Kencang? Irit? Uji Perdana Laptop Intel “Wildcat Lake”: Review Lenovo IdeaPad Slim 3i (2026) (YouTube Video)
Hei, kalian harus tahu nih bahwa selain Core Ultra Series 3 yang penter penterl itu, Intel juga punya prosesor Core Series 3. Ya, ini lebih terjangkau. Uniknya, arsitektur yang satu ini tetap mirip dengan Intel Core Ultra Series 3. Jadi, performa per core, efisiensi daya dan fitur-fiturnya tetap mirip dengan pressor yang luar biasa itu ya. Bahkan pressor ini ternyata bisa memainkan game berat seperti Cyberpunk 2077 dengan cukup lancar. Nah, salah satu laptop yang pakai Intel Core Series 3, bukan Core Ultra ya. Intel Core Series 3 udah ada nih di samping saya ya. Untuk pressor dia pakai Intel Core 5 Series 3 dengan konfigurasi 6 core dalamnya ya. RAM-nya 8 GB DDR5 dan masih bisa di-upgrade. Kurang gede. Tenang, ada varian 16 siganya juga. Storage-nya juga enggak pelit, langsung 1/2 TB. Dia juga pakai layar IPS, koektornya lengkap. Baterainya juga irit belasan jam. Yang satu ini adalah Lenovo Idapad Slim 3i keluaran 2026. [musik] Ya, beda dengan laptop core Ultra Series 3. Ingat ya, ada ultranya ya yang harganya puluhan juta. Laptop core series 3 itu harganya di belasan juta. Bahkan varian paling terjangkau dari laptop Lenovo ini harganya di Rp1 jutaan. Tapi sekencang apa performa laptop yang satu ini? Oke, langsung aja kita mulai mulai dari spesifikasinya tentunya ya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core 5 320 ya. Fabrikasinya Intel 18 angstrom ya. Apa itu 2 3 nanom engak main ya 18 angstrom 1,8 jadinya ya. Base power 15 wat. Dia punya 6 core 6 trad yang terdiri dari du performance core dan 4 low power efficient core. Intel smart cash-nya ada di 6 MB. Integrate graphicnya dia pakai Intel graphics dengan 2 X Course. Ya, walaupun namanya Intel Graphics IGP ini pakai arsitektur yang sama dengan Intel Arc B390 yang perkasa itu ya. Jadi integrator grafis ini mampu menjalankan fitur Intel XS3 seperti multifame generation yang bisa melipat gandakan frame rate saat kita lagi main game. Dan menariknya di sini juga dia punya NPU dan NPU ini punya kemampuan AI hingga 16 tops. Nah, untuk memori atau RAM yang terpasang adalah 8 GB DDR5 5600 MHz single channel. Perlu diperhatikan ya bahwa controller memori dari prosesor yang satu ini hanya mendukung RAM single channel aja. Jadi dia tidak bisa dijadikan dual channel. Tapi menariknya laptop ini pakai RAM SODIM, jadi masih bisa kita upgrade kalau diperlukan. Teoritis prosesor ini mendukung kecepatan hingga 6400 MHz untuk RAM 64 GB. Nah, untuk storage menggunakan 512 GB SSD M.2 NVM PC 4x4. Tapi sayangnya laptop ini hanya support SSD yang ukuran fisiknya 2242 alias bukan yang paling panjang dan dia tidak punya tempat untuk dudukan baut untuk masang SSD ukuran 2280 yang panjang itu. Nah, untuk connectivity dia menggunakan modul Mediatch yang mendukung WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.3. Kapas baterainya ada di 50 wat hour. Ini kelihatannya kecil ya, tapi kita lihat aja entar hasil pengujiannya. Untuk OS dia pakai Windows 11 25 H2. Untuk body factornya adalah clamp Shell. Untuk materialnya adalah aluminium untuk punggung layar dan polikarbonat untuk bagian lainnya. Menariknya, dia punya standar daya tahan militer tadi standar 810H. Jadi udah teruji durabilitasnya. Untuk pilihan warna [mendengus] ada Luna Grey ini yang kita uji, lalu ada Breeze Mos dan ada Cosmic Blue. Oke, untuk desain walaupun namanya Idea Pad tapi penampilan laptop ini dibuat mirip seperti seri Yoga yang terbaru. Walaupun