Jungkat

Keren, Khas Motorola Banget, dgn Prosesor Baru dan Baterai Besar! Review moto G57 POWER (YouTube Video)

  • 12/12/2025

Ini smartphone moto terbaru di akhir tahun 2025. Ini Moto G57 Power. Harganya terbilang cukup terjangkau, tapi kelengkapannya terbilang menarik untuk kelas harganya. Satunya ada kamera ultra wide. Ini masih jarang ya di kelas harga segini ya. Baterai ini juga besar 7.000 mAh. Dia punya stereo speaker jack audio 3,5 mm. Ada NFC. Konektivitas juga udah 5G. SOC pakai Snapdragon 6S Gen 4 terbilang udah mantap untuk kelas harganya dan dia langsung pakai Android 16 nih. Fitur software-nya juga melimpah khas moto. Oke, langsung aja kita boleh bahas Moto G57 Power ya. Moto G57 power smartphone ini disebut sebagai iterasi dari moto G45 dan tentunya diposikan di bawah moto G67 power. Jadi kurang lebih udah tahulah ya harganya di kisaran berapa ya. Smartphone ini tampaknya juga jadi yang terakhir dibawa moto masuk resmi ke Indonesia di tahun 2025. Seru ya. Di tahun comeback mereka ke Indonesia, Moto sudah bawa cukup banyak smartphone. Kalau kalian rajin ngikutin review kami, harusnya udah tahulah ya ada smartphone moto apa aja yang hadir resmi tahun 2025 ini. Semoga tahun 2026 enggak kalah seru dan enggak kalah banyak smartphone-nya. Oke, balik lagi ke Moto G57 Power. Kita mulai pembahasan smartphone ini dari isi paket penjualannya. tentunya dalamnya ada unit smartphone-nya, lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 33 watt, lalu ada kabel USB type A 2C, ada case, ada SIM tray ejector, paket dokumen, dan juga ada bonus SIM card dari AIS. Sayang, Moto tidak menyertakan screen protektor di paket penjualan smartphone ini ya. Untungnya layarnya ini flat, jadi lumayan gampanglah nyari screen protektornya. Nah, untuk desain ini yang kami suka dari Moto ya. desain smartphone mereka tuh konsisten dan punya ciri yang khas. Moto G57 Power ini desainnya mirip malah cenderung terlihat sama sih dengan G67 Power dan Moto G86 Power. Seperti ini ya desainnya ya. Layar dan body di belakangnya flat, tapi untuk frame ini enggak benar-benar flat ya. Ada lengkungan tipis yang membuatnya tidak terasa serba flat-flat amat gitu ya. Body belakang ini juga pakai vegan leather sementara untuk frame pakai polikarbonat. Opsi warnanya nih, Moto kembali menawarkan panton curated colors, yaitu panton corser, panton regata, dan untuk yang kami pakai untuk mengujian kali ini adalah panton fluidity dengan warna sence. Untuk rating ketahanannya dia di IP64 yang berarti 6 itu artinya kedap debu dan empat artinya tahan percikan air dari segala sisi. Jadi amanlah ya kalau cuma kehujanan-kehujanan doang ya. Smartphone ini juga disebut sudah mendapatkan military standar 810H certified. Jadi bisa melewati 13 pengujian untuk standar ini seperti SU tinggi, suhu rendah, serta aman terbentur atau terjatuh. Jadi anggap aja ini lebih ke arah perilungan ekstra untuk jaga-jaga ya. Jangan sengaja dibenturkan atau dijatuhkan apalagi dicemplungin ke dalam air. Nah, untuk dimensi berdasarkan klaim dari moto tingginya 166,23 mm, lebar 76,5 mm, dan tebalnya di 7,99 mm. Bobotnya ada di kisaran 210 gr. Untuk sebuah smartphone dengan baterai 7000 mAh, body smartphone ini masih bisa dibilang relatif tipis ya. Sementara bobotnya memang enggak ringan-ringan amat tapi enggak bisa dibilang berat. Ingat, baterainya gede banget. Oke, sekarang kita lihat ada apa aja di body smartphone ini. Di kanan ada tombol power sekaligus fingerprint scanner. Ada tombol volume up and down juga. Lalu di atas ada mikrofon, di kiri ada