Jungkat

Kepoin Calon Chipset Xiaomi 17 Pro (YouTube Video)

  • 27/09/2025

Baru aja ngerasa bangga pakai safdragon 8 elite, siap-siap ditampar realita. Karena penurusnya sagen 8 Elite Gen 5 udah nongol di Hawai. Seberapa gila sih performance chipset yang bakal dipasang di Xiaomi 17, IQ, Samsung, dan brand lainnya. Terus apa lagi kejutan dari event akbar Snapdragon ini? Yuk, kita bahas. Eh, tapi sebelumnya gua mau ngoceh dulu sama penamaan chipsetnya. yang tiba-tiba jadi Snapdragon 8 Elite Gen 5. Padahal yang kemarin aja masih bikin bingung pakai Snapdragon 8 Elite yang sebenarnya penerus dari Snapdragon 8 J3. Untuk ini setelah gua cek-cek jadi Qualcom sempat klarifikasi katanya nama baru ini dipakai biar kelihatan jadi lompatan besar tuh. Makanya ada kata elite juga biar kesannya lebih premium dan tetap ada embel-embel gen 5 biar gampang ngelihat generasinya. Itu kalau kata Qualcom ya. Tapi kalau menurut rakyat jelata kayak gua gini sih masih tetap bingung menurut kalian gimana? Terus yang bikin chipset ini spesial kalau sebelumnya itu dia pakai Orion 2, sekarang pakai Oreon generasi ketiga yang diklaim peningkatannya gila-gilaan tuh performance naik 39% dan lebih hemat daya 43%. Untuk core-nya masih mirip ya, punya dua core utama atau prime core yang kali ini bisa ngebut sampai 4,6 GHz ditambah core performa di 3,6 GHz. Jadi gak cuman kencang tapi efisien. Habis itu dari sisi GPU Adreno juga naik kelas yang kepakai tuh buat gaming yaitu performance-nya nambah 23% sambil tetap ngurangin daya sampai 20%. Terus untuk NPU alias otaknya si AI sih lebih gila lagi. Naik hampir 37% lebih cepat yang artinya makin banyak proses AI yang bisa dijalanin di HP ini. Oke, sudah cukup dengan klaim-klaim mereka. Mari kita tes benchmark yang hasilnya udah melebihi rata-rata dari UMR Indonesia, Guys. Yaitu 4 jutaan sadis. Sepi amat, ya. Jadi, misalnya kalau dibandingin sama Xiaomi 15 Ultra yang pakai Snapdragon 8 Elite, skor anutunya itu beda sekitar R jutaan lebih ya. Dan perlu diingat tesnya itu pakai Antutu 11 yang mana kalau dibandingin sama versi 10-nya mungkin ada selisih sekitar 300 sampai 500.000 poin. Terus pertanyaan selanjutnya, loh kok tiap naik versi skornya nambah terus, Bang? Iya, emang bikin bingung jadi enggak konsisten. Ya, tapi menurut ilmu sotoi gua nih, karena kemampuan HP makin variatif, Antutu juga nambahin banyak variasi tes baru yang akhirnya nambah skor pengujian. Terus kalau kita geser ke Geekbench, skornya tinggalin jauh dibanding Xiaomi 15 Ultra. Single core naik 1000 poin. Dan multiore-nya edan sih naik hampir 4.000 poin. Yang lebih seru lagi kalau dibandingin sama iPhone 17 Pro Max yang biasanya iPhone selalu unggul, tapi sekarang enggak lagi, Guys. Jadi untuk single core-nya itu 8 elite gen 5nya bisa unggul ya, walaupun cuman selisih sekitar 100 poin. Tapi buat multior-nya bisa selisih jauh hampir 3.000. Cuma teman-teman perlu ingat kalau pengujian ini pakai device-nya Qualcom yang dinamain QRD atau Qualcom Reference Design yang mana ini unit resmi dari Qualcom yang mana bisa jadi acuan brand lain biar ada gambaran saat pakai chipsetnya. Dan tambahan info aja kalau RAM-nya itu dia pakai 24 gig yang artinya saat chipset ini dipakai di HP beneran kayak Xiaomi, IQ, Samsung, dan lainnya, hasil pengujiannya pasti bakal beda. Dan pastinya teman-teman subscribe channel ini ya, biar enggak ketinggalan video-video gua ngebahas HP-HP tadi. Eh, btw kalau dipikir-pikir nama chipset sekarang jadi panjang banget dah. Snapdragon 8 Elite Gen 5. Belum lagi kalau nanti dipakai Samsung Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Belum lagi kalau HP Samsung-nya dipakai Raffi Ahmad jadinya Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy top mantap is the best. [Musik] Habis itu dari segala banyak hal yang udah disampaiin tadi, ada satu yang masih nyangkut lagi di otak gua. Kalau sekarang HP-nya itu udah support video kodex baru yaitu APV atau advance professional video. Intinya Kodex ini bikin hasil video kita kualitasnya lebih profesional ya. Yang mana ini cocok buat para content creator dan videografer. Eh, wah pas kebetulan ada Om. Bentar Om. Apa tuh? Gua pengen nanya. Jadi kodeek itu bahasa bayinya apa, Om? Entar dulu, ya. Gua coba sederhanakan dulu. Intinya gini deh. Jadi film itu enggak mungkin atau video itu enggak mungkin ya kita pakai dalam bentuk