demikian, pada body bagian keyboard desain pinggirannya tuh tidak dibuat menipis. Bagian pinggirannya dibuat sama tebal seperti bagian tengahnya. ini jadi mengingatkan kami pada desain laptop terjangkau dari produsen yang logonya buah somplek itu ya. Oke, untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22,2 cm, dan ketebalan sisi paling tipisnya 1,69 cm, sisi paling tebalnya 1,79 cm. Untuk bobot laptopnya aja di 1,39 kg dan chargernya ini adalah charger 230 gr. Ini charger 65 watt. Total bobot kalau semuanya di bawah-bawah adalah 1,62 kg. Untuk display ini layarnya ukuran 14 inci, resolusinya 1920* 12 piksel dengan aspek rasio 16 balan panel IPS ya. Nah, menurut Lenovo tingkat kecerahan maksimalnya adalah 400 dan kalar gambutnya ada di 45% NTS. Kalau kami ukur, kita dapat bahwa keceran maksimalnya itu 421. Jadi lebih tinggi dibandingkan dari klaimnya. Untuk gambut coversnya ada di 58,8% sRGB dengan gambut volume di 60,5% SRGB. Ini menandakan kalau layarnya memang masih kurang cocok kalau kita mau ngedit-ngedit file atau video dengan akurasi warna yang kelas profesional. Tapi kalau mau dipakai untuk sekedar belajar editing ya dan enggak butuh yang akurat-akurat amat, layar segini sih masih oke. Paling enggak kalau kita pakai panel IPS kan konsistensi warnanya masih bertahan terus walaupun kita geser-geser atau kita putar-putar. Nah, permukaan layar ini sifatnya non glare ya. Jadi enggak banyak pantulan-pantulan cahaya mengganggu dari lampu, jendela atau objek-objek di star kita. Untuk desain bingkai layar juga dibuat cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Jadi tingkat aktif area rasionya mencapai 90,1%. Kemudian untuk exel layarnya ini ternyata bisa dibuka sampai 180 derajat seperti laptop kelas profesional. Exel seperti ini akan mencegah kerusakan akibat terdorong enggak sengaja ya. Dan otomatis kita juga dipermudah untuk memprestasikan isi layar ke orang yang ada di depan kita persis. Nah, kita lihat sekarang kamera mikrofonnya di sini. Sayangnya kamera laptop ini masih menggunakan sensor 720p 30 fps dan kamera ini diapai dengan penutup fisik. Jadi ini sebetulnya lebih aman ya dari resiko diintip ya. Dan sayangnya fitur Windows effect Effect tidak aktif di sini padahal ada NPU-nya nih ya. Nah di sisi kanan dan kiri kamera kita lihat ada modul mikrofon. Meskipun menggunakan Sensor 720p gambar tangkap kamera ini ternyata lumayan jernih dan warnanya cukup natural dengan noise yang cukup minim. Mikrofon di laptop ini juga bisa menangkap suara kami dengan natural dan menghilangkan sepenuhnya suara kebisingan di sekitar kami saat sedang ada keramaian. Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Lenovo Ide Padlim 3i yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya, sayangnya dia hanya sampai di 720p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Apakah kualitasnya sudah terbilang oke? Nah, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Lenovo Idapet Slim 3i yang satu ini. Bisa kalian lihat ya, di sekitar saya ini lagi ramai banget sama kendaraan soalnya ini jam pulang kantor. Meski begitu, noise di sekitar ini bisa kreduk baik dan suara saya bisa ketangkap dengan baik juga. Oke, untuk audio laptop ini dilengkapi dua buah speaker dengan posisi di sebelah kanan dan kiri keyboard. Kita bisa mengatur profil dan equalizer melalui aplikasi Dolby Settings. Suara yang keluarkan laptop ini ternyata lumayan lantang ya. Sementara untuk kualitas suarnya udah lumayan oke sih untuk laptop Lenovo seri Ideapad. Untuk karakter suaranya