SIM tray. Ini untuk dua nano SIM, tidak ada slot micro SD di sini. Di bawah ada audio jack 3,5 mm, ada mikrofon, dan ada USBC serta ada speaker. Sekilas smartphone ini seperti punya cuma single speaker, tapi moto menyebutkan kalau dia punya stereo speaker. Apakah earpiece-nya juga berfungsi sebagai speaker? Nanti kita coba, ya. Nah, beralih ke S depan. Ini adalah layar 6,72 inci panel IPS. Resolusinya full HD plus 2.00 * 1080 piksel. Refresh rate-nya up to 120 Hz, adaptif. Dan menariknya ini bukan 120 yang turun ke 60 Hz doang. Saat kami coba, refreshnya bisa turun ke 30 Hz kalau tidak ada aktivitas di layar. Sayangnya kalau kita pakai buat nonton konten 30 fps, refresh layarnya masih belum bisa turun sampai 30 Hz. Dia masih ketahan di 60 Hz aja. Nah, untuk berat layarnya kita dapat sekitar 530 nits untuk kondisi indoor. Sementara untuk simulasi outdoor bisa mencapai kisaran 1000 nits. Ini kurang lebih sudah sesuai dengan klaim dari moto dan ini sudah mumpuni untuk penggunaan di luar ruangan di siang hari di bawah trik matahari. udah oke. Nah, untuk aler gamut smartphone ini punya dua mode warna yaitu vivit dan natural. Untuk mode vivit gamut coverage ada di kisaran 97,5% sRGB dengan gambut volume di 109% sRGB. Sementara untuk mode natural terlihat Moto mencoba membuat gamut volume sedekat mungkin dengan gambut coverage untuk sRGB. Di sini gambut coverage-nya sedikit turun ke 91,2% SRGB dengan gambut volume di 93,9% SRGB. Tapi walaupun ada penurunan persentase bukan berarti layarnya jadi terasa enggak berwarna ya. tetap terlihat cukup berwarna. Yang satu nih mode netal ini harusnya akan lebih pas dan digunakan kalau kita mau melakukan tuning warna saat editing foto atau video. Sayangnya belum tsada warna yang lebih menawarkan satu variasi warna yang lebih tinggi lagi. Misalnya mendekati 100% IP3 atau mungkin yang bablas lah 120% sRGB gitu misalnya. Ah ini belum ada. Tapi secara umum tampilan warna di layar Moto G57 Power ini sudah akan terasa mencukupilah untuk sebagian besar pengguna. Termasuk kami juga yang ngujinya udah happy lah dengan warnanya ya. Nah, untuk pelindung layar smartphone ini menggunakan Gorilla Glass 7i. Lalu untuk bezel di sekeliling layar ini memang belum bisa dikatakan super tipis ya. Basel bawah layar juga terlihat lebih tebal dari bezel kiri atas dan kanan. Layar ini juga disebut mendukung water touch. Jadi walaupun jari kita basah ya navigasi layar ini masih terasa nyaman, bebas dari gangguan. Kemudian untuk earpiece itu ada di basel atas layar. Ternyata memang ini berfungsi juga sebagai speaker ya. Jadi terbukti memang ada stereo speaker di smartphone ini. Kualitas suaranya. Nah, ini kalian merasa suara lebih dominan di mid dengan bass tipis ya, serta trel yang juga tipis. Tapi masih cukup rapi kok ini ya. Secara umum ini masih bisa dikatakan mencukupi untuk speaker smartphone di kelas harganya. Bukan yang luar biasa banget tapi jauh dari kesan sekedar asal bunyi doang ya. Sistem audio smartphone ini juga mendukung Dolby Atmos dengan opsi spatial audio. Tapi dengan konfigurasi dua speaker seperti ini tentunya kita tidak bisa merasakan bahwa dia tuh yang luar biasa mengelilingi kita ya. Enggak mungkinlah ya yang TV aja sulit kok ya kalau pakai dua speaker doang. Kemudian ada juga opsi tuning suara di dalam pengaturan Dolby Atmos ini berupa preset yang bisa kita pilih. Nah, di dalam setiap preset ada juga pengaturan model equalizer yang sudah disediakan. Saat kita mencoba mengutak-atik pengaturan tersedia, opsi model equalizer Brilliant Trble terasa bisa