk power user yang suka gaming ya belum ya. Tapi menurut saya sih orang yang beli MPAD Pro Max ini kayaknya enggak mungkin gaming deh. Karena ini memang segmentasinya [musik] buat kerja atau kalian mau nge-game di tablet ini ya coba tulis di kolom komentar. Baterainya juga gede ya. Untuk yang Indo itu dapatnya 10.400 1400 mz. Di pengujian kita PC max dia dapatnya itu 11 jam 59 menit dengan ya kalian lihat aja char-cart yang kita tes sampling ini. Charging-nya juga dapat di 100 watt enggak sampai 1 jam udah penuh. Ada juga wire reverse charging sampai 40 watt. Jadi kalau misalkan kondisinya darurat, misalkan HP kalian habis tapi enggak ada power bank, kalian bisa pakai si Midpad Pro Max ini buat powerbank. Tapi kalau powerbank biasa jatuh itu kan ya okelah. Tapi kalau ini jatuh, wah tipis dan cantik. Sayang banget kalau jatuh. Sekarang kita masuk ke bagian aplikasi. Nah, beberapa hari ini ramai ada pihak yang menanyakan tentang Fibona Micro GG, Gbox. Enggak salah ya menurut saya karena sebagai [musik] customer ya kita wajib tahu tiga third party ini apa. Enggak salah. Hal itu wajar untuk dipertanyakan karena ya emang harusnya gitu. Sebenarnya kalau ngikutin Huawei dari dulu hal ini harusnya sih enggak dipertanyakan ya. Karena dari dulu 2019 [musik] sejak paman Trump masukin dia ke entity list, ya emang enggak bisa natif Google-nya. Tapi kalau kita lihat untuk perbankan yang populer di Indo udah bisa natif, tapi untuk yang belum, Huawei ya kasih solusi dengan fibonas microg. Kalau butuh in purchases ya mereka butuh geox. Kenapa seperti itu? Wah, itu kalau dijelasin panjang. Jadi [musik] nanti aja lah ya kita bikin video terpisah. Tapi harusnya ini upload tanggal 15. Kita coba upload dia di tanggal 15 jam 7.00 kalau enggak bisa ya tanggal 16 lah ya. Buat sebagian orang yang mungkin udah Huawei banget, yang udah tahu tentang historinya Huawei mungkin ya gak masalah. Tapi buat orang awam ya, mereka harus tahu kalau ini enggak nitif. Dan dicek dulu tuh aplikasinya itu natif atau enggak. Atau kalau misalkan enggak mau ribet ya bisa cari alternatif yang lain. Oke, sekarang pertanyaannya siapa yang cocok pakai Huawei Midpad Pro Max ini? Pertama, orang yang butuh tablet layar besar, premium, ringan, dan nyaman buat paca, nulis, wah pokoknya layarnya top lah. Kedua, mahasiswa atau pekerja yang workflow-nya bisa hidup di WPS, PDF, browser, email, dan aplikasi yang udah tersedia di ekosistemnya Huawi. Ketiga, wah ini yang paling penting menurut saya, kreator yang suka sketching kanvas digital. Intinya karena layar paper mid-nya ini dengan M pensil-nya benar-benar rasa feel-nya itu kayak di kertas. keempat orang yang udah bergantung sama ekosistemnya Huawei. Karena kalau kita ngomongin ekosistemnya Huawei termasuk ya salah satu yang paling oke. Cuman ya Google-nya aja enggak natif. Siapa yang sebaiknya skip dulu? Ya orang yang sangat bergantung [musik] dengan produknya Google dan mereka belum percaya dengan teknik spoofing dari keybox. [musik] Karena yang namanya virtual ya, sama kayak Win Lator, sama kayak emulator yang lain, pasti performanya turun karena itu kan enggak resmi ya. Jadi kayak pakai perantara gitu. Jadi, ya [musik] RAM dan baterai juga jelas lebih poros kalau pakai teknik Spoffic. Kesimpulannya, si Huawei Mate 5 Pro Max ini adalah salah satu tablet yang paling menarik yang pernah Huawei bikin. Hardware-nya kuat, layarnya cantik dan nyaman, bodinya tipis, aksesori produktivitasnya niat. BPS level-nya juga udah ada fitur EA-nya, fitur kreatif kayak GoPin bikin tablet ini terasa lebih serius daripada sekedar tablet [musik] yang buat nonton. Kekurangannya ya jelas ekosistem aplikasi masih butuh perhatian. Google-nya enggak netif. Beberapa aplikasi butuh solusi tambahan dan performa mentah chipsetnya itu bukan yang paling kencang di kelas flagship-nya. Pas syuting ini saya belum tahu sih harganya berapa ya, tapi kata Huawei ada versi yang lebih terjangkaunya. Huawei Midpad 11,5 PC level AI Product Activity sama-sama dapat AI WPS Office selama 1 tahun. Keyboard-nya juga dapat, M pensilnya juga dapat. Ya intinya sih tinggal disesuaiin sama kebutuhannya aja. Saya buudi and see you on the next video.
Video Lainnya
Mencari jam tangan pintar berkualitas di kisaran satu hingga dua juta rupiah sering kali membingungkan. Jagat Review membedah berbagai pilihan terbaik guna membantu...
Buka Harga Gadget Makin Gak Masuk Akal?? 😭 BIT Podcast COME BACK! untuk mengupas tuntas alasan harga gawai dan laptop yang melambung drastis akibat krisis chip...
Hadir sebagai tablet flagship tertipis di kelasnya, Huawei MatePad Pro Max membawa gebrakan baru dengan integrasi AI canggih dan layar Papermate yang nyaman. Simak...
Membawa layar masif berteknologi PaperMatte dan bodi tertipis di kelasnya, Tablet HUAWEI Tertipis, Tercanggih dan Terbaik Tahun 2026! HUAWEI Matepad Pro Max menguji...
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...

