cenderung agak bright dengan bass yang tipis-tipis aja. Nah, untuk konektor sisi kiri ada DC, ada satu USB 3.2 gen one type A, ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen one type C yang udah mendukung display output dan power delivery. Jadi bisa dipakai untuk ngecas laptop dengan gun charger juga di sini ya. Kemudian ada 1 3,5 mm audio combo jack. Di sisi kanan ada tombol power, ada SD card reader, dan ada satu USB 3.2 gen One. Jadi menarik ya, tombol power-nya itu bukan di area keyboard. Nah, untuk keyboard-nya sebenarnya di sini enggak ada yang benar-benar baru ya, bentuk tombol tetak dan yang paling penting adalah kenyamanan pakainya. Tetap mirip seperti laptop ID Padlim 3 lainnya. Untuk travel distance-nya ada di 1,3 mm. Jadi, feel-nya memang agak kurang dalam kalau dibandingkan dengan yang yoga-yoga tentunya ya. Tapi 1,3 udah lumayan lah. Tentunya keyboardnya juga dilengkapi dengan lampu backlit berwarna putih dengan dua tingkat kecerahan yang bisa diubah dengan menekan tombol function plus space bar ya. Jadi ada ya backlitnya di sini ya. Lanjut untuk touchpad. Laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran 12 * 7 cm. Untuk posisinya itu sejajar dengan tombol space bar. Jadi kita lebihnya aman saat mengetik dan enggak gampang kesenggol-senggol dengan tangan ini, ya. Lalu untuk cooling system, laptop ini memiliki satu buah heat pipe dan satu buah kipas. Untuk ventilasi pembangan panasnya itu mengarah ke belakang. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa, yaitu adaptive power mode ini auto, lalu ada batery saver, dan ada performance. Kita bisa mengubahnya dengan menekan tombol function plus huruf Q. Ini klasik banget untuk Lenovo ya, atau melalui aplikasi Lenovo Vantage. Nah, untuk pjat kali ini kami juga akan menampilkan hasil versi 16 GB-nya juga ya. Oke, kita mulai dari Ceb R23 nyolok ke charger. Dia stabilitas selama setengah jam, skor tertinggi dicapai adalah 7.291. 91 poin di mode adaptive power dan 7.492 poin di mode performance. Lalu untuk skor yang dapat dipertahankan kita lihat ada di 7.40 sampai 7.140 poin di mode adaptive power dan untuk di mode performance ada di 7.290 sampai 7.420 poin. Sekarang kalau kita cabut chargernya, kita lihat lagi skor yang diperoleh adalah 7.50 sampai 7.160 poin di mode performance. Nah, ini skornya turun sedikit ya walaupun tetap ada di atas 7.000-an poin. Lumayan mantap juga. Lanjut untuk suhu kerjanya kita lihat dengan sineban stabilitas selama setengah jam. Di mode adaptive power supressor tuh sempat naik sampai 94 derajat Celcius di awal pengujian tapi kemudian lalu turun ke kisaran 75 sampai 82 derajat Celcius dengan sesekali ada lompatan opportunistik mungkin ya ke 90 derajat Celcius. Nah, kalau kita pakai mode performance, supressor sempat naik ke 98 derajat Celcius di awal pengujian lalu kemudian turun dan bertahan di bawah 90 derajat Celcius dengan sekali ada spike sedikit di atas 90 derajat Celcius. Jadi harusnya ini aman-aman aja karena ingat ya tadi itu full load yang memang hanya menghajar sisi core prosesornya saja ya. Kita lihat kalau di aplikasi yang biasanya seperti apa. Kita pakai Adobe Premiere Pro 2026. Kita coba export video full HD 60 fps yang durasinya 5 menit kalau kita pakai open dengan RAM 8 gig kita mendapatkan 6 menit 50 detik. Sementara untuk RAM 16 GB kita dapat 6 menit 39 detik. Nah kalau videonya adalah full HD 30 fps durasinya 5 menit. Kita lihat dengan Open Sale RAM 8 gig itu 3 menit 23 detik. RAM 16 gig itu 2 menit 56 detik. Jadi kalau kita pakai