sedikit membantu mendapatkan suara yang bisa menghasilkan kesan yang lebih baik. Tapi lebih baik di sini bukan berarti tiba-tiba suaranya jadi kelas atas ya, lebih ke relatif lebih rapi dan merata aja. Nah, kalau mau coba tuning equalizer tersedia juga preset custom dengan setting manual di equalizer. Bisa digunakan untuk sedikit lebih menyelesaikan karakter suara dengan preferensi kita. Nah, untuk volume suara ini bukan yang super lantang, tapi seenggaknya udah mencukupilah untuk penggunaan pribadi sehari-hari. Lalu ada juga front camera atau kamera selfie yang ditempatkan di punch hole di area tengah atas layar. Ini adalah kamera 8 megapel bukan F2.0 dan ini fixed fokus ya. Perekaman video bisa 1080p 30 fps dan bisa 2K 30 fps. Nah, 2K ini maksudnya QD ya. 2.560 * 1440 piksel. Sayangnya perekaman video 60 fps belum didukung oleh kamera selfie ini. Tapi setidaknya di sini sudah ada opsi perekaman video di resolusi di atas full HD biasa. Ya, beralih ke sisi belakang. Sistem kamera utamanya ditempatkan di bum di kiri atas sisi belakang dengan desain yang khas moto banget. Kamera utamanya 50 megapel, Sony Lia 600. Woh, sensornya spesial ya. Bukaannya F1.79 dan ini sudah PDAF. Berekam video sampai 1080p 60 fps atau bisa QHD 30 fps juga. Lalu ada juga ultrawide 8 megapel. Iya, ada ultrawide-nya bukanya F2.2 fix focus perkembaman video sampai 1080p 30 fps dan dia juga bisa QHD 30 fps. Lalu ada juga two inone flicker sensor dan ada LED flash. Nah, kemampuan kamera di smartphone ini juga didukung oleh Moto AI photo enhancement. Untuk fitur-fitur ini lumayan banyak ya, bisa dilihat aja di sini ya. Pro juga ada untuk kamera utama, ultra wide dan selfie. Tapi memang hanya untuk foto aja, belum bisa untuk video. Nah, untuk kemampuan lengkap kameranya nanti kita lihat di pengujian kameranya ya. Kita masuk ke spesifikasinya. Untuk SOC dia pakai Snapdragon 6S Gen 4. Ini SOC yang baru dirilis di akhir tahun 2025 dengan spek yang mirip dengan Snapdragon 7S Gen 2. CP-nya pakai 4 Cortex A78 2,3 Hz dan 4 core Cortex A55 1,8 GHz. Untuk GPU dia pakai Adreno 710 fabrikasi 4 nanm. Untuk RAM dan storage cuma ada satu varian nih ya, RAM 8 gig dan storage 256 gig. RAM-nya pakai Leder 4X untuk storage pakai UFS 2.2. Nah, di sini ada juga fitur RAMUS yang bisa nambahin sampai 16 GB. Nah, untuk baterai 7000 mAh silikon karbon itu sebabnya bisa lumayan tipis dan lumayan ringan. Dia sudah mendukung charging 30 watt turbo power. Menurut Moto, baterai smartphone ini bisa mempertahankan kapasitasnya tetap dites 80% baterai health sampai 1000 charging cycle. Nah, untuk sensor-sensor ada serometer, light sensor, proximity sensor, magnetometer, flicker sensor, dan hardware gyro ada di sini. Konektivitas 5G tentunya bisa 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Untuk Wii-nya ini Wii 5. Sayangnya emang belum support standar Wii yang lebih modern tapi Wii 5 memang jadi masih yang paling umum digunakan di Indonesia saat ini. Jadi ya masih okelah ya. Untuk Bluetooth versi 5.1 dan support audio Codex SBC, AAC, APTX, Uptex HD, APtex adaptif dan LDAC juga bisa. NFC ada di sini, USB tentu bisa OTG. Dan di sini ada FM radio. Jadi ada opsi hiburan gratis. Ini bisa digunakan tanpa nyolok headset ke audio jack maupun USBC. Tapi saat kami coba, kemampuan menangkap sinyalnya jadi memang agak terbatas ya kalau enggak pakai itu ya. Kalau memang mau pakai FM radio dengan baik dan benar memang sebaiknya kita tetap pasang headset berkabel ke smartphone yang satu ini. Menariknya di aplikasi FM Radio ini ada opsi untuk output suara