Jungkat

Kenapa Huawei Nekat Bikin Tablet Segila ini ?! (YouTube Video)

  • 15/07/2026

Ini adalah tablet 13 inch yang tipisnya cuma 4,7 mm, layarnya OLED paper mate 144 Hz, dikasih keyboard dengan trackpad, bisa pakai stylus, plus masih dapat bonus mouse juga. Dan [musik] Huawei berani ngomong kalau ini adalah tablet produktivitas paling serius. Kalau dari bentuknya sih kayak tablet yang cosplay jadi laptop ya dengan spek yang lumayan flagship. Tapi justru karena dia flagship, pertanyaannya bukan [musik] cuma speknya flagship atau enggak, kalau spek doang ya buat apa. Pertanyaan yang lebih penting buat kita dengan kelas flagship-nya Huawei ini, apakah tablet ini beneran bikin kerjaan lebih enak atau ya cuma bakalan jadi device yang layarnya cakep aja. Hai Andika, Guys di sini. Ini adalah Huawei MatePad Pro Max, tablet yang mencoba menjawab pertanyaan, "Wah, kalau tablet gede itu kan pasti berat." Tapi dia berhasil bikin tipis dan juga ringan. Nah, harusnya namanya sih bukan MatePad Pro Max ya, tapi MatePad Pro R karena ya tipis dan enteng. Dan dari speknya dia sih enggak main-main ya, dia punya layar 13,2 inch flexible OLED paper mate, resolusinya 3K, refresh rate 144 Hz dengan peak brightness sampai 1.600 nits. Bodinya cuma 4,7 mili dan chipsetnya dia pakai Kirin 9000 [musik] sekarang kita coba bahas si MatePad Pro Max ini tapi dari kacamata customer ya. Kalau beli ini buat kerja, belajar, nonton, meeting, gambar atau pengen tablet yang rasa PC, apakah tablet ini masih masuk akal? Kita mulai dari desain karena ini bagian yang paling gampang bikin orang jatuh cinta duluan. Bodinya ini super tipis 4,7 mili untuk tablet 13 inch, rasanya itu kayak enggak sopan. Dia ini tipis banget sampai pertama kali saya megang, saya itu langsung otaknya itu terbelah jadi dua. Yang pertama, gila ini sih premium habis, tapi di satu sisi karena saking tipisnya, saya takut kalau misalkan dia kedudukan di tas, wah patah gitu. Tapi impresi build quality-nya solid, metal unibody-nya ini bikin tabletnya enggak kerasa murahan, finishing-nya juga clean, dan kalau ditaruh di meja kayak gini, orang tuh langsung kayak bilang, "Wih, tablet apa tuh?" Kekurangannya ya karena dia segmentasinya tetap tablet gede ya, jadi kalau misalkan kita pakai dengan dua tangan dengan ya lumayan lama tetap aja kram, dan kalau misalkan jatuh ke hidung tetap aja sakit. Desainnya ini memang untuk orang yang sering kerja di meja lah, sering meeting, sering pindah ruangan, atau bawa tablet di tas. Tapi kalau kalian cari tablet yang bisa digenggam lama, terus bisa dimasukin saku, ya tablet yang 8 inch itu lebih enak. [musik] Sekarang masuk ke bagian yang menurut saya jadi alasan terkuat kenapa orang bisa kepincut sama Huawei MatePad Pro Max, layar. Panelnya ini pakai flexible OLED PaperMat, tampilannya lega, bezel-nya tipis, dan kamera depannya ditempatkan di area [musik] bezel. Jadi enggak ada notch atau punch hole yang mengganggu pandangan. Yang saya suka dari PaperMat display-nya Huawei ini, pantulan cahayanya itu lebih terkontrol. Dipakai baca PDF, nulis, meeting, atau lihat webtoon, gambar pakai stylus, rasanya itu lebih nyaman dan lebih mendekati kertas. Kemarin saya coba baca webtoon-nya Agen Kim di sini, beh enak banget sih. Dari hasil tes layar kami, kualitasnya udah oke kalau buat kerja, baca, nonton, dan kreatif ringan lah. Tapi kalau kalian butuh akurasi warna super ketat untuk kerja profesional, tetap perlu dicek lagi sesuai workflow masing-masing. Kata PC level di sini jangan ditelan mentah-mentah ya, artinya aja PC level. Jadi experience-nya enggak bisa bener-bener 100% full desktop. Dia enggak bisa bener-bener 100% gantiin laptop. PC level di sini maksudnya pengalaman WPS Office-nya itu dibuat lebih mirip DeX mode, jadi toolbar-nya lebih lengkap, layout-nya lebih familiar, dan ketika dipakai bareng Glide Keyboard plus trackpad atau mouse, kerjanya kerasa lebih serius dibanding tablet biasa. Misalnya buat buka dokumen panjang, ngatur margin, bikin tabel, ngedit presentasi, atau kerja spreadsheet yang agak rapi, dia jauh lebih nyaman daripada aplikasi Office tablet yang biasanya ya mobile itu terlalu disederhanakan. Dan sekarang di PC level WPS AI-nya