Adope Premiere dia lebih mantap buat editing full HD 30 fps. Nah untuk su kerjanya pada saat pakan full HD video exporting di sini su rata-rata prosesor itu ada di kisaran 65 sampai 74 derajat celcius dengan sekali lompatan saja ke 78 derajat celcius. Aman kan? Enggak nyentuh 90. Lanjut untuk Dafinci Resolve 20.3. Ini software video rating kelas profesional tapi ini versi gratis yang kita pakai. Untuk video full HD 60 fps selama 5 menit juga videonya ya. Ram 8 juga saya dalam waktu 7 menit 56 detik. RAM 16 juga saya dalam waktu 7 menit 27 detik. Sementara kalau kita pakai 30 fps ya durasinya sama. RAM 8 juga dalam waktu 3 menit 58 detik. RAM 16 juga selesai dalam waktu 3 menit 53 detik. Di sini kat juga ya bahwa lebih mantap buat ngediting video di Full HD 30 FPS. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan Full HD video export, supressor sempat berada di atas 90 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun dan bergerak di kesaran 75 sampai 85 derajat Celcius. Jadi lagi-lagi aman ternyata ya. Oke, lanjut kita coba pakai CapCut. Videonya full HD 60 fps. 5 menit lagi durasinya. Untuk RAM 8 G sudah dalam waktu 4 menit 6 detik. RAM 16 gig 3 menit 45 detik. Kalau video full HD bukan 60 fps, tapi 30 fps. Durasinya sama-sama 5 menit. RAM 8 gig dalam waktu 2 menit 26 detik. RAM 16 gig 2 menit 20 detik. Nah, kalau mau ngedit full HD 60 fps mantapnya pakai caput. Nih, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Untuk full HD video exporting sucessor sempat naik ke 88 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun di bawah 80 derajat celcius. Lagi-lagi bisa diamankan ya suhunya ya. Sekarang mari kita uji NPU-nya dengan Prosion. Di benchmark ini kita akan menguji performa NPU dalam menghasilkan gambar dari sebuah prom dengan menggunakan stable diffusion. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksel adalah 23,2 detik. Ini jauh lebih kencang dibandingkan NPU yang ada di Core Ultra 515H. Ini jagoannya yang dulu ya. Dia butuh waktu 44,8 detik. Jadi jelas NPU di laptop yang satu ini lebih kencang. Lanjut kita lihat skor 35 graphic testnya ya. Untuk Firestrike dapat 3.181 poin. Untuk time spy dapat 1331 poin. Oke, tentunya sekarang kita mau lihat sekencang apa performa integrated graphics dari laptop ini saat dipakai untuk main game. Kita mulai dari Dota 2 800p ya resolusinya kita set di fastest. Render scale 100% scene berat 35 sampai 45 fps. Scene ringan 65 sampai 75 fps lumayan untuk valoran wah langsung aja 1200p pentokin aja ya. Setting di low kita dapat 70 sampai 170 fps. Lanjut untuk Gensin Impact 1200p ya. Lowest render scan-nya di 1,0 ya. Kita dapat 55 sampai 60 FPS. Lalu untuk Monster Hunter Rise 1200petnya di average kita dapat 45 sampai 55 fps. Final Fantasy 7 Remake 720p. Texter and shadow resolutionya dibikin low. kita masih bisa dapat 35 sampai 65 fps. Kemudian Cyberpunk 2077 800p ya kita taruh low. XCS kita taruh di performance kita dapat 35 sampai 45 FPS. Menariknya versi 16 GB-nya bisa mainkan game dengan lancar saat multifame generation kita aktifkan. Contohnya seperti game Blackmith Wukong ya. Nah, nih kita ganti nih sekarang ya. Untuk 800p low XCSS level di 90 MFJ-nya off kita dapat 20 sampai 30 fps. Tapi kalau MFJ kita pasang 4 kali kita dapat 50 sampai 60 fps. Kemudian Cyberpunk 2077 masih di 800p low XCSS-nya di performance. Kalau multifame generation chin off dapat 35 sampai 50 fps. Kalau MFG-nya taruh di 4 kali kita dapat 100 sampai 125 FPS. Oke sekarang kita lihat suhu kerja 30 menit main Cyberpunk 