lewat speaker di smartphone sekalipun headset lagi terpasang ke smartphone. Menarik nih. Lalu untuk keamanan dia punya fingerprint scanner dan face unlock. Untuk OS dia menggunakan basis Android 16. Ada janji satu kali update versi Android. Jadi dia naik ke Android 17 dengan 2 tahun security update. Untuk aplikasi pihak ketiga secara standar ada beberapa aplikasi yang sudah kepasang di OS ini. Tapi ini enggak banyak dan bisa di-uninstal dengan mudah kalau tidak dibutuhkan. Kalau iklan aman. Ini bersih dari iklan ya. Nah, tampilan UI dari OS ini terasa sederhana mirip dengan Android vanilla alias versi standarnya Android. Secara umum OS ini terasa nyaman saat digunakan dan relatif ringan. Ini membuat navigasi jadi rasanya mulus banget. Untuk always on display atau AUD sayangnya belum tersedia di sini ya. Tapi masih wajar mengingat ini memang bukan yang pakai layar AMOLED. Memang always on display bukan tidak mungkin dijalankan di layar selain AMOLED, tapi berarti baterainya akan lebih boros ya harusnya ya. Nah, untuk fitur bawaan no ada banyak banget ini khas moto ada smart connect yang bisa membantu menghubungkan smartphone ke PC yang kita gunakan. Kita bisa menggunakan smartphone lewat PC desktop kita dengan mode phone on PC atau mobile desktop. Lalu ada cross control yang membuat kita bisa menghubungkan mouse dan keyboard yang terhubung ke PC kita atau laptop kita juga bisa ya, bukan cuma PC desktop doang ya. Eh, jadi kita bisa mukan mouse PC kita untuk navigasi dan mengetik di smartphone juga. Kita juga bisa pakai mode webcam untuk menggunakan smartphone sebagai webcam untuk PC kita. Dan masih ada beberapa fitur menarik lagi dari Smart Connect ini yang tentunya bisa memudahkan aktivitas kita bersama smartphone dan komputer berbasis Windows kita. Lalu fitur lain ada moto secure dengan berbagai fungsi pengamanan untuk smartphone, data di smartphone, serta aktivitas kita bersama smartphone. Ada juga matokan plug dalam moto secure ini yang bisa membantu mbebaskan diri kita dari distraksi dengan mengatur aplikasi apa saja yang boleh digunakan di jam-jam tertentu. Misalnya di jam kerja, kita bisa dibatasi agar aplikasi streaming dan media sosial itu enggak bisa digunakan. Sementara di luar jam kerja, kita bisa batasi agar aplikasi terkait pekerjaan tidak bisa diakses. Berani enggak kayak gitu? Lanjut untuk fitur AI. Tersedia juga di sini fitur AI-nya ya. Ada fitur bawaan Google termasuk Gemini dan Circle to Search. Beberapa fitur AI di Google Photos juga tentunya tersedia di sini. Ada juga aplikasi AI seperti Perplexity dan Copilot yang hadir sebagai aplikasi bawaan OS. Oke, sekarang kita lihat hasil benchmarknya. Antute 10 dapat R592.000-an. Antute 11 dapat Rp848.000-an. Geig 6 core 1019 lalu multiore di 2984. Trimax slingshot Extreme Open GL itu grafic skornya di 4.564. Sementara Trimax Wild Life stress test best score di 2.924, lowest score di 2.915. Jadi stability-nya tinggi di 99,7%. Untuk JFX Bandatan 3.1 1080p off screen dapat 49 fps. Sekarang kita lihat performa gaming-nya. Untuk pengujian gaming kita pakai mode turbo yang bisa diaktifkan dari overlay yang bisa dibuka saat kita menjalankan game. Seperti ini ya caranya ya. Oke, kita coba subway server dulu. Saat refreset layar ada di mode adaptif, kami hanya mendapatkan frame rate maksimal 90 fps dan memang refresh rate layarnya ketahan di 90 Hz. Nah, saat kita coba atur ke manual refresh rate yang tinggi, game ini bisa jalan sampai 120 fps. Uh, ini mulus lancar ya. Lalu, Real Racing 3. Sayangnya game ini cuma bisa berjalan sampai 