Jungkat

Kenapa kalian harus ganti Smartphone!? (YouTube Video)

  • 13/10/2026

Kalau saya tanya ke kalian, kenapa sih ganti HP? Jawabannya mungkin beda-beda. Ada yang karena kameranya udah enggak sebagus HP baru, ada yang karena pengen upgrade performanya, ada juga yang ya karena emang udah bosen aja. Tapi kalau kita ngomongin alasan yang paling banyak sering bikin orang akhirnya nyerah sama HP lamanya adalah, menurut saya, ya setidaknya ada tiga alasanlah. Yang pertama, baterai. Awalnya sehari ngecas cuma sekali, lama-lama baru adzan dzuhur baterai udah minta dicolok. Battery health-nya turun, kapasitas efektifnya berkurang, dan akhirnya kita jadi lebih sering nyolok charger. Nah, yang kedua adalah performanya. HP yang waktu pertama dibeli kerasa kencang, terus beberapa tahun mulai kerasa, ya namanya juga hidup ya. Buka aplikasi mulai kerasa lemot, multitasking mulai enggak sesmooth dulu, pindah-pindah aplikasi juga rada ada delay gitu, dan akhirnya muncul kalimat yang sangat berbahaya serta mengancam perekonomian keluarga. Hmm. Kayaknya udah waktunya ganti HP deh. Oke. Dan yang ketiga adalah durability. HP jatuh dikit layarnya pecah, kena air dikit langsung bermasalah, dipakai kerja, dibawa jalan-jalan, masuk kantong, masuk tas, ketemu panas, debu, hujan. Ternyata HP kita enggak sekuat harapan orang tua gitu. Padahal sekarang HP itu udah bukan barang yang kita beli buat dipakai setahun dua tahun terus dibuang loh. Emangnya Jepang? Harga HP makin mahal dan akhirnya cara kita ngelihat HP juga berubah. Kita sekarang beli HP sebagai investasi buat penggunaan jangka panjang. Jadi kalau saya mau beli HP hari ini, saya enggak cuma nanya SOC-nya apa, kameranya berapa megapixel, atau layarnya berapa hertz. Saya justru mulai nanya, HP ini bisa nemenin saya berapa lama? Dan dari situ, menurut saya, ada empat yang harus dimiliki sebuah HP kalau emang mau dipakai dalam jangka waktu yang lama. Pertama, HP tersebut harus badak. Dan waktu saya bilang badak, saya enggak lagi ngomongin badak bercula satu yang hampir punah itu ya, bukan juga minuman mengandung gula cap badak. [musik] Saya juga enggak cuma ngomongin HP yang cuman iron proof gitu. Karena HP itu enggak cuma tentang jatuh dari meja. Kadang HP kita kena hujan, kadang dibawa touring, kadang dipakai di luar ruangan, kadang kena tumpahan kopi tugu. Kadang masuk tas bareng barang-barang lain yang ya enggak semuanya ramah sama HP gitu. Beberapa ada yang jahat dan suka melukai. Jadi, durability itu harus lebih dari sekadar bisa selamat kalau jatuh. Kalau bisa, HP-nya punya proteksi terhadap air, terhadap benturan, dan berbagai kondisi penggunaan sehari-hari. Karena semakin lama kita mau pakai sebuah HP, semakin penting juga rasa aman ketika makainya. Kedua, HP tersebut memang didesain buat dipakai jangka panjang. Ini bukan cuma soal bodi yang kuat ya. Performa juga harus bisa diandalin. Baterainya juga harus awet. Dan kalau baterainya gede, tentu makin enak harusnya. Nah, konsep kayak gitu yang coba dibawa Oppo melalui A7 Pro Series. Di seri ini ada dua model, Oppo A7 Pro 5G dan Oppo A7 Pro Max 5G. Dan salah satu hal yang mereka tekankan adalah long lasting smoothness. Oppo berkomitmen ngasih 6 tahun smoothness atau six years smoothness. Ditambah komitmen mereka terhadap update ColorOS. Jadi, konsepnya bukan sekadar HP ini ngebut ya, tapi lebih ke HP ini didesain biar tetap enak dipakai dalam waktu yang panjang. Dan ini bisa kalian rasain dari activity yang emang kita lakuin tiap hari. Buka WA, pindah ke Instagram, balik ke YouTube, multitasking, live TikTok, nonton video, balik lagi ke aplikasi lain, dan lain-lain. Karena smooth itu baru kerasa penting ketika kita udah pakai setiap hari. Bahkan di dalam ColorOS ada fitur extended use care. Kalian tinggal masuk ke phone Manager, pilih Extended Use Care dan pilih Optimize. Tujuannya simpel, ngebantu jagain HP biar tetap optimal dan smooth buat penggunaan jangka [musik] panjang. Dan kalau mau dipakai lama, baterainya juga harus tahan lama. Nah, Oppo A7 Series punya baterai yang gede