Kenapa iPhone Pas-pasan Ini Masih Dibikin?? - iPhone 17e Indonesia (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Lagi Put Review. Kita udah masuk ke bulan Juli yang akan sangat menyenangkan karena bakal banyak smartphone-sartphone baru yang oke banget. Tapi sebelum kita sampai ke sana nanti di akhir-akhir bulan, saya kepaniran untuk ngebahas HP ini dulu. Satu HP yaitu iPhone 17. Ya, ini kan HP yang udah rilis bulan Mei kemarin Indonesia. Jadi bukan yang baru-baru banget dan sekarang saya baru nyobain karena penasaran. Dan sama seperti iPhone 16i tahun lalu, iPhone 17i ini kan masih diposisikan sebagai iPhone entry level. Jadi iPhone yang lebih terjangkau lah. Saya enggak bisa bilang kalau ini adalah iPhone murah karena harganya sama sekali tidak murah untuk kebanyakan orang. Cuman ya itu dia lebih rendahlah dibandingkan sama saudara 17 lainnya. Nah, perpantauan saya di tanggal 8 Juli pas saya nulis naskah video ini, harga rilan ada di 13499 kalau di iBox atau di GMAP. Harga retail Indonesia. Nah, saya sendiri dapat ini di Studio Ponsel. Jadi kalau kalian pengin cek juga linknya ada di deskripsi. Nah, dengan angka yang sama sekali tidak bisa dibilang murah tadi, saya tuh sebenarnya lebih kepikiran, kenapa sih HP ini masih dibikin sama Apple? Buat siapa sih? Padahal kalau kita lihat kayak iPhone 16i tahun lalu itu kan isinya kayak ini HP kayak standar banget gitu, kenapa masih dilanjutin gitu. Apalagi ini kan HP kayak sulit gitu untuk direkomendasikan. Perubahannya pun sangat minimum di iPhone 17i ini. Oke, kita bisa lihat dari desainer deh kayak sama banget gitu, mirip banget masih iPhone kecil dengan layar yang pakai notch. Bodinya mirip tapi sekarang dia pakai ceramic shield 2 yang emang dikatakan lebih kuat. IP rating masih ada cuman ya udah gitu-gitu aja. Layarnya gak berubah dari ukuran dan jenis panel. Masih dengan super retina XDR OLED, tapi masih dengan refresh rate standar jadul ya, yaitu 60 Hz. Visualnya sih bagus ya, masih enak buat nonton, buat scrolling, edit foto, video masih okelah, masih layar top tier yang enak dilihat. Yang enggak enak itu cuma 60 Hz-nya aja. Tapi balik lagi karena saya udah terbiasa dengan refresh rate yang lebih tinggi. Kalau buat yang enggak pernah lihat 120 Hz sih ya mungkin baik-baik aja. Klasik banget sih sebenarnya. Kayak mungkin sebagian ada yang mikir, masa sih di tahun 2026 gini masih ada yang enggak bisa bedain 60 Hz sama 120 Hz? Ya simpelnya masih banyak banget yang enggak bisa bedain gitu ya. Makanya specs kayak gini masih tetap dipakai sama Apple dan orang banyak yang fine-fine aja. Nah, kita lanjut ke soal specs lain yang benar-benar baru itu adalah di soal chipset. Dia naik nih ke A19 kayak iPhone 17. kencang pasti bisa diandulin. Jelas ya emang sebagai iPhone entry level spek study utamanya bukan untuk ya aktivitas berat kayak main game sekalipun emang bisa banget tapi sebenarnya lebih ke ngasih jaminan bahwa HP itu bakal lancar mulu saat dipakai. Kalau buat orang yang kebutuhannya basic banget untuk yang enggak perlu HP-nya bisa aneh-aneh yang penting lancar, mulus, dapat banget sebenarnya. Di sini Apple tuh kayak seperti berpegang pada bodo amat spek saya dan sekertas kelihatan overkill gila-gilaan dan orangnya mungkin enggak akan pakai HP untuk buat aplikasi yang berat. Cuma yang penting HP-nya tuh mulus pas dipakai sehari-hari dan itulah yang terjadi di sini. Selama ngetes pun saya memang merasakan bahwa HP ini tuh lancar banget dengan performa kelas flagship kayak buat multitasking lancar ya, render konten video dan capc. Main game pun bisa kalau emang mau ya walaupun memang bukan peruntukannya ya. Palingan halangan dari HP ini untuk pemakaian lebih intensif itu adalah di baterainya doang ya. Kapasitas enggak ada perubahan sama versi tahun lalu. Jadinya emang hanya mengandalkan efisiensi dari chipset yang mana itu tidak signifikan sama sekali. Satu lagi buat bagian kamera ya. Ini kan kameranya masih cuma satu. Irit banget Apple ya. Spek