60 fps, enggak bisa sampai 120 FPS. Saat kita pakai mode refresh set adaptif, refresh set layar memang otomatis turun ke 60 Hz. Nah, kita coba atur refresh set-nya manual ke 120 Hz. Dan refresh layar memang tetap berjalan di 120 Hz ras 3 dibuka. Tapi game ini entah kenapa tetap berjalan maksimal di 60 fps ya enggak ada masalah. Tetap mulus lancar juga kok. Untuk PUBG Mobile frame rate terbuka sampai ekstrem alias 60 fps. Kita coba dengan setting smooth extreme. Game berjalan mulus dekat sekali dengan 60 fps. Okelah buat main game yang satu ini ya. Gero aing aman juga di sini responsif dan akurat ini karena dia pakai hardware based gyro tentunya. Oke untuk Mobile Legends ya. Nah, game ini setting frame-nya adalah super atau 90 fps. Kami coba mainkan game ini dengan kualitas grafis ultra mentok kanan. Hasilnya frame rate yang didapatkan terbilang relatif rata dekat dengan 90 fps. Kalau ada penurunan frame rate itu hanya kisaran 75 fps ke atas. Saatana battle pun frame rate-nya masih bisa dipertahankan dengan cukup baik mendekati 90 fps. Mantap yang satu ini. Lanjut ke booting waves. Kita atur setting kualitas grafis ke ultra performance 60 fps. Saat kami coba mainkan dengan skan yang bisa kami gunakan, kami bisa mendapatkan frame rate di kisaran 30 sampai 50 fps. Sesekali masih turun di bawah 30 fps juga sih. Sater juga masih sering terasa yang disebabkan karena frame time yang memang enggak begitu stabil. Tapi secara umum untuk main watering wave smartphone ini masih terbilang mencukupilah ya. Setelah setengah jam main kita coba cek suhu bagian layar. Suhu tertinggi ada di kisaran 41 sampai 42 derajat celcius di dekat kamera selfie-nya. Tapi suhu untuk area tengah dan bawah itu terbilang rendah di 36 derajat celcius ke bawah bahkan. Sementara untuk di belakang su tertinggi ada di area modul kamera dan bisa mendekati 44 derajat celcius. Nah, kalau ini sudah agak terasa panas ya. Untungnya untuk area lain suhunya masih terjaga di bawah 37 derajat Celcius. Oke, Gensin Impact langsung aja settingnya highest 60 secara standar visual effectnya ini diatur ke low ya di sini ya kalian bisa dapat frame rate di kisaran 35 sampai 45 fps. Cukup stabil di kesaran tersebut. Sesekali ada frame drop ke bawah 35 fps, tapi untungnya kebanyakan enggak nyampai di bawah 30 fps. Rata-rata yang kami dapatkan setelah 30 menit adalah di kisaran 41 fps. Jadi secara umum Gensin Impact bisa dimainkan dengan relatif lancar di setting kualitas tampilan tertinggi di smartphone ini. Nah, kalau suhunya bagaimana? Kami coba cek setelah setengah jam. titik terpanas di layar bisa mendekati 45 derajat celcius di area tengah atas dekat kamera selfie. Untuk bagian tengah layar suhunya dikesaran 39 derajat Celcius dan untuk bagian bawah sekitar 36 derajat Celcius. Lalu di bagian belakang suhu tertinggi juga mencapai 45 derajat Celcius di area modul kamera. Sementara untuk bagian tengah dan bawah suhunya tidak sampai terasa panas. Masih di bawah 39 derajat Celcius. Sekarang kita coba dengan kipas pendingin ya. frame yang didapatkan masih di kesaran yang sama 35 sampai 45 fps. Ada sedikit peningkatan untuk rata-rata dalam 30 menit yaitu naik ke 43 fps. Nah, kalau untuk ranking-rankingan dengan atau tanpa kipas rankingnya adalah B. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini sudah ada Motorola G57. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang pertama-tama kita mau cari tahu adalah kemampuan mikrofonnya. Yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphonenya. Saya enggak pakai mikrofonnya senional. Untuk video sehari-hari atau vlogging hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Ngomongin mikrofon tuh selera banget ya. Sangat tergantung dengan selera kalian dan kalian dengar pakai speaker apa juga. Cuman kalau ditanya pendapat saya pribadi, mikrofonnya ini udah cukup bagus kok. Paling enggak suara vokal saya jelas banget. Dan mikrofonnya sendiri udah ada dua mikrofon ya di atas bawah. Jadi enggak cuma single mikrofon doang. Kalau kalian ngerasa pas pakai kamera depannya ini muka terlihat besar banget dan terlihat dekat banget dengan kamera, itu karena sudur pandang kameranya memang yang sempit ya, bukan yang lebar. Ini tangan saya sudah lurus tapi wajah masih terlihat dominan di frame-nya ini. Kalau memang kalian butuh lebih lebar, saran saya pakai bantuan seperti toxis lah paling enggak. Untuk kamera depannya dari segi kualitas enggak ada masalah. Detailnya bagus. Skin tone juga cukup mendekati warna aslinya. Dynamic range ternyata lumayan oke ya untuk kelasnya biasanya kamera depannya ini bisa over expos parah di bagian terangnya tapi ini cukup bisa diseimbangkan. Nice stabilizernya oke. Videonya sangat rapi saat di bawah jalan seperti ini. Kalau ada yang penasaran, 2K-nya gimana, Bang? Ini kita coba sih 2K-nya dan bisa saya bilang 2K-nya itu enggak jauh beda sih. Ini lebih terasa seperti upscaling aja. Untuk kamera utamanya seperti ini. Dari segi detail sih mantap ya. Sayangnya dari segi warna menurut kami masih oversaturated. Warnanya tuh terlalu gonjreng dan skin tone jadi terlalu orange. Dynamic range-nya lumayan oke, bukan yang paling luar biasa. Area terang masih bisa over expppos sedikit tapi overall masih saya anggap lumayan oke. Stabilizernya aman. Kita coba di 1080p 30 fps. Videonya bisa stabil. Kita juga sudah coba di 1080p 60 fps dan videonya bisa stabil juga. Untuk kamera ultra wide-nya seperti ini. Belum bisa ngarang banyak sih soal detail ya. Masih wajar mengingat sensor yang dipakai juga beda kelas dibanding kamera utamanya. Dynamic range masih belum oke, area terang masih terlihat over expos. Ini membuat ada informasi yang kurang tertangkap aja, terutama di area terangnya. Dari segi stabilizer, untungnya aman. Videonya pun terlihat rapi. Untuk pindah-pindah kamera saat merekam video bisa dilakukan dengan syarat hanya bisa di 30 fps saja. Dan sayangnya belum ada transisi animasinya nih, jadi perpindahan kameranya terasa patah-patah. Sekarang kita ke kondisi low light. Untuk kamera depannya di low light masih lumayan bisa digunakan lah ya. Detailnya memang udah berkurang. Gambar juga terlihat soft. Tapi yang menarik gambarnya itu masih terang dan cukup bersih dari noise. Videonya juga enggak terasa ada frame drop di sini. Dari segi stabilizer, belum bisa dibilang yang super rapi. Jaternya masih bisa terlihat saat dibawa jalan. Sekarang kita ke kamera utamanya. Untuk kamera utamanya sih masih cukup bisa diandalkan lah ya untuk low light. Videonya bisa terang, bersih dari noise dan detailnya juga masih terjaga. Saat kita coba di 1080p 60 fps, videonya jadi lebih gelap dan untuk kelasnya masih bisa kita anggap wajarlah. Ini untuk stabilizernya di 1080p 30 fps, gaternya terasa sekali ya. Solusinya bisa pakai 1080p 60 fps saja. stabilizer videonya bisa lebih rapi. Untuk autofokus kamera utamanya ini aman ya. Kita sudah coba di kondisi low light sekalipun masih aman. Mau kita pakai sebuah 40p 30 fps ataupun 1080p 60 fps masih aman. Kalau kamera ultra wide-nya seperti ini ya. Kalau menurut saya sih ini kurang pas untuk low light. Jadi sebaiknya kalau