itu ada AI yang beneran ngebantu. Kayak kemarin contohnya ya, saya mau bikin review tablet ini, saya dapat brief yang isinya itu sedikit alias banyak ya. Biasanya saya baca satu-satu tuh buat nulis poin pentingnya. Pas saya lagi baca brief, tiba-tiba saya nemu fitur AI summarize ini yang dia bisa langsung bikinin poin-poin rangkuman dari isi brief-nya. Setelah poin-poinnya dapat, saya copy, terus saya lanjut buka docs dari hasil ringkasan tadi, saya minta AI untuk smart create yang ada di docs-nya buat nyusun draft awal tulisan saya. Paling enggak, kerangka nulisnya itu udah dapat, karena yang susah itu biasanya mulai dari nolnya. Dan kalau ada kalimat yang berasa kaku atau kepanjangan, bisa tinggal diblok terus dipoles saja pakai AI polish ini buat ngerapiin. Dan misal kalau kalian lagi nulis terus mentok di tengah jalan, ada AI continue writing juga buat ngelanjutin tulisannya. Tapi tetap harus dicatat ya, AI itu cuma asisten. AI itu bukan nabi. Manusia saja bisa salah, apalagi AI. Hasilnya tetap harus dicek, jangan karena ada label AI semuanya langsung dianggap benar. Karena kalau kita ngomongin AI, AI itu sebenarnya tergantung prompt ya. Siapa tahu prompt atasnya itu kalian set untuk ngejawab seperti itu ya AI-nya bakal nurut-nurut saja. Kekurangannya ya kalau kerjaannya udah masuk level Excel yang berat, ada makrolah, ada plugin khususlah, file kantor yang rumit, atau workflow yang sangat bergantung sama Microsoft Office desktop, ya langsung saja pilihannya tablet yang Windows ya, jangan tablet yang Android. Karena plugin-pluginnya udah beda. Huawei Note sekarang juga lebih matang buat kuliah, buat gambar, ataupun buat kerja, atau sekedar nyoret-nyoret di konten, feel menulis di layar Paper Mate dengan M-Pencil-nya ini emang enak ya. Kalau kita ngikutin kata marketing-nya Huawei sih, ya kertas level. Jadi, mirip kayak gambar dan nulis di kertas. Ada kategori handwriting enhancement juga. Jadi, kalau tulisannya itu udah kayak dokter, apalagi dokternya sambil naik Gojek gitu ya, kan kacau malahan tulisannya. Sistemnya bisa bantu bikin lebih rapi. Bukan langsung jadi font undangan nikah, tapi minimal bisa kebaca. Ada juga fitur matematika yang kalian tulis aja rumusnya, terus kalian sama dengan gitu, hasilnya langsung muncul. Cuman, menurut saya ke depan, saran saya sih mending jangan hasilnya aja ya. Kayak prosesnya, rumusnya itu juga dikasih tahu [musik] biar bisa untuk edukasi sambil belajar. Karena kalau hasil doang kan kayak, "Hah, [menghela napas] kita enggak jadi enggak belajar." Untuk gambar ada Gupin. Ini salah satu senjata Huawei yang menurut saya paling masuk akal ya. Digabung dengan Paper Mate display dan M-Pencil, feel-nya itu lebih natural. Ada banyak brush, ada intelligent color card [musik] buat ambil palet warna dari foto, ada fluid brush, splatter brush sampai fitur animasi. [musik] Jadi, buat yang suka sketching, ilustrasi, mood board, story board, atau kreator yang intinya butuhkan force digital, ini sih menarik banget. Untuk pemakaian harian, buka banyak aplikasi, browsing, nonton, ya WPS tadi, notes, Gupin, meeting, dan multitasking ringan sampai menengah, Mate Pad Pro Max ini masih kerasa flagship. Animasinya halus karena dibantu dengan layar 144 Hz-nya dan RAM 12 GB-nya bikin ruang gerak untuk multitasking itu lebih lega. Tapi, kalau kita ngomongin performa mentah Huawei ya, Huawei ini kondisinya sekarang beda sama brand lain. Karena situasi dia berpisahnya dengan Amerika, mereka harus jalan dengan chipset-nya sendiri. Ini keren sih kalau dari sisi kemandirian, Huawei udah bisa mandiri, cuman belum bisa menyaingi. Kalau kebutuhan kalian cuma produktivitas, note taking, dokumen, gambar, meeting, atau media consumption, performanya udah lebih dari cukuplah. Tapi, untuk power user yang suka gaming, ya belum ya. Tapi, menurut saya sih orang yang beli Mate Pad Pro Max ini kayaknya enggak mungkin gaming deh. karena ini memang segmentasinya buat [musik] kerja. Atau kalian mau nge-game di tablet ini ya? Coba tulis di kolom komentar. Baterainya juga gede ya, untuk yang Indo itu dapatnya 10.400 mili amps. Di pengujian kita, PC Mark, dia dapatnya itu 11 jam 59 menit. Dengan ya, kalian lihat saja