hardware juga tidak berubah. Mode-modenya juga masih sama. Makanya kalau dari segi hasil ya gitu-gitu aja. Enggak ada yang bisa diharapkan sebagai gebrakan luar biasa dari Apple. Di sini masih dengan kamera yang menurut saya oke kok untuk pemakaian sehari-hari dengan tipikal pemrosesan ala iPhone yang enggak macam-macam. Minim bantuan AI, minim ketajaman yang ditambah-tambahin untuk detail. Pokoknya kamera yang apa adanya banget. Di bagian video kita juga bisa lihat di sini tidak ada perubahan dari segi moda rekaman. Masih mentok di 4K 30 FPS yang mana sebenarnya sudah sangat lebih dari cukup untuk kebutuhan banyak orang yang enggak macam-macam. Sayangnya untuk slow motion ya itu dia karena tidak ada perubahan masih mentok di 1080p aja jadi belum ada resolusi 4K untuk slow motion yang lebih tajam. Oke, buat testing video sedikit aja nih buat iPhone 17i outdoor siang hari dengan banyak mobil kita sambil jalan untuk lihat stabilisasi. Stabilisasi harusnya sih oke ya, enggak ada masalah. E warna, dynamic range, eh tele-telean dia bisa sampai dua nih. Ada tombolnya untuk dua. Kalau muat nge-zoom sebenarnya masih oke selama bukan yang jauh-jauh banget. Kalau dua kalau mau lebih jauh lagi dia bisa sampai 6x ya kelihatan sih cuman ya sudah tidak tajam. Paling oke tetap kita pakai 1x aja kayak gini. Kalau ke atas, Nah, itu langitnya sebelah sana warna hijau. Nah, itu langitnya emang blown out ya, emang enggak ada warnanya. Emang putih doang. Jadi bukan masalah dynamic range. Kalau yang pengin ada sedikit warnanya di sebelah sini. Pindah ke depan. Ini masih di 4K30. Tempat yang tadi kalian bisa lihat untuk stabilisasi, skin tone, dynamic range. Mungkin ke sebelah sana aja kali ya yang ada warnanya. Aud bisa didengar. Detail-detailnya oke atau enggak silakan dikomenin aja. Kita cek juga di kondisi low light. Kita langsung saja kita cobain iPhone 17i 17E untuk rekaman video 4K 30 fps malam hari outdoor. Kalau seperti ini sebenarnya ya kalau iPhone masih bisa diandalkan sekali. Kayaknya tidak ada zoom yang macam-macam. Kita bisa coba digital 2X saja seperti ini. Nah, ini 2X. Kalau mau lebih lanjut itu bisa sampai 6x. Nah, 6X-nya seperti ini ya. Tu kalau balik satu seperti ini. Kita coba bawa jalan untuk cek stabilisasi. Mungkin ada cheater-cheaternya. Kayak gini nih. iPhone 17. Kalau malam hari ke arah lampu lampu. Masih oke sih harusnya. [musik] Yang penting kan kuncinya adalah cahaya. Selama tidak gelap-gelap banget harusnya hasilnya masih bisa diandelin. Nah, satu lagi ini dia buat kondisi malam hari di tempat yang sama tadi untuk perekaman video menggunakan kamera depan. Oke, ini backlight banget karena cahayanya di situ. Tapi kalau kita menghadap cahaya hasilnya seperti ini. [berdehem] Gimana oke atau enggaknya? Silakan komentarin aja. Kalau cahayanya bagus sih hasilnya oke, tapi kalau kita backlight tentu tidak bagus. Jadi kalau kita ngelihat bagaimana upgrade yang dikasih sama Apple dari iPhone 16i ke iPhone 17 ini mungkin bakal kepikiran ini HP buat siapa sih? Ngapain dibikin? Kan? Balik lagi ke pertanyaan di awal tadi. Nah, kalau saya lihatnya nih yang pertama satu yang pasti iPhone 17i ini memang bukan ditujukan sebagai upgrade dari iPhone 16i. Jadi yang udah pakai iPhone 16i ya 16 sekarang emang enggak perlu untuk upgrade ke sini. Kalau menurut saya HP ini tuh sebenarnya lebih dibuat untuk memperbarui pintu masuk ke ekosistem produknya Apple. Jadi kayak gini. Masih banyak banget sebenarnya orang yang kalau beli HP itu gak nonton ulasan review sama sekali. Mereka cuma datang ke toko, cari HP baru. Dan kalau mereka nanya, iPhone apa sih yang terbaru dan yang murah? Jawabannya ya iPhone 17 ini. Walaupun mungkin di toko yang sama itu ada iPhone 16 juga iPhone 16, tapi buat yang enggak tahu ya 17 ini tetap kelihatan lebih menarik karena angka 17-nya itu jadi sama lineupnya dengan iPhone yang lebih mahal terbaru. Pokoknya angkanya 17 bukan 16 karena 16 bisa jadi menyimbolkan itu adalah produk tahun sebelumnya. Jadi