2077. Ternyata suhu prosesor itu bergerak di rentang 78 sampai 83 derajat Celcius. Nah, untuk super permukaan body setengah jamin saya berbank 2077, area keyboard paling panas terlihat ada di tengah ke kiri dengan suhu tertinggi berkisar 38 sampai 39 derajat Celcius. Sementara tombol lainnya suhunya lebih rendah dari 38 derajat Celcius. Sedangkan untuk suhu pamres itu aman sekali di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.483 483 MB/ dan tulis di 4.599 MB/ Ini udah kencang ya untuk SSD PC Gen 4 terutama untuk yang ukurannya pendek seperti ini. Oke sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Untuk pengujian ini berarti kita atur 150 volume suara 25% dengan mode adaptive power mode ya. Untuk 1080p local video playback baterai habis setelah 16 jam 18 menit. Ini sih irit banget ya buat laptop dengan baterai 50 wat hour yang pakai OS Windows. Nah, selain m video kita juga menguji dataan baterai dengan Prosion Office Productivity Benchmark. Ya, pengujian ini akan mensimulasikan aktivitas buka tutup serta kerja dengan aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook tanpa henti sampai baterainya habis. Hasilnya laptop ini bisa bertahan selama 11 jam 33 menit. tentunya kalau aktivitas office kita diselingi dengan istirahat ya daya tahan baterainya akan lebih lama lagi ya. Masa ya 11 jam lu buka tutup buka tutup enggak mungkin kayaknya sih pasti ada berhentinya. Oke sekarang kita lihat kecepatan charging-nya. Untuk 30 menit pertama tercapai 38% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 31 menit. Ini hebat banget ya nge-charge-nya ya. Patokan standar kami untuk ngecharge laptop yang standar itu ada di 2 jam. Jadi 1,5 jam itu hitungannya kencang banget. Oke, untuk harganya untuk unit dengan spesifikasi yang kami uji ini ya, itu harganya ada di Rp14.299.000. Dan menariknya harga versi 16 GB-nya ternyata hanya Rp15.499.000. Jadi 8 gig ke 16 gig diisinya cuma Rp1,2 juta. Padahal 8 gig DDDR5 tuh harganya bisa R2 jutaan ya. Nah, selain itu ada juga varian core 3304 dengan RAM 83 dengan SSD 256 GB. Harganya ada di Rp1.799.000. Lalu ada juga varian core 7350 dengan RAM 16 gig SSD 512 gig dengan harga di Rp17.299.000. Nah, selain varian 14 inci, laptop ini juga ternyata ada varian layar 15,3 inci-nya. Pilihannya ada versi core 5 yang RAM-nya 16 GB, harganya di 15,499. Lalu ada versi Core 7, RAM 16 GB, harganya di 17,299. Ternyata harganya sama aja ya, sama versi 14 inci-nya ya. ya tergantung kalian butuh layar berapa ya yang gede layarnya atau butuh yang lebih ringkas untuk dibawa-bawa. Untuk bonus pembelian ada Microsoft Office Home 2024. Ini enggak perlu langganan lagi. Nah, kalau mau langganan ada kok dikasih Microsoft 365 dapat langganannya gratis selama 1 tahun. Kemudian dapat juga backpack di dalam sini ya. Kemudian untuk garansinya dia dapat 2 tahun premium care dan ada 2 tahun accidental damage protection. Nah, atau ADP namanya ya. Karena si ADP darieno ini akan menawarkan proteksi untuk kelalaian pengguna di luar garansi utama. Seperti ketumpahan cairan, jatuh enggak sengaja retak panel LCD, keyboard-nya mati, cleting listrik, garansi ADP ini ditanggung 100% selama 2 tahun pertama. ADP ini juga dapat diklaim lebih dari sekali selama bukan di part yang sama. Untuk part yang sama sih sebetulnya masih bisa lebih dari sekali ya, dua kali tapi tepatnya ya. Menariknya lagi, Lenovo menyebutkan kalau garansi ADP ini bisa diperpanjang jadi sampai 3 tahun tentunya dengan menambahkan biaya. Jadi kalau ini mau dibelikan untuk ee calon mahasiswa