chart-chart yang kita tes sampling ini. Charging-nya juga dapat di 100 watt, enggak sampai 1 jam sudah penuh. Ada juga wire reverse charging sampai 40 watt. Jadi, kalau misalkan kondisinya darurat, misalkan HP kalian habis, tapi enggak ada powerbank, kalian bisa pakai si MatePad Pro Max ini buat powerbank. Tapi kalau powerbank biasa jatuh itu kan ya, oke lah. Tapi kalau ini jatuh, wah, tipis dan cantik, sayang banget kalau jatuh. Sekarang kita masuk ke bagian aplikasi. Nah, beberapa hari ini ramai ada pihak yang menanyakan tentang Fibonas, MicroG, G Box. Enggak salah ya, menurut saya, karena sebagai [musik] customer, ya kita wajib tahu tiga third party ini apa. Enggak salah. Hal itu wajar untuk dipertanyakan, karena ya memang harusnya gitu. Sebenarnya, kalau ngikutin Huawei dari dulu, hal ini harusnya sih enggak dipertanyakan ya, karena dari dulu 2019, [musik] sejak Paman Trump masukin dia ke entity list, ya memang enggak bisa native Google-nya. Tapi kalau kita lihat untuk perbankan yang populer di Indo, sudah bisa native, tapi untuk yang belum, Huawei ya kasih solusi dengan Fibonas, MicroG. Kalau butuhin app purchases, ya mereka butuh G Box. Kenapa seperti itu? Wah, itu kalau dijelasin panjang. Jadi, [musik] nanti saja lah ya, kita bikin video terpisah. Tapi harusnya ini upload tanggal 15. Kita coba upload dia di tanggal 15 jam 7. Kalau enggak bisa ya tanggal 16 lah ya. Buat sebagian orang yang mungkin sudah Huawei banget, yang sudah tahu tentang historinya Huawei, mungkin ya enggak masalah. Tapi buat orang awam, ya mereka harus tahu kalau ini enggak native. Dan dicek dulu tuh aplikasinya itu native atau enggak. Atau kalau misalkan enggak mau ribet, ya bisa cari alternatif yang lain. Oke, sekarang pertanyaannya, siapa yang cocok pakai Huawei MatePad Pro Max ini? Pertama, orang yang butuh tablet layar besar, premium, ringan, dan nyaman buat bacaan, nulis, wah pokoknya layarnya top lah. Kedua, mahasiswa atau pekerja yang work full-nya bisa hidup di WPS, PDF, browser, email, dan aplikasi yang sudah tersedia di ekosistemnya Huawei. Ketiga, wah ini yang paling penting menurut saya, kreator yang suka sketching, kanvas digital, intinya karena layar paper mate-nya ini dengan M-Pencil-nya benar-benar rasa feel-nya itu kayak di kertas. Keempat, orang yang sudah bergantung sama ekosistemnya Huawei. Karena kalau kita main ekosistemnya Huawei termasuk ya salah satu yang paling oke, cuma ya Google-nya saja enggak native. Siapa yang sebaiknya skip dulu? Ya orang yang sangat bergantung [musik] dengan produknya Google dan mereka belum percaya dengan teknik spoofing dari Gbox. [musik] Karena yang namanya virtual ya sama kayak Winlator, sama kayak emulator yang lain, pasti performanya turun. Karena itu kan enggak resmi ya, jadi kayak pakai perantara gitu. Jadi ya RAM [musik] dan baterai juga jelas lebih boros kalau pakai teknik spoofing. Kesimpulannya, si Huawei MatePad Pro Max ini adalah salah satu tablet yang paling menarik yang pernah Huawei bikin. Hardware-nya kuat, layarnya cantik dan nyaman, bodinya tipis, aksesoris produktivitasnya niat, WPS level-nya juga sudah ada fitur AI-nya, fitur kreatif kayak GoPaint bikin tablet ini terasa lebih serius daripada sekedar tablet [musik] yang buat nonton. Kekurangannya ya jelas ekosistem aplikasi masih butuh perhatian, Google-nya enggak native, beberapa aplikasi butuh solusi tambahan, dan performa mentah chipset-nya itu bukan yang paling kencang di kelas flagship-nya. Pas syuting ini saya belum tahu sih harganya berapa ya, tapi kata Huawei ada versi yang lebih terjangkaunya Huawei MatePad 11,5 PC level AI productivity. Sama-sama dapat AI WPS Office selama 1 tahun, keyboard-nya juga dapat, M-Pencil-nya juga dapat. Ya intinya sih tinggal disesuain sama kebutuhannya saja. Saya ini Gress Budi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.

Huawei MatePad Pro Max
Mulai dariRp 26.999.000
Lihat Detail
  • Baterai10.400 mAh
  • Kamera belakang50 MP
  • ChipsetKirin T93 Pro
  • Layar13,2" OLED, PaperMatte, 1B colors, HDR, 1600 nits (peak)

Beralih dari kerepotan layar sempit kini Huawei MatePad Pro Max menyatukan tiga jendela kerja dan panel OLED 13.2 inci dalam bodi 4.7 mm yang ringkas.