mentahnya. Oke. Enggak mungkin. Oke, itu harus dikompres, dikecilin dulu nih. Nah, pada saat dikecilkan, seberapa hebat kualitasnya masih bisa dipertahankan? Karena kan dia dikecilin dulu, nanti digedein lagi tuh. Oh, jadi metodenya ya, metode compressing-nya gitu ya. Nah, nanti pada saat dia ngecilin apa aja yang dikurangin? Heeh. Nah, apakah dia dikurangin di apa ee damic range-nya atau di mananya? Nah, kodeek-kodex ini menentukan seberapa kualitas ee video akhirnya nanti. Dan FP ini hitungannya emang kodex ini memang kodeknya profesional. Iya. Heeh. Tujuan begitu. Dan ini yang lucu kan dibuka open source. Oh, kalau yang semua bisa pakai enggak bayar, Pak. Gitu. Nah, sekarang gua baru ngah nih. Katanya kan ini bakal saingan sama Apple Pro-nya kan. Sedangkan Apple Pro itu kan terbuka itu close. Makanya bakal lebih apa nih harus bisa lebih bisa diadopsi sama semua brand gitu. Menarik. Habis itu di akhir keyote Qualcom bikin kita pusing lagi ya dengan keluarin satu chipset baru yang namanya Snapdragon 8 gen 5 tanpa elite ya maksudnya apa tuh Bang? Buat detailnya sih juga belum ada ya dari mereka masih dalam pengerjaan mungkin mereka pengin bikin kita lebih penasaran ngaruh enggak? Oke kalau tadi kita bahas chipset tentang HP mari kita sekarang bahas geser dikit ke chipset PC-nya. Tapi tenang, gua gak bakal bahas detail ya karena gua gak ngerti juga sih. Jadi intinya dia keluarin chipset baru juga Snapdragon X2 Elite yang ada dua tipe. Yang pertama itu versi regular dan satu lagi yang ekstrem yang diklaim jadi chipset tercepat dan terfisien yang pernah ada di Windows SADIS. Untuk peningkatannya gila-gilaan lah. Kalian bisa lihat sendiri angkanya di layar. Dan yang menarik sama kayak Snapdragon 8 Elite Gen 3, CPU-nya ini dia pakai Orion generasi ketiga. Yang bedanya itu karena chip ini buat PC, jadi core-nya bisa lebih banyak. Tuh untuk varian reguler atau standarnya ada 12 core, sedangkan yang ekstrem sampai 18 core dengan prime core ngebut sampai 4,7 GHz atau kalau mau dibost sampai 5 GHz. Gimana? Bingung? Sama gua juga. Jadi kita sudahi saja dan mari omongin yang lebih menarik. yaitu device mini komputer yang pakai chipset ini nih. Snapdragon X2 Elite Extreme. YouTuber Life. Untuk penampilan mini komputernya tadi sih mirip kayak Talenan ya atau kayak yang ada di olahraga frisbe gitu. Tapi jangan salah, Guys. Mungkin bisa dibilang ini mini komputer terkuat yang ada saat ini. Bentuknya kecil banget dan tipis. Terus di sekelilingnya itu banyak banget lubang. Ada USB port, headphone jack, speaker, sampai ventilasi udara. Dan yang bikin unik dia itu fanless ya, yang artinya enggak ada kipas bendingin sama sekali. Jadi suaranya bakal tetap sunyi. Habis itu, selain bulat, ada versi kotaknya juga yang lebih kecil. Terus ada rumahnya khusus yang langsung nancep ke monitor. Keren sih, praktis, hemat tempat, dan satisfying aja dilihatnya. Oh ya, sama kayak HP warna ungu pas bahas benchmark di Snapdragon 8 gen Snapdragon 8 Elite Gen 5 tadi yang mana mini komputer ini dia juga termakud QRD atau Qualcom Reference Desain yang tujuannya ya biar brand-brand lain bisa lihat potensi device ini. Intinya mini komputer ini udah jalan ya bisa dipakai tapi belum dijual ke publik. Tinggal tunggu aja apakah ada brand yang mau adopsi teknologi ini atau enggak buat diproduksi secara massal. Dan secara ggak langsung, Qualcom juga mau kasih tahu kalau eh gua gak cuman bisa bikin chipset buat laptop aja ya, tapi buat mini komputer kayak gini juga bisa. Terakhir ada satu berita penting lagi yang kalian mesti tahu, yaitu koneksi 6G-nya lagi digarap. Jadi kata CEO-nya Qualcom, si Cristiano Almond, si-nya itu diperkirakan bisa kita tunggu di tahun 2028, tapi jatuhnya masih produk prakomersil alias masih belum dijual masal. Lebih ke pengenalan dulu ke publik. Terus kelebihannya selain kecepatan yang bakal lebih cepat dari 5G di 6G ini dia bakal lebih terintegrasi sama AI sensor dan edge computing. Jadi bukan cuma soal kecepatan, tapi gimana interaksi antar device saling terkoneksi. Bnya guys serius gua agak insecure sama konten ini ya. Gua enggak tahu berfaedah atau enggak dan bahasa gua terlalu simpel atau terlalu sulit sih buat diikutin? Coba kasih tahu komen di bawah ya. Masukan teman-teman sih pasti berhati banget ya. dan gua bakal baca satu-satu.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.