dapat tuh iPhone terbaru tapi murah. Selain itu, HP ini juga masuk banget buat yang sekarang masih pakai iPhone lama. Entah mereka pakainya iPhone 11, iPhone 12, iPhone SE2. Nah, poinnya sama seperti sebelumnya itu iPhone baru yang lebih terjangkau sebagai sarana upgrade. Padahal ya kalau misalnya riset dulu gitu, HP kayak iPhone 15, iPhone 16 ya, iPhone 15, iPhone 16 itu bisa banget jadi alternatif yang sangat menarik dengan harga yang enggak beda jauh tapi fiturnya lebih advance. Paling enggak kalau belinya di marketplace karena kan kita bisa buat voucher, promo, macam-macam dan harganya tuh bisa sangat menarik dibandingkan smartphone ini. Jelas kelihatan lebih value deal dan kalaupun emang pengin yang lebih murah buat upgrade, ada iPhone 16i ya yang pasti harganya lebih turun banget setelah kehadiran iPhone 17 ini. Nah, poin berikutnya lagi yang sering banget dilupain sama netizen gadget Indonesia kebanyakan adalah HP itu kan dibikin secara global ya. Jadi, sasaran produknya itu penggunanya enggak cuma di Indonesia doang. Kalau buat kita yang tinggal Indonesia, produk kayak iPhone 16i atau 17 ini akan sangat mudah kelihatan, tidak menarik. Karena sederhana kita punya banyak banget pilihan ya, segala merek ya dari China, dari Korea, ada di sini sebagai alternatif dengan harga yang sangat kompetitif. Nah, ini beda cerita sama negara lain ya. Kayak negara asalnya Apple tes di Amerika. HP dari China, Xiaomi, Oppo, Vivo, enggak ada resmi di sana. Makanya pilihan HP budgetnya mereka itu terbatas banget dan kayak 17Ei ini masuk banget di pasaran mereka. Apalagi mungkin buat mereka yang tidak tax savy ya, buat bapak-bapaknya, ibu-ibunya di sana ya. adanya kan iPhone lama gitu dan apalagi di sana juga mereka kebanyakan beli HP itu pakai kontrak operator yang bakal bikin HP-nya lebih murah untuk pemakaian jangka panjang. Nah, kalau misalnya kita balik lagi ke konteks Indonesia, apakah iPhone 17i ini masih recommended? Menurut saya tidak terlalu. Hanya untuk kalangan tertentu aja yang mungkin emang pengin iPhone kecil, yang simpel aja yang penting iPhone baru ya, terbaru masih seri 17. Dan dengan dia lebih baru pasti otomatis akan mendapatkan dukungan software update yang lebih panjang dibandingkan iPhone sebelumnya. Dan kalau misalnya nanti diturunkan upgrade yang baru gitu, upgrade baru nanti kayak Siri dan segala macam di iOS terbaru ya sebenarnya dia akan bisa menjadi perangkat yang menarik sebagai entry level perangkatnya Apple. Cuman di saat yang sama saya juga melihat ya kayak iPhone 15, iPhone 15, iPhone 16 atau ini sih iPhone ini underrated banget menurut saya. Ini HP harganya udah turun banget dibandingkan pas dia baru rilis tapi ya itu balik lagi dia punya fresh rate yang bagus ya layarnya gede, chipsetnya kencang. Baterainya juga sebenarnya enggak boros-boros amat kalau buat pemakaian yang normal-normal aja yang tidak heavy untuk gaming segala macam. Ini satu HP yang menurut saya sangat menarik gitu. Kameranya juga sama-sama satu gitu, tapi lebih canggih dibandingkan iPhone 17i ini. Jadi ya kalau misalnya emang kalian ada budget lebih, saya lebih merekomendasikan untuk ya entah iPhone 15, iPhone 16 Plus atau iPhone R sekalian gitu. Tapi kalau emang pengin iPhone terbaru, yang paling murah saat ini ya kata kuncinya terbaru dan paling murah resmi di Indonesia, iPhone 7 ini jawabannya ya. kalian pilih yang mana atau udah ada yang pakai boleh komen aja di bawah dan kalau mungkin pengin lihat link pembeliannya di Studio Porsel linknya juga ada di deskripsi untuk sekarang kayak segitu aja dulu buat review-nya makasih banyak menonton sahabat putri amit sampai ketemu lagi di video-video gadget yang akan datang saya bisa bilang bulan Juni ini akan sangat menarik karena HP-nya juga oke-oke banget jadi tungguin aja jangan lupa subscribe dan aktifkan notifikasinya pamit sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice Guys,
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...

