yang mau kuliah 4 tahun bisa tuh tinggal tambah biaya dikit aja. Jadi garansi ADP-nya sampai 4 tahun. Enggak ada tuh cerita laptop saya rusak gitu ya. Terus enggak bisa dipakai selama 4 tahun kuliah. Enggak ada. Oke, lanjut masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, supressor agak tinggi kalau misalnya aplikasi membanding sisi prosesor saja. Tapi kita buktikan tadi bahwa sudah langka aplikasi yang seperti itu. Dan untungnya ini bisa diakali juga dengan menggunakan mode adaptive power supaya suya jadi lebih rendah. Kemudian untuk varian yang ini RAM-nya tuh masih 8 gig. Kapasnya agak kurang ya karena saat ini Windows 11 menggunakan RAM sekitar 3 sampai 4 GB saat enggak jalan aplikasi apapun ya. Tapi tenang, Microsoft itu menjadikan akan ada update Windows 11 yang membuat laptop dengan RAM 8 gig akan jadi lebih nyaman dipakai di akhir tahun 2026 ini. Tapi kalau ada ekstra dana sih sebetulnya ya kalau dari kami bilang mending langsung ambil yang 16 gig aja sih ya. Nambahnya juga cuma sedikit. Lalu prosesornya ini hanya support RAM single channel jadi enggak bisa dibuat dual channel. Jadi kalau mau bikin lebih kencang ganti RAM bawaannya ke kecepatan yang lebih tinggi ya. Lanjut untuk layar ini juga sayangnya masih belum 100% SRGB dan kamera juga belum 1080p serta di sini tidak ada fitur Windows Studio Effect. Dari segi menariknya dia menggunakan prosesor Intel Core 5 series 3. Rsornya seperti core Ultra Series 3. Mumpuni untuk motivitasking ringan hingga kelas menengah ya. Kuat editing video 1080p 60 fps kalau kita pakai CapCut. Kuat gaming tipis-tipis juga bisa main game pakai multi frame generation asalkan RAM-nya 16 gig ya biar lancar ya. Lalu RAM Sodimnya ini bisa di-upgrade. Ini penting nih. Baterainya juga irit. Ini irit banget. Lalu charging-nya juga kencang banget. Konektornya juga lengkap sampai ada SD card juga ya di sini. Dan garansi ADP-nya itu 2 tahun yang masih bisa di-upgrade pula sampai ke 3 tahun. Jadi, Lenovo IDET Slim 3i keluaran 2026 ini cocoknya buat siapa sih? Nah, ini cocoknya harusnya untuk kalangan pekerja atau kantoran ya yang sering multitasking. Baterai tahan belasan jam, jadi bisa dipakai kerja seharian tanpa perlu terlalu dekat-dekat sama colokan listrik. Chargernya juga bisa diganti dengan gun charger kalau perlu ya. Jadi cukup buat satu charger buat laptop dan perangkat lainnya. Jadi bawnya lebih enteng aja gitu. Mau multitasking dengan dua layar tambahan juga bisa ya karena konektornya udah tersedia. Mau dipakai untuk pelajar atau mahasiswa juga seharusnya cocok banget ya. Terlebih dia punya garis ADP selama 2 tahun ya. Jadi enggak usah khawatir kalau laptopnya jatuh, kena air, keinjak apalah itu ya. Aman seperti yang dibahas tadi. Mau diperpanjang sampai 3 tahun juga bisa. Mau dipakai untuk belajar video editing tipis-tipis juga bisa. ya, asal materi videonya maksimum di 1080p 60 fps. Bahkan kalau mau sedikit lebih serius lagi ya tinggal nambah monitor seperti kita bahas tadi cari yang 100% sg aja. Nah, untuk dipakai kalangan programmer harusnya sih bisa-bisa aja asalkan aplikasinya memang kompatibel dengan laptop yang satu ini. Dan tentunya dia akan cocok buat siapapun yang ingin merasakan kemampuan arsitur prosesor core series 3 di laptop yang harganya lebih terjangkau. Pada akhirnya kalau butuhnya itu laptop belasan juta yang teknologi prosesornya seperti Intel Core Ultra Series 3. RAM-nya bisa di-upgrade baterainya irit punya ADP selama 2 tahun. Lenovo Adapad Slim 3i keluaran 2026 ini bisa masuk dalam pertimbangan.