banget, buset. Buat A7 Pro kapasitasnya 8.000 mAh, sedangkan A7 Pro Max ini baterainya 10.000 mAh, coy. Kapasitas kayak gini jelas ngasih fleksibilitas yang jauh lebih gede buat daily activity. Kalian bisa kerja, nelpon, nonton, nge-game, doom scrolling, bikin konten, sampai jalan-jalan tanpa harus terlalu sering nyari colokan. Oppo juga ngasih klaim baterainya akan tetap durable sampai 6 tahun dengan battery health minimal 80%. Jadi, enggak cuma kapasitas awalnya yang gede ya, tapi baterainya juga didesain buat tetap terjaga dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, Oppo ngasih perlindungan dengan asuransi battery health sampai 6 tahun. Kalau dalam 6 tahun battery health-nya turun di bawah 80%, kalian bisa dapatin satu kali gratis penggantian baterai [musik] secara resmi yang bisa di-redeem lewat My Oppo. Ini keren sih, bentuk tanggung jawab Oppo atas klaimnya tahan jangka panjang. Sungguh brand yang [musik] sangat bertanggung jawab. Dan ketika akhirnya butuh charging, A7 Pro support 45 watt SuperVOOC Flash Charge, sedangkan A7 Pro Max support sampai 80 watt SuperVOOC Flash Charge. [musik] Ada juga OTG reverse charging, jadi waktu kalian lagi ngayap dan para bestie kalian tiba-tiba datang dengan muka melas karena HP-nya terkulai lemas, kalian langsung bisa jadi pahlawan kayak film-film Avenger gitu. Karena HP kalian bisa berubah menjadi power bank dadakan. Kepakai banget menurut saya. Nah, ketiga, HP tersebut selain harus tangguh, tapi desainnya juga tetap harus enak dilihat. Ini penting, karena menurut saya ada satu masalah dengan sebagian HP yang jual durability. Tangguh sih, tapi desainnya kadang bikin saya enggak tega naruh di atas meja gitu [musik] loh. Bulky, tebal, kelihatan kayak kalau jatuh dari lantai 3 itu lantainya yang minta maaf gitu. [tertawa] Ya pokoknya enggak enak dilihat lah. Padahal kalau HP emang mau dipakai selama bertahun-tahun, saya juga mau HP itu tetap enak dilihat. Dan Oppo A7 Pro Series itu punya semua itu. Walaupun punya baterai gede sampai 10.000 mAh, Oppo tetap mencoba mempertahankan desain yang slim, modern, cakep, dan enak dipakai sehari-hari. Jadi dia enggak cuma punya karakter HP yang tangguh, tapi juga tetap enak dilihat ya. Karena bayangin kalian pakai HP ini 3 atau 4 tahun ke depan, kalau desainnya terlihat ngikutin tren sesaat, HP-nya bisa cepat kelihatan tua kayak yang pakai. Tapi kalau desainnya emang dibuat timeless dan tetap enak dilihat, HP-nya masih ya kerasa relevan lah. Dan buat saya ini juga bagian dari longevity. Bukan cuma HP-nya yang harus bertahan lama, tapi kita juga harus tetap nyaman pas ngelihat atau pakai dalam waktu yang lama. Dan terakhir kameranya harus bisa diandalkan. Karena sekarang HP enggak cuma jadi alat komunikasi ya. HP juga udah jadi alat dokumentasi, alat bikin konten, alat kerja, alat buat nyimpan momen. Makanya durability dan performa panjang aja kayaknya belum cukup gitu. Kameranya juga harus bisa diandalkan. Nah, Oppo A7 Pro Series punya 50 megapixel ultra wide AI zoom selfie camera dengan 100 derajat field of view. Dan angka 100 derajat ini enggak cuma buat dipajang di kotaknya doang. Field of view yang luas akan sangat kerasa waktu kalian mau selfie bareng banyak orang, foto keluarga, foto bareng teman, foto rame-rame, sama bestie-bestie. Atau bahkan ketika kalian sedang traveling dan mau masukin lebih banyak pemandangan ke dalam frame. Ada juga natural tone dan auto fokus buat ngebantu ngasilin foto yang lebih natural dan enak dipakai. Oh ya, soal auto fokus di kamera depan itu cuma ada di varian Pro Max ya. Intinya yang penting adalah ketika momennya datang kalian tinggal angkat HP, foto, dan hasilnya cukup bagus buat langsung di posting. Jadi kesimpulannya, HP yang benar-benar dibikin buat jangka panjang harus bisa tetap smooth, awet, tangguh, stylish, dan relevan. Karena kita enggak cuma butuh HP yang bisa bertahan lama, kita butuh HP yang tetap enak dipakai selama dia bertahan. Dan mungkin itu sebenarnya yang harus kita cari waktu beli HP sekarang. Gimana menurut kalian?

Lihat di YouTube