kondisinya segelap ini pakai kamera utamanya aja. Dari segi foto, karakter warnanya itu masih mirip seperti di video tadi ya. Kamera depannya bagus, kamera ultrawide-nya juga lumayan oke, kamera utamanya luar biasa. Tapi ya itu warna yang dihasilkan kamera utamanya ini tergolong over saturated. Untuk kondisi low light karena ada auto night mode, ultra wide-nya masih bisa terbantu di sini. Overall pengalaman foto di kameranya ini cukup bagus. Tinggal tuning warna kamera utamanya aja nih yang menurut saya perlu dituning lebih baik lagi oleh Motorola. Untuk fitur ekstranya kita cobain beberapa. Yang pertama itu ada slow motion. Slowo-nya bisa jalan di 720p 120 fps. Untuk saat ini resolusi dan frame rate-nya tidak bisa diatur ya. Dari segi kualitas videonya sendiri ya standar aja lah. Lalu ada fitur mode pro di sini. Ini adalah mode manual untuk fotografi. Bisa kita gunakan untuk kamera utama dan ultra wide-nya juga. ISO keduanya bisa kita atur dari 100 sampai 3.200. Untuk shutter speed, kamera utamanya itu bisa dari 1/6.000 detik sampai 32 detik. Kamera ultrawide-nya bisa dari 1/6.000 detik sampai 1/3 detik. Sayangnya mode pro ini baru untuk foto ya. Untuk video saat ini belum bisa. Fitur berikutnya yang kita coba itu ada dual capture video. Ini mode di mana kita bisa merekam dari dua kamera sekaligus. Kombinasinya itu by default adalah kamera depan plus kamera ultra wide. Entah kenapa untuk sekarang belum ada opsi untuk pakai kamera utamanya. Kurang lebih itu ya kameranya Moto G57. Dari segi hal yang kurang atau perlu ditingkatkan lagi, menurut saya ada beberapa sih. Yang pertama itu warna kamera utamanya masih oversaturated. Lalu untuk kualitas kamera ultrawide-nya bisa kita lihat jomplang ya di low light. Kemudian jater stabilizernya itu masih kurang rapi spesifik untuk 30 fps, terutama di kondisi low light. Dari segi menariknya, kualitas videonya terbilang merata bagusnya ya untuk kamera utama dan kamera depannya dua-duanya itu bagus. Lalu dynamic range kamera depannya ternyata lumayan oke ya. Kemudian kamera utamanya masih diberikan 1080p 60 fps dan UI kameranya tergolong simpel dan mudah digunakan. Overall menurut kami kameranya itu enggak jelek tapi enggak bisa dibilang yang super impresif juga sih. Mencukupi aja untuk mayoritas pengguna. Sekian pengujian kameranya Moto G57. Sekarang kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang kita lanjut tes daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 28 jam 18 menit. ini sudah cukup lama. Tapi sayangnya untuk 7.000 mAh ini bukan hasil yang terbilang luar biasa. Enggak bisa dibilang kurang juga. 28 jam itu udah termasuk yang lama sih sebetulnya. Tapi coba kita lihat kalau kita nonton YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR. Baterai berkurang 4% tapi selama 1 jam. Jadi ini irit. TikTokan selama 1 jam baterai turun di 7% ya. Biasanya setengah jam 4% ini 1 jam 7% jadi lebih irit dari yang normal ya. Lalu, Gensin Impact HS60, baterai turun 11% selama setengah jam. Lagi-lagi ini udah lumayan oke. Nah, untuk charging untuk mencapai 50% butuh waktu 35 menit. Sebentar dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 29 menit. Memang enggak bisa dibilang yang kencang banget. Timingat ini chargernya 30 watt dan baterainya 7000 mAh. Sebetulnya ini di luar harapan kami. Ini ada jauh di atas harapan kami sebetulnya ya. 30 watt 7000 mAh. Harusnya 2 jam tapi ini cuma 1 jam seteng. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix, dia bisa white L1 dan streaming bisa sampai resolusi full HD. Untuk YouTube, streaming nyampai 1440p 60 fps tanpa HDR. Untuk heptic feedback, getarannya terasa cukup kuat dan getarannya tidak terasa terlalu kasar. Tapi ini memang bukan feedback yang terasa premium-premium amat. Walaupun menurut kami ini masih sesuailah untuk kelas harganya. Oke, untuk harganya di awal penjualan smartphone ini dipasarkan dengan harga special launching di Rp2.999.000 untuk tanggal 12 Desember. Setelah itu, Moto menyebutkan kalau Moto G57 Power ini harganya akan kembali ke harga normal di kisaran Rp3.299.000. Nah, untuk bonus ada bonus paket data akses dengan kuota sampai 200 GB untuk 1 tahun. Serta ada juga bonus gratis langganan Vision Plus Premium Ultimate serta beberapa partners benefit lain yang kurang lebih seperti ini ya. Bisa dilihat nih ya. Nah, tentunya smartphone ini juga dilindungi garansi resmi selama 1 tahun. Oke, kita sekarang masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, di sini belum ada dukungan perekaman video 60 fps di kamera selfie, ya. Lalu dukungan perekaman video juga sampai resolusi 2K alias QD aja. Belum sampai 4K tapi senggaknya udah di atas full HD sih ya. Lalu kita sedikit berharap kualitas suara yang ditampilkan speaker stereya bisa lebih baik lagi tanpa perlu ada pengaturan manual. Kemudian buat yang merasa masih butuh pakai micro SD, di sini enggak ada slot micro SD-nya. Lalu untuk Wii ini masih Wii 5. Sebenarnya sih sudah mencukupi ya, tapi berasa kurang future proof aja. Lalu update OS cuma satu kali update versi Android dan 2 tahun security update. Di kelas harganya udah makin banyak yang punya dukungan update lebih panjang. Untungnya dia start dari Android 16 ya bukan dari 15 ya. Kalau 15 dapat dua kali update sampai 17. Ini kan 16 satu kali update ya nyampai 17 juga. Kemudian sayangnya tidak ada screen protektor bawaan dalam paket penjualan. Nah dari si kelebihannya desainnya khas moto ya mirip sekali dengan beberapa saudaranya. Keren banget desainnya nih ya. Pilihan warnanya juga terbilang unik dengan warna-warna panton. Lalu layar IPS dengan refer, tampilan warna juga udah mantap, enggak kurang, dan enggak terlalu berlebihan juga. Lalu karena di layar IPS, harusnya layar ini lebih aman dari kemungkinan burn in, ya. Lalu berat yang ditawarkan juga mudah memadahi untuk penggunaan di luar ruangan. Ada kamera ultrawide juga, satu hal yang masih terbilang ya enggak terlalu banyak di kelas harga segini. Lalu dia juga punya dukan perekaman video 2K alias QHD. Sedidaknya sudah lebih tinggi daripada yang full HD doang. Kelengkapannya juga menarik ya. Stereo speaker audio jack 3,5 mm, NFC, FM radio masih ada semua. Kemudian walaupun ini enggak luar biasa-luar biasa amat, tapi seenggaknya ada IP rating di sini, IP 64 di smartphone jadi kehujanan. Ah, enggak takut ya. Lalu mulainya langsung dari Android 16 seperti dibahas tadi, UI juga relatif ringan, nyaman digunakan, dan bebas iklan. Fitur khas moto juga banyak tersedia, termasuk smart connect dan moto secure ada di sini. Dan ada beberapa fitur AI yang sudah disematkan dalam smartphone ini ya. Secara umum Moto G57 Power ini adalah smartphone yang menarik dengan Snapdragon 6S Gen4-nya dan baterai besar serta fitur-fitur yang lengkap khas Motorola. Ya, selisih harganya dengan varian yang di atasnya memang agak tipis, tapi ini selisih harga resminya. Jadi kalau mau cari yang selisih harga cukup jauh ya 12 Desember itu ya kesempatannya ya. Iya. Secara umum smartphone ini adalah sebuah smartphone allrounder yang cukup menarik dan sulit untuk dilewatkan. Sed Irfan Jaka Tib TV.

Lihat di YouTube